cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Optimalisasi Jasa Antar Koridor Pelayanan Trans Metro Pekanbaru Berbasis Persepsi Penumpang: Optimization of Trans Metro Pekanbaru Service Corridor Services Based on Passenger Perception Muchammad Zaenal Muttaqin
JURNAL SAINTIS Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.764 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).3197

Abstract

[ID] Dalam upaya menciptakan suatu system transportasi yang baik di kota Pekanbaru, keberadaan Trans Metro Pekanbaru sebagai moda transportasi utama amat perlu dikembangkan secara konsisten dan menerus. Setiap rute pelayanan tersebut memiliki karakteristik tersendiri terkait jenis pelayanan dan karakteristik rute yang dilayani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan dalam perbandingan rute pelayanan agar menjadi pertimbangan dalam perhitungan kualitas pelayanan angkutan umum Trans Metro Pekanbaru. Batasan dari penelitian ini adalah hanya membandingkan dua rute perjalanan, yakni rute 2 yang menghubungkan Terminal BRPS-Kulim (rute komersial) dan rute 3 yang menghubungkan Ramayana-UIN Suska Panam (Rute komersial dan pendidikan). Analisis IPA (Importance-Performance Analysis) digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan antar rute perjalanan Trans Metro Pekanbaru sehingga memudahkan dalam penentuan prioritas bagi Trans Metro dalam melakukan peningkatan pelayanannya untuk setiap rute pelayanan. Sampel penelitian ini adalah 279 orang untuk setiap rute perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada setiap rute perjalanan. Secara umum, Hal ini dikarenakan penumpang memberi alasan tentang ketertarikan untuk menggunakan Trans Metro Pekanbaru adalah lebih menarik dibanding moda yang lain. Sehingga, strategi peningkatan kualitas dari segi waktu pelayanan menjadi perhatian serius bagi Trans Metro Pekanbaru untuk mencapai sebuah system transportasi yang lebih baik dan menuju transportasi yang berkelanjutan di kota Pekanbaru. [EN] In an effort to create a good transportation system in the city of Pekanbaru, the existence of Trans Metro Pekanbaru as the main transportation mode is very necessary to be developed consistently and continuously. Each service route has its own characteristics related to the type of service and the characteristics of the routes served. The purpose of this research is to find out the quality of service in the comparison of service routes so that it becomes a consideration in calculating the quality of Trans Metro Pekanbaru public transportation services. The limitation of this study is to only compare two travel routes, namely route 2 which connects BRPS-Kulim Terminal (commercial route) and route 3 which connects Suska Panam Ramayana-UIN (commercial and educational routes). IPA analysis (Importance-Performance Analysis) is used to determine the quality of service between Trans Metro Pekanbaru travel routes so as to facilitate the prioritization of Trans Metro in improving its services for each service route. The study sample was 279 people for each route. The results of the study show that there are differences in each route. In general, this is because passengers giving reasons for their interest in using Trans Metro Pekanbaru are more attractive than other modes. Thus, the strategy of improving quality in terms of service time is a serious concern for Trans Metro Pekanbaru to achieve a better transportation system and towards sustainable transportation in the city of Pekanbaru.
Penerapan Model Horton Untuk Kuantifikasi Laju Infiltrasi: Application of the Horton Model for Quantification of Infiltration Rate Bismi Annisa
JURNAL SAINTIS Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.805 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).3198

Abstract

[ID] Kapasitas infiltrasi akan semakin menurun bila bidang resapan air semakin berkurang. Dampaknya limpasan air hujan yang menjadi aliran permukaan akan semakin meningkat. Konsep perencanaan yang memperbesar air hujan meresap ke dalam tanah akan mampu mengurangi aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk kuantifikasi laju infiltrasi air hujan dengan menerapkan model Horton. Metode yang dilakukan adalah uji sampel di lapangan terhadap laju infiltrasi pada bidang tanah yang tidak ada lubang resapan dan bidang tanah yang diberi lubang resapan. Dimensi lubang resapan adalah diameter (Ø) 3 inchi, 4 inchi, dan 8 inchi dengan kedalaman 1,1 m menggunakan alat ukur double ring infiltrometer. Metode perhitungan menggunakan rumus infiltrasi Horton. Dapat disimpulkan bahwa lubang resapan berpengaruh terhadap peningkatkan laju infiltrasi air hujan ke dalam tanah, sehingga dapat meningkatkan daya resap air ke tanah. Laju infitrasi model Horton pada lubang resapan Ø 3 inchi, Ø 4 inchi, Ø 8 inchi dan tanpa lubang resapan adalah f (t) = 0,55+0,45e-14t ; f (t) = 0,4+1,5e-19,5 t ; f (t) = 2,3+1,8e-46t ; dan f (t) = 0,28+0,72e-10,7t. Nilai laju infiltrasi yang paling besar hingga paling kecil adalah f (0) = 4,1 m/jam (pada Ø 8 inchi); f (0) = 1,9 m/jam (pada Ø 4 inchi); f (0) = 1 m/jam (pada Ø 3 inchi); dan f (0) = 1 m/jam (tanpa lubang resapan). Perbandingan akumulasi waktu laju infiltrasi terhadap lubang resapan Ø 8 inchi adalah 3,8 kali lebih lambat (pada Ø 3 inchi), 3,6 kali lebih lambat (pada Ø 4 inchi), dan 6,63 kali lebih lambat (tanpa lubang resapan). [EN] Infiltration capacity will decrease if the water absorption field decreases. The impact of rainwater runoff which becomes surface runoff will increase. The concept of planning that enlarges rainwater seeps into the ground will be able to reduce surface flow. This study aims to quantify the rate of infiltration of rainwater by applying the Horton model. The method used is a sample test in the field against the infiltration rate in the field of land where there are no infiltration holes and soils are given infiltration holes. The dimensions of infiltration holes are diameter (Ø) 3 inches, 4 inches, and 8 inches with a depth of 1.1 m using a double ring infiltrometer measuring instrument. Calculation method using Horton infiltration formula. It can be concluded that infiltration holes affect the rate of infiltration of rainwater into the soil, so that it can increase the absorption rate of water to the ground. Inflation rate of Horton model in infiltration hole Ø 3 inches, Ø 4 inches, Ø 8 inches and without infiltration hole is f (t) = 0.55 + 0.45e-14t; f (t) = 0.4 + 1.5e-19.5 t; f (t) = 2.3 + 1.8e-46t; and f (t) = 0.28 + 0.72e-10.7t. The value of the largest infiltration rate to the smallest is f (0) = 4.1 m / hour (at Ø 8 inches); f (0) = 1.9 m / hour (at Ø 4 inches); f (0) = 1 m / hour (at Ø 3 inches); and f (0) = 1 m / hour (without infiltration holes). Comparison of accumulated infiltration time to infiltration hole Ø 8 inches is 3.8 times slower (at Ø 3 inches), 3.6 times slower (at Ø 4 inches), and 6.63 times slower (without infiltration holes).
Rencana Umum Kapal Katamaran Tipe Glass Bottom Untuk Sarana Pariwisata di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur: The General Arragement Catamarans Ship of Glass Bottom Type for Vacation Tools at Derawan Islands of Berau Regency East Kalimantan alamsyah Alam; Bebeto Fandi Birana
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.037 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3455

Abstract

[ID] Banyak wisatawan yang berkunjung di Kepulauan Derawan, sebagian besar melakukan kegiatan penyelaman. Namun, jumlah kunjungan ini tidak diimbangi dengan sarana transportasi laut yang layak teknis dan layak laut. Tujuan penelitian ini yakni menemukan data-data berupa ukuran utama, rencana garis, dan rencana umum desain kapal katamaran. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan Trend Curve Approach dan optimasi desain dengan software Maxurf Modeler Advanced. Hasil penelitian yang didapat adalah ukuran utama kapal dengan rincian sebagai berikut; L = 21m, B =10m, B1 =2.4m, H = 5m, T = 2m, Vs = 10 knot, Cb = 0.33, Daya Mesin = 86 HP (Untuk 1 Mesin), Jumlah Penumpang dan Kru = 87 Orang. [EN] Many tourists visiting the Derawan Islands, most do diving. However, the number of visits is not balanced with the means of sea transportation that is technically feasible and seaworthy. The purpose of this study was to find data in the form of main dimention, lines plan, and general arragement for the design of glass bottom catamaran vessels. The methodology used in this study is the Trend Curve Approach and design optimization with Maxurf Modeler Advanced software. The results of the research obtained are the main size of the ship obtained as follows; L = 21m, B = 10m, B1 = 2.4m, H = 5m, T = 2m, Vs = 10 knots, Cb = 0.33, Engine Power = 86 HP (For 1 Machine), Number of Passengers and Crew = 87 Persons.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KESELAMATAN KERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA KARYAWAN PTSURYA AGROLIKA REKSA DI SEI. BASAU: Relationship Between Work Safety Behavior of The Use Of Personal Protective Equipment (PPE) in Employees of PT Surya Agrolika Reksa Firman Edigan
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.293 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3741

Abstract

[ID] Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya di tempat kerja atau kecelakaan kerja. Berdasarkan dari data survei yang dilakukan kejadian kecelakaan kerja di PT. Surya Agrolika Reksa Tahun 2014-2016 mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara perilaku keselamatan kerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan, pendidikan, sikap kerja, pelatihan K3 dan pengawasan. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik observasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini adalah variabel yang mempunyai hubungan terhadap penggunaan APD yaitu tingkat pendidikan (p-value= 0,030), pengetahuan (p-value= 0,003), sikap kerja (p-value= 0,000), pelatihan K3 (p-value= 0,004), dan pengawasan (p-value= 0,015). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku keselamatan kerja terhadap penggunaan APD. Disarankan memberikan penyuluhan tentang perilaku keselamatan kerja dalam penggunaan APD yang baik dan benar,menganjurkan kepada karyawan di PT. Surya Agrolika Reksa untuk selalu menggunakan APD pada saat bekerja. [EN] Personal Protective Equipment (PPE) is a set of an instrument used by labour To protect all or part of his body to the predictable the potential danger in the workplace or work accident. Based on from the data the survey scene of an accident work in PT Surya agrolikareksa years 2014-2016 increased.ResearchThis aims to understand the relationship between behavior occupational safety on the use of PersonalProtective Equipment (PPE). Namely the levels of education, knowledge, education, attitude work , training occupational health and safety and supervision. The kind of research used is quantitative analytic observational. Design research used is the cross sectional. Data analysis be done in univariat and bivariate. The result of this research is the variable who are related on the use of apd namely the levels of education (p-value= 0,030), knowledge (p-value = 0,003), attitude work(p-value= 0,00), training occupational health and safety (p-value= 0,004) and supervision (p-value= 0,001). Conclusion in this research is that there a significant relation exists between behavior occupational safety on the use of apd. Suggested expain behavior occupational safety In the use of apd good and right and suggested employees in PT Surya agrolikareksa to always use PPE in while working.
Waste Konstruksi: Identifikasi Potensi dan Penyebabnya Pada Proyek Perumahan Di Pekanbaru: Construction Waste: Identification of Potential and Its Causes in Housing Project in Pekanbaru Sapitri; Firdaus
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1132.214 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3904

Abstract

[ID] Waste merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas. Besarnya potensi waste tentu saja akan merugikan owner ataupun kontraktor. Waste pada industri perumahan dapat mempengaruhi nilai jual rumah itu sendiri. Potensi waste material yang muncul pada proses pembangunan, penting untuk diidentifikasi dan dicari penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan waste pada industri konstruksi (proyek perumahan) beserta sumber penyebab waste tersebut. Penelitian bersifat kuantitative dan data primer dikumpulkan dengan bantuan instrument kuesioner. Responden yang terlibat seluruhnya adalah pengawas lapangan/penanggung jawab lapangan proyek perumahan. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) dan fishbone diagram digunakan sebagai alat analisis variable dan indikator penyebab waste. Secara keseluruhan, hasil identifikasi penelitian menunjukkan bahwa material yang berpotensi ditemui pada proyek pembangunan perumahan di Pekanbaru yaitu material kayu dan batu bata (berpotensi sedang), material keramik, genteng, besi beton, cat, tanah, batu, pasir dan plesteran (berpotensi rendah) dan, cardboard packaging, plastic, kaca, metal, aspal dan plafond (berpotensi sangat rendah). Terdapat beberapa variable penyebab waste. Variabel-variabel tersebut terkait dengan sumber daya yang dibutuhkan selama proses pengerjaan proyek. Sumber penyebab waste yang berkonstribusi selama proses produksi secara signifikan dipengaruhi oleh variable: alat/mesin sebesar 0.885, metode kerja sebesar 0.873, material sebesar 0.866, manpower sebesar 0.821, dan lingkungan sebesar 0.808. Satu sumber variable dapat mempengaruhi variable yang lain, sehingga sangat penting untuk memperhatikan penyebab waste agar produktivitas pekerjaan dilapangan tidak terganggu. [EN] Waste is one of the causes of low productivity. The potential of waste will certainly harm the owner or contractor. Waste in housing industry can affect the sale price of the house. The potential of material waste in construction process is important to identify and need to find its cause. The purpose of this study is to identify waste in the construction industry (housing project) along with the source of the cause of the waste. Quantitative research is conducted and primary data were collected with questionnaire as the instrument. All respondents involved were supervisor. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) and fishbone diagrams are used as a tool for analyzing variables and indicators of the causes of waste. Overall, the result of research identification shows that the potential material in housing construction projects in Pekanbaru, namely wood and brick material (medium potential), ceramic, roof tile, steel, paint, soil, stone, sand and plastering (low potential) and, cardboard packaging, plastic, glass, metal, asphalt and ceiling (very low potential). There are several variables that cause waste. These variables are related to the resources that needed during the construction process. The sources of waste causes that contribute during the production process are significantly influenced by variables, i.e. tools / machines at 0.885, work methods at 0.873, materials at 0.866, manpower at 0.821, and the environment at 0.808. One source of variables can affect other variables, so it is necessary to pay attention to the waste causes so that work productivity uninterrupted.
Perbandingan Tingkat Efisiensi Biaya Pekerjaan Bekisting Struktur Core Wall Menggunakan Metode Semi Sistem dan Climbing System Terhadap Metode Konvensional (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Menara Bank Rakyat Indonesia Pekanbaru): Cost Efficiency Level of Formwork of Core Wall Using Semi System and Climbing System Method Astuti Boer
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.564 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3917

Abstract

[ID] Pembangunan Menara Bank Rakyat Indonesia Pekanbaru didukung dengan core wall yang merupakan struktur beton bertulang vertikal berbentuk dinding dirancang untuk menahan gaya geser, gaya lateral. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan core wall akan mempengaruhi siklus floor to floor pembangunan bangunan yang akan berdampak pada biaya proyek, maka dibutuhkan suatu metode bekisting yang dapat memberikan dampak yang signifikan dinilai dalam hal efektif dan efisiennya dalam pekerjaan core wall. Oleh karena itu dilakukan penelitian tentang tingkat efisiensi biaya pekerjaan bekisting core wall. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan pada pekerjaan bekisting core wall dengan menggunakan metode konvensional, semi sistem dan climbing system dan menentukan tingkat efisiensi biaya pada pekerjaan bekisting struktur core wall menggunakan semi sistem dan climbing system dibanding konvensional. Metode pada penelitian ini adalah analisa biaya pekerjaan bekisting struktur core wall menggunakan konvensional, semi sistem dan climbing system, untuk pengerjaan struktur bangunan menggunakan sistem zona untuk waktu penyelesaian pekerjaan struktur setiap lantai selama 5 hari, dengan analisa yang terdiri dari analisa kebutuhan material dan alat bekisting, analisa kebutuhan pekerja, analisa upah harian pekerjaan, analisa upah borongan pekerjaan, analisa parameter pendukung harga satuan, analisa harga satuan bekisting, perhitungan biaya total pekerjaan bekisting. Berdasarkan hasil analisa perhitungan diperolehlah total biaya pekerjaan bekisting core wall untuk metode konvensional dengan upah harian sebesar Rp160.981.400,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp91.522.980,00 dan untuk metode semi sistem dengan upah harian sebesar Rp125.592.380,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp67.751.640,00 sedangkan untuk metode climbing system dengan upah harian sebesar Rp126.062.350,00 dan dengan upah borongan sebesar Rp90.485.000,00 dan tingkat efisiensi biaya pekerjaan bekisting struktur core wall untuk perbandingan menggunakan konvensional dengan semi sistem sebesar 25,97 % dan untuk perbandingan menggunakan konvensional dengan climbing system sebesar 1,13 %.
Perilaku Struktur Jembatan Baja Pelengkung Berdasarkan Spektrum Gempa: Behavior of Curved Steel Bridge Structures Based on Earthquake Spectrum Widya Apriani; Fadrizal Lubis; Reni Suryanita; Elva Nidya Sari
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.698 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(2).3924

Abstract

[ID] Perencanaan struktur jembatan baja pelengkung harus memperhatikan kemampuan respon strukturnya yang rentan terhadap deteriorasi akibat fatik, ancaman gempa bumi kuat atau angin topan, khususnya diwilayah sumatera yang mempunyai resiko gempa yang tinggi. Penelitian ini fokus memprediksi struktur jembatan pelengkung baja dengan analisis repons spectra dengan bantuan software analisis struktur gempa berdasarkan SNI 1726-2012. Percepatan gempa yang diambil berasal dari beberapa kota seperti Kota Aceh, Padang, Tanjung Pinang, dan Pekanbaru yang memliki karakteristik. Hasil analisis menunjukkan respon struktur jembatan terbesar terjadi di Padang dengan nilai perpindahan sebesar 0,016267 m dan percepatan sebesar 0,0235 m. Sementara itu, respons struktur terkecil terjadi di kota tanjung pinang dengan nilai perpindahan sebesar 0,01552 m dan nilai percepatan sebesar 0,0208 m. Diharapkan dengan diketahuinya hasil prediksi kesehatan struktur jembatan dapat digunakan sebagai referensi/masukan bagi pemerintah dan pihak yang terkait dalam usaha memperbaiki jembatan dengan tepat, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya keruntuhan struktur jembatan. [EN] Curved steel bridge structure planning must pay attention to the responsiveness of the structure that is vulnerable to deterioration due to fatigue, the threat of strong earthquakes or hurricanes, especially in the region of Sumatra which has a high earthquake risk. This study focuses on predicting the structure of steel curved bridges with spectral response analysis with the help of earthquake structure analysis software based on SNI 1726-2012. The earthquake acceleration taken came from several cities such as Aceh City, Padang, Tanjung Pinang, and Pekanbaru which have characteristics. The analysis shows the largest bridge structure response occurred in Padang with a displacement value of 0.016267 and acceleration of 0.0235. Meanwhile, the smallest structural response occurred in Tanjung Pinang city with a displacement value of 0.01552 and an acceleration value of 0.0208. It is expected that by knowing the results of the bridge structure health predictions can be used as a reference / input for the government and related parties in an effort to repair the bridge appropriately, so that it is expected to prevent the collapse of the bridge structure.
Identifikasi Kerusakan Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Soekarno – Hatta, Palembang: Flexible Pavement Damage Identification on Section of Soekarno – Hatta Road, Palembang Muhammadiya Rifqi; Heni Fitriani
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.332 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4072

Abstract

[IN] Ruas Jalan Soekarno-Hatta kota Palembang merupakan Jalan Nasional yang berkelas Jalan Arteri Primer yang dilapisi dengan perkerasan lentur (flexible pavement). Jalan yang diamati dari Simpang Empat fly over Tanjung Api-Api hingga Simpang Empat Macan Lindungan memiliki panjang 8,45 kilometer. Saat itu kota Palembang sedang menggenjot pembangunan proyek venue dan LRT guna menyukseskan perhelatan olahraga Asian games. Ruas Jalan Soekarno-Hatta Palembang digunakan sebagai aktivitas lalulintas kendaraan proyek akibatnya terjadi peningkatan volume kendaraan dan kepadatan lalulintas yang tak terkendali, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kualitas perkerasan jalan tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kerusakan permukaan perkerasan lentur jalan dengan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index). Survei metode PCI dilakukan secara visual berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan jalan dengan penilaian numerik antara nol (gagal) hingga seratus (sempurna). Hasil identifikasi kerusakan permukaan jalan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut sebanyak tujuh jenis yaitu kegemukan, amblas, keriting, pelepasan butiran, retak kulit buaya serta tonjolan dan lengkungan. Jumlah unit sampel segmen jalan yang mengalami kerusakan sebanyak 17 unit sampel dari total yang diteliti 68 unit sampel dengan nilai rata-rata PCI didapatkan sebesar 95,655 artinya jalan tersebut dengan kondisi “Sempurna”. Meskipun ruas jalan tersebut tergolong sempurna secara kondisi, akan tetapi masih terdapat kerusakan yang terjadi pada ruas tersebut, untuk itu perlu dilakukan pemeliharaan jalan pada unit sampel yang rusak sehingga dapat menjaga kualitas serta umur layak ruas jalan tersebut. [EN] The Soekarno-Hatta Road section of the city of Palembang is a classy National Road of the Primary Arterial Road that is equipped with flexible pavement. The road chosen from Simpang Empat fly over Tanjung Api-Api to Simpang Empat Macan Lindungan has a length of 8.45 kilometers. At present the city of Palembang is being promoted by a construction site and LRT project to succeed in the sporting event Asian games. The Soekarno-Hatta Palembang Road Section is used as a project vehicle traffic activity resulting in an increase in vehicle volume and uncontrolled traffic density, so it is feared to have an impact on the quality of the pavement. The purpose of this study was to identification road surface damage using the PCI (Pavement Condition Index) method. PCI survey method is carried out visually based on the type and severity level of road damage with a numerical rating between zero (failed) to one hundred (excellent). The results of identification of road surface damage showed that there were 7 types of damage that occurred on the road section namely bleeding, depression, corrugation, weathering and raveling, potholes, alligator cracking, and bumps and sags. The number of sample units of the road segment that suffered damage as many as 17 sample units of the total studied by 68 units samples with an average value of PCI obtained by 95,655, This means that the road with the condition "excellent". Even though the road is classified as excellent, but damage is still needed in that section, for this reason it is necessary to maintain the road on the damaged sample unit so that it can be used at a reasonable quality for the life of the road section.
Analysis of Pavement Dimension at Hang Nadim International Airport in Batam City, Indonesia Fiqri Fansyuri Saragih; Ari Sandhyavitri; Hendra Taufik
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.779 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4494

Abstract

[EN] It was acknowledged that, the Hang Nadim International Airport’s aircraft movements increased significantly at recent 10 years period. The shift in aircraft dimensions and weights have raised questions whether or not the existing apron pavement dimensions are sufficient for accommodating the increase aircraft parking demands and to bear aircraft load changes. The purpose of this research is to evaluate and analyze the apron dimensions and pavement thickness at Hang Nadim Airport. This research was used two relevant methods as guidelines for calculating this apron dimension and thickness; ICAO (International Civil Aviation Organization) Anex 14 2013 and FAA (Federal Aviation Administration) 150/5320-6d. It was calculated that the apron dimension need to be expanded to 1600 m x 150 m for accommodating 31 aircraft parking in 2025 (11 units B747- 300 + 16 units B737-900 + 4 units F27). The apron thickness would be 46.2 cm of base course and 10 cm of subbase course.
Pengaruh Hidrotopografi dan Peruntukan Lahan Terhadap Saluran Tersier Daerah Rawa Pinang Dalam: The Effect of Hydrotopography and Land Use on Tertiary Canal in Rawa Pinang Dalam Henny Herawati; Eko Yulianto; Azmeri
JURNAL SAINTIS Vol. 20 No. 01 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.017 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2020.vol20(01).4698

Abstract

[ID] Daerah Rawa Pinang Dalam merupakan bagian dari daerah rawa di kawasan Pinang Komplek yang berada di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Tinggi muka air tanah Daerah Rawa Pinang Dalam dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Daerah Pinang Dalam diusahakan oleh penduduk sebagai lahan pertanian. Namun hasil produksi pada daerah ini belum optimal yang disebabkan oleh belum baiknya jaringan tata air, dimana sebagian besar daerah tersebut merupakan daerah genangan, sering mengalami banjir pada musim penghujan serta mengalami kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pengaruh hidrotopografi lahan terhadap saluran tersier, sehingga dapat diperoleh dimensi saluran tersier sesuai dengan peruntukan lahan di daerah rawa Pinang Dalam. Data primer pada penelitian ini yaitu data hidrometri dan data pasang surut, sementara data sekunder yang digunakan yaitu data hidrologi dan data topografi serta peta-peta yang diperlukan dalam analisis hidrotopografi. Data tersebut merupakan dasar dalam melakukan kajian dan analisis hidrometri dan topografi yang diperlukan untuk mengetahui hidrotopografi lahan dengan memperhatikan peruntukan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hidrotopografi lahan di daerah rawa Pinang Dalam terdiri dari jenis hidrotopografi B, C dan D. Berdasarkan jenis hidotopografi dan peruntukan lahan, terdapat kriteria tertentu mengenai kedalaman optimum untuk saluran tersier dalam sebuah jaringan tata air. Saluran tersier yang diperuntukkan sebagai lahan perkebunan sebaiknya diupayakan untuk memiliki kedalaman yang dapat mempertahankan muka air tanah dalam kisaran 60 hingga 90 centimeter, sementara elevasi muka air untuk tanaman padi sawah dipertahankan setinggi mungkin dengan kedalaman perakaran minus (-)10 sampai dengan -30 centimeter. [EN] The Pinang Dalam swamp area is a part of Pinang Komplek swamp area which is located in Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province. Groundwater table in Pinang Dalam swamp area is affected by tides. Pinang Dalam area is cultivated by the population as agricultural land. But the production results in this area are not optimal due to the lack of a good water system, where most of the area is inundated, often experiences floods during the rainy season and experiences drought in the dry season. This research aims to identify the type and effects of land hydrotopography on the tertiary channel, thus the dimension of tertiary channel that is suitable for the allocated land use is obtained. The primary data in this study are hydrometric and tidal data, while secondary data used are hydrological and topographic data and maps needed in hydrotopographic analysis. These data are the basis for conducting studies and analysis of hydrometry and topography needed to the hydrotopography of land while taking the land use into account. The results showed that the hydrotopographic type of land in the Pinang Dalam swamp area consisted of hydrotopographic types B, C and D. Based on the hydotopography type and land use, there are certain criteria regarding the optimum depth for tertiary channels in a water system. Tertiary canals on land allocated as plantation area should be striven to have a depth that can maintain water table in the range of 60 to 90 centimeters, while the water level elevation for lowland rice plants should be maintained as high as possible with a rooting depth of minus (-) 10 to -30 centimeters.