cover
Contact Name
Aswar Amiruddin
Contact Email
aswaramir89@gmail.com
Phone
+6287704518570
Journal Mail Official
bejts@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan 77115, Indonesia
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 25811134     EISSN : 26857553     DOI : https://doi.org/10.35334/be.v9i3
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Borneo Engineering : Structural Engineering, Transportation Engineering, Water Resources, Geotechnical Engineering and Construction Management
Articles 234 Documents
Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Menuju Sekolah Di Kota Tarakan Muhammad Kurnia; Iif Ahmad Syarif; Edy Utomo
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.441

Abstract

Abstract Mode Choice of School Transportation is an important decision influenced by various socio-economic factors and travel characteristics. This study aims to analyze the factors influencing students’ choice of transportation modes to school in Tarakan City, North Kalimantan. Data were collected through a questionnaire survey of 250 student respondents using a purposive sampling method. The findings indicate that motorcycles are the dominant mode of transportation (89.3%) chosen by students. The most influential factors in mode choice are speed (67.9%), comfort (60.7%), and low cost (39.3%). The analysis also reveals that the majority of students (82.1%) do not possess a driver’s license, yet they still use motorcycles due to accessibility and flexibility. Willingness to switch to public transportation is low because of the limited availability and poor service quality of public transport in Tarakan City. This study recommends the development of a public transportation system that is comfortable, well-scheduled, and affordable to encourage behavioral change among students in their transportation choices. Keywords: transportation mode, students, mode choice, Tarakan City, motorcycle   Abstrak   Pemilihan moda transportasi menuju sekolah merupakan keputusan penting yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi oleh pelajar menuju sekolah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada 250 responden pelajar dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi dominan (89,3%) yang dipilih oleh pelajar. Faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda adalah kecepatan (67,9%), kenyamanan (60,7%), dan biaya yang murah (39,3%). Analisis menunjukkan bahwa mayoritas pelajar (82,1%) tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun tetap menggunakan sepeda motor karena kemudahan akses dan fleksibilitas. Kesediaan beralih ke transportasi umum rendah karena keterbatasan ketersediaan dan kualitas layanan angkutan umum di Kota Tarakan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan sistem transportasi umum yang nyaman, terjadwal, dan terjangkau untuk mendorong perubahan perilaku transportasi pelajar. Kata kunci: moda transportasi, pelajar, pemilihan moda, kota tarakan, sepeda motor
Optimasi Penempatan Tower Crane dengan Mempertimbangkan Beban Angkatan (Studi Kasus: Proyek High-Rise Building di Kota Surabaya) Jessica Natalia Hartono; Harbert Kuanda; Ambrosius Matthew Junius Reynaldo; Handoko Sugiharto
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.445

Abstract

Tower crane merupakan salah satu peralatan utama dalam proyek konstruksi gedung bertingkat yang berperan penting dalam distribusi material. Penempatan tower crane yang tidak optimal dapat menyebabkan penurunan produktivitas sehingga jadwal proyek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi penempatan tower crane berdasarkan nilai konflik , keseimbangan beban kerja , durasi proyek, dan total biaya. Metode penelitian menggunakan pemodelan spasial dengan membagi area proyek ke dalam zona demand yang ditentukan berdasarkan kebutuhan material, kapasitas angkatan, serta elevasi lantai. Selanjutnya dilakukan iterasi perhitungan pada tiga skenario: (1) kondisi eksisting, (2) optimasi penempatan dengan tiga tower crane, dan (3) optimasi penempatan dengan dua tower crane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario 1 nilai konflik sebesar 141.236 dan keseimbangan beban kerja 603,18 menit dengan durasi proyek 165 hari. Pada skenario 2, konflik turun menjadi 42.706 dan keseimbangan beban kerja menjadi 417,09 menit dengan durasi 148 hari, tetapi ada peningkatan biaya. Sementara itu, skenario 3 menghasilkan nilai konflik nol, keseimbangan beban kerja 346,06 menit, dan biaya operasional lebih rendah dibanding skenario 1 maupun 2, meskipun durasi proyek lebih lama yaitu 169 hari. Dengan demikian, skenario 3 dapat dianggap sebagai solusi terbaik karena memberikan distribusi beban kerja yang lebih merata, eliminasi konflik, dan efisiensi biaya, meskipun memiliki durasi proyek yang sedikit lebih panjang.
Kinerja Durabilitas Mortar Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Ultrafine Ampas Teh Ali Fauzi Mahmuda; Nur Okviyani; Apriansyah Apriansyah
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.454

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh substitusi ultrafine ampas teh terhadap durabilitas mortar sebagai upaya reduksi jejak semen. Empat campuran disiapkan (0; 5; 7,5; 10% terhadap massa semen). Evaluasi dilakukan melalui uji daya serap air pada umur 28 dan 91 hari, half-cell potential pada 7, 28, dan 91 hari, serta kedalaman penetrasi ion pada 28 hari. Pada 91 hari, daya serap menunjukkan: kontrol 11,22%; 5% 11,03%; 7,5% 16,16%; 10% 17,14. Nilai HCP 91 hari menunjukkan pergeseran lebih positif: kontrol −12,5 mV (risiko rendah), 7,5% −52,7 mV dan 10% −64,1 mV (keduanya risiko rendah), sedangkan 5% ≈ −117,9 mV (sedang). Pada 28 hari, kedalaman penetrasi klorida berturut-turut: kontrol 39,349 mm; 5% 41,941 mm; 7,5% 45,840 mm; 10% 47,064 mm. Temuan ini mengindikasikan adanya batas optimum: 5% memberikan kinerja transport terbaik di antara campuran ampas teh (serapan dan klorida lebih rendah), sedangkan indikator elektrokimia lebih menguntungkan pada 7,5–10%. Secara praktis, rentang 5–7,5% dapat dipilih sesuai prioritas desain (pengendalian ingress klorida vs. penurunan peluang korosi), dengan pengendalian w/b dan curing yang memadai. Hasil mendukung kelayakan ampas teh ultrahalus sebagai material tambah berbasis limbah untuk mortar berketahanan tinggi.
Kinerja Mekanis Beton Ringan Menggunakan Serat Sabut Kelapa dan Agregat Batu Apung Ade Okvianti Irlan; Liastary Pradina Febrianty; Muhammad Sofyan
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.511

Abstract

Produksi beton ringan berbasis agregat pumice menawarkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada agregat alami sekaligus menurunkan berat struktur. Namun, pengurangan densitas sering diikuti oleh penurunan kinerja mekanis. Penelitian ini meninjau pengaruh substitusi pumice sebesar 20% sebagai agregat kasar dan penambahan serat sabut kelapa (0–2.0%) terhadap slump, densitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Substitusi pumice menurunkan slump dari 120 mm menjadi 100 mm dan mengurangi densitas sebesar 9–13%, sejalan dengan karakter pumice yang ringan dan berpori. Penambahan serat menurunkan kelecakan tetapi tetap dalam batas kerja beton struktural. Kuat tekan menurun dari 18,78 MPa menjadi 13,37 MPa akibat penggunaan pumice, namun meningkat kembali pada kadar serat 0,5% sebelum kembali menurun pada dosis lebih tinggi. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat stabil dari 1,22 MPa hingga 1,84 MPa, menunjukkan efektivitas mekanisme bridging serat dalam menahan retak. Analisis ANOVA menegaskan pengaruh signifikan variasi campuran terhadap kedua parameter mekanis. Evaluasi multikriteria menunjukkan bahwa PA20–F1.0 dan PA20–F1.5 memberikan performa paling seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pumice dan serat sabut kelapa efektif menghasilkan beton ringan dengan ketangguhan lebih baik