cover
Contact Name
M. Ridhwan
Contact Email
ridhwan4000@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saintia@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi
ISSN : 23379952     EISSN : 26568448     DOI : -
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi merupakan jurnal yang pertama kali diterbitkan pada bulan April 2013 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia. Serambi Saintia memuat artikel dalam bidang Sains, seperti Biologi, Kimia, Fisika, dan terapannya.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Peningkatan Produktivitas Dan Analisis Usaha Tani Tanaman Jagung Pulut (Zea mays Var. Ceratina) Puspita, Diah Eka; Rahmiati, Rahmiati; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Hayati, Rahmah; Savitri, Savitri; Mardhiah, Ainal; Armiyansyah, Romi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.7173

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil produksi tanaman jagung pulut (Zea mays var. ceratina) melalui pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk SP-36. Penelitian ini didukung dengan studi literatur yang berhubungan dengan analisis usaha tani tanaman jagung pulut. Hal ini dimaksudkan pelaku usaha budidaya melihat prospek pengembangan budidaya tanaman jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan parameter panjang daun, tinggi tanaman, berat tongkol dengan atau tanpa klobot tidak berbeda nyata diantara perlakuan pupuk kandang sapi dan pupuk SP-36 yang diujikan. Kecenderungan yang tampak pemberian pupuk kandang sapi terbaik pada dosis K2 (20 ton/ha) dan pemberian pupuk SP-36 terbaik pada dosis P2. Hasil studi literatur yang dilakukan usaha tani tanaman jagung menunjukkan hasil yang positif berdasarkan.Kata kunci: Jagung pulut; produktivitas;usaha tani;pupuk kandang; budidaya
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dalam Pemberian ASI Jolong Pada Bayi Di Desa Bunda Suci Nazmi, Hidayahtul
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.7565

Abstract

ASI jolong atau kolostrum adalah ASI yang berwarna kekuningan yang dihasilkan tiga hari pertama sesudah melahirkan, komposisi ASI lonjong adalah yaitu protein (85%), lemak(2,5%), karbohidrat(3,5%), vitamin (A,B,C,D,E dan K), garam mineral, air (85%), leokosit, zat inti virus dan bakteri. ASI jolong merupakan cairan pra-susu yang dihasilkan oleh ibu dalam 0-48 jam pertama setelah melahirkan (pasca-persalinan). ASI jolong mensuplai berbagai faktor kekebalan (faktor imun) dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (nutrien) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat ASI lonjong terutama pada desa bunda suci. Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan Chi Square Test pada derajat kepercayaan 95% mendapatkan nilai P sebesar 0.000 sehingga nilai P0.05. Berdasarkan uji statistik dapat di temukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingakat pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI jolong kepada bayi di desa Bunda Suci 2021. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Hal ini didukung pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahayuningsih (2005) menunjukan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian kolostrum (p value= 0,001).Kata kunci : ASI jolong, pengetahuan
Histology and Histomorphometry of The Skin of Gallus gallus domesticus, Anas platyrhynchos and Columba livia on The Caudal Region Masyitha, Dian; Zainuddin, Zainuddin; Iskandar, Cut Dahlia; Rahmi, Erdiansyah; Sayuti, Arman; Nursalim, M; Ningrum, Aulia Putri Wahyu
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.7177

Abstract

The skin is an organ that functions to coat, protect and wrap the surface of the body and can maintain the balance of fluids in the body, including in birds. Aves skin can also provide a thermal insulation function. In general, the skin layers of aves consist of the epidermis, dermis and hypodermis. This study aimed to describe the histological structure and histomorphometric skin of native chickens (Gallus gallus domesticus), ducks (Anas platyrhynchos) and pigeons (Columba livia) in the caudal region. The samples used were six individuals each of. The skin of the caudal region of the sample is then processed, started from preparation to a histological preparation with a thickness of 5 m, followed by Haematoxylin-Eosin (HE) staining. The results showed that the histological structure of the skin of the three types of aves consisted of the epidermis, dermis and hypodermis with a thinner thickness than the skin of mammals. The measured histomorphometric data showed that the epidermal layer thickness of the skin of the caudal region of native chickens, ducks and pigeons was not significantly different (P0.05), there was a significant difference (P0.05) in the thickness of the dermis and hypodermis layers. It was concluded there was no difference in the histological structure of the skin of native chickens, ducks and pigeons, the skin histomorphometry of the caudal region of native chickens, the dermis and hypodermis were thicker than those of ducks and pigeons.Keywords: Skin, aves, caudal, histology, histomorphometry.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Sayuran Hidroponik Di Galery Hidroponik Aceh Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Hilda, Cut Mutia; Khumaira, Khumaira; Fitri, Sri
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.7599

Abstract

Vegetables are one of the elements of food that are healthy and important for the body. The benefits of consuming vegetables every day for body health are due to the high content of various vitamins and minerals, one of which is hydroponic vegetables. The aim of this research is to determine the factors that have a relationship with consumer decisions in purchasing hydroponic vegetables in the Aceh Hydroponic Gallery, Lhoknga District, Aceh Besar Regency. The research method used is the survey method. The sampling technique used was determined purposively (intentionally) with a sample size of 30 respondents. The data analysis model used is the Spearman Rank correlation test analysis. Based on the research results, cultural factors in the high category amounted to 43.4%, social factors in the low category amounted to 86.7%, and personal factors in the medium category amounted to 63.3%. The correlation results show that the cultural factor is 0.445*, with a sig (2-tailed) value of 0.014 or 0.05. This means that the level of strength of the relationship between cultural factors and the decision to purchase hydroponic vegetables is moderate. The social factor is 0.217, with a sig (2-tailed) value of 0.249 or 0.05. This means that the level of strength of the relationship between social factors and the decision to purchase hydroponic vegetables is low. The factor is 0.775, with a sig (2-tailed) value of 0.000 or 0.05. This means that the level of strength of the relationship between personal factors and the decision to purchase hydroponic vegetables is high.Keywords: Hydroponics,  Buying Decision, Vegetable
Hubungan Dukungan Psikososial Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Gangguan Jiwa Di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh Rosmalia, Rosmalia; Yani, Evi Dewi; Yusuf, Namira; Indiraswari, Tika
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.7311

Abstract

Dukungan psikososial keluarga sangat penting untuk kepatuhan pasien dalam berobat, karena keluarga merupakan sistem pendukung yang terdekat bagi pasien. Keluarga harus memantau jadwal berobat, memberikan motivasi kepada pasien dan melanjutkan pengobatan sesuai anjuran pengobatan. Selain itu, dukungan psikososial keluarga juga dapat membantu pasien untuk mengenal batasan dan menerima risiko akibat perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan psikososial keluarga dengan kepatuhan berobat pasien gangguan jiwa di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh keluarga pasien yang melakukan kontrol ulang dengan jumlah sampel 93 orang. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 20-27 Juni 2023 di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini dengan analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan dukungan informasi keluarga p value 0,019, ada hubungan dukungan emosional dan instrumental keluarga dengan masing-masing p value 0,003 dan ada hubungan dukungan appraisal keluarga dengan kepatuhan berobat pasien gangguan jiwa dengan p value 0,001. Terdapat hubungan dukungan psikososial keluarga baik itu dukungan informasi, emosional, instrumental dan dukungan appraisal (penilaian) dengan kepatuhan berobat pasien gangguan jiwa. Diharapkan keluarga agar dapat memahami tugas dan fungsinya, memahami proses pengobatan dan penyembuhan pasien gangguan jiwa dan dapat melaksanakan perannya meliputi peran/dukungan informasi, emosional, instrumental dan dukungan penilaian kepada pasien.Kata kunci: Psikososial keluarga, kepatuhan berobat pasien, gangguan jiwa
Identifikasi Model Budaya Organisasi Dalam Pencapaian Program Kesehatan Junaidi, Junaidi; Yusnaini, Rika; Iskandar, Iskandar
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.7810

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor fundamental dalam meningkatkan daya saing, sehingga budaya organisasi dapat menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Empat tipe budaya organisasi yang meliputi klan kultur, kultur adhokrasi, kultur hierarki, dan kultur market. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi budaya organisasi dalam pencapaian program kesehatan. Penelitian ini merupakan quantitative research dengan menggunakan desain korelasional, pengumpulan data dilakukan secara cross sectional study. Penelitian ini bersifat korelasi yang menjelaskan hubungan antar variable-variabel dengan mengunakan metode statistik melalui uji hipotesa. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 112 responden pada 28 puskesmas di Kabupaten Aceh Besar, data dikumpulkan mengunakan angket dan dianalisis dengan uji statistik korelasi Spearman’s rho (r) dengan angka kemaknaan α ≤ 0,05. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kultur klan (p-value= 0,001), kultur adhokrasi (p-value= 0,001), kultur hierarki (p-value= 0,001), dan kultur market (p-value= 0,001) berhubungan secara signifikan dengan pencapaian program kesehatan di puskesmas. Berdasarkan analisis dari empat model budaya organisasi tersebut, teridentifikasi kultur adhokrasi yang paling dapat diterima dalam pencapaian program kesehatan di puskesmas dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Kultur adhokrasi merupakan gambaran model budaya organisasi yang mendominasi saat ini, organisasi pada lingkungan puskesmas-puskesmas di Kabupaten Aceh Besar terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja dengan mengadopsi dan mengimplementasikan sebuah sistem kerja, budaya organisasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhinya.Kata kunci : Kultur Klan, Kultur Adhokrasi, Kultur Hierarki, Kultur Market, Budaya Organisasi, Program Kesehatan.
Keefektifan Konsentrasi AB Mix dan Pupuk Daun Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Rahmiati, Rahmiati; Hayati, Rahmah; Ariga, Topan
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.7316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektifan Konsentrasi Ab Mix Dan Pupuk Daun Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem Hidroponik Rakit Apung. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih selada varietas batavia (lettuce batavia) merk Bejo, air bersih, rockwoll , nutrisi AB mix dan pupuk daun organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x4 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu faktor AB Mix terdiri dari 3 taraf perlakuan A1 = 2 ml, A2 = 4 ml, A3 = 6 ml dan faktor pupuk daun organik terdiri dari 4 taraf perkaluan B1 = 0 ml/l, B2 = 40 ml/l, B3 = 80 ml/l, B4 = 120 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian AB Mix berpengaruh nyata pada berat basah tanaman, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang akar. Pemberian pupuk daun organik tidak berpengaruh terhadap panjang akar dan berat basah tanaman selada. Tidak terdapat interaksi yang nyata pada semua pengamatan akibat pemberian AB Mix dan pupuk daun organik.Kata kunci: Tanaman selada, AB Mix, pupuk daun organic, hidroponik rakit apung.
Identifikasi Kontaminasi Salmonella pada Boh Manok Weng (BMW) dan Boh Manok Gulong (BMG) di Banda Aceh, Provinsi Aceh Husna, Husna; Julyana, Cut; Rafsanjani, T.M; Syam, Burhanuddin; Indiraswari, Tika
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i2.8800

Abstract

Boh Manok Weng (BMW) merupakan salah satu minuman tradisional dari Aceh yang dibuat menggunakan telur ayam kampung yang dikocok bersama kopi, susu, atau teh. Minuman ini sangat disukai masyarakat karena dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh. Sementara itu, Boh Manok Gulong (BMG) adalah jajanan cepat saji berbahan dasar telur yang dicampur dengan tepung dan penyedap, lalu digoreng dan digulung pada lidi. Jajanan ini banyak digemari oleh anak-anak sekolah. Meski populer, produk olahan telur seperti BMW dan BMG berisiko terkontaminasi mikroorganisme. Hal ini seringkali disebabkan oleh telur yang tidak dicuci dengan baik sebelum digunakan, serta proses pengolahan yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Salmonella pada BMW dan BMG yang dijual di Banda Aceh. Sampel penelitian diambil dari pedagang yang berjualan di Kota Banda Aceh dengan metode pengambilan secara accidental sampling. Identifikasi Salmonella dilakukan menggunakan metode Bergey’s Manual Determination. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% sampel BMW dan BMG mengandung Salmonella paratyphi B dan Shigella sp. Hal ini menunjukkan bahwa produk BMW dan BMG yang dijual di Banda Aceh tidak memenuhi standar mikrobiologi sehingga dianggap tidak aman untuk dikonsumsi. Proses pengelolaan pangan yang tidak memperhatikan kebersihan pribadi (personal hygiene) dan sanitasi yang baik dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.Kata Kunci : BMW, BMG, Salmonella.
Gambaran Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Bastian, Farid; Fuadi, Fuadi; Atika, Ratih Ayu; Nora, Syarifah; Lidiawati, Meri; Fadhil, Iziddin
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 2 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i2.8774

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa kini telah menjadi isu global yang dapat mempengaruhi kesejahteraan akademik dan sosial mahasisawa. Salah satu faktor utama yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa adalah stres akademik. Penyakit gangguan mental, yang mencakup gangguan kecemasan, depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan lainnya, dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang sosial-ekonomi. Peningkatan prevalensi gangguan mental yang terus meningkat di berbagai negara menuntut perhatian serius dari pihak pemerintah, penyedia layanan kesehatan, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan dan pencegahan gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat gejala depresi mahasiswa pada tahun awal perkuliahan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross sectional yang melibatkan 96 mahasiswa semester awal Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk mengukur tingkat gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,5% mahasiswa melaporkan tingkat gejala depresi ringan, namun terdapat 4,17% mahasiswa yang mengalami gejala depresi berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat depresi mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama  tergolong dalam tingkat gejala depresi ringan. Hal ini dapat saja terjadi pada mahasiwa tahun pertama diakibatkan karena pola pembelajaran yang sanagt berbeda dnegan pola pembelajaran pada saat SMA. Namun begitu ada 4,17% mahasiswa yang sudah tergolong dalam tingkat gejala depresi berat. Factor stres akademik dapat  berkontribusi besar terhadap gangguan mental di kalangan mahasiswa, dan pentingnya pengembangan program dukungan psikologis di kampus untuk mengurangi dampak negatif akibat stres akademik.Kata Kunci: Kesehatan mental, tingkat gejala depresi, mahasiswa