cover
Contact Name
Muh. Subair
Contact Email
ingatbair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan
ISSN : 23375957     EISSN : 26552833     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan memiliki Periode penerbitan 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Petuah Bijak Syair Syair Lokal Ternate Nomay, Usman
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.41 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.238

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yang mengidentifikasi petuah bijak dalam masyarakat di Ternate. Dalil moro, dalil tifa, dola bololo, mantra, cum-cum, legenda, rorasa dan tamsil. Syair-syair ini berbentuk sastra atau pantun dan mengandung nilai asimilasi relasi sosial yang sangat signifikan. Bait-demi bait secara keseluruhan menggambarkan keanekaragaman pola pikir dan pola berbuat yang bermartabat. Syair-syair dalam bentuk petuah bijak ini pada esensinya menampilkan sifat humanis dan sifat religius. Secara teknis hal ini melahirkan sebuah falsafah keragaman dan kebersatuan antara masyarakat pribumi maupun pendatang dengan sebuah ikatan yang disebut sebagai falsafah “Jou se ngofa ngare”. Yang secara praktis terbentuk dalam sebuah syair lokal “Ino fomakatinyinga doka gosora se balawa, om doro yo mamote fo magogoru se madudara”. Instrumen syair-syair itu merupakan ungkapan pesan spiritual dari ayat al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber utama agama Islam. Syair-syair lokal ini bila diimplementasikan dalam kehidupan kekinian maka akan dapat menyatukan sebuah kehidupan yang harmonis, hidup rukun dan damai disertai keutuhan yang berbasis masa depan yang cerah dan gemilang.
Persepsi Kebangsaan Siswa Kristen Di Kawasan Timur Indonesia Saputra, Muhammad Ali
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.252 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.239

Abstract

Dewasa ini, sebagai efek dari krisis multidimensional di Indonesia pada tahun 1997, nasionalisme/kebangsaan bangsa ini ditengarai mengalami kemerosotan. Ini ditandai dengan maraknya aksi intoleransi antar etnis/agama, penetrasi budaya asing hingga pada munculnya upaya aksi separatisme di sejumlah wilayah, seperti Maluku dan Papua. Aksi-aksi separatis maupun konflik antar agama yang utamanya terjadi di wilayah-wilayah berbasis Kristen, seperti Poso, Ambon, dan Papua mempertanyakan kembali komitmen nasionalisme kelompok Kristen di Indonesia, khususnya bagi generasi muda Kristen yang berpendirian, sehingga perlu diteliti bagaimana persepsi mereka tentang kebangsaan/nasionalisme. Penelitian ini dilakukan di lima lokasi, yaitu Manado, Ambon, Jayapura (Papua), Poso, dan Toraja. Subjek penelitian adalah siswa SMA/sederajat beragama Kristen dengan jumlah sampel 1100 orang. Metode yang digunakan adalah mix methods, menggabungkan penelitian kuantitatif dengan kualitatif, dengan rancangan kombinasi sekuensial eksplanatory, menggunakan angket dan wawancara sebagai alat pengumpul data. Temuan penelitian menunjukkan, bahwa, secara umum, pemahaman kebangsaan responden (dalam keempat aspek kebangsaan) adalah baik, namun dalam sejumlah hal aktual, agak berbeda. Masih ada problem keinginan berpindah kewarganegaraan, adanya ketidak yakinan bahwa Pancasila mampu mengatasi tantangan zaman, dan ketidakpatuhan terhadap hukum dalam hal tertentu yang perlu diperbaiki. Untuk itu, perlu dipertahankan dan ditingkatkan kegiatan terkait penanaman nilai nasionalisme di sekolah, baik melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, maupun kegiatan seperti sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan kader bela negara yang melibatkan pihak luar sekolah.
Metode Dakwah Mencegah Bullying Komunikasi Politik Di Media Sosial Syarifudin, Syarifudin
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.812 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.240

Abstract

Tulisan ini berkaitan dengan etnografi bullying komunikasi politik di media sosial selama masa kampanye di kota Ambon. Model Deskriptif kualitiatif diterapkan untuk menelaah realitas bullying komunikasi politik di ruang publik media sosial di kota Ambon. Hasil penelitian menemukan empat aspek dari realitas tersebut: 1). Berita yang paling banyak dikonsumsi selama kampanye pilpres di kota Ambon bullying politik telah merusak system sosial persatuan, persaudaraan, dan budaya empati Islam Kristen. 2). Berita yang sangat berperan besar dalam mengkosntruksi otak masyarakat di kota Ambon sangat berpengaruh dalam diskusi politik di warung kopi adalah berita yang sumber di Youtube. 3). Bullying politik berpengaruh terhadap perubahan pilihan politik untuk PILPRES selama masa kampanye. 4). Berita yang dijadikan argument komunikasi politik adalah 70% berita di media sosial. Dari realitas ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi komunikasi bullying politik yang input oleh publik kota Ambon dari media sosial semakin sulit merawat persaudaraan dikalangan masyarakat untuk menata wawasan berpikir sehat di ruang publik media sosial secara sistematis.
Praktik Pencatatan Ijab Qabul Via Online dalam Proses Akad Nikah Di Makassar Bachrong, Faizal; Marzuki, Fathur; Bakhtiar, Handar Subhandi
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.326 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.241

Abstract

Perkembangan teknologi yang merambah ke seluruh sendi kehidupan manusia membawa perubahan terhadap budaya masyarakat khususnya dalam proses pernikahan. Pernikahan yang menuntut proses akad nikah yang secara langsung dihadiri oleh seluruh pihak baik mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali dan saksi mulai terjadi pergeseran yang tajam. Pelaksanaan ijab qabul via online menjadi sebuah cara baru dalam proses akad nikah. Ijab qabul via online menurut penafsiran hukum Islam terjadi perbedaan pendapat sehingga pelaksanaan pencatatan nikah khususnya nikah dengan ijab qabul via online juga terjadi perbedaan pendapat.
Ekspresi Literasi Peserta Didik Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bone Apil, Israpil
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.147 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.242

Abstract

Program literasi sekolah sejatinya adalah pembiasaan membaca dan menulis bagi peserta didik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas peserta didik. Diyakini, bahwa dengan membaca dan menulis, ilmu pengetahuan akan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk pengembangan kegiatan literasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1 Bone). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan datanya dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengembangan kegiatan literasi di MAN 1 Bone salah satunya adalah berupa karya sastra dalam bentuk penulisan cerpen dan puisi. Isi cerpen dan puisi peserta didik MAN 1 Bone adalah bentuk ekspresi diri mereka terhadap pembacaan dari problematika yang dihadapi. Kata Kunci: literasi, karya sastra, puisi, cerpen, Madrasah Aliyah Negeri 1 Bone
Cenningrara ‘Mantra Pekasih’ Di Kabupaten Soppeng (Kajian Semiotik Rifaterre) Rabianti, Nurul
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.494 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.243

Abstract

Penelitian cenningrara ‘mantra pekasih’ di Kabupaten Soppeng bertujuan untuk mendeskripsikan makna mantra cenningrara dan mengetahui persepsi masyarakat tentang mantra cenningrara. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Soppeng yang keseluruhannya berjumlah 3 orang untuk wawancara dan responden berjumlah 15 orang untuk angket. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, pencatatan, dan teknik angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkap tentang makna mantra cenningrara yang dikaji melalui ketidaklangsungan ekspresi yang disebabkan oleh tiga hal, yaitu penggantian arti (displacing of meaning), penyimpangan arti (distoring of meaning) dan penciptaan arti (creating of meaning).
Sinergitas Kinerja Guru Pai Dan Pengawas Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di SMP Manado Amiruddin, Amiruddin
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.677 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei terhadap pemenuhan kebutuhan pengawas PAI dan guru PAI di sekolah umum sekaligus untuk mengetahui tingkat sinergitas kinerja antara Guru PAI dan Pengawas. Melalui mtode kuantitatif dengan survei atas populasi pengawas dan Guru PAI di SMP Manado. Ditemukan bahwa proporsi pemenuhan kebutuhan Guru PAI dan pengawas di Kota Manado masih dirasa kurang. Beban guru mentransmisi pengetahuan kepada siswa tidak efektif karena rasio ketersediaan guru dan jumlah siswa tidak berimbang, begitu pun pada ketersediaan pengawas PAI semakin tahun semakin berkurang. Tingkat sinergitas kinerja Guru PAI dan pengawas berada pada tingkat yang Tinggi. Keterlibatan pengawas dalam memberikan pembinaan telah intens dilakukan. Proses kunjungan pengawas PAI ke sekolah dalam melakukan supervisi akademik kepada guru PAI setiap hari di lakukan. Hubungan performance antara guru PAI dan Pengawas semakin bersinergi hal ini ditandai dengan keterlibatan pengawas pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh MGMP PAI. Namun pada aspek kelitbangan tampak berbeda walau tingkat sinergitasnya tinggi, tetapi kualitas pembimbingannya rendah.
Pengenalan Morfologi Bahasa Arab bagi Pembelajar Pemula Hamsiati, Hamsiati
PUSAKA Vol 7 No 1 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.215 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i1.245

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang teknik pengenalan morfologi bahasa Arab bagi pembelajaran pemula. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana signifikasi pengenalan morfologi bahasa Arab bagi pembelajar pemula, (2) mengetahui bagaimana tehniktehnik pengenalan morfologi bahasa Arab, serta (3) mengetahui bagaimana proses pembentuka kata dalam bahasa Arab. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pustaka, Metode Pendekatan yang digunkan dalam penelitian ini adalah pendekatan linguistikdiskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Morfologi atau bentuk kata adalah salah satu aspek bahasa yang harus dipelajari ketika suatu bahasa diajarkan. Morfologi dalam bahasa Arab disebut ilm al-sharf. Teknil pengenalan Morfologi bahasa Arab dengan mengklasifikasi kata dasar dalam bahasa Arab baik yang berbentuk ism atau morfem nomina ( ) الاسم ataupun yang berbentuk fi’l atau morfem verba ( ) .الفعل Kata dasar yang berbentuk nomina (الاسم) terdiri dari yang bersuku kata tiga, bersuku kata empat, dan bersuku kata lima. Kata dasar yang berbentuk verba (الفعل) terdiri dari yang bersuku kata tiga dan bersuku kata empat. Proses pembentukan kata dalam bahasa Arab meliputi: al-isytiqaq, al-naht, al-ta‘rib dan al-ziyadah.
Islam Kultural di Sulawesi Selatan: Keselarasan Islam Dan Budaya Ahmad, Abdul Kadir
PUSAKA Vol 7 No 2 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6654.328 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i2.258

Abstract

Kata Kajian tentang Islam kultural di Sulsel belum pernah dilakukan secara mendalam, padahal kajian semacam ini sangat penting sebagai bagian dari upaya pengarusutamaan Islam moderat di Indonesia. Kajian ini bertujuan (i) menjelaskan hubungan Islam dan budaya lokal dan melihat realitasnya dalam praktik kehidupan masyarakat Sulsel; (ii) menjelaskan peran sentral ulama dalam diseminasi dan inkulturasi Islam kultural. Tulisan ini merupakan kajian kepustakaan yang lebih banyak bertumpu pada hasil penelitian penulis sendiri selama ini. Analisis kajian ditekankan pada analisis isi dengan menggali kembali substansi hasil penelitian dan pemikiran pakar di bidang hubungan Islam dan budaya. Kajian menemukan (i) Islam kultural di Sulsel, yang tersimpul dalam apa yang disebut budaya panngaderreng (Bugis) atau panngadakkang (Makassar), sebagai sebuah model perjumpaan yang saling mengisi antara Islam dan budaya; (ii) Ulama berperan menjaga keseimbangan antara Islam dan budaya dengan menyerap nilai-nilai dari keduanya. Pesantren merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran strategis bagi ulama dalam menyemaikan dan mengembangkan Islam kultural.
Pesantren dan Kebangsaan Effendy, Bisri
PUSAKA Vol 7 No 2 (2019): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7131.33 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v7i2.259

Abstract

Sulit memang membahas soal pesantren dikaitkan dengan diskursus kebangsaan di negeri ini, karena hampir semua bahasan, analisis, dan laporan mengenai Kongres pertama Boedi Oetomo 1908 dan Kongres Pemoeda ke-2 tahun 1928, dua peristiwa penting sebagai tonggak gerakan kebangsaan, tidak menyebut secara eksplisit pesantren di dalamnya. Jika pada Kongres Pemoeda ke-2, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Roekoen, Jong Batak, Jong Theosofen Bond, Ambonsche Strudeerenden, Minahasa Strudeerenden, Studieclub Indonesia, Boedi Oetomo, dan Muhammadiyah disebut sebagai peserta resmi, tetapi pesantren, dan NU sebagai lembaga/organisasi resmi sama sekali tidak disebut dan tidak terdaftar, kesertaan pemuda Wahab Hasbullah, Hasyim Asy‘ari, dan Wahid Hasyim dalam perhelatan tersebut diakui sebagai perorangan. Entah karena perintah Belanda atau panitia Kongres yang abai terhadap pesantren, kenyataan itu mengundang pertanyaan besar: mengapa? Tulisan ini tak hendak bermaksud menjawab pertanyaan itu, juga tak ingin memberikan sanggahan terhadap ―kekhilafan‖ tersebut dengan seluruh argumen historisnya. Paparan yang tidak terlalu panjang ini hanya akan menganalisis fakta-fakta yang berserak dan terdokumentasi tertulis dari pilihan pesantren menjadi subkultur, kiprahnya dalam community development, hingga pembentukan komite hijaz dan deklarasi Islam nusantara. Dengan analisis itu diharapkan menjadi lebih terang peran pesantren yang sebenarnya jauh lebih tua dari kelahiran Boedi Oetomo maupun Sumpah Pemoeda dalam gerak kebangsaan di negeri ini.

Page 10 of 24 | Total Record : 240