cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi" : 33 Documents clear
Peran Jurnalis ANTV dalam Menjaga Objektivitas Berita di Era Persaingan Media Televisi dan Media Sosial Mumtaz, Aliya; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33278

Abstract

Journalists at ANTV face significant challenges in maintaining news objectivity amid the rapid growth of social media and technology. This study uses a qualitative research method with a case study approach to provide an in-depth understanding of how ANTV journalists manage these challenges. Through in-depth interviews, observations, and documentation, the research found that the widespread dissemination of hoaxes on social media poses a significant challenge to information credibility. To address this, ANTv journalists conduct strict information verification using technology and field teams while upholding ethical journalistic principles such as accuracy, balance, and independence. ANTV is also committed to enhancing media literacy among the public, enabling them to critically evaluate information from various sources. Despite social media often spreading unverified information, ANTV continues to strive to maintain the integrity and quality of its news by clearly distinguishing between facts and opinions. Overall, ANTV plays a crucial role in providing accurate, verified, and objective information while combating hoaxes through media literacy education. Jurnalis ANTV menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga objektivitas berita di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana jurnalis ANTV mengelola tantangan tersebut. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penyebaran hoaks di media sosial menjadi tantangan utama yang mempengaruhi kredibilitas informasi. Untuk mengatasi hal ini, jurnalis ANTV melakukan verifikasi informasi secara ketat menggunakan teknologi dan tim lapangan, serta mengedepankan prinsip jurnalistik yang etis seperti akurasi, keberimbangan, dan independensi. ANTV juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi media masyarakat agar lebih kritis dalam menyaring informasi. Meskipun media sosial sering menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, ANTV tetap berupaya mempertahankan integritas dan kualitas berita dengan memisahkan fakta dan opini. Secara keseluruhan, ANTV berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat, terverifikasi, dan objektif, serta memerangi hoaks melalui edukasi literasi media.
Konstruksi Tragedi sebagai Humor dalam Film Agak Laen (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough) Davilia, Feilyn; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33280

Abstract

A movie interprets and constructs societal realities, often embedding significant insights and issues. In comedy, humor is central to entertaining and attracting audiences, sometimes derived from tragedy. Tragedy and humor, as two sides of the same coin, can provide significant insight and issues, leading to critical reflections. The horror-comedy film Agak Laen demonstrates this discourse by portraying the struggles of the main characters as representing the difficulties of the lower class in the form of humor. This research investigates the construction of tragedy as humor and its moral messages using Norman Fairclough's critical discourse analysis, focusing on language, power, and societal representation. The study identifies 15 scenes that frame tragedy as humor dominated by power, aiming to make subtle critiques of unresolved social structures and capitalist interests. It also highlights the importance of appropriate framing and boundaries by filmmakers to prevent ambiguity or misunderstanding. The findings emphasize that interpreting societal realities as humor requires careful construction to positively impact society. Sebuah film diproduksi dengan memaknai dan mengkonstruksikan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Dalam genre komedi, film memiliki humor sebagai konten utama untuk menghibur, mencari dan menarik perhatian. Humor dapat berasal dari terjadinya tragedi. Tragedi dan humor diibaratkan sebagai dua sisi diatas koin yang mampu memberikan wawasan dan isu-isu yang signifikan. Pengemasan tragedi sebagai humor dapat ditemukan pada film horror-komedi Agak Laen yang menggabungkan tragedi para tokoh utama dengan merepresentasikan kesulitan masyarakat kelas bawah dalam bentuk humor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses konstruksi tragedi sebagai humor dan pesan-pesan moral yang terkandung didalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough yang berfokus pada bahasa dengan mengkaji proses kekuasaan dan berbagai tindakan representasi yang ada dalam masyarakat. Dalam penelitian ini, penulis menemukan 15 adegan yang merepresentasikan bentuk tragedi sebagai humor yang didominasi kekuasaan bertujuan memberikan kritikan halus terhadap sistem sosial dan kepentingan kapitalis. Penulis juga menemukan pentingnya bagi  para sineas untuk membuat pembingkaian yang tepat dan batasan-batasan agar pemaknaan tidak rancu atau menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat. Dapat disimpulkan, konstruksi tragedi sebagai humor dalam film Agak Laen dimaknai dari realitas masyarakat sehingga memerlukan riset yang mendalam dan konstruksi yang tepat untuk membawa dampak yang positif bagi masyarakat.
Film Animasi “Inside Out 2” sebagai Media Edukasi Mengenai Kecemasan Remaja Adiwinata, Arcelia Emmanuella; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33281

Abstract

The development of technology and information presents various types of media as information channels to the public, one of which is through films. Film as an audio-visual medium involves the concept of signs and symbols to convey meaning, messages, and significance to the audience. The researcher is interested in studying a film entitled “Inside Out 2” which aims to determine the representation form of teenage anxiety. This research was conducted because of the increasing rate of anxiety in teenagers, especially in Indonesia, with minimal learning to control emotions. The theories and concepts used in this research include the theory of mass communication, film, semiotics, representation, mental health, and anxiety. The approach employed is a descriptive, qualitative method with semiotic techniques. The subject of this research is the film Inside Out 2, and the object is the representation of teenage anxiety in the movie. Researchers collected data through documentation, which will be analyzed using Ferdinand de Saussure's semiotics, as well as through interviews with experts. Researchers found signs regarding the representation of teenage anxiety in 12 scenes. Several representation forms include excessive anxiety, negative thought patterns, low self-esteem and insecurity, extreme actions, bad self-identity, aggressive behavior and selfish attitudes, poor emotional expression and regulation, as well as a closed attitude and harboring emotions. Perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan berbagai macam media sebagai saluran informasi kepada khalayak, salah satunya melalui film. Film sebagai sebuah media audio visual melibatkan konsep tanda dan simbol untuk penyampaian arti, pesan, dan makna kepada penontonnya. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul “Inside Out 2” yang bertujuan untuk mengetahui bentuk representasi kecemasan remaja. Penelitian ini dilakukan karena meningkatnya angka kecemasan remaja, khususnya di Indonesia, namun minimnya pembelajaran pengendalian emosi kepada remaja. Teori dan konsep yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi, kesehatan mental, dan kecemasan. Pendekatan yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika. Subjek penelitian ini adalah film Inside Out 2 dan objeknya adalah representasi kecemasan remaja dalam film. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui dokumentasi yang akan dianalisis menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure serta wawancara dengan pihak ahli. Peneliti menemukan adanya tanda – tanda mengenai representasi kecemasan remaja dalam 12 adegan yang memberikan penggambaran kecemasan remaja. Beberapa bentuk representasi meliputi kecemasan berlebihan, pola pikir negatif, harga diri rendah dan kurang percaya diri, tindakan ekstrem, jati diri buruk, perilaku agresif dan sikap egois, ekspresi dan regulasi emosi yang buruk, serta sikap tertutup dan memendam emosi.
Simulasi Era Disrupsi dalam Iklan Apple “Crush” Budhiman, Arief; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33282

Abstract

Technological progress is something that has a significant aspect of human life, one example is social media. Companies use these media to share messages with audiences. Every advertisement has a message meaning, either implicit or explicit, that it wants to convey to the audience and each audience has a different view in understanding the meaning contained in the advertisement. To find out the implied meaning in a message, help from semiotics is needed. One company that conveys interesting implied messages in advertising is Apple, which conveys the theme of change. Researchers want to examine further the meaning of the implied messages in the elements contained in the iPad Pro advertisement by carrying out semiotic analysis according to Roland Barthes through the meaning of connotation and meaning of denotation, disruption theory which discusses how change changes the order of human life, as well as assistance from the internet to strengthen the data needed to support the results of this research. Through the method used in this research, there are forms of digital representation in the Apple iPad Pro advertisement with the title "crush" which can be mentioned in three points, namely simple, addition, and revolution. Kemajuan teknologi merupakan hal yang memilki aspek signifikan terhadap kehidupan manusia, salah satu contohnya media sosial. Perusahaan menggunakan media tersebut untuk berbagi pesan kepada audiens. Setiap iklan memiliki makna pesan baik secara tersirat atau tersurat yang ingin disampaikan kepada audiens dan setiap audiens memiliki pandangan yang berbeda dalam memahamai makna yang terkandung dalam iklan, untuk mengetahui makna tersirat dalam suatu pesan diperlukannya bantuan dari semiotika. Salah satu perusahaan yang membawakan makna pesan tersirat yang menarik pada iklan adalah Apple, yang membawakan tema perubahan. Peneliti ingin menelaah lebih lanjut mengenai makna pesan tersirat pada elemen-elemen yang terkandung di dalam iklan iPad Pro dengan melakukan analisis semiotik menurut Roland Barthes melalui makna konotasi dan makna denotasi, teori disrupsi yang membahas bagaimana perubahan mengubah tatanan hidup manusia, serta bantuan dari internet untuk memperkuat data yang diperlukan agar mendukung hasil dari penelitian ini. Melalui metode yang digunakan dalam penelitian ini terdapat bentuk-bentuk representasi digital pada iklan Apple iPad Pro dengan judul “crush” yang dapat disebutkan dengan tiga poin, yaitu simpel, penambahan, serta revolusi.
Analisis Persepsi Orang Tua terhadap Kidfluencer (Studi Pada Akun TikTok @abe_daily) Santosa, Fransisca Widia; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33285

Abstract

The times have made it easier to use social media. Not only as a user, but it can also encourage many people to become content creators who can then attract a large audience or be referred to as influencers. TikTok is one of the social media platforms that currently has many users. This research aims to explore parents' perceptions of the kidfluencer phenomenon on social media, with a case study of the TikTok account @abe_daily. Kidfluencers are children who become influencers on social media, attracting audience attention through content managed by their parents. This research used a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews with six interviewees from various backgrounds. The results showed that there are diverse perceptions, ranging from appreciation of creativity to concerns regarding the exploitation of children and the impact on their development. In addition, social and cultural factors also influence parents' interpretation of this phenomenon. This research provides insight into the role of social media in children's lives and the importance of parental supervision in utilizing digital media wisely. Perkembangan zaman mempermudah penggunaan media sosial. Tidak hanya sebagai pengguna, namun dapat mendorong banyak orang menjadi pembuat konten yang kemudian dapat menarik banyak audiens atau disebut sebagai influencer. TikTok merupakan salah satu media sosial yang saat ini memiliki banyak pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap fenomena kidfluencer di media sosial, dengan studi kasus akun TikTok @abe_daily. Kidfluencer adalah anak-anak yang menjadi influencer di media sosial, menarik perhatian audiens melalui konten yang dikelola oleh orang tua mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan enam narasumber dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan adanya persepsi beragam, mulai dari apresiasi terhadap kreativitas hingga kekhawatiran terkait eksploitasi anak dan dampak terhadap tumbuh kembang mereka. Selain itu, faktor sosial dan budaya juga mempengaruhi interpretasi orang tua terhadap fenomena ini. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peran media sosial dalam kehidupan anak-anak dan pentingnya pengawasan orang tua dalam memanfaatkan media digital secara bijak.
Strategi Komunikasi Sindiran Konten Lip Service TikTok @podcastkeselaje Simatupang, Gloria Maranatha N.; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33288

Abstract

This study analyzes the communication strategies employed in the satirical content of Lip Service, popularized by Oza Rangkuti on TikTok. Using a qualitative approach, this study explores the use of satirical humor as a tool for delivering social criticism and entertainment. Data was collected through in-depth interviews, content observation, and analysis of three videos with high levels of interaction. The results indicate that subtle satire combined with humor serves to both entertain the audience and convey a message. Humor is used to reduce audience resistance to criticism, enhance content appeal, and improve message retention. Additionally, Oza incorporates nonverbal communication in the form of visual expressions and distinctive gestures to enrich the entertainment element, creating a unique and relatable viewing experience for the audience. The content also utilizes relevant social issues to build emotional connections with the audience, encouraging active interaction and opening up spaces for discussion. This study highlights how satirical communication strategies can address sensitive issues in an entertaining yet meaningful way. The study contributes to a new understanding of satirical humor as a strategic approach in digital communication. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dalam konten sindiran Lip Service yang dipopulerkan oleh Oza Rangkuti di TikTok. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengeksplorasi penggunaan humor sindiran sebagai alat penyampaian kritik sosial dan hiburan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi konten, dan analisis tiga video dengan tingkat interaksi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sindiran halus dipadukan dengan humor yang berperan untuk menciptakan hiburan bagi audien sekaligus dalam menyampaikan pesan. Humor digunakan untuk mengurangi resistensi audiens terhadap kritik, memperkuat daya tarik konten, dan meningkatkan daya ingat pesan. Selain itu, Oza menggabungkan komunikasi non-verbal dalam bentuk ekspresi visual dan gestur khas untuk memperkaya elemen hiburan, menciptakan pengalaman menonton yang unik dan relatable bagi audiens. Konten ini juga menggunakan isu sosial yang relevan untuk membangun keterhubungan emosional dengan audiens, mendorong interaksi aktif, serta membuka ruang diskusi. Penelitian ini menyoroti bagaimana strategi komunikasi dalam bentuk sindiran dapat mengangkat isu sensitif secara menghibur namun tetap bermakna. Studi ini berkontribusi pada pemahaman baru tentang humor sindiran sebagai pendekatan strategis dalam komunikasi digital.
Pemanfaatan Media Sosial X untuk Interaksi Penggemar dalam Mendukung Idola Hasan, Devy Yana; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33291

Abstract

The K-pop phenomenon has become increasingly popular worldwide, including in Indonesia, giving rise to a dedicated fan community. Fans play an essential role in the world of K-pop, one of which is to support their favorite idols.  One form of support that fans can provide is streaming parties. This activity not only increases impressions but also strengthens fan relationships. Looking at this phenomenon, the research aims to describe the use of social media X as a means of fan interaction in supporting their idols through MV streaming party activities. This research uses the concepts of mass communication, social media, and fan interaction, with a qualitative approach and phenomenological methods. This research shows the process of streaming party activities that utilize the features of social media X, namely hashtags, replies, mentions, threads, search, and DM. The results of the research show that social media can be used as a means of fan interaction, with the process involving fans exchanging information about streaming party activities, encouraging one another, and communicating about various topics. Through this process, fans can become more connected with one another, grow closer, and expand their network of friends. Fenomena K-Pop kini telah menjadi semakin populer hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia, sehingga melahirkan suatu komunitas penggemar. Penggemar berperan penting  dalam dunia K-Pop salah satunya adalah untuk mendukung idola kesukaannya.  Salah satu bentuk dukungan yang  dapat dilakukan penggemar yaitu streaming party. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan tayangan, tetapi juga mempererat hubungan penggemar. Melihat dari fenomena ini, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial X sebagai sarana interaksi penggemar dalam mendukung idolanya melalui kegiatan MV streaming party. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, media sosial, dan juga interaksi penggemar, dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Melalui penelitian ini memperlihatkan proses kegiatan streaming party yang memanfaatkan fitur-fitur media sosial X yaitu tagar, reply, mention, thread, search, dan juga DM. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media sosial X dapat dimanfaatkan sebagai sarana interaksi penggemar, dengan prosesnya yang meliputi cara penggemar saling bertukar informasi mengenai kegiatan streaming party, saling memberikan semangat satu sama lain, dan juga saling berkomunikasi tentang banyak hal. Melalui proses tersebut para penggemar dapat menjadi lebih terhubung dengan satu sama lain, menjadi lebih dekat, dan juga mereka dapat memperluas jaringan pertemanan.
Representasi Nilai Optimisme dalam MV PLAVE “The 6th Summer” Irfiyani, Khoirunnisa; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33294

Abstract

With the evolution of the digital era, the role of avatars has become increasingly important, and virtual idols have emerged as an important phenomenon in popular culture. Currently, PLAVE has become a popular virtual idol and streamer in South Korea and internationally. In this case, virtual idols often insert various symbols and signs including in MVs. PLAVE's MV "The 6th Summer" conveys the message that the desire for something more than just a dream, appreciates every moment that has been passed and the hope to do something meaningful amidst life's challenges. This study aims to determine the representation of the value of optimism in PLAVE's MV "The 6th Summer". The research method uses Roland Barthes' semiotic analysis with the meaning of denotation, connotation, and myth. The results of this study indicate that the value of optimism through visual elements in the scene and lyrics about the importance of hard work and optimism in facing life's challenges. Representation of the value of optimism that can be obtained through hard work, hope for the future, togetherness, and happiness. So that it is important to foster positive thinking in each individual in order to face obstacles in life. Dengan evolusi era digital, peran avatar menjadi semakin penting, dan virtual idol muncul sebagai fenomena penting dalam budaya populer. Saat ini, PLAVE telah menjadi idol dan streamer virtual populer di Korea Selatan dan internasional. Dalam hal ini, virtual idol sering kali menyisipkan berbagai simbol dan tanda termasuk dalam MV. MV PLAVE “The 6th Summer” ini menyampaikan pesan bahwa keinginan untuk sesuatu yang lebih dari sekedar mimpi, menghargai setiap momen-momen yang telah dilewati dan harapan untuk melakukan sesuatu yang bermakna di tengah tantangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai optimisme dalam MV PLAVE “The 6th Summer”. Metode penelitian menggunakan analisis semiotika Roland Barthes dengan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai optimisme melalui elemen visual pada adegan dan lirik tentang pentingnya kerja keras dan optimisme dalam menghadapi tantangan hidup. Representasi nilai optimisme yang dapat diperoleh melalui kerja keras, harapan akan masa depan, kebersamaan, dan  kebahagiaan. Sehingga pentingnya menumbuhkan pemikiran positif dalam diri setiap individu agar dapat menghadapi rintangan dalam hidup.
Fenomena Parasosial dan Ketertarikan Emosional Penggemar SEVENTEEN di Weverse Xiang, Lecia Fernanda; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33295

Abstract

In the digital era, the communication process can be carried out virtually and the tool that is often used is social media. On social media, users can access various information and one of their favorite topics is public figures. Through social media, fans can follow their idols and find out the latest information about their activities. The phenomenon where fans feel a feeling of closeness within fans with their idols is called a parasocial phenomenon. Parasocial interactions and relationships can give rise to feelings of emotional attraction in fans, which has an impact on the way they behave and view their idols. This research uses the basic concepts of mass communication, popular culture and parasocial phenomena. This research aims to analyze parasocial phenomena and emotional attraction of SEVENTEEN fans on the Weverse platform. This research uses a qualitative approach and phenomenological methods. The results of the research show that interactions on digital platforms such as Weverse, through content containing personal messages, have formed a sense of intimacy that supports parasocial relationships and fans' emotional interest. Additionally, parasocial phenomena and emotional attraction may contribute to how fans build relationships in real life. Di era digital, proses komunikasi dapat dilakukan secara virtual dan sarana yang sering kali dipakai adalah media sosial. Di media sosial pengguna dapat mengakses berbagai informasi dan salah satu topik yang disukai adalah mengenai figur publik. Melalui media sosial, penggemar dapat mengikuti idolanya dan mencari tahu informasi terbaru mengenai kegiatannya. Fenomena dimana penggemar merasakan perasasan kedekatan dalam diri penggemar  dengan idolanya disebut sebagai fenomena parasosial. Dari interaksi dan hubungan parasosial dapat menimbulkan perasaan ketertarikan emosional pada penggemar berdampak pada cara mereka berperilaku dan memandang idolanya. Penelitian ini menggunakan landasan konsep komunikasi massa, budaya populer, dan fenomena parasosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena parasosial dan ketertarikan emosional penggemar SEVENTEEN di platform Weverse. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa interaksi di platform digital seperti Weverse, melalui konten yang mengandung pesan personal telah membentuk rasa intimasi yang mendukung hubungan parasosial dan ketertarikan emosional penggemar. Selain itu, fenomena parasosial dan ketertarikan emosional dapat berkontribusi pada cara penggemar membangun hubungan di kehidupan nyata.
Transformasi Konsumsi Hiburan Generasi Z melalui TikTok: Pendekatan Ekologi Media Christopher, Ervinn; Pribadi, Muhammad Adi
Koneksi Vol. 9 No. 2 (2025): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v9i2.33298

Abstract

Advances in digital technology and social media have transformed how Generation Z accesses entertainment, particularly through platforms like TikTok. As a short video-based platform, TikTok offers an engaging, fast-paced, and personalized entertainment experience tailored to young audiences. This research explores how Generation Z utilizes TikTok for entertainment and evaluates its impact through the lens of media ecology theory. Using a qualitative approach and phenomenological method, data was gathered through in-depth interviews with active TikTok users from Generation Z. The findings reveal that TikTok serves as a flexible entertainment medium, fosters emotional engagement via personalized algorithms, and shapes social interaction patterns. Within the media ecology framework, TikTok establishes a digital entertainment ecosystem that enhances Generation Z's cultural engagement. This study contributes academically to communication and social media research while offering practical insights for content creators to design strategies that resonate with younger audiences. Kemajuan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara Generasi Z mengakses hiburan, termasuk melalui platform TikTok. Sebagai platform media sosial pendek berbasis video, TikTok menghadirkan pengalaman hiburan yang interaktif, cepat, dan disesuaikan dengan kebutuhan anak muda, Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z menggunakan TikTok sebagai sarana hiburan dan mengkaji dampak penggunaan TikTok dari perspektif teori ekologi media. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada pengguna aktif TikTok Generasi Z dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologis. Studi ini menunjukkan bahwa TikTok digunakan sebagai media hiburan yang menawarkan fleksibilitas dalam konsumsi konten, menciptakan keterlibatan emosional melalui algoritma personalisasi, dan membentuk pola interaksi sosial. Dalam kerangka teori ekologi media, TikTok menciptakan ekosistem hiburan yang mendukung pengembangan budaya digital bagi Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi secara akademis pada penelitian komunikasi dan media sosial serta memberikan panduan praktis kepada pembuat konten dalam mengembangkan strategi kreatif untuk memenuhi kebutuhan audiens muda.

Page 1 of 4 | Total Record : 33