cover
Contact Name
Muh. Ilham Bakhtiar
Contact Email
ilhambakhtiar86@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallldikti9@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Celebes Education Review
ISSN : 26567385     EISSN : 26847124     DOI : -
Core Subject : Education,
Celebes Education Review merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi dengan proses peer review. Menerbitkan artikel bidang ilmu pendidikan dan pembelajaran, pendidikan vokasi, pengembangan kurikulum, supervisi/manajemen pendidikan, Psikologi Pendidikan dan pendidikan umum lainnya. Celebes Education Review Terbit dua kali setahun yaitu Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Improving Students’ English Learning Outcomes through PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Learning Model at the Eighth Grade of SMP Tunas Bangsa Makassar Sujarwo, Sukmawati, Muh. Yahrif
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.01 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.228

Abstract

Abstract. Improving Students’ English Learning Outcomes through PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Learning Model at the Eighth Grade of SMP Tunas Bangsa Makassar needed to be developed. The main problem in this study was the lack of students’ enthusiasm in taking English lessons. This research aimed to improve the students’ English learning outcomes in eighth grade of SMP Tunas Bangsa Makassar through PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) learning model. This research was classroom action research with two cycles, every cycles was conducted through four stages such as: planning, action, observation, and then reflection. The result of this research showed that the mean score of students in cycle I was 62,79 as low category, where the score is under KKM. Classical learning completeness in cycle I was 16 with indicators 47,05%. The score of completeness was still low the specified completeness as many as 31 and the indicator above 80% namely 91,17%. This proves that learning models can improve students learning outcomes, especially in reading skills. The results of this research are expected to be a reference for those who will conduct further research. and It will be chosen as a model of learning in schools and to be a reference for the local government (Makassar) to make policies related to the PQ4R learning model. Abstrak. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap pembelajaran bahasa Inggris perlu dikembangkan. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya antusias dalam siswa mengikuti pelajaran bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas VIII SMP Tunas Bangsa Makassar melalui penerapan pembelajaran PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Dalam peneliti ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, setiap siklus penelitian tindakan kelas dilakukan melalui empat (4) tahapan yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa di siklus I sebesar sebesar 62,79 yang dikategorikan rendah, dimana nilai tersebut berada dibawah nilai KKM. Ketuntasan belajar klasikal di siklus I sebesar 16 dengan indikator 47,05%. Nilai ketuntasan yang diperoleh asih dibawah ketuntasan yang ditetapkan 80%. Kemudian, nilai rata-rata di siklus II sebesar 77,08 pada kategori sedang dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 31 dan indikator diatas 80% yaitu 91,17%. Ini membuktikan bahwa model pembeajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada kemampuan membaca. Dari hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi acuan atau referensi bagi yang akan melakukan penelitian berikutnya, serta dijadikan sebagai model pembelajaran di sekolah, dan menjadi acuan pemerintah setempat (Makassar) untuk membuat kebijakan berkaitan dengan model pembelajaran PQ4R.
Kontribusi Koordinasi Mata Tangan, Kekuatan Lengan, Panjang Lengan Terhadap Kemampuan Dribble Pada Permaian Bola Basket Andi Hasriadi Hasyim
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.318 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kontribusi koordinasi mata tangan, kekuatan lengan, panjang lengan terhadap kemampuan dribble pada permainan bola basket. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel penelitian berjumlah 30 siswa putra. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah uji analisis korelasi. Hasil penelitian menujukkan, koordinasi mata tangan, kekuatan lengan, panjang lengan terbukti ada kontribusi terhadap kemampuan dribble pada permainan bola basket dengan nilai koefisien 70,12%. Untuk menentukan dan pencarian bakat atlet perlu memerhatikan faktor koordinasi mata tangan, kekuatan lengan dan panjang lengan terkhusus pada teknik dasar permainan bola basket yaitu dribble.
Perbandingan Keefektifan Cornell Notes Method Dan Mind Maps Ditinjau Dari Self Efficacy Nurul Iman
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.986 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.238

Abstract

This study aims to examine the comparison of the effectiveness of note taking styles of students who use the cornell notes method and mind maps in terms of student self-efficacy. This type of research is a quasi-experimental study with a pretets-posttest nonequivalent comparison-group design. The population in this study were all eighth grade students of SMPN 1 Sungguminasa. The sample is class VIIIE and VIIIB as the experimental class. Class VIIIE is treated in the form of a note-taking style using cornell notes, while class VIIIB is treated as a note-taking style by mind maps. To test the effectiveness of learning using a paired sample t test. To test the difference in effectiveness using the independent sample t-test. The results of this study are: 1) the cornell notes method is not effective if viewed from the students' self efficacy, 2) mind maps is effective if it is reviewed by students' self-efficacy. 3) There is a difference in effectiveness between the cornell notes method and mind maps in terms of students' self-efficacy where students who record by mind maps get better efficacy scores than students who record by cornell notes method.
Increasing Understanding Of Reading Through Sustained Silent Reading (SSR) At The Second Grade Students Of English Department Of STKIP PGRI Bangkalan Mohammad Arief Wahyudi
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.486 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.239

Abstract

There are five skills in learning English, namely reading, speaking, listening and writing. The five skills are related to one another. This has been taught from elementary to high school so all students must understand it. In reading skills (Reading), students must understand a reading technique because without understanding they will not understand the contents of the reading or the information contained therein. This was experienced by students in the second semester, especially the English department who was in STKIP PGRI Bangkalan. In solving the problem above, the researcher aims to introduce the method used by the lecturer, the Sustained Silent Reading (SSR) Method. This method can help lecturers to invite students to find information and express ideas or ideas. This research method is quantitative in the experimental study where there is only one class of 30 students in one group pre-test and post-test. From these results it can be concluded that there is significant progress between the mean score 34 in the pre-test and the post-test score 73
Komparasi Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Dan Tipe Two Stay Two Stray Anna Sulfianti
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.02 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.240

Abstract

. Masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar disebabkan kurang terjalin komunikasi antara guru dan siswa. Salah satunya adalah sikap negatif terhadap bidang studi matematika yang menganggap bidang studi matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami sehingga mereka tidak termotivasi untuk mempelajari matematika. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya mengemukakan bahwa pembelajaran matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kedua pembelajaran ini diterapkan dengan alasan untuk memperbaiki pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika yang dicapai oleh siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang melibatkan dua kelompok, yaitu satu kelompok sebagai eksperimen 1 dan satu kelompok eksperimen 2. Pengumpulan data untuk hasil belajar siswa dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar setelah diberi perlakuan pada masing-masing kelompok, yaitu kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II. Data yang diperoleh merupakan data empirik yang kemudian akan dianalisis.Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match sama dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS karena skor hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibanding hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray.
Digital Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi Mahasiswa dalam Pembelajaran Pkn Abdul Latif, Ahmad Al Yakin, Herlina Ahmad
Celebes Education Review Vol 1 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.233 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i2.254

Abstract

Abstract: Metacognition relates to students' thinking processes about their own thinking and their ability to use certain learning strategies appropriately in order to develop strategies for understanding and solving problems. Metacognition processes are (1) planning, (2) self-checking, (3) awareness and (4) cognitive strategies. To improve students' metacognition skills, strategies are needed to bridge the improvement. Digital classroom is very appropriate to be used in the 21st century because it is able to integrate ICT in the learning process. Digital classroom referred to in this research is an application made by Google that aims to help lecturers and students organize classes and communicate with students without having to be tied to class schedules in class, besides this application helps lecturers arrange and collect assignments from students and assess assignments the. This research is a development study with a Plomp development model with five stages namely (1) the preliminary investigation phase (Preliminary Investigation Phase), (2) the design phase, (3) the realization / construction phase, (realization / construction phase), ( 4) the test, evaluation and revision phase (test, evaluation and revision phase), and (5) the implementation phase. Based on the results of the analysis obtained by the development of Civics learning through digital classroom in improving students' metacognitive abilities are in a valid, practical, and effective category Abstrak: Metakognisi berhubungan dengan proses berpikir mahasiswa tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan mereka menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan tepat dalam rangka membangun strategi untuk memahami dan memecahkan masalah. Proses metakognisi yaitu (1) perencanaan, (2) pengecekan sendiri, (3) kesadaran dan (4) strategi kognitif. Untuk meningkatkan kemampuan metakognisi mahasiswa diperlukan strategi yang dapat menjembatani peningkatan tersebut. Digital classroom sangat tepat digunakan dalam abad 21 sebab mampu mengintegrasikan ICT dalam proses pembelajaran. Digital classroom yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu aplikasi yang dibuat oleh google bertujuan untuk membantu dosen dan mahasiswa mengorganisasi kelas serta berkomunikasi dengan mahasiswa tanpa harus terikat dengan jadwal kuliah di kelas, selain itu aplikasi ini membantu para dosen menyusun dan mengumpulkan tugas dari mahasiswa serta menilai tugas tersebut. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan Plomp dengan lima tahapan yaitu (1) tahap pengkajian awal (Preliminary Investigation Phase), (2) tahap perancangan (design phase), (3) tahap realisasi/konstruksi (realization/construction phase), (4) tahap tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation and revision phase), serta (5) tahap implementasi (implementation phase). Berdasarkan hasil analisis diperoleh pengembangan pembelajaran PKn melalui digital classroom dalam meningkatkan kemampuan metakognitisi mahasiswa berada pada kategori yang valid, praktis, dan efektif.
Ketersediaan Sarana dan Prasarana Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 3 Makassar Sarifuddin Arham
Celebes Education Review Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.642 KB) | DOI: 10.37541/cer.v1i1.256

Abstract

Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketersediaan sarana dan prasarana sudah memenuhi standar dalam pelaksanaan pembelajaran penjas. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasinya adalah seluruh subjek penelitian yaitu sarana dan prasarana olahraga SMA Negeri 3 Makassar.Dari 6 Prasarana, sudah tersedia 4 prasarana atau 100% tergolong sangat baik, dan 2 prasarana atau 0% tergolong kurang sekali. Karena di SMA Negeri 3 Makassar tidak terdapat lapangan bulutangkis dan aula senam. Dari 19 sarana olahraga, 11 sarana atau 100%, 3 sarana atau 83.3% dan 1 sarana 85.7% yang termasuk dalam kategori baik sekali. 1 sarana atau 66.6% masuk dalam kategori baik, 1 sarana atau 50% tergolong sedang, 1 sarana atau 33.3% termasuk dalam kategori kurang, dan 1 sarana atau 0% termasuk dalam kategori kurang sekali.Sesuai hasil penelitian ini, disarankan: (1) Sebagai Guru penjas dalam proses belajar mengajar harus lebih kreatif dalam memberdayakan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana olahraga. (2) Guru yang bertugas pada bagian sarana dan prasarana olahraga hendaknya bisa mengawasi dengan baik sarana dan prasarana yang standar agar baik diberikan dalam menunjang prestasi olahraga sekolah sehingga menumbuhkan atau mengembangkan minat belajar bagi siswa-siswi pada saat proses belajar mengajar di laksanakan.
Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Kegiatan Student Exchange SD INP Tanetea Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng St Wahidah
Celebes Education Review Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.199 KB) | DOI: 10.37541/cer.v2i1.283

Abstract

Abstract. Many ways of character education in Indonesia. However, One method of character education is community-based student exchange can be implemented to students because in society there are religious, social and cultural values. Education and society are a unified whole that cannot stand alone. This research is a qualitative study using a phenomenological approach to uncover the implementation of community-based character education through the student exchange activities of SD INP Tanetea. The technique of Data collection were interviews, participatory observation, and documentation, while data analysis was performed using the Miles and Huberman models. Based on the results of the study, it can be concluded that the participation of the Pajukukang village community in student exchange activities can be said to be active and useful. But in an attitude of independence, it still does not look well. Supporting factors in this activity are family relationships and similarities in the while the inhibiting factor is the majority of biological parents visiting their children in the village. Therefore, commitment is needed between the teacher, student guardians, and the Pa'jukukang society to the agreed rules. Abstrak. Terdapat banyak cara pendidikan karakter di Indonesia. Salah satu metode pendidikan karakter adalah student exchange berbasis masyarakat karena di dalam masyarakat terdapat nilai-nilai religius, sosial dan budaya. Pendidikan dan masyarakat merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa berdiri sendiri. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis untuk mengungkap implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat melalui kegiatan student exchange SD INP Tanetea. Teknik pengumpulan data ialah wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat desa Pajukukang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakatan aktif dan baik. Namun dalam sikap kemandirian masih belum tampak dengan baik. Factor pendukung dalam kegiatan ini adalah hubungan kekeluargaan dan kesamaan dalam organisasi, sehingga mudah untuk koordinasi sedangkan faktor penghambat adalah mayoritas orang tua kandung menjenguk anak-anaknya di desa. Maka dari itu diperlukan komitmen antara guru, wali murid, dan masyarakat Pa’jukukang terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati.
Bimbingan Pengawas Berkelanjutan dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Bangsa dalam Kegiatan Belajar Mengajar Penjaskes Anis Pacinongi; Andi Asrifan
Celebes Education Review Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.752 KB) | DOI: 10.37541/cer.v2i1.317

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Meningkatkan kemampuan pemahaman guru penjaskes dalam menyusun RPP memuat karakter bangsa; dan, 2) Meningkatkan keterlaksanaan nilai pembangunan karakter bangsa dalam kegiatan belajar mengajar. Data hasil penilaian RPP yang memuat karakter kebangsaan pada siklus I menunjukkan bahwa pencapaian skor nilai rata-rata RPP mapel penjaskes adalah 30 (kurang baik); dan pada siklus II memperoleh skor nilai rata-rata 43 (sangat baik). Dengan demikian kedua RPP tersebut sudah dikatagorikan sangat baik. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang mewujudkan nilai karakter bangsa pada siklus I mencapai nilai rata-rata sebesar 75, dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata sebesar 91, terdapat peningkatan nilai yang cukup signifikan sebesar 16 dari siklus I. Dilihat dari data keterlaksanaan nilai-nilai pembangunan karakter bangsa pada siklus I, terlihat belum banyak indikator nilai-nilai pembangunan karakter bangsa yang dapat diwujudkan. Data hasil observasi menunjukkan bahwa dari 5 indikator nilai-nilai pembangunan karakter bangsa yang diteliti, dalam mata pelajaran penjaskes baru muncul 75%, dan pada pelaksanaan siklus II telah tercapai 91%, terdapat peningkatan ketercapaian sebesar 16%.
Penerapan Kerja Kelompok Kegiatan MGMP Guru Ekonomi dalam Menyusun RPP untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Gunawan Gunawan; Andi Asrifan
Celebes Education Review Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.837 KB) | DOI: 10.37541/cer.v2i1.318

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (a) peningkatan kompetensi pedagogik guru ekonomi SMA dalam menyusun RPP melalui penerapan kerja kelompok kegiatan MGMP ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016, dan (b) pengaruh penerapan kerja kelompok kegiatan MGMP ekonomi dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru ekonomi SMA dalam menyusun RPP Kabupaten Sidenreng Rappang semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Dengan digunakan metode penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Terdapat peningkatan kompetensi pedagogik guru ekonomi SMA dalam menyusun RPP. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: pada siklus I jumlah guru aktif 28 (70%) dari 40 guru, pada siklus II jumlah guru aktif 39 (97,5%) dari 40 guru, terdapat peningkatan yang cukup signifikan dari siklus I ke siklus II sebesar 27,5%, yang berarti berada pada katagori sangat baik, dan (b) Penerapan kerja kelompok kegiatan MGMP ekonomi berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru ekonomi SMA dalam menyusun RPP. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut meningkat, yang berati tergolong sangat baik.