cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Perаn Female Peаcekeepers Indonesia dаlаm Misi Perdamaian United Nаtions Interim Force In Lebаnon (UNIFIL) Tаhun 2015-2017 Ani Khairunnisa; Afa Dilla Adeliya
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v8i1.7037

Abstract

Abstract Every country certainly interacts with other countries. This interaction can take the form of cooperation (peace) or conflict. Conflicts that occur are more complex because of threats that not only come from inter-state actors but intra-state and conflicts that occur in the border regions of the country. The UN through the Peacekeeping Mission has carried out various peace operations in conflicting countries and has involved the participation of women peacekeepers based on the resolution of the UN Security Council number 1325 of 2000. One of the countries contributing to peace operations through its peacekeeping force is Indonesia. Indonesia is noted to have contributed to the peace operation through a force called the Garuda Contingent. This force was formed with the aim of being a peacekeeping force in a conflict country. Until now, Indonesia is still committed to maintaining peace by increasing active participation in peace operations, especially in conflict countries. Indonesia does not only send soldiers who are male but also women. For Indonesia, sending female peacekeepers is part of the national defense strategy. This was based on the existence of UNSC Resolution 1325 of 2000 which emphasized the important role of women in security for conflict prevention or resolution, peace building, peace keeping, rehabilitation and reconstruction. But it is unfortunate that the number of troops between women and men is still very far apart. From this it can be seen that women are considered to lack the right to be in the public sphere, especially in the field of state and defense. This view has become a patriarchal culture inherent in Indonesian society so that women are still considered marginal. Yet to support gender mainstreaming in peacekeeping missions, each contributing country should continue to strive to increase the participation of female peacekeepers in positions that reach the community.Gender Equality and Peace Keeping Operations concepts used to discuss in this paper  Keywords: Female Peacekeepers, Gender Equality, UNIFIL.   Abstrak  Interaksi antar negara dalam hubungan internasional bisa berwujud dalam suatu Kerjasama, konflik maupun bersifat kompetisi. Kerjasama yang dilakukan antar negara juga dapat berupa upaya dalam menciptakan upaya perdamaian seperti PBB melalui Misi Pemeliharaan Perdamaian telah melakukan berbagai operasi perdamaian di negara-negara berkonflik dan telah melibatkan partisipasi pasukan perempuan (female peacekeepers) yang didasari oleh resolusi DK PBB nomor 1325 tahun 2000 yang juga merupakan strategi pertahanan negara. Salah satu negara yang berkontribusi dalam operasi perdamaian melalui pasukan perdamaiannya adalah Indonesia melalui pasukan yang Bernama Kontingen Garuda yang bertujuan sebagai pasukan perdamaian di negara konflik. Pengiriman pasukan tersebut tidak terbatas pada pengiriman tentara berjenis kelamin laki-laki tetapi juga perempuan (female peacekeepers) yang berperan dalam keamanan untuk pencegahan ataupun resolusi konflik, bina damai, penjagaan perdamaian, rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun sayangnya bahwa jumlah pasukan antara perempuan dengan laki-laki masih sangat jauh selisihnya, hanya berjumlah 2 orang female peacekeepers Indonesia dari 850 orang jumlah pasukan karena perempuan dianggap kurang memiliki hak untuk berada di ruang publik terutama dalam bidang negara dan pertahanan. Ditambah lagi female peacekeepers Indonesia ini masih dibatasi perannya dengan adanya persyaratan bahwa tentara wanita harus memiliki tugas yang bersifat non-tempur. Hal ini dikarenakan pertempuran bukanlah sebuah kodrat dari perempuan. Sampai saat ini, jumlah perbandingan female peacekeepers Indonesia dengan laki-lakinya yakni hanya menduduki 4% untuk wanita dan 96% untuk laki-laki.Pandangan ini merupakan budaya patriarki yang melekat pada masyarakat Indonesia sehingga perempuan masih dianggap marjinal. Penulis akan menggunakan kerangka konsep Gender Equality dan Peace Keeping Operation untuk membahas masalah tersebut dalam paper ini.Kata Kunci: Penjaga Perdamaian Wanita, Kesetaraan Gender, UNIFIL.
BEYOND THE PROMOTION OF ECONOMIC COOPERATION: THE ECONOMIC COMMUNITY OF WEST AFRICAN STATES PEACEKEEPING INVOLVEMENTS IN WEST AFRICA ugo chuks okolie; Ejogba Abraham ORHERO
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v8i2.6950

Abstract

In order to raise the living standards of its people, maintain and improve economic stability, foster relations among Member States, and contribute to the advancement and development of the African continent, Economic Community of West African States (ECOWAS) was established. Its goal is to promote cooperation and integration that will result in the creation of an economic union in West Africa. According to a set of guiding principles, such as impartiality, the parties' consent, and the non-use of force unless necessary for self-defense, a third party intervention known as "peacekeeping" is conducted. The study examines the role played by ECOWAS in preserving stability and peace on the African continent, focusing in particular on the ECOMOG intervention in Liberia, Sierra Leone, and Guinea Bissau. The regional security complex theory was accepted. The research was qualitative, and its historical analysis heavily drew on secondary sources.  The essence of the resolutions of the UN Security Council and the ECOWAS Mediation and Security Council, and consequently the legal foundation for peacekeeping and peace enforcement are contained in peace agreements. As a result, peace agreements are essential to the management and resolution of conflicts. However, it is erroneous to assume that the heads of armed factions are sane political actors motivated by genuine grievances and that they will thereby agree to mediated agreements. The offering of carrots (the confidence-building approach) must therefore be combined with strong diplomacy supported by a credible enforcement capacity in order for peace to be successfully implemented in the West African region.  The study recommends, among other things, that the framework for the ECOWAS legal system governing peace and security should be the member states. This is because the majority of democracies in the sub-region elect postcolonial states with a predominance of coloniality of power disguising itself as democracy and causing conflicts in the majority of countries within the West African security complex, ECOWAS must exert pressure on its member states to step up their efforts to improve democracy in their respective countries.
The Impact of USAID IUWASH Program on Improving Clean Water and Proper Sanitation in North Sumatra Anastasya, Millenia Putri; Padmi, Made Fitri
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7688

Abstract

This study aims to analyze the impact of USAID IUWASH programme to the clean water, sanitation and hygiene problems in Indonesia especially in North Sumatera. The United States government country, through USAID distributes aid in the form of grants. This research applies a qualitative research method, the collected data were analyzed using international cooperation theory and Official Development Assistance concept. The results of this study found that the government of Indonesiaalso joined the USAID for increase the clean water, sanitation, and hygiene. The USAID IUWASH programme is effective in improving clean water, sanitation, andhygiene in North Sumatera, referring to the results of the data of USAID IUWASHand interviewee with Regional Manager USAID IUWASH of North Sumatera, headof facilities and infrastructure Bapperida of Simalungun, and local resident of North Sumatera
Diplomasi Tiongkok Dalam Meraih Pengaruh Di Kawasan Asia Tenggara Khoirunnisa, Khoirunnisa
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v7i2.7230

Abstract

Artikel jurnal ini menyajikan analisis tentang peran diplomasi Tiongkok dalam mencapai pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara. Asia Tenggara telah menjadi wilayah strategis yang diminati oleh Tiongkok untuk meningkatkan posisinya di tingkat global. Diplomasi Tiongkok di kawasan ini mencakup berbagai pendekatan politik, ekonomi, dan budaya yang berdampak luas pada hubungan bilateral dengan negara-negara di Asia Tenggara dan juga menimbulkan respons dari negara-negara di luar kawasan. Artikel ini mengkaji strategi diplomasi Tiongkok, tantangan yang dihadapinya, dan implikasi dari upaya mereka dalam memperkuat posisi dan pengaruhnya di Asia Tenggara. Artikel ini membahas tentang diplomasi vaksin yang dilakukan Tiongkok di Asia Tenggara. Penulis menggunakan teori diplomasi vaksin dan memfokuskan pada pengaruh diplomasi vaksin Tiongkok di Asia Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi vaksin Tiongkok di Asia Tenggara telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hubungan Tiongkok dengan negara-negara di kawasan.Dalam artikel ini, penulis menjelaskan bagaimana Tiongkok menggunakan diplomasi vaksin untuk memperkuat pengaruhnya di Asia Tenggara. Penulis juga membahas dampak dari diplomasi vaksin Tiongkok terhadap hubungan Tiongkok dengan negara-negara di kawasan. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang diplomasi Tiongkok di Asia Tenggara, khususnya dalam hal penggunaan vaksin sebagai alat diplomasi.Kata kunci: Asia Tenggara, Diplomasi, Tiongkok.
Penguatan Ekonomi Lokal Thailand Melalui Global Value Chain (GVC) Ekspor Buah Tropis Surya, Prayoga Adhi; Wijayati, Hasna; Widhiyoga, Ganjar
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7653

Abstract

GVC memberikan banyak keuntungan bagi negara yang menerapkan sistem tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara yang terlibat GVC, terutama bagi negara berkembang. Thailand memiliki potensi buah tropis yang sangat besar dan dapat memproduksi buah tropis dengan kualitas yang baik. Hal tersebut membuat ekspor buah tropis Thailand dalam penguatan GVC memiliki posisi yang relatif signifikan di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan ekonomi lokal Thailand melalui Global Value Chain (GVC) ekspor buah tropis pada tahun 2017-2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori perdagangan internasional serta konsep dari Global Value Chain (GVC) membahas partisipasi buah tropis Thailand Dalam GVC dan pengaruhnya terhadap penguatan ekonomi lokal. Hasil dari penelitian ini menunjukan GVC buah tropis Thailand memberikan pengaruh dalam produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Terlepas dari kendala yang ada, Thailand memegang posisi yang relatif signifikan dalam GVC buah tropisnya, terutama pada komoditas durian dan mangga. Melalui GVC dan adanya aktivitas ekonomi yang lebih intensif, buah tropis Thailand turut berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) negara Thailand di daerah produksi terbesarnya, serta menciptakan banyak lapangan kerja terutama bagi petani kecil. Hal tersebut juga didukung dengan adanya lingkungan kebijakan yang mendukung peningkatan perekonomian.  
Analisa Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Imigran Ilegal Meksiko Dalam Isu Perbatasan Pada Tahun 2017-2019 Sugiati, Cristy
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v7i2.7229

Abstract

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana kebijakan Amerika Serikat dibawah pemerintahan Donald Trump terkait dengan imigran illegal Meksiko pada tahun 2017-2019. Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan pembatasan terkait dengan imigran yang masuk ke wilayah Amerika Serikat terutama imigran asal Meksiko. Dalam menganalisa isu terkait, penulis menggunakan teori kepentingan nasional dan teori keamanan nasional dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil Analisa didapatkan bahwa pemerintah Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Trump mengambil kebijakan yang cukup signifikan terkait dengan isu imigran illegal yang Sebagian besar berasal dari Meksiko. Dengan mengusung American first, Amerika berusaha melindungi domestiknya dengan melarang dan membatasi imigran yang masuk dari Meksiko.Kata Kunci: Imigran, Ilegal, Amerika Serikat, Donal Trump, Meksiko
Internasionalisasi Bahasa Indonesia: Upaya BIPA Dan Fenomena Penurunan Minat Bahasa Indonesia di Australia Tahun 2020-2024 Fithriana, Arin; Putri Karamina, Fadiah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7774

Abstract

 Internationalization of Bahasa Indonesia conducted to build a positive image of the country. One of the ways to achieve this is by implementing the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program. Australia is one of the countries that has many BIPA teaching institutions. However, there is a fluctuating phenomenon that tends to decrease the interest in learning Indonesian in Australia. Therefore, this research aims to find out how Indonesia's efforts to internationalize Indonesian language in Australia in 2020-2024 through the BIPA program. To achieve this goal, this research uses a qualitative approach in its analysis and will explain the results obtained in the form of descriptions using the liberalism paradigm with the concept of Internationalization and Nation Branding. The results show that the use of diaspora, the implementation of cultural and language promotion programs, the use of digital media and technology have been carried out by Indonesia. Seeing the fluctuating phenomenon tends to decrease interest in learning Indonesian that occurs in Australia. So the Internationalization of Indonesian language is still a form of potential soft power, so that it is important for the state to continue to make communication efforts in nation branding which will then gradually be able to build the image of the country. Keywords: BIPA, Nation Branding, Indonesia, Australia, Cooperation 
Diplomasi Kebudayaan Korea Selatan di Indonesia Melalui Komunitas Sahabat Korea Tahun 2019-2021 Zulfian, Muhammad Haekal
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i1.7520

Abstract

This journal explores South Korean cultural diplomacy in Indonesia during the years 2019-2021, focusing on the role played by the "Sahabat Korea" community. Analyzing the initiatives, events, and collaborations within this cultural exchange platform provides insights into the strategies employed by South Korea to enhance bilateral relations and foster mutual understanding between the two nations. The study sheds light on the impact of cultural diplomacy facilitated by grassroots communities and its significance in shaping diplomatic discourse.
Digital Nomad Visa as a Development Instrument for Indonesian Tourism Diplomacy Damayanti, Christy; Nugroho, Agung Yudhistira; Rohmadiena, Qonitah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i2.7762

Abstract

Visa Digital Nomad di Indonesia muncul seiring berkembangnya teknologi   informasi dan komunikasi. Terminologi digital nomad berasal dari para remote workers yang kebanyakan bekerja dalam sektor digital, di mana para pelaku remote workers dapat mengerjakan pekerjaan mereka dari mana saja, tanpa terikat ruang, sejauh tersedia jaringan digital. Para remote workers yang menyebut diri mereka sebagai digital nomad ini, biasanya akan tinggal di suatu wilayah yang memiliki daya tarik wisata. Hal ini didorong oleh kemampuan mereka untuk bekerja di mana saja, sehingga mereka bisa memilih tempat yang nyaman untuk bekerja sekaligus mengusung ide work-life balance. Tren pekerja digital nomad ini semakin menjamur di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Pemerintah Indonesia, dalam hal in Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melihat fenomena ini sebagai peluang bagi pengembangan pariwisata Indonesia dalam mengusung digital nomad tourism. Penelitian ini bertujuan meneliti bagaimana peran kebijakan Visa Digital Nomad sebagai instrumen pengembangan diplomasi pariwisata Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data-data yang telah telah dikumpulkan dan dipilih ini lalu akan diproses untuk diolah dalam tahap pengolahan data. Data yang paling relevan serta mampu mendukung penelitian akan diproses untuk dilakukan analisis sehingga didapatkan hasil penelitian yang paling sesuai. Data-data tersebut dianalisis dengan interpretasi menggunakan landasan teori yang dari landasan konseptual. Analisis data yang diperoleh lalu disajikan dengan disesuaikan pada tujuan dan perumusan masalah yang telah ditentukan dalam penelitian.Kata Kunci : Visa Digital Nomad, pariwisata, remote worker, diplomasi pariwisataAbstract The Digital Nomad Visa in Indonesia emerged along with the development of information and communication technology. The term digital nomad comes from remote workers who mostly work in the digital sector, where remote workers can do their work from anywhere without being bound by space, as long as a digital network is available. These remote workers, who call themselves digital nomads, will usually live in an area that has tourist attractions. This is driven by their ability to work anywhere, so they can choose a comfortable place to work while promoting the idea of work-life balance. This trend of digital nomad workers is increasingly mushrooming in various regions, including Indonesia, as the COVID-19 pandemic hits the world. The Indonesian government, in this case the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf), sees this phenomenon as an opportunity for the development of Indonesian tourism by promoting digital nomad tourism. This research aims to examine the role of the Digital Nomad Visa policy as an instrument for developing Indonesian tourism diplomacy. This research is qualitative. The data that has been collected and selected will then be processed in the data processing stage. The data that is most relevant and able to support research will be processed for analysis so that the most appropriate research results are obtained. These data were analyzed by interpretation using a theoretical basis based on a conceptual basis. The analysis of the data obtained is then presented in accordance with the objectives and problem formulation that have been determined in the research. Keywords: Digital Nomad Visa, tourism, remote workers, tourism diplomacy 
Respon Tiongkok dan Korea Selatan Terhadap Uji Coba Nuklir Korea Utara Tahun 2017 Saraswati, Dewi Kania
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v9i1.7677

Abstract

Jurnal ini menganalisis respons Tiongkok dan Korea Selatan terhadap uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara pada tahun 2017 dengan mempertimbangkan konsep keamanan regional. Melalui pendekatan keamanan regional, penelitian ini mengidentifikasi dampak apa yang dirasakan Korea Selatan dan Tiongkok sehingga mengeluarkan respons. Tiongkok, sebagai mitra strategis Korea Utara, dihadapkan pada dilema keamanan yang melibatkan keseimbangan antara mendukung rezim Korea Utara dan menjaga stabilitas regional. Sementara itu, Korea Selatan dihadapkan pada tantangan keamanan yang mengharuskannya merespon dengan cermat terhadap ancaman nuklir tetangganya sambil mempertahankan keseimbangan regional.Kata Kunci : Korea Utara, Tiongkok, Keamanan Regional, Uji Coba Nuklir, Korea Selatan.