cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
APRESIASI TUBUH DAN KEBIASAAN MAKAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Dedah Ningrum; Amanda Puspanditaning Sejati; Roro Nur Fauziyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2164

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Kabupaten Sumedang pada kelompok usia di atas 18 tahun terdapat masalah gizi kurus (9,16%) , berat badan lebih (11,41%), dan obesitas (23,61%). Hal ini menunjukkan adanya kebiasaan makan yang kurang sehat di masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi adanya hubungan  antara umur, jenis kelamin dan apresiasi tubuh dengan kebiasaan makan mahasiswa. Metode penelitian survei deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Responden diambil secara purposive sampling, sebanyak 78 mahasiswa prodi DIII keperawatan UPI kampus Sumedang. Apresiasi tubuh menggunakan kuesioner Body Appreciation Scale-2. Kebiasaan makan  menggunakan kuesioner  Adolescent Food Habits Checklist. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hampir seluruh mahasiswa adalah perempuan  78,2% dan berumur 19-22 tahun 76,9%. Sebagian besar  memiliki apresiasi tubuh puas 55,1% dan  kebiasaan makan kurang sehat  57,7%.  Terdapat hubungan antara apresiasi  tubuh dengan kebiasaan makan (p = 0,047). Apresiasi tubuh puas mempunyai peluang 2,87 kali untuk memiliki kebiasaan makan sehat. Mahasiswa diharapkan dapat menjaga atau meningkatkan apresiasi tubuh  melalui cara pandang positif dan menjalankan kebiasaan makan  sehat.
PENGARUH KADAR HB IBU MENYUSUI DENGAN TINGKAT KECUKUPAN ASI BAYI USIA 2 MINGGU DI KABUPATEN KARAWANG Irna trisnawati; Mardianti; Ari Antini; Siska Aryani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2165

Abstract

Anemia pada ibu post partum terjadi karena perdarahan akut saat melahirkan. Hal ini dapat berdampak pada gangguan menyusui. Kejadian anemia pada ibu menyusui akan menurunkan produksi ASI, menurunkan kualitas dan kuantitas ASI dan akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan bayi usia 0-6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh kadar Hb pada ibu menyusui dengan kecukupan ASI pada bayi usia 2 minggu di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sample 61 responden dengan tekhnik Non Probability Sampling secara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecukupan ASI adalah angket dan timbangan Berat badan bayi. Analisis data meliputi analisis univariate, bivariate menggunakan uji Chi-square dan Analisis multivariate menggunakan uji regresi logistic ganda (Multiple Logistic Regression Test) dengan model factor resiko. Hasil penelitian Univariat sebagian besar Tingkat kecukupan ASI pada ibu nifas kategori tercukupi sebanyak 32 responden (52.5%) dan  kadar haemoglobin ibu nifas digolongkan tidak anemia yaitu 39 responden (63,9%). Hasil analisis Bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara kadar Hb dengan tingkat kecukupan ASI dengan nilai p = 0,032. Hasil multivariat disimpulkan bahwa Kadar hb dapat mempengaruhi  tingkat kecukupan ASI dimana ibu tidak mengalami anemia beresiko mengalami  ASI kurang (tidak cukup) sebesar 2,227 yang artinya bahwa ibu yang tidak mengalami anemia merupakan faktor protektif terhadap tingkat kecukupan ASI.
PENGARUH KADAR HB IBU MENYUSUI DENGAN TINGKAT KECUKUPAN ASI BAYI USIA 2 MINGGU DI KABUPATEN KARAWANG Irna trisnawati; Mardianti; Ari Antini; Siska Aryani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2165

Abstract

Anemia pada ibu post partum terjadi karena perdarahan akut saat melahirkan. Hal ini dapat berdampak pada gangguan menyusui. Kejadian anemia pada ibu menyusui akan menurunkan produksi ASI, menurunkan kualitas dan kuantitas ASI dan akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan bayi usia 0-6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh kadar Hb pada ibu menyusui dengan kecukupan ASI pada bayi usia 2 minggu di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sample 61 responden dengan tekhnik Non Probability Sampling secara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecukupan ASI adalah angket dan timbangan Berat badan bayi. Analisis data meliputi analisis univariate, bivariate menggunakan uji Chi-square dan Analisis multivariate menggunakan uji regresi logistic ganda (Multiple Logistic Regression Test) dengan model factor resiko. Hasil penelitian Univariat sebagian besar Tingkat kecukupan ASI pada ibu nifas kategori tercukupi sebanyak 32 responden (52.5%) dan  kadar haemoglobin ibu nifas digolongkan tidak anemia yaitu 39 responden (63,9%). Hasil analisis Bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara kadar Hb dengan tingkat kecukupan ASI dengan nilai p = 0,032. Hasil multivariat disimpulkan bahwa Kadar hb dapat mempengaruhi  tingkat kecukupan ASI dimana ibu tidak mengalami anemia beresiko mengalami  ASI kurang (tidak cukup) sebesar 2,227 yang artinya bahwa ibu yang tidak mengalami anemia merupakan faktor protektif terhadap tingkat kecukupan ASI.
AKSES INFORMASI KESEHATAN GIGI DI KLINIK GIGI WILAYAH BANDUNG RAYA DENGAN BARCODE SCANNER Devy Octaviana; Dewi Sodja Laela; Yonan Heriyanto; Yenni Hendriani Praptiwi; Adhita Arif Setyawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2166

Abstract

Kemajuan teknologi terutama dalam bidang teknologi informasi (TI), telah secara cepat mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu kemajuan yang signifikan adalah pemindai barcode, sebuah perangkat yang digunakan untuk membaca data dalam bentuk barcode. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak aplikasi pemindai barcode terhadap aksesibilitas informasi kesehatan gigi. Populasi penelitian terdiri dari pasien yang mengunjungi klinik gigi A, B, dan C, dengan total sekitar 90 orang. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 pasien, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis statistik dilakukan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan antara aksesibilitas aplikasi pemindai barcode dan kelengkapan fitur-fiturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua variabel tersebut, karena fitur-fitur dalam aplikasi pemindai barcode memungkinkan penggunaan variasi data dengan menggunakan template yang sudah ada. Selain itu, analisis statistik juga mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara aksesibilitas aplikasi pemindai barcode dan ketersediaan informasi kesehatan gigi. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memudahkan akses terhadap informasi yang akurat tentang kesehatan gigi dan mulut, yang memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara optimal. Pada akhirnya, integrasi aplikasi pemindai barcode ke dalam klinik gigi meningkatkan pengalaman pasien, meningkatkan efisiensi, dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang terinformasi.
AKSES INFORMASI KESEHATAN GIGI DI KLINIK GIGI WILAYAH BANDUNG RAYA DENGAN BARCODE SCANNER Devy Octaviana; Dewi Sodja Laela; Yonan Heriyanto; Yenni Hendriani Praptiwi; Adhita Arif Setyawan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2166

Abstract

Kemajuan teknologi terutama dalam bidang teknologi informasi (TI), telah secara cepat mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu kemajuan yang signifikan adalah pemindai barcode, sebuah perangkat yang digunakan untuk membaca data dalam bentuk barcode. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak aplikasi pemindai barcode terhadap aksesibilitas informasi kesehatan gigi. Populasi penelitian terdiri dari pasien yang mengunjungi klinik gigi A, B, dan C, dengan total sekitar 90 orang. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 pasien, yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis statistik dilakukan untuk menguji hipotesis mengenai hubungan antara aksesibilitas aplikasi pemindai barcode dan kelengkapan fitur-fiturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua variabel tersebut, karena fitur-fitur dalam aplikasi pemindai barcode memungkinkan penggunaan variasi data dengan menggunakan template yang sudah ada. Selain itu, analisis statistik juga mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara aksesibilitas aplikasi pemindai barcode dan ketersediaan informasi kesehatan gigi. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa aplikasi tersebut memudahkan akses terhadap informasi yang akurat tentang kesehatan gigi dan mulut, yang memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara optimal. Pada akhirnya, integrasi aplikasi pemindai barcode ke dalam klinik gigi meningkatkan pengalaman pasien, meningkatkan efisiensi, dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang terinformasi.
ANALISIS KELAYAKAN RANCANGAN MEDIA APLIKASI SUKSES ASI EKSKLUSIF (SAE) IBU BEKERJA Juariah Juariah; Fauzia Fauzia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2168

Abstract

ASI eksklusif wajib diberikan selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lain, karena ASI mengandung Zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI memiliki komposisi zat gizi penting yang diperlukan tubuh dengan kadar yang tepat. ASI juga mengandung antibodi, yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi dari beberapa penyakit pada masa ibu menyusui1permasalahan timbul ketika Ibu bekerja, karena keterbatasan waktu cuti bekerja yang diberikan hanya tiga bulan, sedangkan ASI eksklusif harus diberikan selama 6 bulan penuh, Hal ini menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu Bekerja . Ibu bekerja wajib memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif agar ibu bekerja pun dapat memberikan ASI secara eksklusif, untuk menjawab permasalahan ini maka dibutuhkan sebuah aplikasi sederhana yang dapat memberikan edukasi dan informasi tentang ASI eksklusif bagi ibu bekerja, tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi Sukses ASI Eksklusif bagi ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and development).Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 orang. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi SAE Ibu bekerja yang berisi materi tentang ASI esklusif, management laktasi dll. Hasil penilaian ahli materi 71,5% masuk dalam kategori layak. Penilaian ahli media terhadap aplikasi 87% masuk kategori sangat layak. uji coba aplikasi dengan kelompok kecil 94% termasuk kategori sangat layak. Uji coba aplikasi dengan  kelompok besar sebesar 94% termasuk kategori sangat layak. Penelitian ini menghasilkan sebuah  produk aplikasi Sukses ASI Eksklusif (SAE ) bagi  ibu Bekerja.
ANALISIS KELAYAKAN RANCANGAN MEDIA APLIKASI SUKSES ASI EKSKLUSIF (SAE) IBU BEKERJA Juariah Juariah; Fauzia Fauzia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2168

Abstract

ASI eksklusif wajib diberikan selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lain, karena ASI mengandung Zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI memiliki komposisi zat gizi penting yang diperlukan tubuh dengan kadar yang tepat. ASI juga mengandung antibodi, yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi dari beberapa penyakit pada masa ibu menyusui1permasalahan timbul ketika Ibu bekerja, karena keterbatasan waktu cuti bekerja yang diberikan hanya tiga bulan, sedangkan ASI eksklusif harus diberikan selama 6 bulan penuh, Hal ini menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu Bekerja . Ibu bekerja wajib memiliki pengetahuan yang cukup tentang ASI eksklusif agar ibu bekerja pun dapat memberikan ASI secara eksklusif, untuk menjawab permasalahan ini maka dibutuhkan sebuah aplikasi sederhana yang dapat memberikan edukasi dan informasi tentang ASI eksklusif bagi ibu bekerja, tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi Sukses ASI Eksklusif bagi ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and development).Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 orang. Analisis data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi SAE Ibu bekerja yang berisi materi tentang ASI esklusif, management laktasi dll. Hasil penilaian ahli materi 71,5% masuk dalam kategori layak. Penilaian ahli media terhadap aplikasi 87% masuk kategori sangat layak. uji coba aplikasi dengan kelompok kecil 94% termasuk kategori sangat layak. Uji coba aplikasi dengan  kelompok besar sebesar 94% termasuk kategori sangat layak. Penelitian ini menghasilkan sebuah  produk aplikasi Sukses ASI Eksklusif (SAE ) bagi  ibu Bekerja.
ANALISIS POLA ASUH DAN PENGETAHUAN IBU SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING Siska Aryani; Lia Komalasari; Irna Trisnawati; Mamat Mamat; Judiono Judiono; Rahayu Pertiwi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2174

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan hingga tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih kecil dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Stunting disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pengetahuan ibu tentang kesehatan dan pola asuh makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor pola asuh dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting anak usia 24 sampai 59 bulan di desa lokus stunting di Kabupaten Karawang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol, dengan variabel pola asuh, pengetahuan dan kejadian stunting. Sampel kasus adalah 48 balita stunting dan sampel kontrol adalah 48 balita tidak stunting. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji  Chi-square, dan Odds Ratio dengan tingkat kepercayaan 95% CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh memiliki berhubungan dengan stunting dan merupakan factor risiko terhadap kejadian stunting, OR=3,26 (1,374-7,741), p 0,012 begitu juga pengetahuan, berhubungan dengan stunting dan menjadi faktor risiko dengan nilai  OR = 4,259(1,367-15,007), p 0,019. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan pengetahuan memiliki hubungan bermakna dan merupakan faktor resiko terjadinya kejadian stunting. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor risiko lain untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan stunting.
ANALISIS POLA ASUH DAN PENGETAHUAN IBU SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING Siska Aryani; Lia Komalasari; Irna Trisnawati; Mamat Mamat; Judiono Judiono; Rahayu Pertiwi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2174

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan hingga tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih kecil dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Stunting disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pengetahuan ibu tentang kesehatan dan pola asuh makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor pola asuh dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting anak usia 24 sampai 59 bulan di desa lokus stunting di Kabupaten Karawang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol, dengan variabel pola asuh, pengetahuan dan kejadian stunting. Sampel kasus adalah 48 balita stunting dan sampel kontrol adalah 48 balita tidak stunting. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji  Chi-square, dan Odds Ratio dengan tingkat kepercayaan 95% CI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh memiliki berhubungan dengan stunting dan merupakan factor risiko terhadap kejadian stunting, OR=3,26 (1,374-7,741), p 0,012 begitu juga pengetahuan, berhubungan dengan stunting dan menjadi faktor risiko dengan nilai  OR = 4,259(1,367-15,007), p 0,019. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan pengetahuan memiliki hubungan bermakna dan merupakan faktor resiko terjadinya kejadian stunting. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor risiko lain untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan stunting.
PEMANFAATAN PELAYANAN TRIPLE ELIMINASI DALAM DETEKSI DINI RISIKO INFEKSI HIV, SIFILIS, DAN HEPATITIS B DARI IBU KE ANAK Warliana Warliana; Eneng Solihah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2175

Abstract

Penyakit menular seksual pada kehamilan berdampak meningkatnya kesakitan pada ibu dan anak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan melalui deteksi dini pemeriksaan tripel eliminasi terhadap penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu hamil ke janin. Penyakit HIV, hepatitis dan sypilis pada masa kehamilan memiliki dampak pada meningkatnya kesakitan, kecatatan, dan kematian pada ibu dan anak . Sehingga kondisi tersebut memerlukan pemeliharaan kesehatan serta pengobatan jangka panjang dan pembiayaan cukup banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan triple eliminasi terhadap ibu hamil dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah sampel 158. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan angket. Analisis data menggunakan univariat, bivariat menggunakan Chi-square dan analisis multivariat Logistic Regression metode enter. Hasil menunjukkan 91 ibu hamil (57%) telah memanfaatkan pelayanan triple eliminasi, dari 9 variabel terdapat 7 bermakna yaitu: umur (p value= 0,050; POR= 2,418 ;CI 95%: 1,073 – 5,451)), paritas (p=0,040; POR= 2,130; CI 95%: 1,089-4,170), pengetahuan (p =0,004; POR= 2,731; CI 95%: 1,425-5,236), sikap ibu (p=0,006 ;POR= 2,604; CI 95%: 1,361-4,982), akses informasi p=0,000; POR=5,598 (CI 95%:2,785-11,254) dan  dukungan tenaga kesehatan p=0,000;POR 14,16, dukungan suami terhadap pemanfaatan pemeriksaan triple eliminasi  sebesar p=0,000;POR=8,898 (CI 95%:4,289-18,464). Dukungan suami dan tenaga kesehatan sangat berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan triple eliminasi.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue