cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
PEMANFAATAN PELAYANAN TRIPLE ELIMINASI DALAM DETEKSI DINI RISIKO INFEKSI HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK Warliana Warliana; Eneng Solihah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2175

Abstract

Penyakit menular seksual pada kehamilan berdampak meningkatnya kesakitan pada ibu dan anak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan melalui deteksi dini pemeriksaan tripel eliminasi terhadap penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu hamil ke janin. Penyakit HIV, hepatitis dan sypilis pada masa kehamilan memiliki dampak pada meningkatnya kesakitan, kecatatan, dan kematian pada ibu dan anak . Sehingga kondisi tersebut memerlukan pemeliharaan kesehatan serta pengobatan jangka panjang dan pembiayaan cukup banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan triple eliminasi terhadap ibu hamil dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 158. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Analisis data menggunakan univariat, bivariat menggunakan Chi-square dan analisis multivariat Logistic Regression metode enter. Hasil menunjukkan 91 ibu hamil (57%) telah memanfaatkan pelayanan triple eliminasi, dari 9 variabel terdapat 7 bermakna yaitu: umur (p value= 0,050; POR= 2,418 ;CI 95%: 1,073 – 5,451)), paritas (p=0,040; POR= 2,130; CI 95%: 1,089-4,170), pengetahuan (p =0,004; POR= 2,731; CI 95%: 1,425-5,236), sikap ibu (p=0,006 ;POR= 2,604; CI 95%: 1,361-4,982), akses informasi p=0,000; POR=5,598 (CI 95%:2,785-11,254) dan  dukungan tenaga kesehatan p=0,000;POR 14,16, dukungan suami terhadap pemanfaatan pemeriksaan triple eliminasi  sebesar p=0,000;POR=8,898 (CI 95%:4,289-18,464). Dukungan suami dan tenaga kesehatan sangat berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan triple eliminasi.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) SEBAGAI BAHAN BLEACHING ALAMI DIBANDINGKAN DENGAN KARBAMID PEROKSIDA 10% Daryono; Irmey Agnesia Br Bukit; Member Reni Purba
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2185

Abstract

Gigi yang cerah dan lebih putih akan membuat seseorang terlihat lebih menarik, muda, dan sehat. Bleaching adalah salah satu prosedur dalam kedokteran gigi untuk memutihkan gigi yang mengalami diskolorasi. Bleaching dengan bahan   kimia sering menyebabkan gigi sensitif dan iritasi mukosa sehingga diperlukan bahan bleaching alami. Tomat diketahui memiliki kandungan yang efektif untuk memutihkan gigi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas beberapa varietas tomat sebagai bahan bleaching alami dibandingkan dengan karbamid peroksida 10%. Penelitian ini termasuk eksperimental laboratorium dengan rancangan pre-test and post-test only with control grup. 24 sampel gigi premolar permanen pasca ekstraksi dibagi               menjadi empat kelompok perendaman, yaitu dengan ekstrak tomat sayur 100%, ekstrak tomat ceri 100%, ekstrak tomat apel 100%, dan karbamid peroksida 10% sampel gigi direndam selama 2 hari di inkubator. Pengukuran warna gigi dilakukan       sebelum dan sesudah perendaman menggunakan kolorimeter. Hasil dari penelitian ini ekstrak tomat sayur 100%, ekstrak tomat ceri 100%, ekstrak  tomat apel 100% memiliki kemampuan memutihkan gigi (bleaching) namun tidak  lebih baik dari karbamid peroksida 10%. Selain itu, ekstrak tomat ceri 100% menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan ekstrak tomat sayur 100%  dan ekstrak tomat apel 100%. Penulis menyarankan Penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh negatif (efek samping) penggunaan ekstrak tomat sayur, ekstrak tomat ceri, dan ekstrak tomat apel sebagai bahan bleaching alami.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) SEBAGAI BAHAN BLEACHING ALAMI DIBANDINGKAN DENGAN KARBAMID PEROKSIDA 10% Daryono; Irmey Agnesia Br Bukit; Member Reni Purba
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2185

Abstract

Gigi yang cerah dan lebih putih akan membuat seseorang terlihat lebih menarik, muda, dan sehat. Bleaching adalah salah satu prosedur dalam kedokteran gigi untuk memutihkan gigi yang mengalami diskolorasi. Bleaching dengan bahan   kimia sering menyebabkan gigi sensitif dan iritasi mukosa sehingga diperlukan bahan bleaching alami. Tomat diketahui memiliki kandungan yang efektif untuk memutihkan gigi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas beberapa varietas tomat sebagai bahan bleaching alami dibandingkan dengan karbamid peroksida 10%. Penelitian ini termasuk eksperimental laboratorium dengan rancangan pre-test and post-test only with control grup. 24 sampel gigi premolar permanen pasca ekstraksi dibagi               menjadi empat kelompok perendaman, yaitu dengan ekstrak tomat sayur 100%, ekstrak tomat ceri 100%, ekstrak tomat apel 100%, dan karbamid peroksida 10% sampel gigi direndam selama 2 hari di inkubator. Pengukuran warna gigi dilakukan       sebelum dan sesudah perendaman menggunakan kolorimeter. Hasil dari penelitian ini ekstrak tomat sayur 100%, ekstrak tomat ceri 100%, ekstrak  tomat apel 100% memiliki kemampuan memutihkan gigi (bleaching) namun tidak  lebih baik dari karbamid peroksida 10%. Selain itu, ekstrak tomat ceri 100% menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan ekstrak tomat sayur 100%  dan ekstrak tomat apel 100%. Penulis menyarankan Penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh negatif (efek samping) penggunaan ekstrak tomat sayur, ekstrak tomat ceri, dan ekstrak tomat apel sebagai bahan bleaching alami.
STABILITAS POOLED SERA DENGAN PENAMBAHAN PROPILEN GLIKOL, ETILEN GLIKOL DAN NATRIUM AZIDA SEBAGAI BAHAN KONTROL ALTERNATIF: Pada Pemeriksaan Kadar Kreatinin, Protein Total, Albumin Dan Glukosa Darah Ani Riyani Syamsudin; M. Firman Solihat; Nani Kurnaeni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2187

Abstract

Pengendalian mutu laboratorium dapat dilakukan secara internal disebut dengan Pemantapan Mutu Internal (PMI) atau QC internal, dan yang dilakukan secara eksternal disebut dengan Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Pemantapan mutu internal dilakukan dengan melakukan pengukuran ketelitian dan ketepatan hasil dengan menggunakan bahan kontrol. Bahan kontrol yang dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kumpulan serum sisa pemeriksaan yang kemudian diolah dan disimpan pada lemari es dengan suhu -15 sampai -20°C yang disebut dengan pooled sera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pooled sera dengan penambahan propilen glikol 15%, Etilen Glikol 15% dan natrium Azida 1% yang disimpan pada suhu -15 °C sampai -20°C. Pada penelitian ini pemeriksaan dilakukan setiap 3 hari sekali. Data  yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh dengan memeriksa kadar  Kreatinin, Protein Total, Albumin Dan Glukosa Darah. Data dianalisis menggunakan uji statistika General Linear Model (GLM). Penelitian dilaksanakan tahun 2022 di Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Bandung. Hasil penelitian ini didapat bahwa Penggunaan pengawet propilen glikol dan etilen glikol untuk bahan kontrol serum  alternatif dapat menstabilkan parameter kreatinin, protein total, dan glukosa darah, namun  tidak dapat menstabilkan kadar albumin. Penggunaan pengawet natrium azida untuk bahan kontrol serum alternatif dapat menstabilkan parameter protein total, albumin, glukosa darah dan kreatinin.
PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENYISIHKAN KANDUNGAN PB (TIMBAL) LIMBAH OLI Sri Slamet Mulyati; Irmawartini Irmawartini; Ade Kamaludini; Fatimah Fatimah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2192

Abstract

Oli merupakan salah satu polutan hidrokarbon. Secara umum limbah oli terdiri atas air, crude oil, dan solid particulate matter. Substansi bahaya dan bahan toksik lainnya yang terkandung dalam limbah oli, menjadikan limbah tersebut harus diolah untuk mengurangi toksisitasnya. Pb atau timbal merupakan salah satu substansi toksik yang dihasilkan dari kegiatan industri yang menggunakan oli, painting, agrokimia, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan adsorben serbuk gergaji dalam menyisihkan logam berat timbal (Pb) dalam limbah oli. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu skala laboratorium untuk aplikasi lapangan. Populasi adalah seluruh limbah oli yang diambil dengan metode grab sample, sedangkan sampel adalah sebagian limbah oli yang diberikan perlakuan dan kontrol. Hasil uji non parametrik menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata kandungan Pb dalam limbah oli setelah diberi perlakuan berbagai dosis adsorben serbuk gergaji (p-value=0,008). Besar penyisihan kandungan Pb dalam limbah oli pada kisaran 66,55-91,24%. Dapat disimpulkan bahwa adsorben serbuk gergaji mempunyai kemampuan untuk menyisihkan  Pb dalam  limbah oli. 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA SEMARANG Eva Lestari; Zahroh Shaluhiyah; Mateus Sakundarno Adi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2195

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi masih dalam kandungan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting dapat meningkatkan kejadian stunting karena kurangnya pengetahuan dan sikap tentang pencegahan stunting. Pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan, yaitu sejak menjadi calon pengantin agar dapat mempersiapkan kehamilannya. Peningkatan pengetahuan calon pengantin dapat dilakukan dengan meningkatkan akses informasi tentang stunting yang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan informasi yang diperoleh dari internet, media sosial, keluarga, kader dan tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan sikap calon pengantin dalam pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah calon pengantin wanita yang terdaftar di beberapa Kantor Urusan Agama di Kota Semarang sejumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber informasi yang paling banyak digunakan adalah internet (47%) dan media sosial (52%). Dukungan informasi yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pengetahuan calon pengantin mengenai pencegahan stunting yaitu dari tenaga kesehatan (p = 0,015). Walaupun, informasi tentang stunting banyak dijumpai di internet dan sosial media, dukungan tenaga kesehatan sangat penting karena peran tenaga kesehatan sebagai komunikator, motivator, dan fasilitator dapat membantu meningkatkan pengetahuan hingga perilaku calon pengantin dalam mencegah stunting.
PEMBUATAN SIRUP TINGGI ANTIOKSIDAN BERBAHAN DASAR TEMPE DAN BROKOLI Muhammad Ikhwan Fathurrahman; Agus Heri Santoso; Yohanes Kristianto; Fitria Dhenok Palupi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2196

Abstract

Diabetes melitus menyebabkan hiperglikemia yang berdampak buruk pada sel dan organ. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah komplikasi pada diabetes dapat dilakukan dengan pemberian minuman tinggi antioksidan. Brokoli, tempe dan bahan pendukung ikan gabus, serta kunyit adalah bahan pangan yang memiliki peran dalam meningkatkan sekresi insulin dan mengaktivasi insulin. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sirup tinggi antioksidan menggunakan bahan dasar brokoli dan tempe dengan penambahan ikan gabus, kunyit, dan madu sebagai minuman untuk diabetesi. Formulasi sirup dilakukan melalui penelitian laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap. Sebagai perlakukan dalam formulasi adalah proporsi ekstrak brokoli dan tempe dengan perbandingan 90:10 (P1), 80:20 (P2), 70:30 (P3), 60:40 (P4). Bahan lain, yaitu ekstrak ikan gabus, kunyit, madu, dan maltodekstrin ditambahkan untuk mendapatkan karakteristik sirup yang baik. Mutu sirup dinilai berdasarkan aktivitas antioksidan produk akhir metode DPPH, kadar kromium, hasil uji hedonik, dan pemilihan perlakuan terbaik. Sirup antioksidan yang dihasilkan memiliki karakteristik seperti minuman berwarna kecoklatan, aroma sedikit langu, dan rasa yang manis. Sirup hasil formulasi mengandung kromium antara 61,404 – 91,1.6 ug/100mL dan aktivitas antioksidan 52-73%. Kadar kromium sirup telah memenuhi ketentuan BPOM dan EFSA. Kadar kromium dan aktivitas antioksidan sirup berkurang seiring dengan penurunan penggunaan ekstrak brokoli. Penggunaan tempe dalam formulasi meningkatkan mutu sensorik sirup. Formulasi sirup P4 terpilih sebagai taraf perlakuan terbaik. Sirup bagi diabetesi yang mengandung antioksidan dan kromium sesuai standar dapat dibuat dengan menggunakan ekstrak brokoli dan tempe menggunakan perbandingan 60:40.
PEMBUATAN SIRUP TINGGI ANTIOKSIDAN BERBAHAN DASAR TEMPE DAN BROKOLI Muhammad Ikhwan Fathurrahman; Agus Heri Santoso; Yohanes Kristianto; Fitria Dhenok Palupi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2196

Abstract

Diabetes melitus menyebabkan hiperglikemia yang berdampak buruk pada sel dan organ. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah komplikasi pada diabetes dapat dilakukan dengan pemberian minuman tinggi antioksidan. Brokoli, tempe dan bahan pendukung ikan gabus, serta kunyit adalah bahan pangan yang memiliki peran dalam meningkatkan sekresi insulin dan mengaktivasi insulin. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sirup tinggi antioksidan menggunakan bahan dasar brokoli dan tempe dengan penambahan ikan gabus, kunyit, dan madu sebagai minuman untuk diabetesi. Formulasi sirup dilakukan melalui penelitian laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap. Sebagai perlakukan dalam formulasi adalah proporsi ekstrak brokoli dan tempe dengan perbandingan 90:10 (P1), 80:20 (P2), 70:30 (P3), 60:40 (P4). Bahan lain, yaitu ekstrak ikan gabus, kunyit, madu, dan maltodekstrin ditambahkan untuk mendapatkan karakteristik sirup yang baik. Mutu sirup dinilai berdasarkan aktivitas antioksidan produk akhir metode DPPH, kadar kromium, hasil uji hedonik, dan pemilihan perlakuan terbaik. Sirup antioksidan yang dihasilkan memiliki karakteristik seperti minuman berwarna kecoklatan, aroma sedikit langu, dan rasa yang manis. Sirup hasil formulasi mengandung kromium antara 61,404 – 91,1.6 ug/100mL dan aktivitas antioksidan 52-73%. Kadar kromium sirup telah memenuhi ketentuan BPOM dan EFSA. Kadar kromium dan aktivitas antioksidan sirup berkurang seiring dengan penurunan penggunaan ekstrak brokoli. Penggunaan tempe dalam formulasi meningkatkan mutu sensorik sirup. Formulasi sirup P4 terpilih sebagai taraf perlakuan terbaik. Sirup bagi diabetesi yang mengandung antioksidan dan kromium sesuai standar dapat dibuat dengan menggunakan ekstrak brokoli dan tempe menggunakan perbandingan 60:40.
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO MENGGUNAKAN HOMEMADE ANTISERA SERUM DAN PLASMA Yogi Abror
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2199

Abstract

Golongan darah ditentukan oleh adanya Antigen yang berada di permukaan sel eritrosit. Pemeriksaan golongan darah sistem ABO yang paling sering digunakan adalah metode slide menggunakan reagen antisera. Pada umumnya yang digunakam adalah antisera komersial dengan harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Homemade antisera yang lebih terjangkau dari bahan serum dan plasma serta membandingkan hasilnya dengan reagen komersial. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain static group comparison. Sampel berjumlah 55 dengan kategori golongan darah A sebanyak 12, golongan darah B sebanyak 13, golongan darah AB sebanyak 5 dan golongan darah O sebanyak 25. Sampel kemudian dilakukan pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan antisera komersial dan Homemade  antisera lalu dibandingkan hasilnya. Analisis data secara statistik pada penelitian menggunakan uji friedman. Hasil dari analisis uji friedman diperoleh nilai signifikansi golongan darah A > 0.05 yaitu 1,000, nilai signifikansi golongan darah B > 0.05 yaitu 1,000, nilai signifikansi golongan darah AB > 0.05 yaitu 1,002 dan nilai signifikansi golongan darah O > 0.05 yaitu 1,000. Berdasarkan hasil statistik tersebut dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan hasil secara signifikan pada pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan reagen antisera komersial dan homemade  antisera dari serum dan plasma A, B dan O.
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO MENGGUNAKAN HOMEMADE ANTISERA SERUM DAN PLASMA Yogi Abror
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2199

Abstract

Golongan darah ditentukan oleh adanya Antigen yang berada di permukaan sel eritrosit. Pemeriksaan golongan darah sistem ABO yang paling sering digunakan adalah metode slide menggunakan reagen antisera. Pada umumnya yang digunakam adalah antisera komersial dengan harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Homemade antisera yang lebih terjangkau dari bahan serum dan plasma serta membandingkan hasilnya dengan reagen komersial. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain static group comparison. Sampel berjumlah 55 dengan kategori golongan darah A sebanyak 12, golongan darah B sebanyak 13, golongan darah AB sebanyak 5 dan golongan darah O sebanyak 25. Sampel kemudian dilakukan pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan antisera komersial dan Homemade  antisera lalu dibandingkan hasilnya. Analisis data secara statistik pada penelitian menggunakan uji friedman. Hasil dari analisis uji friedman diperoleh nilai signifikansi golongan darah A > 0.05 yaitu 1,000, nilai signifikansi golongan darah B > 0.05 yaitu 1,000, nilai signifikansi golongan darah AB > 0.05 yaitu 1,002 dan nilai signifikansi golongan darah O > 0.05 yaitu 1,000. Berdasarkan hasil statistik tersebut dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan hasil secara signifikan pada pemeriksaan golongan darah ABO menggunakan reagen antisera komersial dan homemade  antisera dari serum dan plasma A, B dan O.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue