cover
Contact Name
Nurcahyo Widyodaru Saputro
Contact Email
nurcahyo.widyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wagionohs4@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agrotek Indonesia
ISSN : 24778494     EISSN : 25802747     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Kultivar Lokal di Kabupaten Poso Wan Priando Tampoma; Tati Nurmala; Meddy Rachmadi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.755 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1176

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat memiliki peran penting dan merupakan makanan pokok hampir 90% manusia. Padi kultivar lokal memiliki produksi yang rendah, namun memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan varietas modern.Kultivar lokal memiliki banyak jenis yang dikembangkan oleh petani.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) kultivar lokal di Kabupaten Poso.Penelitian dilakukan dalam dua tahap.Tahap pertama merupakan kegiatan ekplrasi dan tahap kedua merupakan tahap karakterisasi.hasil karakterisasi dilakukan analisis hubungan kekerabatan antar karakter morfologi dan agronomi dengan menggunakan program NTSYSpc 2.02 for Windows. Hasil eksplorasi kultivar lokal padi sawah di Kabupaten Poso menunjukkan terdapat 11 kultivar lokal yang menyebar 12 kecamatan. Hasil analisis dendogram berdasarkan karakter yang diamati bahwa kemiripan genetik 11 kultivar lokal padi sawah terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok A pada kemiripan genetik 45% (0,45), kelompok B pada kemiripan genetik 36% (0,36) dan kelompok C pada kemiripan 10% (0,10).Kata kunci :Kultivar lokal, eksplorasi, karakterisasi
Produksi Bersih Pada Efisiensi Dosis Pupuk N Dan Umur Panen Daun Tembakau Terhadap Kadar Nikotin Dan Gula Pada Tembakau Virginia Kovertina Rakhmi Indriana
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.814 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i2.339

Abstract

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah upaya pengelolaan sumber daya alam pertanian pada budidaya tanaman tembakau berkadar nikotin  rendah tetapi tetap mempertahankan mutu tembakau dengan mengelola teknik pemupukan N dan umur panen daun tembakau, sehingga diperoleh dosis N dan umur panen yang optimal. Selain itu, biaya produksi petani serta reduksi akibat pemupukan N dan P yang berlebihan dapat diturunkan pada batas optimal. Bagian tanaman yang tidak dipanen pun yaitu bagian akar dan batang bisa kembali dijadikan pupuk organik yang diperkirakan mempunyai kandungan N yang tinggi. Salah satu mempertahankan produksi tembakau dengan menjaga mutu tembakau terutama kadar nikotin yang rendah dan kadar gula yang optimal dapat dilakukan pada pemberian Dosis  pupuk N dan  yang optimum dan umur panen daun tembakau. Eksperimen menggunakan metode dalam pengelolaan efisiensi pemberian pupuk N serta umur panen daun tembakau sehingga dapat diperoleh kadar nikotin yang rendah, yaitu dengan pemberian perlakuan Pupuk N berupa Ammonium dalam bentuk ZA dengan dosis pemberian 0 gr/tan sebagai kontrol, 10 gr/tan, 20 gr/tan, 30 gr/tan serta 40 gr/tan. Umur panen daun tembakau mulai hari ke 90 setelah tanam sebagai kontrol, 97 hari hst, 104 hst,  111 hst dan 118 hst.  Hasil percobaan menunjukkan perbedaan waktu pemetikan berpengaruh nyata terhadap kadar nikotin, kadar gula, warna dan rasa, tetapi berpengaruh tidak nyata tehadap aroma dan pegangan, perlakuan waktu pemetikan pada pukul 16.00 menghasilkan tembakau rajangan dengan mutu terbaik ditinjau dari segi warna, aroma, pegangan dan rasa serta mempunyai kadar nikotin 4,49% dan kadar gula (Husniawaty, Nia 1992). Kata Kunci: Produksi Bersih, Efisiensi Dosis Pupuk N, Umur Panen Daun Tembakau Virginia.
Optimasi Produksi Embrio Somatik Pinus merkusii Jungh. et de Vriese Menggunakan Teknik Kultur Cair Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.968 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.713

Abstract

Embriogenesis somatik dikenal sebagai salah satu proses buatan dalam teknik in-vitro yang dapat mempercepat penyediaan benih dan propagasi genotipe pada tanaman konifer. Pada embriogenesis somatik, embrio somatik terbentuk dari satu sel atau sekelompok sel somatik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa embrio somatik berhasil diinduksi melalui teknik pendinginan dalam propagasi in-vitro, namun jumlah embrio somatik yang dihasilkan tidak optimal. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mendapatkan kondisi optimum pertumbuhan klon embrio somatik Pinus merkusii Jungh. et de Vriese dengan menggunakan teknik kultur jaringan pada media cair (Teknik Kultur Cair). Media cair yang digunakan merupakan modifikasi dari media DCR tanpa agar dan diberi penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) berupa 4,5µM 2,4-D dan 2µM BAP. Eksplan yang digunakan adalah klon kalus dari Pinus merkusii Jungh. et de Vriese (PMC): PMC 1,PMC 2, PMC 4, PMC 6 dan PMC 11 karena telah menunjukan respon yang baik pada penelitian sebelumnya. Proses ini diulang sebanyak 5 kali dalam kondisi gelap dan diatas shaker dgn kecepatan 125RPM. Setelah 15 hari eksplan kalus Pinus merkusii Jungh. et de Vriese menunjukan respon dengan bertambahnya volume endapan embrio somatik.Penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan medium cair pada teknik kultur jaringan dapat mempercepat dan memperbanyak hasil embrio somatik.Kata kunci: Pinus merkusii Jungh. et de Vriese, embrio somatik, teknik kultur jaringan, ZPT, 2,4-D, BAPKeyword: Somatic embryogenesis, Pinus merkusii Jungh. et de Vriese, somatic embryos, tissue culture techniques, PGR, 2,4-D, BAP
Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Kematian dan Perkembangan Populasi Kutu Daun (Aphis gossypii G.) Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Dewata F1. Sugiarto Sugiarto; Darso Sugiono; Dede Nasrudin
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3542

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dari ekstrak daun sirsak kering (Annona muricata L) terhadap mortalitas dan pertumbuhan populasi aphis gossypii G. terhadap pertumbuhan dan hasil polong cabai (Capsicum frustescens L.) Dewata F1. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Pusat Peramalan untuk Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Percobaan dilakukan pada bulan Juli 2017 hingga Oktober 2017. Metode eksperimen yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebanyak 10 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 30 percobaan polybag. Perlakuan meliputi A (kontrol), B (Pestisida Sintetis), C (Ekstrak Daun Sirsak 10 g / l), D (Ekstrak Daun Sirsak 30 g / l), E (Ekstrak Daun Sirsak 50 g / l), G (Sirsak Ekstrak Daun 90 g / l), H (Ekstrak Daun Sirsak 100 g / l), I (Ekstrak Daun Sirsak 130 g / l), J (Ekstrak Daun Sirsak 150 g / l). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi ekstrak asam kering berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan perkembangan populasi Aphiss gossypii G. terhadap kultivar lada varietas Dewata F1 pada 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 hari setelah penanaman terhadap mortalitas dan 7, 9, 11, 13, 15, dan 17 hari setelah penanaman pada pengembangan populasi. Kematian tertinggi dicapai dengan perlakuan I (Ekstrak Daun Sirsak 130 g / l) dengan kematian 93,33% dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan B (Pestisida Sintetis) dengan mortalitas 100%. Pengembangan populasi terbaik dicapai dengan perlakuan A (pestisida sintetis) dengan pertumbuhan populasi 0,00 ekor dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan J (Ekstrak Daun Sirsak 150 g / l) dengan pertumbuhan populasi 63,33 ekor.Kata Kunci: Ekstrak Daun Sirsak, Kematian dan Perkembangan Populasi Serangga Daun dan Tanaman Cabai Rawit
Uji Efektivitas Pupuk Organik Granul Dan Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) Rika Yayu Agustini; Winda Riyanti
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3544

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pengembalian pupuk organik pada lahan pertanian sulit dilakukan petani karena digunakan dalam jumlah yang besar sehingga saat ini diperlukan bentuk lain dari pupuk organik dengan bentuk granul dan cair (hayati) agar mendukung program pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis pupuk organik granul dan pupuk hayati yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman caisim yang optimal. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UNSIKA pada bulan September sampai Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik granul dan faktor kedua adalah dosis pupuk hayati dengan dua taraf. Pada percobaan diberikan ulangan sebanyak tiga kali (3 x 3 x 3 = 27 perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 50% dan 100% pupuk organik granul dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea) serta dapat meningkatkan kadar nilai pH tanah.Kata Kunci : Pupuk Organik, Pupuk Organik Granul, Pupuk Hayati, Caisim
Respons kacang hijau (Vigna radiata L.) akibat jarak tanam dan jenis pupuk kandang pada tanah inceptisol Jatinangor agus wahyudin
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3002

Abstract

Sari. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman legum yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Permasalahan dalam budidaya kacang hijau di Indonesia diantaranya adalah produksinya yang masih rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara intensifikasi, yaitu dengan memperbaiki kondisi tanah dengan penambahan pupuk kandang dan melakukan pengaturan jarak tanam dengan sistem jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang dan jarak tanam sistem jajar legowo terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Percobaan dilaksanakan pada bulan Februari 2019 sampai dengan Mei 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Jatinangor, Jawa Barat. Percobaan ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan tiga taraf jarak tanam sistem jajar legowo (10x10x40cm, 20x20x40cm, dan 30x30x40cm) sebagai petak utama dan tiga taraf pupuk kandang (ayam, sapi, kambing) sebagai anak petak dengan ulangan sebanyak tiga kali. Hasil percobaan menjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi pupuk kandang dan jarak tanam. Perlakuan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Perlakuan jarak tanam 10x10x40cm berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, indeks luas daun, dan bobot biji per petakan.
Penggunaan Teknologi Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Organik Cair (POC) pada Budidaya Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea L.) Varietas PM 126 F1 pada Lahan Sawah Dataran Rendah. Muharam Muharam
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3545

Abstract

Kubis bunga merupakan tanaman sayuran yang tumbuh optimal di daerah sub tropik, tapi saat ini sudah banyak dikembangkan di daerah panas (dataran rendah). Kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman ini di lahan sawah datarn rendah adalah tekstur tanah sawah yang liat, tingkat kandungan bahan organik tanahnya yang rendah yaitu C- Organik 1 - 2% serta suhu lingkungan yang tinggi, rata-rata 31 – 34oC , akibatnya produktivitas kubis bunga menjadi rendah yaitu sekitar 5 - 8 ton/ha, jauh dari potensi hasilnya 15 - 20 ton/ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat kombinasi dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Organik Cair (POC) yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman kubis bunga (Brassica oleracea L.) Varietas PM 126 F1 di lahan sawah dataran rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan Rancangan Acak Kelompok fakctor tunggal 8 perlakuan dalam 4 ulangan. Perlakuannya adalah : A Kontrol (tanpa pupuk kandang , POC dan pupuk anorganik); B (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha); C (Pupuk kandang kambing 0 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha); D (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha); E (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 4 liter/ha); F (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + POC Nasa 4 liter/ha), G (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha), dan H (hanya pupuk NPK mutiara 500 kg/ha). Data variabel respon yang diamati dianalisis dengan uji F dan hasilnya apabila berbeda nyata diuji lanjut mempergunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dosis pupuk kandang kambing dan dosis POC terhadap terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil tertinggi tanaman kubis bunga yaitu 28,75 kg/petak (28,75 ton/ha) dicapai oleh perlakuan G (Pupuk kandang kambing 20 ton/ha + POC Nasa 8 liter/ha) tidak berbeda nyata dengan perlakuan D (Pupuk kandang kambing 10 ton/ha + pupuk organik cair (POC) 8 liter/ha yang menghasilkan bobot kubis bunga 27,50 kg per petak atau 27,50 ton/ha,.Kata kunci : Kubis bunga, pupuk kandang kambing, poc, lahan sawah, dataran rendah.
Pemberdayaan Petani melalui Kombinasi Komoditi pada Produksi Usahatani di Provinsi Jawa Barat Sulistyo Sidik Purnomo; Winda Rianti
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3485

Abstract

Seluruh rumahtangga petani di Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keuangannya melalui usahatani yang dijalankannya. Usahatani oleh petani umumnya terdapat satu atau beberapa komoditi yang dihasilkan dalam satu siklus produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komoditi-komoditi yang tepat untuk diproduksi dalam usahatani rumahtangga petani di Jawa Barat. Parameter yang dikaji adalah pengeluaran keuangan rumahtangga petani untuk kebutuhan konsumsinya. Penelitian ini didasarkan data yang terkumpul dari proyek Beneficiery Impact Assesment (BIA) tahun 2012 di Provinsi Jawa Barat. Responden-responden tersebut berada di delapan wilayah kabupaten, meliputi : Sukabumi, Cirebon, Karawang, Garut, Majalengka, Kuningan, Indramayu, dan Subang pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2012. Data yang terkumpul dikelompokkan menjadi 9 kelompok komoditi dari komoditi yang menonjol pada usahatani petani, yaitu : padi, domba, unggas, sapi potong, jamur merang, padi-sapi, padi-domba, padi-unggas, dan padi-sapi-domba dan dianalisisa secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata (?=0.05), antara rata-rata pengeluaran keuangan rumahtangga petani atas usahatani setiap komoditi yang diproduksi. Kemampuan keuangan tertinggi adalah produksi padi-unggas (Rp.35.696.207,-/tahun). Kombinasi padi dan ungags merupakan kombinasi yang paling potensial untuk dikembangkan menjadi usaha tani bagi petani di Jawa Barat.
Komposisi Amelioran Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang G1 (Solanum Tuberosum L.) Varietas Medians Linlin Parlinah; Hudaya Mulyana; Lia Amalia; Nunung Sondari
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3546

Abstract

This study aims to study the influence of the use of doses and composition of amelioran on the growth and yield of the potato varieties medians (Solanum tuberusum L.). The experiment was carried out in the Greenhouse Faculty of Agriculture University Winaya Mukti Tanjungsari Sumedang with a height of 850 m above sea level and the land order Andisols. The study was conducted in August to October 2017. The draft used is the group random draft, consisting of nine treatments and each repeated three times. Treatment of composition of Amelioran test is: A: control; B: Cow manure 10 ton ha-1; C: Cow manure 20 ton ha-1; D: Cow Manure 8 tons ha-1 + dolomite 1 ton ha-1 + biochar 1 ton ha-1; E: Cow manure 16 ton ha-1 + dolomite 2 ton ha-1 + biochar 2 ton ha-1; F: Cow Manure 8 tons ha-1 + dolomite 2 ton ha-1; G: Cow Manure 16 tons ha+ + dolomite 4 ton ha-1; H: Cow Manure 8 tons ha+ + biochar 2 ton ha-1; I: Cow manure 16 ton ha-1 + biochar 4 ton ha-1. The results of the experiment showed that the combined dose and composition of amelioran were not real to the growth, the results of potato plants except on tuber diameter. Administration of Ameliorant with a composition of cow manure 16 tons Ha-1 + dolomite 4 ton Ha-1 able to increase the diameter of potato tuber of 58% compared with control treatment.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SAMPAH PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA FASE MAIN-NURSERY siska chiko efendi; Nofrizal Nofrizal; Irfan Suliansyah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3382

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) adalah salah satu jenis komoditas perkebunan yang menduduki posisi penting di sektor pertanian Indonesia. Terbukti hasil olahannya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Produksi kelapa sawit ditentukan oleh media yang digunakan salah satunya pemupukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos sampah pasar terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) pada fase Main-Nursery. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan kampus III universitas andalas, pada bulan februari sampai agustus 2018. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri dari 2 Polybag sehingga didapatkan 50 Polybag bibit kelapa sawit. Perlakuan terdiri atas P0 (Kontrol atau tanpa perlakuan), P1 (pemberian kompos sampah pasar 600 g/polybag), P2 (pemberian kompos sampah pasar 800 g/polybag), P3 (pemberian kompos sampah pasar 1000 g/polybag), P4 (pemberian kompos sampah pasar 1200 g/polybag). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bonggol, panjang helaian daun. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos sampah pasar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Sedangkan pada jumlah daun, diameter bonggol dan panjang helaian daun tidak berbeda nyata. Dosis terbaik pada pemberian kompos sampah pasar adalah 1200 g/polybag dimana pada dosis 1200 g/polybag ini memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 600 g/polybag, 800 g/polybag, 1000 g/polybag dan 1200 g/polybag.

Page 7 of 15 | Total Record : 145