cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Komunikasi Penyandang Tunanetra Di Lingkungan Sosial Kevin Richard Sandiata; Sinta Paramita
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2021

Abstract

Keterbatasan seseorang dapat menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Keterbatasan seperti masalah penyakit, pertumbuhan atau perkembangan badan/fisik yang kurang baik, dan sebagainya. Keterbatasan dalam melihat (tunanetra) juga menjadi hambatan dalam berkomunikasi sehingga menghambat aktivitas dalam bekerja, atau pengembangan diri. Penelitian ini membahas komunikasi penyandang tunanetra di lingkungan sosial dan pandangan masyarakat terhadap penyandang tunanetra. Penulis mengambil objek penelitian di Panti Tunanetra Elsafan. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi verbal dan nonverbal, dan komunikasi antarpribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode case study atau studi kasus. Peneliti mewawancarai pendiri, kepala sekolah, dan anak-anak Elsafan, juga observasi di Yayasan Elsafan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi anak tunanetra dengan sesamanya, serta guru yang mengajar berjalan efektif. Terdapat feedback dalam pesan yang disampaikan. Namun, masih ada masyarakat yang belum bisa mengenal dan memahami penyandang tunanetra, sehingga sulit bagi penyandang tunanetra saat berbaur di lingkungan sosial. 
Representasi Keberagaman dalam Komik Online “Pakdhe dan Geng Bhinneka” Evita Chainova Chandra; M. Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3904

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Namun, saat ini isu-isu yang berkaitan dengan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) sering menjadi permasalahan. Ada banyak cara untuk menyampaikan atau mempresentasikan keberagaman di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk media yang bisa digunakan adalah komik. Komik pada mulanya hanya dapat dinikmati melalui media konvensional berupa bentuk fisik (buku, majalah, koran, dll), namun sekarang dapat juga dinikmati melalui media online secara gratis. Komik mampu menjadi media untuk mempresentasikan tentang keberagaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberagaman yang direpresentasikan dalam komik online “Pakdhe dan Geng Bhinneka” yang nampak secara langsung ataupun tidak langsung, baik melalui gambar maupun narasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Subjek pada penelitian ini adalah isi komik online “Pakdhe dan Geng Bhinneka” yang diterbitkan dalam periode Juni – Agustus 2018, dimana objek yang diteliti adalah scene pada komik. Dapat disimpulkan bahwa pada komik Pakdhe dan Geng Bhinneka terdapat representasi keberagaman yang ditampilkan melalui pemilihan karakter yang berlatar budaya berbeda serta adegan yang disampaikan pengarang. Serta dapat terlihat adanya toleransi antar masyarakat.
Tahapan Gegar Budaya Yang Dialami Mahasiswa Indonesia (Studi Kasus Mahasiswa Aktif South China Normal University) Beatrix Beatrix; Pinckey Triputra
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1966

Abstract

Komunikasi merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi dan kebudayaan merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negara China semakin meningkat tiap tahunnya. Gegar budaya merupakan salah satu hambatan dalam komunikasi antarbudaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan gegar budaya yang dialami oleh mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di South China Normal University, Guangzhou, China. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi antarbudaya, dan gegar budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif studi kasus secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara semistruktur dengan lima informan. Empat orang mahasiswa yang merupakan informan dalam penelitian ini mengalami gegar budaya yang terdiri dari empat fase, yaitu fase kesenangan, fase kekecewaan, fase awal resolusi, dan fase berfungsi dengan efektif. Masing-masing mengalami gegar budaya dalam derajat yang berbeda. Gegar budaya harus disikapi dengan baik agar seseorang dapat melewatinya dan tidak merasa putus asa.
Studi Self Disclosure Yang Dilakukan Model Kepada Fotografer Michael Stefanus; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2030

Abstract

Dalam dunia permodelan, terdapat dua jenis model yaitu model catwalk dan model foto. Model catwalk biasanya bisa menjadi model foto tetapi model foto belum tentu bisa menjadi model catwalk karena tinggi badan tidak sesuai. Dalam sesi pemotretan, model dibantu oleh fotografer untuk mengarahkan dan menuntun model berpose di depan kamera. Perlu ada kecocokan dan hubungan yang baik dari keduanya supaya proses pemotretan tersebut lancar dan mendapatkan hasil foto terbaik. Kecocokan dan hubungan tersebut dapat dibangun karena keduanya saling mengungkapkan diri atau melakukan self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana self disclosure yang dilakukan model kepada fotografer. Teori komunikasi yang digunakan adalah teori penetrasi sosial yang di dalamnya terdapat analogi kulit bawang dan self disclosure. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Key informan dan narasumber dalam penelitian ini adalah Darwis Triadi, Hartono Hosea, Asmara Abigail, Tasya Bintang, Yovita Iskandar, Vivi Rans, Andrea Paramita Korompis, Raphaela Natasha, Vincent Soehartono, Calvin Alexander dan Evianty. Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa self disclosure yang dilakukan model kepada fotografer berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh kedekatan dan juga tingkat penetrasi sosial dari setiap model dan fotografer.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone Terhadap Efektivitas Komunikasi Vertikal Ke Bawah Di PT. Draco Internasional Harris Harris; Suwarto Suwarto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2012

Abstract

Perkembangan teknologi membuat komunikasi menjadi lebih mudah, terutama dengan menggunakan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara intensitas penggunaan smartphone terhadap efektivitas komunikasi vertikal ke bawah di PT. Draco Internasional. Teori yang digunakan penulis adalah teori komunikasi organisasi dimana didalamnya terdapat efektivitas komunikasi vertikal ke bawah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan juga studi kepustakaan yang berhubungan. Peneliti menemukan bahwa hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan efektivitas komunikasi vertikal ke bawah kecil atau tidak erat. Peneliti menemukan penggunaan smartphone untuk komunikasi di PT. Draco Internasional belum bisa efektif, kebanyakan hal-hal masalah pekerjaan lebih efektif dengan dibicarakan langsung tanpa melalui smartphone.
Studi Komunikasi Kelompok Terapi pada Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta Wilson Wilson; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3946

Abstract

Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan adalah salah satu rumah sakit jiwa ternama di Indonesia yang berdiri menangani para pasien gangguan jiwa sejak tahun 1876. Dalam kegiatan keperawatan pasien gangguan jiwa, terdapat kegiatan komunikasi kelompok terapi. Komunikasi kelompok terapi yang terjadi antar pasien gangguan jiwa ini memiliki berbagai fungsi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi kelompok yang mencakup jaringan komunikasi kelompok, tipe komunikasi kelompok, fungsi komunikasi kelompok, dan komunikasi verbal dan non-verbal. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kasus. Data yang akan dianalisis diperoleh dari observasi dan wawancara dengan tiga orang pasien gangguan jiwa sebagai kelompok kecil serta satu perawat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara para pasien gangguan jiwa berkomunikasi dalam kelompok terapi dan fungsi komunikasi kelompok pada pasien gangguan jiwa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi kelompok terapi yang terjadi di RSJ termasuk dalam jaringan komunikasi kelompok semua saluran. Informan pasien menyampaikan pesan verbal untuk mengenal satu sama lain, dan memberikan pesan non-verbal untuk menyampaikan perasaannya. Sedangkan fungsi komunikasi kelompok yang paling terlihat adalah fungsi sosial dan fungsi persuasif.
Analisis Strategi Pemberitaan Media Alternatif untuk Isu-Isu Berkaitan Dengan Kekerasan Pada Perempuan (Studi Kasus Magdalene Sebagai Media Online) Della Resita; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3895

Abstract

Media online dibagi menjadi media mainstream dan media alternatif. Media alternatif memiliki perbedaan dengan media mainstream. Media alternatif cenderung bersifat non-comercial dan bertujuan melawan hegemoni serta membela kaum minoritas. Salah satu media alternatif adalah Magdalene. Magdalene merupakan media online yang membahas mengenai isu perempuan, LGBT, kesetaraan, relationship, dating, dsb. Magdalene banyak melakukan kritik terhadap media yang menggunakan kalimat maupun bahasa yang seksis dalam melakukan pemberitaan. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana strategi Magdalene sebagai media alternatif terhadap isu kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Magdalene sebagai media alternatif dan objek penelitian adalah strategi pemberitaan yang dilakukan oleh Magdalene. Peneliti melakukan wawancara kepada para informan dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa Magdalene melakukan strategi pemberitaan dengan cara membuat konten yang beragam dengan selalu memperbaharui konten, menampilkan tampilan website yang lebih menarik, penggunaan bahasa populer agar pembaca jadi lebih tertarik untuk membaca. Magdalene juga melakukan branding kepada lembaga luar agar lebih dikenal dan melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik pembaca.
Fungsi Media Online di Komunitas LGBT (Analisis Wacana Berita Pada Media Online Suara Kita) Dewi Winu Wulan; Eko Harry Susanto; Ahmad Djunaidi
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1391

Abstract

Kehadiran  media  baru yang  begitu  pesat, tidak  membuat media baru seperti majalah, website, ataupun yang lainnya mati. Majalah  tetap  bertahan  bahkan  bermigrasi ke  majalah online. Segmentasinya  pun  beragam  mulai  dari  khusus  wanita, pria, remaja, anak-anak, keluarga, hingga LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Kehadiran  majalah, koran atau website khusus LGBT menuai  banyak   kontra daripada pro dari masyarakat umum termasuk di Indonesia. Lagi-lagi karena aktivitas kaum ini dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama. Terlepas dari pro  dan  website  khusus  LGBT tetap  eksis  dan  telah menjalankan fungsinya  sebagai  media  massa.  Karena  memiliki  kelebihan  yaitu  audiens yang  sangat  tersegmentasi sehingga isu-isu  yang  dimuat  dalam  website ini juga  sangat  spesifik dan tetap  akan  dicari karena menjadi  kebutuhan  bagi audiens  khusus.   Dengan  website,  tergambar juga bahwa  kaum  minoritas seperti  LGBT  semakin  mengukuhkan  keberadaan  mereka  meski  banyak mendapat  tentangan.  Justru  melalui  media  ini,  kaum LGBT  dapat  dengan bebas mengekspresikan  diri  dan  identitas gender  mereka  sekaligus memberikan pengaruh bagi pembacanya.
Pola Komunikasi Dalam Upacara Adat Teapai di Lingkup Etnis Tionghoa Jakarta Ivan Kristofer; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3914

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pola komunikasi yang terjadi di dalam upacara adat Teapay di lingkup etnis Tionghoa terutama di Jakarta. Kegiatan di dalam upacara Teapay disampaikan melalui bentuk dan konteks komunikasi yang berbeda. Bentuk dan konteks komunikasi ini menyampaikan kegiatan di dalam upacara teapai yang memiliki banyak makna. Selain itu ada berbagai macam jenis pola komunikasi yang terjadi di antara saudara satu sama lain yang hadir di dalam upacara Teapai. Pola komunikasi yang terjadi di sana juga didukung oleh berbagai macam faktor yang membentuk keberhasilan dari pola komunikasi tersebut. Selain itu ada pula hambatan – hambatan yang ditemui di dalam upacara Teapai yang mempengaruhi upacara tersebut. Hambatan ini berasal dari berbagai macam sumber. Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan konsep pola komunikasi, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan dengan metode penelitian studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data dari hasil wawancara dengan narasumber dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku, jurnal dan data online. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi non-partisipan, studi kepustakaan dan penelusuran data online.
Penggunaan Kutipan Dialog Film yang Mengundang Reaksi Pengguna Instagram Falisa Dwi Octaria; Riris Loisa
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2431

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena film dalam berbagai genre merupakan salah satu sarana  hiburan  yang  memiliki  daya  tarik tersendiri. Salah satu faktor penentu kesuksesan suatu film adalah dialog. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penggunaan kutipan dialog yang mengundang reaksi pengguna Instagram dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan kutipan dialog film yang mengundang reaksi pengguna Instagram. Teori yang digunakan mencakup komunikasi massa, dialog, dan media baru. Penelitian ini membahas tentang penggunaan kutipan dialog Film Dilan 1990 di dalam Instagram dengan menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara secara mendalam dan analisis terhadap komentar-komentar pada unggahan dialog. Temuan penelitian ini adalah unggahan dalam akun @dilanku bersifat romantis sehingga membuat netizen yang membaca kutipan dialog tersebut merasa bahagia. Oleh karena itu, netizen yang merasa bahagia terhadap unggahan tersebut, mulai membagikan kutipan dialog yang terdapat dalam akun @dilanku kepada teman dan kerabat mereka.  Unggahan tersebut dipilih oleh admin setelah melihat trend yang sedang berkembang di kalangan pengguna Instagram yaitu minat terhadap unggahan kutipan.