cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ccitjournal@raharja.info
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 40 Modern Cikokol Tangerang - Banten 15117 Indonesia
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal
Published by UNIVERSITAS RAHARJA
ISSN : 19788282     EISSN : 26554275     DOI : 10.33050/ccit
Core Subject : Science,
CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan olehSekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Raharja. CCIT terbit dua kali dalam satu tahun, Setiap Bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 420 Documents
IMPLEMENTASI IME (ILEARNING MEDIA)DALAM MENDUKUNG SISTEM PEMBELAJARAN ILEARNING PADA PERGURUAN TINGGI Untung Rahardja; Sudaryono Sudaryono; Irwan Nurdin
CCIT Journal Vol 8 No 1 (2014): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.075 KB) | DOI: 10.33050/ccit.v8i1.282

Abstract

The learning system is run in an educational institution, strongly influence the mindset and creativity of each student. In a learning system running on colleges Raharja, currently still using paper as a medium for performing tasks. The use of paper is a way of learning the manual and monotonous. To support that learning systems can be more interesting is to utilize existing information technology. iLearning is a method of lecturing in colleges Raharja who use the iPad as a media to facilitate the learning process of students. Given this method, students can learn, work, pray and play with iPad. The term is known as 4B. iLearning Media or shortened by the name iMe is a web application that is created and can be used by all students of colleges Raharja to explore their creativity in learning. This is an online learning system that facilitates student learning, because it can be done anywhere and anytime. It was concluded that the contribution of the iMe can be used as a medium of information for learning systems for the entire community colleges Raharja. Research methods used in conducting this research is the method of observation and literature
Simulasi Sistem Kendali Kecepatan Mobil Secara Otomatis Untung Rahardja; Asep Saefullah; M. Ramdani
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.897 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi mikrokontroller dapat disandingkan dengan perkembangan teknologi dibidang permesinan dalam kendaraan bermotor. Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi salah satu penyebabnya yaitu tidak ada pengontrolan kecepatan kendaraan bermotor khususnya mobil, yang dikendalikan secara otomatis. Untuk memecahkan permasalahan tersebut maka dibuat suatu alat simulasi pengontrolan kecepatan mobil secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroller. Simulasi sistem kendali kecepatan mobil secara otomatis adalah sebuah sistem kendali yang dirancang untuk bisa mengontrol kecepatan mobil secara otomatis tanpa perlu menggunakan remote kontrol, simulasi ini menggunakan miniatur mobil (robot mobil). Untuk bisa mengontrol kecepatan mobil secara otomatis, mobil ini dilengkapi oleh berbagai modul diantaranya modul sensor, mikrokontroller, dan driver motor. Sensor yang digunakan adalah sensor ultrasonik yang akan mendeteksi apabila ada benda atau media lain di depan mobil. Ketika sinyal mengenai benda penghalang, maka sinyal ini dipantulkan transmitter dan diterima oleh receiver ultrasonik. Sinyal yang diterima oleh rangkaian receiver di kirimkan ke rangkaian mikrokontroller untuk selanjutnya memberikan perintah agar kecepatan mobil berkurang sesuai dengan algoritma program mikrokontroller yang dibuat. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototype robot mobil yang kecepatannya dapat dikendalikan secara otomatis melalui media sensor ultrasonik yang dapat mendeteksi benda di depan mobil tersebut. Potensi pengembangan adalah implementasi pada kendaraan beroda empat di masa yang akan datang sehingga dapat mengurangi dampak kecelakaan lalu lintas akibat tabrakan kendaraan bermotor.
IT Governance – Support for Good Governance Henderi Henderi; Padeli Padeli
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.256 KB)

Abstract

Pemanfaatan Information technology (IT) oleh berbagai perusahaan dan organisasi secara umum bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan proses bisnis dan meningkatkan kemampuan kompetitif. Melalui penerapan IT pula proses bisnis perusahaan dapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, efisien dan efektif. Tidak hanya itu, IT juga telah menawarkan banyak peluang kepada perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan dan mentransformasi produksi, pelayanan, pasar, proses kerja, dan hubungan-hubungan bisnis. Agar dapat mengoptimalkan peranan IT dalam berbagai bidang tersebut maka setiap perusahaan dan organisasi hendaknya mempunyai IT governance yang baik dan menerapkan prinsip-prinsip dan cara kerja good govervance. Namun demikian masih banyak perusahaan dan organisasi yang menerapkan prinsip dan cara kerja good governance belum mengoptimalkan peranan IT governance dalam melaksanaannya. Karena itu, dukungan IT governance bagi perusahaan adalah suatu keniscayaan untuk dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan sesuai dengan prinsip dan cara kerja good governance. Artikel ini menguraikan prinsip dan cara kerja IT governance untuk mendukung pelaksanaan good governance oleh berbagai perusahaan dan organisasi
SIMULASI LAYANAN KARTU PANGGIL PADA JARINGAN PUBLIC SWITCH TELEPHONE NETWORK BERBASIS INTELLIGENT NETWORK Muhammad Yusra Rustam1; Helmi Kurniawan; Budi Triandi
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.063 KB)

Abstract

Layanan calling card atau lebih dikenal dengan kartu panggil sebagai salah satu layanan yang ditawarkan oleh IN memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk melakukan hubungan dari pesawat telepon ke nomor tujuan dengan biaya percakapan secara otomatis dibebankan ke rekening tertentu menurut nomor kartu panggil pelanggan. IN (Intelligent Network) merupakan suatu arsitektur jaringan telekomunikasi yang mempunyai tujuan untuk memberikan framework sehingga kerja dari jaringan untuk implementasi, kontrol dan manajemen menjadi lebih efektif, lebih ekonomis dan lebih cepat proses kerjanya dibandingkan arsitektur jaringan yang digunakan sebelumnya. IN juga menyediakan layanan-layanan baru yang terintegrasi dalam satu sistem, dapat diimplementasikan pada jaringan telepon yang sudah ada (fixed telephone network).
PERANCANGAN LAMPU LALU LINTAS DENGAN MENGGUNAKAN CATU DAYA CADANGAN BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 Iwan Fitrianto Rahmad; Muhammad Yusra Rustam; Budi Triandi
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.172 KB)

Abstract

Lampu lalu lintas dengan dua catu daya sangat berguna ketika terjadi pemadaman listrik. Lampu lalu lintas ini memiliki catu daya yang berasal dari PLN dan dari battery. Dalam keadaan normal, yaitu tidak terjadi pemadaman listrik, maka lampu lalu lintas akan mendapatkan sumber tegangan dari PLN. Namun ketika terjadi pemadaman listrik, maka lampu lalu lintas akan mendapatkan sumber tegangan dari battery. Untuk itu dibutuhkan sebuah rangkaian selektor yang dapat mengalihkan jalur catu daya ketika terjadi pemadaman listrik. Rangkaian selektor yang digunakan adalah sebuah relay. Battery yang digunakan untuk memberikan sumber tegangan ke lampu lalu lintas, lama kelamaan akan melemah, karena itu digunakan rangkaian untuk mencharge battery. Rangkaian ini akan mencharge battery ketika battery lemah dan rangkaian ini secara otomatis akan berhenti mengisi arus ke battery ketika battery sudah penuh. Untuk dapat mendeteksi kondisi battery apakah dalam keadaan lemah atau penuh, maka dibutuhkan sebuah sensor tegangan. Sensor tegangan yang digunakan adalah Analog to Digital Converter (ADC).
MANAJEMEN PENGETAHUAN (KNOWLEDGE MANAGEMENT) DAN PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN Augury El Rayeb; Maimunah Maimunah; Dhiana Aprianah
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.788 KB)

Abstract

Era globalisasi yang ditunjang oleh inovasi juga ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat . Menyadari akan persaingan yang semakin berat, maka perlu ada perubahan paradigma yang bertumpu pada analisis bidang ilmu pengetahuan tertentu misalnya pohon industri, kemasan pengetahuan, metadatabase, data mining, serta pengembangan sumber daya manusia. Disinilah peran pendidikan dan knowledge sharing dikalangan karyawan menjadi amat penting dalam meningkatkan kemampuan manusia untuk berpikir secara logika yang akan menghasilkan suatu bentuk inovasi. Jadi inovasi merupakan suatu proses dari ide melalui penelitian dan pengembangan akan menghasilkan proses penciptaan pengetahuan yang baik.
Aplikasi Pengolah Bahasa Alami Untuk Operasi Queri Database Agus Purwo Handoko
CCIT Journal Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.588 KB)

Abstract

Aplikasi pengolahan bahasa alami untuk pengoperasian queri seleksi dapat : untuk aplikasi yang dibuat dapat mengoperasikan queri seleksi dengan menggunakan kalimat bahasa Indonesia sederhana. Dasar perintah operasi queri yang digunakan adalah aturan Select Operation, sehingga aplikasi yang dibuat hanya dapat digunakan untuk menampilkan data saja dan sebatas data dari 1 tabel saja dan tata bahasa (grammar) yang mengatur bentuk perintah operasi harus ditentukan dalam bentuk aturan produksi sehingga tidak sembarang kalimat dapat diproses. Sistem ini mampu memberi pesan kesalahan ketika ada ketidak sesuaian bahasa alami yang diberikan, namun sebaiknya dimunculkan kalimat alternatif yang berhubungan dengan kesalahan tersebut.
PENGONTROLAN MUTU SISTEM INFORMASI DENGAN METODE DATABASE HEALTH MONITORING Untung Rahardja; Muhamad Yusup; Lilik Agustin
CCIT Journal Vol 2 No 3 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.593 KB)

Abstract

Di era globalisasi seperti sekarang ini, sistem informasi bukan hal yang asing lagi. Sistem informasi yang ada saat ini telah mendukung seluruh kegiatan organisasi maupun perusahaan dalam pengolahan data untuk menghasilkan informasi. Sistem informasi akan memberikan banyak manfaat jika memiliki database yang ‘sehat’. Definisi database yang ‘sehat’ adalah database memiliki tingkat keakuratan data yang tinggi. sebaliknya manfaatnya kurang dirasakan jika sistem informasi memiliki database yang ‘tidak sehat’ akibat dari data anomaly. Karena data anomaly mempengaruhi proses memasukkan, menghapus dan memodifikasi data dalam relations. Selain itu, database yang ‘tidak sehat’ karena dari kesalahan-kesalahan pada saat penginputan data karena perbedaan standar yang diterapkan. Belum adanya indikator yang dapat mendeteksi kesalahan-kesalahan data anomaly dan hal-hal yang tidak mungkin. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan suatu metodologi yang disebut Database Health Monitoring (DHM) yang menggabungkan metode Database Self Monitoring (DSM) dan Server Health Indicator (SHI). DHM didefinisikan sebagai dashboard system yang menampilkan indikator sistem informasi dan indikator kapasitas penyimpanan data secara bersamaan, dengan DHM dapat mengantisipasi segala kemungkinan data anomaly dengan menggunakan teknik pengendalian mandiri untuk memperbaiki mutu sistem informasi dan pengendalian mandiri kapasitas penyimpanan. Pada artikel ini, diidentifikasikan masalah yang dihadapi perusahaan dalam hal peningkatan mutu sebuah sistem informasi, didefinisikan 4 ciri khas dengan menggunakan metode DHM sebagai langkah pemecahan masalah, dan 7 manfaat dari penerapan konsep baru tersebut. Selain itu, ditampilkan listing program yang ditulis menggunakan Active Server Pages. Dapat disimpulkan bahwa dengan metodologi DHM ini dapat menjadi sebuah evaluasi terkini dalam meningkatkan mutu informasi, serta mendukung seluruh kegiatan organisasi maupun perusahaan dengan lebih stabil, terkontrol dan termonitor lebih baik.
Kajian Persepsi Pengguna Teknologi Pembelajaran Raharja Multimedia Edutainment (RME) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model Prabowo Pudjo Widodo; Maimunah Maimunah; Henderi Henderi
CCIT Journal Vol 2 No 3 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.903 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi (TI) oleh berbagai organisasi secara umum bertujuanuntuk memudahkan dan mempercepat pelaksanaan proses bisnis, meningkatkan efisiensi,kualitas dan kemampuan kompetitif. Demikian pula dengan Perguruan Tinggi Raharja sebagaiorganisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Melalui penerapan teknologi informasi,berbagai kegiatan dapat dilaksanakan secara lebih mudah, cepat, efektif, efisien, dankebutuhan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan semua tingkatan manajemen diPerguruan Tinggi Raharja yang merupakan critical success factor (CSF) bagi organisasi dapatdipenuhi secara cepat, akurat dan hemat. Satu diantara produk teknologi informasi yangtelah diciptakan dan digunakan oleh Perguruan Tinggi Raharja tersebut adalah RaharjaMultimedia Edutainment (RME). Teknologi ini digunakan untuk mendukung dan memperlancarpelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan memenuhi kebutuhan informasi yang berhubungan dengannya. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi diterima dengan baik atau tidaknya RME oleh penggunanya. Juga ingin diketahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan RME. Model yang digunakan untuk mengetahui penerimaan RME pada penelitian ini adalah model TAM (Technology Acceptance Model). Model TAM secara rinci menjelaskan penerimaan teknologi informasi (TI) dengan dimensi-dimensi tertentu yang dapat mempengaruhi penerimaan teknologi oleh pengguna. Model ini menempatkan faktor sikap dan tiap-tiap perilaku pengguna dengan menggunakan dua variabel utama yaitu kemanfaatan (usefulness) dan kemudahan penggunaan (easy of use). Diduga penerimaan RME ini juga dipengaruhi oleh faktor lain antara lain: Attitude Toward Using (ATU) atau sikap untuk menggunakan, Intention to Use (ITU) atau niat untuk menggunakan terhadap produk/servis dan Actual System Usage (ASU) atau perilaku penggunaan.
PENGELOLAAN BANDWTIH MENGGUNAKAN METODE BANJARSARI BANDWITH MANAGEMENT PADA ISP WAN Aqwam Rosadi Kardian; Asep Saefullah
CCIT Journal Vol 2 No 3 (2009): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.434 KB)

Abstract

Bandwidth merupakan banyaknya ukuran suatu data atau informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam sebuah network di waktu tertentu. Sering dijumpai bahwa proses akses komunikasi dan infromasi data pada tiap pengguna yang terhubung ke BTS terasa lambat, hal ini disebabkan karena kapasitas Bandwidth (Jalur Data) yang sudah ada tidak mencukupi (over load). Padahal apabila digunakan sesuai dengan kebutuhan bandwith yang ada masih mencukupi, oleh karena itu perlu dilakukan suatu tindakan untuk menghindari penggunaan bandwidth yang berlebihan pada masing-masing pengguna sehingga Bandwidth yang besar digunakan lebih optimal, efesien dan mencapai QOS (Quality Of Service). Dengan menggunakan perangkat Bandwidth Management BANJARSARI yang diterapkan pada Wide Area Network (WAN) maka dapat dihasilkan suatu penggunaan bandwith yang lebih optimal dan dapat diatur serta dapat dibuat suatu bandwith Guarantee untuk setiap aplikasi yang digunakan.

Page 8 of 42 | Total Record : 420


Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 19 No 1 (2026): CCIT JOURNAL Vol 18 No 2 (2025): CCIT JOURNAL Vol 18 No 1 (2025): CCIT JOURNAL Vol. 18 No. 1 (2025): CCIT JOURNAL Vol 17 No 2 (2024): CCIT JOURNAL Vol 17 No 1 (2024): CCIT JOURNAL Vol 16 No 2 (2023): CCIT JOURNAL Vol 16 No 1 (2023): CCIT JOURNAL Vol 15 No 2 (2022): CCIT JOURNAL Vol 15 No 1 (2022): CCIT JOURNAL Vol 14 No 2 (2021): CCIT JOURNAL Vol 14 No 1 (2021): CCIT JOURNAL Vol 13 No 2 (2020): CCIT JOURNAL Vol 13 No 1 (2020): CCIT JOURNAL Vol 12 No 2 (2019): CCIT JOURNAL Vol 12 No 1 (2019): CCIT JOURNAL Vol 11 No 2 (2018): CCIT JOURNAL Vol 11 No 1 (2018): CCIT JOURNAL Vol 10 No 2 (2017): CCIT JOURNAL Vol 10 No 1 (2017): CCIT JOURNAL Vol 9 No 3 (2016): CCIT JOURNAL Vol 9 No 2 (2016): CCIT JOURNAL Vol 9 No 1 (2015): CCIT JOURNAL Vol 8 No 3 (2015): CCIT JOURNAL Vol 8 No 2 (2015): CCIT JOURNAL Vol 8 No 1 (2014): CCIT JOURNAL Vol 7 No 3 (2014): CCIT JOURNAL Vol 7 No 2 (2014): CCIT JOURNAL Vol 7 No 1 (2013): CCIT JOURNAL Vol 6 No 3 (2013): CCIT JOURNAL Vol 6 No 1 (2012): CCIT JOURNAL Vol 5 No 3 (2012): CCIT JOURNAL Vol 5 No 2 (2012): CCIT JOURNAL Vol 5 No 1 (2011): CCIT JOURNAL Vol 4 No 3 (2011): CCIT JOURNAL Vol 4 No 2 (2011): CCIT JOURNAL Vol 4 No 1 (2010): CCIT JOURNAL Vol 3 No 3 (2010): CCIT JOURNAL Vol 3 No 2 (2010): CCIT JOURNAL Vol 3 No 1 (2009): CCIT JOURNAL Vol 2 No 3 (2009): CCIT JOURNAL Vol 2 No 2 (2009): CCIT JOURNAL Vol 103 No 2 (2008): CCIT JOURNAL Vol 102 No 2 (2008): CCIT JOURNAL Vol 100 No 2 (2008): CCIT JOURNAL Vol 2 No 1 (2008): CCIT JOURNAL Vol 1 No 3 (2008): CCIT JOURNAL Vol 1 No 2 (2008): CCIT JOURNAL Vol 1 No 1 (2007): CCIT JOURNAL More Issue