cover
Contact Name
hendra
Contact Email
hendra@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah RESPATI
ISSN : 14117126     EISSN : 26229471     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Respati (JIR) dengan e-ISSN : 2622-9471 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Ilmiah Respati ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Implementasi Jenis Kemasan Untuk Memperpanjang Umur Simpan Sayuran Pakcoy Waryat Waryat; Yosi Handayani
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i1.847

Abstract

Komoditas hortikultura seperti sayuran merupakan produk hidup yang masih aktif melakukan aktifitas metabolismenya setelah dipanen. Hal tersebut dicirikan dengan adanya proses respirasi yang masih berjalan seperti halnya sebelum produk tersebut dipanen. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap karakteristik dan umur simpan sayuran pakcoy yang disimpan pada suhu dingi. . Bahan yang digunakan dalam kajian ini adalah sayuran pakcoy, plastik PP, plastik PE, kertas koran dan plastik wraping. Sayuran pakcoy yang telah dipanen dimasukan kedalam empat jenis kemasan  lalu disimpan pada suhu dingin. Pengamatan dilakukan setiap hari selama tujuh hari. Variabel yang diamatI antara lain kadar air, susut bobot, TPC dan Logam Berat (Pb dan Hg). Rancaangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sayuran pakcoy yang telah disimpan selama tujuh hari pada suhu dingin menggunakan PP mempunyai susut bobot terendah yaitu 5,84%, sedangkan nilai kadar air (93,65%), dan TPC (6,4X105 cfu/g) terbaik pada sayuran pakcoy yang disimpan pada suhu dingin menggunakan PP. Sayuran pakcoy masih memiliki kaarakteristik yang baik seteleh disimpan selama 7 hari pada suhu dingin dan dikemas dengan plastik PP.Kata kunci : Suhu, Jenis kemasan, Pakcoy, Karakteristik
Respon Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) terhadap Pupuk Pelengkap Cair pada Sistem Vertikultur Dedi Sudarmaji; Ruswadi Muchtar; Ayu Vandira Candra Kusumah
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1134

Abstract

Kebutuhan tanaman sayuran pakcoy di perkotaan cukup tinggi, namun sayuran ini harus dipasok dari luar kota atau daerah pinggiran. Sempitnya lahan yang tersedia menjadi salah satu penyebab masyarakat perkotaan tidak bisa memproduksi sayuran sendiri. Urban farming merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan keterbatasan lahan. Salah satu teknkologi urban farming yang dapat diterapkan adalah budidaya tanaman secara vertikultur. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan membudidayakan tanaman sayuran secara vertikultur adalah pupuk yang digunakan. Pupuk pelengkap cair yaitu hasil olahan bahan yang mengandung banyak unsur nutrisi untuk tanaman baik unsur makro maupun mikro yang sangat bagus untuk memperbaiki struktur tanah, menetralkan pH tanah, memacu pertumbuhan tanaman dimulai pada akar, batang dan daun serta pembuahan guna memaksimalkan hasil produksi tanaman dan mengurangi kerusakan akibat dari serangan hama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon tanaman pakcoy terhadap pupuk pelengkap cair pada sistem vertikultur. Bahan-bahan yang digunakan ialah benih green fortune pakcoy hijau, pupuk pelengkap cair, kompos, arang sekam, dan pupuk NPK sedangkan alat-alat yang digunakan adalah polibag, dan rak bambu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). dengan jumlah perlakuan 6 dan ulangan 3 (tiga). Dengan jenis perlakuan adalah P1= 0  cc/liter air (kontrol); P2= 1,5 cc/liter konsentrasi; P3= 2,0 ccl/liter konsentrasi rekomendasi; P4= 2,5 cc/liter konsentrasi rekomendasi; P5 = 3,0  cc/liter konsentrasi rekomendasi; P6= 3,5 cc/liter konsentrasi. Pengamatan dilakukan terhadap data-data yang diuji secara statistik. Variabel penelitian yang diamati adalah jumlah daun, lebar daun, tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun dan jumlah daun tampak setelah tanaman ber umur 21 HST. Perlakuan P4 dengan konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (PPC) 2,5cc/liter air menghasilkan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, bobot segar dan bobot kering tanaman pakcoy terbaik. Kata kunci: Urban Farming, Vertikultur, Pakcoy, Pupuk Pelengkap Cair
Isolasi Dan Identifikasi Morfologi Mikrobia Indigenous Pada Limbah Kulit Singkong Esna Dilli Novianto; Candarisma Dhanes Noor Viana; Mita Nur Jannah; Dita Widyastuti
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1088

Abstract

Industri olahan makanan berbahan dasar singkong di Kota Magelang tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan, tetapi juga dampak negatif yang perlu mendapat perhatian khusus salah satunya mengenai limbah. Selain kulit singkong, penggunaan plastik sebagai pembungkus gethuk menambah cemaran di lingkungan sekitar. Penelitian ini mengusung ide biokonversi limbah organik padat kulit singkong menjadi bioplastik dengan memanfaatkan mikrobia indigenous sebagai agensia pengkonversi. Pada tahap awal, mikrobia indigenous yang mampu hidup pada limbah kulit singkong di isolasi dan diidentifiaksi secara morfologi terlebih dahulu. Kulit singkong dari berbagai kawasan industri gethuk dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi media NB selama 2x24 jam. Isolasi mikrobia menggunakan media NA sampai mendapatkan kurtur murni dan diidentifikasi morfologi. Hasil penelitian menunjukkan ada 7 isolat mikrobia yang mampu hidup pada limbah kulit singkong yaitu KSSK 01, KSSK 02, KSSK 03, KSSK 05, KSSK 06, KSDM 01, dan KSDM 04. Semua mikrobia ini perlu diuji lanjut kemampuannya sebagai agen pengkonversi limbah kulit singkong.
Pengaruh Perbedaan Jenis Medium Perendaman Terhadap Vase Life Bunga Potong Mawar Merah Adila Hafidzani Nur Fitria; Dinda Widyani; Elis Kurniani; Jihan Nurhalimah Salsabila; Kelvin Pramudya Anantatur; Meli Driyani; Nabila Tazkiyyatul Afifah; Narti Nurhatifah; Neng Iis Nur Istiqomah; Rudhya Nurul Ilma; Suti Supadmi; Syafira Aulia Putri; Syifa Marwah; Taufik Rahman; Tri Suwandi
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1350

Abstract

Bunga mawar (Rosa hybrida) merupakan salah satu jenis bunga potong yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat prospektif untuk dikembangkan secara komersial. Namun, kesegaran dari bunga mawar merah potong tidak mampu bertahan lama akibat kandungan air yang tinggi pada mawar. Salah satu upaya untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa kesegaran bunga adalah dengan pemberian larutan perendam. Umumnya larutan perendam terdiri dari air, gula (sukrosa), bakterisida, dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis medium terhadap vase life bunga potong mawar merah dan jenis medium yang paling efektif untuk memperpanjang vase life bunga potong mawar merah. Penelitian dilaksanakan dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji, yaitu A (air mineral), AG (Air dan larutan gula 1%), GK1 (larutan gula 1% dan ekstrak kemangi 12,5%), GK2 (larutan gula 1% dan ekstrak kemangi 25%), GB1 (larutan gula 1% dan ekstrak belimbing wuluh 12,5%), GB2 (larutan gula 1% dan ekstrak belimbing wuluh 25%). Dan dalam setiap perlakuan berisi tiga bunga mawar potong. Data diolah secara statistik dengan teknik pengolahan data menggunakan Uji ANOVA dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A, AG dan GB1 menunjukan tingkat kesegaran bunga yang paling tinggi, sedangkan pada perlakuan GK2 menunjukan tingkat kesegaran bunga yang paling rendah.
Review: Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Ampas Kelapa sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Beberapa Tanaman Sayuran Luluk Syahr Banu
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1125

Abstract

ABSTRAKProduksi bawang merah dan kelapa berlebih dalam beberapa tahun terakhir dan berdampak banyaknya limbah dari kedua produk pertanian tersebut. Limbah dari olahan kedua produk tersebut juga menjadi masalah jika tidak ditangani dengan bijak. Tujuan dari penyusunan review ini ialah memberikan pengetahuan dan informasi tentang pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan ampas kelapa sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan beberapa tanaman sayuran. Pemanfaatan limbah pertanian seperti kulit bawang merah dan ampas kelapa untuk bahan baku pupuk organik masih sangat potensial. Zat dan senyawa yang terdapat pada kulit bawang merah maupun ampas kelapa dapat memberikan kesuburan bagi tanah dan bermanfaat bagi tanaman. Penggunaan kompos dari kulit bawang merah dan ampas kelapa  ini dapat menjadi alternatif pengurangan penggunaan pupuk kimia. Aplikasi pupuk organik atau kompos berbahan baku limbah kulit bawang merah dan ampas kelapa ini juga berdampak baik terhadap pertumbuhan tanaman sayuran seperti cabai rawit, okra, sawi, bayam ataupun tomat. Kata kunci: pupuk organik, limbah kulit bawang merah, ampas kelapa, sayuran
Review: Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup Pada Lahan Pekarangan Era Pandemi Luluk Syahr Banu
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1442

Abstract

Pandemi COVID 19 yang menyerang dunia termasuk Indonesia sejak Maret 2020 menyebabkan banyak permasalahan di tengah masyarakat. Masalah perekonomian hingga kesehatan yang paling banyak berdampak dalam era pademi ini. Selain itu, ketahanan pangan dan kesehatan keluarga juga menjadi hal yang tidak kalah penting untuk segera ditanggulangi. Kegiatan yang dapat dilakukan dan enjadi salah satu solusi dalam masalah tersebut adalah dengan menjaga ketahanan pangan dan obat secara mandiri yaitu dengan menjadikan lahan pekarangan sebagai tempat penanaman tanaman apotek hidup dan beberapa tanaman berguna lainnya. Budidaya tanaman obat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai kegunaan lahan serta menjadi pertolongan pertama dalam kondisi pandemi untuk menyediakan vitamin maupun khasiat obat-obatan herbal dalam menjaga imunitas keluarga. Kegiatan berbudidaya apotek hidup bisa menjadi kegiatan bermanfaat selama pandemi berlangsung Kata kunci: apotek hidup, pekarangan, pandemi
Review: Potensi Microgreens Meningkatkan Kesehatan Lansia Di Masa Pandemi Ayu Vandira Candra Kusumah; Reni Nurjasmi
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1404

Abstract

Berdasarkan data COVID-19 lebih banyak menyebabkan infeksi berat dan kematian pada orang lanjut usia (lansia). Pertambahan usia akan menyebabkan tubuh mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, hampir semua fungsi organ dan gerak menurun, diikuti dengan menurunnya imunitas sebagai pelindung tubuh sehingga tidak lagi kuat seperti ketika masih muda. Lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti penyakit autoimun, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, jantung, dan multipatologi atau mengidap sejumlah penyakit apabila tertular COVID-19 akan mendapatkan komplikasi kesehatan yang cukup serius. Sistem imun yang sudah melemah ditambah adanya penyakit kronis dapat meningkatkan risiko COVID-19 pada lansia bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya untuk membatasi pengaruh dari infeksi virus yaitu dengan membangun sistem imun melalui konsumsi makanan yang sehat, salah satunya adalah microgreens. Berbagai jenis tanaman telah dikembangkan sebagai microgreens antara lain jenis brassicaceae, asteraceae, apiaceae, amarillydaceae, amaranthaceae, serealia, oleaginous, cucurbitaceae, tanaman serat, tanaman aromatic serta beberapa jenis tanaman khas Indonesia. Microgreens mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, antosianin, karotenoid, flavonoid, isoflavon, lignan, monoterpen, organosulfida, asam fenolat, dan saponin. Senyawa fitokimia tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Oleh karena itu, microgreens sangat potensial sebagai agen antimikroba, antihipertensi, antidiabetes, antioksidan, hepatoprotekstif, kardioprotektif, termasuk antivirus COVID-19 yang sedang mewabah saat ini. Microgreens merupakan teknologi pertanian perkotaan yang sesuai bagi lansia karena mudah dilakukan dan usia panen yang singkat akan mengurangi aktivitas fisik lansia selama perawatan. Aktivitas fisik selama budidaya. Variasi microgreens harus terus dikembangkan melalui eksplorasi berbagai jenis tanaman khas Indonensia yang potensial dikembangkan sebagai microgreens. Kata Kunci: Pandemi COVID-19, Sistem imun, Lanjut usia, Microgreens, Pertanian perkotaan
Pengaruh Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Klorofil Wheatgrass (Triticum Aestivum L.) Sidik Arifiansyah; Reni Nurjasmi; Ruswadi Ruswadi
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1099

Abstract

Wheatgrass  dikenal  sebagai  bahan  baku  untuk  minuman  kesehatan  karena  mengandung  beberapa  zat gizi  penting, vitamin, zat  gizi  lainnya  dan  antioksidan. Penelitian  budidaya  wheatgrass  masih  belum  banyak  dilakukan, sehingga perlu adanya  penelitian di bidang teknik budidaya. Penelitian  ini betujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam media tanam  organik  bagi  pertumbuhan  dan kandungan klorofil   tanaman wheatgrass. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia, pada bulan Februari sampai dengan bulan September 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri atas lima perlakuan media semai yaitu A (media pasir), B (media kompos kulit bawang merah), C  (media kompos kotoran kelinci), D (media pasir + kompos kulit bawang merah), dan E (media pasir + kompos kotoran kelinci) diulang 4 kali. Variabel penelitian meliputi persentase tumbuh tanaman, tinggi tanaman, berat basah tanaman dan kandungan klorofil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kandungan klorofil tanaman wheatgrass. Persentase tumbuh, tinggi tanaman dan berat basah tanaman wheatgrass paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan dengan menggunakan media pasir dan kompos kulit bawang merah. Kandungan klorofil paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan media kompos kotoran kelinci.Kata Kunci: Microgreen, Wheatgrass, Kompos Kulit Bawang Merah, Kompos Kotoran Kelinci
Review: Kandungan Serat dan Protein Pakan Ternak Jangkrik (Gryllus sp) yang Bersumber dari Beberapa Jenis Sayuran dan Hijauan Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v12i1.1435

Abstract

Jangkrik merupakan salah satu ternak satwa alternatif yang saat ini mulai digemari masyarakat. Jangkrik termasuk pemakan segala atau omnivore yaitu mampu memanfaatkan sayuran, buah-buahan, hasil samping produk. Jangkrik menyukai makanan berupa sayuran dan buah-buahan yang mengandung air seperti sayuran sawi, kol, gambas, jagung muda, wortel, kangkung, buah pepaya dan lain-lain. Kecepatan pertumbuhan jangkrik ditentukan oleh pakan yang berkualitas dan mengandung semua nutrien yang seimbang, untuk mempercepat pertumbuhan jangkrik dapat diberikan pakan ayam broiler seperti BR-I atau BR-II ditambah sayuran. Pakan jangkrik merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya produktivitas.  Salah satu upaya meningkatkan produktivitas pakan dengan mencari alternative sumber pakan yang mudah didapat dan dengan harga terjangkau. Studi literature ini ingin member gambaran beberapa jenis sayuran yang digunakan sebagai alternative pakan jangkrik. Sayuran yang digunakan dalam beberapa penelitian pakan jangkrik antara lain sawi hijau, batang singkong muda, daun eceng gondok, daun kangkung dan daun singkong. Kandungan nilai gizi sayuran dan hijauan ini juga menjadi perhatian peneliti untuk terus mendapatkan komposisi ransum yang sesuai juga dapat menjadi solusi sumber pakan alternatif yang ekonomis.
Pertambahan Bobot Badan Larva Ulat Hongkong (Tenebrio Molitor L.) dengan Penambahan Styrofoam Di Dalam Pakan Iding Iding; Bachtar Bakrie; Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v11i2.1105

Abstract

Taman Margasatwa Ragunan salah satu tempat rekreasi di Jakarta yang ramai dikunjungi. Permasalahan sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung seperti styrofoam dikarenakan pengelolaan sampah yang belum optimal. Larva ulat Hongkong diketahui dapat mengurai sampah anorganik seperti Styrofoam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertambahan bobot badan larva ulat Hongkong (Tenebrio molitor L.) dengan penambahan styrofoam secara ad libitum di dalam pakan. Larva ulat Hongkong yang digunakan berumur 35 hari setelah menetas sebanyak 2.000 ekor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor (pakan dan styrofoam), terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga berjumlah 20 wadah pemeliharaan dengan masing-masing wadah pemeliharaan berisi 100 ekor. Pakan perlakuan terdiri dari 4 level terdiri dari P1 (100 % pakan ayam komersil bentuk pellet) tanpa pemberian styrofoam, P2 (75% pakan ayam komersil bentuk pellet + styrofoam), P3 (50% pakan ayam komersil bentuk pellet + styrofoam), P4 (25% pakan ayam komersil bentuk pellet + styrofoam). Variabel penelitian yaitu pertambahan  bobot badan dan konversi pakan. Pengamatan jumlah konsumsi dan sisa pakan dilakukan per 10 hari dari awal penelitian dan 10 hari terakhir dilakukan setiap hari sampai akhir penelitian, pengamatan konsumsi dan sisa styrofoam dilakukan pada 10 hari terakhir, sedangkan pengamatan pertambahan bobot badan larva ulat Hongkong dilakukan per 10 hari dari awal sampai dengan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan styrofoam di dalam pakan berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan. Perlakuan 2 dengan persentase pemberian pakan 75 % dari kebutuhan pokoknya, memberikan hasil terbesar pada pertambahan bobot badan larva ulat Hongkong yaitu 0,82  gram/100 ekor/hari atau 0,0082 gram/ekor/hari dan konsumsi pakan 3,25

Page 9 of 22 | Total Record : 213