Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP KONSEP DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER VIII SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU Triaristina, Aprilia
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH Vol 4, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.665 KB)

Abstract

A professional health worker can be established through an educational process. Students and education are two inseparable things. The quality of students can be seen from the academic achievement he achieved. Academic achievement is a change in behavioral skills or abilities that can increase over time that is not due to the growth process, but the existence of learning situations. So it is seen as proof of effort obtained by students. The number of samples in this study was 47 people. The results showed that. Most of the respondents who have self-concept in positive category are 31 respondents (65,9%), where there are 26 respondents (83,9%) got good academic achievement, and 5 respondents (16,1%) got poor academic achievement , And only 16 respondents (34.1%) have negative self concept, where as many as 7 respondents (43.8%) got good academic achievement, and as many as 9 respondents (56.2%) got poor academic achievement.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP KONSEP DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER VIII SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU : INDONESIA Aprilia Triaristina; Aprilia Triaristina
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 4 No. 1 (2019): Vol 4 No 1 Januari 2019
Publisher : LPPM STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.567 KB)

Abstract

Abstract A professional health worker can be established through an educational process. Students and education are two inseparable things. The quality of students can be seen from the academic achievement he achieved. Academic achievement is a change in behavioral skills or abilities that can increase over time that is not due to the growth process, but the existence of learning situations. So it is seen as proof of effort obtained by students. The number of samples in this study was 47 people. The results showed that. Most of the respondents who have self-concept in positive category are 31 respondents (65,9%), where there are 26 respondents (83,9%) got good academic achievement, and 5 respondents (16,1%) got poor academic achievement , And only 16 respondents (34.1%) have negative self concept, where as many as 7 respondents (43.8%) got good academic achievement, and as many as 9 respondents (56.2%) got poor academic achievement. Abstrak Tenaga kesehatan yang profesional, dapat dibentuk melalui suatu proses pendidikan dan manajemen pembelajaran. Mahasiswa dan pendidikan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Sehingga dipandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.sebagian besar responden yang memiliki konsep diri dalam kategori positif yaitu sebanyak 31 responden (65,9%), dimana terdapat 26 responden (83,9%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan 5 responden (16,1%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik, dan hanya 16 responden (34,1%) yang memiliki konsep diri negatif, dimana sebanyak 7 responden (43,8%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan sebanyak 9 responden (56,2%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik. Kata kunci: Manajemen Konsep Diri, Prestasi Mahasiswa
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP KONSEP DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER VIII SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU : INDONESIA Aprilia Triaristina; Aprilia Triaristina
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 4 No. 1 (2019): Vol 4 No 1 Januari 2019
Publisher : LPPM STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.567 KB)

Abstract

Abstract A professional health worker can be established through an educational process. Students and education are two inseparable things. The quality of students can be seen from the academic achievement he achieved. Academic achievement is a change in behavioral skills or abilities that can increase over time that is not due to the growth process, but the existence of learning situations. So it is seen as proof of effort obtained by students. The number of samples in this study was 47 people. The results showed that. Most of the respondents who have self-concept in positive category are 31 respondents (65,9%), where there are 26 respondents (83,9%) got good academic achievement, and 5 respondents (16,1%) got poor academic achievement , And only 16 respondents (34.1%) have negative self concept, where as many as 7 respondents (43.8%) got good academic achievement, and as many as 9 respondents (56.2%) got poor academic achievement. Abstrak Tenaga kesehatan yang profesional, dapat dibentuk melalui suatu proses pendidikan dan manajemen pembelajaran. Mahasiswa dan pendidikan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Sehingga dipandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.sebagian besar responden yang memiliki konsep diri dalam kategori positif yaitu sebanyak 31 responden (65,9%), dimana terdapat 26 responden (83,9%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan 5 responden (16,1%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik, dan hanya 16 responden (34,1%) yang memiliki konsep diri negatif, dimana sebanyak 7 responden (43,8%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan sebanyak 9 responden (56,2%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik. Kata kunci: Manajemen Konsep Diri, Prestasi Mahasiswa
PROGRAM USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DI SMA MUHAMMADYAH GADINGREJO TAHUN 2019 Nurul Fathonah; Feri Kameliawati; Didi Suswanto; Aprilia Triaristina
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v6i4.1992

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja terjadi berulang-ulang untuk menyerang korban yang lemah. Berdasarkan data KPAI jumlah kasus bullying tahun 2018 sebanyak 77 kasus (57,9%) dari 161 kasus. Presentase kumulatif kasus bullying tertinggi pada kelompok usia 12-17 tahun (84,0%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program usaha kesehatan jiwa sekolah terhadap pengetahuan dan sikap siswa sebagai upaya pencegahan bullying di SMA Muhammadyah Gadingrejo Tahun 2019.Jenis penelitian ini kuantitatif, desain penelitian adalah  quasi eksperimen pre-post test design one group. Populasi adalah siswa/i kelas X SMA Muhammadyah Gadingrejo kabupaten Pringsewu. Sampel menggunakan teknik total sampling yaitu didapatkan 60 responden. Tahap penelitian ini dimulai dari persiapan meliputi pembagian kusioner pretest, pemberian intervensi dan postest. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapat ada pengaruh program usaha kesehatan jiwa sekolah dengan pengetahuan siswa p=0,023 (<0,05) dan tidak ada pengaruh program usaha kesehatan jiwa sekolah dengan sikap siswa p=0,625 (>0,05) sebagai upaya pencegahan bullying di SMA Muhammadyah Gadingrejo Tahun 2019. Oleh karena itu diharapkan siswa dapat mengimplentasikan pengetetahuan yang didapat untuk dapat membuat sikap ke arah yang lebih baik.PROGRAM USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DI SMA MUHAMMADYAH GADINGREJO TAHUN 2019
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TERHADAP KONSEP DIRI DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA SEMESTER VIII SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU : Indonesia Aprilia Triaristina
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 4 No. 1 (2019): Vol 4 No 1 Januari 2019
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v4i1.42

Abstract

Abstract A professional health worker can be established through an educational process. Students and education are two inseparable things. The quality of students can be seen from the academic achievement he achieved. Academic achievement is a change in behavioral skills or abilities that can increase over time that is not due to the growth process, but the existence of learning situations. So it is seen as proof of effort obtained by students. The number of samples in this study was 47 people. The results showed that. Most of the respondents who have self-concept in positive category are 31 respondents (65,9%), where there are 26 respondents (83,9%) got good academic achievement, and 5 respondents (16,1%) got poor academic achievement , And only 16 respondents (34.1%) have negative self concept, where as many as 7 respondents (43.8%) got good academic achievement, and as many as 9 respondents (56.2%) got poor academic achievement. Abstrak Tenaga kesehatan yang profesional, dapat dibentuk melalui suatu proses pendidikan dan manajemen pembelajaran. Mahasiswa dan pendidikan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Kualitas mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik yang diraihnya. Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu yang tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi adanya situasi belajar. Sehingga dipandang sebagai bukti usaha yang diperoleh mahasiswa.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa.sebagian besar responden yang memiliki konsep diri dalam kategori positif yaitu sebanyak 31 responden (65,9%), dimana terdapat 26 responden (83,9%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan 5 responden (16,1%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik, dan hanya 16 responden (34,1%) yang memiliki konsep diri negatif, dimana sebanyak 7 responden (43,8%) mendapat Prestasi Akademik baik, dan sebanyak 9 responden (56,2%) mendapat Prestasi Akademik kurang baik. Kata kunci: Manajemen Konsep Diri, Prestasi Mahasiswa
PERAN LADA LAMPUNG MENYOKONG KOMODITAS PERDAGANGAN BANTEN Sumargono Sumargono; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari; Aprilia Triaristina
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14987

Abstract

Tanoh Lampung tanoh lado, sebaris lirik lagu daerah yang mengingatkan sejarah kejayaan lada Lampung yang terkenal keberbagai bangsa pada masa penguasaan Kesultanan Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejayaan lada Lampung dan relasi antara Lampung dengan Banten sampai lada Lampung menjadi komoditas perdagangan dan pelabuhan Kesultanan Banten. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan dua sumber pengumpulan data yakni studi pustaka dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, kejayaan lada Lampung dan terjalinnya relasi yang baik antara Lampung dengan Kesultanan Banten merupakan dua hal yang sangat mendukung. Lada Lampung yang terkenal karena kualitas dan ketenarannya pada masa Kesultanan Banten menguasai Lampung. Hubungan antara Banten dengan Lampung terjalin dengan baik karena adanya lada Lampung yang semakin diluaskan lahan perkebunannya. Antara Lampung dan Kesultanan Banten juga tidak terjadi pemberontakan/perlawanan/perang yang dilakukan kedua belah pihak. Hal ini dikarenakan adanya kesepakatan antara Banten dan Lampung yakni Banten memberikan perintah melalui piagam (pijagem) yang dikeluarkan mengenai perintah tanam pohon lada kepada para pemimpin adat di marga Lampung dan sebaliknya para pemuka adat Lampung mendapatkan gelar adat dan benda simbolis dari Sultan Banten yang dapat digunakan dalam kepimimpinan marga. Hal inilah yang menjadi resep harmonisnya hubungan Lampung dan Kesultanan Banten sampai Lampung menjadi komoditas penyokong lada utama dan sampai terbangunnya pelabuhan-pelabuhan yang megah di Banten.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEJARAH NASIOANAL BERBASIS ISPRING SUITE Suparman Arif; Muhammad Basri; Maskun; Sumargono; Aprilia Triaristina; Yustina Sri Ekwandari
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.626 KB) | DOI: 10.23960/buguh.v2n2.1029

Abstract

Penggunaan media dalam proses belajar mengajar diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi siswa, sehingga dapat mendorong siswa untuk belajar lebih giat lagi dan mencapai hasil belajar yang optimal. Siswa jugadiharapkan lebih mudah memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah penyajian materi pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Terkait dengan hal tersebut, maka perlu adanya media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa, sehingga suasana pembelajaran sejarah lebih nyaman dan menyenangkan. Disamping media dibutuhkan juga guru kreatif yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan komputer, maka penting dilakukan pelatihan pembuatan media pembelajaran sejarah nasional interaktif berbasis ispring suite. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan guru-guru dapat menggunakan atau memanfaatkan media ispring untuk pembuatan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran baik untuk guru maupun siswa. Berdasarkan permasalahan yang ada terkait dengan kebutuhan para guru-guru Sejarah MGMP Kabupaten Lampung Selatan maka perlu dilakukan sebuah pelatihan untuk guru-guru sejarah dalam pembuatan media interaktif sejarah nasional berbasis Ispring Suite.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Sumargono Sumargono; Muhammad Basri; Istiqomah Istiqomah; Aprilia Triaristina
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 9, NO 3 (2022): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v9i3.4508

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat diperlukan seseorang agar dapat menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan pemikir kritis mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi, memunculkan pertanyaan dan masalah yang vital, menyusun pertanyaan dan masalah dengan jelas, mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan menggunakan ide-ide abstrak, berpikiran terbuka, serta mengomunikasikannya dengan efektif. Kemampuan berpikir kritis juga sangat diperlukan dalam pembelajaran sejarah untuk menganalisis peristiwa sejarah dan menyajikan hasil analisisnya ke dalam bentuk tulisan berdasarkan fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Tujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu purposive sampling. Diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah diperoleh nilai presentase dari ketercapaian indikator berpikir kritis pada kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Bandar Sribahwono Ketercapaian indikator analisis (menganalisis, mengaitkan data) pada kelas XI IPS 2 sebesar 96,47% dengan katagori sangat baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 90,58% dengan kategori sangat baik. Ketercapaian indikator evaluasi (memperbandingkan, memberi argumentasi) pada kelas XI IPS 2 sebesar 79,41% dengan kategori baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 91,17% dengan kategori sangat baik. Ketercapaian indikator inferensi (mengambil keputusan yang wajar dari bukti) pada kelas XI IPS 2 sebesar 82,35% dengan kategori baik dan pada kelas XI IPS 4 sebesar 88,23% dengan kategori baik. Ketercapaian indikator eksplanasi (menelaah dan menyimpulkan) pada kelas XI IPS 2 sebesar 70,58% dengan kategori cukup baik dan pada kelas XI IPS sebesar 58,8% dengan kategori kurang.
Efektifitas Implementasi Video Conference Sebagai Media Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19 Rahmawati Rahmawati; Rahmah Dianti Putri; Nurdin Nurdin; Aprilia Triaristina; Valensy Rachmedita; Alsyabri Wira
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 10, No 3 (2022): Vol. 10, No 3, September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v10i3.119185

Abstract

Dengan ancaman Covid-19 saat ini, diharapkan lembaga pendidikan perlu menerapkan kegiatan pembelajaran online. Kegiatan pembelajaran online dapat didukung melalui penggunaan aplikasi video conference yang disediakan oleh Universitas. Beberapa penelitian membuktikan bahwa dengan menggunkan aplikasi video conference dinilai sangat efisien dalam proses pembelajaran. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penggunaan aplikasi video conference dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung selama masa pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan grounded teoritis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan 45 siswa dan Google form. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pembelajaran online dengan memanfaatkan aplikasi video conference belum terlalu efektif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi dengan memperhitungkan situasi disaat ini dengan adanya Covid-19 hingga pemanfaatan aplikasi video conference sangat membantu dalam proses pembelajaran.Kata kunci : Efektifitas, video conference, Media Pembelajarn. With the current threat of Covid-19, it is hoped that educational institutions need to implement online learning activities. Online learning activities can be supported through the use of video conferencing applications provided by the University. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using video conferencing applications to conduct online learning for students of the Economic Education study program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung. The method used in this research is qualitative and uses a grounded theoretical approach. Data collection techniques using interviews with 45 students and Google forms. Based on the research results obtained, online learning by utilizing video conferencing applications has not been very effective in the learning process. However, taking into account the current situation with the Covid-19 to the use of video conferencing applications is very helpful in the learning process.Keywords: Effectiveness, video conferencing, Learning Media.
Nilai- Nilai Kampung Transmigrasi di Pringsewu sebagai Sumber Belajar Sejarah Sumargono; Aprilia Triaristina; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana; Nur Indah Lestari
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 11 No 2 (2022): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.112.02

Abstract

The toponymy of the villages in Pringsewu is a memory that holds about past experiences. Toponymy brings a distinctive uniqueness about the names of villages, especially the names of villages that come from various aspects including physical aspects or embodiment aspects, hydrological aspects, geomorphological aspects, and biological-ecological aspects, thus changing the name of the village into an object of knowledge that can be explored and read. This research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, literature studies, and documentation. The data validity technique uses source triangulation. Furthermore, the method used in analysing the data is a qualitative method, which describes the uniqueness of the toponymy of transmigration villages in Pringsewu and their potential as a source of historical learning based on data that has been collected through literature studies, field studies and documentation. The toponymic values of village names have the potential to be integrated in history learning, as an effort to humanize the narrative (the humanizing narrative) that reveals the nuances of history, as well as to appreciate the previous communities in their struggle to open land in the form of forests to be turned into a village and empathize through lens observations from human life experiences. This shows that the local people are very instrumental in providing the names of the villages in accordance with the expectations for future progress, to create a safe, prosperous, happy village, and a beautiful village according to the name embedded in its name. Toponimi nama-nama kampung di Pringsewu merupakan sebuah memori yang menyimpan tentang pengalaman masa lalu. Toponimi membawa keunikan yang khas tentang nama-nama kampung, terutama nama-nama kampung yang berasal dari berbagai aspek antara lain aspek fisik atau aspek perwujudan, aspek hidrologi, aspek geomorfologi, serta aspek biologis-ekologis, sehingga mengubah nama kampung tersebut menjadi suatu objek pengetahuan yang dapat dieksplorasi dan dibaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui obsevarsi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik keahsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Selanjutnya metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif, yaitu mendeskripsikan keunikan toponimi kampung-kampung transmigrasi di Pringsewu dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui studi pustaka, studi lapangan dan dokumentasi. Nilai-nilai toponimi nama-nama kampung memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah, sebagai upaya untuk memanusiakan narasi (the humanizing narrative) yang mengungkap nuansa sejarah, serta menghargai para masyarakat terdahulu dalam perjuangannya untuk membuka lahan yang berupa hutan untuk diubah menjadi sebuah perkampungan, dan berempati melalui pengamatan lensa dari pengalaman hidup manusia. Hal ini menunjukkan bahwa para masyarakat lokal sangat berjasa untuk memberikan nama-nama perkampungan sesuai dengan harapan untuk kemajuan dimasa yang akan datang, sehingga tercipta sebuah perkampungan yang aman, sejahtera, bahagia, serta perkampungan yang indah sesuai dengan nama yang disematkan dalam namanya.