cover
Contact Name
Beny Irawan
Contact Email
benyirawan77@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
benyirawan77@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL FARMASIMED (JFM)
ISSN : -     EISSN : 26550814     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal FARMASIMED (JFM) Volume I Nomor 1 Periode Mei - Oktober Tahun 2018. Jurnal ini memberikan ruang bagi akademisi, peneliti dan pengguna hasil penelitian dan pengabdian untuk mendiseminasikan, menginformasikan, mendiskusikan dan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan kualitas kebijakan di bidang farmasi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat serta artikel ilmiah di bidang farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
ANALGESIC ACTIVITY TEST OF WARU (Hibiscus tiliaceus L.) LEAVES ETHANOL EXTRACT IN MALE WHITE MISCULES (Mus musculus) Situmorang, Novidawati Boru; Widya Ningsih, Silvia
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1238

Abstract

Herbal remedies in therapy have been used in the treatment of pain since time immemorial. Pain is a sensory and emotional event that causes discomfort due to tissue damage. Most of the analgesics used in modern medicine have side effects on either the gastro-intestinal tract or the nervous system. Empirically waru leaves have been used as traditional medicine. The purpose of this study was to evaluate the analgesic effect of the ethanol extract of waru leaf and compare it with mefenamic acid tablets and then measured by the plantar test infra red (IR) 96 nm. Twenty five mice were divided into five groups. Three of them were treated with ethanol extract of waru leaves with doses of 100, 200, 300 mg/kgbw, 0.5% Na-CMC (negative control), and 500 mg Mefenamic Acid tablets (positive control). Infrared pain induction was performed every 10 minutes for 60 minutes. The maximum analgesic activity was indicated by a dose of 300 mg/kg body weight extract at 60 minutes which was 23.8 where the effectiveness was almost the same as the standard drug Mefenamic Acid, which was 24.3 while the dose of 200 mg/kgBB was 20.9 and 100 mg/kgBW was 19.9. The data obtained were then processed using one way ANOVA. The conclusion of the study revealed that hibiscus leaf (Hibiscus tiliaceus L.) has significant analgesic properties, especially in higher doses
FORMULATION OF BLUE POWDER BLOOD SAMBANG LEAF EXTRACT(Excoecaria cochinchinensis) AS COLOR EXPERIENCE S, Aminah .; Umairoh Br. Lubis, Rara
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1239

Abstract

Blush on atau pewarna pipi adalah salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Pewarna pipi dapat digunakan langsung dengan melekatkan pada kulit pipi. Tujuan : penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan formulasi dan untuk mengetahui adanya reaksi iritasi pada pembuatan sediaan pewarna pipi compact powder dengan menggunakan ekstrak daun sambang darah. Metode : Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% untuk ekstrak daun sambang darah (Excoecaria cochinchinensis) dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%.
EFFECTIVENESS OF COMBINATION OF BITTER GOURD (Momordica charantia L.) AND GARLIC (Allium sativum L.) EXTRACT ON MALE WHITE MICE (Mus muscullus) AS APHRODISIAC Alfiraza, Ery Nourika; Listina, Osie; Gautama, Tomy Sugiarto
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1242

Abstract

Aphrodisiac is a material that used to increase libido or sexual desire. The purpose of this study was to determine the effect of aphrodisiac on bitter melon fruit (Momordica charantia L.) and garlic (Allium sativum L.) in male white mice (Mus musculus L.) and at what concentration the combination of bitter melon and garlic had the best aphrodisiac effect. Bitter melon powder and garlic were macerated with 70% ethanol for 4 x 24 hours. In this study, ICC (Introduction, Climbing, Coitus) method was used in 25 male mice divided into 5 groups. Group I as negative control was given aquadest, group II was given a single dose of bitter melon, group III a single dose of garlic, Group IV, and Group V were given a combination of bitter melon extract and garlic with ½ combination 980 mg/kg body weight: 150mg /kg body weight, Group IV, and V were given a combination of bitter melon extract and garlic with 1 combination 1960 mg/kg body weight: 300 mg/kg body weight. Each group was given oral test materials, group I, II, III, IV, and V was given extracts according to the dose for 2 hours. Then those observed and calculated the number of Introduction, Climbing, and Coitus. The results showed that the combination of bitter melon extract and garlic group V (1960 mg/kg body weight: 300 mg/kg body weight) had the best aphrodisiac activity compared to other extract combination activities, and all extract combinations showed significantly different aphrodisiac effects.
STABILITY TEST OF CLOVE FLOWER ESSENTIAL OIL OINTMENT (SYZIGIUM AROMATICUM L) WATER SOLUTION BASED IN PLASTIC AND GLASS PACKAGING Afriyani, Neti; Susanti, Hari; Sugihartini, Nining
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1254

Abstract

Cengkeh (Syzygium aromaticum L) merupakan salah satu tanaman herbal yang sering digunakan masyarakat karena kandungan utama minyak atsiri bunga cengkeh (Syzigium aromaticum) yang utama adalah eugenol yang memiliki khasiat sebagai antiinflamasi. Formulasi salep telah dilakukan dengan membuat sediaan salep dalam basis larut air (PEG). Salah satu persyaratan sediaan salep adalah stabil. Penggunaannya secara tradisional memerlukan waktu penyiapan yang lama sehingga perlu formulasi sediaan yang lebih praktis dan stabil dalam penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stabilitas salep minyak atsiri bunga cengkeh (Syzigium aromaticum) dalam basis larut air (PEG) yang baik dan optimal. Minyak atsiri bunga cengkeh diformulasi dalam bentuk sediaan salep basis larut air dalam kemasan tube plastik dan gelas. Evaluasi dilakukan pada uji stabilitas sifat fisika meliputi organoleptik, viskositas, pH, sentrifuga, freezer thaw Uji stabilitas dilakukan penyimpanan pada Climatic chamber dengan kondisi suhu 40°C ± 2°C kelembaban 75% RH ± 5% selama 90 hari kemudian diuji pada hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-30, ke-60 dan hari ke-90. Analisis data secara statistik menggunakan SPSS metode two way ANNOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemas plastik dapat menurunkan viskositas dan pH. Kombinasi polietilen glikol (PEG) 400 dan polietilen glikol (PEG) 4000 dapat membentuk formula optimum dengan perbandingan 67% polietilen glikol (PEG) 400 dan 28% polietilen glikol (PEG) 4000 dalam rancangan formula.
COVID-19 PREPAREDNESS ANALYSIS OF DELI SERDANG REGIONAL GENERAL HOSPITAL LUBUK PAKAM INDONESIA Kartika, Dewi; - Matury, Herlina J. El; Karo-Karo, Tati Murni; Kasim, Felix
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1276

Abstract

Indonesia menghadapi berbagai bencana alam dan non alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, gunung berapi, pandemi COVID-19. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dapat diakses dan berfungsi selama dan segera setelah bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapsiagaan Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang dalam menghadapi pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen dengan mengacu pada pedoman dalam WHO Checklist COVID-19. Variabel yang diteliti adalah kepemimpinan dan sistem manajemen dengan percent achievement 93%; koordinasi dan komunikasi 92%; survailans dan manajemen informasi 92%; komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat 100%; administrasi, keuangan dan keberlanjutan bisnis 69%; SDM 75%; surge capacity 80%; keberlanjutan layanan pendukung esensial 83%; manajemen pasien 63%; kesehatan kerja, mental dan dukungan psikososial 70%; identifikasi dan diagnosis cepat 92%; pencegahan dan pengendalian infeksi 84%. Skor indeks keselamatan adalah 0,826 yang di klasifikasikan pada level A, rumah sakit siap menghadapi pandemi COVID-19, namun tetap perlu dilakukan usaha pencegahan jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan bencana.
ANTI-INFLAMMATORY EXCITIVITY TEST OF SINTRONG LEAF ETHANOL EXTRACT (Crassocephalum crepidiodes) ON MALE WHITE MICE Sumitra, Jhoti; Pasaribu, Esra Navita Rida
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1279

Abstract

Sintrong (Crassocephalum crepidioides) merupakan kelompok tanaman dengan batang lunak yang dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit, seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit perut, mengobati luka, antelmetik, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimalaria. Daun sintrong mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antiiinflmasi ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidiodes) terhadap mencit putih jantan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Natrium Diklofenak, kontrol negatif Na-Cmc 0,5 %, dan EEDS dosis 100, 200 dan 300 mg/kgBB. Data hasil penelitian dihitung persen radang dan persen inhibisi radang. Data dianalisis secara statistik menggunakan metode Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDS 300 mg/kgBB memiliki inhibisi radang paling besar dibanding ekstrak 100 dan 200 mg/kgBB. Hasil uji one way Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (P>0,05) antar kelompok perlakuan. Hasil uji Duncan menunjukkan kelompok yang memberikan efektivitas antiinflamasi terbaik adalah kontrol positif dan EEDS 300 mg/kgBB.
ACTIVITY TEST ETHANOL EXTRACT MATOA (POMETIA PINNATA) ANTINFLAMMATION AGAINST MALE RATS INDUCED CARAGENAN Turnip, Nur Ulina M. Br.; Panjaitan, Yudika Levanda
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1280

Abstract

Matoa merupakan salah satu tanaman dari famili Sapindaceae yang tersebar di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman matoa banyak digunakan masyarakat dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata) terhadap mencit putih jantan yang di induksi karagenan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Natrium Diklofenak 6,5 mg/kgBB), kontrol negatif (Na-CMC 0,5%) dan tiga dosis yang diuji yaitu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Metode dalam penelitian ini adalah dengan induksi karagenan 0,1 ml sebagai iritan pada telapak kaki mencit selama 360 menit dengan parameter yang diamati adalah penghambatan udem kaki mencit menggunakan pletismometer. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (P>0,05) dengan kesimpulan tiga dosis yang diuji yaitu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB memiliki efek antiinflamasi dimana dosis yang lebih efektif adalah 300 mg/kgBB.
PROFILE OF USE OF PREGNANT WOMEN SUPPLEMENTS IN THREE PHARMACIES LOCATED IN KARAWANG Hamidah, Nur Assyifa; Salman, Salman; Gethera, Vesara Ardhe
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1294

Abstract

Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae), volume darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Gizi yang tidak terpenuhi akan berbahaya baik untuk ibu maupun untuk janin yang dikandung, Gizi yang kurang atau Malnutrisi selama masa kehamilan dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital serta mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius baik bagi ibu maupun janin. Pada ibu hamil yang mengalami malnutrisi, makanan bergizi saja tidak cukup untuk memenuhi zat gizi yang kurang, maka dari itu diperlukannya suplemen untuk membantu memulihkan keadaannya dan menjaga janin agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah penggunaan suplemen ibu hamil yang dilihat berdasarkan data dalam resep kemudian dimasukan kedalam microsoft excel, dan mengetahui indikasi suplemen tersebut berdasarkan informasi yang ada dalam mims serta mengetahui ada atau tidaknya interaksi obat dengan suplemen maupun suplemen dengan suplemen berdasarkan informasi yang ada pada drugs.com di tiga apotek di karawang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, kualitatif-kuantitatif didukung dengan adanya data primer yang menggunakan data resep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari ke tiga apotek, penggunaan suplemen terbanyak adalah Vitamin B kompleks yang termasuk dalam golongan vitamin dan mineral serta tidak adanya interaksi obat yang terjadi di ketiga apotek yang dijadikan tempat penelitian kali ini.
EVALUATION OF ANTIBIOTICS USAGE RATIONALITY ON DIABETES MELLITUS TYPE II PATIENTS AT INPATIENT INSTALLATION OF GRANDMED HOSPITAL LUBUK PAKAM IN 2022 Meirita, Efilia; Sari, Anita
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1314

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang berhubungan dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein sebagai akibat adanya difesiensi sekresi insulin, penurunan efektivitas insulin maupun keduanya. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensinya terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Tahun 2022 sebanyak 57 pasien. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat lama pemberian. Hasil: Hasil penelitian dari 57 penderita diabetes melitus tipe II diketahui bahwa jenis kelamin laki-laki 28,1% (16 pasien) dan jenis kelamin perempuan 71,9% (41 pasien). Berdasarkan usia 36-48 tahun 14,0% (8 pasien), usia 49-58 tahun 28,1% (16 pasien) dan usia 59-68 tahun 57,9% (33 pasien). Pola penggunaan antibiotik tunggal dan antibiotik kombinasi. Penggunaan antibiotik tunggal yaitu ceftriaxone 65,8%, meropenem 18,4%, levofloxacin 7,9% dan metronidazole 7,9%. Penggunaan antibiotik kombinasi yaitu ceftriaxone + metronidazole 78,9%, meropenem + metronidazole 10,5% dan levofloxacin + metronidazole 10,5%. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat 34 pasien (59,6%) yang sudah mendapatkan terapi pengobatan yang rasional dan 23 pasien (40,4%) yang belum mendapatkan terapi secara rasional berdasarkan parameter yaitu tepat indikasi 100%, tepat obat 89,5%, tepat dosis 86,0% dan tepat lama pemberian 82,5%.
The EVALUATION OF THE USE OF ANTI-INFLAMMATORY DRUGSIN PATIENTS RHEUMATOID ARTHRITIS OUTPATIENT AT GRANDMED HOSPITAL LUBUK PAKAM Sihombing, Yanna Rotua; Marbun, Romauli Anna Teresia; Zebua, Kristian Cahayani; Lestari, Dayana
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1315

Abstract

Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease characterized by inflammation of the joints that can become chronic. Rational use of drugs aims to ensure that patients get safe and effective treatment in the right time frame and at an affordable price according to their needs In the outpatient facility of Lubuk Pakam Hospital, patients experience symptoms such as pain, inflammation, morning joint stiffness and difficulty moving at appropriate doses. This study aims to aim to obtain an objective picture or picture of the situation. Data collection was carried out retrospectively, namely by observing the medical records of rheumatoid arthritis patients at Grandmed Lubuk Pakam Hospital in 2021. A total of 13 (56.5%) female patients and 10 (56.5%) (43.5%) male patients, according to the number of rheumatoid arthritis patients at the outpatient facility of GrandMed Lubuk Pakam Hospital in 2021. This makes the inclusion criteria for all anti-inflammatory agents incomplete in rheumatoid arthritis and the exclusion criteria for all medical records in rheumatoid arthritis patients. Analysis of data based on age, gender, rationality of the drug, correct indications, correct patient, correct drug, correct dosage. The Outpatient Study of GrandMed Lubuk Pakam Hospital 2021 is: Correct Indications (100%), Correct Patients (100%), Correct Drugs (100%), Correct Dosage (91.3%). The treatment of patients with rheumatoid arthritis at GrandMed Lubuk Pakam Hospital can still be said to be fully good

Page 8 of 24 | Total Record : 237