cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
PENGARUH JENIS PAHAT DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA PROSES PEMBUBUTAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN AISI 4340 Tarmizi Husni; Asmadi Asmadi; Yeny Pusvyta; Taufik Hidayat
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.114 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan permukaan benda kerja dan perbandingan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan pada variasi kedalaman penyayatan mata potong pahat hasil pembubutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode experimental yang melibatkan variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah (a) variasi kedalaman permukaan yang telah ditentukan pada kedalaman 0,5m, 0,75mm, 1mm dan (b) mata potong pahat yang berbeda yang sudah ditentukan juga seperti pahat HSS,Karbida ,Ceramiks yang menjadi bahan untuk menguji kekasaran tersebut, sedangkan variabel terikat merupakan hasil kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan rata. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) kedalaman potong berpengaruh terhadap hasil kualitas permukaan benda kerja. Semakin dalam permukaan yang digunakan maka hasil kualitas semakin kasar . (2) pada hasil kedalaman potong yang digunakan ada perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja.Semakin dalam pemakanan benda kerja yang digunakan akan menyebabkan pembentukan tatal yang akan tersambung atau kontiniu dan sebaliknya kedalaman potong yang semakin rendah, akan menghasilkan tatal yang terputus-putus atau terpisah, (3) dalam gabungan antara jenis- jenis pahat dan kedalaman potong ditemukan bahwa hasil kekasaran yang paling baik (paling halus) adalah memakai pahat HSS dengan variasi kedalaman 0,5mm, pemakaian pahat dan perbandingan kedalaman potong yang besar maka nilai hasil kekasaran yang dihasilkan akan semakin rendah (halus). Adapun juga jika memakai pahat yang permukaannya lebih kasar seperti memakai pahat karbida Dengan kedalaman 0,75mm maka didapatkanlah bahwa hasil pemakaian pahat tersebut lebih kasar dibandingkan memakai pahat yang lainnya. Kata Kunci: Proses Bubut, kekasaran permukaan, dan kedalaman potong
FENOMENA KERUGIAN TEKANAN DALAM SALURAN UDARA BERTEKANAN DIATAS SATU ATMOSFER Ambo Intang; Muhaimin Muhaimin; Riki Darmawan
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.442 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.125

Abstract

Praktikum Fenomena Dasar Mesin merupakan praktikum yang dilakukan untuk membuktikan teori-teori pada mata kuliah dasar keteknik-mesinan dalam hal ini salah satunya adalah teori tentang fenomena kerugian tekanan pada aliran mampu mampat pada suatu saliuran dengan kecepatan aliran tetap pada sisi masuk dan keluar saluran yang bertekanan diatas satu atmosfer. Hal ini dianalisis deengan menggunakan hukum kontinuitas dan kekelan massa dalam mekanika fulida. Pada penelitian ini alat percobaan yang dirancang berhasil membuktikan bahwa berdasarkan hukum kekekalan massa dan kekontinuitasan dimana luas penampang masuk dan keluar aliran udara serta berat jenis udara tidak berubah maka kecepatan aliran fluida masuk dan keluarpun tetap sama sehingga seharusnya tekanan aliran tidak menurun dengan betambahnya jarak antara sisi masuk aliran udara terhadap sisi luarannya, akan tetapi terjadi penurunan tekanan karena adanya faktor gesekan dalam saluran yang tidak bisa diabaikan. Fenomena lain yang ditunjukkan pada penelitian ini adalah ketika kecepatan aliran diturunkan maka besar tekanan pada setiap titik tekan juga menurun. Hal ini terjadi karena dengan diturunkannya kecepatan alir maka energi kinetik aliran juga menurun sehingga tekanan alirannyapun menjadi lebih kecil. Tetapi penelitian ini belum berhasil membuktikan fenomena klasik dari hubungan kecepatan aliran fulida dan perubahan tekanan aliran bahwa untuk mendapatkan tekanan yang lebih besar maka kecepatan aliran harus lebih kecil. Kata kunci : fenomena dasar mesin, mekanika fluida , tekanan dan kecepatan alir
KAJIAN SIFAT MEKANIK CORAN ALUMINIUM DAUR ULANG HASIL PELEBURAN DAPUR PEMBAKARAN LANGSUNG INDUSTRI RUMAHAN Nukman Nukman; Yenky Oktaryan Safutra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.285 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.180

Abstract

Aluminium adalah salah satu material yang paling banyak digunakan dalam bidang industri. Sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah logam pada lingkungan dilakukan proses daur ulang yaitu dengan cara melebur kembali limbah logam atau yang disebut dengan proses pengecoran. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengkajian sifat mekanik hasil pengecoran aluminium bekas. Untuk sebagian spesimen hasil cor akan dilakukan proses perlakuan panas yang diharapkan dapat memperbaiki sifat mekaniknya. Terjadi peningkatan nilai rata-rata kekuatan impak dan rata-rata kekuatan tarik setelah dilakukan proses perlakuan panas terhadap spesimen. Dimana nilai rata-rata kekuatan impak tertinggi dimiliki oleh spesimen yang mengalami proses perlakuan panas annealing kemudian diquenching dengan media air yaitu untuk rata-rata energi impak sebesar 2,419 J dan untuk nilai rata-rata nilai energi impak persatuan luas (W) sebesar 0,0302. Sedangkan untuk rata-rata nilai tegangan ultimate (su) tertinggi dimilki oleh spesimen yang diannealing kemudian ditempering yaitu sebesar 15,692 kgf/mm2 dan untuk rata-rata nilai tegangan fracture (sf) tertinggi dimilki oleh spesimen yang diannealing kemudian ditempering yaitu sebesar 15,404 kgf/mm2. Sedangkan untuk nilai kekerasan tertinggi dimiliki oleh spesimen tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 152,787. Kata kunci : Aluminium Bekas, Pengecoran, Perlakuan Panas, Uji Sifat Mekanik.
PENGARUH VARIASI SUHU TEMPERING 200oC 400oC 600oC TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA JIS G4801 SUP 9 Septian Pranata; Asmadi Asmadi; Tarmizi Husni; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.88 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu tempering terhadap kekerasan dan ketangguhan baja karbon medium SUP 9 yang dilakukan proses tempering. Spesimen dibagi menjadi 2 bagian yaitu spesimen tanpa perlakuan dan spesimen dengan perlakuan pemanasan pada suhu 850oC dengan waktu penundaan 1 jam, kemudian di quench air. Proses ini menghasilkan baja yang keras, rapuh dan getas. Kemudian spesimen tersebut di temper kembali dengan variasi suhu temper 200oC, 400oC dan 600oC dengan waktu penundaan 30 menit dan selanjutnya dilakukan pendinginan udara. Dengan memanaskan kembali baja tersebut maka akan didapatkan baja yang mempunyai kekerasan yang lebih rendah dari baja yang dilakukan pemanasan pada suhu 850oC, tetapi mempunyai nilai ketangguhan yang lebih besar dibandingkan dengan baja yang di panaskan pada suhu 850oC. Dari hasil pengujian menunjukkan nilai kekerasan paling rendah yaitu pada suhu temper 600oC. Dari hasil pengujian impak menunjukkan nilai ketangguhan bahan paling rendah yaitu pada suhu temper 200oC. Hal ini menunjukkan semakin besar suhu temper yang digunakan maka semakin menurun kekuatan tariknya dan sebaliknya semakin besar suhu temper yang digunakan maka semakin besar pula nilai ketangguhan baja tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan dan ketangguhan baja setelah ditemper berbanding terbalik. Kata Kunci: quenching, suhu tempering, kekerasan, ketangguhan.
ANALISIS JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DENGAN PROGRAM WATERCAD DAERAH LAYANAN KOTABARU KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR Amelia Rajela; robi sahbar
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.346 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.143

Abstract

Tingkat pemakaian air per orang sangat bervariasi antara suatu daerah dengan daerah lainnya, sehingga secara keseluruhan penggunaan air dalam suatu sistem penyediaan air minum juga akan bervariasi. Bervariasinya pemakaian air ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: iklim, standar hidup, aktivitas masyarakat, tingkat sosial dan ekonomi dan pola serta kebiasaan masyarakat dan hari libur. Hasil proyeksi penduduk untuk daerah layanan Ibukota Kabupaten Martapura pada tahun 2020 yaitu 46.776 jiwa, sedangkan untuk proyeksi kebutuhan pada tahun 2025 sebesar 51.015 Jiwa dan tahun 2035 sebesar 60.679 jiwa. Hasil perhitungan kebutuhan air pada tahun 2035 adalah 110,87 lt/dtk, kebutuhan maksimum 121,96 lt/dtk, dan kebutuhan total pada jam puncak adalah 194,02 lt/dtk. Dari simulasi untuk pengembagan sistem jaringan distribusi air bersih didapatkan kondisi hidrolis debit 50 lt/dtk untuk beberapa daerah prioritas layanan di Kecamatan Martapura, khusunya Desa Kota Baru, dengan tekanan pompa 61,29 m dan direncanalan dengan menggunakan jaringan pipa HDPE diameter 6 Inc. Kata Kunci: Jaringan Perpipaan, standarĂª kebutuhan air bersih, proyek, unit air baku, WaterCAD
PERBANDINGAN PENGARUH PENGELASAN DENGAN PREHEAT DAN NON PREHEAT PADA LAS SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN BAJA Tarmizi Husni
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.199 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.124

Abstract

Didalam proses produksi manufaktur, proses pengelasan menjadi proses yang sangat penting dan vital guna merekayasa dan mereparasi logam. Apabila kualitas yang dihasilkan dalam suatu proses atau pekerjaan pengelasan kurang maksimal tentu akan berpengaruh besar terhadap kualitas pekerjaan, tentunya juga terhadap keselamatan, baik terhadap keselamatan pekerjaan maupun keselamatan terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses preheat dan non preheat pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan las SMAW. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan berupa baja paduan rendah dengan tipe baja AISI 4340 dengan dimensi 20 mm x 180 mm. Proses preheating dilakukan dengan proses tempering pada suhu 3000C dengan waktu tempuh 1 (satu) jam. Pada pengelasannya dengan menggunakan las jenis SMAW. DC polaritas terbalik yaitu pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V Ganda, dengan sudut 700, elektroda menggunakan E7016 dengan diameter 3,2 mm. Spesimen dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. Dari penelitian ini ternyata pada kondisi preheat kekerasan yang didapat lebih rendah dibanding pada kondisi non preheat, sedangkan kekuatan tarik pada kondisi preheat didapat lebih besar dibandingkan pada kondisi non preheat. Kata kunci: Preheat, pengelasan SMAW, kekuatan tarik, kekerasan, Baja AISI 4340.
ANALISIS KONDISI DAN KINERJA LALU LINTAS JALAN MP. MANGKUNEGARA, KOTA PALEMBANG Ramadhani Ramadhani; Srikirana Meidiani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.549 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.169

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan masyarakat akan menimbulkan peningkatan akan kepemilikan kendaraan sehingga dapat terjadi peningkatan jumlah arus lalu lintas pada ruas jalan. Jalan MP Mangkunegara merupakan salah satu jalan arteri yang berada di Kota Palembang termasuk dalam klasifikasi jalan kelas II dengan kepadatan lalu lintas sedang. Jalan ini banyak dilalui kendaraan angkutan dan juga kendaraan penumpang sehingga dapat berpotensi mengalami tingkat kemacetan lalu lintas. Lokasi penelitian berada pada Jalan MP Mangkunegara yaitu dari Simpang Patal sampai Simpang Sirna Raga dengan panjang jalan sekitar 750 meter. Analisis data yang dilakukan berupa kinerja ruas jalan yang mengacu pada MKJI 1997 berupa parameter kapasitas jalan dan derajat kejenuhan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas ruas jalan MP. Mangkunegara diperoleh sebesar 2843 smp/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 0,39. Kinerja lalu lintas di persimpangan pada Jalan MP Mangkunegara secara keseluruhan memiliki derajat kejenuhan sebesar 0,37 – 0,54 dengan level of service B dan C. Kata Kunci: Kapasitas Jalan, Derajat Kejenuhan, Level of Service
PENERAPAN LIMBAH PLASTIK DAN LIMBAH KERTAS PADA BATA SEGITIGA Ely Mulyati; Anna Emiliawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.683 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.153

Abstract

Kota lubuklingau dan kabupaten Musirawas merupakan daerah yang sedang dan berkembang dan memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Untuk kota Lubuklinggau berdasarkan Lubuklinggau dalam Angka tahun 2018 memiliki jumlah seluruh penduduk 222 870 jiwa sedangkan untuk kabupaten Musi Rawas 378 987 jiwa (Kabupaten Musi Rawas dalam angka, 2018). Dilihat dari jumlah penduduk yang tersebar dalam beberapa wilayah administrasi membuat jumlah sampah kertas dan plastik yang digunakan oleh masyarakat cukup banyak.Kertas dan palstik merupakan bahan yang bisa digunakan kembali oleh masyarakat dengan cara menjadikannya bahan yang bisa digunakan kembali (reuse) memalui bahan baku kerajinan rumah tangga, namun pada dasarnya jumlahnya tidak terlalu besar. Melihat potensi limbah kertas dan plastik yang pemanfaatannya belum maksimal, salah satu alternatifnya yaitu dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi pengganti agregat halus untuk batako. Berdasarkan hal tersebut maka dipandang penting untuk melakukan penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Kertas dan limbah plastik sebagai Bahan pembuat bata dan batako Segitiga. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menemukan komposisi yang baik (Job Mix Formula) yang baik untuk bata dan batako segitiga yang berbahan dasar Kertas dan Plastik, Untuk mengetahui kekuatan yang dihasilkan dari bata segitiga yang berbahan dasar Kertas dan Plastik dan Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan biaya harga satuan bata dan batako segitiga yang berbahan dasar Kertas dan Plastik dan harga satuan pekerjaan per m2. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah trial and error. Job Mix Formula yang baik digunakan JMF pada alternatif 2Dari hasil pengujian Kuat Tekan dengan posisi Vertikal jarum alat uji tekan tidak bergerak namun ketika di uji dengan posisi horizontak diperoleh kuat tekan rata-rata untuk alternatif 2 sebesar 81,33 Mpa dan untuk salternatif sampel 4 diperoleh kuat tekan rata-rata adalah sebesar 66,13 Mpa. Kata Kunci: Bata Segitiga, Limbah Plastik, Limbah Kertas, Kuat Tekan
PERANCANGAN MESIN PENCACAH TUMBUHAN NILAM DENGAN MENGGUNAKAN PISAU PLANER Hilda Porawati; Darmuji Darmuji
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.524 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.140

Abstract

Peningkatan kapasitas produksi menjadi peranan penting dalam meningkatkan ekonomi petani tumbuhan nilam. Mesin pencacah tumbuhan nilam memiliki komponen utama yaitu motor bakar, sistem transmisi tunggal, poros, dudukan pisau serta pisau pencacah. Analisis teknik meliputi perencanaan daya rencana, siste transmisi, poros serta fabrikasi. Hasil perancangan mesin pencacah tumbuhan nilam di dapatkan bahwa mesin penggerak menggunakan motor bensin dengan daya 5,5 menghasilkan daya output maksimal 4,101 kW. Diameter pulley mesin penggerak adalah 76,2 mm, dan diameter pulley poros adalah 176,8 mm dengan jarak antar sumbu poros adalah 500 mm. Pulley motor penggerak dan pulley poros pisau pencacah di hubungkan dengan menggunakan V-Belt jenis A54. Dimensi pisau planer yang digunakan adalah 300x30x3 mm. Perancangan rangka menggunakan besi siku 40 x 40 mm dengan dimensi mesin 800x800x500 mm. Kata kunci : Mesin Pencacah, Tumbuhan Nilam, Planer
PENGARUH WAKTU PENEKANAN PADA PROSES INJECTION MOLDING TERHADAP KUALITAS ANTING DAGU HELM PROYEK Asep Muchyidin; Reny Afriany; Rita Djunaidi; Ratih Diah Andayani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.587 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.131

Abstract

ABSTRAK Sifat plastik yang mampu bentuk (formability), ringan dan daya redam yang baik membuat produk plastik banyak digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia. Salah satu produk yang menggunakan material plastik ini adalah anting dagu pada helm proyek yang banyak digunakan oleh para pekerja lapangan. Anting dagu ini dibentuk dengan proses injection molding, dengan material termoplastik yang digunakan jenis polyethylene (polietilen). Dalam prosesnya, penyusutan (shrinkage) polietilen dipengaruhi oleh besarnya temperatur, tekanan, dan waktu penekanan. Penelitian ini untuk menganalisa kualitas akhir permukaan dari produk anting dagu ditinjau dari penyusutan (shrinkage) dengan memvariasikan waktu penekanan. Injection time divariasikan dalam waktu 1.25, 1.75, dan 1.5 detik. Perhitungan menunjukkan shrinkage terendah pada waktu penekanan 1.75 detik yaitu sebesar 0.85%. Pengujian tarik menunjukkan polimer polietilen ini memiliki sifat mekanik yang dinyatakan dalam parameter yang sama dengan logam. Dalam penggunaannya, tidak terjadi deformasi yang besar pada anting dagu ini, karena beban tekan yang diberikan oleh pengguna umumnya kecil. Kata Kunci : injection molding, injection time, shrinkage, polietilen

Page 11 of 21 | Total Record : 203