cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Analisis Respons dan Kinerja Struktur Bangunan Gedung Menggunakan Pushover Analysis: Analysis of Response and performance of Building Structures Using Pushover Analysis Arie Putra Usman; Rosidawani; Sri Palta Mutmainna
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7585

Abstract

[ID] Indonesia merupakan negara dengan resiko gempa tinggi, hal ini diakibatkan oleh pertemuan lempeng-lempeng tektonik utama dan lempeng kecil lainnya yang mengelilingi Indonesia. Setiap wilayah indonesia memiliki tingkat resiko gempa yang berbeda-beda, mulai dari resiko gempa rendah hingga resiko gempa tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan respons dan kinerja struktur suatu bangunan gedung di beberapa wilayah yang mewakili tingkat resiko gempa rendah hingga tinggi. Adapun wilayah-wilayah yang ditinjau dalam penelitian ini yaitu wilayah Pontianak, Palembang, Jakarta, Bandar Lampung, dan Palu. Analisis dilakukan pada bangunan beton bertulang empat lantai dengan dinding geser dengan menggunakan bantuan program SAP 2000 guna mendapatkan repons dan kinerja struktur. Hasil respons struktur dari penelitian menunjukkan nilai simpangan lateral lantai dari yang terbesar hingga terkecil yaitu dimulai dari wilayah Palu, Bandar Lampung, Jakarta, Palembang, dan Pontianak. Wilayah Palu memiliki nilai simpangan lateral lantai yang terbesar yaitu 23,745 mm dan 23,690 mm untuk arah X dan Y sedangkan wilayah Pontianak memiliki nilai simpangan lateral lantai terkecil dengan besar simpangan lateral 7,571 mm dan 7,439 mm untuk arah X dan Y. Berdasarkan analisis pushover didapatkan level kinerja struktur memiliki level kinerja B untuk Wilayah Palu dan IO untuk wilayah lainnya. [EN] Indonesia is a country with a high risk of earthquake due to the meeting of the main tectonic plates and other small plates that surround Indonesia. Each area in this country has a different level of earthquake risk, ranging from low to high earthquake risk. This study aims to compare the response and structural performance of buildings in some areas with low to high earthquake risk levels. The areas covered Pontianak, Palembang, Jakarta, Bandar Lampung, and Palu. The analysis was carried out on a four-story reinforced concrete with shear walls using the SAP 2000 program to obtain the response and performance of the building structure. The results of the structural response showed the value of the floor lateral deviation from the largest to the smallest, starting from Palu, Bandar Lampung, Jakarta, Palembang, and Pontianak. Pulu has the largest floor lateral deviation values of 23.745 mm and 23.690 mm for the X and Y directions, while Pontianak has the smallest floor lateral deviation values of 7.571 mm and 7.439 mm for the X and Y directions. Based on the pushover analysis, the structure has a performance level of B for Palu areas and IO for other areas.
Analisis Kebutuhan Penyediaan Air Bersih di Kota Palembang: Analysis of Water Demand Supply in Palembang M. Agung Kurniawan; Heni Fitriani; Febrian Hadinata
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7611

Abstract

[ID] Cakupan pelayanan air bersih di Kota Palembang pada tahun 2020 sebesar 83,22%, sehingga masih ada 16,78% penduduk Kota Palembang yang belum dapat terlayani. Kondisi tersebut akan semakin memburuk seiring bertambahnya kebutuhan air tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan pelayanan, kebutuhan air maksimum dan neraca air, sehingga diharapkan dapat menjawab persoalan yang akan dibahas. Penelitian dimulai dengan melakukan proyeksi penduduk dan proyeksi pelanggan. Hasil proyeksi akan menghasilkan proyeksi cakupan pelayanan. Perhitungan kebutuhan air didapatkan dari kebutuhan dari jumlan pelanggan yang telah diproyeksikan. Selanjutnya proyeksi kebutuhan air akan dihubungkan dengan rencana penambahan kapasitas produksi sehingga menghasilkan neraca air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021 dan tahun selanjutnya diproyeksikan cakupan pelayanan akan mengalami perbaikan dan pada tahun 2030 pelayanan air bersih 100% Kota Palembang dapat tercapai. Kebutuhan air pada tahun 2021 sebesar 4.875 lps dan semakin meningkat pada tahun berikutnya hingga pada tahun 2033 kebutuhan air mencapai 7.146 lps. Kondisi neraca air juga diproyeksikan akan mengalami perbaikan, dimana pada tahun 2020 masih mengalami defisit kapasitas sebesar 257 lps dan pada tahun berikutnya hingga tahun 2031 dapat mempertahankan surplus kapasitas. [EN] The coverage of clean water services in Palembang City in 2020 is 83.22%, so there are still 16.78% of the population of Palembang City who have not been served. This condition will worsen as the demand for water increases every year. This study aims to determine service coverage, maximum water demand and water balance, so that it is expected to be able to answer the issues to be discussed. The research begins by conducting population projections and customer projections. The projection results will produce a projection of service coverage. The calculation of water needs is obtained from the needs of the projected number of customers. Furthermore, the projected water demand will be linked to the plan to increase production capacity so as to produce a water balance. The results of the study show that in 2021 and the following year it is projected that service coverage will improve and in 2030 100% clean water services for Palembang City can be achieved. The need for water in 2021 is 4,875 lps and will increase in the following year until in 2033 the water needs will reach 7,146 lps. The condition of the water balance is also projected to improve, where in 2020 it will still experience a capacity deficit of 257 lps and in the following year until 2031 it can maintain a capacity surplus.
Karakterisasi Limbah Cair Greywater pada level Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Emisi: Greywater Characterization at Household Scale by Emission Source Siti Nurul Khotimah; Nur Anisa Mardhotillah; Nur Arifaini; Sumiharni
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7876

Abstract

[ID] Limbah cair greywater merupakan limbah cair hasil aktivitas dapur, pencucian pakaian dan kamar mandi. Produksi limbah greywater rumah tangga sekitar 70–75% dari total produksi limbah cair rumah tangga dengan kandungan polutan yang rendah. Terkait dengan tingginya volume produksi limbah cair greywater, limbah greywater berkontribusi sekitar 70-80% dalam pencemaran badan air. Namun demikian, volume produksi limbah greywater yang tinggi ini justru dapat dijadikan sumber alternatif baru air bersih jika dilakukan pengolahan limbah dengan baik dan tepat. Di dalam pengolahan limbah greywater ini dibutuhkan data karakteristik agar pengolahanya menjadi tepat. Permasalahannya ketersediaan data karakteristik greywater sangat minim, karena itulah dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi limbah cair greywater berdasarkan sumber emisinya dengan parameter yang dilihat adalah BOD, COD, TSS, DO, temperature, pH dan turbidity dari masing-masing sumber limbah cair greywater dan juga kondisi limbah yang sudah tercampur dari ketiga sumber limbah. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 12 sampel dari suatu rumah tangga. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa limbah dapur merupakan limbah dengan kandungan yang terberat dibandingkan limbah lainnya dari greywater. Kandungan BOD dan COD Dapur menduduki nilai tertinggi dengan nilai 250-1000 mg/L untuk BOD dan 840-3430 mg/L untuk COD. Kandungan BOD dan COD limbah greywater terendah berasal dari limbah kamar mandi dengan kandungan BOD 6-100 mg/L sedangkan kandungan COD 19,4-143 mg/L. Keseluruhan rasio BOD/COD menunjukkan nilai berkisar 0,2-0,5 yang artinya limbah adalah biodegradable. Kadar pH dari keduabelas sampel berkisar dari 4,2-6,5. Kandungan TSS tertinggi berasal dari dapur dengan nilai 202 – 620 mg/L. [EN] Greywater is wastewater generated from kitchen, laundry and bath activities. Its production is about 70–75% of the total household wastewater. Related to the high volume of greywater production, greywater contributes around 70-80% in polluting water bodies. By appropriate treatment, the high volume of greywater production can be used as a new alternative of water source. Unfortunately, the availability of greywater characteristic data is very limited in existence. This study aims to characterize greywater effluent based on its emission source with focus parameters were BOD, COD, TSS, DO, temperature, pH and turbidity from each source of greywater effluent and also the mixed waste conditions from the three waste sources. The study was conducted by taking 12 samples from a household. The results of the study show that kitchen waste is the heaviest pollutant content compared to other waste from greywater. The content of BOD and COD in the kitchen occupies the highest value with a value of 250-1000 mg/L for BOD and 840-3430 mg/L for COD. The lowest BOD and COD content of greywater came from bathroom waste with a BOD content of 6-100 mg/L while the COD content was 19.4-143 mg/L. The overall BOD/COD ratio shows a value ranging from 0.2 to 0.5, which means that the waste is biodegradable. The pH levels of the twelve samples ranged from 4.2-6.5. The highest TSS content comes from the kitchen with a value of 202 – 620 mg/L.
Pemrograman Linier untuk Optimalisasi Operasi Mobilisasi (Studi Kasus pada Operasi Hulu Pengeboran Minyak dan Gas): Linear Programming for Optimization of Mobilization Operations (Case Study on Upstream Oil and Gas Drilling Operations) Muhammad Rilly Aka Yogi; Benny Hamdi Rhoma Putra; Fitra Lestari
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).7476

Abstract

[ID] Studi kasus pada penelitian ini diadopsi pada sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dalam operasi hulu pengeboran minyak dan gas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendistribusikan beban dari berbagai fasilitas yang ada pada area pengeboran melalui simulasi optimalisasi mobilisasi Concrete Slab (CS). CS diperlukan dalam operasi pekerjaan persiapan lokasi pengeboran. Kemudian, Pendekatan Simulasi dilakukan menggunakan metode pemrograman linier terhadap kondisi batas antara lain peralatan, durasi, dan jarak melalui fungsi tujuan adalah untuk menekan biaya operasional selama kurun waktu 1 tahun operasi terhadap operasi eksisting pada tahun sebelumnya. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat potensial reduksi biaya sebesar 31.36% melalui optimalisasi pada rute operasi. Disarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan total faktur tahunan yang optimal dengan multi variable dalam memobilisasi material, pelat beton (concrete slab), dari satu lokasi ke lokasi lainnya. [EN] The case study in this study was adopted by a multinational company engaged in upstream oil and gas drilling operations in Indonesia. This study aims to distribute material from various existing facilities in the drilling area through a simulation of optimization of Concrete Slab (CS) mobilization. CS is required in the operation of drilling site preparation work. Then, the simulation approach is carried out using a linear programming method for boundary conditions including equipment, duration, and distance through the objective function is to reduce operational costs for a period of 1 year of operation against existing operations in the previous year. The results found that there is a potential for cost reduction of 31.36% through optimization of the operating route
Analisis Keruntuhan Bendungan Akibat Piping dan Pemetaan Genangan Banjir (Studi Kasus : Bendungan Saguling): Dam Break Analysis Due To Piping And Flood Mapping (Case Study Of Saguling DAM) Suhada, Bahri; Nugroho, Hari; Suprapto; Herawati, Henny
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).8081

Abstract

[ID] Salah satu upaya penanggulangan kegagalan bendungan adalah penyusunan Rencana Tindak Darurat. Rencana tindak darurat memuat peta genangan banjir akibat keruntuhan. Peta genangan banjir merupakan aspek penting karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan penanggulanan kegagalan bendungan. Peta genangan banjir diperoleh dari analisis keruntuhan bendungan. Penelitian ini melakukan analisis keruntuhan bendungan Bendungan Saguling yang merupakan bendungan kaskade di Wilayah Sungai Citarum. Analisis keruntuhan dalam penelitian ini terdiri analisis hidrograf keruntuhan menggunakan HEC-HMS, penelusuran banjir menggunakan HEC-RAS, dan pengolahan informasi spasial menggunakan QuantumGIS. Skenario keruntuhan bendungan yang dimodelkan adalah keruntuhan akibat piping saat sunnyday dengan variasi initial piping pada 1/3 ketinggian, ½ ketinggian dan 2/3 ketinggian bendungan. Hasil analisis hidrograf keruntuhan dari ketiga skenario tersebut cenderung mirip dengan debit puncak keruntuhan sebesar 61193,6 m3/dt. Keruntuhan Bendungan Saguling mengakibatkan Bendungan Cirata mengalami overtopping. Sedangkan Bendungan Jatiluhur tidak mengalami overtopping apabila Bendungan Cirata tidak mengalami keruntuhan. Peta genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling pada ketiga skenario cenderung mirip. Jumlah desa terdampak dengan jarak dari Bendungan Saguling kurang dari 10 km sebanyak 6 desa daro 10 desa. Desa Baranangsiang dan Desa Saguling adalah desa pertama yang terdampak banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling dengan estimasi waktu kedatangan banjir ± 0,25 jam semenjak dimulai keruntuhan [EN] One of the efforts to overcome dam failure is preparing an Emergency Action Plan. The emergency action plan contains a map of the flood inundation due to the collapse. The flood inundation map is essential because it becomes the basis for making dam failure management decisions. The flood inundation map was obtained from the dam break analysis. This study analyzes the Saguling Dam collapse, a cascade dam in the Citarum River Basin. The failure analysis in this study consisted of collapse hydrograph analysis using HEC-HMS, flood routing using HEC-RAS, and processing of spatial information using QuantumGIS. The dam failure scenario modelled is due to piping on sunny days with initial piping variations at 1/3 height, height and 2/3 height of the dam. The results of the failure hydrograph analysis of the three scenarios tend to be similar to the failure peak discharge of 61193.6 m3/s. The collapse of the Saguling Dam caused the Cirata Dam to be overtopped. Meanwhile, Jatiluhur Dam does not experience overtopping if the Cirata Dam does not collapse. The flood inundation maps due to the collapse of the Saguling Dam in the three scenarios tend to be similar. The number of affected villages less than 10 km from the Saguling Dam is six out of 10 villages. Baranangsiang Village and Saguling Village are the first villages affected by flooding due to the collapse of the Saguling Dam, with an estimated flood arrival time of ± 0.25 hours since the collapse started.
Infiltration Well Efficacy in Ciliwung Basin Based on Rainfall-Runoff Volumetric Analysis Jiwa Ksatria, Natio; Hidayatullah, Taofik; Hasan, Fuad; Ersyi Darfia, Novreta; Syarvina; Kumaryadi, Muhammad Rizky
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).8693

Abstract

[EN] Run-off management is the main challenge of every big city. Land availability, project timeframe, and financing are several issues regarding run-off management implementation, including Indonesia’s Capital City, Jakarta. One of the engineering tools that used to reduce the negative impacts of run-off in Jakarta is Infiltration Well. Several researches on this topic confirm the positive impact of building infiltration well on small catchment area. This study aims to understand the efficacy of infiltration well project on big basin area, the Ciliwung Basin. Ciliwung basin is divided into two sub-basin, Upstream Ciliwung and Downstream Ciliwung. The analysis is performed using volumetric abstraction of infiltration well volume and daily infiltration rate. 4 rainfall stations are used in this study, 2-gauge rainfall stations on each basin. Infiltration well capacity is tested with different return-period rainfall based on daily and storm-rainfall (3-days cumulative rainfall). The results show that by implementing 1 million infiltration wells at each sub-basin the abstraction volume is below 10% for 10-year return period rainfall and below 5% for 25-year return period rainfall.
Estimasi Biaya Pemeliharaan Bangunan Mall di Indonesia (Studi Kasus Kota Palembang): Estimated Maintenance Costs for Mall Buildings in Indonesia (Case Study of Palembang City) Sho, Merri; Foralisa Toyfur, Mona; susanti, betty
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).9150

Abstract

[ID] Di kota besar seperti Palembang terdapat beberapa bangunan mall yang telah berusia belasan tahun dan mengalami kerusakan arsitektur. Salah satu faktor penyebab kerusakan dikarenakan masa pakai bangunan atau yang disebut dengan degradasi. Untuk mengembalikan kondisi bangunan ke keadaan semula dan memperpanjang umur bangunan, diperlukan pemeliharaan dengan melakukan perbaikan atau penggantian komponen bangunan. Pemeliharan bangunan memerlukan biaya yang terencana. Hal yang menjadi fokus penelitian ini adalah pemeliharaan preventif dan corrective. Tujuan penelitian ini adalah menghitung estimasi besaran biaya pemeliharaan bangunan untuk 10 tahun mendatang. Metode Composite Condition Index digunakan untuk menghitung besar tingkat kerusakan bangunan. Penggantian komponen bangunan dilakukan dengan memprediksi kondisi komponen bangunan, sedangkan estimasi biaya pemeliharaan menggunakan metode analisis nilai masa depan. Analisis data menggunakan data kuantitatif dengan variabel penelitian adalah semua biaya pemeliharaan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai Indeks Kondisi Bangunan untuk komponen arsitektur bangunan mall adalah 76,24% yang berarti ada 23,76% kerusakan bangunan. Kerusakan terbesar terjadi pada area koridor yaitu sebesar 25,47% dengan Indeks Kondisi Bangunan sebesar 74,53%. Biaya pemeliharaan tertinggi terjadi pada tahun ke-7 sebesar USD 580,854. Biaya ini meningkat 5,8 kali lipat dibandingkan tahun pertama, dengan penggantian material komponen terbesar untuk komponen lantai dan pengecatan dinding. [EN] In a big city like Palembang, several mall buildings are a dozen years old and have architectural damage. One factor that causes damage is the life of the building or what is called degradation. Maintenance is required to restore the condition of the building to its original state and extend its life. Maintenance is done by repairing or replacing building components. Building maintenance requires planned costs. This research focuses on preventive and corrective maintenance. This study aims to calculate the estimated cost of building maintenance for the next ten years. We used the Composite Condition Index method to calculate the level of damage to the building. Replacement of building components was done by predicting the condition while estimating maintenance costs using the future value analysis method. Data analysis using quantitative data with research variables are all maintenance costs. The calculation results show the Building Condition Index value for the architectural component of the mall building is 76.24%, which means there is 23.76% building damage. The most significant damage occurred in the corridor area, 25.47%, with 74.53% a Building Condition Index. The highest maintenance costs happened in the 7th year of USD 580,854. Compared to the first year, this cost increased 5.8 times, with the most extensive component material replacement for flooring and wall painting components.
Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri: Analytical Hierarchy Process Method in Determining the Effectiveness Factors of Using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal Astuti, Puji; Asteriani, Febby; Adha Saputra, Ade; Amanda Putri, Thalia
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).12064

Abstract

[ID] Keberadaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri belum berfungsi secara efektif yang disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan terminal oleh masyarakat. Aktivitas operasional yang terjadi di terminal juga mengakibatkan kondisi fasilitas mengalami kerusakan dan tidak terawat, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah mengingat besarnya biaya yang diperuntukkan dalam pembangunan terminal. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas fungsi Terminal Bandar Laksamana Indragiri digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Subjek penelitian adalah expert yang terlibat langsung atau mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan terkait pemanfaatan terminal dan dalam penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri Kota Tembilahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri sebagai berikut : Kriteria Aksesibilitas 38,7%, Fasilitas dan Manajemen Terminal 21,1%, Tingkat Pelayanan Jalan 19,2%, Kenyamanan Terminal 12,3%, dan Keamanan Terminal 8,8%. [EN] The existence of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal has not functioned effectively due to the public's low utilization of the terminal. Operational activities also result in the facility being damaged and not maintained, resulting in losses for the local government, considering the large number of costs earmarked for the terminal's construction. To identify the influence factors of the effectiveness of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal function, used Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The research subjects are experts who are directly involved or have the ability and understand problems related to the use of the terminal and in determining the factors that influence the effectiveness of using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal, Tembilahan City. Based on the results of the analysis carried out, the factors that influence the effectiveness of the use of Bandar Laksamana Indragiri Terminal obtained as follows: Accessibility Criteria 38.7%, Terminal Facilities and Management 21.1%, Road Service Level 19.2%, Terminal Convenience 12.3 %, and Terminal Security 8.8%.
Pemanfaatan Limbah Sayur Sebagai Agen Dalam Pembuatan Beton Pulih Mandiri: Utilization of Vegetable Waste as an Agent in Self Healing Concrete Harmiyati; Syarif, Firman; Mildawati, Roza; Hasyim, Nanda; Iswanto
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).11477

Abstract

[ID] Beton merupakan bahan kontruksi yang terdiri dari campuran material seperti semen, agregat dan air serta bahan tambahan lainnya (additive). Saat ini penggunaan beton semakain meningkat karena beton merupakan bahan kontruksi yang memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah dalam proses pengerjaannya dan harga material penyusunnya relatif murah serta mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan pada fisik beton menggunakan campuran ekstrak limbah sayuran dan menganalisa pengaruh faktor nilai slump 10-30 terhadap nilai kuat tekan beton pada mutu beton self healing dengan metode yang digunakan untuk menghitung campuran beton (Mix Design) berdasarkan SNI 03-2834-2000.  Hasil nilai slump pada penelitian self healing concrete dengan nilai slump 10-30 mm pada beton varian ekstrak limbah sayuran 0% dan 3% memenuhi standar yaitu 20mm dan 30mm. Sedangkan pada varian 5%, 7% dan 9% tidak memenuhi standar yaitu 140mm, 220mm dan 200mm. Hasil kuat tekan beton pada      perendaman umur 28 hari pada pengadukan pertama dengan varian 0%, 3%, 5%, 7% dan 9% mengalami penurunan berturut-turut dari 37,40 Mpa, 28,76 Mpa, 25,01 Mpa, 20,30 Mpa, dan 20,14 Mpa. Untuk pengadukan kedua pada varian  0%, 3% dan 5% mengalami penurunan dari varian 0% yaitu 37,40 Mpa, 29,15 Mpa dan 22,15 Mpa, sedangkan varian 7% mengalami kenaikan yaitu 23,26 Mpa dan varian 9% mengalami penurunan yaitu 18,79 Mpa. Penglihatan secara visual pada beton yang diretakkan pada varian 3% dan 5% mengalami pemulihan di hari ke 14 dan hari ke 21, tetapi tidak dapat memulihkan retakan sepenuhnya pada beton. Sedangkan pada varian 7% dan 9% dapat memulihkan di hari ke 14 dan hari ke 10 hampir pulih sepenuhnya. Kata Kunci: Beton, Self Healing Concrete, Ekstrak Limbah Sayuran, Kuat Tekan,  Nilai Slump. [EN] Concrete is a construction material consisting of a mixture of materials such as cement, aggregate and water as well as other additives. Currently the use of concrete is increasing because concrete is a construction material that has several advantages, such as being easy to process and the price of the material being made is relatively cheap and easy to obtain. The purpose of this study is to determine changes in the physical concrete and analyze the effect of the slump value of 10-30 on the value of the compressive strength of concrete on the quality of self-healing concrete with the method used to calculate the concrete mix (Mix Design) based on SNI 03-2834- 2000. The results of the slump value in the self-healing concrete study with a slump value of 10-30 mm on the 0% and 3% vegetable waste extract variant concrete met the standards, namely 20mm and 30mm. While the 5%, 7% and 9% variants do not meet the standards, namely 140mm, 220mm and 200mm. The results of the compressive strength of concrete at 28 days of immersion in the first mixing with variants of 0%, 3%, 5%, 7% and 9% decreased from 37,40 Mpa, 28,76 Mpa, 25,01 Mpa, 20,30 Mpa and 20,14 Mpa. For the second mixing the 0%, 3% and 5% variants experienced a decrease from the 0% variant, namely 37,40 Mpa, 29,15 Mpa and 22,15 Mpa, while the 7% variant experienced an increase of 23,26 Mpa and variant 9% experienced a decrease of 18,79 Mpa. Visually the cracked concrete in the 3% and 5% variants recoveredon day 14 and day 21, but could not fully restore the cracks in the concrete. Whilethe 7% and 9% variants can recover on day 14 and day 10 almost fully recovered. Keywords: Concrete, Self Healing Concrete, Vegetable Waste Extract, Compressive Strength, slump value.
Pengaruh Penambahan Limbah Plastik Sebagai Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Pada Paving Block: The Effect of Addition of Plastic Waste as a Concrete Mix on the Compressive Strength and Water Absorbency of Paving Blocks mildawati, roza
JURNAL SAINTIS Vol. 23 No. 02 (2023)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2023.vol23(02).7966

Abstract

[ID] Limbah plastik merupakan material yang sulit terurai oleh tanah sehingga keberadaannya sangat menganggu lingkungan sekitar. Salah satu cara pemanfaatan limbah plastik adalah sebagai bahan substitusi dalam pembuatan paving block. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan pasir sebagai bahan pembuatan paving block dengan penggunaan limbah plastik PP (PolyPropylene), tujuannya untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai kuat tekan dan daya serap air pada paving block. Penggunaan limbah plastik PP sebagai substitusi sebagian pasir dengan komposisi campuran 0%, 10%, 20% dan 30% dari berat pasir. Pembuatan paving block menggunakan cetakan berukuran 20x10x6 cm dan pengujian dilakukan setelah umur 28 hari dengan metode SNI 03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Nilai kuat tekan rata-rata paving block dengan penggunaan limbah plastik PP sebagai pengganti sebagian pasir mengalami penurunan setiap variasinya. Pada variasi 0% dan 10% didapat nilai kuat tekan sebesar 186,47 kg/cm2 dan 171,13 kg/cm2 yang keduanya masuk mutu B. Sedangkan paving block pada variasi 20% dan 30% didapat nilai kuat tekan sebesar 138,08 kg/cm2 dan 93,24 kg/cm2 yang masuk mutu C dan D. Penyerapan air paving block untuk variasi 0%, 10% dan 20% secara berturut-turut yaitu sebesar 4,89%, 7,42%, dan 9,57% yang masuk mutu B, C, dan D. Sedangkan variasi 30% sebesar 10,77% yang tidak masuk dalam mutu. Ini menunjukkan bahwa semakin besar jumlah penggunaan limbah plastik PP sebagai pengganti sebagian pasir maka semakin meningkat juga persentase penyerapan air dari paving block.   [EN] Plastic waste is a material that is difficult to decompose by the soil so that its existence is very disturbing to the surrounding environment. One way to use plastic waste is as a substitute for making paving blocks. This research was conducted to reduce the use of sand as a material for making paving blocks with the use of PP (PolyPropylene), the aim is to determine the effect of the compressive strength and water absorption value of paving blocks. The use of PP plastic waste as a partial substitute for sand with a mixture composition of 0%, 10%, 20% and 30% by weight of sand. Making paving blocks using molds measuring 20x10x6 cm and testing is carried out after 28 days of age using the SNI 03-0691-1996 method regarding concrete bricks (paving blocks). The value of the average compressive strength of paving blocks with the use of PP plastic waste as a substitute for some sand decreased with each variation. In a variation of 0% and 10% obtained the compressive strength of 186,47 kg/cm2 and 171,13 kg/cm2 are both in the quality of B. While the paving block the variation of 20% and 30% obtained the compressive strength of 138, 08 kg/cm2 and 93,24 kg/cm2 incoming quality C and D. the absorption of water paving blocks for a variation of 0%, 10% and 20% respectively in the amount of 4,89%, 7,42%, and 9,57% which entered the quality B, C, and D. While the 30% variation was 10,77% which did not enter the quality. This shows that the greater the use of PP plastic waste as a substitute for some sand, the greater the percentage of water absorption from the  paving blocks.