cover
Contact Name
Pebra Heriansyah
Contact Email
hpebra92@gmail.com
Phone
+6282383267805
Journal Mail Official
janakajournal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Agricultural Sciences, Islamic University of Kuantan Singingi Campus Kebun Nenas, Jake Jl. Gatot Subroto KM. 7. Kebun Nenas Jake, Kuantan Singingi, Riau Indonesia 29566
Location
Kab. kuantan singingi,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
ISSN : 2684785X     EISSN : 26561727     DOI : https://doi.org/10.36378/juatika.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) contains original articles of research, review article/literature review in Agronomy, Plant Protection, and Soil Science
Articles 327 Documents
The Potential Of Bacterial Endophyte Of Plants Paitan Titonia Deversifolia As Biofertilizer And Biopesticide: Potensi Bakteri Endofit Dari Tanaman Paitan Titonia Deversifolia Sebagai Biofertilizer dan Biopestisida Desta andriani; M FIRDAUS OKTAFIYANTO
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i2.146

Abstract

The development of pathogen control is currently not only targeted at suppressing pathogens but also considered safe for the ecosystem by utilizing endophytic bacteria. Endophytic bacteria can live in plant tissues without causing symptoms of disease and have a positive influence on plant growth. This study aims to obtain potential endophytic bacteria from T. diversifolia. Of the 23 endophytic bacteria isolated and previously characterized there were 13 endophytic bacteria that had the potential to increase rice growth, namely isolates, Ta42t, Ta46t, Ta31n, Tb31t, Tb35t, Tb41t, Ta34n, Tb34n, Ta36n, Tb32t, Tb43n, Ta43n, Tb32n, Tb45n. Of the 23 isolates 3, endophytic bacterial isolates that can suppress pathogens are Tb45n, Tb42n and Ta43n isolates. There are 2 isolates that can be used as triggers for growth as well as can be used to suppress pathogen growth.
The Effect Of The Use Of Various Fruit Fly Atraktan (Bactrocera spp.) At The Four Varieties Of Watermelon (Citrullus vulgaris S.): Pengaruh Penggunaan Berbagai Atraktan Lalat Buah (Bactrocera spp.) Pada Empat Varietas Semangka (Citrullus vulgaris S.) Kurnia Hudiono Purwo Saputro
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i2.157

Abstract

Kurnia Hudiono Purwo Saputro “Efektifitas Penggunaan Berbagai Atraktan Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Empat Varietas Semangka (Citrullus vulgaris S.) dengan Keinggian Perangkap yang Berbeda”. Telah dilaksanakan di desa Buluh Rampai, kecamatan Seberida, kabupaten Indragiri Hulu, propinsi Riau selama empat bulan dimulai bulan Mei sampai bulan Agustus 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan lalat buah (Bactrocera spp.) pada empat varietas semangka. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak–petak Terbagi (Split-split Plot Design) dengan 4 ulangan, dimana ada 4 (empat) varietas Semangka yaitu varietas Manise-F1 , Torpedo , F-1 Sweet Negra dan Mardy F-1 sebagai petak utama dan anak petaknya adalah Perangkap Steiner dengan zat atraktan minyak Selasih (Basil Sweet Essensial Oil), Perangkap Steiner dengan zat atraktan minyak Kemangi (Holy Basil Oil), : Perangkap Steiner dengan zat atraktan sintetis berbahan aktif Metil Euglenol (Petrogenol), dan Perangkap Steiner dengan Perekat (Lem Metilat). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah imago lalat buah yang terperangkap, intensitas serangan lalat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai jenis atraktan berpengaruh nyata terhadap jumlah imago yang terperangkap, dan intensitas serangan lalat buah Jumlah imago lalat buah yang terperangkap tertinggi terdapat pada pengamatan I yaitu sebanyak 509 ekor pada perlakuan varietas Manise-F1, Perangkap Steiner dengan Perekat (Lem Metilat) , terendah sebanyak 0 ekor pada perlakuan varietas Manise-F1, Perangkap Steiner dengan zat atraktan minyak Selasih (Basil Sweet Essensial Oil), dan varietas Manise-F1, Perangkap Steiner dengan zat atraktan minyak Kemangi (Holy Basil Oil). Persentase serangan tertinggi terdapat pada varietas Manise F-1 umur 56 HST berturut-turut pada perlakuan Perangkap Steiner dengan zat atraktan minyak Selasih (Basil Sweet Essensial Oil) sebesar 29%.
The Study Of Potential Agroecosystems And Management In Watershed Of Indragiri In Sangau Village District Kuantan Mudik: Kajian Potensi Agroekosistem Dan Pengelolaannya Di Das Indragiri Desa Sangau Kec. Kuantan Mudik Seprido Seprido
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i1.158

Abstract

Penelitian tentang kajian potensi agroekosistem dan pengelolaannya di kawasan DAS Indragiri di desa Sangau Kecamatan Kuantan Mudik ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur agroekosistem DAS dan mengkaji permasalahan yang ada pada kawasan DAS Indragiri sebagai informasi untuk menentukan langkah-langkah alternatif untuk optimalisasi pemanfaatan kawasan DAS Indrgiri yang berkelanjutan di Desa Sangau. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang dilaksanakan pada bulan Februari –April 2017. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survey yakni dengan melakukan survey kelapangan serta wawancara dengan masyarakat seedangkan data sekunder didapatkan melalui penelusuran internet. Analisi yang digunakan adalah kombinasi deskriptif dan eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pertanian sangat berpotensi untuk dikembangkan pada areal DAS Indragiri di Desa Sangau. Adanya sikap yang kurang proaktif dari masyarakat serta belum sesuainya dengan prinsip prinsip berkelanjutan menyebabkan penurunan produksi pada sector pertanian ini. Pemanfaatan daerah aliran sungai dengan mengikuti konsep agroekosistem dan melibatkan peran stakeholder dapat meningkatkan potensi agroekosistem dan juga dapat memberikan manfaat peningkatan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat.
The Role of Charcoal from Oil Palm Trunks for Improving Macro Nutrients Content of Corn (Zea mays, L.).: Peranan Arang Batang Kelapa Sawit dalam Peningkatan Kadar Hara Makro Tanaman Jagung (Zea mays, L.). Febrianti Febrianti; Syofia Asridawati
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i2.159

Abstract

Budidaya tanaman jagung (Zea mays L.) membutuhkan nutrisi yang berperan penting dalam produksi jagung, sehingga upaya peningkatan produksi jagung selalu diikuti dengan menggunakan pupuk. Ketersediaan batang kelapa sawit yang melimpah saat penanaman kembali kelapa sawit merupakan peluang untuk memanfaatkan batang kelapa sawit sebagai bahan baku arang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh arang dari batang kelapa sawit terhadap kadar unsur hara makro tanaman jagung. Tanah yang digunakan sebagai media tanam adalah Latosol yang diambil pada kedalaman 0-20 cm. Media tanam diberi arang batang kelapa sawit sebanyak 0%, 4%, 8%, 12%, 16% dan 20% dari berat tanah tanah yang digunakan. Berat tanah yang digunakan adalah 12 kg BKM. Media tanam diberi pupuk dasar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang diberi perlakuan 20% arang dari batang kelapa sawit meningkatkan kadar hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan magnesium (Mg) secara signifikan.
The Application Of PCR (Polymerase Chain Reaction) Using Specific Primer To Detect Chillies Drought Tolerant: Aplikasi PCR (Polimerase Chain Reaction) Menggunakan Primer Spesifik Untuk Mendeteksi Cabai yang Toleran Terhadap Kekeringan Ria Oktavianti
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i2.176

Abstract

The purpose of this study was to find tolerant genotypes. This research was conducted on 16 chilli genotypes from UIN Suska Riau Laboratory of Breeding and Genetics. Using four specific primers wich were TIL, DREB2A, P5CS, and Primary Pair 2 (BLAS). Results of the study showed amplifikasi of chilli DNA could be obtained using TIL and Pair 2. Primer however th corsponding result were obtain only by using TI to be drought tolerant, while 5 genotypes were found drought intolerant. The drought tolerant genotypes were (RFC-005), (RFC-006), (G-UIN- 016), (G-UIN-015), (G-UIN-065), (UIN-097), (UIN-035), (UIN-100), (UIN-099), (UIN-037) and (UIN-096). While 5 intolerant genotypes were (G-UIN-019), (G-UIN-008), (G-UIN-038), (RFC-013) and (UIN-036).
The Test Characteristics Of Liquid Waste POC Tahu and Liquid Waste POC Tahu Plus Maja Fruit: Uji Karakteristik Poc Limbah Cair Tahu Dan Poc Limbah Cair Tahu Plus Buah Maja Angga Pramana; Willi Heriko
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i2.253

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan limbah cair tahu dan buah maja sebagai pupuk organik cair guna mengurangi dampak pencemaran lingkungan sebab limbah industri tahu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan tentang karakteristik POC limbah cair tahu dengan POC limbah cair tahu plus buah maja. Hasil analisis POC limbah cair tahu dan POC limbah cair tahu plus buah maja adalah berturut-turut N 1.05%, P 0.47%, K 0.48%, C,Org 20.8%, Ca 20.55 ppm, Mg 24.61 ppm dan pH 5.8 dan N 0.12%, P2O5 0.17%, KO3 0.13%, Mg 0.03%, Ca 0.19%, C-Org 0.37%, Dan pH 7.33. Dari hasil analisis masing-masing POC mengandung unsur hara makro dan mikro, namun POC limbah cair tahu memiliki kandungan unsur yang lebih besar dibandingkan dengan unsur hara yang terdapat pada POC limbah cair tahu plus buah maja.
Correlation and Path Analysis Quantitative Character of 20 Genotype Chilli (Capsicum annuum L.): Analisis Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Kuantitatif 20 Genotipe Cabai (Capsicum annuum L.) Yunandra Yunandra; Muhamad Syukur; Elza Zuhry; Deviona Deviona
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i1.369

Abstract

ABSTRACT Chili high yield is the target of plant breeding. High yielding chili selection can be done through direct selection of yield characters and indirectly through other characters. Indirect selection is more efficient than the selection of one character. This research aims to study the relationship between quantitative characters with yield as well as obtaining the selection criteria. Correlation analysis results showed that the fruit weight, fruit diameter, pericarp thickness, leaf width, and leaf length were positively correlated and were very significant on yield. Based on the path analysis, characters that have a positive direct effect on yield are fruit weight, fruit diameter, leaf width, and leaf length, while pericarp thickness had a negative direct effect but had a large indirect effect on yield.
Utilization of Biochar Rice Husk and Straw to Increase Yield of Upland Rice (Oryza sativa L.) on Ultisol Medium: Pemanfaatan Biochar Sekam dan Jerami Padi untuk Meningkatkan Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) pada Medium Ultisol Karunia Gea; Nelvia Nelvia; Adiwirman Adiwirman
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i2.374

Abstract

Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia dan mengalami defisit setiap tahun. Budidaya padi gogo di lahan marginal seperti Ultisol menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan beras. Ultisol memiliki beberapa masalah dalam pengelolaannya seperti keasaman dan kekurangan nutrisi. Diperlukan input seperti sekam padi dan jerami padi berupa residu biochar dan asap cair untuk memperbaiki masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi biochar, asap cair dan interaksi biochar dan asap cair terhadap pertumbuhan padi gogo di medium Ultisol. Penelitian ini dalam bentuk percobaan faktorial disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah residu biochar terdiri dari 4 taraf (0/tanpa biochar, 10 ton ha-1 sekam padi, 10 ton ha-1 jerami padi dan 5 ton ha-1 sekam padi + 5 ton ha-1 jerami padi). Faktor kedua adalah asap cair terdiri dari 3 taraf (0/tanpa asap cair, 0.5 ml L-1 sekam padi dan 0.5 ml L-1 jerami padi) masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu biochar sekam padi dan jerami padi masing-masing dosis 10 ton ha-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol bahkan pada campuran keduanya (1:1) peningkatannya lebih tinggi. pemberian asap cair sekam padi dan jerami padi dosis 0.5 ml L-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai, bobot kering jerami dibandingkan kontrol. Interaksi campuran residu biochar (sekam padi dan jerami padi) dosis 10 ton ha-1 (1:1) dan asap cair 0.5 ml L-1 (sekam padi dan jerami padi) meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, umur keluar malai dan bobot kering jerami dibandingkan kontrol.
Isolation And Identification Of Carried Seed Fungus Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth: ISOLASI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN TERBAWA BENIH Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth Era Kurniati Kurniati; Delita Zul; Budi Tjahyono
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i1.379

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada bibit Acacia crassicarpa (Akasia) sangat berpotensi menimbulkan kerusakan pada bibit dan dapat terbawa benih. Bentuk kerusakan karena serangan patogen sangat bervariasi, bergantung pada jenis patogen, benih dan faktor lingkungan. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk isolasi dan identifikasi patogen terbawa benih Akasia. Benih yang digunakan sebagai sumber isolat yaitu benih yang disimpan di Dry Cold Storage (DCS) dengan tahun panen benih 2012, 2015 dan 2016. Isolasi cendawan dari benih dilakukan dengan meletakkan benih di atas medium agar PPA dan dipurifikasi pada medisum PSA. Karakterisasi secara mikroskopik menunjukkan bahwa cendawan yang diisolasi terdiri dari 4 genus, yaitu Aspergillus, Rhizopus, Penicillium dan Fusarium. Isolat yang secara mikroskopis termasuk genus Fusarium diidentifikasi secara molekuler berdasarkan Internal Transcribed Spacer (ITS). Hasil BLAST menunjukkan bahwa sekuen (ITS) isolat 2012 dan 2016 dengan ukuran 570-580 bp memiliki kemiripan paling dekat dengan cendawan kelompok Fusarium sp. Nilai max identity isolat uji sebesar 88,87% (isolat 2012) dan 87,55% (isolat 2016). Hasil uji patogenisitas cendawan Fusarium sp. secara in vitro menunjukkan bahwa tidak ada gejala nekrosis yang muncul selama pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa Fusarium yang diisolasi diduga tidak bersifat patogen.
Generational Analysis of Generations of M2 and M3 of Green Beans crop (Vigna radiata L.) Gamma-ray Radiation Results: Analisis Keragaman Fenotipe Generasi M2 Dan M3 Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Hasil Radiasi Sinar Gamma Fitri Yanti; Aslim Rasyad; Herman Herman
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v2i1.381

Abstract

The objective of this research was to determine phenotypic variability of mung bean M2 and M3 Mutant populations resulted from gamma ray irradiation. The Field experiment was conducted by using a completely randomized design in which three populations including M2, M3 and the parent (M0) were planted in 2017. Each population was planted in a plot of 3 m x 2 m with planting space of 30 cm x 20 cm to obtain 100 individual plant per plot. Every population was repeated 5 times so to get 500 plants per population. Observations were collected on all individuals in the population including plant height, number of stem internodes, length of internode, number of primary branches, age of flowering plants, date of harvest, length of pods, number of filled pods, number of seeds per pod, number of seeds per plant, weight of seeds per plants, and weights of 100 seeds. The results showed that gamma ray irradiation produced mung bean plants with a similar date of harvest. It could be seen from mean values ​​which were not significantly different, the values ​​of diversity, and range were almost equal which indicates the diversity of M2, M3 and M0 populations was relatively similar to the control. M2 and M3 generation of mung bean have large and high quality seeds weighing more than 6.5 g/100 seeds. The homogeneity of variance (HOV) analysis showed that variance of all population of all parameters observed were not homogeny except for plant height, number of stem internode and weight of 100 seeds.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 2 Mei 2026 Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 8 No. 1 January 2026 Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUAT Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 September 2025 Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 6 No. 3 September 2024 Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 5 No. 2 Juli 2023 Vol 5 No 1 (2023): Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 4 No 2 (2022): Volume 4 No. 2 Tahun 2022, Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 No.2 July 2021 Vol. 3 No. 2 (2021): Volume 3 No.2 July 2021 Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3 No.1 Januari 2021 Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 No.1 Januari 2021 Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 2 No 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No. 2 (2020): Vol 2 No 2 (2020): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020 Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 2 No.1, 2020 Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 1 No. 1 January 2019 Vol 1 No 2 (2019): July. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol 1 No 1 (2019): AGRONOMI TERAPAN More Issue