cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Pemahaman Keluarga tentang Tindakan ECT Non Premedikasi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Fery Agusman MM; Dwi Indah Iswanti; Sri Puji Lestari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.027 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.207

Abstract

Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu bentuk terapi penanganan kesehatan jiwa adalah Electro Convulsive Therapy. Terapi ECT merupakan suatu jenis pengobatan somatik dimana arus listrik digunakan pada otak melalui elektroda yang ditempatkan pada pelipis. Studi ini eksplorasi pemahaman keluarga tentang tindakan ECT non premedikasi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi pemahaman keluarga tentang tindakan ECT non premedikasi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif kualitatif. Partispisan dalam penelitian ini adalah 3 orang keluarga pasien yang mendapatkan terapi ECT non premedikasi ≥2 kali.Hasil penelitian menunjukkan responden mampu menjelaskan definisi ECT non premedikasi sebagai menggunakan aliran listrik untuk menimbulkan kejang, indikasi pada pasien dengan resistensi obat dan gejala psikotik, manfaat ECT premedikasi mempercepat kesembuhan, dampak ECT non premedikasi adalah terjadi mual muntah, amnesia sementara, dan gigi goyang.Diharapkan petugas kesehatan dapat membantu keluarga pasien yang anggota keluarganya dilakukan ECT Non Premedikasi untuk memberikan edukasi tentang pengertian, indikasi, manfaat dan prosedur ECT Non Premedikasi. Kata kunci : Pemahaman keluarga, ECT Non Premedikasi Family's Understanding Of The Non-Premedicated ECT Treatment In The RSJD. Amino Gondohutomo Central Java Province. Abstract Mental health is  one of the most significant health problems in the world, including in Indonesia. The one of mental health treatment therapy is Electro Convulsive Therapy. ECT therapy is a type of somatic treatment in which electrical current is used in the brain through electrodes placed at the temples. This study explores the family's understanding of the non-premedicated ECT treatment in the RSJD. Amino Gondohutomo Central Java Province.The research design that be used was descriptive qualitative research design. Participants in this study were 3 family of patients that  receiving non-premedicated ECT therapy ≥2 times in the RSJD. Amino Gondohutomo Central Java Province.The results of the study showed that respondents were able to explain the definition of non premedication ECT as using the flow of electricity to cause seizures, indications in patients with drug resistance and psychotic symptoms, the benefits of premedication ECT accelerate recovery, non-premedication ECT effects were nausea vomiting, temporary amnesia.The health workers should be can help families of patients whose family members have ECT Non Premedication to educate about the understanding, indication, benefits and procedures of ECT Non Premedication. Keywords              : family's understanding, non-premedicated ECT
Pengaruh Bladder Training Terhadap Kemampuan Ibu Postpartum Sectio Caesarea Dalam Berkemih Di Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan Indah Wulaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.3 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.93

Abstract

Persalinan  sectio  caesaria  menggunakan  anestesi  spinal  yang  menimbulkan  efek  samping  seperti  gangguan eleminasi  uriene  yang dapat menyebabkan  retensi urine. Salah satu asuhan keperawatan  yang dapat diberikan adalah bladder training. Tujuan penelitian   ini untuk mengetahui  pengaruh bladder training terhadap kemampuan  ibu postpartum  section caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Metode  atau  desain  penelitian  menggunakan   quasy  experiment  dengan  pendekatan  two  group  pretest  and posttest design.  Sampel penelitian  adalah ibu postpartum  sectio caesarea  sebanyak  38 orang untuk kelompok kontrol dan 38 orang kelompok  perlakuan.  Pengambilan  sampel menggunakan  purposive  sampling.  Instrumen penelitian adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Independent T test. Hasil penelitian  ini  rata-rata kemampuan  berkemih (pretest) kelompok  kontrol pre test sebesar 530,08 ml dan post  test  sebesar  596,63  ml.  Rata-rata  kemampuan  berkemih  (pretest)  kelompok  perlakuan  pre  test  sebesar 632,26 ml dan post test sebesar 836,71 ml.  Hasil independent T test diperoleh ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan    penelitian  ada pengaruh  bladder  training  terhadap  kemampuan  ibu postpartum  sectio  caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Saran  untuk  perawat  perlu  informasi  tentang  bladder  training  dan memberikan  motivasi  kepada  pasien  postoperasi  agar  bersedia  melakukan  bladder  training  untuk  meningkatkan  kemampuan  berkemih  dan mencegah kejadian retensi urine pada pasien.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang PAP SMEAR di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora hermeksi rahayu, prananingrum, hermeksi; Prananingrum, Prananingrum
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.637 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.78

Abstract

Kanker serviks atau kanker mulut rahim menyebabkan kematian No. 2 pada wanita. Di Indonesia usaha untuk mengidentifikasi kelainan pada serviks dilakukan melalui pemeriksaan pap smear masih belum mendapat prioritas bagi kaum wanita. Di Puskesmas Kuthukan, penyuluhan tentang Pap-smear masih jarang dilakukan, karena keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pap smear di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Jenis penelitian ini adalah one group pre-test and post-test design menggunakan pendekatan waktu cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, juga berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 62 responden. Sebagian besar tingkat pengetahuan responden sebelum di berikan pendidikan kesehatan tentang Pap- smear dalam kategori cukup sebanyak 42 orang (67.7%) dengan pengetahuan rata – rata sebesar 8,74 dan sebagian besar responden setelah di berikan pendidikan kesehatan Pap- smear dalam kategori baik sebanyak 34 orang (54.8%) dengan rata – rata pengetahuan 9,6. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon di peroleh p- value = 0.000 (< 0.05). Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang Pap-smear sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan, Pap-smear ABSTRACT EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE CAPITAL OF PAP-SMEAR IN THE VILLAGE KEDIREN RANDUBLATUNG DISTRICT OF BLORA Cervical cancer or cervical cancer causes the death of No. 2 in women. In Indonesia, efforts to identify abnormalities in the cervix is done through Pap-smear are still not given priority to women.. Puskesmas Kuthukan counseling at the health center of the Pap- smear are still rarelly carried out, due to the limited number of health personnel. To determine the impact of health education on the level of mothers' knowledge of pap smear in the village Kediren Randublatung District of Blora. This study design is one group pre-test and post-test design using a cross-sectional approach. Sampling in this study using purposive sampling adapted to inclusion and exclusion criteria, also based on a formula Slovin, in order to obtain the total sample of 62 respondents. Average age of the mother in the village Kediren Randublatung Blora District of 30.4. years , the average mother is high school education is 40 people ( 64.5 % ). Average job mother is a housewife ( IRT ) as many as 35 people ( 56.5 % ). Marriage history mother was married as many as 60 people ( 96.8 % ) . Status obstetrics mother obtained the majority of new mothers have one child as many as 24 people ( 38.7 % ). Most of  the level of knowledge before it is given health education about Pap- smear  in a category quite as many as 42 people ( 67.7 % ) with the knowledge of the average of 8.74 , and most respondents after a given health education Pap- smear in both categories as many as 34 people ( 54.8 % ) with the average knowledge 9.6. Then the data was analyzed by univariate and bivariate. The bivariate analysis using Wilcoxon statistical test obtained by p-value = 0.000 (<0.05). No effect of health education  on the level of mothers' knowledge of Pap-smear before and after health education in the village Kediren Randublatung District of Blora. Keywords : Health education, knowledge, Pap-smear
Pengetahuan, Motivasi dan Kepatuhan Diet Pasien DM Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kendal Abdul Azis; Siti Aminah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.632 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.159

Abstract

Pengaturan diet pada pasien DM merupakan salah satu terapi yang penting dalam pengelolaan pasien DM. PengetahuanpasienDM tentangpenyakitnya merupakansarana yang penting dalammembantu pasien DM patuh dalam menjalankanterapidiitnamun seringkali pengetahuan saja tidak cukup untuk membuat pasien patuh dalam menjalankan terapi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan adalah motivasi. Penelitian inibertujuanuntuk mengetahuihubunganantarapengetahuandanmotivasidengankepatuhan diet padapasiendiabetesmellitustipeII diwilayahkerjaPuskesmasKaliwungu Kendal.Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif  korelatif, dengan jumlah sampel180responden,pengambilansampeldenganaccidentalsampling. Sebagian besar respondenmemiliki pengetahuan baik (47,2%),sebagian besar responden mempunyai motivasibaik (50,6%) dansebagaian besar respondenpatuh dalam menjalankandiet(62,2%).Hasilpenelitianinimenunjukkan ada hubungan antarapengetahuandengan kepatuhan dietpadapasien diabetes mellitus tipeIIdengannilair-value 0,760 dan pvalue0,000(p<0,05) dan ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan diet padapasien diabetes mellitus tipeIIdengannilair-value0,819 dan p-value 0,000 ((p<0,05).Dari data tersebut dapat diketahui bahwa motivasi memiliki hubungan yang lebih signifikan dalam menentukan kepatuhan diet pasien, dengan demikian selain meningkatkan pengetahuan pasien perawat juga diharapkan meningkatkan motivasi pasien dalam mematuhi diet DM. Kata Kunci: DM;kepatuhan; motivasi;pengetahuan.
Status Menopause Terhadap Angka Massa Tulang di Puskesmas Kedungmundu eni kusyati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.816 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.128

Abstract

Pada masamenopause kehilangan hormoneesterogen disebabkan karenatubuh tidak lagi memproduksi yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan mempertahankan masa tulang. Pengeroposan yang terjadi dalam jangka panjang akan menyebabkan timbulnya Osteoporosis pada wanita menopause. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar respon den mempunyai tingkat resiko tinggi osteoporosis usia 50-60 tahun sebanyak 16 (25,8%) dari 62 responden.Tujuan Penelitian untuk mengetahui perbedaan status menopause terhadap angka massa tulang di Puskesmas Kedungmundu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparasi dengan pendekatan cross section. Pengambilan data menggunakan Alat Ukur Massa Tulang (BIA).Jumlah responden sebanyak 62 orang dengan teknik Probabiliti sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan angka massa tulang pada responden menopause di Puskesmas Kedungmundu rata-rata sebesar 2,21kg. Angka massa tulang pada responden premenopause di Puskesmas Kedungmundu rata-rata sebesar 2,09 kg. Perbedaan rata-rata massa tulang pada ibu dengan status Menopause dengan status PreMenopause adalah 0,12 kg. Beda Minimal Angka Massa Tulang pada ibu status Menopause dengan ibu status Pre Menopause tidak ada. Beda Maksimal Angka Massa Tulang pada ibu status Menopause dengan ibu status Pre Menopause adalah 0,3 kg. Ada perbedaan Angka Masa Tulang pada ibu menopause dan pre menpause Di Puskesmas Kedungmundu. Kata Kunci: Massa Tulang; Menopause; Pre Menopause
Bayam Merah untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Kelas XII SMK Al-Islam Kudus umi faridah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.38 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.102

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah salah satu masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia, khususnya anemia. Anemia menonjol pada masa anak-anak sekolah terutama  remaja  putri.  Remaja  putri  berisiko  tinggi  terjadi anemia, karena pada masa remaja terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan masa menstruasi. Kegiatan di sekolah, perkuliahan maupun berbagai aktifitas organisasi dan ekstrakurikuler yang tinggi akan berdampak pada  pola  makan  yang  krang  teratur,  selain  itu  kebiasaan  mengkonsumsi minuman  yang  menghambat  absorbsi  zat  besi  akan  mempengaruhi  kadar hemoglobin seseorang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bayam merah sebagai peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Al-Islam tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan pre-post test with control grup. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Uji statistik yang digunakan wilcoxon signed rank tes dengn nilai ρ value = 0.005 sehinggasimpulkan ada pengaruh yang signifikan (ρ value 0.005 < 0,05) bayam merah dalam membantu menaikkan kadar zat besi dalam darah sehingga membantu mencegah anemia. Ada pengaruh pemberian bayam merah sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia  di SMK Al-Islam Kudus tahun 2016.   Kata Kunci:  BayamMerah; Hemoglobin; Anemia
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengunjung Terhadap Kepuasan Tentang Klinik Wisata di Water Blaster Semarang widiyaningsih widiyaningsih; Eni Kusyati; Hilmi Aziz Yusma
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.887 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.89

Abstract

Water Blaster merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan rekreasi keluarga warga kota Semarang. Setiap tahunnya jumlah pengunjung yang berkunjung ke Water Blaster selalu mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut akan diikuti peningkatan resiko kesehatan dikarenakan aktifitas kepariwisataan merupakan aktifitas yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan, sehingga dibutuhkan adanya fasilitas klinik wisata. Sehubungan dengan hal diatas maka telah tersedia fasilitas pelayanan kesehatan khusus menangani masalah kesehatan pada wisatawan di kawasan wisata yang dikenal dengan nama klinik wisata.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross section.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.Jumlah responden sebanyak 51orang dengan teknik Purposive sampling.Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi-square.Hasil penelitian didapatkan data pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (49,0%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai sikap positif sebanyak 29 responden (56,9%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai kepuasan puas sebanyak 28 responden (54,9%). Simpulan Ada  hubungan yang  signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang.
Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima Dengan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas III RSI Sultan Agung Semarang Windyastuti Windyastuti; Gilang Deka Hayuna; Rahayu Winarti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.383 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.189

Abstract

Latar Belakang : Timbang terima adalah transfer tentang informasi yang mencakup peluang pertanyaan, klasifikasi, konfirmasi tentang pasien, tanggung jawab utama dan kewenangan perawat dari perawat sebelumnya ke perawat yang akan melanjutkan perawatan. Komunikasi dalam timbang terima memiliki peranan penting dalam penyampaian berbagai informasi pasien yang seharusnya dilaksanakan sesuai dengan SPO yang berlaku pada setiap pergantian shift, karena SPO tersebut dapat menunjang tidak terjadi salah persepsi ataupun ketidaksinambungan informasi, ehingga tidak terjadi kesalahan tindakan atau melalaikan suatu tindakan yang akan dapat beresiko terhadap keselamatan pasien.Tujuan: Mengetahui hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas III RSI Sultan Agung Semarang. Metode : Jenis penelitian yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan tekhnik Porpotionate Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan batas kemaknaan α = 5% (0.05). Hasil : Terdapat 52% pelaksanaan timbang terima baik dan 38,8% keselamatan pasien baik dengan hasil uji statistik nilai ρ value = 0,000 < 0,05 dan r = 0,722.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasienKata Kunci : Keselamatan Pasien, Operan, Timbang Terima
Penerapan Metode Pembelajaran Skill Laboratory Dengan Menggunakan Media Video Terhadap Peningkatan Keterampilan Komunikasi Terapeutik Pada Mata Kuliah Keperawatan Jiwa Haji, Son; Tjahjono, Heru Kurnianto; Sundari, Sri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v3i1.1

Abstract

Pembelajaran komunikasi terapeutik keperawatan jiwa lebih banyak dilakukan dengan metode demonstrasi melalui pembimbing. Hasil pembelajaran kurang optimal karena ketidaksamaan penyampaian oleh pembimbing yang satu dengan yang lain. Pengembangan pembelajaran skill laboratory dengan metode video diharapkan meminimalkan masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasy Eksperiment dan rancangan one group pretest-posttest with control group design dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan metode pembelajaran skill laboratory dengan menggunakan video terhadap peningkatan keterampilan komunikasi terapeutik pada mata kuliah keperawatan jiwa di STIKes Karya Husada Semarang. Jumlah sampel 75 mahasiswa yang terbagi menjadi 38 mahasiswa kelompok intervensi dan 37 mahasiswa kelompok kontrol. Kelompok intervensi dibagi 2 kelas dan mendapat perlakuan dengan metode video. Kelompok kontrol juga dibagi 2 kelas dan mendapat perlakuan dengan metode demonstrasi oleh 2 orang pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan adanya meningkatan pada kedua kelompok. Kelompok intervensi meningkat dari 33-34 persen menjadi 67-68 persen, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 33-34 persen menjadi 63-64 persen. Selisih peningkatan kedua kelompok hanya sekitar 4 persen. Keterampilan kedua kelas dalam kelompok intrervensi cenderung sama, sedangkan keteramppilan kedua kelas kelompok kontrol cenderung berbeda. Kesimpulan penelituian ini adalah media video efektif untuk pembelajaran keterampilan komunikasi terapeutik di skill laboratory dan konsisten. Penggunaan media video perlu dikombinasikan dengan metode lain agar lebih optimal.
Perbedaan Kecemasan Siswa Ujian Nasional dengan Terapi Relaksasi Otot Progresif di SMK Islam Sudirman Liyanovitasari Liyanovitasari; Puji Lestari; Zumrotul Choiriyyah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.899 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.161

Abstract

Tuntutan kelulusan pada siswa Ujian Nasional mengakibatkan kecemasan. Kecemasan ditandai sulit tidur dan konsentrasi belajar menurun.  Kecemasan tersebut dapat diatasi melalui terapi relaksasi otot progresif, dengan  menegangkan dan melemaskan otot-otot bagian tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kecemasan siswa Ujian Nasional dengan terapi relaksasi otot progresif. Desain penelitian ini adalah Quasy experimental pre post test one group design. Sampel 40 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini meliputi data demografi, Hamilton anxiety rating scale 14 pertanyaan kecemasan. Responden diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 1 minggu dalam 3 sesi, dimana terdapat 3 kali pertemuan dengan jeda waktu 1 hari disetiap pertemuannya. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif rata-rata kecemasan siswa 29,95, dan sesudah diberikan terapi menjadi 18,20. Hasil akhir menunjukkan terdapat perbedaan nilai kecemasan siswa Ujian Nasional sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif dengan nilai p-value = 0,000. Kesimpulannya adalah adanya perbedaan kecemasan siswa sebelum dan sesudah terapi relaksasi otot progresif di SMK Islam Sudirman Ungaran. Siswa yang mengalami kecemasan saat Ujian Nasional diharapkan menerapkan terapi relaksasi otot progresif agar dapat meningkatkan konsentrasi dalam belajarnya. Kata Kunci : Kecemasan; Terapi relaksasi otot progresif

Page 3 of 16 | Total Record : 154