cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Edutama
  • Jurnal Pendidikan Edutama
  • Website
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 23392258     EISSN : 2548821X     DOI : -
Core Subject : Education,
Edutama Journal of Education (Jurnal Pendidikan Edutama) is double -blind peer reviewed open access journal that provides publication of articles in all education field. it aims to promote excellence through the dissemination of high-quality research finding in provide a platform scientists and academicians all over the world to promote, share and discuss various and issues developments in different areas of educational research.
Arjuna Subject : -
Articles 393 Documents
HYPNOTEACHING IN HISTORY LESSON Agus Budianto; Nara Setya Wiratama
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 4, No 2 (2017): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v4i2.50

Abstract

Abstract: Hypnoteaching in History Lesson. Historical learning is a science that can’t be separated in educating the younger generation. Through this lesson, teachers in secondary schools can provide the foundation of nationality through important events in the study of the social sciences. Many of the problems that occur in learning history, such as the boring and make sleepy.Everyone must have heard the term hypnosis, hypnotism, or hypnotherapy. Each person must also have a different view or understanding when hearing these terms. Hypnoteaching is one of the learning methods by using the art of communicating to influence learners. Hypnoteaching is a combination of five teaching-learning methods such as quantum learning, accelerate learning, power teaching, neuro-linguistic programming (NLP) and hypnosis.Hypnoteaching can be done using informal hypnosis as well as formal hypnosis. Informal hypnosis is also called indirect hypnosis ie teachers can naturally make the Critical Area learners become no longer critical, through a very persuasive communication pattern. Here's what the teacher can do in Informal hypnosis: (1) get attention; (2) establishing Themes; (3) presenting the structure and regulations; (4) building relationships. If the learners are already comfortable and interested, the next step is to do a formal hypnosis before the lesson begins. Here are the steps that must be done: (1) Induction; (2) Deepening; (3) Deep level test; (4) Suggestion, and; (5) Termination. Keywords: Historical learning, hypnoteaching, hypnosis, hypnotism, hypnotherapy, historyAbstrak: Hipnoteaching dalam Pembelajaran Sejarah. Pelajaran sejarah tidak bisa dihilangkan dalam mendidik para generasi muda. Melalui pembelajaran ini, guru pada sekolah menengah pertama dapat memberikan pondasi rasa nasionalisme melalui peristiwa peristiwa penting dalam pelajaran ilmu pengetahuan social. Masalah yang sering muncul pada pembelajaran ini adalah kebosanan siswa dan mengantuk.Setiap orang pasti pernah mengenal istilah  hypnosis, hipnotis, atau hipnoterapi. Setiap orang pasti mempunyai pemahaman yang berbeda ketika mendengar istilah tersebut. Hipnoteaching adalah salaha satu metode mengajar dengan menggunakan senin berkomunikasi untuk mepengaruhi para siswa. Hipnoteaching adalah kombinasi dari lima metode mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, neuro-linguistic programming (NLP) dan hypnosis.Hypnoteaching dapat diterapkan menggunakan informal hypnosis dan juga informal hypnosis. Informal hypnosis juga disebut sebagai indirect hypnosis, misalnya para guru dapat secara alami membuat area kritis siswa menjadi tidak kritis lgi, melalui pola komunikasi persuasi. Berikut adalah apa yang dapat dilakukan para guru pada informal hypnosis: (1) mendapatkan perhatian; (2) menentukan tema; (3) menyajikan struktur dan aturan; (4) membangun kerjasama. Jika para siswa sudah sudah mencapai posisi nyaman dan tertarik pada kegiatan pembelajaran, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah : (1) pendahuluan; (2) pendalaman; (30 test tingkat kedalaman; (4) pemberian saran, dan; (5) penutup.Kata kunci: Pembelajaran sejarah, hypnoteaching, hipnosis, hypnotis,  hipnoterapi, sejarah.
The Use Of Know, Want To Know, Learned (KWL) Technique To Improve Teaching And Learning Process. Pancarini Dyah Rahayuningsih
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 1, No 2 (2014): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v1i2.12

Abstract

The Use of Know, Want to Know, Learned (KWL) Technique to Improve Teaching and Learning Process. This research aims at finding out whether KWL technique can improve the class situation when it is used in the teaching and learning process the class.The subject of the research was the first grade of SMA N 3 Sragen, Central Java, in the academic year of 2011/2012. The research was conducted in two cycles: the first cycle consisted of three meetings, and so did the second cycle. The procedures of the research consisted of planning, acting, observing, and reflecting. To collect the data the writer used class observation and made the conclusion to analyze the qualitative data.The result of the research shows that KWL technique can enhance class situation, in terms of: (a) the students’ attention that make them concentrate on the lesson; (b) their  participation and interaction when having and responding teacher’s questions; and (c) the motivation to join the teaching and learning process in the class.The research comes to the conclusion that there are some improvements of the students’ participation in teaching and learning process when using the KWL technique. Keywords: KWL technique, teaching learning process, class situation. 
Peningkatan Hasil Belajar Seni Rupa Pada Materi Gambar Pespektif Dengan Memanfaatkan Media Pem¬belajaran Fotografi Di Kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013. Murhono Murhono
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 2, No 2 (2015): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v2i2.23

Abstract

Peningkatan Hasil Belajar Seni Rupa pada Materi Gambar Pespektif dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Fotografi di Kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013. PTK ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar seni rupa pada materi gambar pespektif di kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan subyek penelitian sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada guru dan kepada siswa, kuesioner tanggapan siswa, dan hasil uji produk (unjuk kerja). Uji validitas data atau uji keabsahan data dilakukan dengan cara tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi sebesar 52,57% (dari ketuntasan awal 47,7% menjadi 97,27%) dan peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 14,68 (dari 70,16 menjadi 84,84), 2) Tingkat aktifitas siswa dalam pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi pada kategori sangat aktif 52,42%, aktif 40 %, dan cukup aktif 6,58 %, 3) Tingkat persepsi siswa dalam pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi pada kategori sangat setuju/sangat senang 76,32 %, setuju/senang 21,05 %, dan cukup setuju/cukup senang 2,63 %, dan 3) Tingkat kinerja guru dalam pembelajaran gambar perspektif dengan memanfaatkan media pembelajaran fotografi pada kegiatan awal, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan kegiatan akhir pembelajaran mencapai keoptimalan sebesar 94,11 %. Key words: Hasil Belajar Seni Rupa, Gambar Pespektif, Media Pembelajaran Fotografi..
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS LCD PROJECTOR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI MAHASISWA Nur Rohman; Dian Nurul Safitri
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5, No 2 (2018): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v5i2.197

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to know the effectiveness of LCD Projector-based learning with contextual learning model on student achievement in the course of learning planning mathematics IKIP PGRI Bojonegoro. This research uses a quantitative approach and includes quasi experimental research because it is not possible to control all variables that affect the dependent variable. The population in this study is all students of second level of Mathematics Education department of IKIP PGRI Bojonegoro. The sample in this research is obtained by simple random sampling. The hypothesis proposed will be tested using the t-test. The result of this research is LCD projector-based learning with contextual learning model more effective than conventional learning. Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis LCD Projector dengan model pembelajaran kontekstual terhadap prestasi mahasiswa pada mata kuliah perencanaan pembelajaran matematika IKIP PGRI Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian eksperimental semu karena tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester empat tingkat II Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bojonegoro. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan cara simple random sampling. Hipotesis yang dikemukakan akan diuji menggunakan uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis LCD proyektor dengan model pembelajaran kontekstual lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. 
SOLVING THE STUDENTS’ SPEAKING PROBLEM IN DELIVERING ENGLISH PRESENTATION THROUGH 3-P TECHNIQUE Nadif Ulfia
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 4, No 1 (2017): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v4i1.41

Abstract

Abstract: Solving the Students’ Speaking Problem in Delivering English Presentation Through 3-P Technique. The aims of this study were to (1) identify whether and to what extent 3-P Technique can improve the students’ speaking competence in delivering presentation;(2) describe the teaching and learning when 3-P technique is implemented in English class. This research was conducted at the eleventh grades of MAN 1 Bojonegoro. The subjects of the research were the teacher and the students in the academic year 2016/2017. This study applied 3 cycle action research. In collecting the data, the researcher used observations through field notes, video recording, questionnaire and interview. To analyze the quantitative data, the researcher applied descriptive statistics. Besides, to analyze qualitative data, the researcher applied constant comparative method as suggested by Garner. The findings shows that: (1) 3-P Technique can improve students’ speaking competence in delivering presentation in terms of students achievement, fluency, pronunciation, ability to express their opinions, arguments, and ideas using appropriate vocabulary and grammatical form, using appropriate body language, voice control, gesture, and eye contact; and (2) 3-P technique can improve classroom situation in terms of increasing students’ motivation and participation, creating live teaching atmosphere, and increasing teacher motivation.Key words: Speaking, 3 P technique, Action researchAbstrak: Memecahkan Masalah Keterampilan Berbicara Siswa dalam Menyampaikan Presentasi Berbahasa Inggris Melalui Teknik 3-P. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi dan mengetahui sejauh mana teknik 3-P dapat meningkatkan kemampuan berbicara para siswa dalam menyampaikan sebuah presentasi; (2) mendeskripsikan kegiatan pembelajaran dalam penerapan teknik 3-P dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan pada kelas sebelas MAN 1 Bojonegoro. Subyek  penelitian ini adalah guru dan para siswa pata tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan 3 siklus penelitian tindakan kelas. Dalam mengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi melalui catatan lapangan, rekaman video, kuesioner dan wawancara. Untuk menganalisis data kuntitatif, peneliti menggunakan teknik deskiptif statistic, sedangkn untuk menganalisis data kulitatif, peneliti menggunakan metode konstan komparatif oleh Garner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) teknik 3-P dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara khususnya dalam melakukan sebuah presentasi dalam hal prestasi belajar siswa, kefasihan, pengucapan, dan kemampuan untuk mengemukakan opini, argumentasi dan ide menggunakan kosakata yang tepat, susunan gramatikal, dan bahasa tubah yang tepat, control suara, kontk mata. (2) teknik 3-P dpat meningkatkan kondisi kelas dalam hal meningkatkan motivasi dan partisispasi siswa, menciptakan atmosfir kelas yang lebih aktif, dan meningkatkan motivasi guru dalam mengajar.Kata kunci: Berbicara, Teknik 3-P, Penelitian tindkan kelas.
The Implementation Of Clustering Technique To Improve Students’ Writing Skill In Descriptive Text Of The Eighth Graders Of MTs Darul Ulum Purwoasri Sukosewu Bojonegoro In The Academic Year Of 2012/2013. M. Ali Ghufron
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 1, No 1 (2014): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v1i1.2

Abstract

The Implementation of Clustering Technique to Improve Students’ Writing Skill in Descriptive Text of The Eighth Graders of MTs Darul Ulum Purwoasri Sukosewu Bojonegoro in the Academic Year Of 2012/2013. This research is aimed at finding out whether the implementation of clustering technique can improve students’ writing skill in descriptive text. This research is categorized as Classroom Action Research (CAR) in which there are two cycles in this research. The population of this research was the eighth graders of MTs Darul Ulum in the Academic Year of 2012/2013 which consists of 32 students. The result shows that the implementation of clustering technique can improve the students’ writing skill in descriptive text significantly of the eight graders of MTs Darul Ulum Purwoasri Sukosewu Bojonegoro in the Academic year of 2012/2013.Keywords: Clustering Technique, Writing Skill, Descriptive Text
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK BERWUDHLU KELAS 2 SDN PRAMBON MADIUN Insiyah Insiyah; Muhibuddin Fadhli
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5, No 1 (2018): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v5i1.131

Abstract

Abstract: Instructional  media is one of the important components in the learning process. Utilization can be very crucial in the learning process. Video is one type of audio-based learning media. One of the advantages of this media is that it can be rotated anytime and anywhere, so that students can independently utilize the media. The purpose of this research is to improve the learning result of the ablution practice which in practice there are still many mistakes. This study is action class research with two cycles. With minimum completeness criteria (KKM) 80 where the result of the first cycle of KKM students get an average of 75 and in the second cycle the average student learning outcomes score 85.Keywords: Video, Learning Result, Ablution. Abstrak: Media pembelajaran adalah salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Pemanfaatannya bisa menjadi sangat krusial dalam proses pembelajaran. Media video adalah salah satu jenis media pembelajaran berbasis audio visual. Salah satu keunggulan media ini adalah dapat diputar kapan dan dimana saja, sehingga siswa dapat secara mandiri memanfaatkan media tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar praktik berwudhlu yang dalam praktiknya masih banyak ditemui banyak kesalahan. Penelitian ini adalah peneltian tindakan kelas dengan dua siklus. Dengan KKM 80 dimana hasil dari siklus pertama KKM siswa memperoleh rata-rata 75 dan pada siklus kedua rata-rata hasil belajar siswa memperoleh nilai 85.Kata Kunci: Video, Hasil belajar, Berwudhu.
Tata Tertib Sekolah Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Di SDN Pekuwon III Sumberejo Tahun Pelajaran 2011/2012. Endang Siti Nuriyah
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 2, No 1 (2015): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v2i1.17

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan (1) Untuk mengetahui implementasi konsep tata tertib sekolah sebagai sarana Pendidikan Karakter di SDN Pekuwon III (2) Untuk mengetahui pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai sarana Pendidikan Karakter di SDN Pekuwon III (3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sekolah terutama terhadap tata tertib sekolah sebagai sarana Pendidikan Karakter di SDN Pekuwon III. Dari analisis data di lapangan dapat diperoleh keterangan bahwa upaya-upaya sekolah dalam mengatasi pelanggaran tata tertib sekolah ada 3 (tiga) tahap yaitu tindakan preventif, tindakan kuratif dan tindakan represif. Pertama, tahap tindakan preventif yaitu berupa upaya pencegahan sebelum pelanggaran tata tertib sekolah. Kedua, tahap kuratif atau rehabilitasi yaitu dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkah laku siswa yang melanggar dengan cara membina siswa yang selalu melanggar tata tertib sekolah, baik dari Guru yang bersangkutan dengan bekerjasama Bimbingan dan Penyuluhan/Bimbingan dan Konseling atau wali kelas intensif mengawasi tingkah laku siswa yang dianggap melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Ketiga, tahap tindakan represif berupa pengambilan tindakan bagi pelanggaran yang telah berulang kali atau termasuk kategori pelanggaran berat terhadap tata tertib sekolah.Pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai sarana Pendidikan Karakter di SDN Pekuwon III menggunakan sistem credit point yaitu setiap pelanggaran tata tertib sekolah mendapatkan poin tertentu. Penggunaan credit point dengan mempertimbangkan segi tahap-tahap perkembangan siswa dan sanksi yang mendidik.Key words: Tata tertib sekolah, Pendidikan Karakter.
TEACHER-STUDENT CLOSENESS IN LEARNING ENGLISH AT SMK NADHLATUN NASYIIN KADUR PAMEKASAN Mohammad Amiruddin; Chairul Fajar Tafrilyanto
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5, No 2 (2018): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v5i2.74

Abstract

Abstract: This study aims to find out (1) the ways of teacher to keep his closeness to the students at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan and (2) the role of teacher-student closeness in learning English at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur  Pamekasan. This study is a quantitative research by using descriptive case study approach. The participants of this study are students of grade VII at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur. Observation and interviews with teacher and students were conducted to get the data of teacher-student closeness. The results of the study show that the teacher have five ways to keep his closeness to his students those are saying “hello/assalamualikum or calling the students’ name coming to the classroom, giving the students some question to have an interaction in English, giving some tasks, motivating students to speak English, and inviting students to talk in English. The roles of teacher-student closeness in learning English at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan are students have motivation to learn and to communicate in English dan they have low anxiety level in learning and talking in English. Keywords : Closeness, English LearningAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) cara dan langkah-langlah guru menjaga kedekatan mereka dengan para siswa SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan and (2) peran dari kedekatan guru-siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur  Pamekasan. Penelitian ini adalah penelitian kualtatif dengan menggunakan pendekatan descriptive case study. Penelitian ini menjelaskan secara detail kedekatan guru-siswa di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur dalam pembelajaran bahasa Inggris termasuk cara-cara guru-siswa menjaga kedekatan meraka dan peran dari kedekatan mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris Participants dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur. Observasi dan interview dilakukan untuk memperoleh data kedekatan guru-siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima cara guru untuk menjaga kedekatan dengan siswa di SMK Nadhkatun Nasyiin Kadur Pamekasan yaitu memberikan sapaan kepada siswa dengan cara memanggil nama-nama siswa tiap kali masuk kelas, memberikan pertanyaan kepada siswa, memberikan tugas, memberikan siswa motivasi untuk berbicara bahasa Inggris, dan memberikan siswa kesempatan untuk berbicara bahasa Inggris. Peran dari kedekatan guru siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan adalah siswa dapat memiliki semangat atau termotivasi untuk belajar dan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris dan siswa memiliki tingkat kecemasan dan rasa takut yang rendah ketika belajar dan berbicara bahasa Inggris.Kata Kunci: Kedekatan Guru-Siswa, Pembelajaran Bahasa Inggris
Pengaruh Intelligence Quotient dan Emosional Quotient Terhadap Prestasi Belajar Mata Matakuliah Pengantar Akuntansi I Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI BojonegoroTahun Pelajaran 2015/2016 Fruri Stevani
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 3, No 2 (2016): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v3i2.34

Abstract

Abstrak: Pengaruh Intelligence Quotient dan Emosional Quotient  Terhadap Prestasi Belajar Mata Matakuliah Pengantar Akuntansi I  Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI BojonegoroTahun Pelajaran 2015/2016. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum dilakukan proses KBM dapat dilakukan dengan cara menggunakan Tes Intelligence Quotient (IQ) dan Emosional Quotient (EQ), sehingga dapat diketahui sejauh mana pengaruh IQ dan EQ terhadap Prestasi Belajar Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) ada tidaknya pengaruh langsung Intelligence Quotient terhadap prestasi belajar, (2) ada tidaknya pengaruh langsung Emosional Quotient terhadap prestasi belajar (3) ada tidaknya pengaruh simultan Intelligence Quotient dan Emosional Quotient terhadap prestasi belajar Mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Ekonomi. Analis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS for windows versi 16, dengan uji t dan uji f.  Dari uji t, Variabel intelligence quotient mempunyai angka signifikansi 0,023 dan Variabel emosional quotient mempunyai angka signifikansi 0,029. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05, yang berarti H0 ditolak, yang berarti bahwa intelligence quotient  dan emosional quotient secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Dari uji F diperoleh 21,777 dengan sig = 0,000 < α = 0,05. Menunjukkan H0 ditolak dan H1 tidak ditolak, berarti intelligence quotient dan emosional quotient berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa pada taraf α = 0,05. Hal ini berarti ”Terdapat Pengaruh Positif Pengaruh Intelligence Quotient Dan Emosional Quotient  Terhadap Prestasi Belajar Mata Matakuliah Pengantar Akuntansi  Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI Bojonegoro Tahun Pelajaran 2015/2016 Kata Kunci: Intelligence Quotient, Emosional Quotient, dan Prestasi  Belajar.

Page 6 of 40 | Total Record : 393