cover
Contact Name
M. Ridhwan
Contact Email
ridhwan4000@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saintia@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi
ISSN : 23379952     EISSN : 26568448     DOI : -
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi merupakan jurnal yang pertama kali diterbitkan pada bulan April 2013 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia. Serambi Saintia memuat artikel dalam bidang Sains, seperti Biologi, Kimia, Fisika, dan terapannya.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Wortel (Daucus carota L.) Dalam Air Minum Terhadap Bobot Karkas Puyuh (Coturnix coturnix Japonica) Jantan Pedaging Zahrul Fuadi; Sari Wardani; Renci Afdaris
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i1.2952

Abstract

This is reseach aims to know the effect carrot extrak (Daucus carota L.) in drink water to quail carcass weights. The material used is quail bird meat male many as 96 tails. Maintenance of age days. Ration used is starter fead 511 Charoen Pokphand by gived unlimited. Gived treatment carrot extrak in reseach W0 : control, W1 : 5 ml, W2 :10 ml dan W3 : 15 ml carrot extrak in 350 ml drink water. This is reseach used complete rendom design consists of 4 treatment and 4 quiz with each test consists of 6 tails quail bird. Observed variabls quail weight, quail carcas weight, chest weight, thigh weights. The data in anallysis with ANOVA and if to show tangible results br will tested Duncan. The research results to show that effect carrot extrak have a real impact (P0,05) to carcas weight quail bird without wiht gived carrot extrak. The reseach can be concluded gived that 5 ml carrot extrak in 350 ml drink water quail bird better, This matter its height live weight 93,00 gr, carcas weight percentage 68,05 %, chest weight percentage 42,18 %, thigh weights percentage 25,87 %.Keywords: Carrot extrak, quail carcas weight, quail bird meat male.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak wortel (Daucus carota L.) dalam air minum terhadap bobot karkas puyuh. Materi yang digunakan adalah burung puyuh jantan pedaging sebanyak 96 ekor. Pemeliharan umur DOQ sampai dengan umur 28 hari. Ransum yang digunakan adalah pakan starter 511 Charoen Pokphand dengan pemberian tidak terbatas. Perlakuan pemberian ekstrak wortel dalam penelitian ini adalah W0 : kontrol, W1 : 5 ml, W2 :10 ml dan W3 : 15 ml ekstrak wortel kedalam 350 ml air minum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan setiap ulangan terdiri dari 6 ekor burung puyuh. Peubah yang diamati: berat bobot hidup puyuh, bobot karkas puyuh, bobot dada dan bobot paha. Data dianalisis dengan ANOVA dan jika menunjukkan hasil yang beda akan di uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak wortel dalam air minum berpengaruh nyata (P0,05) terhadap berat karkas burung puyuh dengan tanpa pemberian ekstrak wortel. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 5 ml ekstrak wortel kedalam 350 ml air minum burung puyuh lebih baik, hal ini ditunjukkan tingginya berat hidup 93,00 gr, berat karkas 68,05 %, persentase karkas dada 42,18 % dan persentase karkas paha 25,87%.Kata Kunci : Ekstrak wortel, berat bobot karkas, puyuh jantan pedaging 
POTENSI KEMANGI SEBAGAI PESTISIDA NABATI M Ridhwan; Isharyanto Isharyanto
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v4i1.112

Abstract

Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72 % agens pengendali hayati. Oleh karena itu diperlukan pengganti, yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Satu alternatif pilihan adalah penggunaan pestisida hayati yang berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati adalah salah satu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida nabati adalah tanaman kemangi. Kemangi merupakan sejenis tumbuhan yang banyak digunakan dalam masakan terutamanya masakan Indonesia. Daun kemangi mengandung minyak atsiri dengan bahan aktif eugenol dan sineol yang mempunyai potensi sebagai larvasida dan hormon juvenil yang menghambat perkembangan larva nyamuk (Anopheles aconitus). Minyak kemangi berfungsi sebagai larvasida dengan cara kerja sebagai racun kontak (contact poison) melalui permukaan tubuh larva karena fenol (eugenol) mudah terserap melalui kulit Kata Kunci: Kemangi, Pestisida Nabati.
Identifikasi Jenis jenis Tumbuhan di Kawasan Ekosistem Estuaria di Gampong Jawa Banda Aceh Evi Apriana; Muyasir Muyasir
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2018): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v6i2.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang ada di kawasan ekosistem estuaria di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kawasan ekosistem estuaria Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh dalam areal 325 m2. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah semua jenis tumbuhan yang ada pada petak contoh (plot). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat yaitu dengan cara membuat plot. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah dengan cara mencatat semua jenis tumbuhan yang berada dalam plot. Teknik pengolahan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 35 spesies tumbuhan dan 33 genera dari 19 familia yang berhabitus pohon, perdu, semak dan terna. Dari keseluruhan spesies dan familia tumbuhan tersebut yang berhabitus pohon pada lokasi penelitian terdapat 11 spesies dari 9 familia, perdu 4 spesies dari 4 familia, semak 7 spesies dari 7 familia, dan terna 13 spesies dari 6 familia. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemui di kawasan ekosistem estuaria Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh adalah yang berhabitus terna. Kata kunci: identifikasi, jenis tumbuhan, estuaria, habitus
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Perkembangan Verbal Anak Usia 5 Tahun di Kota Banda Aceh Meilisa Silviana; Teuku Tahlil; Endang Mutiawati R
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3865

Abstract

Gangguan perkembangan bicara, bahasa dan atau komunikasi berdampak pada banyak hal, termasuk prestasi akademik sekolah, keterampilan umum, hubungan sosial dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan perkembangan verbal anak usia 5 tahun. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 5 tahun di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh sebanyak 1.351 orang, sehingga diperoleh jumlah sampel 140 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan verbal adalah faktor prenatal, faktor persalinan dan faktor pasca persalinan. Sedangkan hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor prenatal merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kemampuan perkembangan verbal (P Value: 0,0001; OR: 59,386). Diharapkan kepada keluarga, khususnya ibu agar dapat melakukan perawatan prenatal saat kehamilan berikutnya dan dapat melatih perkembangan bahasa dengan berkomunikasi secara benar dan jelas kepada anak. Kepada petugas kesehatan di Puskesmas agar dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya perawatan selama masa kehamilan bagi ibu.Keywords : Perkembangan Verbal, Balita
Pengaruh Lingkungan Sosial dan Komunikasi Keluarga terhadap Perilaku Seksual Remaja Siswa SMAN 1 Bukit Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Elyarianti Elyarianti; Malik Abdul Azis
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3859

Abstract

Remaja pada tahap perkembangan awal (early adolescence) adalah seorang remaja yang masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja dengan lawan jenis, ia sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap “ego” menyebabkan para remaja awal ini sulit mengerti orang dewasa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan sosial dan komunikasi keluarga terhadap perilaku seksual remaja di SMA Negeri 1 Bukit Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bersifat analitik yaitu penelitian yang bertujuan mencari hubungan antar variabel yang sifatnya bukan hubungan sebab akibat untuk mengetahui fenomena yang dihadapi pada situasi sekarang dengan desain “cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi SMU Negeri 1 Buk mulai dari kelas X- XI yang berjumlah 224 siswa. Sampel pada penelitian sebanyak 69 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Proportional Stratified random sampling. Hasil analisis chi square diperoleh p-value = 0,017 (p-value ≤ α (0,05)), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara lingkungan sosial dengan perilaku seksual remaja. Berdasarkan hasil juga diperoleh nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 3,329 (95% CI = 1,220-9,094), artinya bahwa remaja yang memiliki lingkungan sosial yang tidak baik berpeluang 3,329 kali berperilaku seksual tidak baik daripada remaja yang memiliki lingkungan sosial baik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan keberadaan remaja di lingkungan yang kurang memadai, yaitu dekat dengan tempat pelacuran, maka kemungkinan akan terjadinya perilaku seksual yang buruk semakin besar. Juga adanya lingkungan teman-teman bergaulnya, dimana bila teman-temannya melakukan perilaku seksual yang kurang baik, maka akan mendorong si remaja untuk mengikuti pola perilaku seksual yang kurang baik tersebut.Kata Kunci : Prilaku remaja,Pengetahuan, Sikap, Lingkungan Sosial, Komunikasi Keluarga
Faktor Determinan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Postpartum Sectio Caesarea di Banda Aceh Cut Mutia; Hajjul Kamil; Suryane Sulistiana Susanti
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3868

Abstract

Sectio caesarea menimbulkan masalah bagi ibu dan bayi yang dilahirkan. Ibu dan bayi kurang terjadi kontak kulit dengan kulit segera setelah lahir dan ibu kemungkinan tidak dapat menyusui bayinya segera atau satu jam pertama setelah melahirkan. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada ibu postpartum dengan sectio caesarea. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain retrospective study. Populasi penelitian seluruh ibu postpartum dengan sectio caesarea di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Banda Aceh yang berjumlah 312 orang, sampel penelitian menggunakan teknik Total sampling. Pengumpulan data dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kota Banda Aceh menggunakan angket, analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada ibu postpartum dengan sectio caesarea adalah komplikasi ibu. (p-value 0.0001) Semakin kurang komplikasi pada ibu, maka semakin baik (OR 40.780 ) pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada ibu postpartum dengan sectio caesarea. Berdasarkan hasil penelitian kepada ibu postpartum dengan sectio caesarea untuk tetap melanjutkan pemberian ASI secara eksklusif dan peran tenaga kesehatan dalam menurunkan komplikasi serta ibu postpartum dengan sectio caesarea melaksanakan perawatan yang baik sesuai asuhan keperawatan pada ibu postpartum.Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini, Postpartum, Sectio Caesarea
Pemanfaatan Garam Beryodium oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tasya Indriana; Nelviana Surya Darni; Afdalul Magfirah
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3860

Abstract

Yodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen dari hormon tiroid, yaitu tetraiodotironin (T4) atau tiroksin dan triiodotironin (T3) yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf serta fungsi neuromuskular. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah yang dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 17 Desember 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Desa Sumber Jaya yang berjumlah sebanyak 615 KK yang terdiri dari 86 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan didapatkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer dengan nilai P value = 0,053 0,05 hal ini menunjukkan bahwa Adanya Hubungan Sikap Ibu dengan Pemanfaatan Garam Beryodium di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Tahun 2020 .Kata Kunci : Garam beryodium, Ibu rumah tangga
Hubungan Pembinaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan Perilaku Mencuci Tangan di Desa Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Lydia Febricha; Zulfikar Zulfikar; Afdalul Magfirah
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3867

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan Judul Hubungan Pembinaan STBM(Sanitasi Total berbasis Masyarakat) dengan prilaku mencuci tangan didesa Lampahan Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK yang berdomisili di desa Lampahan Kecamatan Timang Gajah berjumlah 166 KK yang di tentukan dengan rumus slovin berjumlah 63 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan strata. Penelitian dilakukan pada tanggal 09 sampai tanggal 21 Oktober 2020 dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari faktor Perilaku Mencuci Tangan mayoritas responden melakukan kegiatan mencuci tangan sesuai standar sebanyak 55,6%, berdasarkan faktor pembinaan STBM mayoritas responden tidak ada mendapatkan pembinaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) sebanyak 61,9%. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square dan pada derajat kepercayaan 95% dilakukan untuk mengetahui hubungan pembinaan STBM dengan Perilaku Mencuci Tangan, diperoleh nilai P Value 0,000 (P ≤ 0,05). Hal ini menunjukkan secara statistis bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pembinaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan Perilaku Mencuci Tangan. Kata Kunci : Perilaku Mencuci Tangan, Pembinaan STBM
Hubungan Pemberdayaan Masyarakat dan Advokasi dengan Cakupan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Rerebe Kecamatan Tripie Jaya Kabupaten Gayo Lues Yuliani Safmila; Masdani Masdani
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3861

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di wilayah Kerja Puskesmas Rerebe presentase bayi yang diberi ASI eksklusif baru mencapai 40%. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif ini dipengaruhi oleh budaya yang memberikan susu formula. Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif sejak umur 0 sampai 6 bulan mencapai 60%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberdayaan masyarakat dan advokasi dengan cakupan pemberian asi eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Rerebe. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan pendekatan “Cross Sectional”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu-ibu menyusui yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rerebe yaitu berjumlah 671 orang dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang. Hasil penelitian di dapatkan bahwa ada hubungan pemberdayaan masyarakat dengan cakupan pemberian ASI eksklusif dengan nilai P.Value = 0,041, ada hubungan advokasi dengan cakupan ASI eksklusif dengan nilai P.Value 0,017. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Rerebe dapat memberikan dukungan dalam pemberian ASI eksklusif baik berupa informasi atau promosi kesehatan maupun secara tulisan atau poster yang mudah dipahami oleh masyarakat serta meningkatkan peran aktif masyarakat.Kata Kunci: ASI Ekslusif, Pemberdayaan Masyarakat, Advokasi. ABSTRACTBased on a preliminary survey in the Rerebe Community Health Center work area the percentage of infants who were given exclusive breastfeeding only reached 40%. The low coverage of exclusive breastfeeding is influenced by the culture that provides formula milk. Babies who are not exclusively breastfed from the age of 0 to 6 months reach 60%. The research objective was to find out the relationship between community empowerment and advocacy with the scope of exclusive breastfeeding in the working area of the Rerebe Health Center. This study uses an analytical survey method, with a "Cross Sectional" approach. The population in this study were all breastfeeding mothers who were in the working area of the Rerebe Community Health Center, amounting to 671 people with a total sample of 87 people. The results showed that there was a relationship between community empowerment and the scope of exclusive breastfeeding with P.Value value = 0.041, there was an advocacy relationship with exclusive ASI coverage with a P.Value value of 0.017. It is expected that health workers at the Rerebe Health Center can provide support for exclusive breastfeeding in the form of information or health promotion or in writing or posters that are easily understood by the community and increase the active role of the community.Keywords : Coverage Eskslusif Breastfeeding, Community Empowerment, Advocacy.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesembuhan Penderita Scabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibigo Kecamatan Simeulu Barat Aris Winandar; Riski Muhammad
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 9, No 2 (2021): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v9i2.3894

Abstract

Penyakit scabies dikenal juga dengan nama theitch, gudik, atau gatalagogo. Scabies ditemukan di semua negara dengan prevalensi yang bervariasi Scabies menular dengan dua cara yaitu secara kontak langsung dan tidak langsung. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit scabies di wilayah kerja puskesmas sibigo kecamatan simeulu barat tahun 2020. Desain penelitian ini adalah Deskriptif analitik yang menjelaskan suatu keadaan atau situasi fenomena bisa terjadi kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang menderita penyakit scabies di Wilayah Kerja Puskesmas Sibigo Kecamatan Simeulu Barat sebanyak 81 orang. Berdasarkan hasil statistic didapatkan bahwa ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit skabies (p-value sebesar 0,001 α = 0,05).ada hubungan kondisi sumber air bersih dengan kejadian penyakit skabies ( p-value sebesar 0,002 α = 0,05). Ada hubungan kondisi kamar tidur dengan kejadian penyakit skabies di di wilayah kerja Puskesmas Sibigo Kecamatan Simeuleu Tahun 2021 (p-value sebesar 0,003 α = 0,05). Diperlukan tindakan dalam upaya untuk mengontrol skabies pada komunitas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, kebersihan personal dan kebiasaan para santri yang pada akhirnya akan menekan angka kejadian scabies pada santri di wilayah kerja Puskesmas Sibigo Kecamatan Simeuleu Barat. Kata kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Perilaku dan Pendapatan