cover
Contact Name
Samsul Ode
Contact Email
samsul.ode@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6282242151689
Journal Mail Official
jurnalpolinter@gmail.com
Editorial Address
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta,Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Agung Podomoro, Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Polinter
ISSN : 24067776     EISSN : 24600903     DOI : -
Core Subject : Social,
Polinter merupakan jurnal kajian ilmu politik dan ilmu hubungan internasional yang dikelola oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Polinter terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun, yaitu pada semester genap dan ganjil. Jurnal ini berusaha mengangkat dan mengkaji terkait Politik Indonesia maupun Politik International. Polinter didirikan pada tahun 2014, diawali dengan jurnal cetak dengan no. ISSN 2406-7776 pada tahun tersebut. Kemudian pada tahun 2015 terbentuk versi elektronik dengan no. EISSN 2460-0903.
Articles 112 Documents
STRATEGI WWF TERHADAP PERLINDUNGAN HARIMAU SUMATERA DARI PERBURUAN LIAR DI INDONESIA (TAHUN 2016-2018) Khoirunnisa Khoirunnisa; Arianti Mahendra
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v6i2.4499

Abstract

The Sumatran tiger population is on the edge of extinction due to uncontrolled habitat loss. The population of Sumatran tigers, which are only around 400, remaining in the forest. The main thing that causes the lack of the Sumatran tiger population is illegal hunting. Local people hunt the Sumatran tiger because people have economic problems. Thus, illegal trade emerged. Local people hunt Sumatran tigers, sell their body parts, it trusted that the body parts of tiger could heal diseases, and have magical powers for the protection and luck of the community. Thus, INGO International Organizations such as WWF and Tiger Range Countries formed the TX2 program that aims to double the tiger population. In addition, the theory used in this problem also uses Environmental Security.
Relasi Interfirm-Control dalam Konfigurasi Strategi Jejaring Produksi Global pada Industri Teh (Studi Kasus Unilever dan PT. Perkebunan Nusantara VIII) Dewi Setiyaningsih
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5493

Abstract

This reseacrh aims at analyzing the involvement of Indonesia tea industry in the global production network using Dynamic Competitive concept which developed by Global Production Network theory 2.0. It takes Unilever Global as the leadfirm actor and PT.PN VIII as the suppliers There are three aspects which measure in dinamic competitive, there are cost-capability ratio, market development and financial discipline. From the analysis of the dynamic competitive of the leadfirm and suppliers, it shows that the configuration strategy of global production network builds between Unilever Global and PT.PN VIII is interfirm-control. This interfirm-control configuration makes Indonesia tea industry has less control in price decision and production rule.
Motif Perilaku Korea Utara Mengingkari Deklarasi Panmunjom Ditinjau dari Regional Security Complex Theory Dewi Astuti Mudji; Tino Rila Sebayang; Fathira Iftihani Noor
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5480

Abstract

This paper aims to find out the reasons for North Korea's behavioral motives for rejecting the Panmunjom Declaration. The Korean peninsula returned to a tense situation after North Korea violated several value agreements that threatened South Korea and regional security stability by continuing to test its nuclear weapons and blow up its liaison office in retaliation for South Korea's failure to prevent anti-North deployments. Korean propaganda from defector groups at the border. By using descriptive analytical research method with a qualitative approach, this paper uses primary and secondary data obtained from books, journals, articles, and official government and non-government documents. In addition, this paper uses the Regional Security Complex Theory, the concept of the National Interest, the theory of rationality in policy making. The results of this paper indicate that the motive for North Korea's behavior is to maintain the security of its country from threats from the United States and other countries and so that its country is considered a nuclear country whose position is equal to other countries and demands the lifting of the sanctions embargo. Moreover, the current state of tension is being used by North Korea to increase its influence in the dialogue
POTRET REPRESENTASI GERAKAN PEREMPUAN DALAM MENDORONG KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI BANTEN Gilang Ramadhan; Ika Arinia Indriyany
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5452

Abstract

This research was conducted to see the progress of the women's movement in Banten. The women's movement arises because of the political opportunity structure that provides space for women to maximize the resources they have to form social movements. As a representation of the women's movement, GOW has a role in realizing women-friendly policies and food security through one of the organizations under it, namely KWT which focuses on the empowerment of women farmers. This study uses a descriptive qualitative approach, while the results of the research are descriptions of a phenomenon in different contexts so that the conclusions of each individual will be different depending on the point of view used. In the midst of gender mainstreaming in social movements, this research is expected to open the veil of space for the women's movement, especially in the context of encouraging women-friendly policies and maximizing the role of women in promoting food security.
KAJIAN GREEN POLITIC THEORY DALAM UPAYA MENANGANI DEFORESTASI PAPUA TERKAIT AKTIVITAS EKSPANSI Grace Frestisa Irena Hutabarat
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5488

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisis permasalahan deforestasi di Papua dengan menggunakan perspektif green politics theory. Dengan mengaplikasikan metode deskriptif analitis dan teknik pengumpulan data kepustakaan, tulisan ini bertujuan dalam menemukan upaya yang harus dilakukan pemerintah Papua dalam menangani deforestasi terkait aktivitas ekspansi. Cara pandang yang tepat dalam menangani kasus deforestasi terkait aktivitas ekspansi adalah dengan menggunakan ekosentrime yang mengutamakan kelestarian ekologi sebagai prioritas, pemerintah Papua juga perlu melakukan riset perbandingan terhadap negara-negara dan daerah di Indonesia yang sudah berhasil menerapkan green politic theory dalam landasan politik dan konstitusinya. Langkah selanjutnya yaitu melakukan restrukturisasi politik yang mengarah pada kelangsungan ekologi. Lalu meningkatkan desentralisasi. Terakhir, langkah penyelesaian deforestasi Papua terkait aktivitas ekpansi adalah mensinergikan teknik kearifan lokal. Pemikiran yang ekosentris mampu menjaga kestabilan dan konsistensi sehingga green politics theory dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi deforestasi terkait ekspansi meskipun rezim sering dialihkan.
Isu 3 Periode Masa Jabatan Presiden Dalam Sudut Pandang Demokrasi riady riady; Syugiarto Syugiarto
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5433

Abstract

This study aims to see whether the president can serve his term of office for 3 periods (15 years) from a democratic point of view. This research itself uses literature study as the basis for data collection. The theory of democracy is used as a reference to see the term of office of the president for 3 periods from a democratic point of view, and also whether it will harm democracy itself or not. The results show that the president can hold office for 3 periods (15 years) if Article 7 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is amended again. In addition, if the majority of people want the president to serve more than 2 periods (10 years), then this will not injury democracy at all. This is because people want it. However, if we refer to the reasons why Article 7 of the 1945 Constitution was amended in 1999 (which is to reflect democracy and leadership regeneration) and there are rejections from some parties who do not want the presidential term of leadership more than 2 periods, it will show that the government is disobedient to regulations that have been mutually agreed upon and do not pay attention to the wishes of some people who reject it.     
Pandemi dan Legitimasi: Melihat Penanganan Covid-19 dari Perspektif Politik Aprilianto Satria Pratama; Dwiki Yulian Reynaldi
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5494

Abstract

Pandemi COVID-19 memproduksi krisis legitimasi bagi Pemerintah. Dampaknya, penanganan-penanganan pandemi COVID-19 juga harus dilakukan untuk mengembalikan legitimasi yang sedang krisis tersebut, alih-alih hanya untuk memperbaiki performa ekonomi dan kesehatan. Tulisan ini lantas menggolongkan upaya untuk mengembalikan legitimasi tersebut sebagai tindakan politis. Dipandu oleh pertanyaan penelitian, ‘bagaimana penanganan pandemi COVID-19 dibaca secara politis?’, tulisan yang diproduksi dengan metode penelitian kualitatif studi kasus ini lantas sampai pada beberapa temuan sebagai berikut. Pertama, bahwa penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, ternyata, juga ditujukan untuk memulihkan legitimasi dan oleh karenanya dilakukan melalui upaya-upaya politis. Kedua, bahwa upaya politis tersebut lantas dirinci ke dalam 2 (dua) kategori, yaitu penanganan politis internal dan eksternal.The COVID-19 pandemic produces a crisis of legitimacy for the Government. As a result, the handling of COVID-19 is also carried out to restore the legitimacy of the crisis, rather than just to improve economic and health performance. This paper then classifies efforts to restore legitimacy as a political act. Guided by the research question, 'how is the handling of the COVID-19 pandemic read politically?', the article produced using this case study qualitative research method then arrived at the following findings. First, that the handling of the pandemic in Indonesia, it turns out, is also aimed at restoring legitimacy and therefore political efforts are being made. Second, that the political efforts are then broken down into 2 (two) categories, namely internal and external political handling.
DISKURSUS KEDAULATAN PANGAN PADA ORGANISASI PARTAI-PARTAI POLITIK DI INDONESIA Yeby Ma'asan Mayrudin; Bayu Nurrohman; Renata Maharani
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v7i2.5610

Abstract

Artikel ini memeriksa tentang bagaimana partai-partai politik dalam mengejawantahan mengenai diskursus kedaulatan pangan. Riset ini penting untuk dilakukan karena melihat Indonesia dengan segala potensi pangan yang dimiliki, namun masih banyak permasalahan pangan yang dihadapi. Permasalahan pangan memang tidak mungkin dapat ditangani sendiri oleh pemerintah. Maka perlu langkah kolaborasi dengan berbagai pihak yang punya peran strategis terhadap masyarakat salah satunya adalah partai politik. Maka riset ini akan memotret bagaimana peran partai politik dalam mendukung upaya negara untuk mencapai ketahanan pangan. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan bersandar pada dokumen tertulis seperti dokumen resmi partai (AD/ART), dan dokumen  lain yang mendukung seperti pemberitaan di media massa daring. Hasil penelusuran dan analisa menggambarkan bahwa hanya beberapa partai politik seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mencantumkan program pangan dalam AD/ART Partai. Meski di dalam AD/ART telah dijabarkan dalam berbagai program-program partai yang mendukung tercapainya kedaulatan pangan. Namun masih perlu peningkatan upaya yang lebih massif dan terstruktur ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami kerawanan pangan sehingga Partai Politik bisa lebih menunjukkan political will secara tegas menyelenggarakan program di tempat yang membutuhkan bantuan penguatan pangan.
Pergulatan Identitas Suku Dayak Dalam Ritual Tolak Bala dan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Baya Mulya Kabupaten Sintang Jumadi Jumadi; Haunan Fachry Rohilie; Efriani Efriani
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v8i1.6158

Abstract

Penelitian ini ingin melihat bagaimana suku Dayak Linoh di Desa Baya mulya mempertahankan ritual adat warisan nenek moyang melalui ritual adat tolak bala sebagai upaya dari masyarakat adat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Suku Dayak Linoh yang ada di Desa Baya Mulya meyakini bahwa pandemi Covid-19 terjadi akibat terganggunya hubungan antara manusia dengan roh leluhur, sehingga perlu dilakukan ritual tolak bala, atau menolak terjadinya marabahaya bagi masyarakat setempat. Covid-19 dianggap tidak jauh berbeda Ketika terjadi wabah penyakit, atau gagal panen. Sehingga ritual tolak bala ini diharapkan mampu memperbaiki hubungan antara masyarakat dan roh leluhur. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat bagaimana peran dan keterlibatan Pemerintah Desa Baya Mulya dalam ritual tolak bala, termasuk pelibatan masyarakat adat dalam penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 di Desa Baya Mulya. 
KONFLIK AGRARIA (Studi Kasus Pada Lokasi Lahan Tambang Desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan) Komang Jaka Ferdian; Risky Ananda Putri; Rini Sandrawati; Tssanaya Violeta Maharini
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/polinter.v8i1.6005

Abstract

Konflik agraria di Indonesia salah satunya terdapat pada Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok. Konflik tersebut dikarenakan terdapatnya pertambangan darat oleh CV SR Bintang Babel di Desa Tanjung Labu yang dikategorikan sebagai pulau kecil. Akibat adanya kegiatan pertambangan tanpa adanya sosialisasi dari pihak CV SR Bintang Babel menjadikan masyarakat merasa terdiskriminasi dan menimbulkan tindakan represif pada CV SR Bintang Babel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk memetakan konflik pertambangan di Desa Tanjung Labu. Konflik pertambangan ini melibatkan CV SR Bintang, masyarakat, pemerintah dan Walhi.

Page 8 of 12 | Total Record : 112