cover
Contact Name
arbain
Contact Email
baintigers@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH.Wahid Hasyim, Sempaja No.28, Samarinda, East Kalimantan
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : http://dx.doi.org/10.24903/jam
This journal contains a scientific manuscript published by the Institute of Research and Community Service, Widya Gama Mahakam Samarinda University with frequency published 2 times a year.
Arjuna Subject : Umum -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2020): Januari" : 25 Documents clear
Pelatihan Cara Menggosok Gigi yang Benar pada Siswa TK ‘Aisyiyah Purwodiningratan Yogyakarta Menik Sri Daryanti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.771

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting bagi kesehatan umum karena mulut yang sehat memungkinkan individu untuk berbicara, makan, bersosialisasi tanpa mengalami rasa sakit, rasa tidak nyaman maupun rasa malu. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dialami masyarakat adalah karies gigi. Menurut WHO (World Helath Organization) diseluruh dunia hampir 60-90% anak sekolah memiliki karies gigi dan hampir 100% orang dewasa memiliki gigi berlubang. Kebiasaan menggosok gigi yang baik dapat turut mencegah karies gigi, karena menggosok gigi yang baik merupakan cara paling efektif untuk mencegah karies gigi. Upaya menggosok gigi ini dapat menghilangkan plak atau deposit yang dapat menghilangkan bakteri lunak yang melekat pada gigi yang berakibat karies gigi. Masih kurangnya informasi yang diperoleh para siswa tentang perawatan kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang masih terjadi, sehingga perlu diadakan pemberian informasi kepada siswa. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan mulut dan pelatihan cara menggosok gigi yang benar. Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan singkat cara menggosok gigi yang benar di sekolah ini diharapkan siswa dapat menerapkannya di setiap harinya baik di sekolah maupun di rumah, sehingga mengurangi kejadian karies gigi pada anak.
Pelatihan Manajemen Usaha dan Pengelolaan Keuangan pada Kelompok Tani Kopi Desa Solor Kabupaten Bondowoso Galih Wicaksono; Tree Setiawan Pamungkas
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.775

Abstract

Terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani kopi terkait manajemen usaha dan pengelolaan kopi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Solor Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso yang meliputi : (1) pembuatan pengemasan kopi dibuat secara sederhana dan seadanya saja dengan menggunakan kantong plastik, (2) kedua mitra tidak memiliki pemahaman yang baik tentang desain kemasan kopi yang menarik, higienis, dan bernilai jual, (3) pemasaran kopi hanya memenuhi kebutuhan lokal saja, (4) modal pengembangan usaha yang terbatas, dan (5) pengelolaan keuangan yang masih kacau. Berdasarkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra, tim Pelaksana PKM akan memberikan solusi sebagai berikut : (1) pelatihan dan simulasi teknik pembuatan desain pengemasan kopi, (2) pelatihan dan simulasi manajemen pemasaran kopi secara komprehensif, (3) pelatihan dan simulasi pembuatan proposal kelayakan usaha dan bisnis usaha kopi, dan (4) pelatihan dan simulasi penyusunan laporan keuangan usaha kopi. Dengan adanya beberapa intervensi yang dilakukan oleh Tim PKM, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam manajemen usaha dan pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh petani kopi.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Natiqotul Fatkhiyah; Masturoh Masturoh; Dwi Atmoko
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.776

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi dari anak-anak hingga dewasa. Periode ini sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Kesehatan dalam reproduksi remaja meliputi fungsi, sistem, dan proses dalam reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan hal penting sebagai upaya menghindari kekerasan dan penyimpangan seksual berbasis gender bagi remaja . Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan  dengan reproduksi mampu  memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan di antaranya seks bebas, kekerasan seksual dan perilaku menyimpang . lnstitusi sebagai wahana yang tepat untuk menyampaikan pemahaman kesehatan reproduksi remaja dengan tepat, selain peran orang tua dan keluarga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja yang meliputi tumbuh kembang remaja dan permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Sasaran kegiatan adalah siswa klas XII SMK Semesta Bumiayu Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah sejumlah 150 remaja.  Hasil kegiatan remaja proaktif dalam diskusi terkait permasalahan kesehatan reproduksi dan mengetahui periode pubertas serta tahapan tumbuh kembang remaja . Perlunya edukasi kesehatan reproduksi dengan metode kognitif dan proaktif lebih menekankan bagaimana dalam kegiatan pembelajaran remaja diajak untuk berpartisipasi atau terlibat aktif (ranah proaktif) mengutarakan pendapatnya tentang suatu topik (ranah kognitif) . Metode kognitif-proaktif dapat dilakukan antar teman sebaya, peer group, ataupun dengan seorang fasilitator.
Penguatan Kapasitas Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah Titi Darmi; Reni Kusmiarti; Ira Yuaniati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.779

Abstract

Upaya meningkatkan mutu pendidikan dengan cara mengoptimalkan semua sumberdaya yang ada. Guru merupakan sumberdaya yang pertama dan utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan ditentukan bagaimana  proses belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas dapat terlaksana dengan efektif dan efisein. Agar pelaksanaan proses belajar mengajar berdaya guna untuk menghasilkan luaran yang baik. Maka, guru penting melakukan evaluasi dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan PTK kekurangan atau kelemahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar dapat teridentifikasi dan terdeteksi, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya. Hasil PTK tersebut, guru dapat membuat karya ilmiah dan menyebarkan informasi hasil penelitian ke dalam jurnal yang baik. Kegiatan Pelatihan PTK dan penulisan Karya ilmiah bagi guru SDN 76 Kota Bengkulu, telah melakukan berbagai tahapan diantaranya : 1) telah berkonsultasi, merancang dan mensepakati program kegiatan ini bersama mitra; 2) telah melakukan sosialisasi kegiatan; 3) telah melakukan pelatihan PTK dan Penulisan Karya Ilmiah; 4) telah melakukan klinik proposal bagi guru yang membuat proposal PTK. Kegiatan ini masih banyak kekuranganya, mengingat sulitnya memotivasi para guru yang hampir 64% akan menghadapi masa pensiun, dilain pihak ada 36% guru yang memiliki potensi dan memiliki kebermanfaatan yang tinggi terhadap hasil PTK dan Penulisan karya Ilmiah, memiliki kesibukan yang sangat tinggi. Ketersediaan waktu untuk melakukan klinik hanya pada hari sabtu, sedangkan sabtu banyak kegiatan social yang sudah terjadwal. 
Penguatan Kompetensi Pedagogical Content Knowledge Guru Peserta MGMP Biologi di Kota Bekasi Mega Elvianasti; Zulfadewina Zulfadewina; Puri Pramudiani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.780

Abstract

Berdasarkan survei, wawancara dengan  salahsatu guru  peserta MGMP bahwa pembelajaran yang diberikan di kelas tidak pernah mempertimbangkan karakteristik materi biologi sehingga guru cenderung memilih strategi pembelajaran berdasarkan keinginan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian yang dilakukan menawarkan pelatihan yang komprehensif agar guru dapat mengintegrasikan pedagogi dan konten sesuai karakteristik materinya dimulai dari pemahaman Pedagogical Content Knowledge (PCK), penggunaan instrument CoRe (Content Representation), penguatan konten biologi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu,1) Sosialisasi kepada ketua MGMP, 2) pemberian materi tentang PCK,3) Pemberian video coaching pembelajaran biologi 4) penyusunan instrumen CoRe 5) review hasil diskusi instrument CoRe. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Materi yang disampaikan yaitu mengenai PCK, penyusunan instrument CoRe, dan model-model pembelajaran biologi yang berpusat pada siswa. Tingkat ketercapaian target kegiatan di lapangan dalam bentuk pengetahuan, dan keterampilan, sudah baik. Kegiatan coaching ini dapat mengatasi permasalahan mitra yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan pengetahuan konten dan pengetahuan pedagogi. Isi materi, penyampaian materi dan coaching dalam kegiatan pelatihan ini sudah baik. Narasumber dan materi yang disajikan juga mendapat respon yang baik dari peserta. Kendala yang dihadapi adalah fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya waktu bagi peserta dalam menyusun instrument CoRe.
Olahan Sari Jeruk Sebagai Usaha ntuk Meningkatkan Nilai Produk Jeruk Siam Tri Wahyu Oktavendi; Firda Ayu Amalia
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.781

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan nilai produk jeruk siam di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Latar belakang yang mendasari dilakukannya pengabdian oleh tim adalah adanya permintaan dari para petani jeruk di daerah tersebut. Para petani yang selanjutnya disebut mitra meresahkan anjloknya harga jeruk ketika panen raya. Keresahan inilah yang ditindaklanjuti oleh tim pengabdian. Mitra telah mendapatkan sosialisasi olahan jeruk. Akan tetapi tidak ada proses yang berkelanjutan. Harapan mitra adalah adanya proses pendampingan produksi hingga pemasaran sari jeruk.  Pengabdian yang dilakukan sekarang adalah tahap pertama, yaitu melaksanakan pelatihan membuat olahan sari jeruk. Metode yang digunakan adalah praktik secara langsung dengan mengundang pemateri yang ahli di bidang pengolahan sari buah.Produk olahan sari jeruk telah tercipta melalui tahapan yang sudah dilakukan. Tahapan tersebut dimulai dari sosialisasi hingga praktik pembuatan produk sari jeruk. Sebelum dilaksanakannya proses pengolahan, terlebih dahulu pemateri memaparkan materi yang berisi alat dan bahan yang digunakan serta langkah-langkah pembuatan sari jeruk. Proses pengolahan sari jeruk dilaksanakan selama 2 jam. Hasilnya, produk olahan sari jeruk tercipta dan mampu meningkatkan nilai produk Jeruk Siam. Pemateri memberikan kesempatan pada peserta pelatihan untuk mencoba hasil olahan sari jeruk. Selain itu, membuka sesi evaluasi pada peserta pelatihan atas olahan sari jeruk yang dihasilkan.
Pelatihan Akuntansi dengan Aplikasi Zahir Accounting Versi 6 pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bidang Jasa Martinus Robert Hutauruk
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.782

Abstract

Tujuan dari kegiatan pelatihan akuntansi berbasis aplikasi ini adalah untuk membantu komunitas bisnis dalam lingkup Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah kota Samarinda untuk dapat mengatasi masalah administrasi bisnis hingga dapat mengelola bisnis mereka secara lebih profesional dan mampu memenuhi persyaratan kredit di bank. Kegiatan pelatihan ini adalah salah satu bentuk kepedulian, perhatian, dan penerapan keilmuan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, sehubungan dengan permasalahan manajemen bisnis untuk para pelaku bisnis UMKM di kota Samarinda. Melalui klinik bisnis ini, diharapkan dapat membantu pengusaha UMKM untuk mengelola administrasi bisnisnya secara lebih profesional. Selain itu, diharapkan pengusaha UMKM akan dapat mengembangkan bisnis mereka melalui sumber modal dengan memenuhi persyaratan laporan keuangan sebagai debitur di bank dan bank lembaga non-pendanaan. Kegiatan pelatihan telah berjalan dengan baik dan juga memperkenalkan serta memberikan praktik langsung dalam membuat laporan keuangan melalui pengelolaan transaksi yang lengkap dan dikerjakan melalui penggunaan software standar akuntansi. Peserta sangat menyadari pentingnya pengelolaan transaksi bisnis melalui sistem komputer akuntansi. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah peserta telah mampu membuat laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas) yang berstandar. Keterbatasan lokasi dan waktu menjadi hal yang perlu dipertimbangkan untuk pengembangan kegiatan pelatihan ini di masa depan. Pada waktu yang akan datang, sistem pelatihan harus dilakukan lebih intensif lagi dengan dukungan penggunaan software akuntansi, agar manajemen UMKM akan semakin baik.
Seminar tentang Peranan Budaya Lokal di Indonesia terhadap Perkembangan Nilai-Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Hanita Hanita; Ayu Memelina; Nuryanti Nuryanti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.783

Abstract

Pengenalan budaya pada anak tidak terlepas dari pengaruh pendidikan dilingkungan rumah maupun di sekolah. Budaya merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, Sehingga kebutuhan pendidikan semakin meningkat. Pemahaman pendidikan secara keseluruhan upaya meningkatkan kemampuan dan potensi nilai-nilai sosial budaya dan rasa kemanusiaan secara utuh pada anak usia dini. Dalam pembelajaran aspek perkembangan agama dan moral berkaitan tentang perkembagan sikap dan tingkah laku anak. Melaksanakan ajaran sesuai agama yang dianut dalam kehidupan sehari-hari. Stimulus tentang perkembangan aspek nilai agama serta moral memiliki tujuan membetuk perilaku terpuji dan tidak terpuji, serta taat dalam menjalankan aturan yang ada perintah agamanya dan sesuai dengan pembiasaan budaya, yang  mendasari prilaku dan sikapnya terhadap kehidupan selanjutnya baik masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan orang tua adalah menanaman aspek ini. Hasil berdasarkan pertanyaan kepada para guru dan orang tua, menunjukkan bahwa adanya peranan budaya terhadap peningkatan nilai-nilai agama dan moral yang dibuktikan dari hasil persentase point 3 (sering) sebanyak 96,36% pada Penilaian Penananaman Nilai-Nilai Agama Dan Moral, point 3 (sering) sebanyak 75% pada penilaian terhadap budya (pembiasaan) pada anak usia dini. Penerapan serta menanamkan perilaku nilai agama serta moral, disiplin dan afeksi dalam upaya pembentukan bidang perilaku yang merupakan kegiatan secara terus menerus dilakukan dan dibiasakan pada kegiatan sehari-hari anak, sehingga aspek ini secara optimal mengalami perkembangan .
Pemberdayaan Kader Melalui Hidroponik pada Lahan Sempit sebagai Upaya Preventif Diabetes Melitus Retno Yulianti; Andri Pramesyanti Pramono; Boenga Nurcita
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.805

Abstract

Permasalahan yang terjadi sebanyak 15 persen penduduk Depok menyandang penyakit diabetes melitus serta penyebab kematian sekitar 6.84%. Kurangnya perhatian penyandang diabetes terhadap upaya preventif menanggulangi komplikasi diabetes, maka upaya yang dapat dilakukan melalui bercocok tanam dengan hidroponik meskipun memiliki pekarangan yang sempit. Tujuan kegiatan adalah agar kader Posbindu di RW 05 Kelurahan Gandul dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan barang bekas sebagai upaya mengurangi keberadaan sampah plastik  serta memberi pengetahuan peluang wirausaha baru dari hidroponik. Metode kegiatan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dan pembekalan hidroponik sistem Wick, diskusi dan tanya jawab serta demonstrasi dan praktek mandiri dengan menggunakan barang bekas. Evaluasi kegiatan dengan melihat kehadiran dan antusiasme kader dalam diskusi dan praktek serta penilaian pretest dan postest. Hasil kegiatan adalah kehadiran peserta kader sebanyak 93,3%, peningkatan pengetahuan sekitar 80% dan peningkatan sikap positif kader menjadi 92,86% dari total peserta terhadap hidroponik, antusiasme kader yang tinggi lewat interaksi pada saat praktek budidaya hidroponik, serta membuat wadah tanaman dari barang bekas. Kesimpulan kegiatan adalah para kader RW 05 telah menerapkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan bercocok tanam, sehingga pembekalan hidroponik dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya sayuran dalam pot/wadah dari barang bekas dan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga.   
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga sebagai Pusat Informasi Kesehatan Perempuan Fitria Siswi Utami; Retno Mawarti
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.806

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi selama ini masih merupakan permasalahan yang bersentuhan erat dengan gender. Perempuan seringkali dianggap satu-satunya yang bertanggungjawab terhadap kesehatan reproduksinya. Sementara itu, kesempatan memperoleh informasi khususnya sebagai usaha preventif masih dirasa kurang oleh perempuan. Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai salah satu kelompok besar perempuan usia subur sebagai wahana yang dapat dimanfaatkan anggotanya untuk bertukar informasi. Pemanfaatan kesempatan kegiatan PKK sebagai sarana berbagi informasi dan pelaksanaan pemeriksaan deteksi kanker serviks dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan perempuan. Permasalahan yang dihadapi kelompok dirumuskan bersama mitra adalah minimnya informasi untuk mereka karena sumber informasi hanya berasal dari kegiatan promosi kesehatan saat Posyandu Balita. Sementara itu, tidak semua wanita usia subur peserta PKK memiliki balita. Solusi yang diberikan adalah melatih kader dari kelompok PKK sebagai penyambung informasi kesehatan untuk perempuan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25