Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Amwaluna Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah is an academic journal focus on syariah economic studies with scopes are Islamic banking, Syariah Financial, economic, accounting, finance, Muamalah, Economy during the covid19 pandemic and Economic Islam.
Articles
157 Documents
ANALISIS PRAKTIK ETIKA BISNIS SYARIAH (STUDI KASUS PASAR LEUWILIANG)
Ira Puspitasari
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.102 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v3i1.4125
In Islam, ethics is a character as a form of self-development towards human relations with Allah SWT and human relations with fellow beings. This study aims to determine sharia business ethics among Muslim traders in the Leuwiliang market. Data collection methods are carried out using qualitative methods. This research informant numbered 25 people. This data was obtained from interviews with traders at the Leuwiliang market. The results of the study found that not all traders in Leuwiliang Market were aware of sharia business ethics, but from the answers they gave regarding maintaining product halal and how to maintain customer trust it could be said that they had at least implemented business ethics in sharia.
THE IMPACT OF MICRO ECONOMICS FACTORS ON FINANCIAL PERFORMANCE OF ISLAMIC BANKS IN INDONESIA
Agus Ahmad Nasrulloh
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 2, No 2, (2018)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.454 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v2i2.3796
Profitabilitas (ROA) pada perbankan syariah merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan oleh pihak manajemen keuangan. Penulis tertarik untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap profitabilitas (ROA) yaitu FDR, DPK, NPF dan Pembiayaan. Penelitian ini adalah penelitian empiris pada 9 perbankan syariah di Indonesia dengan 6 tahun periode pengamatan yaitu 2010-2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif analitis dengan pendekatan studi empiris. Teknik pengumpulan data melalui data sekunder yaitu data yang diperoleh dari situs web, literature. Alat analisis yang digunakan adalah Ordinary Lease Square (OLS). Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Financing To Deposit Ratio (FDR), Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA), sedangkan Non Performing Finance (NPF) menunjukkan pengaruh yang negative signifikan terhadap Profitabilitas (ROA).
RENTABILITAS BANK UMUM SYARIAH SESUDAH SPIN-OFF BERDASARKAN TIPE PEMISAHANNYA DI INDONESIA
Setiawan Setiawan;
Ratna Maya Sari
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.17 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v2i1.3291
Dalam penelitian ini akan dilakukan pembahasan terhadap 2 alternatif tipe pemisahan unit usaha syariah menjadi bank umum syariah, yaitu tipe pemisahan murni dan tidak murni, dengan mengambil studi kasus pada PT. Bank BNI Syariah, PT. Bank BJB Syariah, PT. Bank BRI Syariah dan PT. Bank BUKOPIN Syariah. Penelitian ini bersifat deskriptif dan proses analisis data akan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengolahan data berdasarkan rasio rentabilitas (ROA, NOM dan NI), kemudian akan dilakukan uji menggunakan SPSS yaitu uji normalitas dan selanjutnya dilakukan uji beda menggunakan metode Mann-Whitney U Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik tipe pemisahan murni maupun tipe pemisahan tidak murni memiliki kualitas yang sama dalam hal produktivitas terhadap aset yang dimiliki, sehingga bank umum konvensional tidak perlu menghawatirkan pemilihan metode mana yang lebih baik diantara kedua tipe pemisahan (spin-off) yang tersedia. Kata kunci: Bank Umum Syariah, rentabilitas, spin-off
KONSEP WARALABA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Moh. Idil Ghufron;
Inas Fahmiyah
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.925 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v3i1.4287
Perkembangan dunia industri semakin pesat, beraneka ragam usaha di buka dengan leluasa. Ada banyak kopsep yang digunakan dalam berbisnis, salah satunya ialah konsep waralaba. Konsep ini adalah salah satu model bisnis termudah dan telah terbukti keberhasilannya dalam dunia bisnis. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan bisnis sistem waralaba di Negeri kita Indonesia. Permasalahan yang akan dikaji adalah bagaimana perkembangan bisnis waralaba di Indonesia dan bagaimana perspektif ekonomi Islam tentang bisnis waralaba tersebut. Dalam Islam, sistem waralaba dikenal dengan nama syirkah yakni perserikatan antara dua orang atau lebih dan keuntungan dibagi sesuai kesepakatan bersama. Sistem bagi hasil adalah sistem pembagian keuntungannya menurut konsep syariah Ekonomi Islam.
PENGATURAN KLAUSULA BAKU DALAM UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HUKUM PERJANJIAN SYARIAH
M Roji Iskandar
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.282 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v1i2.2539
Klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. Pembuat undang-undang ini menerima kenyataan bahwa pemberlakukan standar kontrak adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari sebab sebagaimana dikatakan oleh Syahdeini, perjanjian baku/standar kontrak adalah suatu kenyataan yang memang lahir dari kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya klausula baku merupakan perwujudan dari asas kebebasan berkontrak yang mana asas tersebut terdapat dalam UUPK dan hukum perjanjian syariah. Akan tetapi dalam kenyataan dan implementasinya klasula ini menjadi pembatasan dalam berkontrak. Kata Kunci: Klausula Baku, Perlindungan Konsumen, Perjanjian Syariah ABSTRACT Standard clause is each ruling or rule and requisite already be gotten things square and are established beforehand unilateral by effort agent those are poured in a document and / or obligatory and mandatory agreement accomplished by consumer. This lawmaker accept that fact standard enforcement contract is a need that can't avoid cause as it were said by Syahdeini, default agreement / standard contract is a really fact comes into the world from society requirement. Basically defines a clause standard to constitute realization of freedom ground gets to contract which that ground exists deep UUPK and syariah's agreement law. But then in fact and clause implementation this becomes limit in gets contract. Key word: Standar Clause, Consumer Protection, Sharia Agreement
PERAN NASABAH DALAM PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH
Intan Manggala Wijayanti
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.066 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v3i1.4195
Perbankan syariah memerlukan berbagai upaya dalam mencapai target market share sebesar 20% dalam kurun waktu lima tahun kedepan, dimana tahun 2018 market share baru mencapai 5,44%. Tentunya upaya melalui berbagai program maupun proses pemasaran harus terancang dengan baik. Saat ini dana murah yang dikelola di lembaga perbankan syariah proporsinya hanya 8 persen, selebihnya merupakan dana mahal, hal ini memaksa perbankan dalam mengeluarkan dana lebih dalam pembayaran nisbah bagi hasil kepada nasabah. Nasabah dalam hal ini hendaknya memberikan kontribusi kepada perbankan syariah dimana memulai dengan berinvestasi melalui produk simpanan di bank syariah namun nasabah perlu meningkatkan kepercayaan atas performa dari bank atas pengelolaan dana simpanan tersebut dengan meminimalisasi proses negosiasi nisbah bagi hasil atas simpanannya. Pengeluarkan dana bagi hasil yang cukup besar berdampak terhadap pembebanan penetapan margin pembiayaan. Penetapan margin yang “overprice” menjadikan bank syariah tidak bisa ikut bersaing dalam pasar perbankan syariah yang tentunya bisa menghambat bank syariah berkembang dengan baik dari sisi pengembangan asset maupun market share.
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP RENCANA DIKEMBANGKANNYA WISATA SYARIAH (HALAL TOURISM) DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Lalu Adi Permadi;
Sri Darwini;
Weni Retnowati;
Iwan Kusuma Negara;
Emilia Septiani
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.38 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v2i1.3275
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi dan Sikap Masyarakat Terhadap Rencana Dikembangkannya Wisata Syariah (Halal Tourism) Di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode pembuktian terhadap tujuan penelitian tersebut menggunakan metode penelitian diskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat Nusa Tenggara Barat memiliki persepsi yang BAIK terhadap rencana penerapan wisata halal di daerah ini, sikap yang POSITIF terhadap rencana penerapan wisata halal di daerah ini dan dari diagram Kartesius diketahui bahwa hasil rencana penerapan wisata halal dipersepsikan dan disikapi sangat tinggi oleh Masyarakat NTB. Saran untuk pengambil keputusan dalam hal ini Pemerintah NTB harus membuat kebijakan yang mempertahankan persepsi dan sikap itu tetap BAIK dan POSITIF. Dengan membuat kebijakan yang konkrit terkait dengan implementasi pariwisata halal, sehingga tidak sekedar pada tataran hukum atau peraturan daerah. Selain itu sosialisasi perlu dipercepat sehingga masyarakat paham bagaimana wisata halal tersebut akan diterapkan.Kata kunci :
POLA KERJASAMA BAGI HASIL PEDAGANG JAGUNG DI KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Muttaqillah Muttaqillah;
Lalu Adi Permadi;
Iswati Iswati
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.363 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v3i1.4179
Tujuan peneliitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pola-pola kerjasama bagi hasil di kalangan pedagang jagung di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena meneliti realitas / fenomena / gejala yang bersifat holistik / utuh, kompleks, dinamis, dan penuh makna. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa ada dua jenis pola yang dilaksanakan, yaitu: Pola pertama : kedua pihak (shabibul maal / pemilik modal dan mudhorib / pengelola usaha) membuat aqad (kesepakatan) lisan dan informal untuk melakukan kerjasama bagi hasil dalam usaha jual beli jagung. Shahibul maal menyediakan modal sepenuhnya (100 %), tanpa terlibat dalam seluruh proses kegiatan jual beli tersebut. Sedangkan mudhorib (pengelola usaha) bertanggungjawab sepenuhnya atas pelaksanaan kegiatan jual beli, tanpa adanya penyertaan modal (0 %). Pola kedua : kedua pihak (shabibul maal / pemilik modal dan mudhorib / pengelola usaha) membuat aqad (kesepakatan) lisan dan informal untuk melakukan kerjasama bagi hasil dalam usaha jual beli jagung. Shahibul maal menyediakan modal sepenuhnya (100 %), sedangkan mudhorib (pengelola usaha) bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan jual beli (tanpa adanya penyertaan modal). Dalam pelaksanaannya, pemilik modal melakukan campur tangan dalam penetapan harga jual jagung.
KAJIAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM MENDORONG KEPUTUSAN PEMBELIAN JASA PERBANKAN
Popon Srisusilawati
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (747.79 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v1i1.1993
Konsep komunikasi pemasaran telah diatur oleh prinsip dasar pemasaran syariah, karena hal ini akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen terhadap pembelian produk jasa perbankan.Penelitian ini untuk mengetahui tanggapan nasabah tentang pelaksanaan komunikasi pemasaran terpadu dan untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemasaran terpadu dalam mendorong keputusan pembelian jasa perbankanDalam penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Pelaksanaan komunikasi pemasaran terpadu di PT. BRI Syariah Kantor Cabang Suniaraja Bandung secara umum tidak terlalu pilih-pilih media. Tanggapan nasabah tentang pelaksanaan komunikasi pemasaran terpadu menunjukkan responden yang setuju sebesar 41,84% hal ini menunjukkan bahwa mereka akan menjadi Nasabah pada BRI Syariah Cabang Suniaraja Bandung dengan alasan mereka tertarik terhadap komunikasi pemasaran terpadu dan yang menjawab kurang setuju sebesar 58,16% dengan alasan mereka kurang mengetahui tentang promosi yang diadakan oleh BRI Syariah.
KONSEP WA’AD DAN IMPLEMENTASINYA DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL-MAJELIS ULAMA INDONESIA
Panji Adam Agus
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 2, No 2, (2018)
Publisher : Univeristas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.17 KB)
|
DOI: 10.29313/amwaluna.v2i2.3800
Dalam konteks fikih muamalah, terdapat dua terminologi yang berkaitan dengan hukum perikatan, yaitu akad dan wa’ad (janji). Ulama sepakat bahwa terbentuknya transkasi apabila terpenuhinya kompenen dari akad tersebut, yakni rukun dan syarat sahnya suatu akad. Akan tetapi, ulama berbeda pendapat mengenai hukum wa’ad (janji) dan muwâ’adah (saling berjanji). Perbedaan tersebut dilatarbelakang mengenai hukum janji itu mengikat atau tidak mengikat dalam sebuah transkasi. Dalam tataran implementasinya, terdapat beberapa fatwa DSN-MUI yang mengyinggung mengenai konsep wa’ad (janji). Hasil kesimpulan menunjukan bahwa; pertama, wa’ad adalah “Pernyataan dari pihak/ seseorang (subyek hukum) untuk berbuat/tidak berbuat sesuatu; serta perbuatan tersebut dilakukan di masa yang akan datang (istiqbâl)”. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum menunaikan wa’ad (janji); kedua, dalam konteks fatwa DSN-MUI, terdapat sejumlah fatwa yang berkaitan dengan implementasi konsep wa’ad, yaitu (1) Fatwa DSN-MUI Nomor: 4/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murâbahah; (2) fatwa DSN-MUI Nomor: 27/DSN-MUI/III/2002 tentang IMBT; (3) fatwa DSN-MUI Nomor: 73/DSN-MUI/XI/2008 tentang MMQ; (4) fatwa DSN-MUI Nomor; 55/DSN-MUI/V/2007 tentang PRKS; (5) fatwa DSN-MUI Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Bli Mata Uang (Al-Sharf).