cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Analisis Hidrologi Model Soil Moisture Accounting Menggunakan Program HEC-HMS (Studi Kasus : DAS Rokan AWLR Pasir Pangaraian): Hydrological Analysis of the Soil Moisture Accounting Using the HEC-HMS (Cases of Study : DAS Rokan AWLR Pasir Pangaraian) Gopal Adya Ariska; Yohanna Lilis Handayani; Bambang Sujatmoko
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.338 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4753

Abstract

(ID) Hidrologi suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) rumit untuk diprediksi karena kekurangan data dan membutuhkan biaya yang mahal. Pada penelitian ini mengambil lokasi di sub DAS Rokan Hulu stasiun Pasir Pengaraian yang hampir setiap tahun terjadi banjir. Perencanaan dan pengolahan sumber daya air di suatu wilayah daerah aliran sungai sangat penting, maka dari itu perlunya mengetahui karakteristik suatu DAS. Perencanaan dan pengolaan sumber daya air memerlukan data debit aliran yang lengkap. Pada sub DAS ini data hujan, data debit dan data klimatologi menggunakan periode data sepuluh tahun yaitu dari tahun 2008-2017. Pemodelan hidrologi dilakukan pendekatan dengan beberapa metode, salah satunya metode soil moisture accounting di program HEC-HMS yang mana metode tersebut mensimulasikan suatu pergerakan air pada vegetasi, permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah. Penyusunan periode kalibrasi dan verifikasi disusun dalam sembilan skema yang diharapkan mampu menghasilkan hasil yang paling optimal. Sembilan skema untuk Kalibrasi dan Verifikasi ini menggunakan metode objective function yaitu percent error in discharge volume. Skema yang paling optimal adalah skema VII (7 tahun kalibrasi 3 tahun Verifikasi), dengan nilai verifikasi 10,1%”Baik” dan Kalibrasi 0,0% “Sangat Baik”. (EN) The hydrology of a watershed is difficult to predict because of the lack of data and requires high costs. In this study taking location in the Rokan Hulu sub-watershed, Pasir Pengaraian station Almost every year flooding occurs. Planning and management of water resources in a watershed is very important and therefore it is necessary to know the characteristics of the watershed. Planning and management of water resources require complete data. in this sub-watershed rainfall data, discharge data and climatology data use a ten-year data period from 2008-2017. Hydrological modeling is approached with several methods, one of them is soil moisture accounting method in the HEC-HMS program where the method simulates a movement of water on vegetation, soil surface and below ground level. The preparation of the calibration and verification periods arranged in nine schemes is expected to produce the most optimal results. The nine schemes for Calibration and Verification use the objective function method, which is the percentage error in discharge volume. The most optimal scheme is the scheme VII (7 years calibration 3 years Verification), with a verification value of 10.1% "Good" and Calibration 0.0% "Very Good".
Analisis Implementasi Kawasan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau: Analysis of Techno Park Implementation in Pelalawan Regency, Riau Province Afni M Yulandra; Rona Muliana; Firdaus
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.652 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4779

Abstract

[IN] Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rencana teknopolitan di Kabupaten Pelalawan, mengidentifikasi implementasi rencana teknopolitan di Kabupaten Pelalawan dan merumuskan strategi pengembangan teknopolitan di Kabupaten Pelalawan. Metode penelitian yang digunakan deduktif kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi, telaah pustaka dan wawancara. Adapun pemilihan responden yang diwawancara adalah dengan cara purposif sampling. Setelah melakukan penelitian, didapat kesimpulan bahwa dalam masterplan Teknopolitan Pelalawan direncanakan akan dikembangkan menjadi 7 zona, yakni zona pendidikan, zona riset, zona industri, zona perumahan, zona sarana dan pelayanan umum, zona perdagangan dan jasa, dan zona lindung dan konservasi. Pengembangan kawasan teknopolitan yang terdiri dari 7 zona telah memasuki tahap awal perkembangan dimana pada tahapan ini telah dibangun kawasan pendidikan berupa sekolah tinggi teknologi pelalawan (ST2P) dan lembaga riset yang meneliti bibit kelapa sawit dan klinik kelapa sawit (PPKS). Sementara progres lainnya adalah mulai dibangunnya sarana prasarana seperti jalan menuju dan dalam kawasan teknopolitan yang telah dibuka dan diperkeras. Untuk zona lindung dan konservasi juga telah disiapkan bibit untuk pembangunan kebun raya. Sedangkan untuk zona lainnya masih dalam tahap perencanaan. Adapun strategi dalam pengembangan teknopolitan selanjutnya adalah memaksimalkan kinerja ST2P sebagai pusat inovasi yang nantinya menginkubasi perusahaan pemula dalam industri hilir kelapa sawit dan memberikan layanan bisnis dan teknologi kepada UMKM yang sudah ada.
Penerapan Teknik Biocementation Oleh Bacillus Subtilis Dan Pengaruhnya Terhadap Permeabilitas Pada Tanah Organik: Applicability Of Biocementation Technique By Bacilus Subtilis And Its Effect Of Permeability In Organic Soil Firman Syarif; Gian Mahadika Davino; Muhammad Ferry Ardianto
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.239 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4809

Abstract

(ID) Indonesia memiliki persentase area rawa dan gambut yang sangat besar. Kurang lebih 30% lahan di Indonesia adalah daerah rawa/gambut. Di Pulau Sumatera, Provinsi dengan lahan gambut terluas yaitu Provinsi Riau dengan luas ± 4, 04 juta Ha atau 56, 1% dari luas total lahan gambut di Sumatera. Siak merupakan salah satu kabupaten di Riau yang memiliki daerah gambut yang cukup luas. Keberadaan daerah gambut ini menyebabkan pengembangan infrastruktur di Desa Suak Merambai menjadi terhambat karena tingkat kesulitan yang tinggi dalam proses konstruksi di daerah rawa. Beberapa metode perbaikan tanah telah diterapkan pada tanah gambut berupa perbaikan tanah secara fisik, mekanis maupun kimia. Salah satu metode perbaikan tanah yang mulai berkembang saat ini adalah Bio Grouting. Bio Grouting telah dikembangkan sebagai teknologi perbaikan tanah baru yang sistem kerjanya seperti semen pada beton sehingga mampu mengikat partikel tanah melalui bantuan aktivitas biologi. Bio Grouting ini dapat meningkatkan sifat mekanik (kekuatan, kekakuan, kohesi, gesekan), menurunkan permeabilitas bahan berpori, memperkuat atau memperbaiki dan memodifikasi sifat fisik dan mekanik tanah. Sistem kerja Bio Grouting adalah pengendapan Calcite oleh induksi microbiology, microbially induced calcite precipitation (MICP), yang dilakukan oleh bakteri penghasil enzim urease. Teknik microbially induced calcite precipitation (MICP) / Bio Grouting ini akan coba diterapkan pada tanah gambut sehingga dapat memperbaiki sifat permeabilitas dari tanah gambut. Melalui penelitian ini diharapkan permasalahan kontruksi diatas tanah gambut dapat diminimalisir dan menjadi salah satu solusi yang ramah lingkungan yang bisa membantu pengembangan infrastruktur di Desa Suak Merambai Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau. (EN) Indonesia has a very large percentage of swamp and peat area. About 30% of the land in Indonesia is swamp / peat. On the island of Sumatra, the province with the most extensive peatlands is Riau Province with an area of ​​± 4, 04 million Ha or 56.1% of the total area of ​​peatlands in Sumatra. Siak is one of the regencies in Riau which has quite extensive peat areas. The existence of this peat area causes the development of infrastructure in the Village of Suak Merambai to be hampered due to the high level of difficulty in the construction process in the swampy area. Several soil improvement methods have been applied to peat soils in the form of physical, mechanical or chemical soil improvements. One method of soil improvement that is starting to develop now is Bio Grouting. Bio Grouting has been developed as a new soil improvement technology that works like cement on concrete so that it can bind soil particles through the help of biological activities. Bio Grouting can improve mechanical properties (strength, stiffness, cohesion, friction), reduce permeability of porous materials, strengthen or improve and modify the physical and mechanical properties of the soil. The work system of Bio Grouting is the deposition of Calcite by induction of microbiology, microbially induced calcite precipitation (MICP), which is carried out by the bacteria producing the urease enzyme. This microbially induced calcite precipitation (MICP) / Bio Grouting technique will try to be applied to peat so as to improve the permeability of peat soil. Through this research, it is expected that construction problems on peatlands can be minimized and become one of the environmentally friendly solutions that can help infrastructure development in Suak Merambai Village, Bungaraya District, Siak Regency, Riau Province.
Structural Failure Analysis of Building E ITERA Due to The Pounding Effect with Non-Linear Time History Nugraha Bintang Wirawan; Siska Apriwelni
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.848 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4832

Abstract

[EN] Lampung, a province where Institut Teknologi Sumatera (ITERA) is located, is an area that has a high level of seismicity. This research takes a case study of the Building E ITERA which has a dilatation building concept. Due to dilatation, inter-buildings have the risk of collisions because of earthquake loads. The purpose of this study is to determine the value of joint displacement in adjacent buildings when given a dynamic load of Time History and determine whether the adjacent buildings experience a pounding effect. A Time History earthquake load data that has been matched with the Lampung region response spectrum by software is applied to the model of Building E. Building E is modeled according to the as built drawing data and the results of field checking. Structure is analyzed using software. The results of the study showed that the structure of the Building E which was loaded by Loma Prieta earthquake that has been matched would experience inter-building collisions. Further research using earthquake record data taken in areas within certain radius from ITERA is need to be conducted to obtain more accurate results.
Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi dengan Memanfaatkan Fly Ash dan Bubuk Kaca Sebagai Bahan Pengisi: High Quality Concrete Compressive Strength by Using Fly Ash and Glass Powder as Filler Siska Apriwelni; Nugraha Bintang Wirawan
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.018 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4846

Abstract

(ID) Penelitian ini membahas pengaruh kuat tekan beton mutu tinggi dengan memanfaatkan limbah fly ash dan limbah kaca. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton pada masing-masing variasi, mengetahui persentase campuran beton untuk menghasilkan kuat tekan maksimum, dan mengetahui apakah fly ash dan serbuk kaca efektif digunakan secara bersamaan sebagai bahan campuran beton. Komposisi fly ash terdiri dari 5 variasi yaitu persentase 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Sedangkan untuk komposisi serbuk kaca terdiri dari 2 variasi yaitu persentase 5% dan 10%. Jumlah benda uji 30 buah silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan 3 benda uji untuk setiap variasi. Perencanaan campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000 yang dimodifikasi. Pengujian kuat tekan diuji pada umur beton 28 hari. Beton dengan fly ash 0% dan serbuk kaca 10% memiliki kuat tekan paling tinggi dibandingkan dengan beton dengan tambahan fly ash, yaitu 46,77%. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya jumlah persentase serbuk kaca yang digunakan menunjukkan bahwa kuat tekan beton semakin bertambah juga. Penambahan fly ash pada campuran beton mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Pada variasi fly ash 0% memiliki kuat tekan tertinggi baik pada saat campuran serbuk kaca 5%dan 10%. Variasi fly ash 15% adalah kondisi optimum campuran beton dengan kuat tekan beton yaitu 43,31 Mpa. Kedua limbah ini dapat dikombinasikan dan dimanfaatkan dengan baik dan digunakan dalam pembuatan beton mutu tinggi. (EN) This study discusses the effect of high quality concrete by utilizing fly ash and glass waste. The purpose of this study is to determine the compressive strength of concrete in each variation, to determine the contribution of concrete to produce compressive strength, and to find out that fly ash and glass powder are effectively used in full as a concrete admixture. Fly ash composition consists of 5 variations, namely the percentage of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. While for the composition of glass powder consists of 2 variations, namely the percentage of 5% and 10%. The number of specimens is 30 cylinders with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm with 3 specimens for each variation. Concrete mixture planning using SNI 03-2834-2000 was developed. Compressive strength testing on concrete age 28 days. Concrete with 0% fly ash and 10% glass powder have the highest compressive strength compared to concrete with additional fly ash, which is 46.77%. In addition, it can increase the amount of glass powder addition that is used to show the concrete compressive strength is increasing as well. The addition of fly ash in the concrete mixture has an effect on the compressive strength of the concrete produced. In the variation of 0% fly ash has the highest compressive strength when the glass powder mixture of 5% and 10%. The 15% fly ash variation is the optimal concrete mixture with compressive strength of 43.31 MPa. These two wastes can be combined and utilized properly and are used in making high quality concrete.
Aplikasi Bentonite Lokal Terhadap Nilai Compressive dan Shear Bond Strength Suspensi Semen Sumur Minyak: Application of Local Bentonite to Compressive Value and Shear Bond Strength for Oil Well Cement Suspension Idham Khalid; Ali Musnal; Adi Novriansyah; Kurniawan Sitanggang
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 02 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(02).5252

Abstract

[ID] Pelaksanaaan proses penyemenan yang baik pada sumur minyak merupakan aspek penting yang berpengaruh pada suskesnya produksi minyak ke permukaan. Untuk itu, penggunaan additif dalam suspense semen direkomendasikan supaya kulitas suspense semen tetap stabil selama proses penyemenan berlangsung. Melakui penelitian ini kualitas bentonite lokal dan bentonite komersial terhadap parameter compressive strength(CS) dan shear bond strength (SBS) akan dibandingkan. Pengukuran CS dan SBS dilkukan berdasarkan rekomendasi dari American Petroleum Institute (API) pada tujuh buah sampel suspense semen dengan konsentrasi aditif yang bervariasi. Hasil penelitian terhadap bentonite lokal menunjukkan penurunan nilai CS dengan bertambahnya konsentrasi aditif. Konsentrasi optimum bentonite lokal adalah 1.6% dengan nilai CS sebesar 1649 psi, 6% dibawah nilai CS untuk sampel suspense semen dan bentonite komersial pada konsentrasi yang sama. Untuk nilai SBS, konsentrasi optimum untuk aditif bentonite lokal adalah 4.8% dengan nilai SBS sebesar 439 psi, 21 % diatas nilai SBS untuk sampel semen dengan 4.8% bentonite komersial. Dari penentuan nilai CS dan SBS dapat disimpulkan bahwa penggunaan bentonite lokal dapat menjadi alternatif pengganti bentonite komersial dimana hasil pengukuran CS dan SBS tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. [EN] The implementation of a good cementing process in oil wells is an important aspect that affects the success of oil production to the surface. For this reason, the use of additives in semen suspense is thought that the quality of the cement suspension remains stable during the cementing process. By doing this research, the quality of local bentonite and commercial bentonite against the parameters of compressive strength (CS) and shear bond strength (SBS) will be compared. CS and SBS measurements were carried out based on recommendations from the American Petroleum Institute (API) on seven cement suspension samples with varying additive concentrations. The results of research on local bentonite showed a decrease in the value of CS with an increase in additive concentration. The optimum concentration of local bentonite is 1.6% with a CS value of 1649 psi, 6% below the CS value for cement and commercial bentonite suspense samples at the same concentration. For the SBS value, the optimum concentration for local bentonite additives is 4.8% with an SBS value of 439 psi, 21% above the SBS value for cement samples with 4.8% commercial bentonite. From the determination of CS and SBS values, it can be shown that the use of local bentonite can be an alternative to commercial sites where the CS and SBS measurement results do not show a significant difference.
Evaluasi Kapasitas Elemen Struktur Eksisting Food Court Untuk Perencanaan Cinemaxx Mal Pekanbaru: Evaluation of Existing Food Court Structural Capacity for Cinemaxx Renovation Desain in Mal Pekanbaru Rony Ardiansyah
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 02 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(02).5514

Abstract

[ID] Evaluasi Kapasitas Struktur Eksisting Area Food Court seluas 1024m2 yang dialihfungsikan sebagai Cinemaxx. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kapasitas izin dari elemen struktur eksisting pada elemen balok dan pelat lantai dengan memberikan beban hidup beragam. Struktur dimodelkan dengan menggunakan bantuan program ETABS 2015 untuk menganalisis gaya dalam pada elemen balok. Sedangkan untuk menganalisis gaya dalam pada elemen pelat menggunakan bantuan program SAP 2015. Adapun area yang ditinjau pada evaluasi ini yaitu pelat lantai-3 As-J s/d As-R dan As-2 s/d As-5. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelat lantai eksisting pada bentang X dengan dan tanpa memperhitungkan defleksi balok, dinyatakan aman (OK) untuk beban hidup 400 & 500 kg/m2, untuk beban hidup 600 kg/m2 dinyatakan KRITIS dan untuk beban hidup 700 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK). Pada pelat lantai, pelat bentang Y hanya beban hidup 400 kg/m2 yang dinyatakan aman (OK), beban hidup 500 kg/m2 dinyatakan KRITIS, dan beban hidup 600 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK). Pelat lantai tanpa memperhitungkan pengaruh defleksi dari balok sekelilingnya atau dengan asumsi pelat sebagai beban, untuk semua beban hidup nya mulai dari 400, 500 dan 600 kg/m2 dinyatakan aman (OK). Momen lentur balok induk 350 x 650 pada tumpuan dinyatakan aman (OK) untuk semua beban hidup mulai dari 500 kg/m2 s/d 800 kg/m2. Sedangkan area lapangan dinyatakan (OK) untuk beban hidup 500 & 600 kg/m2; untuk beban hidup 700 kg/m2 dinyatakan tidak aman (NO-OK). [EN] The evaluation of existing food court structural capacity with area size 1024m2 planned to be transformed to Cinemax. This research is purposed to determine permit capacity of existing structural elements on the beam and slab elements by providing various live loads. The structure is modeled using the ETABS 2015 program to analyze the internal forces on the beam elements. Then to analyze forces within slabs structures were modeled using the SAP 2015. The area covered in this evaluation is the floor slab-3 column centre J-R, and 2-5. The evaluation show for floor slab case in x-axis span, ignoring deflection of the beam, in response to 400 - 500 kg/m2 live load is considered to be safe (OK), 600 kg/m2 live load is considered to be critical, 700 kg/m2 live load is cosidered to be unsafe (NO-OK). In y-axis span, in response to 400 kg/m2 live load, it is considered safe (OK), 500 kg/m2 live load is considered critical, 600 kg/m2 live load is considered unsafe (NO-OK). All slabs assumed as its sole load without putting beam deflection into equation are considered safe in response to 500 - 600 kg/m2 live load. For main beams case (350x650), bending moment in support section is considered to be safe (OK) in all case of live load ranging from 500 - 800 kg/m2. While bending moment in midspan section, in response to 500-600 kg/m2 live load is considered to be safe (OK), 700 kg/m2 live load is considered to be unsafe (NO-OK).
Analisis Pemanfaatan Barisan Tiang Bor Sebagai Konstruksi Penahan Tanah Pada Lokasi yang Sempit dan Padat: Analysis of The Soldier Bore Piles As Soil Retaining Construction in Narrow and Crowded Location Anissa Maria Hidayati; Abdul Hakam; Elizar
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 02 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(02).5527

Abstract

[ID] Peningkatan sektor wisata di Bukittinggi memberi dampak terhadap peningkatan kebutuhan akan penginapan sebagai tempat tinggal sementara para wisatawan. Pada kondisi lain, wilayah Kota Bukittinggi cenderung memiliki lahan yang terbatas dan sudah dipadati dengan bangunan. Bagian lain pembangunan hotel di Kota Bukittinggi memerlukan fasilitas parkir, karena keterbatasan wilayah parkir di Kota yang sempit ini maka pembangunan gedung dengan memanfaatkan basement kedalam tanah menjadi alternatif pilihan. Sementara stabilitas bangunan yang telah memadati lokasi rencana pembangunan gedung baru menjadi kendala yang harus dihadapi. Kerusakan struktur tanah dapat terjadi baik secara langsung seperti penurunan daya dukung tanah dan keruntuhan dinding penahan tanah, sedangkan secara tidak langsung dapat terjadi seperti adanya kerusakan bangunan akibat getaran yang disalurkan dari tanah ke struktur bangunan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaat tiang bor sebagai konstruksi penahan tanah pada lokasi yang sempit dan padat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka aman pada stabiltas tanah dengan pemanfaatan barisan tiang bor. Metoda peneltian dengan menggunakan barisan pondasi bor sebagai penahan tanah. Berdasarkan analisis dengan parameter geoteknik tanah di lokasi, maka diperlukan dua lapis barisan tiang bor dengan diameter 50 cm untuk kedalaman yang berbeda. Lapisan pertama dari elevasi muka tanah asli hingga elevasi kedalaman 15m dan lapisan kedua dari elevasi dasar basement kedua hingga kedalaman 18m. Berdasarkan analisis maka diperoleh faktor keamanan 1,2 untuk galian hingga kedalamam 4 m. Untuk kedalaman galian yang lebih dari nilai faktor keamanan berkurang hingga mendekati nilai 1,0 sehingga diperlukan penanganan modifikasi dalam pemanfaatan barisan tiang bor ini. [EN] The increase of the tourism in Bukittinggi has an impact on the increasing need for lodging as temporary residence for tourists. In other condition, restrictions on artificial tall buildings area are limited of regulations. Meanwhile, restrictions on the construction of tall buildings in an area are limited regulations. In Bukitinggi, West Sumatra, the construction of high buildings is a less than the "Clock Tower". Meantime, the construction of hotels in the city of Bukittinggi requires parking facilities. Building construction is using basement into the ground becomes an alternative choice. However, the stability has been packed with the location of building construction plans is an obstacle that must be faced. Damage to the soil structure can directly, bearing capacity of the soil and the retaining wall is collapse. Damage of buildings by vibrations transmitted from the ground to the building structure. Soil retaining construction is a civil building that has a function of ground motion barrier that caused by pressure forces on the ground and water. Methods using sheet pile are also considered, but due to environmental disturbance these methods are not used. As a suitable choice, a row of drill foundation is used as a buffer. Based on the analysis of the soil geotechnical parameters at the site, two layers of bored pillars with a diameter of 50 cm are needed for different depths. The first layer from the original ground level elevation to 15m depth elevation and the second layer from the second basement base elevation to 18m depth.
Evaluasi Fasilitas Pejalan Kaki Pada Jalan Sudirman Kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru: Evaluation of Pedestrian Facilities on Jalan Sudirman, Plaza Sukaramai - Mall Pekanbaru Area Siti Khozidah; muhmmad zaenal muttaqien
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 02 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(02).5542

Abstract

[ID] Kinerja lebar efektif trotoar jalan sudirman kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru terganggu akibat hambatan pedagang kaki lima dan parkir dari pengunjung pertokoan. Apalagi kawasan tersebut merupakan kawasan pertokoan yang menjadi salah satu tempat rutinitas pejalan kaki cukup aktif. Seharusnya trotoar pada kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru memiliki jalur pejalan kaki dengan kondisi yang baik dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Namun dilihat dari kondisi eksisting jalur pejalan kaki kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru belum memadai. Maka dari itu perlu di evaluasi bagaimana pengembangan jalur pejalan kaki dengan konsep walkable city. Penelitian ini menggunakan pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.03/PRT/M/2014 untuk mengetahui lebar efektif kawasan yang telah memenuhi standart, dan walkability indeks untuk mengetahui penilaian kawasan berdasarkan pedoman dari walkability, serta tingkat pelayanan pejalan kaki yang mengacu pada pedoman HCM 2000 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03/PRT/M/2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dalam pengukuran/penilaian terhadap kualitas fasilitas pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan 5 dari 9 segmen pada kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru masih memiliki lebar efektif yang belum memadai untuk pejalan kaki pada jam puncak. Trotoar pada kawasaan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru memiliki walkability score sebesar 54,94 dimana dari nilai itu termasuk kedalam klasifikasi 50-70 yang merupakan katagori cukup baik untuk berjalan. Kawasan Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru khususnya di depan Plaza Sukaramai memiliki tingkat pelayanan yang rendah yaitu C untuk Plaza Sukaramai 1 dan D untuk Plaza Sukaramai 2. [EN] The effective wide performance of the sidewalks of the Sudirman street in the Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru area is disrupted due to obstacles to street vendors and parking from shop visitors. Moreover, this area is a shopping area which is one of the places where pedestrians routinely are quite active. The sidewalks in the Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru area should have pedestrian paths in good condition and equipped with adequate facilities. However, seen from the existing condition of the pedestrian pathway in the Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru area, it is not sufficient. Therefore, it is necessary to evaluate how to develop pedestrian paths with the concept of a walkable city. This study uses the guidelines of the Minister of Public Works Regulation No. 03 / PRT / M / 2014 to find out the effective width of the area that has met standards, and the walkability index to determine the area assessment based on guidelines from walkability, as well as the level of pedestrian service which refers to the HCM 2000 guidelines and the Minister of Public Works Regulation No. 03 / PRT / M / 2014. This type of research is quantitative descriptive in measuring / assessing the quality of pedestrian facilities.The results showed that 5 of the 9 segments in the Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru area still have an inadequate effective width for pedestrians during peak hours. The sidewalks in the area of Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru have a walkability score of 54.94 which of this value is included in the 50-70 classification which is a fairly good category for walking. The Plaza Sukaramai-Mall Pekanbaru area, especially in front of Plaza Sukaramai, has a low level of service, namely C for Plaza Sukaramai 1 and D for Plaza Sukaramai 2.
Pengaruh Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Porositas Beton Berpori: The Effect of Fly Ash on the Compressive Strength and Porosity of Porous Concrete Bernaditha Catur Marina; Dika Ahmad Pujiyanto
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 02 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(02).5622

Abstract

[ID] Peningkatan penggunaan beton konvensional mengakibatkan lapisan kedap air semakin luas, yang berimbas kepada turunnya muka air tanah dan terjadi banjir pada musim hujan. Hal ini dapat disiasati salah satunya melalui pengaplikasian cara-cara pembangunan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan fly ash. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui presentase fly ash pada campuran beton agar menghasilkan kuat tekan dan porositas optimum. Pada penelitian ini digunakan fly ash sebagai bahan tambahan campuran dengan variasi sebesar 0%, 10%, dan 20% dari berat semen dan variasi faktor air semen (FAS) yang digunakan sebesar 0,3 , 0,4 , 0,5. Agregat kasar berukuran maksimum 20 mm, dengan jumlah sampel 36 buah silinder, 27 buah silinder untuk pengujian kuat tekan dan 9 buah silinder untuk pengujian porositas dilakukan pada usia 28 hari. Mutu beton rencana pada penelitian ini 10 MPa mengacu pada mutu bata beton. Pengujian kuat tekan beton yang dihasilkan menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) dan pengujian porositas menggunakan alat Falling Head Water Permeability Test yang megacu pada ACI 522R-10 yang dimodifikasi. Hasil ekperimen menunjukan nilai optimum kuat tekan dan porositas rata-rata dengan variasi FAS 0,3 : FA 10%, untuk umur beton 28 hari secara berturut-turut adalah 5,4 MPa dan 7,75 m3/s. Kesimpulan penelitian ini adalah komposisi paling optimum untuk penggunaan fly ash yaitu sebesar 10% dengan faktor air semen 0,3. [EN] The increase in the use of conventional concrete resulted in a wider airtight layer, which resulted in the lowering of the groundwater level and flooding during the rainy season. One of the ways to overcome this is through the application of environmentally friendly development methods, such as the use of fly ash. The purpose of this research was to determine the percentage of fly ash ih concrete mixture to produce optimum compressive strength and porosity. In this study, fly ash was used as an additional mixture with variations of 0%, 10%, and 20% of the weight of cement and variations of the cement water factor (FAS) used were 0.3, 0.4, 0.5. The maximum size of coarse aggregate is 20 mm, with a sample size of 36 cylinders, 27 cylinders for compressive strength testing and 9 cylinders for porosity testing carried out at the age of 28 days. The quality of the concrete plan in this study is 10 MPa which refers to the quality of the concrete brick. Testing the compressive strength of the concrete produced using a CTM (Compression Testing Machine) and porosity testing using the Falling Head Water Permeability Test which refers to the ACI 522R-10. The experimental results showed that the optimum compressive strength and average porosity with FAS variation of 0.3: FA 10%, for 28 days of concrete were 5.4 MPa and 7.75 m3