cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023): April" : 12 Documents clear
Nilai-Nilai Filosofis Tradisi Ngabuku Taun di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran Tahun 1948-2020 Estri Wida Yanti; Yadi Kusmayadi; Dewi Ratih
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10069

Abstract

Tradisi Ngabuku Taun merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada awal bulan Muharram di Desa Cikalong, biasanya waktu pelaksanaan ditentukan oleh sesepuh adat dengan menggunakan sistem kalender abogé. Tradisi Ngabuku Taun adalah bentuk ungkapan rasa syukur kehadiran Alloh SWT yang telah melimpahkan rezeki.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik (ekstern dan intern), intepretasi, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tradisi Ngabuku Taun sudah ada sejak zaman dulu hingga sekarang tidak ada perubahan dalam pelaksanaan, yaitu dimulai kepala desa pertama Pradjawidjajadiningrat atau yang dikenal dengan nama Eyang Dalem Sembah Dongkol. Namun, pada saat pandemi covid-19 ini dalam pelaksanaan tradisi Ngabuku Taun dengan mematuhi protokol kesehatan. Tradisi Ngabuku Taun ini tidak terlepas dengan lumbung persatuan. Lumbung ini didirikan bertujuan untuk ketahanan pangan masyarakat Cikalong di masa paceklik (gagal panen) serta untuk keperluan kepentingan bersama. Dalam tradisi Ngabuku Taun terdapat nilai-nilai filosofis diantaranya nilai religius nilai sosial nilai budaya, nilai historis, nilai pendidikan, dan nilai ekonomi. 
Eksistensi Kapok Lampung dalam Perdagangan Internasional Tahun 1900-1935 Syahna Ardani; Novita Rahmawati; Valensy Rachmedita
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi kapuk dari Lampung pada tahun 1900-1935 dalam perdagangan Internasional. Kapuk merupakan salah satu komoditas perdagangan pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Berbagai daerah di Indonesia menjadi produsen kapuk yang di ekspor ke pasar Internasional. Salah satu daerah yang pernah mengembangkan produksi kapuk adalah Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, kapuk menjadi salah satu komoditas yang penting dalam pasar internasional pada masa kolonial Belanda sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Berbagai wilayah di Indonesia turut memproduksi kapuk untuk di ekspor ke banyak negara.Lampung menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang turut berperan dalam perdagangan kapuk pada masa kolonial Belanda. Perkebunan kapuk di Lampung berhasil memproduksi kapuk untuk di ekspor ke wilayah lainnya di Indonesia maupun mancanegara. Data yang diperoleh dalam penelitian menyebutkan bahwa Lampung menjadi salah satu produsen kapuk bersama dengan daerah-daerah lainnya di Sumatera seperti Aceh dan Palembang. Produksi lada di Lampung pada tahun 1913 telah di ekspor ke Belanda, Jawa dan Palembang.
Implementasi Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk Meningkatkan Good Citizens Peserta Didik Sarilan Sarilan; Nunuk Suryani; Muhammad Akhyar; Hasan Suryono
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10224

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai implementasi model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini dapat memahami, mengamati, menganalisa dan mengkaji lebih akurat dan komprehensif penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry untuk meningkatkan good citizens peserta didik. Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: a) penerapan model pembelajaran sejarah berbasis Yurisprudensi Inquiry dapat membentuk peserta didik yang memiliki sikap kritis, berpikir sistematis, mampu bernegosiasi, memahami perbedaan pendapat dan mendiskusikan kebijakan pemerintah dan isu-isu sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, b). Tahap pembelajaran Yurisprudency Inquiry adalah Orientasi Kasus/Permasalahan, Identifikasi Isu, Penetapan Posisi/Pendapat, Menyelidiki Cara Berpendirian/Pola Argumentasi, Memperbaiki dan Mengkualifikasi Posisi, dan Melakukan Pengujian Asumsi-Aumsi terhadap Posisinya/Pendapatnya, c) Good citizenship merupakan sebuah masyarakat yang hidup dalam keadaan damai, sejahtera, tenteram, aman, dan memiliki apresiasi yang besar terhadap perbedaan, dan karakter warga negara yang baik.
Analisis Kerjasama Bilateral Sosial Politik China dan Indonesia dalam Masa Kepemimpinan Joko Widodo Anisya Munatama; Kiki Zhaidah
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9283

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kerjasama bilateral sosial politik antara China dan Indonesia pada masa kepemimpinan Joko Widodo yang telah.dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kerjasama bilateral dalam sosial politik antara China dan Indonesia saat kepemimpinan Joko Widodo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu menjabarkan data dan memberikan analisis dengan deskriptif secara deduktif. Yang mana, menganalisis hasil kerjasama Indonesia dan China menjadi fokus analisis untuk mencari kerjasama bilateral yang terjadi dalam sosial politik era kepemimpinan Joko Widodo. Hasil penelitian ini menunjukan pada masa kepemimpinan Joko Widodo hubungan kerjassama bilateral politik, ekonomi, sosial dan budaya antara Indonesia dan China telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. China merupakan salah satu negara yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia. Kerjasama bilateral adalah hubungan kerjasama antara dua pihak, dalam hal ini terdapat dua entitas yang bertindak sebagai Negara. Dilihat bahwa adanya rasa saling membutuhkan dari satu negara dengan negara yang lainya. Dari Kerjasama bilateral ini sangat tidak dipungkiri memiliki posisi yang penting untuk meminta bantuan dari negara lain karena sejatinya negara tidak dapat berdiri dengan sendirinya. Dengan menjabatnya Joko Widodo menjadi Presiden membuat perjanjian kerjasama telah ditandatangani dalam kerangka hubungan masyarakat dengan China. Hal ini, membuat hubungan kedua negara ini menjadi kuat. Kerjasama bilateral ini menjadikan negara Indonesia cukup kuat dan Indonesia sendiri disukai oleh China. Maka dari itu, China gencar melakukan Kerjasama bilateral di dalam sosial politiknya.
Sejarah dan Eksistensi Peninggalan Situs Megalitik Batu Brak Aprilia Triaristina; Yustina Sri Ekwandari; Sumargono Sumargono; Wanda Widya Dahari; Rayhan Alfarisi
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.8480

Abstract

Sumatera merupakan pulau yang memilikisepuluh Provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Lampung. Peninggalan-peninggalan sejarah yang merupakan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah yaitu situs, ada beberapa yang ditemukan di Lampung. Yang menjadi pusat kajian disini adalah situs Megalitik Batu Brak yang terdaapat di Kabupaten Lampung Barat. Artikel ini akan membahas mengenai: 1). Sejarah Situs Batu Brak. 2) Eksistensi Situs Batu Berak pada saat ini. Riset ini menggunakan metode deskriptif, dengan menggunakan sebuah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan caramelakukan studi pustaka, melakukan kunjungan langsung atau observasi, dan bertemu dengan penjaga situs untuk melakukan wawancara, teknis analis d yang dipergunakan dalam riset ini adalahreduksi data dari hasil penelitian, dari hasil penelitian kemudia data disajikan, serta yang terakhir menafsirkan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peninggalan sejarah yang ada di situs megalitik Batu Brak yang awalnya adalah sebuah daerah kawasanyang memiliki lahan sekitarkurang lebih empat hektar. Peninggalan sejarahmegalitik Batu Brak awalnya merupakan perkebunan kopi milik dari penduduk lokal setempat, dan di situs ini terdapat batu menhir sebanyak 40 buah, batu dolmen sebanyak 38, batu datar 2, dan batu kelompok yang berjumlah beberapa buah. Pemugaran pada situs ini sudah dilakukan sebanyak dua kali yaitu tahun 1984 dan 1989. Jenis-jenis peninggalan sejarah yang ada di situs Batu Brak antara lain: batu datar, menhir, dolmen serta batu umpak. Pengunjung yang datang di situs adalah mayoritas dari masyarakat sekitar, mahasiswa yang ada di Lampung khususnya mahasiswa yang berasal dari Pendidikan Sejarah dan siswa-siswi yang ada di sekitar Kabupaten Lampung Barat.
Tradisi Turun Bakul Tradisi Masyarakat di Kampung Cikawah Desa Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak-Banten Tahun 1970-2022 Weny Widyawati Bastaman; Onas Saputra
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9952

Abstract

Kabupaten Lebak memikili ragam ciri khas daerah masing-masing. Salah satunya adalah Tradisi Turun Bakul di Kampung Cikawah Desa Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Seiring dengan perkembangan zaman tradisi ini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat akan tetapi belum ada dokumen tertulis yang dapat dijadikan sumber oleh masyarakat sebagai bahan pembelajaran, hal ini yang menjadi ketertarikan peneliti untuk mengetahui dan mencoba menuliskan tentang bagaimana proses pelaksanaan Tradisi Turun Bakul serta dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat, penulis berharap dengan penelitian ini dapat membantu dalam proses pelestarian dan upaya menjaga Tradisi Turun Bakul ini. Penelitiaan ini menggunakan metode Historis yang terdiri dari Heuristik atau pencarian sumber sejarah, kritik dan verifikasi terhadap data yang diperoleh, selanjutnya melakukna interpretasi atau penafsiran dan Historiografi atau penyusunan hasil penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Tradisi Turun Bakul merupakan tradisi lokal yang ada di Kampung Cikawah Desa Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang bertujuan sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, rezeki yang di anugerahkan kepada masyarakat setempat, Tradisi ini juga sebagai media untuk bersilaturahmi antar masyarakat dan untuk menjalin kedekatan emosional agar masyarakat hidup dengan rukun tanpa ada perselisihan satu sama lain.
Tradisi Salai Jin Sebagai Modal Sosial Masyarakat Tidore Kepulauan Yusri A Boko; Jamin Safi
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9241

Abstract

The Tidore people are people who still adhere to the traditions passed down by their ancestors. One of the traditions in question is the Salai Jin ritual. Viewed from the aspect of social relations, this tradition characterizes social interaction between people. The Salai Jin ritual is basically a ritual which, according to local people's beliefs, allows communication between humans and supernatural beings with various purposes. Among the purposes of this ritual is to establish cooperation to ensure safety and health. The researcher is interested in examining (1) the values of the Salai Jin ritual as one of the social assets of the Tidore archipelago community, and (2) the meaning and internalization of the values of the Salai Jin ritual in the social life of the Tidore archipelago community. Designed as a descriptive qualitative research, data were collected through interviews, observation, and documentation. Meanwhile, triangulation is used to validate research data. After the data has been analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions, this study captures several social phenomena related to the Salai Jin ritual in the Tidore Islands community, including, (1) the Salai Jin ritual contains values of togetherness, bari (mutual cooperation), empathy, and social care, and (2) the meaning of these values is to build good communication and cooperation based on the values and norms prevailing in society. The actualization of the Salai Jin ritual as social capital can be found in various mutual cooperation activities such as building houses, wedding celebrations, dina (the tradition of commemorating those who have died), and other community social activities.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Dokdak Desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Berbasis Budaya Galuh Aan Suryana; Sri Pajriah; Egi Nurholis; Agus Budiman
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sejarah dari kampung dokdak serta nilai-nilai kearifan lokal dari masyarakat kampung dokdak berbasis budaya Galuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan design etnografi, melalui tahapan 1) Menetapkan informan, 2) Melakukan wawancara kepada informan, 3) Membuat catatan etnografis, 4) Mengajukan pertanyaan deskriptif, 5) Melakukan analisis wawancara etnografis, 6) Membuat analisis domain, 7) Mengajukan pertanyaan struktural yang merupakan tahap lanjut setelah mengidentifikasi domain, 8) Membuat analisis taksonomik, 9) Mengajukan pertanyaan kontras dimana makna sebuah simbol diyakini dapat ditemukan dengan menemukan bagaimana sebuah simbol berbeda dari simbol-simbol yang lain, 10) Membuat analisis komponen, 11) Menemukan tema-tema budaya, 12) Menulis sebuah etnografi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung dokdak sudah ada sejak puluhan tahun silam, sehingga selain memiliki nilai kearifan lokal, kampung ini memiliki nilai histori. Adapun nilai-nilai kearifan lokal masyarakat kampung dokdak, yaitu nilai nilai kesederhanaan, nilai kebersamaan, nilai kerjasama/gotong royong, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai kreatif, dan nilai konsisten dan berprinsip. Nilai-nilai keraifan lokal berbasis budaya Galuh dari masyarakat kampung dokdak dapat dilihat dari mata pencaharian yang dijalankan oleh masyarakat sekitar dan teknologi yang digunakan.
Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Panengen di SMAN 1 Pangandaran (Studi Kasus di Kelas X IPA 1 SMAN 1 Pangandaran) Deti Novia; Sri Pajriah; Aan Suryana; Heri Heryana
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.10169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan desain historis. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan teknik studi literatur, studi lapangan serta menggunakan observasi terhadap pembelajaran sejarah di kelas dan budaya Panengen, wawancara di lakukan dengan kepala SMAN 1 Pangandaran, wakasek kurikulum, guru sejarah, beberapa orang siswa, serta kepala desa dan sesepuh desa Cikalong kecamatan Sidamulih kabupaten Pangandaran dan dokumentasi terhadap silabus dan RPP. Teknik untuk analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Tahapan penelitian dengan cara tahap deskripsi atau orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi. Penelitian ini mengahsilkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Panengen adalah nilai kepemimpinan, nilai toleransi, nilai kebersamaan, dan nilai persatuan. Implementasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen dalam pembelajaran sejarah dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan mengintegrasikan materi pelajaran sejarah dengan lingkungan sekitar peserta didik untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang memberikan dampak positif. Dari hasil pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal budaya Panengen, dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi peserta didik untuk selalu berbuat kebaikan dan senantiasa hidup berdampingan dengan masyarakat lain untuk saling membantu.
Eksistensi Tradisi Hajat Bumi Cariu di Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Ahmad Rizky Fauzi
Jurnal Artefak Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v10i1.9164

Abstract

This research aims to find out when Hajat Bumi Cariu existed, and the procession, benefits, and values contained in it. In the oral tradition of the Cariu community, Hajat Bumi has existed since hundreds of years ago (approximately 500 YA) since the era of Prabu Sirnaraja, king of Samida, Rajadesa son of Prabu Siliwangi IV (Jayadiningrat). Hajat Bumi tradition consists of 1) Pre-Implementation, 2) Implementation and 3) a Closing Meeting after the event is over. In the beginning, the desire for the earth was interpreted as a ritual or a tradition of asking God for salvation. Then, along with the development of the Hajat Bumi period, apart from being a story, it is also a form of gratitude to Almighty God for the abundant harvest, the event is regularly held every two years every Muharram month because in the past that month was when the harvest arrived precisely on the day between Monday or Thursday. The background of the writing of this article is based on the condition of the social crisis of the community that destroys a nation, while in tradition it can be a media to strengthen social bonds between communities so that a society that is compact and cooperates is realized. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. The research consists of The research method consists of several stages, namely, the pre-field stage, the work stage in the field, and the analysis stage in the field. The data collection technique used in this research uses observation, interview, and documentation. In this research, the author uses primary data sources and secondary data sources. The results of the research show that the people of Cariu and its surroundings still hold fast to the cultural heritage that has existed for a long time and apply the values that exist in it such as always maintaining the sustainability of nature, always being grateful and praying to the Almighty God, and maintaining cooperation.

Page 1 of 2 | Total Record : 12