cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Penerapan Penataan Suara pada Produksi Acara Siaran Kethoprak Mataram di LPP RRI Stasiun Yogyakarta: Application of Sound Management in the Production of the Mataram Kethoprak Broadcast at LPP RRI Yogyakarta Station Sutanto Prasetyo Angkoso; Karna Karna
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 11 No 1 (2022): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v11i1.4993

Abstract

Seorang penata suara bertanggungjawab dengan atas segala yang berhubungan dengan audio, dari konsep serta kualitas output audio yang dihasilkan. Penata suara dapat diawali dengan pemilihan dan penempatan sebuah peralatan michophone pada sumber suara dengan baik dan benar yang disesuaikan dengan sumber suara pada proses produksi, serta bertanggungjawab penuh terhadap proses editing yang diawali dari proses mixing, equalizing, leveling, balancing dan mastering, sehingga produksi acara yang dihasilkan dapat maksimal. Riset dalam penelitian ini adalah kualitatif. Riset kualitatif bertujuan menjelaskan fenomena dengan sedalam dalamnya melalui pegumpulan data. Populasi sampel diambil secara acak sumber daya manusia yang ada di RRI Stasiun Yogyakarta, khususnya bidang teknik operator audio atau penata suara. Teknik pengumpulan data sekunder dapat dilakukan dengan menggunakan interview (wawancara), observasi (pengamatan), dokumen, dan kepustakaan. Penerapan teknik miking sudah dilakukan dengan baik melalui alternative pemilihan jenis maupun type microphone untuk menangkap akustik suara yang sesuai karakteristik sumbersuara dari musik dan vokal. Akan tetapi masih sering terjadi suara vocal pemain terkadang sesaat level suaranya mengecil bahkan terdengar hilang, dikarenakan gerakan pemain yang bergerak menjauh atau tertutup oleh pemain lain, sehingga microphone tidak bisa menangkap suara yang dikeluarkan oleh sumber suara. Suara pada vocal penyanyi/sinden dan instrument musik gamelan secara pendengaran bisa diterima dengan baik, tetapi masih ada kelemahan bahwa ada beberapa instrument musik gamelan sedikit kurang terdengar dengan jelas dan jernih, dikarenakan tidak semua instrument musik gamelan diberikan microphone, hanya cukup diberikan instrument yang suaranya menonjol (key source) atau yang memimpin iringan, sehingga level sumbersuara musik gamelan kurang seimbang (balance).
Penerapan Metode Double Diamond pada Desain User Interface Website: The Implementation of the Double Diamond Method on the Design User Interface Website Ekky Febrihandani Rahmawati; Ayuningtyas Ayuningtyas; Tri Sagirani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 11 No 1 (2022): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v11i1.4991

Abstract

CV. Bangun Bina Bersaudara menjual sarung tangan, masker dan produk kecantikan. Promosi produk yang selama ini dilakukan masih secara door to door, dan menerima pesanan melalui whatsapp. Dampak dari permasalahan tersebut adalah proses bisnis menjadi tidak efisien. CV. Bangun Bina Bersaudara telah memiliki website, namun kondisi website saat ini sangat tidak informatif dan kurang menarik, warna website sangat kontras dan tidak sedap dipandang mata. Akibatnya, informasi di web menjadi ambigu. Keadaan tampilan website tersebut membuat pelanggan enggan melakukan transaksi, dan membuat mereka kurang percaya pada perusahaan untuk melakukan pembelian produk melalui website. Hasil awal dari evaluasi website adalah 0,4, termasuk dalam kategori moderat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa memungkinkan untuk melakukan perbaikan dalam alur sistem dan user. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, peneliti menerapkan metode Double Diamond untuk melakukan desain ulang tampilan website. Proses pengujian prototype kepada responden menggunakan metode webuse sebagai tolok ukur persepsi dan respon dari pengguna. Rata-rata hasil akhir pengujian prototipe pada iterasi pertama adalah 0,937 dan hasil dari iterasi kedua adalah 0,986. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa desain website yang telah dibuat dapat diterima oleh pengguna.
Evalusi Kinerja Tata Kelola Teknologi Informasi terhadap Sistem Aplikasi Elektronik Program Keluarga Harapan dengan COBIT 5 Mailia Putri Utami; Aris Puji Widodo; Kusworo Adi
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3529

Abstract

Penelitian ini melakukan evaluasi dan identifikasi terkait proses dari kinerja tata kelola Teknologi Informasi (TI) terhadap aplikasi Elektronik Program Keluarga Harapan (E-PKH) dengan COBIT 5 yang pada implementasinya masih banyak kekurangan yang berimbas pada kurang maksimalnya kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) PKH dalam pelaksanaan program keluarga harapan Kementerian Sosial di Kota Semarang. Data diperoleh dari hasil kuesioner, di mana topik pembahasan mengarah pada penggunaan dari proses domain COBIT 5 yaitu Deliver, Service and Support (DSS) serta domain Monitor, Evaluate, and Assess (MAE).   Hasil evaluasi dari kinerja aplikasi E-PKH dengan COBIT 5 untuk 30 responden menunjukkan pada domain DSS01 (Manage Operation) level kapabilitas mencapai rata-rata nilai 0,79, yang berarti semua kegiatan operasional berdasasarkan standar COBIT 5 sudah terlaksana, di samping itu masih ada beberapa catatan yang perlu ditingkatkan, baik dari infrastruktur Teknologi Informasi yang sudah ada atau dengan dilakukannya kerjasama dengan pihak ketiga yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan standar kualitas dari infrastruktur Teknologi Informasi. Domain DSS04 (Manage continuity) level kapabilitas dengan nilai 0,98 dari nilai ini Direktorat Jaminan Sosial yang menaungi Program Keluarga Harapan memerlukan sebuah manajemen untuk penanganan kemampuan atau skills dari SDM Program Keluarga Harapan dalam menjalankan bisnis proses yang lebih baik dari sistem yang ada.
Tantangan dan Peluang Pemanfaatan Augmented Reality di Perangkat Mobile dalam Komunikasi Pemasaran Shiddiq Sugiono
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3715

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi digital yang telah memberikan banyak manfaat dalam berbagai aktivitas, tak terkecuali pemasaran. Sebagai teknologi yang dapat diakses melalui perangkat mobile, AR dinilai menjadi teknologi yang efektif dalam melakukan komunikasi pemasaran. Tidak hanya meningkatkan niatan seseorang dalam membeli produk, teknologi AR pada perangkat mobile dinilai dapat menjadi media komunikasi yang memberikan solusi sesuai kebutuhan pelanggan, dapat digunakan dimanapun dan mendorong competitive advantage dari pelanggan. Adapun sebagai teknologi yang diakses melalui perangkat digital maka AR tidak luput dari tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan. Dalam hal ini, pemetaan tantangan dan peluang menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan strategi komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai berbagai manfaat yang dapat dihadirkan oleh AR dalam komunikasi pemasaran melalui perangkat mobile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan 8 literatur yang diterbitkan dari tahu 2018 sampai dengan 2020. Penelitian ini menghasilkan sebuah kerangka berfikir mengenai tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh AR dalam konteks komunikasi pemasaran. Berdasarkan hasil analisis, AR menjadi teknologi memiliki peran penting dalam mengimplementasikan komunikasi pemasaran yang terintegrasi hal ini dikarenakan teknologi tersebut berfokus pada komunikasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya dan mampu membuka titik temu antara pelanggan dengan produk. Adapun dalam menjawab tantangan penggunaan teknologi AR dalam komunikasi pemasaran, organisasi harus mampu memberikan anggaran khusus untuk mengembangkan konten 3 dimensinya.
Implementasi Satu Data Indonesia: Tantangan dan Critical Success Factors (CSFs) Maulia Jayantina Islami
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3750

Abstract

Satu Data Indonesia (SDI) merupakan upaya untuk menyediakan data yang kredibel, akuntabel, dan mutakhir dengan jalan membangun database pemerintah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam setiap pengambilan kebijakan dan implementasinya. Inisiatif tersebut merupakan mandat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai banyak tantangan dalam perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data. Dengan pendekatan literature review, tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan atau permasalahan implementasi SDI dan menentukan Critical Success Factors (CSFs) dalam pelaksanaan SDI dari berbagai CSF Open Government Data. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pelaksanaan SDI dan penyusunan kebijakan turunan dari Peraturan Presiden mengenai SDI.
Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks Novianto Puji Raharjo; Bagus Winarko
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.3795

Abstract

Hoaks dianggap sebagai persoalan serius di era digital. Permasalahan tersebut mengindikasikan rendahnya literasi digital masyarakat. Di Indonesia, banyaknya jumlah pengguna Internet dan tingginya frekuensi masyarakat mengakses konten informasi dan media sosial, terutama di kalangan generasi milenial,  tidak diiringi dengan kesadaran untuk menggunakan internet dengan bijak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya dalam menanggulangi penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah generasi milenial usia 15 sampai 19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya secara umum berada pada indeks kategori rendah. Komponen tertinggi ditunjukkan oleh Kemampuan Memahami,  dengan skor indeks literasi digital 46,8%, yang termasuk kategori sedang. Komponen terendah ditunjukkan oleh Kemampuan Berkolaborasi dengan skor indeks literasi digital 32,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pembuat kebijakan sebagai screening data awal terkait tingkat literasi digital.
Analisis Manajemen Redaksi Media Online di Masa Pandemi Covid19 di Tirto.id Yogyakarta Nunuk Parwati
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.3979

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 membawa pengaruh yang signifikan kepada kehidupan masyarakat. Masyarakat diminta untuk melakukan segala aktivitas dari rumah, termasuk aktivitas bekerja, untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Dampaknya, banyak perusahaan media harus melakukan penyesuaian manajemen redaksional, tidak terkecuali tirto.id Yogyakarta. Oleh karena itu, penelitian kualitatif ini bermaksud melakukan analisis penerapan manajemen redaksi tirto.id di masa pandemi Covid-19. Teknik observasi, studi literatur dan wawancara daring diterapkan sebagai metode pengumpulan data. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa secara umum, manajemen redaksi tirto.id telah menjalankan fungsi manajemen seperti planning, organizing, actuating, dan controlling dengan baik di masa Covid-19. Alur kerja redaksi tetap berjalan seperti biasa, mulai dari perencanaan, liputan daring dan proses penulisan berita serta penyuntingan naskah dilakukan secara virtual sebelum berita ditayangkan di portal tirto.id. Penugasan dilakukan secara daring memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp atau email. Dalam pelaksanaan liputan, redaksi tirto.id tidak mengizinkan reporternya melakukan liputan lapangan, termasuk ke wilayah zona merah. Walaupun demikian, peliputan tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform daring seperti aplikasi video conference atau aplikasi percakapan. Namun, bila terdapat kebutuhan untuk melakukan peliputan di lapangan, reporter harus mematuhi aturan yang dikeluarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) selama masa pandemi Covid-19. Pengawasan tetap dilakukan secara ketat, baik di masa normal maupun pandemi Covid-19, agar kualitas liputan terjaga dan tetap baik.
Rancangan Pendukung Pembelajaran Jarak Jauh dengan Menggunakan Learning Management System Siti Alfiyatun Ni'mah
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.4145

Abstract

Revolusi industri 4.0 merupakan capaian tertinggi kemajuan teknologi pada sistem informasi dalam sejarah manusia. Dampak dari revolusi ini berpengaruh pada kehidupan manusia termasuk dalam bidang pendidikan. Teknologi Informasi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan apabila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan pelatihan, serta mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan. Sebagai pendukung pembelajaran yang efektif dan efisien Learning Management System (LMS) dapat mendukung penerapan pembelajaran jarak jauh, mendukung penyusunan, penggandaan dan distribusi bahan ajar, proses penilaian belajar dalam berbagai bentuk model evaluasi belajar dan interaksi antara pengajar dan mahasiswa melalui berbagai bentuk interaksi menggunakan media audio visual. Dalam mencapai tujuan penelitian maka penelitian ini mengikuti tahapan dari model perancangan waterfall. Penegembangan LMS pada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah diujicoba oleh semua user antara lain staff admin, mahasiswa, dan dosen. Hasil data secara umum menunjukkan bahwa LMS yang dibangun telah mampu memenuhi semua kebutuhan pembelajaran mahasiswa 85%, dan untuk kekurangannya 15% yaitu tidak ada pemberitahuan dari LMS ketika ada tugas dan materi, untuk praktikum LMS belum dapat membantu.
Kesenjangan Digital Tingkat Ketiga pada Pemuda Pedesaan di Kabupaten Cianjur, Indonesia Ismail Fajar
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 1 (2021): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i1.4260

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan digital pada pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia di masa pandemi Covid-19, menggunakan konsep kesenjangan digital tingkat ketiga yang digagas oleh Massimo Ragnedda (2017). Studi-studi sebelumnya tentang kesenjangan digital di masyarakat pedesaan dan pemuda cenderung membahas masalah kesenjangan digital tingkat pertama dan tingkat kedua yang berfokus pada kesenjangan akses dan perbedaan pengalaman dalam menggunakan TIK. Namun, penelitian-penelitian tersebut tidak mampu menjelaskan kesenjangan digital dalam mereproduksi ketimpangan sosial, sehingga penelitian ini mencoba mengeksplorasi reproduksi tersebut melalui analisis kesenjangan digital tingkat ketiga. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi secara mandiri oleh 368 responden yang tersebar di empat desa yang mewakili karakteristik wilayah desa di Kabupaten Cianjur. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa gender, tingkat pendidikan, kelas pekerjaan dan tingkat pendapatan berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan TIK bagi pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur. Selain itu, karakteristik pedesaan sebagai variabel kontrol memengaruhi hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kelas pekerjaan dan tingkat pendapatan dengan tingkat pemanfaatan TIK. Tingkat pemanfaatan TIK dalam studi ini menunjukkan fenomena kesenjangan digital tingkat ketiga, yaitu fenomena adanya gap antara mereka yang mendapat manfaat dari TIK dan mereka yang tidak mendapat manfaat dari TIK. Tingkat pemanfaatan TIK yang dipengaruhi oleh variabel-variabel di atas menunjukkan bahwa kesenjangan digital tingkat ketiga mereproduksi ketimpangan sosial yang telah ada di kalangan anak muda pedesaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Faktor demografi, kondisi struktur sosial dan karakteristik wilayah pedesaan menjadi basis sosial yang timpang dan berpotensi untuk semakin diperparah dengan adanya perbedaan manfaat yang didapat oleh pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur dari teknologi informasi dan komunikasi.
Analisis The Whalen Seven Steps Strategic Divisi Komunikasi dan Marketing Jakarta Smart City pada Aplikasi Jakarta Kini Farahdinta Destanti; Uljanatunnisa Uljanatunnisa; Lusia Handayani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 10 No 2 (2021): Komunika
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v10i2.4406

Abstract

Kehidupan manusia modern tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi karena dampaknya yang memberikan kemudahan dalam beraktivitas, seperti kemudahan dalam memperoleh informasi dari media. Pemanfaatan media ini tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh institusi seperti Jakarta Smart City (JSC). Jakarta Smart City hadir dalam bentuk aplikasi yang bernama JAKI (Jakarta Kini) dengan berbagai fitur yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan masyarakat yang tinggal ataupun beraktivitas di Jakarta. Untuk memperkenalkan aplikasi JAKI ke masyarakat, divisi komunikasi dan marketing JSC menerapkan dua dari tiga konsep marketing public relations (PR), yaitu pull and pass strategy. Hasilnya, JSC berhasil mencapai target jumlah pengguna aplikasi Jakarta Kini sebanyak satu juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kunci keberhasilan dari strategi pull and pass yang dijalankan oleh Divisi Komunikasi dan Marketing untuk aplikasi JAKI. Analisis penelitian ini menggunakan konsep the Whalen 7 Steps Strategic dengan metode penelitian studi kasus dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pull and pass yang dijalankan oleh Divisi Komunikasi dan Marketing sesuai dengan konsep the Whalen 7 Steps Strategic, seperti pemanfaatan media sosial, website, press release, pemuka masyarakat, email blast, JSC talks, dan pameran.

Page 10 of 11 | Total Record : 104