cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Efektivitas Pelayanan E-Commerce Shopee sebagai Upaya Menciptakan Kepuasan Konsumen Berbelanja Online Vusiaria Stella Wijaya; Eko Harry Susanto
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10269

Abstract

E-Commerce is a concept that is quite developed in the field of information technology. E-Commerce provides many conveniences and advantages when compared to conventional shopping concepts, including all information that consumers want can be accessed in more detail, quickly without being limited by place and time, and the transaction process can be made much easier. So that the application of this system will greatly facilitate and be more profitable for many parties, both consumers and sellers. E-commerce brings great business opportunities such as product sales and online service provision and revenue growth for companies such as e-retailers mainly because of its easy and interactive nature, lower costs, and a high level of customization and personalization for customers. This research is intended to analyze service quality and consumer satisfaction of Shopee e-commerce users. Customer satisfaction is the most important thing that must be achieved in a service. This is because if the customer is not satisfied with the services that have been provided, then it does not close the customer not being royal to the company. This condition requires that the company tries to measure customer satisfaction in order to know in detail what variables in a service can make customers feel dissatisfied. The results of this study contribute to the quality of Shopee's services in Indonesia and customer satisfaction so that they can be used as input or consideration in developing future strategies.E-Commerce merupakan salah satu konsep yang cukup berkembang dalam bidang teknologi informasi.  E-Commerce memberikan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional, diantaranya semua informasi yang diinginkan konsumen dapat diakses lebih detail, cepat tanpa dibatasi tempat dan waktu, dan proses transaksi pun bisa dilakukan menjadi jauh lebih mudah. Sehingga dengan penerapan sistem ini akan sangat mempermudah dan lebih menguntungkan banyak pihak, baik konsumen, maupun penjual. E-commerce membawa peluang bisnis besar seperti penjualan produk dan penyediaan layanan online dan pertumbuhan pendapatan untuk perusahaan seperti e-retailer terutama karena sifatnya yang mudah dan interaktif, biaya yang lebih rendah, dan tingkat tinggi kustomisasi dan personalisasi untuk pelanggan. Penelitian ini ditunjukan untuk menganalisis kualitas layanan dan kepuasan konsumen pengguna e-commerce Shopee. Kepuasan konsumen merupakan suatu hal terpenting yang harus dicapai dalam suatu layanan. Hal ini dikarenakan apa bila pelanggan tidak puas dengan layanan yang telah diberikan, maka tidak menutup pelanggan tidak royal terhadap perusahaan. Dengan adanya kondisi tersebut menuntut agar pihak perusahaan berusaha melakukan pengukuran kepuasan pelanggannya agar dapat mengetahui secara detail variabel-variabel apa saja dalam suatu layanan yang dapat membuat pelanggan merasa tidak puas. Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap kualitas pelayanan Shopee di Indonesia dan kepuasan konsumen sehingga dapat dijadikan sebagai masukan atau pertimbangan dalam mengembangkan strategi dimasa mendatang.
Strategi Kreatif Web Series Hanna Approved di Instagram dalam Membangun Brand Image C Channel Indonesia Mely Indah Sari; Diah Ayu Chandraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10306

Abstract

The development of technology in the digital era has made internet users in Indonesia soar. Business people are encouraged to create creative strategies to market the goods or services offered. By using Instagram's IGTV feature, C Channel Indonesia created a web series entitled Hanna Approved as a creative strategy in building a brand image. A web series is a concept video that is generally 1-15 minutes long and episodic in form. The message to be conveyed through this web series is to provide education about beauty to women in Indonesia. The message is processed into a video tutorial with the hope of building the brand image of C Channel Indonesia as the No.1 digital-based female media and community in Asia. The method used in this research is qualitative with a case study approach. This study aims to determine the process of creative strategy carried out by C Channel Indonesia in building a brand image. To collect data, researchers conducted observations, interviews, documentation studies, and online data search. The creative strategy process carried out by C Channel Indonesia starts from conducting research, analysis, determining strategy, and ending with execution. Perkembangan teknologi di era digital membuat pengguna internet di Indonesia ikut melambung tinggi. Para pelaku bisnis didorong untuk membuat strategi kreatif untuk memasarkan barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan menggunakan fitur IGTV yang dimiliki Instagram, C Channel Indonesia membuat sebuah seri web berjudul Hanna Approved sebagai strategi kreatif dalam membangun citra merek. Seri web adalah sebuah konsep video yang pada umumnya berdurasi 1-15 menit dan berbentuk episodik. Pesan yang ingin disampaikan melalui seri web tersebut adalah memberikan edukasi seputar kecantikan kepada perempuan di Indonesia. Pesan tersebut diolah menjadi sebuah video tutorial dengan harapan dapat membangun citra merek C Channel Indonesia sebagai digital based female media and community No.1 di Asia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses strategi kreatif yang dilakukan oleh C Channel Indonesia dalam membangun sebuah citra merek. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan penelurusan data online. Proses strategi kreatif yang dijalankan C Channel Indonesia mulai dari melakukan riset, analisis, menentukan strategi, dan berujung pada eksekusi.
Pemaknaan Khlayak pada Iklan Animasi Gojek Versi Pevita Pearce dan Joe Taslim Niluh Putu Krisna Utami; Septia Winduwati
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10332

Abstract

Gojek is an application and company in Indonesia that was founded by Nadiem Makarim in 2010, one of the best services for Goiek is online transportation, Gojek also provides many other services such as Go-Food, Go-  Mart and Gojek provide digital wallet lavanan, namely Gopay. Animated Gojek advertisement is one of the advertisements that has its own uniqueness and appeal, because it is the first advertisement in Indonesia that applies animation techniques to advertisements. is to know the reception or audience meaning as well as to know the audience's position in receiving the meaning in the animated Gojek ad. To achieve the objectives, researchers used a qualitative approach with case study research methods and Stuart Hall's reception analysis.  The active role of the audience in interpreting the text can be seen in Stuart Hall's encoding-decoding model, there are 3 audience categories, namely the dominant hegemony position of negotiation and opposition. The results showed that the audience reception who became the informants in this study were all dominant and dominated by dominant hegemony positions. Gojek adalah salah satu aplikasi dan perusahaan di Indonesia yang didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010, salah satu layanan jasa Gojek adalah transportasi online, Gojek juga menyediakan banyak layanan lain seperti Go-Food, Go-Mart serta Gojek menyediakan layanan dompet digital yaitu Gopay. Iklan animasi Gojek merupakan salah satu iklan yang memiliki keunikan dan daya Tarik tersendiri, karena merupakan iklan pertama di Indonesia yang mengaplikasikan teknik animasi kedalam iklan. Tujuan peneliti melakukan penelitian terhadap iklan Animasi Gojek Versi Pevita Pearce dan Joe Taslim adalah untuk mengetahui resepsi atau pemaknaan audiens serta mengetahui posisi khalayak dalam penerimaan makna pada iklan animasi Gojek. Untuk mencapai tujuan, peneliti menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus dan analisis resepsi dari Stuart Hall. Peran aktif penonton dalam memaknai teks dapat terlihat pada model encoding-decoding Stuart Hall, ada 3 kategori penonton yaitu posisi hagemoni dominan, negosiasi dan oposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi khalayak  yang menjadi informan dalam penelitian ini ketiganya dominan dan didominasi  oleh posisi hagemoni dominan. 
Analisis Pengaruh Daya Tarik Iklan, Kualitas Pesan Iklan, dan Selebriti Endorser terhadap Keputusan Pembelian Uniqlo Safira Fitri; Rezi Erdiansyah
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10373

Abstract

The objectives of this study are: 1) To find out how much influence the level of advertising attractiveness has on the purchasing decisions of UNIQLO consumers on Instagram. 2) To find out how much influence the quality of advertising messages has on purchasing decisions of UNIQLO consumers on Instagram. 3) To find out how significant the influence of celebrity endorser use is on UNIQLO consumer purchasing decisions on Instagram. This research uses a quantitative approach, and the analysis used is multiple linear regression. The research sample used was 100 people who actively use Instagram. There are three variables in this study, namely: the attractiveness of the ad, the quality of the advertising message, and the celebrity endorser. The results of this study indicate that the variables of advertising attractiveness and celebrity endorsers have a positive effect on purchasing decisions. Meanwhile, the variable quality of advertising messages has no effect on purchasing decisions of UNIQLO consumers on Instagram.Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat daya tarik iklan terhadap keputusan pembelian konsumen UNIQLO di Instagram. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pesan iklan terhadap keputusan pembelian konsumen UNIQLO di Instagram. 3) Untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh penggunaan selebriti endorser terhadap keputusan pembelian konsumen UNIQLO di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 100 orang yang aktif menggunakan Instagram. Variabel dalam penelitian ini sebanyak tiga variabel, yaitu: daya tarik iklan, kualitas pesan iklan, dan selebriti endorser. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel daya tarik iklan dan selebriti endorser berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan, variabel kualitas pesan iklan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen UNIQLO di Instagram.
Pengaruh Word of Mouth dan Sales Promotion terhadap Keputusan Pembelian (Survei terhadap Produk CV. Anugrah Kencana Makmur) Angga Budiman; Rezi Erdiansyah
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10389

Abstract

Rapidly developing technology creates innovation in the business field. The only tool that can connect a company with its customers is communication, both verbally and nonverbally. Marketing communication is a marketing activity that seeks to spread information, influence or persuade, and remind the target market for its products to be willing to accept, buy and be loyal to their products. There are many forms of marketing communication that companies use, one form of marketing communication that we often see is word of mouth and Sales Promotion. According to WOMMA (Word Of Mouth Marketing Association). Word of Mouth is an activity where a consumer provides information about a brand or product to others. Apart from word of mouth, purchasing decisions are also influenced by marketing strategies. Sales promotion is a tool that companies use to increase the level of sales of a product and create repeat purchases or create loyalty. Both of these are one of the influences for consumers to consider purchasing decisions for a product. Purchasing decision is the process of combining knowledge to evaluate two or more alternative behaviors and selecting one of them. This study uses quantitative techniques with survey methods and uses a questionnaire as a research instrument. Primary data were collected through distributing questionnaires to 110 respondents who were customers or consumers of CV. Anugrah Kencana Makmur. The data were processed using SPSS for windows version 25 software. Based on the results of the study, it was found that there was a positive influence between word of mouth and sales promotion on purchasing decisions. Word of Mouth and Sales Promotion has an influence of 80.7% on purchasing decisions, so it can be concluded that there is a very strong influence from word of mouth and sales promotion on purchasing decisions.Teknologi yang berkembang dengan pesat menciptakan inovasi dalam bidang bisnis. Satu-satunya alat yang dapat menghubungkan perusahaan dengan para konsumennya adalah komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mepengaruhi atau membujuk, dan mengigatkan pasar sasaran atas produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produknya. Ada banyak bentuk komunikasi pemasaran yang perusahaan gunakan, salah satu bentuk contoh komunikasi pemasaran yang sering kita lihat adalah informasi dari mulut ke mulut atau Word of Mouth dan Sales Promotion. Menurut WOMMA (Word Of Mouth Marketing Association). Word of Mouth merupakan sebuah aktivitas dimana seorang konsumen memberikan informasi tentang suatu merek maupun produk kepada orang lain. Selain word of mouth, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh strategi pemasaran. Sales promotion merupakan alat yang digunakan perusahaan untuk menaikkan tingkat penjualan suatu produk serta meciptakan pembelian yang berulang atau menciptakan loyalitas. Kedua hal tersebut merupakan salah satu pengaruh bagi konsumen untuk mempertimbangkan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Keputusan pembelian adalah proses mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan metode survei dan menjadikan angket sebagai istrumen penelitian. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden yang merupakan pelanggan atau konsumen dari CV. Anugrah Kencana Makmur. Data diolah menggunakan bantuan software SPSS for windows versi 25. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat pengaruh positif antara word of mouth dan sales promotion terhadap keputusan pembelian. Word of Mouth dan Sales Promotion memiliki pengaruh sebesar 80,7% terhadap keputusan pembelian, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dari word of mouth dan sales promotion terhadap keputusan pembelian.
Kreativitas Influencer dalam Mengampanyekan Self Love untuk Kesehatan Mental di Instagram Vonny Felicia Hastan; Gregorius Genep Sukendro
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10256

Abstract

Self love is often seen as something that is easily owned and felt by everyone. In fact, there are still many individuals who feel the impact of the absence of self love, such as depression, anti socialism, loneliness, excessive anxiety, et cetera. These impacts are often referred as mental health disorders. Meanwhile, in this modern era, almost everyone has ‘Instagram’ social media. Through Instagram, we can exchange information, upload photos or videos, communicate, and promote stuff and services. However, through Instagram, an individual can also become depressed because she/he often sees other people whose considered better than themselves. Therefore, an influencer named Khalisa Cantara Ramadhany who has the ability to persuade other people because of her large number of followers on Instagram has started to open her voice and created creative campaign about self love to help broaden people’s perspective and to help eliminating the factors that causing someone to not love themselves. For example is an unreasonable beauty standard. Other factors that can influence self love are self esteem, self confidence, and self expression or how we express ourselves.Self love seringkali dianggap sebagai suatu hal mudah dimiliki dan dirasakan oleh setiap orang. Nyatanya, masih banyak individu yang merasakan dampak tidak ada nya self love, seperti depresi, anti sosial, penyendiri, kecemasan yang berlebih, dan sebagainya. Dampak ini seringkali disebut sebagai gangguan kesehatan mental. Sementara, di era modern ini hampir semua orang mempunyai media sosial Instagram. Melalui Instagram, kita dapat bertukar informasi, mengunggah foto maupun video, dapat berkomunikasi, serta dapat mempromosikan atau memasarkan barang dan jasa. Namun melalui media sosial Instagram juga seorang individu dapat menjadi depresi karena melihat orang lain yang dianggap lebih baik. Karena itu, seorang influencer bernama Khalisa Cantara Ramadhany yang memiliki kemampuan mempersuasi orang lain karena jumlah pengikutnya yang banyak di Instagram mulai membuka suara dan membuat kampanye kreatif mengenai self love untuk membantu memperluas pandangan masyarakat serta membantu menghilangkan faktor-faktor penyebab seseorang menjadi tidak cinta terhadap dirinya sendiri, contohnya standar kecantikan yang tidak masuk akal. Faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi sikap mencintai diri sendiri adalah sikap menghargai diri sendiri, kepercayaan diri dan bagaimana kita mengekspresikan diri kita.
Pengaruh Iklan Humor pada Kesadaran Merek Milenial di Jakarta (Studi pada Iklan Sampo Head & Shoulders versi Bloopers Joe Taslim) Volin Stevani Putri; Diah Ayu Candraningrum
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10271

Abstract

Head and Shoulders is an anti-dandruff shampoo brand owned by the parent company Procter & Gamble (P&G). Head and Shoulders made an interesting advertisement entitled "Bloopers Joe Taslim" Head & Shoulders "on Youtube social media which was chosen to be analyzed in this study. The current era of globalization has resulted in an increasing number of competition and requires companies to think smartly in introducing their products and maintain the brand in the minds of consumers. This study aims to determine the effectiveness of humor advertisements on brand awareness of millennials in DKI Jakarta. The theory used in this study is integrated marketing communication, advertising effectiveness, humor advertising, brand awareness and the millennial generation. is a quantitative approach and using a survey method. The sampling technique from the population in this study using purposive sampling technique, the sample used in this study was 100 respondents. The data collection method in this study was carried out using a questionnaire, scale Likert and literature study. The analysis technique used in this research is validity test, reliability test, normality test, simple linear regression test, determination coefficient test, t test. The results revealed that the Head and Shoulders humor advertisement in the title "Bloopers Joe Taslim" Head & Shoulders "was significantly effective in brand awareness of millennials in DKI Jakarta. Head and Shoulders adalah sebuah merek sampo anti ketombe milik perusahaan induk Procter & Gamble (P&G). Head and Shoulders membuat iklan yang menarik berjudul "Bloopers Joe Taslim "Head & Shoulders" di media sosial Youtube yang dipilih untuk dianalisis dalam penelitian ini. Era globalisasi saat ini menumbuhkan jumlah persaingan yang semakin ketat serta mengharuskan para perusahaan untuk berfikir cerdas dalam mengenalkan produknya maupun mempertahankan merek di benak konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas iklan humor terhadap kesadaran merek para milenial di DKI Jakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi pemasaran terpadu, efektivitas iklan, iklan humor, kesadaran merek dan generasi milenial. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif serta menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dari populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner, skala likert dan studi pustaka. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi, uji t. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa iklan humor Head and Shoulders dalam judul "Bloopers Joe Taslim "Head & Shoulders" efektif secara signifikan terhadap kesadaran merek para milenial di DKI Jakarta.
Pengaruh Brand Ambassador Didi Kempot terhadap Citra Perusahaan Shopee Cindy Cindy; Daniel Tamburian
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10309

Abstract

The era of advanced change is showing the rapid growth of the internet. It also applies to e-commerce development in Indonesia. There are many ways used by e-commerce companies in the hope of surviving the competition of one another, one of the strategies is using the brand ambassaddor to help the companies to build their corporate image. The strategy that Shopee used to appoint the Brand ambassaddor is with the purpose to communicate and represent a certain product as well as to build the company identity. this research aims to determine the impact of Didi Kempot as the brand ambassaddor to the corporate image of Shopee. The theories used in this research are brand ambassaddor, corporate image and public relations. This research used quantitative methods with a survey method. The technique in this study uses non-probability sampling using a purposive sampling approach, the data collection techniques used are by using questionnaire of 100 respondents and literature study. The result of simple linear regression returns a positive constant, which means if there is an increase in brand ambassaddor variable then the corporate image will also be increased. The result of Pearson correlation analysis of the two variables has the moderate degree between brand ambassaddor Didi Kempot to the corporate image of Shopee with 0.581 as the correlation value. The conclusion of this research is that the brand ambassaddor has a significant impact on the corporate image of Shopee.Perubahan zaman yang semakin maju memperlihatkan adanya kemajuan internet yang begitu cepat, sehingga e-commerce di Indonesia pun turut ikut serta dalam perkembangan tersebut.Berbagai cara dilakukan oleh setiap perusahaan e-commerce dengan cepat untuk bisa bertahan dan bersaing, salah satunya yaitu memakai brand ambassaddor untuk membantu perusahaan dalam membentuk citranya. Strategi yang dilakukan oleh Shopee sendiri dalam menggunakan brand ambassaddor memiliki tujuan untuk membentuk sebuah identitas dan mengkomunikasikan atau merepresentasikan suatu produk dari sebuah perusahaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh brand ambassaddor Didi Kempot terhadap citra perusahaan Shopee. Dalam penelitian ini menggunakan teori brand ambassaddor, citra perusahaan dan public relations. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan jenis metode survei. Teknik dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan memakai pendekatan purposive sampling, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner pada 100 responden dan studi kepustakaan. Hasil dari uji regresi linier sederhana bernilai positif dalam konstanta,artinya jika ada peningkatan pada variabel brand ambassaddor maka citra perusahaan juga meningkat. Hasil uji korelasi pearson kedua variabel memiliki tingkat hubungan sedang antara brand ambassaddor Didi Kempot terhadap citra perusahaan Shopee dengan nilai korelasi 0,581. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa brand ambassaddor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap citra perusahaan Shopee.
Strategi Komunikasi Pemasaran Wuling Motors Indonesia dalam Bersaing di Industri Mobil Indonesia Jeffrey Shan Budiono; Yugih Setyanto
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10342

Abstract

Japanese and European automobiles have ruled Indonesian industries of cars, as long from the first year they arrived in Indonesia. Meanwhile, from the land of the Red Dragon, Chinese automobiles seem to struggle and look sluggish when competing in Indonesia, from the first arrival of Chery and Geely, as the first Chinese car brand in Indonesia. From disappointing engine performance to pathetic car quality, slowly forming negative stigma about Chinese cars in Indonesia. The table turned when Wuling as the new competitor in Indonesia from China took place to compete against older brands like Toyota and Honda. Surprisingly, based on their recent activities of sales and marketing, shows that Wuling capable of competing, even surpasses some older rivals in the country in terms of owning experience and reliability, whereas Chinese cars used to be known as a bad deal when it comes to car usage for long term. This essay will discuss and examine the marketing communication strategies of  Wuling Motors Indonesia as a Chinese car brand whom succeed in competing in Indonesia.Merek-merek mobil dari negeri Jepang dan Eropa sudah merajai industri mobil di Indonesia, sejak pertama kalinya hadir di Indonesia. Sementara itu, dari negeri tirai bambu, merek-merek mobil Tiongkok pertama di Indonesia yaitu Chery dan Geely, terlihat terus terjebak dalam pergumulan yang sama dan lesu dalam berkompetisi di industri mobil Indonesia. Dari performa mesin yang mengecewakan sampai kualitas kendaraan yang menyedihkan, perlahan-lahan membentuk stigma negatif masyarakat Indonesia mengenai kualitas mobil Tiongkok. Meja pun berputar saat Wuling sebagai kompetitor baru di Indonesia dari Tiongkok hadir untuk bersaing dengan merek-merek lama seperti Toyota dan Honda. Yang tidak disangka, dari data gabungan hasil penjualan dan pemasaran Wuling menunjukkan bahwa Wuling sanggup bersaing dengan rival-rivalnya, bahkan sanggup mengalahkan beberapa rivalnya yang sudah lama bersaing di Indonesia dalam hal keandalan dan pengalaman memiliki, dimana dulunya mobil Tiongkok dianggap tidak setimpal dengan uang yang dikeluarkan untuk dimiliki. Skripsi ini berisi pembahasan dan analisis mengenai strategi komunikasi marketing Wuling Motors Indonesia dalam bersaing di industri mobil Indonesia.
Strategi Komunikasi Digital Influencer dalam Menggunakan Media Sosial Instagram sebagai Media Fundraising Andia Elfika Priselie; Sinta Paramita
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10375

Abstract

In the current era of globalization, fundraising or fundraising can be done in various interesting ways. With the existence of the internet media, fundraising can be done with a wider reach. Through Instagram social media, fundraising has proven to be more effective. The entry of the Covid-19 virus in Indonesia has encouraged influencers in Indonesia to take fundraising actions using their personal Instagram accounts. The purpose of this research is to find out how the digital communication strategy used by influencers in using Instagram as a fundraising medium. This research was conducted because there was no research that discussed digital communication strategies in using social media Instagram as a media for fundraising. The theory used in this research is communication strategy theory, communication technology, new media, and effective communication. The research used a descriptive qualitative approach with a case study research method. The research data were obtained from in-depth interviews and documentation of the five key informants. The research result states that the content that is made very interesting does not always attract the attention of the audience, but the most important thing is how the message is told correctly and easily understood.Di era globalisasi sekarang, penggalangan dana atau fundraising dapat dilakukan dengan berbagai cara menarik. Dengan adanya media internet, penggalangan dana dapat dilakukan dengan jangkauan yang lebih luas. Melalui media sosial Instagram, fundraising terbukti lebih efektif. Masuknya virus Covid-19 di Indonesia membuat influencer-influencer di Indonesia terdorong untuk melakukan aksi fundraising menggunakan akun Instagram pribadinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi digital yang digunakan oleh influencer dalam menggunakan Instagram sebagai media fundraising. Penelitian ini dilakukan karena belum ada penelitian yang membahas       mengenai strategi komunikasi digital dalam menggunakan media sosial Instagram sebagai media fundraising. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi komunikasi, teknologi komunikasi, media baru, dan komunikasi efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan dokumentasi dari lima key informan. Hasil penelitian menyatakan bahwa konten yang dibuat sangat menarik tidak selalu menarik perhatian khalayak, namun yang terpenting adalah bagaimana pesan diceritakan dengan benar dan mudah dipahami.