Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles
541 Documents
PENGARUH PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL
Jundra Darwanty;
Retno Dumilah;
Siti Khadijah;
A. Achmad Fariji
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2243
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) digunakan sebagai media dokumentasi dan informasi selama kehamilan sampai dengan usia lima tahun. Buku ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Perlu dorongan agar buku KIA dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap peningkatan pemanfaatan buku KIA. Metode yang digunakan pre-experimental design The One Group Pretest Posttest. Pemberdayaan dinilai dengan pengamatan mengunakan ceklist. Lokasi di Kabupaten Karawang dan Kota Bukittinggi tahun 2020. Responden Ibu, ibu mertua atau saudara perempuan ibu hamil, dengan sampel 60 orang. Analisa data dilakukan uji-t berpasangan dengan Wilcoxon, dan uji korelasi Rank Spearman, dan regresi linier untuk menjelaskan pengaruh antar variabel. Hasil ditemukan pemberdayaan keluarga berpengaruh terhadap pemanfaatan buku KIA, kemampuan deteksi kehamilan beresiko dengan p=0,000 r = 0,751. Dari pemodelan menemukan bahwa peningkatan pemanfaatan buku KIA dipengaruhi pengetahuan keluarga tentang buku KIA dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil (OR 5.5). Dapat disimpulkan bahwa model pelatihan pemberdayaan anggota keluarga mampu meningkatkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil. Disarankan model pelatihan ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil.
PENGARUH PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL
Jundra Darwanty;
Retno Dumilah;
Siti Khadijah;
A. Achmad Fariji
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2243
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) digunakan sebagai media dokumentasi dan informasi selama kehamilan sampai dengan usia lima tahun. Buku ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Perlu dorongan agar buku KIA dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap peningkatan pemanfaatan buku KIA. Metode yang digunakan pre-experimental design The One Group Pretest Posttest. Pemberdayaan dinilai dengan pengamatan mengunakan ceklist. Lokasi di Kabupaten Karawang dan Kota Bukittinggi tahun 2020. Responden Ibu, ibu mertua atau saudara perempuan ibu hamil, dengan sampel 60 orang. Analisa data dilakukan uji-t berpasangan dengan Wilcoxon, dan uji korelasi Rank Spearman, dan regresi linier untuk menjelaskan pengaruh antar variabel. Hasil ditemukan pemberdayaan keluarga berpengaruh terhadap pemanfaatan buku KIA, kemampuan deteksi kehamilan beresiko dengan p=0,000 r = 0,751. Dari pemodelan menemukan bahwa peningkatan pemanfaatan buku KIA dipengaruhi pengetahuan keluarga tentang buku KIA dapat meningkatkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil (OR 5.5). Dapat disimpulkan bahwa model pelatihan pemberdayaan anggota keluarga mampu meningkatkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil. Disarankan model pelatihan ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil.
PENGGUNAAN MHEALTH PADA PASIEN PASCA RAWAT INAP PENYAKIT KRONIS: LITERATURE REVIEW
Anggy Febiarthy;
Evi Martha
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2251
Chronic non-communicable diseases (NCDs) are a persistent global health problem. Patients with chronic medical conditions often experience difficulties in self-management of their disease, especially after discharge from the hospital. The gap in information and the patient's ability to maintain and improve their health after hospitalization is challenging. One of the efforts to manage chronic diseases for post-hospitalization patients is using mobile health technology (mHealth). This study aimed to determine the benefits and challenges of using mHealth in the self-management of chronic diseases in post-hospitalization patients. The method used is the literature review of article searches on electronic databases, namely Proquest, Scopus and Pubmed, with publication years 2019-2023. The review of 7 selected articles shows that using mHealth in post-hospitalization patients with chronic diseases can facilitate patient behavior change and interaction with health workers. It also can potentially reduce patient readmissions and the cost of care. The challenges in using mHealth in post-hospitalization patients with chronic diseases are low compliance due to loss of interest, discomfort when using the device, fatigue, socioeconomic status, and patient culture. The option of creating mHealth using gamification strategies to increase intrinsic motivation should be considered, but recommendations on the components of fun, personalization, performance feedback and safety are also important. Therefore, it is important to assess patient preferences, the involvement of healthcare professionals and mHealth designers, and communication campaigns that emphasize exchanging reliable and correct information.
PENGGUNAAN MHEALTH PADA PASIEN PASCA RAWAT INAP PENYAKIT KRONIS: LITERATURE REVIEW
Anggy Febiarthy;
Evi Martha
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2251
Penyakit tidak menular (PTM) kronis masih menjadi masalah kesehatan global. Pasien dalam kondisi medis kronis seringkali mengalami kesulitan dalam manajemen penyakitnya secara mandiri terutama setelah keluar dari rumah sakit. Kesenjangan informasi dan kemampuan pasien dalam memelihara dan meningkatkan kondisi kesehatan pasca rawat inap menjadi tantangan tersendiri. Salah satu upaya penanganan penyakit kronis bagi pasien pasca rawat inap adalah pemanfaatan teknologi kesehatan mobile (mHealth). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dan tantangan penggunaan mHealth dalam pengelolaan mandiri penyakit kronis pada pasien pasca rawat inap. Metode yang digunakan adalah literature review penelusuran artikel pada electronic database yaitu ProQuest, Scopus, dan PubMed dengan tahun publikasi 2019-2023. Hasil review 7 artikel terpilih menunjukkan bahwa penggunaan mHealth pada pasien pasca rawat inap penyakit kronis dapat memfasilitasi pasien dalam perubahan perilaku dan memudahkan interaksi dengan tenaga kesehatan. Selain itu juga berpotensi untuk mengurangi readmisi pasien dan menurunkan biaya perawatan. Adapun yang menjadi tantangan dalam penggunaan mHealth pada pasien pasca rawat inap penyakit kronis adalah rendahnya kepatuhan karena kehilangan minat, ketidaknyamanan saat menggunakan perangkat, kelelahan, status sosial ekonomi dan budaya pasien. Opsi pembuatan mHealth menggunakan strategi gamifikasi untuk meningkatkan motivasi intrinsik perlu dipertimbangkan, namun rekomendasi tentang komponen keceriaan, personalisasi, umpan balik kinerja dan keamanan juga penting. Oleh karena itu, perlu diperhatikan untuk mengkaji preferensi pasien, keterlibatan profesional kesehatan dan perancang mHealth serta kampanye komunikasi yang menekankan tentang pertukaran informasi yang dapat diandalkan dan benar.
EVALUASI KOMPREHENSIF METODE OSCE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN SAMPEL DARAH VENA PADA TAHAP PRA-KLINIK
Barkah Waladani;
Putra Agina Widyaswara Suwaryo;
Muhammad As'ad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2253
Pengambilan sampel darah vena adalah tindakan medis yang penting dan membutuhkan keterampilan teknis yang baik. Evaluasi kemampuan mahasiswa sebelum memasukan tahap klinik menjadi pertimbangan dan kelayakan untuk melakukan berbagai tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan pengambilan sampel darah vena pada mahasiswa sebelum praktik klinik menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Penelitian ini melibatkan observasi langsung terhadap 82 mahasiswa keperawatan dengan menggunakan checklist yang mencakup empat tahap yaitu pra interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam melaksanakan tindakan pengambilan sampel darah vena. Pada tahap pra interaksi, belum semua mahasiswa melakukan cuci tangan secara konsisten sebelum memulai tindakan. Selanjutnya, pada tahap orientasi, belum semua mahasiswa menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien secara memadai. Dalam tahap kerja, ditemukan bahwa mahasiswa masih perlu meningkatkan keterampilan dalam pemasangan torniquet, desinfeksi alcohol, dan tusukan jarum dengan sudut 30 derajat. Terakhir, pada tahap terminasi, belum semua mahasiswa melakukan rencana tindak lanjut dan dokumentasi dengan baik. Penelitian ini memberikan implikasi penting bahwa perlu dilakukan peningkatan dalam pendidikan keterampilan mahasiswa terkait pengambilan sampel darah vena. Pelatihan yang intensif dan berulang-ulang dengan menggunakan simulasi dan manekin dapat membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam tahap kerja.
EVALUASI KOMPREHENSIF METODE OSCE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN SAMPEL DARAH VENA PADA TAHAP PRA-KLINIK
Barkah Waladani;
Putra Agina Widyaswara Suwaryo;
Muhammad As'ad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2253
Pengambilan sampel darah vena adalah tindakan medis yang penting dan membutuhkan keterampilan teknis yang baik. Evaluasi kemampuan mahasiswa sebelum memasukan tahap klinik menjadi pertimbangan dan kelayakan untuk melakukan berbagai tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan pengambilan sampel darah vena pada mahasiswa sebelum praktik klinik menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Penelitian ini melibatkan observasi langsung terhadap 82 mahasiswa keperawatan dengan menggunakan checklist yang mencakup empat tahap yaitu pra interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam melaksanakan tindakan pengambilan sampel darah vena. Pada tahap pra interaksi, belum semua mahasiswa melakukan cuci tangan secara konsisten sebelum memulai tindakan. Selanjutnya, pada tahap orientasi, belum semua mahasiswa menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien secara memadai. Dalam tahap kerja, ditemukan bahwa mahasiswa masih perlu meningkatkan keterampilan dalam pemasangan torniquet, desinfeksi alcohol, dan tusukan jarum dengan sudut 30 derajat. Terakhir, pada tahap terminasi, belum semua mahasiswa melakukan rencana tindak lanjut dan dokumentasi dengan baik. Penelitian ini memberikan implikasi penting bahwa perlu dilakukan peningkatan dalam pendidikan keterampilan mahasiswa terkait pengambilan sampel darah vena. Pelatihan yang intensif dan berulang-ulang dengan menggunakan simulasi dan manekin dapat membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam tahap kerja.
AKTIFITAS FISIK TERPROGRAM EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF USIA LANJUT
Supriadi Supriadi;
Washudi Washudi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2256
Meningkatnya proporsi usia lanjut, menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada usia lanjut. Masalah kesehatan terbesar adalah penyakit degeneratif. Diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 75% usia lanjut menderita penyakit degeneratif dan tidak dapat beraktivitas. Salah satu gangguan akibat proses degeneratif tersebut adalah penurunan fungsi kognitif. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aktifitas fisik terprogram terhadap peningkatan fungsi kognitif pada usia lanjut. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian sebesar 15 orang untuk subjek perlakuan, dan 15 orang untuk kontrol, dengan kriteria: usia 60 – 70 tahun, mampu berkomunikasi secara verbal maupun non verbal, dan keadaan umum baik/normal. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif dengan Mini Mental State Examination (MMSE). Terhadap sampel diberikan intervensi latihan aktifitas fisik secara terprogram selama satu bulan, dan dilakukan pengukuran fungsi kognitif sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dengan mean dan analisis bivariat dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan fungsi kognitif pada usia lanjut sebelum dan sesuah melakukan aktifitas fisik terprogram mengalami kenaikan dari rerata skor 24,67 menjadi 26,53 dengan peningkatan skor 1,86, p-value 0.000, artinya bahwa aktifitas fisik terprogram efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada usia lanjut.
AKTIFITAS FISIK TERPROGRAM EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF USIA LANJUT
Supriadi Supriadi;
Washudi Washudi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2256
Meningkatnya proporsi usia lanjut, menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada usia lanjut. Masalah kesehatan terbesar adalah penyakit degeneratif. Diperkirakan pada tahun 2050 sekitar 75% usia lanjut menderita penyakit degeneratif dan tidak dapat beraktivitas. Salah satu gangguan akibat proses degeneratif tersebut adalah penurunan fungsi kognitif. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aktifitas fisik terprogram terhadap peningkatan fungsi kognitif pada usia lanjut. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian sebesar 15 orang untuk subjek perlakuan, dan 15 orang untuk kontrol, dengan kriteria: usia 60 – 70 tahun, mampu berkomunikasi secara verbal maupun non verbal, dan keadaan umum baik/normal. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif dengan Mini Mental State Examination (MMSE). Terhadap sampel diberikan intervensi latihan aktifitas fisik secara terprogram selama satu bulan, dan dilakukan pengukuran fungsi kognitif sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dengan mean dan analisis bivariat dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan fungsi kognitif pada usia lanjut sebelum dan sesuah melakukan aktifitas fisik terprogram mengalami kenaikan dari rerata skor 24,67 menjadi 26,53 dengan peningkatan skor 1,86, p-value 0.000, artinya bahwa aktifitas fisik terprogram efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada usia lanjut.
MOBILE HEALTH DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP AKTIVITAS FISIK REMAJA: LITERATUR REVIEW
Fitriani Fitriani;
Sigit Mulyono
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2167
Regular physical activity has many benefits for adolescents in the immediate and long-term. The high rate of obesity and low participation from adolescents in regular physical activity require strategies for lifestyle changes. The development of technology and innovation in health technology provides a strategy for increasing behavior change with smartphone applications (mHealth). This review aimed to identify the effectiveness of mHealth intervention strategies for facilitating physical activity among adolescents. The method used is the systematic search for literature review in electronic databases such as ProQuest, PubMed, Google Scholar, ClinicalKey Nursing, Scopus, SpringerLink and ScienceDirect with keywords mHealth and physical activities and adolescent” “smartphone apps and physical activities and adolescent” and “mobile applications and exercise and adolescent” on the years range 2018 to 2022. Only nine articles were kept for analysis from 1.861 articles found. This study states that mHealth has a positive effect on adolescent physical activity. The significant level of positive effect depends on the type of application used. Health workers can recommend mHealth as an intervention to increase adolescents’ physical activity.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19: PERAN KECERDASAN EMOSIONAL, DUKUNGAN SOSIAL, DAN STRATEGI KOPING
Leila Siti Chairani;
Melly Latifah;
Istiqlaliyah Muflikhati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2198
Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat, termasuk remaja, beradaptasi dengan segala aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada kesejahteraan psikologis remaja. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, dukungan sosial, dan strategi koping terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dan pengumpulan data dilakukan secara daring dengan alat bantu kuesioner. Sejumlah 427 siswa SMA di DKI Jakarta terlibat dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan uji korelasi spearman dan partial least squares structural equation model (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan positif dengan kecerdasan emosional dan dukungan sosial. Remaja laki-laki memiliki kecerdasan emosional dan kesejahteraan psikologis lebih tinggi dibandingkan perempuan. Semakin tinggi kecerdasan emosional dan koping adaptif maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis remaja. Sementara, semakin tinggi koping maladaptif maka semakin rendah kesejahteraan psikologis remaja. Dukungan sosial tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan psikologis remaja, namun dukungan sosial ditemukan berpengaruh tidak langsung terhadap kesejahteraan psikologis, baik melalui koping adaptif maupun koping maladaptif. Saran berdasarkan hasil penelitian yaitu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis, remaja perlu meningkatkan kecerdasan emosional melalui kemampuan emosional, kemampuan bersosialisasi, pengendalian diri, dan rasa sejahtera. Keluarga dan lingkungan remaja dapat memberikan dukungan sosial yang konstruktif. Disamping itu remaja dapat dibiasakan untuk secara efektif mengatasi masalah sehingga dapat mengurangi dampak emosional negatifnya dan mengurangi strategi yang tidak mengubah situasi atau memperburuk.