cover
Contact Name
Widiyanto
Contact Email
widiefree@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muarif@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
ISSN : 25491539     EISSN : 25794256     DOI : -
The Journal of Nonformal Education and Community Empowerment is published twice a year in June and December. This journal is published by the Department of nonformal Education Faculty of Education Semarang State University since 2012, in 2017 changed with the new ISSN and in collaboration with the Association of Indonesian Non-Formal Education Academics. Disclose research results on non-formal education focus areas covering topics, (1) Community Based Education: literacy, equity, courses, training, life skills, community counseling, community empowerment, social work; (2) Family-Based Education: parenting, early childhood education, play group, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
AKTIVITAS WAKTU LUANG (LEISURE) ANAK JALANAN DI SEKITAR SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG (STUDI ANAK JALANAN BINAAN YAYASAN SETARA) Hidayati, Desiana
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah karakteristik waktu luang (leisure) anak jalanan? (2) Aspek internal apakah yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan? (3) Aspek eksternal apakah yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan? (4) Bagaimanakah pemaknaan aktivitas waktu luang bagi anak jalanan?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi karakteristik waktu luang (leisure) anak jalanan, (2) Untuk mendeskripsikan aspek internal yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan, (3) Untuk mendeskripsikan aspek eksternal yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan, (4) Untuk mendeskripsikan pemaknaan aktivitas waktu luang (leisure) bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu di Sekitar Simpang Lima Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah lima anak jalanan yang berusia 13-17 Tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dari subjek penelitian. Selain itu juga sumber tertulis berupa hasil catatan observasi dan arsip dari Yayasan Setara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian ini adalah dengan triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini pegumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kelima anak jalanan di sekitar simpang lima melakukan kegiatan aktivitas waktu luang dengan berbagai kegiatan pengetahuan serta kegiatan untuk beristirahat atau hiburan. Aspek internal yang mempengaruhi meliputi: pendapatan, usia, jenis kelamin, serta pendidikan. Aspek eksternal yang berpengaruh meliputi: faktor lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta faktor pemberdayaan dari pihak yayasan. pemaknaan dari aktivitas waktu luang bagi anak jalanan adalah waktu untuk menghibur diri serta waktu yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan. Berdasarkan simpulan di atas, peneliti menyarankan bahwa anak jalanan selalu diberikan pendampingan, berbagai jenis kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luangnya dan peran orangtua agar selalu memperhatikan anaknya, serta peran yayasan atau pemerintah dalam meningkatkan perannya sebagai lembaga yang memberikan pelayanan untuk masyarakat tersisih atau kurang beruntung.rivalry.The background of this study were (1) What is the characteristic time (leisure) street children? (2) whether the internal aspects affecting leisure activity (leisure) street children? (3) whether the external aspect that affects the activity of free time (leisure) street children? (4) What is the meaning of free time activities for street children?. The purpose of this study was (1) to identify the characteristics of free time (leisure) street children, (2) To describe the internal aspects affecting leisure activity (leisure) street children (3) To describe the external aspects that affect leisure activity (leisure ) street children, (4) To describe the meaning of leisure activity (leisure) for street children. This study used a qualitative approach. What this research is on Neighborhood of Semarang Simpang Lima. Subjects in this study were five street children aged 13-17 years. Sources of data in this study is the result of the interview subjects. In addition, a written source in the form of the results of observation and archival records of the Foundation Equals. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. The validity of this research is the triangulation. Analysis of the data in this study pegumpulan data, data reduction, verification or presentation of the data and drawing conclusions. The results showed the five street children around the intersection of five activities leisure activity with a variety of activities and events for the rest of knowledge or entertainment. Internal aspects that affect include: income, age, gender, and education. Influential external aspects include: environmental factors, the availability of facilities and infrastructure, as well as the empowerment factor of the foundation. meaning of leisure activities for street children is the time to entertain yourself and time spent to acquire knowledge. Based on the above conclusions, the researchers suggest that street children are always given assistance, the various types of activities that are beneficial to fill his spare time and always pay attention to the role of parents to their children, and the role of foundations or the government in enhancing its role as an agency that provides services for marginalized or disadvantaged communities .
PERAN KADER BINA KELUARGA BALITA DALAM PENGELOLAAN POS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KASIH IBU KELURAHAN TEGALREJO KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Prasetyo, Bayu Aji; Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan, peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) dalam pengelolaan, serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kader BKB dalam pengelolaan Pos PAUD Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah kader BKB Pos PAUD Kasih Ibu yang berjumlah 5 orang dan 1 orang pengelola Pos PAUD Kasih Ibu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dibuktikan dengan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengelolaan yang dilaksanakan pada Pos PAUD Kasih Ibu mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, penilaian, pembinaan hingga proses  pengembangan, begitupula yang terjadi dari peran kader BKB. Proses perencanaan kegiatan pembelajaran tidak memiliki sistematika yang jelas. Kepemimpinan yang dilakukan di Pos PAUD Kasih Ibu terjalin secara kekeluargaan. Pemanfaatan sumber daya dalam pengorganisasian yang ada dilakukan dengan efektif. Evaluasi dilaksanakan dari dinas UPTD kecamatan dan dari pihak BKKBN. Kegiatan pembinaan dari masyarakat sekitar. Pengembangan yang dilakukan dengan melengkapi APE, pengetahuan dan ketrampilan kader yang ditingkatkan dalam mendidik serta mengasuh anak. Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama yang baik dengan lingkungan sekitar dan faktor penghambat adalah masalah biaya yang sedikit dan tugas kader yang bekerja secara sukarela.The goal of this research include: to determine the management, the role of the management BKB cadre, what factors that support and hinder BKB cadres in the management of Kasih Ibu early childhood Postal. This study uses qualitative research. The subjects were BKB cadres  Kasih Ibu Post ECD numbering 5 people and 1 person ZIP manager Kasih Ibu Post ECD. Data validity is evidenced by the triangulation of data. Data were collected by means of interviews, observation, and documentation. Data analysis using interactife analysis model. Conclusions from the study include: management of Kasih Ibu Post ECD held on from planning, organizing, assessment, coaching up the development process; BKB cadre role in the management Kasih Ibu post ECD role in the planning process to development. Postal management planning process Kasih Ibu early childhood does not have a systematic learning activities are carried out in the Post.  Leadership exercised in ZIP Kasih Ibu ECD entwined in a family. Utilization of resources within the organization that is leaders, cadres, toddlers and parents of all parties associated with the smooth progress and activities in Kasih Ibu early childhood Postal. Evaluations are conducted from offices UPTD districts and from the BKKBN. Development activities of the surrounding community. Factors inhibiting and supporting a cadre of BKB in managing Kasih Ibu early childhood Postal.
MANAJEMEN PENYELENGGARAANPROGRAM BINA KELUARGA REMAJA MELALUI KEGIATAN KETERAMPILAN MERAJUT DI RW 06 KELURAHAN BANDARJO UNGARAN BARAT Apriani, Fitri; Suminar, Tri
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang manajemen peyelenggaraan program serta hambatan dari program bina keluarga remaja melalui kegiatan keterampilan merajut. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 4 orang yaitu Ketua BKR, 1 tutor, dan 2 orang terdiri dari Ketua UPTD KB PP Kecamatan Ungaran Barat, dan PLKB, serta 2 warga belajar sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teori. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Perencanan kegiatan merajut meliputi prosedur identifikasi, perumusan tujuan, perekrutan tutor, WB, penentuan materi dan media. Pengorganisasian meliputi pembagian tugas dan tanggungjawab secara proposional pada masing-masing organisasi pelaksana yang ada di BKR. Penggerak kegiatan berlangsung seminggu 1 kali, pembelajaran menggunakan metode ceramah, praktek, dan tanya jawab, tutor selalu memberikan motivasi kepada warga belajar. Pembinaan kegiatan merajut dilakukan secara internal dan eksternal. Penilaian kegiatan merajut menggunakan evaluasi formatif dan sumatif; Pengembangan kegiatan merajut akan diperluas wilayah kegiatan keterampilan merajut. Hambatan yang ada meliputi keadaan alam, karakteristik warga belajar yang berbeda-beda dan tempat kerja..This study aimed to describe about the management of the family development program for adolescents in knitting skills activities and constraints. The research approach uses a qualitative approach. Subjects numbered 4, namely the Chairman of BKR, 1 tutor, and 2 consist of the Chairman of the District UPTD KB PP Ungaran Barat, and field officers, as well as two residents learn as informants. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The validity of the data using triangulation source. Data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions / verification. The results obtained are: 1) Planning knitting activities include the identification procedure, formulation of objectives, hiring tutors, WB, determination of material and media; 2) The organization includes the division of tasks and responsibilities are proportional to the respective implementing organizations in BKR; 3) Drive activity 1 time lasted a week, learning to use the lecture method, practice, and frequently asked questions, tutor always gives motivation to the participants; 4) provide guidance on the knitting is done internally and externally; 5) knitting activities using formative and summative evaluation; 6) The development activities will be expanded region knitting knitting skills activities; 7) the existing barriers include the state of nature and the workplace. Advice given socialization program should be implemented in other neighborhoods, ditambahankan with the marketing of the material means of knitting skills.
ANALISIS ASPEK-ASPEK KEORGANISASIAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA BIDANG KEAGAMAAN ISLAM DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Ratriana, Ramdhan Dwi; Ilyas, Ilyas
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya kegiatan sebuah lembaga kemahasiswaan, organisasi keagamaan mampu mentransformasikan nilai pada setiap kegiatanya. Kegiatan-kegiatan organisasi kampus tidak selamanya berjalan mulus, karena terjadi masalah pada aspek-aspek keorganisasian salah satunya adalah faktor kekurangan anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek keorganisasian yang ada pada unit kegiatan mahasiswa bidang keagamaan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana analisis data yang digunakan adalah Constant Comparative yang berarti membandingkan data satu dengan data lainya, baik data yang didapat melalui metode Observasi, Wawancara ataupun Dokumentasi. Subjek penelitian ini memiliki 9 orang, dimana 5 subjek merupakan data utama, 2 mahasiswa lainya dari fungsionaris sebagai data pembanding, ditambah pembina FUMMI dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan sebagai informan. Teknik keabsahan yang digunakan adalah teknik trianggulasi sumber data dan metode yang memakai teknik perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan Islam Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES dapat dikatakan kurang aktif, intensitas komunikasi dan pemahaman mahasiswa terhadap FUMMI minim menimbulkan interpretasi mahasiswa yang beragam pada FUMMI sehingga berdampak pada kehadiran mahasiswa yang rendah, menyebabkan partisipasi mahasiswa untuk menjadi fungsionaris FUMMI rendah.Ideally the activities of an institution of Student Affairs, religious organization capable of transforming value on every their programe. Organization of campus activities is not always a smooth ride, because there was a problem on organizational aspects, one of which was a factor in the lack of members. This study aims to describe the organizational aspects of the religious student activity units of Islam. This research is qualitative research, which analyses the data used is the Comparative means Constant comparing data one with other data, whether the data were obtained through the method of observation, Interview and documentation. The subject of this research have 9 people, where the main subject is 5 data, 2 other students from functionaries as data comparison, plus the Builder FUMMI and Dean of Student Affairs as Areas informants. The validity of the technique used is the technique of triangular data sources and methods of engineering prolongation of participation. Research results show that Islamic religious Student activity units Faculty of education UNNES can be said to be less active, the intensity of the communication and the understanding of students of minimal student's interpretation raises FUMMI mixed on FUMMI so impact on the low student attendance, led to the participation of the students to be functionaries FUMMI low.
PROGRAM PELATIHAN IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS KEGIATAN USAHA PENGOLAHAN PANGAN KUE SEMPRONG (STUDI KASUS PADA UKM NINING DI DESA BLAMBANGAN KABUPATEN MAGELANG) Chairunisha, Leolita; Utsman, Utsman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah ini adalah perencanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan dapat meningkatkan kreativitas kegiatan usaha, faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek penelitian 6 orang terdiri dari 1 sebagai pengelola dan instruktur dan 5 warga belajar. Teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian perencanaan program pelatihan terdiri dari identifikasi kebutuhan disesuaikan penetapan tujuan, kurikulum tidak berasal dari Dinas, sumber belajarnya tutor, identifikasi warga belajar menggunakan persyaratan, sumber dana berasal dari bantuan DINSPERINDAG, strategi tanya jawab, sarana dan prasarana memadai. Pelaksanaan program pelatihan alokasi waktu 6 jam/hari, tempat di UKM NINING, warga belajar 9 orang, instruktur 1, metode 25% teori dan 75% praktek, materi pelatihan sesuai kebutuhan , media alat mendukung, penilaiannya secara formatif dan sumatif, evaluasi pelatihan penilaian dan pendampingan, peningkatan kreativitas kegiatan usaha dengan memberi materi pengolahan pangan. Faktor pendukung bantuan dana dari Dinas PERINDAG, motivasi warga belajar, instruktur berpengalaman dan berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambat waktu pelatihan lama, ruang praktek sempit dan bocor, warga belajar tergesa ? gesa mengikuti pembelajaran.The formulation of this problem is the planning of training, training implementation can enhance the creativity of business activity, enabling and inhibiting factors. This study used a qualitative approach, the method of data collection interviews, observation, documentation. 6 study subjects consisted of one as a manager and instructor and 5 people learn. Data analysis techniques of data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. Results of research planning training program consists of identifying the needs of customized setting of objectives, the curriculum does not come from the Department, tutor learning resources, identification of the citizens learn to use requirements, sources of funds derived from the aid DINSPERINDAG, question-answer strategy, adequate facilities and infrastructure. The implementation of a training program allocation 6 hours / day, place in UKM Nining, residents learned 9 people, the instructor 1, method 25% theory and 75% practice, training materials as needed, media support tools, as formative and summative assessment, evaluation of assessment training and assistance, increased business activity creativity by giving food processing material. Factors supporting grants from the Department of Trade and Industry, motivated learners, instructors are experienced and competent, adequate facilities and infrastructure. Factors inhibiting training time long, narrow practice space and leak, residents learned haste - haste to follow learning.
MODEL SOLUSI DAN PANDUAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PADA PROGRAM PEMBINAAN KARANG TARUNA Anggraeni, Yunita; Faisal, Sanapiah; Redjeki, Endang Sri
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan yang didalamnya memuat model pembelajaran transformatif untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada program pembinaaan karang taruna. Metode penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan, melalui penelitian pendahuluan awal dengan tahap penelitian (1) Penelitian Pendahuluan; (2) Perencanaan dan Pengembangan Produk; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji validasi pengguna dan revisi; (5) Pelaporan.  Hasil pengembangan produk adalah sebuah buku panduan yang didalamnya memuat model dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Subyek uji lapangan secara terbatas adalah Kepala Dinas Sosial Kota Malang selaku pembina tingkat daerah, Kepala Desa Tunjung Sekar selaku pembina tingkat desa, Pengurus dan anggota Karang Taruna Kelurahan Tunjung Sekar Kecamatan Lowokwaru sedangkan subyek uji lapangan luas adalah , Kepala Desa Dinoyo selaku pembina tingkat desa, Pengurus dan anggota Karang Taruna Kelurahan Dinoyo. Validasi dilakukan untuk melihat tingkat validitas produk. Validasi dilakukan sekali oleh ahli bidang PLS dan ahli model pembelajaran, dan uji lapangan berupa validasi pengguna untuk memberikan penilaian terhadap buku panduan pembelajaran transformatif . Hasil dari uji pengguna terbatas dan luas menyatakan bahwa buku panduan pembelajaran ini layak digunakan.
IMPLEMENTASI PROGRAM BALAI PELAYANAN SOSIAL PADA ANAK PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DI SALATIGA Musfiroh, Tursina Intan; Ilyas, Ilyas
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan perencanaan program, pelaksanaan, dan kendala yang dihadapi dalam implementasi program di Balai Pelayanan Sosial Asuhan Anak Woro Wiloso Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian Kepala Balai Woro Wiloso, Kasi Bimbingan Sosial, Pembimbing Sosial, Kasubbag TU, dan 4 anak asuh. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teori, data dan metode. Teknik analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program pendidikan formal, nonformal, dan informal adalah mengidentifikasi kebutuhan dengan mencari sasaran yaitu anak yatim, piatu, yatim piatu, dan anak terlantar yang kondisi ekonominya kurang mampu. Pelaksanaan programnya dengan memasukkan anak asuh ke sekolah-sekolah di lingkup Salatiga, memberi bimbingan agama dan sosial, memberikan keterampilan dan pelatihan seperti kursus menjahit, komputer, tambahan pelajaran/les, tari, dan kegiatan olah raga. Kendala yang dihadapi adalah pengaruh pola pikir dan kemampuan yang kurang berkembang bagi penerima manfaat akibat dari latar belakang kondisi ekonomi yang kurang mampu dari keluarganya, kadang ada anak yang masih bolos atau meninggalkan kelas tanpa izin, serta masih ada anak yang malas tidak mengikuti kegiatan. Abstract: This study aimed to describe the program planning, program implementation and obstacles encountered in the implementation of the program at the Center for Social Services Childcare Woro Wiloso Salatiga. This study used a qualitative approach. Techniques of data collection was done by interview, observation, and documentation. Head of research subjects Woro Wiloso, Head of Social Guidance, Social Counselor, TU Head, and four foster children. The validity of the data used is triangulasi theory, data, and methods. The data analysis technique is descriptive qualitative phase of data collection, data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed the planning program of formal education, nonformal and informal is to identify the need to look for targets, namely orphans, orphans, orphans and neglected children who are less able economic conditions. Implementation of the program of formal education, nonformal and informal is to include foster children to schools that the scope of Salatiga, giving religious and social guidance, provide skills and training such as sewing, computers, additional lessons/tutoring, dance, and sports activities. Constraints faced is the influence idea and less developed ability for beneficiaries as a result of the background of the economic conditions that are less capable than his family, sometimes there are children who are truant or leaving class without permission, there are still children lazy who do not follow the activities. 
Evaluasi Penyelenggaraan Pembinaan Pelatihan Keterampilan di Lembaga Kursus dan Pelatihan Yuwita Tasikmalaya Herwina, Wiwin
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 1 (2017): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v1i1.11452

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan evaluasi hasil penyelenggaraan pembinaan pelatihan keterampilan di LKP Yuwita. Responden berjumlah 30 orang yang berasal dari lulusan LKP Yuwita. Responden diambil secara random dengan fokus pada lulusan yang pernah mengikuti pelatihan keterampilan di LKP Yuwita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian yang sebagian besar melibatkan lulusan usia produktif rata-rata berpendidikan SMP dan sebagian besar telah mendapatkan pekerjaan. Latar belakang mengikuti pelatihan sebagian besar sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan. Metode yang diinginkan menggunakan ceramah dan demonstrasi dengan materi ditekankan pada praktik. Cara belajar mereka lebih condong pada belajar bersama teman. Instruktur telah membimbing dengan sungguh-sungguh. Lulusan berharap LKP Yuwita bisa menyelenggarakan pelatihan keterampilan secara berkelanjutan.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Aktivitas Belajar Terhadap Kemandirian Anak Rentan Jalanan Semarang Hidayati, Febria Tri; Utsman, Utsman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2019): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v3i1.22730

Abstract

The purpose of study to anaysize of pedagogoic competence of tutor, learning activity and independence of street vulnerable children, the influence of pedagogic competence of tutor toward independence of street vulnerable children, the influence of learning activity toward independence of street vulnerable children, the influence of pedagogic competence and learning activity toward children independence vulnerable to the streets. research using quantitative expost-facto method with 33 as sample using propability proportionate random sampling technique. The data collection tool used is a questionnaire. The results obtained that there is the influence of pedagogic competence on independence of street vulnerable children, F test result Fcount = 15,509 > Ftable = 3,30. and T test shows Thitung = 3,938 > Ttable=2,042. there is the influence of learning activities on the independence of street vulnerable children, F test result Fcount = 33.440 > Ftable = 3.30, and T test is thitung = 5,783 > Ttable=2,042. there is the influence of pedagogic competence and learning activities on the independence of street vulnerable children, Test F Fcount = 17,099 > Ftable = 3,30, (T test) tcount = 3,669 > Ttable=2,042.
Motivasi Terapis dalam Proses Meningkatkan Perkembangan Anak Autisme di Bina Autis Mandiri Palembang Jannah, Ananda Nurul; Hakim, Imron A.
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 2 No 1 (2018): Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pls.v2i1.23445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi terapis yang bertugas di Yayasan Bina Autis Mandiri Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan teknik populasi maka jumlah populasi yang ada, di ambil seluruhnya menjadi sampel penelitian yang berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan menggunakan metode angket, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data diolah dan di analisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi terapis tergolong tinggi. Bentuk tingkat motivasi terapis ini terlihat dari tingginya keinginan terapis untuk meningkatkan kemampuan yang telah dimilikinya, tingginya rasa tanggungjawab terhadap tugas yang diberikan, dan rendahnya harapan memperoleh gaji / upah dalam melaksanakan tugas. Dapat disimpulkan bahwa walaupun memiliki berbagai tantangan dalam melaksanakan tugas terapi autisme, para terapis tetap memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan berusaha mencapai hasil yang diharapkan.

Filter by Year

2012 2021