cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
English Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 23023546     DOI : -
Core Subject : Education,
ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE: E- JOURNAL English Language and Literature Study Program of FBS UNP. Volume 1, Number 1, September 2012, ISSN 2302-3546. English Language and Literature Study Program journal is published three times a year (March, June, and September). It consits of scientific article and the result of reserach about language, literature and arts field.
Arjuna Subject : -
Articles 569 Documents
THE IMPACT OF CONSUMERISM IN “CONSUMER BY CELINE CHARCOAL, CONSUMER, MERELY ANOTHER GOD BY ROSS DIX PEEK, AND A SAD TALE OF CONSUMERISM BY MICHAEL SHEPHERD Yudha Oka Pratama, An Fauzia Rozani Syafei (p: 297-307)
English Language and Literature Vol 2, No 1 (2013): SERIE : D
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v2i1.2420

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisa sejauh mana ketiga puisi ini  merefleksikan dampak dari consumerisme,  (2) menunjukkan kontribusi elemen puisi (speker, tone, metafora) dalam mengungkap dampak consumerisme dala puisi ini. Data penelitian ini adalah teks tertulis yang dikutip dari ketiga puisi tersebut. Kutipan teks tersebut kemudian diinterpretasi dan dianalisa berdasarkan teori budaya consumer  yang dikemukakan oleh Wilkie dan teori prilaku dari budaya consumer yang dirumuskan oleh Scihffman dan Kanuk . Hasil analisa menunjukkan bahwa budaya consumerisme tersebut memberikan dampak terhadap kehidupan manusia. Dampak tersebut yaitu mengubah pola pikir manusia dan mengubah gaya hidup manusia.   Key words: Konsumerisme, consumptive, budaya consumer.
COMPARISON OF THE MAXIM VIOLATION FOUND IN ACTION AND DRAMA MOVIES Kadek Gina Dwi Adriani, Hamzah, Havid Ardi (p: 69-78)
English Language and Literature Vol 1, No 2 (2013): SERIE: B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i2.900

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pelanggaranmaksim-maksim prinsip kerja sama dalam dua jenis genre filmyaitu film aksi “Charlie’s Angels” dan film bergenre drama “ThePacifer”. Selain itu, penelitian ini juga mendiskripsikan maksimapa saja yang dilanggar dalam dua film tersebut. Sumber datadikumpulkan dari skrip kedua film dan fokus analisis pelanggaranmaksim ditujukan pada karakter utama film tersebut. Dari hasilanalisa, karakter-karakter utama dari dua film tersebut melanggarseluruh maksim, yaitu maksim kuantitas (quantity), kualitas(quality), hubungan (relevansi) dan maksim tindakan (manner).Pada film aksi “Charlie’s Angels”, terjadi 53 macam pelanggaranmaksim yang terjadi pada tiga karakter utama. Maksim yang palingbanyak dilanggar adalah maksim kualitas, dengan persentase35.85% , diikuti pelanggaran maksim kuantitas 18.87%. setelah itu,pelanggaran maksim relevansi dan tindakan sebanyak 22.64%.Sedangkan pada film drama “The Pacifier”, terjadi 48 pelanggaranmaksim. Maksim yang paling banyak dilanggar adalah maksimkuantitas, sebanyak 37.5%. Pelanggaran maksim relevansisebanyak 25 %. Pelanggaran maksim kualitas dan maksim tindakanmemiliki persentase yang sama, yaitu 18,75%.Kata Kunci: cooperative principle, maxim violation, action movie,drama movie
DIRECTIVE SPEECH ACTS USED IN HARRY POTTER-THE DEATHLY HALLOW AND BRIDE WARS MOVIE SCRIPT Lidya Oktoberia, Hamzah, Rima Andriani Sari
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1815

Abstract

Penilitian ini menganalisa penggunaan tindak tutur dalam bahasa dua judul filem yaitu Harry Potter-The Deathly Hallow dan Bride Wars. Penelitian ini juga mengambil dua filem dari jenis yang berbeda bertujuan untuk membandingakan penggunaan direktif yang mendominasi dalam dua filem dengan jenis yang berbeda. peneliti menemukan bahwa penggunaan tindak tutur direktif command atau bentuk perintah lebih mendominasi dari pada penggunaan tindak tutur lain dalam filem yang berjenis fiksi. Dari hasil penelitian dalam filem yang bergenre fiksi penggunaan tindak tutur dalam bentuk perintah lebih mendominasi, hal ini dikarenakan film fiksi menunjukan kekuataan dari masing-masing karakter dengan sangat jelas..Kata kunci: Speech Act,
MATERIAL INCLINATION TO INDICATE SOCIAL STATUS IN LAUREN WEISBERGER’S NOVEL THE DEVIL WEARS PRADA (2003) Rinaldo Cesar, Kurnia Ningsih, Delvi Wahyuni (p: 206-219)
English Language and Literature Vol 2, No 1 (2013): SERIE : C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v2i1.2411

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisa sejauh mana novel ini merefleksikan material inclination, (2) menunjukkan kontribusi elemen fiksi (implied author) dalam mengungkap material inclination dalam novel ini. Data  penelitian ini adalah teks tertulis yang dikutip dari novel. Kutipan teks tersebut kemudian diinterpretasi dan dianalisa dengan menggunakan elemen fiksi (implied author) lalu dikaitkan dengan konsep Consumerism yang dikemukakan oleh Zygmunt Baumann, konsep Hedonism yang dikemukakan oleh Ruut Veenhoven dan teori postmodern yang dirumuskan oleh Jean Baudrillard. Hasil analisa menunjukkan bahwa karakter cenderung memposisikan benda-benda materi dan harta kekayaan sebagai parameter untuk mengindikasikan sosial statusnya. Hal ini terbukti dari dua karakteristik: konsumerisme dan hedonisme. Konsumerisme terlihat dari pola hidup karakter sedangkan hedonism terlihat dari gaya hidup karakter. Benda-benda materi serta harta kekayaan beralih nilai dan fungsi menjadi sebatas komoditas untuk mencapai kepuasan personal. Keberadaan benda-benda materi dan harta kekayaan sangat simbolik sebagai bahasa untuk menunjukkan status sosialnya di masyarakat   Key words: Material inclination, konsumerisme, hedonisme, postmodern, status sosial.
TYPES OF ILLOCUTIONARY ACTS IN THE SLOGANS OF TOURISM DESTINATION ADVERTISEMENTS Shinta Agusta, Rusdi Noor Rosa
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1832

Abstract

abstrakMakalah ini mendeskripsikan tipe-tipe tindak tutur ilokusi yang ditemukanpada slogan iklan tempat-tempat wisata yang diunduh dari internet. Penulismenganalisis bentuk-bentuk ilokusi yang banyak digunakan pada iklan pariwisata.Penulis menunjukkan bahwa tipe tindak tutur yang banyak digunakan dalamiklan tempat-tempat wisata adalah tipe deklaratif. Penulis menyimpulkan bahwapembuat iklan menyampaikan ide mereka dengan menggunakan kata-kata lainsebagai pengganti nama lokasi dengan julukan tertentu. Dalam iklan jugadigunakan kata-kata yang bervariasi seperti mendeskripsikan, menjanjikan, danada pula yang melanturkannya melalui sugesti. Walaupun caranya berbeda tetapitetap mengandung unsur yang sama yaitu untuk promosi.Kata kunci: Illocutionary, acts, tourism, destinations, slogans, Advertisements
THE CAUSES OF DISILLUSIONMENT IN JENNIFER EGAN’S NOVEL A VISIT FROM THE GOON SQUAD (2010) Rahmad Putra, An Fauzia Rozani Syafei (p:62-71)
English Language and Literature Vol 1, No 3 (2013): SERIE : A
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i3.1806

Abstract

Abstrak   Tujuan penganalisaan ini adalah untuk (1) mendapatkan jawaban apa saja elemen sastra yang membantu penganalisaan tentang peyebab rasa kekecewaan serta (2) menunjukkan kontribusi elemen fiksi (karakter, seting, dan konflik) dalam mengungkap penyebab rasa kekecewaan dalam novel ini. Data penelitian ini adalah teks tertulis dari novel. Kutipan teks tersebut dianalisa berdasarkan teori rasa kekecewaan yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, teori ideologi yang dirumuskan oleh Karl Marx dan teori kekuatan yang dikemukakan Michel Foucault. Hasil analisa menunjukkan bahwa rasa kekecewaan yang dialami oleh karakter disebabkan oleh dua hal, yaitu dominasi yang dilakukan oleh kelas yang lebih kuat dan harapan yang tidak terpenuhi dari karakter. Dari kedua tindakan tersebut, terlihat bahwa rasa kecewa yang dialami manusia dalm kehidupan sehahri-hari bisa disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.   Kata kunci:   disillusionment, domination, expectation.
DIFFERENCES IN EUPHEMISMS USED BY MALE AND FEMALE IN MINANGKABAUNESE Imron Rosadi, Yuli Tiarina, Rusdi Noor Rosa (p: 121-132)
English Language and Literature Vol 2, No 1 (2013): SERIE : B
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v2i1.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan tipe tipe ungkapan pelembut (eufemisme) dan fungsi fungsi ungkapan pelembut (eufemisme) yang diujarkan oleh laki laki dan perempuan di dalam bahasa Minangkabau. Penelitian  ini termasuk penelitian secara deskriptif yang berpijak pada  fakta dan realita dari ungkapan pelembut (eufemisme) yang diujarkan oleh laki laki dan perempuan di kawasan Minagkabau dalam percakapan sehari hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 221 buah eufemisme yang digunakan oleh laki laki dan perempuan dalam bahasa Minangkabau. Laki laki mengujarkan 143 ungkapan eufemisme dan memiliki 13 tipe ungkapan eufemisme sedangkan perempuan mengujarkan 78 ungkapan euphemism dan memiliki 15 tipe ungkapan eufemisme. Tipe yang paling banyak di temukan dari laki laki dan perempuan adalah external borrowing (kata pinjaman yang diambil dari luar bahasa Minangkabau atau bahasa asing). Sedangkan untuk fungsi eufemisme tersebut ditemukan bahwa laki laki memakai ungkapan eufemisme untuk menjaga perasaan pendengar dari rasa malu dan bersalah sedangkan perempuan adalah untuk menghaluskan dan menjaga rasa kesopanan dengan mengganti kata tersebut seindah mungkin atau fungsi positif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perempuan lebih ekspresif daripada laki laki dalam menggunakan ungkapan pelembut (eufemisme) dan bahasa Minangkabau lebih banyak menggunakan semantic change (perubahan makna asli). Kata Kunci: Sociolinguistics, Euphemism, Minangkabaunese, Male and Female.
The Analysis of Errors Made by The Third Year Students of English Department in Translating Narrative Text Vioksana Bonita Adelia; Rusdi Noor Rosa
English Language and Literature Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v9i4.110346

Abstract

This study aims at finding out the errors made by the third year English Department students of Universitas Negeri Padang in translating a narrative text from English into bahasa Indonesia. This study used a descriptive method. The data were the translation of the narrative text entitled Snow White done by the third year English Department students of Universitas Negeri Padang. The data were collected using a test and were analyzed using the error analysis. The results of the study indicate semantic error is the error frequently committed by the students in their translation with the frequency of 72 times (59%). Pragmatic error (29%) is the second most frequent error, while morphological error and syntactical error are seldom found in the students’ translation. In conclusion, the errors made by the students are mainly motivated by their tendency to follow the meaning of the dictionary (word for word translation).
Institutional Racism in American Post-Civil Rights Movement in Dear Martin by Nic Stone (2017) Afifah Indriani; Delvi Wahyuni
English Language and Literature Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v10i1.111249

Abstract

This thesis is an analysis of a novel written by Nic Stone entitled Dear Martin (2017). It explores the issue of institutional racism in the post-civil rights era. The concept of systemic racism by Joe R.Feagin is employed to analyze this novel. This analysis focuses on four issues of systemic racism as seen through several African-American characters. This analysis also depends on the narrator to determine which parts of the novel are used as the data. The result of the study shows that African-American characters experience four forms of institutional racism which are The White Racial Frame and Its Embedded Racist Ideology, Alienated Social Relations, Racial Hierarchy with Divergent Group Interest, and Related Racial Domination: Discrimination in Many Aspects. In conclusion, in this post-civil rights movement era, African-Americans still face institutional racism.
A Narrative Stylistic Analysis of Associated Press (AP) News Anisa Choirany; Hermawati Syarif
English Language and Literature Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v9i4.110223

Abstract

Although there have been various stylistic studies of news, the use of narrative stylistic approach in analysing news has not been common. The aim of this research is to analyse the stylistic domains and narrative components in the Associated Press (AP) news. It was carried out descriptive-qualitatively. Ten news were studied by using stylistic units of analysis based on model of narrative structure in Simpson (2004) and Jahn’s classification of narrative components (2005). After completing the analysis, it was found that news is one category of narrative and it contains the use of six stylistic domains and nine narrative components. The six stylistic domains are textual medium, sociolinguistic code, action and event, point of view, textual medium and intertextuality. In addition, there are also occurences of the nine narrative components: narration, focalization, narrative situation, action, story analysis, tellability, tense, time and narrative mode.