cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Pengaruh Komunikasi Persuasif Melalui Fitur Shopee Live Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Followers Lilybelleclothing di Aplikasi Shopee) Ellyvia Jesslyn Surianto; Lusia Savitri Setyo Utami
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10218

Abstract

Lilybelleclothing is a fashion online shop especially for women that has been around for a long time since 2015 with a total of 109.8 thousand Shopee followers. Lilybelleclothing has succeeded in getting a turnover of up to 100 million per month by utilizing current developments, namely through Shopee Live. This study aims to determine the effect of persuasive communication through the Shopee Live feature on purchasing decisions (a study on the Followers Online Shop Lilybelleclothing in the Shopee application with two research variables, persuasive communication and purchase decisions and using the Elaboration Likelihood Model. Data processing and analysis techniques in this study used normality test technique, t test, analysis of the coefficient of determination, and simple linear regression test using SPSS application (Statistical Package for the Social Sciences) for Windows 2. The research was conducted by distributing questionnaires to 100 samples of Lilybelleclothing's followers through a purposive sampling method. The results showed that the dimensions of communicator credibility (variable x) were the most influencing and the dimension of purchase time (variable y) was the most influenced in this study. So based on the correlation coefficient test, it was found that the figure was 59.8%. influence of persuasive communication on the purchasing decisions of Shopee Lilybelleclothing followers.Lilybelleclothing merupakan online shop fashion khususnya untuk wanita yang telah lama berdiri sejak tahun 2015 dengan jumlah pengikut Shopee sebesar 109,8 ribu. Lilybelleclothing berhasil memperoleh omset mencapai 100 juta perbulan dengan memanfaatkan perkembangan zaman saat ini yaitu melalui Shopee Live. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Komunikasi Persuasif melalui Fitur Shopee Live Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Followers Online ShopLilybelleclothing di Aplikasi Shopee dengan dua variabel penelitian komunikasi persuasif dan keputusan pembelian serta menggunakan Elaboration Likelihood Model. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji t, uji koefisien korelasi, dan uji regresi linear sederhana  dengan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) for windows 2 . Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 sampel followers Lilybelleclothing melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kredibilitas komunikator (variabel x) paling mempengaruhi dan dimensi waktu pembelian (variabel y) paling dipengaruhi pada penelitian ini. Maka berdasarkan uji koefisien korelasi ditemukan angka sebesar 59,8% pengaruh komunikasi persuasif terhadap keputusan pembelian followers Shopee Lilybelleclothing.
Front Matters Vol 5 No 2 Lydia Irena
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Vol 5 No 2
Strategi Pemasaran Musisi Indie dalam Industri Musik Indonesia (Analisis terhadap Adhitia Sofyan) Godam Bingar Jati; Farid Rusdi
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10131

Abstract

This research is the author of a thorough research to see the marketing strategies used by indie musicians in the music industry. The purpose of this research is to see what marketing communication strategy is used by Adhitia Sofyan Team in conducting marketing activities. With today's technological developments, artists can use various kinds of computer software to record their work and market it through various social media online. An independent label, also known as an indie label, is a record label company that can market, fund, and publish artists and their work, funded independently. By analyzing a person's research subject (Adhitia Sofyan). The research method that I use here is to use qualitative methods. The research technique uses analytical techniques. The data technique used observation and interview techniques. The interview was conducted with one of the indie staff management (Rendy Kopoy) as the manager of Adhitia Sofyan. He was also the manager of a duo Endah and Resha before becoming manager of Adhitia Sofyan.Penelitian ini penulis teliti untuk mengetahui Strategi pemasaran yang digunakan oleh musisi indie dalam industri musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi komunikasi pemasaran apakah yang digunakan oleh Tim Adhitia Sofyan dalam melakukan kegiatan pemasaran. Dengan adanya perkembangan teknologi di masa kini, artis dapat menggunakan berbagai macam software komputer untuk merekam karyanya dan memasarkannya melalui berbagai media sosial secara online. Label independen, juga dikenal sebagai label indie, adalah perusahaan label rekaman yang dapat memasarkan, membiayai, dan mempublikasikan artis dan karyanya, didanai secara independent. Dengan menganalisis subjek penelitian musisi indie (Adhitia Sofyan) . Metode penelitian yang penulis pakai disini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penelitian memakai teknik analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan yaitu teknik observasi dan juga wawancara. Wawancara dilakukan dengan salah satu manajemen musisi indie (Rendy Kopoy) selaku manajer Adhitia Sofyan. Ia juga pernah menjadi manajer salah satu duo Endah and Resha sebelum menjadi manajer Adhitia Sofyan.
Interaksi Simbolik dalam Perencaaan Komunikasi Pemasaran (Studi kasus brand Cocopi) Arnelia Lie; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10155

Abstract

A marketing communication aims to introduce a product, field or service in order to increase sales. Cocopi is one of the beverage businesses that has been located in various places in Jakarta, especially in Muara Karang Pluit. Cocopi is loved by many people from offices, school children to the elderly, so Cocopi is active in the Go-Food application. At the time of covid-19, managing a business is very difficult because of the many obstacles faced. So many things that must be re-planned and changed to keep employees and cocopi customer healthy and safe, then a lot of experience that can be taken in this situation and condition at the time of covid-19. And one way to survive during covid-19 used by cocopi is to promote through Go-Food, so that it is safe for everyone and still runs according to the rules. This research uses qualitative methodology with case study strategy. This data collection method with in-depth interviews by Cocopi Manager as well as documentation, non-participant observations, the conclusion of this research is an interaction process that has meaning or symbol in daily activities in Cocopi Muara Karang PluitSebuah komunikasi pemasaran bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk, bidang atau jasa agar meningkatkan penjualan. Cocopi merupakan salah satu usaha minuman yang telah berada di berbagai tempat di Jakarta, terutama di Muara Karang Pluit. Cocopi di gemari banyak orang baik perkantoran, anak-anak sekolah sampai lansia, sehingga Cocopi aktif dalam aplikasi Go-Food. Pada saat covid-19, mengelola bisnis sangatlah sulit karena banyak sekali kendala yang dihadapi. Begitu banyak hal yang harus di rencanakan ulang dan di ubah agar karyawan dan kostumer cocopi tetap sehat dan aman, lalu banyak sekali pengalaman yang bisa diambil dalam situasi dan kondisi pada saat covid-19 ini. Dan salah satu cara agar tetap survive selama covid-19 yang digunakan cocopi adalah mempromosikan lewat Go-Food, sehingga aman bagi semuanya dan tetap berjalan sesuai aturan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan strategi studi kasus. Metode pengumpulan data ini dengan wawancara mendalam oleh Manager Cocopi serta dokumentasi, observasi non partisipan, kesimpulan dari penelitian ini adalah proses interaksi yang mempunyai makna atau simbol dalam kegiatan sehari-hari di Cocopi Muara Karang Pluit.
Citizen Campaign #stayathome During Pandemic COVID-19 di Media Sosial Instagram Cynthia Cynthia; Sinta Paramitha; Sudarto Sudarto
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10182

Abstract

A campaign is an action that has been planned by an individual or a group of people in order to have an influence on many people. Since the corona virus became a pandemic, the government has advised people to carry out all activities at home. This has prompted Instagram to create a #stayathome campaign that is packaged via gifs or stickers. The #stayathome campaign has an appeal and uniqueness that makes people participate in creating creative content by adding these stickers or gifs to their content. Therefore, this study wants to know the reasons people join the campaign, how to make it happen, and why they prefer Instagram and the creative content they create in this campaign. This research is a qualitative research using case studies. The theory used in this research is campaign theory, netizen participation, bandwagon effect and visual content theory. This study used interviews with several informants, literature study and documentation to collect data. The results of this study show that initially people joined the campaign because they were involved, attracted to Instagram stickers or gifs. From the follow-up situation, then came the awareness of the importance of #stayathome during the pandemic period with a variety of creative content.Kampanye merupakan suatu tindakan yang sudah direncanakan oleh individu maupun sekelompok orang guna memberi pengaruh kepada orang banyak. Semenjak virus corona menjadi pandemik pemerintah menyarankan masyarakat untuk melakukan segala aktivitas dirumah saja. Hal ini mendorong instagram membuat kampanye #stayathome yang dikemas melalui gif atau stiker. Kampanye #stayathome ini memiliki daya tarik dan keunikan yang membuat masyarakat banyak yang ikut serta membuat konten kreatif dengan menambahkan stiker atau gif ini dikonten mereka. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui alasan masyarakat mengikuti kampanye, cara merealisasikannya, serta mengapa mereka lebih memilih instagram dan konten kreatif yang mereka buat dalam kampanye ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kampanye, Partisipasi Netizen, Bandwagon Effect dan Teori Visual Konten. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan beberapa informan, studi pustaka dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pada awalnya masyarakat mengikuti kampanye karena ikut – ikutan, tertarik pada stiker atau gif instagram. Dari situasi ikut – ikutan, kemudian muncul kesadaran mengenai pentingnya #stayathome selama masa pandemik dengan berbagai konten kreatif.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran di Masa Pandemi (Studi Kasus Kedai Minuman Longtang) Novi Tandriawan; Muhammad Adi Pribadi
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10202

Abstract

With the existence of Covid 19, the business of growing drinks and food is hampered. This makes business people at the beverage shop experience a loss. Therefore, business people must see how to plan in doing marketing properly in order to overcome this and produce good results. Marketing communication can be done in various media. The development of technology today makes it easy and fast for people to get what they are looking for, especially for business people, this is very important and there are no longer obstacles for them to do marketing of their products. In this marketing research, symbolic interaction and communication become interrelated so that one another must work together to facilitate marketing communication. This study uses symbolic interaction theory and the concept of marketing communication. The approach used in this research is qualitative research with a case study strategy. The data was collected by using in-depth interviews, documentation and direct observation. In this study, interactions occur in longtang marketing products because of the interaction and planning of marketing communications that are able to reach consumers to buy.Dengan adanya covid 19 ini, bisnis pertumbuhan minuman dan makanan menjadi terhambat. Hal ini membuat pelaku bisnis pada kedai minuman mengalami kerugian. Maka dari itu, pelaku bisnis harus melihat bagaimana perencanaan dalam melakukan pemasaran dengan benar agar dapat mengatasi hal tersebut dan memberikan hasil yang baik. Komunikasi pemasaran dapat dilakukan dalam berbagai media. Semakin berkembangnya teknologi yang ada di jaman sekarang, membuat masyarakat menjadi mudah dan cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dicari, apalagi bagi pelaku bisnis hal tersebut sangatlah penting dan sudah tidak ada lagi penghambat bagi mereka untuk melakukan pemasaran terhadap produk yang dimiliki. Dalam penelitian pemasaran ini, interaksi simbolik dan komunikasi menjadi saling berkaitan sehingga satu dengan yang lainnya harus saling bekerja sama untuk memperlancar komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan konsep komunikasi pemasaran. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi langsung. Dalam penelitian ini terjadi interaksi interaksi dalam produk pemasaran longtang karena adanya interaksi dan perencanaan komunikasi pemasaran yang mampu mengjangkau konsumen untuk membeli.
Pengaruh Influencer Marketing Tiktok terhadap Brand Image Bittersweet by Najla Winnie Agustina; Wulan Purnama Sari
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10211

Abstract

As the digital world develops, various application platforms have emerged that make technological sophistication even more perfect, namely Tiktok. This platform can be used as a means of doing business with the advantage of a wide variety of image effects that can attract buyers. Najla Bisyir as Owner of Bittersweet by Najla uses the right influencers in marketing through Tiktok to enhance the image of the product. The research was conducted with the aim of knowing the effect of TikTok influencer marketing on the brand image of Bittersweet by Najla. This study uses a quantitative approach with survey research methods. The population in this study were followers of Bittersweet by Najla through the Tiktok platform and the number of samples was determined by simple random sampling. The research was conducted by distributing pretest questionnaires to 30 respondents after they were tested valid and then proceed to posttest tests to 100 respondents who are followers of Bittersweet by Najla through the Tiktok platform. The data validity technique used was the t test, simple regression analysis, correlation analysis, and determination coefficient analysis. With the results of the t test shows the value of t count is 14.342> 1.984 t table, and the results of the correlation test with a value of 0.823 which states that influencer marketing and brand image variables have a very strong correlation, so the results obtained in this study indicate that influencer marketing affects the brand. image Bittersweet by Najla via the Tiktok platform.Seiring berkembangnya dunia digital, muncul berbagai platform aplikasi yang membuat kecanggihan teknologi semakin sempurna, yaitu Tiktok. Platform ini dapat digunakan sebagai sarana untuk berbisnis dengan keunggulan berbagai variasi efek gambar yang dapat menarik pembeli. Najla Bisyir selaku Owner Bittersweet by Najla menggunakan influencer yang tepat dalam melakukan pemasaran melalui Tiktok untuk meningkatkan citra produk tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh influencer marketing tiktok terhadap brand image Bittersweet by Najla. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pengikut / followers dari Bittersweet by Najla melalui platform Tiktok dan jumlah sampel ditentukan secara simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pretest kepada 30 responden setelah teruji valid kemudian dilanjutkan ke uji posttest kepada 100 responden yang merupakan pengikut Bittersweet by Najla melalui platform Tiktok. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah uji t, analisis regresi sederhana, analisis korelasi, dan analisis koefisien determinasi. Dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung adalah 14,342 > 1,984 t tabel, dan hasil uji korelasi dengan nilai 0,823 yang menyatakan variabel influencer marketing dan brand image memiliki korelasi yang sangat kuat, sehingga hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh terhadap brand image Bittersweet by Najla melalui platform Tiktok.
Pengaruh Komunikasi Pemasaran Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Alowalo Indonesia Evelline Tando; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10219

Abstract

The process of making purchasing decisions by consumers is a process experienced by consumers when they want to buy a product. Word of mouth marketing communication is one of the factors driving consumers to decide to buy a product. Word of mouth marketing communication is cheap, effective, and efficient marketing for companies to increase sales of their products. Alowalo Indonesia is one of the local brands that has just been built in early 2020. This research was conducted to determine whether there is an influence between word of mouth marketing communication on purchasing decisions for Alowalo Indonesia's clothing products. If there is influence, how much influence does word of mouth marketing communication have on the purchasing decision of Alowalo Indonesia's clothing products. This research uses quantitative research methods with purposive sampling technique. The population in this study are people who have bought Alowalo Indonesian clothes, domiciled in Jakarta and aged 15-44 years. The data collected will be processed using the SPSS 25 application. The results reveal that word of mouth marketing communication has an influence on purchasing decisions.Proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen adalah proses yang dialami oleh konsumen saat ingin membeli suatu produk. Komunikasi pemasaran word of mouth menjadi salah satu faktor pendorong konsumen untuk memutuskan membeli suatu produk. Komunikasi pemasaran mulut ke mulut merupakan pemasaran yang murah, efektif, dan juga efisien bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan produk mereka. . Alowalo Indonesia merupakah salah satu merek lokal yang baru dibangun pada awal tahun 2020. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara komunikasi pemasaran mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian produk pakaian Alowalo Indonesia. Jika ada pengaruh, seberapa besar pengaruh komunikasi pemasaran mulut ke mulut terhadap keputusan pembelian produk pakaian Alowalo Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang pernah membeli pakaian Alowalo Indonesia, berdomisili di Jakarta dan berusia 15-44 tahun. Data yang terkumpul akan diolah menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi pemasaran word of mouth memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap Minat Beli Penggunanya Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah DKI Jakarta Yose Amru Rizal; Sinta Paramita
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10132

Abstract

This study aims to determine the effect of Shopee 9.9 Super Shopping Day promotion on users' buying interest during Large-Scale Social Restrictions in the DKI Jakarta area. The literature review used in this research is marketing communication theory, integrated marketing communication, promotion mix, and buying interest. The approach used in this research is a quantitative approach with descriptive and survey methods. The study was conducted by distributing questionnaires to 100 samples of Shopee user respondents in the DKI Jakarta area, after which the data obtained was tested for validity by validity and reliability tests. Data processing and analysis techniques in this study used classic regression assumptions test using normality test techniques, simple linear regression test, correlation analysis, analysis of the coefficient of determination, and t test. The results showed that there was an influence between the promotion of Shopee 9.9 Super Shopping Day on the buying interest of its users, with the results of the t test showing the value of t count 10.672> 1.984 t table. In addition, the coefficient of determination test results showed the number 0.533, which means that the Shopee 9.9 Super Shopping Day promotion affects 53.3% of users' buying interest.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap minat beli penggunanya selama Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah DKI Jakarta. Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi pemasaran, komunikasi pemasaran terpadu, bauran promosi, dan minat beli. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan survei. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 sampel responden pengguna Shopee di wilayah DKI Jakarta, setelah itu data yang diperoleh diuji keabsahannya dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi regresi klasik dengan menggunakan teknik uji normalitas, uji regresi linear sederhana, analisis korelasi, analisis koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day terhadap minat beli penggunanya, dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung 10,672 > 1,984 t tabel. Selain itu juga ditemukan hasil uji koefisien determinasi yang menunjukkan angka 0,533 yang berarti promosi Shopee 9.9 Super Shopping Day mempengaruhi 53,3% minat beli penggunanya.
Strategi Promosi Industri Jasa Perhotelan Melalui Media Sosial Instagram Dalam Meningkatkan Pengunjung pada Era New Normal (Studi Kasus Pada Swissbel Resort Belitung) Yolinda Destyana; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10161

Abstract

Covid-19 pandemic have an impact on Indonesia tourism.  This happen because government decided to ban all flights mid-February. Belitung is one of 34 provinces affected by Covid-19. Belitung Government had closed the airport for one month. The hotel was forced to close because there were no tourists / visitors. After reopening on 15 June 2020 all hotels starts to operate. This purpose of this research was to determine the promotion strategy of Swissbel Resort Belitung as one of the hospitality service industries in Belitung to increasing visitors through social media Instagram in the new normal era. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Interview, observation and documentation are technique to collect data for this research. This research shows that Swissbel Resort Belitung used free and paid Instagram features as a tool for promotion in the new normal era. Swissbel Resort Belitung uploads photos and videos to promote products and services they offer, they also used captions to provide information about the new normal program run by Swissbel Resort Belitung, used several Instagram features to interact with consumers and potential consumers. Swissbel Resort Belitung also used other Instagram features such as hashtags, geotags, insight and an Instagram for business account as their strategic to promote their products and services.Kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi pariwisata Indonesia. Hal ini sejalan dengan adanya larangan penerbangan antar negara yang mulai diberlakukan pada pertengahan Februari lalu. Belitung merupakan salah satu dari 34 provinsi yang terdampak Covid-19. Pemerintah Kabupaten Belitung sempat menutup bandara selama satu bulan. Hotel terpaksa tutup karena tidak ada wisatawan/pengunjung. Setelah dibuka kembali pada 15 Juni 2020  hotel kembali beroperasi. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai strategi promosi Swissbel Resort Belitung sebagai salah satu industri jasa perhotelan di Belitung dalam meningkatkan pengunjung melalui sosial media Instagram di era new normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada Swissbel Resort Belitung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Swissbel Resort Belitung menggunakan fitur Instagram yang gratis maupun berbayar sebagai alat untuk promosi di era new normal. Swissbel Resort Belitung mengunggah foto maupun video untuk mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan. Swissbel Resort Belitung juga menggunakan caption untuk memberikan informasi mengenai program new normal yang dijalankan oleh Swissbel Resort Belitung. Tak hanya itu, Swissbel Resort Belitung menggunakan beberapa fitur Instagram untuk berinteraksi dengan konsumen serta calon konsumen dan menggunakan fitur Instagram lainnya seperti hashtag, geotag, insight serta akun Instagram for bussines sebagai strategi dalam mempromosikan produk dan jasa mereka.