cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
PERBEDAAN SEDIMEN URINE Ca-OKSALAT PADA KONSUMEN AIR SUMUR DAN AIR MINERAL DI DUSUN KEMEREH DEJEH Riyadatus Solihah; Yogi Khoirul Abror; M. Shofwan Haris
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2108

Abstract

Air merupakan kebutuhan penting bagi makhluk hidup dimuka bumi, terutama bagi manusia. Mayoritas masyarakat yang hidup di desa memiliki kebiasaan mengkonsumsi air sumur. Kondisi geografis yang relatif tandus dan kering serta berada pada hamparan batuan kapur membuat kondisi air sumur mengandung butiran-butiran kapur yang dapat menimbulkan permasalahn kesehatan seperti batu ginjal akibat penumpukan sedimen pada nefron. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan hasil sedimen urine Ca-oksalat pada konsumen air sumur dan air mineral. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan populasi 233 responden dan didapat 25 responden konsumen air sumur dan 25 responden konsumen air mineral di Dusun Kemereh Dejeh. Hasil yang didapatkan dari 25 sampel urine konsumen air sumur menunjukkan 9 sampel (36%) positif Ca oksalat, sedangkan 16 sampel (64%) negatif Ca oksalat. 25 sampel konsumen air mineral negatif Ca oksalat karena tidak ditemukan Ca oksalat. Hasil uji statistika yang dilakukan dengan dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikan 0,003 (p ≤ 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil sedimen urine Ca oksalat pada konsumen air sumur dan air mineral.
MODEL PERANGKAP TIKUS SHERMAN MODIFIKASI SNAP TRAP EFEKTIF PENGENDALIAN TIKUS DI INDUSTRI XY Aalliyah Choirul Afifah; Mimin Karmini; Kahar Kahar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2116

Abstract

Tikus adalah salah satu binatang pembawa penyakit terhadap manusia. Penyakit tersebut berupa penyakit tular rodensia. Pada Industri XY terdapat tikus di area luar kantor utama, dimana tikus dapat merusak barang di sekitar area tersebut. Faktor keberadaan tikus yaitu tersediannya makanan yang melimpah, kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan kurangnya pengendalian tikus. Tujuan penelitian mengetahui jumlah tikus yang terperangkap dan menganalisis perbedaan model perangkap tikus Sherman live trap dengan Sherman snap trap terhadap jumlah tikus yang terperangkap di area luar kantor utama Industri XY. Jenis penelitian eksperimen dengan  posttest only design. Populasi seluruh tikus yang ada di area luar bangunan utama. Sampel adalah jumlah tikus yang terperangkap pada alat. Besar sampel yang diperlukan adalah 18 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan insidental sampling, perlakuan yang diberikan adalah 2 perlakuan Sherman live trap dan Sherman snap trap. Teknik pengumpulan data menghitung jumlah tikus yang terperangkap. Alat pengumpul data adalah perangkap. Analisa data menggunakan univariat dan kruskal wallis. Jumlah tikus yang terperangkap pada sherman snap trap  sebanyak 5 ekor, pada Sherman live trap tidak terdapat tikus yang terperangkap. Terdapat perbedaan yang signifikan antara model perangkap terhadap jumlah tikus yang terperangkap. Jenis perangkap tikus yang efektif adalah Sherman snap trap. Disarankan agar industri menggunakan Sherman snap trap untuk mengendalikan tikus di industri karena perangkap mampu membunuh tikus secara lansung, perangkap tidak beracun karena menggunakan umpan alami dan perangkap mudah untuk dibersihkan.  
MODEL PERANGKAP TIKUS SHERMAN MODIFIKASI SNAP TRAP EFEKTIF PENGENDALIAN TIKUS DI INDUSTRI XY Aalliyah Choirul Afifah; Mimin Karmini; Kahar Kahar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2116

Abstract

Tikus adalah salah satu binatang pembawa penyakit terhadap manusia. Penyakit tersebut berupa penyakit tular rodensia. Pada Industri XY terdapat tikus di area luar kantor utama, dimana tikus dapat merusak barang di sekitar area tersebut. Faktor keberadaan tikus yaitu tersediannya makanan yang melimpah, kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan kurangnya pengendalian tikus. Tujuan penelitian mengetahui jumlah tikus yang terperangkap dan menganalisis perbedaan model perangkap tikus Sherman live trap dengan Sherman snap trap terhadap jumlah tikus yang terperangkap di area luar kantor utama Industri XY. Jenis penelitian eksperimen dengan  posttest only design. Populasi seluruh tikus yang ada di area luar bangunan utama. Sampel adalah jumlah tikus yang terperangkap pada alat. Besar sampel yang diperlukan adalah 18 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan insidental sampling, perlakuan yang diberikan adalah 2 perlakuan Sherman live trap dan Sherman snap trap. Teknik pengumpulan data menghitung jumlah tikus yang terperangkap. Alat pengumpul data adalah perangkap. Analisa data menggunakan univariat dan kruskal wallis. Jumlah tikus yang terperangkap pada sherman snap trap  sebanyak 5 ekor, pada Sherman live trap tidak terdapat tikus yang terperangkap. Terdapat perbedaan yang signifikan antara model perangkap terhadap jumlah tikus yang terperangkap. Jenis perangkap tikus yang efektif adalah Sherman snap trap. Disarankan agar industri menggunakan Sherman snap trap untuk mengendalikan tikus di industri karena perangkap mampu membunuh tikus secara lansung, perangkap tidak beracun karena menggunakan umpan alami dan perangkap mudah untuk dibersihkan.  
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) SEBAGAI ANTIDIABETES MELALUI INHIBISI α-AMILASE Mimin Kusmiyati; Yayat Sudaryat; Zuri Rismiarti; Elsa Dewita Sari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2118

Abstract

Diabetes mellitus is a group of disorders characterized by hyperglycemia. The leaves and fruit of Averrhoa bilimbi may be used to treat type 2 diabetes mellitus by inhibiting the action of the α-amylase enzyme. This research was conducted to determine the potential of Averrhoa bilimbi leaves and fruit extracts in inhibiting the action of the α amylase enzyme in vitro. The activity test of Averrhoa bilimbi leaves and fruit extract was carried out using the DNS method with 3 test groups, namely negative control (without sample or standard), positive control (acarbose), and test solution (extract of Averrhoa bilimbi leaves and fruit) with a concentration of 10 ppm , 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm, and 30 ppm. The results obtained were expressed as IC50 values ​​sequentially for acarbose, leaves extract, and fruit extract, namely 32,0397 ppm, 30,2749 ppm, and 16,1616 ppm. data were analyzed by Post Hoc ANOVA test, which showed a significant difference between acarbose and Averrhoa bilimbi fruit extract (p < 0.05). It is concluded that the extract of both Averrhoa bilimbi leaves and fruit has anti-diabetes potential in vitro.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) SEBAGAI ANTIDIABETES MELALUI INHIBISI α-AMILASE Mimin Kusmiyati; Yayat Sudaryat; Zuri Rismiarti; Elsa Dewita Sari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2118

Abstract

Diabetes mellitus is a group of disorders characterized by hyperglycemia. The leaves and fruit of Averrhoa bilimbi may be used to treat type 2 diabetes mellitus by inhibiting the action of the α-amylase enzyme. This research was conducted to determine the potential of Averrhoa bilimbi leaves and fruit extracts in inhibiting the action of the α amylase enzyme in vitro. The activity test of Averrhoa bilimbi leaves and fruit extract was carried out using the DNS method with 3 test groups, namely negative control (without sample or standard), positive control (acarbose), and test solution (extract of Averrhoa bilimbi leaves and fruit) with a concentration of 10 ppm , 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm, and 30 ppm. The results obtained were expressed as IC50 values ​​sequentially for acarbose, leaves extract, and fruit extract, namely 32,0397 ppm, 30,2749 ppm, and 16,1616 ppm. data were analyzed by Post Hoc ANOVA test, which showed a significant difference between acarbose and Averrhoa bilimbi fruit extract (p < 0.05). It is concluded that the extract of both Averrhoa bilimbi leaves and fruit has anti-diabetes potential in vitro.
PENGALAMAN PASIEN DALAM SELF-MANAGEMENT DIABETES SEBAGAI INDIKATOR INSTRUMEN APLIKASI E-MONITORING DIABETES: STUDI KUALITATIF Lina Erlina; Nani Avianti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2127

Abstract

Pengelolaan kesehatan melalui e-monitoring diabetes sangat dibutuhkan penderita diabetes saat ini. Keuntungan adanya e-monitoring diabetes berbasis android adalah pasien dapat mengetahui kondisi kesehatan dan mengetahui rekomendasi yang dibutuhkan melalui e-monitoring secara mandiri dimanapun dan kapanpun. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran indicator instrument yang diperlukan agar e-monitoring diabetes yang dibuat tepat sesuai dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan studi kualitatif pada 10 pasien diabetes dengan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan ada 7 tema pengalaman pasien dalam melakukan self-management diabetes, yaitu mengatur pola makan; mengurangi berat badan, melakukan olahraga teratur, mengontrol kadar glukosa darah mandiri, minum obat sesuai anjuran dokter, mengurangi stress, dan mematuhi protokol kesehatan. Pada penelitian ini juga dihasilkan harapan pasien terhadap pengembangan media e-monitoring diabetes harus memperhatikan hal-hal berikut yaitu: media harus jelas, mudah, menarik, singkat, dan bermanfaat. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya bahwa indikator instrument e-monitoring diabetic meliputi ke-6 tema di atas.
PENGALAMAN PASIEN DALAM SELF-MANAGEMENT DIABETES SEBAGAI INDIKATOR INSTRUMEN APLIKASI E-MONITORING DIABETES: STUDI KUALITATIF Lina Erlina; Nani Avianti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2127

Abstract

Pengelolaan kesehatan melalui e-monitoring diabetes sangat dibutuhkan penderita diabetes saat ini. Keuntungan adanya e-monitoring diabetes berbasis android adalah pasien dapat mengetahui kondisi kesehatan dan mengetahui rekomendasi yang dibutuhkan melalui e-monitoring secara mandiri dimanapun dan kapanpun. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran indicator instrument yang diperlukan agar e-monitoring diabetes yang dibuat tepat sesuai dengan kebutuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan studi kualitatif pada 10 pasien diabetes dengan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan ada 7 tema pengalaman pasien dalam melakukan self-management diabetes, yaitu mengatur pola makan; mengurangi berat badan, melakukan olahraga teratur, mengontrol kadar glukosa darah mandiri, minum obat sesuai anjuran dokter, mengurangi stress, dan mematuhi protokol kesehatan. Pada penelitian ini juga dihasilkan harapan pasien terhadap pengembangan media e-monitoring diabetes harus memperhatikan hal-hal berikut yaitu: media harus jelas, mudah, menarik, singkat, dan bermanfaat. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya bahwa indikator instrument e-monitoring diabetic meliputi ke-6 tema di atas.
TINGKAT KEAKURATAN PEMERIKSAAN INTRAORAL PADA KASUS IMPAKSI MENGGUNAKAN PESAWAT GENERAL PURPOSE DI INSTALASI RADIOLOGI Nadia Surahmi; Kartika Sari; Ulliana Ulliana; Muhammad Badari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2134

Abstract

Radiodiagnostik merupakan pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi pengion (sinar-X). Sinar-X yang dipancarkan dari tabung diarahkan pada bagian tubuh yang akan didiagnosa. Gigi impaksi merupakan gigi yang tidak dapat erupsi ke posisi fungsional normalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan gambar radiografi dan tata cara pengambilan pemeriksaan radiografi pada gigi molar tiga kasus impaksi menggunakan pesawat general porpose. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan 1 dokter gigi, 1 radiografer dan 1 pasien. Data analisis lalu direduksi untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interprestasi data dengan cara membandingkan antara teori dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua gigi superior terlihat menggunakan pesawat general purpose untuk memperlihatkan struktur gigi dan beberapa keadaan patologis yang berasal dari daerah maxilla. Pemeriksaan intraoral kasus impaksi menggunakan teknik kesejajaran dengan posisi pasien duduk di kursi tanpa sandaran kepala dengan arah sinar horizontal. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemeriksaan radiologi pada kasus gigi molar tiga impaksi dapat dilakukan menggunakan pesawat general purpose yang menghasilkan tingkat keakuratan gambar yang maksimal.
TINGKAT KEAKURATAN PEMERIKSAAN INTRAORAL PADA KASUS IMPAKSI MENGGUNAKAN PESAWAT GENERAL PURPOSE DI INSTALASI RADIOLOGI Nadia Surahmi; Kartika Sari; Ulliana Ulliana; Muhammad Badari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2134

Abstract

Radiodiagnostik merupakan pelayanan untuk melakukan diagnosis dengan menggunakan radiasi pengion (sinar-X). Sinar-X yang dipancarkan dari tabung diarahkan pada bagian tubuh yang akan didiagnosa. Gigi impaksi merupakan gigi yang tidak dapat erupsi ke posisi fungsional normalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan gambar radiografi dan tata cara pengambilan pemeriksaan radiografi pada gigi molar tiga kasus impaksi menggunakan pesawat general porpose. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan 1 dokter gigi, 1 radiografer dan 1 pasien. Data analisis lalu direduksi untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interprestasi data dengan cara membandingkan antara teori dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua gigi superior terlihat menggunakan pesawat general purpose untuk memperlihatkan struktur gigi dan beberapa keadaan patologis yang berasal dari daerah maxilla. Pemeriksaan intraoral kasus impaksi menggunakan teknik kesejajaran dengan posisi pasien duduk di kursi tanpa sandaran kepala dengan arah sinar horizontal. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemeriksaan radiologi pada kasus gigi molar tiga impaksi dapat dilakukan menggunakan pesawat general purpose yang menghasilkan tingkat keakuratan gambar yang maksimal.
APRESIASI TUBUH DAN KEBIASAAN MAKAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Dedah Ningrum; Amanda Puspanditaning Sejati; Roro Nur Fauziyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2164

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Kabupaten Sumedang pada kelompok usia di atas 18 tahun terdapat masalah gizi kurus (9,16%) , berat badan lebih (11,41%), dan obesitas (23,61%). Hal ini menunjukkan adanya kebiasaan makan yang kurang sehat di masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi adanya hubungan  antara umur, jenis kelamin dan apresiasi tubuh dengan kebiasaan makan mahasiswa. Metode penelitian survei deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Responden diambil secara purposive sampling, sebanyak 78 mahasiswa prodi DIII keperawatan UPI kampus Sumedang. Apresiasi tubuh menggunakan kuesioner Body Appreciation Scale-2. Kebiasaan makan  menggunakan kuesioner  Adolescent Food Habits Checklist. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hampir seluruh mahasiswa adalah perempuan  78,2% dan berumur 19-22 tahun 76,9%. Sebagian besar  memiliki apresiasi tubuh puas 55,1% dan  kebiasaan makan kurang sehat  57,7%.  Terdapat hubungan antara apresiasi  tubuh dengan kebiasaan makan (p = 0,047). Apresiasi tubuh puas mempunyai peluang 2,87 kali untuk memiliki kebiasaan makan sehat. Mahasiswa diharapkan dapat menjaga atau meningkatkan apresiasi tubuh  melalui cara pandang positif dan menjalankan kebiasaan makan  sehat.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue