cover
Contact Name
Beny Irawan
Contact Email
benyirawan77@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
benyirawan77@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL FARMASIMED (JFM)
ISSN : -     EISSN : 26550814     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal FARMASIMED (JFM) Volume I Nomor 1 Periode Mei - Oktober Tahun 2018. Jurnal ini memberikan ruang bagi akademisi, peneliti dan pengguna hasil penelitian dan pengabdian untuk mendiseminasikan, menginformasikan, mendiskusikan dan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan kualitas kebijakan di bidang farmasi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat serta artikel ilmiah di bidang farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
FORMULATION OF SOLID BATH SOAP PREPARATIONS OF PURPLE SWEET POTATO ETHANOL EXTRACT (IPOMEA BATATAS L) AS A SKIN MOISTURIZER Wulandari, Suci; Niasari Silaen, Ayu Renta; Wahyuni, Siti
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1018

Abstract

Soap is a surfatctant used to clean or wash something that is available in solid and liquid form. Soap can be useful as a cleaning tool, this is because soap molecules contain polar (bonded with water) and non-polar (bonded with oil) groups so that they can clean grease or dirt that is not lifted by water. Soap is made by applying a saphonification reaction using olive oil, NaOH, and purple sweet potato extract as the basic ingredients. The addition of NaOH concentration an affect the weight of the soap produced. Purple sweet potato is a sweet potato that has natural dyes a anthocyanins that function as antioxidant. The purpose of this study was to obtain a solid bath soap formulation with purple sweet potato extract. Furthermore, purple sweet potato extract was formulated based on formula with concentration difference of 3,5%, 4,5%, 5,5%. Furthermore, preparations have been made with organoleptic tests, pH tests, and foam stability tests. It can be concluded that purple sweet potato extract can be used as a solid soap preparation and there is a concentration effect on the organoleptic test soap quality, pH, foam stability and moisture content. The preparation of solid bath soap from purple sweet potato ethanol extract has the ability to moisturize the skin, and the highest concentration obtained at a concentration of 5,5% with 57,83% moisture can moisturize the skin and at concentration of 4,5% with 48,3% humidity as well. Can moisturize the skin but with a moderate level of humidity, and at a concentration of 3,3% with 43,00% humidity with a lower humidity level.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT OF MANILA SAWO LEAVES (MANILKARA ZAPOTA) AGAINST BACTERIA STREPTOCOCCUS MUTANS) Turnip, Nur Ulina M. Br.; Sirait, Nia Yoseva; ., Sunariati
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1022

Abstract

Daun sawo manila merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Daun sawo manila mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik, tanin, saponin, yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) terhadap bakteri Streptoccocus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan diperoleh dari daun sawo diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Metode yang digunakan dalam uji daya hambat antibakteri menggunakan difusi cakram dengan 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, serta Amoxicillin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif diulang sebanyak 4 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Analisis data menggunakan One way-ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun sawo manila memiliki kemampuan daya hambat antibakteri pada konsentrasi 50% (15,85 mm), 60% (16,45 mm), 70% (17,05 mm), 80% (17,45 mm). Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sawo manila memiliki aktivitas daya hambat antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans.
TESTING THE EFFECTIVENESS OF FORMULATION OF ANTIFUNCIAL PREPARATION OF GARLIC (ALLIUM SATIVUM L.) ETHANOL EXTRACT MOUNTWASH ON THE GROWTH OF CANDIDA ALBICANS Pranata, Chandra; Sundara, Putri; ., Evi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas formulasi sediaan antifungi obat kumur ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) Terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak etanol bawang putih mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, dimana yang berperan sebagai antijamur adalah alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Obat kumur ekstrak etanol bawang putih dibuat menjadi lima formula yaitu F0 (basis), F1 (ekstrak etanol bawang putih 15%), F2 (ekstrak etanol bawang putih 25%), F3 (ekstrak etanol bawang putih 50%), dan F4 (ekstrak etanol bawang putih 100%). Evaluasi obat kumur meliputi pemeriksaan Organoleptis, dan Homogenitas. Uji aktivitas antijamur sediaan obat kumur dilakukan dengan metode difusi agar dan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sifat fisik sediaan obat kumur memberikan hasil yang baik dan memenuhi syarat sediaan obat kumur. Hasil uji aktivitas antijamur sediaan obat kumur memberikan diameter rata-rata daya hambat sebesar F1 (12,3 mm), F2 (17,3 mm), F3 (18,5 mm) dan F4 (21,6 mm).
ANTIFUNGAL EFFECTIVENESS OF LEAF ETHANOL EXTRACT WAKE UP (COLEUS AMBOINICUS)AGAINST THE FUNGI CANDIDA ALBICANS Situmorang, Novidawati Boru
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1061

Abstract

Daun bangun-bangun (Coleus amboinicus), merupakan Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai obat dan telah sering digunakan oleh masyarakat. Kandungan senyawa Flavonoid dalam daun Bangun-bangun diyakini memiliki manfaat dan berpotensi sebagai antijamur terhadap Candida albicans. Selain itu adanya resistensi akan obat kimiawi sehingga pengobatan yang bersumber dari alam mulai dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol daun Bangun-bangun (Coleus amboinicus) terhadap bakteri Candida albicanss. Penelitian diawali dengan melakukan pemeriksaan metabolit alkaloid, saponin, flavanoid, tanin dan kemudian pengujian aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dengan beberapa konsentrasi yaitu 5, 10, dan 15%, metode difusi agar kertas cakram. Hasil skrining fitokimia daun Bangun-bangun menunjukkan adanya alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin. Hasil pemeriksaan karakteristik serbuk simplisia daun bangun-bangun didapat kadar air 9,27%, kadar sari larut air 14,5%, kadar sari larut etanol 9,76%, sesuai dengan materia medika indonesia. Hasil skrining fitokimia yang didapat yaitu fenolik, flavonoid, saponin, steroid/triterpenoid. Pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol daun bangun-bangun menunjukkan diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, adalah 14,47 mm, 15,46 mm, 16,34 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tmeningkat konstrasi ekstrak,makasemakin besar diameter zonahambatnya.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT PACAR AIR LEAVES (IMPATIENS BALSAMINA L.) AGAINST PROPIONIBACTERIUM ACNE Octora, Debi Dinha; Waruwu, Krismawati
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1067

Abstract

ABSTRAK Aktivitas antibakteri Impatiens balsamina L. telah dipelajari selama bertahun-tahun. Daun inai air mengandung flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. P. acnes merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada jerawat. Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun inai air dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat bakteri P. acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni. Daun inai air dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Penelitian dilakukan dengan 3 variasi konsentrasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada setiap konsentrasi. Kesimpulannya ekstrak etanol daun inai dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memberikan penghambatan pertumbuhan bakteri paling efektif dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% yang termasuk dalam kategori kuat. Saran diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menguji bakteri lain dan membuat formulasi dari ekstrak daun inai air. ABSTRACT The antibacterial activity of Impatiens balsamina L. has been studied for many years. Water henna leaves contain flavonoids, saponins and tannins which have the ability to inhibit bacterial growth. P. acnes is one type of bacteria that can cause infection in acne. One of the objectives of this study was to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of henna water leaves and the most effective concentration in inhibiting P. acnes bacteria. This research is a pure experimental research. Water henna leaves were macerated with 96% ethanol as solvent. Antibacterial activity test was carried out by disc diffusion method. The research was conducted with 3 different concentration variations. The results showed that there was antibacterial activity at each concentration. The conclusion is that the ethanol extract of henna leaves with concentrations of 25%, 50% and 75% gave the most effective bacterial growth inhibition with concentrations of 25%, 50% and 75% which were included in the strong category. Suggestions are expected for further researchers to be able to test other bacteria and make formulations from water henna leaf extract.
TEST THE ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF CRASSOCEPHALUM CREPIDIOIDES LEAF AGAINST STREPTOCOCCUS PYOGENES anggraeni, Ratih; Lingga, Nola Monalisa
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1082

Abstract

The ethanol extract of Crassocephalum crepidioides leaves was tested against Streptococcus pyogenes bacteria. Extracts from the leaves of Crassocephalum crepidioides are known to have the potential to suppress microbial growth because contain active compounds of alkaloids and flavonoids. The test was carried out by the diffusion method using disc paper that had been soaked in a solution of ethanol extract of Crassocephalum crepidioides leaves with a concentration of 20%, 30%, 40%, 50%. Amoxicillin as a positive control and DMSO as a negative control. It is known that the inhibition of bacterial growth at a concentration of 20% the inhibition zone is 11mm, the concentration of the inhibition zone of 30% is 11.8mm, the concentration of 40% of the inhibition zone is 12.2mm, the concentration of 50% is the inhibition zone is 12.6mm. The higher the concentration of the ethanol extract of Crassocephalum crepidioides leaves, the wider the area of inhibition against Streptococcus pyogenes bacteria.
HAND AND BODY LOTION FORMULATION OF AVOVO SKIN EXTRACT (PERSEA FREESIMA GAERTN) AS A MOISTURIZER Rani, Yosi Darmi; Delima, Cici
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1084

Abstract

Avocados have been used by the community for generations as traditional medicinal ingredients. Avocado (Persea Americana Mill) is a plant that contains many compounds that are antioxidants. Flavonoids and tannins are compounds that have antioxidant activity which are suspected as sunscreens. Research Objectives To determine the concentration of avocado skin extract (Persea Gratissima Gaertn) 3%, 5%, 7% as hand and body lotion. Laboratory experimental research. Based on the results of the one-way ANOVA test that was used to analyze the avocado peel extract as skin flexion at blank concentrations of 3% concentration, 5% concentration and 7% way concentration, the mean Squaer result was 0.333 with results 0.052 > 0.05. it can be said that the results of the table above indicate that avocado skin can be used as skin moisture. Conclusion Based on the results of community tests conducted by the three hand and body lotion formulas, avocado skin extract that has been stored for 28 days of storage shows that the skin of the fruit can be used as moisture skin.
MANUFACTURED OF LOTION FROM AVOCADO LEAF ETHANOL EXTRACT ( PERSEA AMERICANA MILL) AS SKIN MOISTURIZER Br Manik, Margaretta Olivia; Mahmiara, Nopri
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v4i2.1088

Abstract

Abstrak Alpukat diformulasikan menjadi lotion, berdasarkan penelitian sebelumnya daun nya mengandung antioksidan tinggi yang diwakili dengan senyawa flavonoid. Tujuannya untuk mengetahui sediaan dari ekstrak etanol daun alpukat dapat melembabkan kulit. Penelitian ini dengan metode eksperimen. Ekstrak daun alpukat dilakukan dengan proses maserasi. Pemeriksaan sediaan dilakukan pada penelitian ini adalah uji skrining fitokimia, uji Ph, uji iritasi dan uji kelembapan kulit dengan konsentrasi 3% dan 5%. Abstract Avocado is formulated into a lotion, based on previous research, its leaves contain high antioxidants which are represented by flavonoid coumpounds . The aim was to determine whether the preparation of avocado leaf ethanol extract could moisturerize the skin. This research uses the experimental method. Leaf was carried out by a maceration process. Examination of the preparation carried out in this study were phytochemical screening tests, pH, Irritation and skin moisture with concentration of 3% and 5%.
EFFECT OF PROCESSING VARIOUS TYPES OF RICE ON CARBOHYDRATE LEVELS Pranata, Chandra; Silalahi, Jansen; ., Yuandani; Cintya, H
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1111

Abstract

Beras adalah salah satu makanan pokok di Indonesia yang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi antara 70 – 80 %. Zaman sekarang ada berapa cara untuk mengelolah beras menjadi nasi yakni dengan cara kukus dan menggunakan ricecooker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetukan kadar karbohidrat pada beras putih, beras merah dan beras hitam sebelum dan sesudah mengalami pengolahan menggunakan metode luff schrool. Berdasarkan hasil pemeriksaan karbohidrat dari beras putih, beras merah dan beras hitam sebelum dan sesudah mengalami pengolahan maka didapatkan hasil pemeriksaan sebelum mengalami pengolahan kadar karbohidrat tertinggi adalah pada beras putih 52,56 ± 0,20 % dan terendah beras hitam 40,47 ± 0,20 %, sedangkan jika dilihat dari cara pengolahan untuk kadar karbohidrat terendah terdapat pada beras hitam kukus dengan kadar 6,00± 0,20% sementara tertinggi pada beras putih ricecooker 14,00 ±1,4 % sehingga didapatkan kesimpulan bahwa adanya pengaruh pengolahan dalam penurunan kadar karbohidrat dalam beras. Kata Kunci: Karbohidrat, Pengolahan, Beras
ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF LIME LEAF (CITRUS AURANTIIFOLIA) ETHANOL EXTRACT IN MALE MICE (MUS MUSCULUS) INDUCED CARRAGEENAN ON 2022 Purba, Novandi; Andriani Harianja, Bulan; Akbar, Khairil; Harefa, Karnirius
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan adalah udema buatan telapak kaki mencit putih jantan dengan induksi karagenan 1%. Pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun jeruk nipis menggunakan 25 hewan uji, dengan 5 kelompok perlakuan. Kelompok terdiri atas kontrol positif yang diberikan na.diklofenak dengan dosis 6,5 mg/kgBB, kontrol negatif yang diberi perlakuan CMC Na 0,5%, dan 3 kelompok ekstrak yang dimana kelopok ektrak dosis 100 mg/kgBB, kelompok ekstrak dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok ekstrak dosis 300 mg/kgBB. persen radang pada kelima kelompok uji mengalami penurunan secara terus menerus mulai dari menit ke-60 sampai menit ke-360 setelah induksi karagenan. persen radang terbesar terjadi pada menit ke-120 pada suspensi Na.cmc dan diikuti oleh 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan Na.diklofenak. nilai persen inhibisi radang terbesar dimiliki oleh kelompok Na.diklofenak dan diikuti oleh 300 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB. Hal ini berarti, persen hambatan yang baik terdapat pada EEDJN 300 mg/kgBB setelah Na.diklofenak, kemudian diikuti EEDJN 200 dan 100 mg/kgBB dan hal ini menunjukan bahwa kelompok Na.diklofenak, 100, 200 dan 300 mg/kgBB memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi sedangkan kelompok Na.Cmc tidak.

Page 7 of 24 | Total Record : 237