cover
Contact Name
Galih Persadha
Contact Email
jkikt.jurnal@gmail.com
Phone
+6281233994115
Journal Mail Official
jkikt.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Pangeran Hidayatullah RT. 14 Komplek Upik Futsal Banua Anyar Banjarmasin South Kalimantan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan Dan Teknologi (JKIKT)
ISSN : 26567733     EISSN : 26567733     DOI : https://doi.org/10.52674/jkikt
Core Subject : Health, Science,
is a scientific journal published by the Unggulan Kalimantan Polytechnic. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thinking or research ideas and results that have been achieved in the fields of Pharmacy, Medical Laboratory Sciences, Medical Records and Health Information and Applied Health Sciences, Physiotherapy Sciences, and the Field of Electromedical Engineering. Published twice in one year or every semester. Editors receive texts that have never been published in other media from lecturers, researchers, students, and practitioners with applicable writing conditions. Manuscripts entered will be evaluated and edited for uniform formats, terms and other procedures. An eligible published text is determined by the Editorial Board after receiving a recommendation from the reviewer.
Articles 204 Documents
GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN TB PARU PRIMER YANG MELAKUKAN PENGOBATAN FASE INTENSIF DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN TAHUN 2025: Overview of Uric Acid Levels in Primary Pulmonary Tuberculosis Patients Undergoing Intensive Phase Treatment at Puskesmas Alalak Tengah in 2025 Nanda Maulidya; Nanda Yaultsa; Rizki Perdani; Hafiz Al Farizi
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/b9fe3e57

Abstract

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia adalah tuberkulosis (TB), penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Peningkatan kadar asam urat merupakan efek samping dari terapi fase intensif obat antituberkulosis (ATD), khususnya ketika menggunakan pirazinamid dan etambutol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi kadar asam urat pada tahun 2025 di antara pasien tuberkulosis paru primer yang menerima terapi fase intensif di Puskesmas Alalak Tengah di Banjarmasin. Tiga puluh individu dipilih secara acak untuk penelitian deskriptif kuantitatif cross-sectional ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari rekam medis dan hasil uji laboratorium. Sembilan pasien (30%) memiliki kadar asam urat normal (rata-rata 6,1 mg/dL), sedangkan dua puluh satu pasien (70%) memiliki kadar tinggi (7,8 mg/dL). Kadar asam urat rata-rata 7,3 mg/dL. Pada perbandingan berdasarkan jenis kelamin, rata-rata pada wanita adalah 7,4 mg/dL, sedangkan pada pria adalah 7,2 mg/dL. Sembilan pasien (30%) pada kelompok usia lanjut (56-65 tahun) memiliki kadar asam urat yang tinggi. Peneliti menyimpulkan bahwa kadar asam urat tinggi dialami oleh sebagian besar pasien TB paru primer pada fase intensif; oleh karena itu, penting untuk memantau pasien ini selama pengobatan.
GAMBARAN SITOLOGI PAP SMEAR DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2024: Sitology Overview of Pap Smear  in the Laboratory Anatomical Pathology of Ulin Banjarmasin Hospital Year 2024 Ghinaa Ulaa Alayya; Nahlida Rahmah; Nanda Yaultsa
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/xbqpxh58

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita yang umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Pemeriksaan Pap Smear berperan penting dalam deteksi dini perubahan sel serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi Pap Smear  di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis dengan teknik total sampling sebanyak 51 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sitologi termasuk kategori Negative for Intraepithelial Lesion or Malignancy (NILM) sebanyak 50 pasien (98%), sedangkan Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance (ASC-US) ditemukan pada 1 pasien (2%). Distribusi terbanyak pada kelompok usia lansia awal (46–55 tahun) dan lansia akhir (56–65 tahun), masing-masing sebanyak 15 pasien (29%). Kesimpulan penelitian ini adalah hasil Pap Smear didominasi kategori NILM, yang menunjukkan tidak adanya lesi pra-kanker maupun keganasan.
KAJIAN IMPLEMENTASI BRIDGING PRIMARY CARE DENGAN E-PUSKESMAS SUNGAI ANDAI BANJARMASIN Husin; Nirma Yunita; Eka Rahma Ningsih; Fadhliah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/6ykdya66

Abstract

A bridging system is an integration mechanism that connects two or more applications, enabling simultaneous data entry and synchronization across platforms. An initial survey conducted at the Sungai Andai Community Health Center (Puskesmas) revealed several obstacles within the bridging process. These issues resulted in the failure to transmit patient visit data, which consequently affects the capitation payments from the Social Security Administrator for Health (BPJS Kesehatan). This study aims to investigate the bridging process between the Primary Care (P-Care) application and the Community Health Center Management Information System (E-Puskesmas Klaster) at Puskesmas Sungai Andai, Banjarmasin, by analyzing the system's readiness and technical implementation. This research employed a qualitative method with a case study design. The findings indicate that the bridging process between P-Care and E-Puskesmas Klaster is currently hindered by several factors. These constraints include an unstable Wi-Fi connection, frequent application errors or server downtimes, incomplete clinical data entry, outdated health personnel administrative data, and the absence of Standard Operating Procedures (SOPs) to guide the implementation of the bridging system at the facility.
Evaluasi Pemanfaatan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Menggunakan Pendekatan PIECES: Evaluation of Health Information System Utilization in Primary Healthcare Centers Using the PIECES Framework Eka Rahma Ningsih; Husin; Nirma Yunita; Fatmawati Bakti Noor; Nurul Noviani; Saipi Saipi; Annisa Fajarini; Robiatul Adawiyah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/d33y7f42

Abstract

Transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut pemanfaatan sistem informasi yang mampu meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan pengelolaan data kesehatan. Evaluasi sistem informasi diperlukan untuk mengidentifikasi tingkat pemanfaatan serta aspek yang masih memerlukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan sistem informasi pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service (PIECES). Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi memperoleh nilai rata-rata 81,66% dengan kategori dimanfaatkan. Dimensi Information memperoleh nilai tertinggi (84,44%), sedangkan dimensi Control memperoleh nilai terendah (75,18%). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem informasi telah mendukung peningkatan kualitas informasi, efisiensi kerja, dan pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, aspek keamanan informasi, stabilitas sistem, dan pengendalian akses masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, peningkatan interoperabilitas, tata kelola keamanan informasi, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi pengguna diperlukan untuk mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer.