cover
Contact Name
Beny Irawan
Contact Email
benyirawan77@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
benyirawan77@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL FARMASIMED (JFM)
ISSN : -     EISSN : 26550814     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal FARMASIMED (JFM) Volume I Nomor 1 Periode Mei - Oktober Tahun 2018. Jurnal ini memberikan ruang bagi akademisi, peneliti dan pengguna hasil penelitian dan pengabdian untuk mendiseminasikan, menginformasikan, mendiskusikan dan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan kualitas kebijakan di bidang farmasi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat serta artikel ilmiah di bidang farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
EVALUATION OF ANTIDIABETIC USAGE IN TYPE II DM PATIENTS AT PUBLIC HEALTH CENTRE OF SEI KEPAYANG BARAT ASAHAN DISTRICT Rahayu, Yayuk Suyudi; Anggraeni, Ratih; Tanjung, Nurhaliza
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1321

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu kondisi dengan gangguan metabolik karena organ pankreas gagal memproduksi hormon insulin. Kondisi ini digolongkan penyakit kronis karena berlangsung menahun. Diabetes melitus digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu DM tipe I, II, dan gestasional. Evaluasi penggunaan antidiabetes bertujuan untuk mendukung program pemerintah secara terstruktur dan berkesinambungan dalam hal mengontrol penggunaan obat diabetes secara kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif berdasarkan tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi, dan tepat pasien dengan hasil bahwa pravelensi pasien DM tipe II sering terjadi pada perempuan berusia 40-55 tahun. Evaluasi penggunaan antidiabetes di Puskesmas Sei Kepayang Barat terlaksana sesuai ketentuan dan mengacu pada Keputusan Mentri Kesehatan Tahun 2016.
QUALITATIVE ANALYSIS OF WET AND DRY FISH FORMALIN FROM PANCUR BATU MARKET TRADERS Suprianto, Suprianto; Chan, Adek; Samran, Samran; Meilani, Debi; Nasution, Lely Fitri Handayani
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1337

Abstract

Ikan salah satu dari sekian banyak kekayaan alam bahari Indonesia. Lauk pauk ikan banyak dikonsumsi masyarakat, mudah diperoleh di pasar dengan harga terjangkau. Namun ikan basah dan ikan kering mudah dan cepat mengalami pembusukan. Mikroba ada sejak ikan masih hidup. Aktivitas mikroba menyebabkan perubahan biokimia dan fisik ikan sehingga bau busuk. Kondisi busuk diketahui setelah bau busuk tersebar dan timbul lendir, warna suram, mata keruh dan sebagainya. Pengawetan ikan basah dan ikan kering dilakukan dengan mengurangi kadar air. Pengawetan merupakan daya upaya peyelamatan hasil tangkapan ikan oleh nelayan. Pembusukan ikan dihambat dengan penambahan garam, sehingga penyimpanan ikan lebih lama tanpa aktivitas bakteri dan enzim. Pesatnya teknik pengolahan pangan, penambahan bahan-bahan aditif pada bahan pangan sulit untuk dihindari, akibatnya keamanan pangan telah menjadi dasar pemilihan suatu produk pangan yang akan dikonsumsi. Bahan aditif berbahaya sulit dihindari, selalu ditemukan dalam pangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui keberadaan formalin sebagai pengawet dalam ikan basah dan ikan kering dari pedagang pasar Pancur Batu secara kualitatif dengan pereaksi tertentu. Penelitian deskriptif menggunakan masing-masing lima sampel ikan basah dan kering yang dijual di pasar Pancur Batu. Hasil penelitian memberikan informasi satu sampel ikan dari pedagang pasar Pancur Batu mengalami perubahan warna ungu pada Kit Tes. Satu dari kelima sampel ikan basah dan kering positif ada formalin.
THE EFFECT OF SUGARCANE LEAF EXTRACT ON MALONDIALDEHYDE PLASMA LEVELS IN CARBON TETRACHLORIDE-INDUCED RATS Dewi, Ika Puspita; Ulinnuha, Jihan Ulya; Holidah, Diana
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1340

Abstract

Peroksidasi lipid akibat radikal bebas dapat menyebabkan kematian sel yang dapat merusak berbagai organ, termasuk liver. Hal ini dapat ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid. Pengukuran parameter ini pada darah dan organ digunakan sebagai penanda adanya stres oksidatif. Radikal bebas akibat peroksidasi lipid dapat diredam dengan senyawa antioksidan. Beberapa penelitian telah membuktikan aktivitas antioksidan tebu (Saccharum officinarum). Daun tebu dan jus tebu dari varietas yang berbeda-beda telah menunjukkan sifat antioksidan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak etanol tebu dengan berbagai dosis terhadap kadar malondialdehid plasma tikus yang diinduksi stress oksidatif dengan karbon tetraklorida (CCl4). Daun tebu diekstraksi dengan maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pembuatan kurva baku malondialdehid dilakukan dengan seri larutan 1,1,2,2-tetraethoxypropane. Pengujian dilakukan terhadap hewan uji tikus Wistar yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok meliputi kelompok normal tanpa induksi CCl4 diberikan CMC-Na 1%; kontrol negatif diberikan CMC-Na 1%; kontrol positif diberikan Silybum marinum yang 100 mg/kgBB; kelompok dosis yang terdiri atas 300, 400, dan 500 yang masing-masing diberikan ekstrak etanol daun tebu dosis dengan dosis 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB berturut-turut. Tikus diperlakukan sepanjang 14 hari lalu diambil sampel plasmanya pada hari ke-15 untuk pengukuran kadar malondialdehid. Hasil ekstraksi daun tebu mendapatkan rendemen sebesar 16,05%. Kurva baku yang digunakan untuk mengukur malondialdehid plasma tikus adalah y = 0,0059x + 0,0238. Hasil menunjukkan pemberian ekstrak daun tebu semua dosis memiliki nilai malondialdehid yang lebih rendah dibandingkan kontrol negatif. Dosis 400 mg/kgBB tidak memiliki perbedaan signifikan dengan kontrol positif, sedangkan dosis 500 mg/kgBB lebih rendah dibanding dengan kontrol positif. Hal ini diduga karena metabolit sekunder seperti flavon yang terdapat pada ekstrak yang dapat meredam radikal bebas. Ekstrak etanol daun tebu dapat berperan sebagai antioksidan dengan menurunkan kadar malondialdehid darah tikus terinduksi CCl4.
ANTIBACTERIAL EFFECTIVENESS TEST OF KECOMBRANG LEAVES (ETLINGERA ELATIOR) ETHANOL EXTRACT ON THE GROWTH OF PROPIONIBACTERIUM ACNES Wati, Siska; Irwanto, Reno; Cholilulah, Andreais Boffil
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1367

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu flora normal pada kulit yang berperan dalam timbulnya jerawat. Bila jumlahnya meningkat bakteri ini akan menjadi patogen dan menimbulkan lesi inflamasi pada kulit. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan alamsebagai antibakteri yaitu tanaman kecombrang (Etlingera elatior). Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun kecombrang (Etlingera elatior) terhadappertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak daunkecombrang (Etlingera elatior) dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96%. Metode: Uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram. Sampel terdiri dari 6 perlakuanyaitu ekstrak etanol daun kecombrang dengan konsentrasi 20%, 15%, 10%, 5%, kontrol positif DMSO dan kontrol negatif clindamycin. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kecombrang dengankonsentrasi 20% mempunyai daya hambat sebesar 20,0 mm (kategori kuat), 15% sebesar 13,5 mm (kategori kuat), 10% sebesar 9,0 (kategori sedang), 5% sebesar 6,0 (kategori lemah). Kesimpulanpenelitian ini adalah daya hambat antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengankonsentrasi paling efektif adalah 20% dengan kategori kuat 20,0.
EFFECTIVENESS TEST ON PREPARATION GEL (Aleurites moluccana) AS ANTICEPTIC HAND SANITIZER AGAINST BACTERIA Staphylococcus aureus Cahya, Cucu Arum Dwi; Lubis, Devi Febby Yola
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1258

Abstract

Salah satu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menjaga kebersihan, salah satunya adalah kebersihan tangan. Salah satu bakteri yang paling sering mengkontaminasi kulit tangan adalah Staphylococcus aureus. Penggunaan gel antiseptik (Hand sanitizer) yang mudah dan praktis semakin diminati masyarakat. Kebanyakan produk gel antiseptik tangan menggunakan alkohol sebagai antibakteri. Kemiri adalah salah satu tumbuhan dengan berbagai manfaat pada setiap bagian pohonnya. Kemiri dapat dimanfaatkan baik sebagai obat-obatan tradisional, bahan makanan, bahan pewarna, penerangan dan berbagai kegunaan lain. Namun belum ada studi yang meneliti apakah formulasi sediaan Gel Hand sanitizer minyak kemiri (Aleurites moluccana) efektif sebagai antibakteri. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antibakteri minyak kemiri terhadap bakteri Staphylococcus aureus setelah diformulasikan dalam sediaan gel Hand sanitizer pada 3 formula dengan konsentrasi F1=5%, F2=10% dan F3=15%. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Untuk mengetahui efektivitas anti bakteri minyak kemiri (Aluerites moluccana) terhadap bakteri Staphylococcus. aureus setelah diformulasikan kedalam sediaan gel Hand sanitizer. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada formulasi F3 dengan kosentrasi 15% dapat menghambat aktivitas bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 19 mm dengan hasil sediaan gel yang homogen, pH sebesar 5 mendekati pH kulit, tidak mengiritasi kulit dan daya sebar menunjukkan hasil yang merata ke seluruh permukaan kulit yaitu 5 cm. Terdapat penghambatan bakteri Staphylococcus aureus setelah minyak kemiri (Aleurites moluccana) diformulasikan kedalam sediaan gel Hand sanitizer.
ANALIYSIS OF RHODAMINE B DYESTUFFS ON LIPTINT USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY METHOD wulandari, suci; Rahma, Amalia Nur; Wahyuni, Siti; Lubis, Basyariah
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1295

Abstract

Background : Rhodamine B is a synthetic dye that is generally used as a dye for paper, textiles or inks. The use of Rhodamine B is certainly very dangerous for health. Rhodamine B if used directly on the human body will cause irritation of the respiratory tract and can cause cancer and liver damage. Although there are negative impacts, the use of these dyes is still often done, especially for food and cosmetic products. Purpose : This research was conducted to identify and determine levels of Rhodamine B in liptint traded in Lubuk Pakam sub-District. Method : Qualitative analysis of Rhodamine B was carried out by Thin Layer Chromatography (TLC) using ethylacetate-methanol-ammonia (45:25:30), while quantitative analysis for assay was carried out using UV-VIS Spectrophotometry at a wavelength of 545 nm. The linear calibration curve in the range of 1 - 5 ?g /ml resulted in the regression equation y = 0.0091x - 0.009. Results : The results of the qualitative analysis showed that the three samples containing Rhodamine B with each Rf value of 0.87 cm (sample A), 0.96 cm (sample B), 0.98 cm (sample C) and quantitatively the levels for sample A were known is 13,144 mg/g, sample B is 27,704 mg/g and sample C is 20,386 mg/g. Conclusion : From this research, it is known that there is still the use of Rhodamine B as a dye in liptint traded in Lubuk Pakam sub-district
EVALUATION OF ANTIBIOTICS USE IN DALU SEPULUH PUSKESMAS TANJUNG MORAWA anggraeni, Ratih; Samgryce Siagian, Hartika; Anggraini Sembiring, Syaiba
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1308

Abstract

Antibiok sering digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik menjadi salah satu faktor resiko terjadinya peningkatan resiko bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman tentang penggunaan antibiotik di puskesmas Dalu sepuluh Tanjung Morawa. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tehnik sampel yaitu purposive sampling pada subjek sebanyak 70 orang tanjung morawa.
FORMULATION EXTRACT LEAVES TEAK (TECTONA GRANDIS) AS PREPARATION DYE NAIL NATURAL PRODUCT Rani, Yosi Darmi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1319

Abstract

Daun jati merupakan tumbuhan yang memiliki kualitas tinggi daun yang berukuran besar berbentuk jantung membulat dan dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan. Kandungan daun jati tersebut memiliki zat pewarna antosianin yang cukup tinggi sehingga warna yang dihasilkan berwarna merah pekat. Senyawa antosianin merupakan senyawa metabolit sekunder dari famili flavonoid. Pewarna kuku adalah sediaan rias kuku yang digunakan untuk maksud menyalut kuku dengan lapisan tidak bewarna atau mewarnai kuku dengan warna baik warna kemudahan maupun warna kontras nyata sesuai dengan estetika kuku yang dikehendaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun jati (Tectona grandis) yang lebih baik dengan perbedaan kosentrasi 5% 10% atau 15%.. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan ekstrak daun jati dengan kosentrasi 5% 10% 15%. Uji yang dilakukan terhadap sediaan adalah uji homogenitas uji organoleptis uji pH uji iritasi dan uji daya sebar. Hasil penelitiaan pada pewarna kuku dengan kosentrasi 5% mengahasilkan warna coklat pada kosentrasi 10% memiliki warna coklat tua dan pada kosentrasi 15% menghasilkan warna merah pekat. Kosentrasi yang baik pada pewarna kuku adalah kosentrasi 5% dengan pH 5. Kesimpulan: Ekstrak daun jati (Tectona grandis) dapat menghasilkan warna dan dapat diformulasikansebagai pewarna alami pada sediaan cat kuku dengan varian kosentrasi dan kosentrasi 5% menghasilkan warna yang lebih baik dan terang pada sediaan cat kuku.
THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE LEVEL ON THE BEHAVIOR OF RATIONAL ANTASIDA USE IN SWAMEDICATION ., Marselina
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1358

Abstract

Gastritis merupakan inflamasi lapisan mukosa lambung dengan gejala nyeri lambung, mual, muntah, lemas, perut kembung, terasa sesak, nyeri uluh hati, tidak nafsu makan, bersendawa serta dapat terjadi perdarahan saluran cerna. Gastritis merupakan salah satu penyakit yang umumnya diderita oleh kalangan remaja yang menganggu aktivitas sehari-hari, sehingga diperlukannya kemudahan pengobatan untuk menanganinya. Golongan obat untuk penanganan gastritis yang dapat digunakan untuk pengobatan sendiri dan diperoleh tanpa resep dokter yaitu antasida. Tingginya kasus gastritis di kalangan remaja disertai tingginya prevalensi mahasiswa yang melakukan pengobatan sendiri harus dilakukan secara rasional, agar tujuan penggunaan obat tercapai. Namun pada pelaksanaan swamedikasi dapat berpeluang terjadinya masalah terkait obat akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunannya. Maka peneliti akan melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antasida yang rasional dalam swamedikasi pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Medika Suherman yang memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling serta instrument yang digunakan berupa kuesioner yang akan diisi responden. Penelitian ini didapatkan jumlah responden sebanyak 129 orang. Berdasarkan data penelitian didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0.283?0.260, dan nilai signifikansi 0.001<0.050 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antasida dalam swamedikasi pada responden yang mengalami gejala gastritis. Pada data didapatkan juga bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara perilaku dengan lama penggunaan antasida dalam swamedikasi dengan nilai koefisien korelasi yaitu 0.289?0.260, dan nilai signifikansi 0.001<0.050. Penggunaan antasida yang rasional sebanyak 47.3% dan tidak rasional 52.7%.
TRANSPARENT SOAP FORMULATION WITH VARIOUS LEVELS OF CONCENTRATION OF TEAK LEAF EXTRACT (TECTONA GRANDIS L.F.)AS ANTIBACTERIAL SOAP Pranata, Chandra; Irwanto, Reno; .S, Aminah
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i2.1401

Abstract

The purpose of this study was to examine the organoleptic, homogeneity and antibacterial properties of transparent soap. The treatment used is; F1 (3% teak leaf extract), F2 (6% teak leaf extract), F3 (9% teak leaf extract), and F4 (12% teak leaf extract). The implementation of the research begins with product optimization in advance of the proportion of the use of raw material components. The results of the homogeneity test experiment showed that all formulas were homogeneous and in accordance with SNI standards, then the results of the water content obtained from each preparation proved to meet the requirements set by SNI ( Indonesian National Standard). The results of the pH measurements showed that at pH F0 it remained at 8. The results for measuring pH F1 showed results with a pH of 8. Meanwhile, pH F2 had a pH of 8. The last measurement for pH at pH F3 showed the same pH results as the other formula, namely at pH 8. So that F0, F1, F2, and F3 have the same pH, namely pH 8, where pH 8 is the pH of the positive control, namely soap on the market. Staphylococcus aureus with a concentration of 3% by 13 mm, 6% by 15 mm, 9% by 17 mm, 12% by 20 mm. The greater the concentration of teak leaf extract in transparent solid coir, the greater the inhibition of bacterial growth.

Page 9 of 24 | Total Record : 237