cover
Contact Name
hendra
Contact Email
hendra@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah RESPATI
ISSN : 14117126     EISSN : 26229471     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Respati (JIR) dengan e-ISSN : 2622-9471 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Ilmiah Respati ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Review: Potensi Pengembangan Pertanian Perkotaan oleh Lanjut Usia untuk Mendukung Ketahanan Pangan Reni Nurjasmi
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1406

Abstract

Pertanian perkotaan merupakan sebuah industri yang memproduksi, memproses, dan menjual bahan makanan dalam rangka memenuhi permintaan harian konsumen dalam kota dan pinggiran kota melalui penerapan metode produksi intensif, menggunakan sumber daya alam dan limbah perkotaan untuk menghasilkan berbagai macam tanaman dan ternak. Paradigma peran pertanian perkotaan telah bergeser pada tataran peran yang lebih strategis, yakni sebagai pendukung ketahanan pangan dan keamanan pangan kota serta sekitar kota. Implementasi pertanian perkotaan yang dilakukan secara penuh di setiap kota besar dunia akan menghasilkan 180 juta ton bahan makanan selama setahun. Angka tersebut merupakan 10 persen dari total hasil produksi makanan secara global. Meskipun saat ini banyak masyarakat yang menaruh minat pada pertanian perkotaan namun jumlahnya masih jauh dari mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, akibatnya hingga saat ini pasokan pangan perkotaan masih sangat bergantung pada perdesaan maupun kawasan pinggir kota bahkan beberapa produk pangan merupakan produk impor. Populasi lansia di perkotaan mengalami peningkatan 52,80 persen dibandingkan di perdesaan yaitu 47,20 persen. Diprediksi pada tahun 2050 populasi lansia mencapai 25 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Potensi ini harus menjadi peluang untuk mengembangkan pertanian perkotaan melalui pemberdayaan lansia untuk mewujudkan ketahanan pangan. Berbagai teknologi pertanian perkotaan dapat menjadi pilihan bagi lansia untuk bercocok tanam namun yang paling direkomendasikan adalah model vertikultur atau bertingkat. Pertanian perkotaan juga berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental yaitu menurunkan tingkat stres, meningkatkan serotin, meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke, meningkatkan kesehatan otak, meningkatkan mobilitas, dan meningkatkan kebutuhan nutrisi dan gizi. Kata Kunci: Pertanian Perkotaan, Lanjut Usia, Ketahanan Pangan
Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan Untuk Kemandirian Pangan Keluarga Suryani Suryani; Reni Nurjasmi; Rini Fitri
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1102

Abstract

Pengelolaan lahan adalah proses perencanaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya manusia, keuangan, fisik dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif dalam pengelolaan lahan. Perubahan penggunaan lahan di perkotaan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah perkotaan. Pertumbuhan ekonomi dan populasi serta preferensi masyarakat sebagai pendorong perubahan penggunaan lahan tercermin dalam pola penggunaan lahan di perkotaan. Kawasan perkotaan membutuhkan kebijakan untuk mengendalikan perubahan penggunaan lahan untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga dan pembangunan kota yang berkelanjutan. Praktik pertanian di perkotaan yang berkembang saat ini mengikuti karakteristik zona dan sesuai dengan ketersediaan lahan. Kegiatan pertanian perkotaan terbatas pada sayuran, hortikultura, tanaman hias dan tanaman obat. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan lahan terbatas perkotaan untuk pertanian dan kemandirian pangan keluarga. Kata Kunci: Keterbatasan Lahan, Pertanian Perkotaan, Pangan, Keluarga
Lansia dan Pertanian Perkotaan Rini Fitri; Suryani Suryani
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1439

Abstract

ABSTRAKLansia kerap sekali dianggap sebagai beban keluarga dan dinilai tidak produktif, stigma negatif tersebut harus diubah oleh lansia sendiri. Masalah yang sering dijumpai pada lansia adalah kurangnya nafsu makan, proses pencernaan yang tidak sempurna, sulit buang air besar, dan pemanfaatan makanan sebagai sumber energi. Lansia harus bangkit dan didukung oleh masyarakat serta pemerintah sehingga lansia menjadi produktif, bermanfaat, sehat, dan bahagia. Suatu proses yang tidak dapat dihindari yang berlangsung secara terus-menerus dan saling berkaitan yang selanjutnya menyebabkan perubahan anatomis, fisiologis, dan biokemis pada jaringan tubuh dan akhirnya mempengaruhi fungsi dan kemampuan badan secara keseluruhan. Pertanian perkotaan merupakan salah satu solusi bagi lansia untuk beraktivitas di pekarangan rumah agar terjadi aktivitas fisik dan mengurangi depresi. Aktivitas pertanian di perkotaan pada lahan terbatas di DKI Jakarta yaitu budidaya sayuran, palawija dan hortikultura yang pelakunya adalah ibu-ibu rumah tangga dan lansia. Parktik pertanian mengajak lansia untuk mengekspresikan diri sendiri bahwa mereka memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam melaksanakan sesuatu yang mendukung identitas dan otonomi mereka. Tulisan ini bertujuan menguraikan aktivitas pertanian di perkotaan pada lahan pekarangan terbatas bagi lansia. Kata Kunci: pertanian perkotaan, lanjut usia, kesehatan
Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena L.) Dengan Sistem Hidroponik Ali Al Fandi; Ruswadi Muchtar; Notarianto Notarianto
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1108

Abstract

Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kebutuhan akan terong terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya kebutuhan pangan, namun luas lahan yang cenderung menurun oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan hasil produksi tanaman terong. Salah satu penyebabnya adalah adanya alih fungsi lahan dari pertanian menjadi non pertanian. Karena menurunya luas lahan mengakibatkan jumlah produksi ikut menurun. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya meningkatkan produksi terong tersebut diarea yang memiliki lahan terbatas. Salah satu cara meningkatkan produksi dilahan terbatas adalah dengan menggunakan hidroponik yang menggunakan beberapa jenis media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tanaman terong dengan sistem sistem hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia, pada bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu media tanam yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu Serbuk Kayu, B Zeolit, C Arang Sekam, dan  Cocopeat. Masing-masing dengan 5 ulangan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga.  Hasil pengamatan pada tanaman berumur 49, 63, 77, 91, 105 dan 133 hst menunjukkan bahwa media tanam serbuk kayu menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga dibandingkan dengan perlakuan media tanam lainnya. Namun, pembentukkan buah pada semua tanaman perlakuan tidak ada akibat adanya serangan penyakit Virus Mozaik Tobacco pada seluruh bagian bunga dengan intensitas sedang. Kata Kunci: Pertanian Perkotaan, Hidroponik, Media Tanam, Tanaman Terong
Efektivitas Pemberian Beberapa Dosis Kompos Kulit Bawang Merah Terhadap Serapan Hara Pada Polikultur Selada Dan Terung Luluk Syahr Banu; Siti M. Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1424

Abstract

Limbah kulit bawang merah sangat melimpah. Adanya beberapa zat dan senyawa yang terdapat pada kulit bawang merah bisa memberikan kesuburan sehingga dapat mempercepat pertumbuhan buah dan bunga pada tanaman. Terung dan selada juga termasuk dalam tanaman yang bernilai ekonomis tinggi serta berpotensi dibudidayakan secara poliktur. Namun, banyak permasalahan dalam pertumbuhan terutama dalam penyerapan hara. Tujuan Penelitian iniadalah mengetahui pengaruh dosis kompos  kompos kulit bawang merah yang efektif bagi pertumbuhan dan serapan hara oleh tanaman terung dan selada secara polikultur. Rancangan yang digunakan pada percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima taraf perlakuan yang terdiri dari dosis kompos kulit bawang merah dengan tanah terdiri atas 0 gr/plibag, 400 gr/polibag, 600 gr/polibag, 800 gr/polibag dan 1000 gr/polibag dengan 5 ulangan pada tanaman selada dan terung. Variabel Pengamatan adalah tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman serta analisisi kimia kompos kulit bawang merah. Hasil Penelitian menunjukkan beberapa dosis kompos kulit bawang merah tidak berpengaruh nyata bagi pertumbuhan tinggi tanaman terung, tinggi tanaman selada dan jumlah daun tanaman terung pada seluruh umur tanaman. Beberapa dosis kompos  kompos kulit bawang merah berpengaruh nyata bagi pertumbuhan jumlah daun pada umur 21 dan 28 HST secara polikultur.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) terhadap Pupuk Organik Kotoran Kelinci Junaid Kelderak; Siti M. Sholihah; Ruswadi Muchtar
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1116

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.)  merupakan salah satu tanaman pangan komoditi dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. Ubi jalar merupakan bahan subsitusi selain beras dan jagung. Di samping itu ubi jalar merupakan salah satu tanaman bergizi tinggi. Salah satu upaya penigkatan produktivitas budidaya ubi jalar adalah dengan pemupukan. Penggunaan kotoran kelinci sebagi pupuk organik pada budidaya ubi jalar, berperan untuk memperbaiki sifat fisik tanah, meningkatkan nutrisi tanaman, dan aman untuk dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas ubi jalar terhadap pupuk organik kotoran kelinci dan respon pertumbuhan dan produksi terbaik dari beberapa varietas ubi jalar terhadap pupuk organik kotoran kelinci. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada Februari sampai dengan Agustus 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor (varietas ubi jalar), yang perdiri atas tiga perlakuan yaitu U1 (ubi jalar putih varietas shi royutaka), U2 (ubi jalar ungu varietas antin 2), dan U3 (ubi jalar oranye varietas mendut) diulang  8 kali. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter umbi, jumlah umbi, dan berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas ubi jalar terhadap pupuk organik kotoran kelinci   pada parameter jumlah daun, jumlah tunas, diameter umbi, dan berat segar umbi. Ubi jalar oranye varietas mendut menghasilkan pertumbuhan dan produksi lebih baik dibanding dengan ubi jalar putih varietas Shi Royutaka dan ubi jalar ungu varietas Antin 2.Kata Kunci : Pupuk organik, Kotoran Kelinci, Ubi Jalar
Partisipasi Pengelola Gang Hijau dalam Mendukung Program Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Suryani Suryani; Pudji Muljono; Djoko Susanto; Sri Harijati
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1440

Abstract

Abstrak                    Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)  sangat dibutuhkan masyarakat Jakarta. Menurunnya kualitas dan kuantitas RTH di wilayah perkotaan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, peningkatan pencemaran udara, dan penurunan produktivitas masyarakat akibat terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi sosial. Partisipasi masyarakat dalam penyediaan  RTH sangat penting.  Salah satu wujud RTH di Jakarta adalah adannya gang hijau. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi  masyarakat  dalam  pengelolaan  gang hijau  untuk mendukung program RTH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, dengan waktu pengambilan data pada bulan Desember 2019 sampai dengan Februari 2020. Kecamatan dan Kelurahan dalam penelitian ini dipilih secara sengaja dengan kriteria wilayah tersebut melakukan usahatani pada gang hijau. Populasi penelitian sejumlah 2.236 responden, jumlah sampel ditentukan secara proporsional didapatkan 340 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, observasi, dan wawancara, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 24 dan analisis statistik inferensial menggunakan program Partial Least Square (PLS) 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pengelola gang hijau di Jakarta  dalam  tahap perencanaan pada kategori rendah, kemudian pada  tahap pelaksanaan, memanfaatkan hasil dan evaluasi berada pada kategori sedang.   Kata Kunci: partisipasi pengelola, gang hijau, ruang terbuka hijau
Pengaruh Pemberian Ekstrak Herba Ciplukan (Physalis Angulata L) Terstandar Fisalin Terhadap Perubahan Berat Badan Tikus (Sprague Dawley) Hiperglikemia Maria Rosa Da lima Eno; Yeny Sulistyowati; Idi Setyobroto
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1133

Abstract

ABSTRAK       Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia yang diperkirakan melebihi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang dan membutuhkan biaya perawatan yang sangat mahal. Masyarakat perlu mengetahui gejala-gejala  timbulnya kasus DM seperti penurunan berat badan. Dengan adanya pencegahan penurunan berat badan menggunakan ekstrak herbal ciplukan terstandar fisalin dengan variasi dosis yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya penurunan berat badan. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak herba ciplukan terstandar fisalin (Physalin angulata L.) terhadap perubahan berat badan tikus (Sprague dawley) yang di induksi Nicotinamide dan Streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre test-post test design menggunakan kelompok tikus SD kontrol dan perlakuan dengan rancangan sederhana dengan berat badan 180-220 gr dengan pemberian ekstrak herba terstandar fisalin fisalin 20 mg/kg BB selama 21 hari yang di lakukan uji beda data menggunakan independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh pemberian ekstrak herba ciplukan terstandar fisalin terhadap perubahan berat badan berdasarkan hasil uji statistik Independen T-Test yang mendapatkan nilai yang tidak signifikan p = 0,47 dan asupan makan pada tikus hasil uji Independent T-Test menunjukkan hasil yang signifikan yaitu p= 0,002. Pemberian ekstrak herba ciplukan terstandar fisalin terhadap perubahan dengan dosis 20 mg/kg BB belum efektif untuk meningkatkan perubahan berat badan pada tikus DM.     Kata Kunci : Diabetes Mellitus, herba ciplukan, perubahan berat badan.
Efektivitas Insektisida Nabati (Lengkuas, Serai, dan Mimba) Terhadap Wereng Batang Coklat Antoni Antoni; Ruswadi Muchtar; Diah Meidiantie
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1407

Abstract

Penggunaan insektisida nabati lebih direkomendasikan untuk mengendalikan wereng batang coklat dibandingkan insektisida kimia. Insektisida kimia berdampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan hewan dan manusia. Berbagai macam bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai agen pengedali hama tanaman, antara lain lengkuas, serai, dan mimba. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas    insektisida  nabati  wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stall). Penelitian  dilakukan di Laboratorium pengamatan hama Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari Karawang. Bahan-bahan yang digunakan yaitu tanaman padi, lengkuas, serai, dan mimba. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas lima perlakuan dengan lima ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi insektisida nabati yaitu kontrol, konsentrasi 25 ml/l air, konsentrasi 50 ml/l air, konsentrasi 75 ml/l air, dan konsentrasi 100 ml/l air. Hasil penelitian menunjukkan insektisida nabati yang diberikan mempengaruhi mortalitas wereng batang coklat. Penggunaan insektisida nabati pada semua konsentrasi memiliki potensi yang sama dalam menekan mortalitas WBC namun konsentrasi yang paling efektif dan efisien adalah 25 ml/l air. Kata Kunci:  Organisme pengganggu tanaman, wereng batang coklat, insektisida nabati, lengkuas, serai, mimba
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cair Organik (POC) Bonggol Pisang Terhadap Produksi Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) Sistem Wick Zul Fahmi; Suryani Suryani; Siti M. Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1117

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah tumbuh di Indonesia dan biasa dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok masyarakat. Pengembangan budidaya caisim mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani dan peningkatan gizi masyarakat. Pemanfaatan bonggol pisang dan limbah air beras sebagai pupuk organik cair merupakan alternatif yang dapat dilakukan sebagai pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian agar dapat menciptakan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman Caisim pada berbagai konsentrasi nutrisi ABmix dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang dengan sistem wick. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan kampus B Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada Juli sampai dengan Agustus 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 taraf konsentrasi paket nutrisi ABmix dan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang yaitu: P1 = ABmix 4,5 ml/L air + POC 100 ml/L air, P2 = ABmix 6,5 ml/L air + POC 70 ml/L air, P3 = ABmix 8,5 ml/L air + POC 40 ml/L air dan P4 = ABmix 10,5 ml/L air. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh berbeda antara perlakuan berbagai konsentrasi nutrisi ABmix dan POC Bonggol Pisang dengan perlakuan yang lainnya terhadap pertumbuhan tanaman Caisim (Brassica juncea L.) dengan sistem wick. Penggunaan konsentrasi nutrisi ABmix dan POC Bonggol Pisang yang paling baik pada umur 35 HST adalah dosis ABmix 8,5 ml/L air + POC 40 ml/L air dengan hasil tinggi tanaman (21,3 cm), jumlah daun (9 helai), luas daun (3,14 cm2), bobot segar tanaman  (22,14 gr).Kata kunci: Hidroponik, Sistem Wick, POC Bonggol Pisang, ABmix, Caisim

Page 10 of 22 | Total Record : 213