cover
Contact Name
Widiyanto
Contact Email
widiefree@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muarif@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
ISSN : 25491539     EISSN : 25794256     DOI : -
The Journal of Nonformal Education and Community Empowerment is published twice a year in June and December. This journal is published by the Department of nonformal Education Faculty of Education Semarang State University since 2012, in 2017 changed with the new ISSN and in collaboration with the Association of Indonesian Non-Formal Education Academics. Disclose research results on non-formal education focus areas covering topics, (1) Community Based Education: literacy, equity, courses, training, life skills, community counseling, community empowerment, social work; (2) Family-Based Education: parenting, early childhood education, play group, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
Peran Orangtua dalam Pembinaan Pemahaman Motif Pernikahan bagi Anak dalam Lingkup Pendidikan Nonformal Desmawati, Liliek; Malik, Abdul
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.26834

Abstract

Pendewasaan usia perkawinan menurut BKKBN (Wirdhana dkk, 2014), ditegaskan usia perkawinan mencapai usia minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. PUP yang dibuat oleh BKKBN tidak hanya sekedar program penundaan perkawinan dan pernikahan saja, juga masa menjarangkan kehamilan dan masa mengakhiri kehamilan. Masa kehamilan usia istri antara 20-35 tahun, dengan jarak ideal kehamilan adalah 5 tahun. Sedangkan masa akhir kehamilan berada pada usia PUS (pasangan usia subur) 35 tahun. Karena secara empirik menurut Wirdhana dkk (2014: 20), “Melahirkan anak di atas usia 35 tahun banyak mengalami risiko medik”. Kegiatan pendidikan kependudukan melalui jalur informal, dapat dilakukan di dalam keluarga, masyarakat, media massa dan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan pembinaan merupakan kegiatan menjaga agar pendidikan kependudukan melalui jalur informal tetap berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Adapun agen yang bertindak melalui jalur informal adalah sosok dari orangtua itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran kondisi pemahaman orangtua dalam memberikan pembinaan pemahaman motif pernikahan kepada anak remajanya. Selain itu mendeskripsikan berbagai peran yang diberikan orangtua dalam proses pembinaan, dan berbagai faktor penghambatnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan gabungan dari pendekatan penelitian deskriptif dengan kualitatif. Maksud penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan pemahaman orangtua dalam memberikan pembinaan pemahaman motif pernikahan kepada anak remajanya dari populasi yang ada, yaitu semua orangtua dari mahasiswa jurusan PLS FIP UNNES yang pada tahun 2018 mendapatkan mata kuliah Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Model Desain Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C di Satuan Pendidikan Nonformal Kota Semarang Muarifuddin, M.; Prasetyo, Ferry Wahyu; Sari, Nurul Puspita
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.26835

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan desain kompetensi hasil belajar, materi, metode, media, sumber belajar, analisis diagnosis kebutuhan belajar, dan menentukan model konseptual desain pembelajaran kejar paket C di satuan pendidikan nonformal Kota Semarang. Penggunaan pendekatan penelitian kualitatif diharapkan dapat menjawab tujuan dari penelitian. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tertutup sebagai perolehan data primer, dan teknik observasi serta dokumentasi sebagai data yang digunakan untuk triangulasi dalam keabsahan data. Analisis data menggunakan Model Interaktif sebagaimana Miles & Hubberman (1994) yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan.
Identifikasi Kebutuhan Masyarakat terhadap Pendirian Taman Bacaan Masyarakat di Desa Tanjung Seteko Kecamatan Indralaya Candra, Adi; Husin, Azizah
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27479

Abstract

Identifikasi kebutuhan masyarakat telah dilakukan untuk mendeskripsikan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam pendirian taman bacaan masyarakat di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan Kartu Sistem Kebutuhan Belajar Masyarakat (SKBM) dan survey. Metode pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan belajar masyarakat desa Tanjung Seteko yaitu Kebutuhan belajar bidang keagamaan, bidang ekonomi, pendidikan keaksaraan dan kebangsaan, olahraga, kesehatan dan lingkungan. Kebutuhan belajar masyarakat menggambarkan bahwa dibutuhkan program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh sumber daya manusia (pengelola), sumber informasi berupa buku-buku, tempat belajar, dan pendanaan. Dengan demikian program pemberdayaan masyarakat melalui pendirian taman bacaan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan belajar masyarakat.
Proses Pembinaan Karakter Anggota Paskibra di Kabupaten Ogan Ilir Hikmayati, Citra; Tahyuddin, Didi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27480

Abstract

This study aimed to describe character development of members of Paskibraka in Ogan Ilir. The study applied descriptive qualitative method. The data was collected by running the interview and documentation. The results from the study showed that there were three indicators in the process of character development of members of Paskibraka, that were : 1) The development process on technics, that were the skills development of line of march, the procedures of folding, stretching and carrying Indonesia’s flag and mastery of the approriate technique of flag ceremony. 2) the non-technique development process of the members of Paskibraka, that were knowledge development including the knowledge development of the particular night schedule materials describing about the history of the National Independency, the flag and the knowledge about resources that were available in Ogan Ilir regency. 3) the character development of the members of Paskibraka was composed by seven particular character development of Paskibraka which were discipline, self-reliance, nationalism, responsibility, togetherness, leadership and religious. Therefore, character building for young generation considers as necessary attemp to prevent the imvasion of the nation from foreign culture that does not fit with values, norms, and national ideology of Indonesia.
Minat Baca Anak Usia Sekolah Dasar di Lingkungan Taman Bacaan Masyarakat Jayanti Palembang Ramadaniah, Anisa Rizky; Hakim, Imron A.
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27481

Abstract

The Purpose of this study is to knowing interst of elementary students reading in the Taman Baca Mastayakat (TBM) Jayanti Palembang neighborhood.  This study uses quantitative descriptive method. The method of collecting the data is questionnaires, observation, and documentation. Method of taking the xamples is purposive xampling with 38th  respondents. As a results showed that elementary students have highly interest of reading, this is including aspects   1) Students attention to visiting that they realize how important is reading a book, 2) Good cover of books pay the attention to studying that book, 3) The pleasure of reading a book to finish it without any pressure from anyone, 4) Students give their times to reading a book or books in a day or a week, 5) After finish reading and understanding the book, hoping they will sharing with other friends, in the end it can be use full for everyone, and the present of TBM will stimulae to increasing interest of reading elementary students. This study recommendating or suggesting that the management of TBM to adding thier collections, more than books they have it more interesting people of the neighborhood not just elementary students to visiting and reading in TBM.
UUpaya Instruktur dalam Memberdayakan Warga Binaan melalui Pelatihan Las Smaw Amalia, Iin; Djumena, Irwan; Suherman, Suherman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27482

Abstract

This research is conduted to find out (1) what is the effort of the instructor in empowering the studens to learn the SMAW welding training at the Training Center (BLK) of Pandeglang Regency? (2) How is the result of the SMAW welding training program in empowering the learners by the instructor at the Training Center (BLK) Pandeglang District? (3) What are the supporting factors and inhibiting factors experienced by the instructor in empowering the learners in the SMAW welding training at the Pandeglang District Training Center (BLK)?. Research method used by writer in this research is descriptive with qualitative approach. In this research with qualitative approach should be based on data or information obtained through research as follows: (1) Interview, (2) Observation, (3) Documentation. The stage of data collection in this research is the orientation stage, exploration stage and member check stage. Processing techniques and data analysis include the reduction phase, data presentation and verification phase. The data source of this research is the instructor and the residents learn at the Training Center (BLK) Pandeglang District. As the end of this discussion, the authors convey the folloswing conclusions: 1. The efforts of the instructor in empowering the people to learn through SMAW welding training at Pandeglang District Training Center (BLK) are a) Creating a climate that enables the potential of developing society (Enabling) b) Actualizing the potential already possessed by the community (Empowering), c) Empowering means also protect (Protecting), 2. The results of the instructor's efforts in empowering the learners through welding training in BLK Pandeglang District are: a) Cognitive, b) Affective, c ) Psychomotor, 3. Supporting factors and inhibiting factors experienced by the instructor in empowering the learners through the SMAW welding training are skilled instructors, the high spirit of the learning community, and the strategic location. While the inhibiting factors are facilities and infrastructure.
Efektivitas Program Bimbingan Kerja dalam Mengembangkan Life Skill Warga Binaan Penjara Pratama, Enggi; Fauzi, Ahmad
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program BIMKER merupakan salah satu kegiatan pengembangan Life Skill WBP yang ada di LAPAS kelas II A Serang. Kegiatan ini sudah berjalan lama, namun belum teruji efektifitas programnya, hal inilah yang membuat peneliti melakukan penelitian ini. penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) Efektifitas pelaksanaan Program BIMKER dalam Mengelola life Skill WBP di LAPAS Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten (2) personal skill, Social Skill, dan vocational skill WBP setelah mengikuti Program BIMKER di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten (3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam program BIMKER Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah (non experimental) yaitu bertujuan untuk menggambarkan hasil penelitian, dimana penelitian ini merupakan penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah ciri (variabel) subjek penelitian menurut keadaan apa adanya, tanpa ada manipulasi (intervensi) peneliti, pendekatan penelitian ini adalah Kualitatif. Dalam penelitian dengan pendekatan kualitatif harus di dasarkan pada data atau informasi yang diperoleh melalui penelitian sebagai berikut: (1) Observasi (2) Dokumentasi (3) Wawancara terdiri dari: pengamatan, pencatatan, dan pengumpulan data-data serta fakta yang terjadi dengan tambahan referensi dari berbagai sumber seperti, buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang sesuai dengan permasalahn yang di bahas. Adapun teknik pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini diantaranya Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Dari penelitian ini terdapat kesimpulan sebagai berikut: (1) Efektifitas pelaksanaan Program BIMKER dalam Mengelola life Skill WBP di LAPAS Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten, peneliti menyimpulkan bahwa peserta pelatihan yang mengikuti program ini, telah memiliki pengetahuan, keahlian kerja (life skill) dan mayoritas telah memiliki usaha kecil. (2) personal skill, Social Skill, dan vocational skill WBP setelah mengikuti Program BIMKER di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten, bahwa WBP yang telah mengikuti Program BIMKER telah memiliki kompetensi kemampuan pribadi, kemampuan social dan keahlian kerja, hal ini dibuktikan dengan evaluasi pelatihan yang dilakukan oleh tutor setelah pelatihan selesai. (3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam program BIMKER Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Dr. Sahardjo Serang-Banten, bahwa faktor pendukung yang ada pada program BIMKER lebih dominan di banding Faktor penghambat yang ada, keterangan ini dibuktikan dengan out come yang di hasilkan WBP.
Proses Belajar Masyarakat secara Informal dalam Pengembangan Usaha Jasa Sepeda Onthel Rozi, Muhammad Fahrur; Wahyuni, Sri; Sopingi, Sopingi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27485

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses belajar masyarakat secara informal dalam pengembangan usaha jasa persewaan sepeda onthel dilakukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam ( in depth interview), observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pengelolaan data, deskripsi data, kategori data, interpretasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan usaha jasa persewaan sepeda onthel diaktualisasikan melalui proses belajar masyarakat secara informal.
Model Literasi Berbasis Entrepreneurship dalam Peningkatan Ekonomi Produktif Perempuan Istri Nelayan Tradisional Arbarini, Mintarsih; Rifai, Achmad; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 2 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i2.27505

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model literasi berbasis entrepreneurship untuk meningkatkan ekonomi produktif  bagi istri nelayan tradisional. Model literasi ini sebagai solusi dalam memberdayakan istri nelayan miskin tradisional melalui pembelajaran literasi (membaca, menulis, berhitung, berbicara dan menyimak) berbasis keterampilan kecakapan hidup dan kewirausahaan. Model literasi berbasis entrepreneurship dirancang agar perempuan istri nelayan mampu menghadapi problema kehidupan melalui pembelajaran literasi berbasis kecakapan hidup dan kewirausahaan sebagai solusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan. Penelitian dilakukan pada perempuan  istri nelayan miskin di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Instrumen dan teknik pengumpulan data mengguakan panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta focus group discussion (FGD). Subjek penelitian adalah istri nelayan. Teknik analisis data dilakukan dengan menelaah data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi secara deskriptif kualitatif dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sosial ekonomi dan pendidikan keluarga nelayan dalam kondisi memprihatinka, mereka masih dalam kondisi sosial ekonomi miskin. 3) Upaya-upaya yang dilakukan para istri nelayan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan mengandalkan penghasilan yang ada untuk kebutuhan sehari-hari. 3) Pendidikan literasi berbasis entrepreneurship didasarkan pada pemenuhan minat dan kebutuhan istri nelayan tradisional, serta mencakup kegiatan yang membantu mereka untuk mengaplikasikan kemampuan dan keterampilan baru yang diperoleh, guna meningkatkan mutu dan taraf  hidupnya. Model literasi yang dikembangkan ini menekankan kebutuhan belajar terkait kecakapan hidup yang terdiri atas berbagai keterampilan vokasional dan juga menekankan pengembangan motivasi bekerja, sikap modern, dan keterampilan-keterampilan kecakapan hidup lainnya yang dapat membangkitkan jiwa wirausaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi produktif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM AKSARA KEWIRAUSAHAAN TERNAK KELINCI (PENELITIAN DESKRIPTIF DI BALAI BELAJAR BERSAMA HJ. MUDRIKAH DESA PAGERSARI, KECAMATAN PATEAN KABUPATEN KENDAL) Charisma, Dedy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui program aksara kewirausahaan ternak kelinci di B3 Hj. Mudrikah, apa saja faktorpendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program aksara kewirausahaan ternak kelinci. Tujuannya mendeskripsikanpemberdayaan masyarakat melalui program aksara kewirausahan ternak kelinci, mendeskripsikan faktor pendukung danpenghambat dalam pelaksanaan program aksara kewirausahaan ternak kelinci. Pendekatan kualitatif dan metode digunakan adalahmetode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian berjumlah 6 orang terdiri dari 3 warga belajar, 2 tutor dan 1 penyelenggaraprogram. Pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi menggunakan sumber danmetode. Teknik analisis data adalah display data, reduksi data, pengumpulan data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program aksara kewirausahaan ternak kelinci dilakukandengan tahapan perencanaan, pelatihan, pelaksanaan, dan pendampingan, pelaksanaannya program aksara kewirausahaan ternakkelinci dapat meningkatkan pengetahuan dan penghasilan warga belajar terlihat dari semakin meningkatnya keberaksaraan danpenghasilan warga belajar. Faktor pendukung yaitu respon positif dari masyarakat, adanya dukungan dari Dinas Pendidikan danDinas Peternakan, adanya kerjasama dari berbagai instansi dan potensi alam Desa Pagersari yang memadai. Sedangkan faktorpenghambat yaitu kurangnya pengetahuan warga belajar tentang penanganan dan penanggulangan penyakit. Simpulan dalampenelitian ini adalah pelaksanaan program aksara kewirausahaan ternak kelinci berjalan sesuai dengan tujuan Saran dalampenelitian adalah perlunya peningkatan jumlah materi pada proses pelatihan dan tindak lanjut yang dilakukan secara terpadu danberkelanjutan.

Filter by Year

2012 2021