cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Strategi Komunikasi Politik Relawan Tim Ahok - Djarot Pada Pilkada 2017 Handre Handre
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1360

Abstract

Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi komunikasi merupakan paduan dari manajemen komunikasi dengan perencanaan komunikasi untuk mencapai satu tujuan (Effendy,2003:301). Strategi Komunikasi harus direncanakan secara efektif dan efisien agar memberikan kontribusi yang luar biasa pada keberhasilan. Pada penelitian ini, penulis membahas tentang strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh relawan tim Ahok-Djarot untuk dapat memenangkan Pilkada 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus, data yang akan dianalisis didapat dari hasil wawancara dengan dua narasumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi utama yang dilakukan oleh relawan Ahok-Djarot  adalah dengan memberikan informasi tentang hasil yang telah dicapai oleh Ahok-Djarot. Lewat strategi ini para relawan tim pemenangan Ahok-Djarot menunjukan bahwa Ahok dan Djarot memberikan bukti bukan janji.
Studi Proses Pengungkapan Jati Diri Transeksual Fatinah Ghiyats; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2003

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan maksud untuk mengetahui awal mula seseorang mengalami gangguan identitas gender, proses pengungkapan jati diri transeksual serta tanggapan masyarakat terhadap transeksual. Transeksual merupakan salah satu contoh penyimpangan dalam konteks gangguan identitas gender yang merasa dirinya berada di tubuh yang salah sehingga berperilaku seperti lawan jenis bahkan melakukan operasi penegasan kelamin. Pada awalnya seorang transeksual memilih untuk tertutup namun dengan penuh pertimbangan akhirnya seorang transeksual mulai membuka dirinya kepada masyarakat melalui komunikasi secara langsung dan tidak langsung seperti melalui media sosial. Sejumlah konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah gender, gangguan identitas gender, agama, transeksual, self disclosure, komunikasi, media Massa, framing dan aktualisasi diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan empat narasumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transeksual mengalami banyak pertimbangan sebelum dirinya memutuskan untuk membuka diri. Dukungan dan penerimaan dari keluarga sangat penting bagi kepercayaan diri transeksual sebelum membuka diri di hadapan publik meskipun terdapat banyak pro dan kontra dari pandangan agama dan masyarakat sosial.
Jurnalisme Damai Pemberitaan Tragedi Bom Surabaya Mei 2018 (Analisis Wacana Media Siber Kompas.com, Okezone.com, Liputan6.com) Sherin Vania Angjaya; Eko Harry Susanto; Kurniawan Hari Siswoko
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3937

Abstract

Keberagaman sangat erat dengan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai budaya, latar belakang, etnis, dan agama yang disebut dengan multicultural. Hal tersebut membuat masyarakat belajar untuk hidup harmonis dengan sesama, namun adanya perbedaan tetap berpotensi memicu konflik bahkan perpecahan. Ditambah dengan kemajuan teknologi dan informasi yang terjadi terutama pada media komunikasi dan informasi media siber berita dalam memberitakan suatu peristiwa berkaitan dengan keberagaman. Media siber berita pada prinsipnya memberikan informasi yang penting diketahui kepada masyarakat berdasarkan fakta dan independen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun pemberitaan media siber juga dibuat oleh jurnalis yang memiliki perspektif dan interpretasinya sendiri serta dipengaruhi juga oleh latar belakangnya dan bahkan adanya kepentingan media itu sendiri yang seharusnya tidak boleh diterapkan sehingga objektifitas dan independen media mulai bergeser. Dalam penelitian ini, peneliti membahas penerapan jurnalisme damai pada media siber Kompas.com, Liputan6.com, Okezone.com mengenai pemberitaan tragedi Bom Surabaya Mei 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis wacana, serta untuk menguatkan validitas data yang telah diamati, peneliti juga melakukan wawancara terarah, peneliti menemukan bahwa pemberitaan tiga media siber tersebut bersifat faktual dan hati-hati terutama pada berita terkait isu keberagaman seperti penerapan jurnalisme damai pada media siber tersebut.
Pemaknaan Fanatisme Bagi Pengguna Vespa di Kota Tangerang Adhimas Ario Bimo; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3886

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Penulis tertarik dengan pemaknaan fanatisme para pengguna Vespa di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untuk melihat fenomena yang terjadi. Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka penulis ingin melihat pandangan pengguna Vespa yang ada di Kota Tangerang mengenai fanatisme itu sendiri. Dengan menggunakan Teori Iklan dan Teori Fanatisme maka penulis memilih objek penelitian yaitu member komunitas Moca Vespa, pengguna Vespa extreme dan Marketing Piaggio Cabang Tangerang.  Hasil analisis dari wawancara yang telah penulis lakukan dengan informan yaitu bahwa kefanatikan membuat member tetap setia menggunakan Vespa di era kemajuan teknologi dan transportasi. Selain itu, Vespa dianggap sebagai sahabat, kekasih bahkan istri. Piaggio sudah beriklan sejak dulu sebelum sempat vakum. Oleh karena itu, Piaggio sudah mendapat nama besar dan pengguna yang fanatik. Faktor komunitas juga sangat mempengaruhi promosi dari produsen dan dealer Vespa yang ada di Tangerang. Seperti yang kita ketahui bahwa di era saat ini sudah jarang dan bahkan tidak ada iklan tentang motor Vespa, namun masih banyak peminat produk tersebut.
Representasi Seksualitas Perspektif Perempuan Dalam Lirik Lagu “Get On Your Knees” Yang Dinyanyikan Oleh Nicki Minaj Dan Ariana Grande Rachma Djumri
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1374

Abstract

Seksualitas merupakan komponen identitas personal individu yang tidak terpisahkan dan berkembang dan semakin matang sepanjang kehidupan individu. Seksualitas tidak sama dengan seks. Seksualitas ialah interaksi faktor-faktor biologis, psikologi personal, dan lingkungan. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian semiotika. Lagu merupakan seni yang tak pernah terlepas dari kehidupan manusia. Pada saat ini lagu menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia entah itu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau pun sebagai bentuk untuk mencurahkan perasaan. Dalam lirik lagu terdapat pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya, salah satu pesan tersebut adalah seksualitas. Ada lirik lagu yang merepresentasikan seksualitas salah satunya lagu yang berjudul “Get On Your Knees” yang dinyanyikan oleh Nicki Minaj dan Ariana Grande. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada representasi baru mengenai seksualitas untuk perempuan. Sejatinya perempuan selalu dikaitkan dengan seksualitas, tetapi ada hal lain yang lebih dari pada itu yang tidak terlihat oleh kasat mata. Seksualitas tidak harus selalu dihubungkan dengan pornografi, perempuan berpenampilan cantik dan seksi memang untuk kepercayaan diri perempuan itu sendiri.
Komunikasi Ritual pada Cermin Pa Kua Aldo Aldo; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2422

Abstract

Cermin Pa Kua merupakan bagian dari kebudayaan etnis Tionghoa. Cermin ini berbentuk segi delapan dengan pinggiran berwarna emas pada umumnya. Cermin ini sudah cukup lama menjadi bagian dari budaya etnis Tionghoa. Cermin ini ditempatkan di atas pintu masuk rumah yang berguna untuk menolak energi jahat dan menjauhkan dari bahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat komunikasi ritual pada cermin Pa Kua dan makna dari cermin Pa Kua pada kebudayaan etnis Tionghoa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, budaya, dan komunikasi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan enam narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cermin Pa Kua memiliki komunikasi ritual tersendiri, sebelum digunakan cermin ini dibawa terlebih dahulu ke vihara untuk didoakan memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan perlindungan melalui cermin Pa Kua dan makna dari cermin Pa Kua bagi etnis Tionghoa adalah untuk menjauhkan bangunan mereka dari energi buruk.
Evolusionisme Budaya Okomama Sebagai Strategi Kampanye Politisi Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Clara Claudia Matara; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1980

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai evolusi budaya okomama sebagai strategi kampanye politisi di kabupaten Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa budaya okomama digunakan sebagai salah satu strategi kampanye para politisi di kabupaten Kupang menjelang Pilkada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini merupakan empat  orang politisi kabupaten Kupang dan satu antropolog budaya yang memahami budaya Timor. Penulis menggunakan teori komunikasi antar budaya yang meliputi evolusionisme budaya dan komunikasi politik yang meliputi kampanye. Hasil dari penelitian ini adalah politisi di kabupaten Kupang menggunakan okomama sebagai strategi kampanye. Pasalnya, di kabupaten Kupang yang mendominasi adalah orang suku Timor. Dengan menggunakan okomama sebagai strategi kampanye, politisi dianggap menghargai budaya orang Timor dan menghormati masyarakat yang ada. Selain itu, dengan menggunakan budaya okomama sebagai salah satu strategi kampanye juga dinyatakan efektif dengan bukti terpilihnya para politisi kabupaten Kupang yang telah penulis wawancara. Bahkan, para politisi tersebut  menggunakan strategi ini berulang kali untuk memenangkan peperangan politik.
Budaya Organisasi SEJUK.ORG dalam Memproduksi Berita Bernilai Keberagaman Nathania Nathania; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3928

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh SEJUK yang merupakan salah satu portal berita media online swasta berjaringan di Indonesia. SEJUK merupakan singkatan dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman. SEJUK menjunjung tinggi konten berita yang bernilai keberagaman. Berita keberagaman tersebut meliputi nilai agama, gender, HAM dan multikulturalisme. Sebagai suatu wadah media online yang menampung dan membahas suatu isu keberagaman, SEJUK berpegang teguh dengan tidak memberitakan berita yang dapat mendiskriminasi karena hal tersebut dapat merusak keberagaman. Sebuah perusahaan harus mampu menerapkan suatu budaya organisasi bagi para pekerjanya, begitu pula dengan SEJUK.ORG. Budaya organisasi diperlukan bagi pekerja sebagai pedoman dan juga panduan dalam menghasilkan berita yang bernilai keberagaman. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis budaya organisasi di SEJUK.ORG menggunakan dua asumsi dari teori budaya organisasi yang dikemukakan oleh Michael Pacanowsky & Nick O’Donnel Trujillo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode etnografi karena penulis mengamati secara langsung dalam kurun waktu yang kurang lebih adalah dua bulan.
Muatan Feminisme dalam Film Aksi (Analisis Semiotika Film Wonder Woman) San San Lia; Hadi Artomo; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2446

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan nilai feminisme yang ada pada tokoh Diana dalam Film Wonder Woman karya sutradara Patty Jenkins. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi, studi pustaka dan sumber online. Data penelitan dianalisis dengan menggunakan Teori Semiotika Charles Sanders Perice dengan menggunakan segitiga makna Peirce yaitu, tanda, objek dan intepretan. Film Wonder Woman merupakan film yang berbeda dari film action pada umumnya dimana dalam film action biasanya hanya didominasi oleh tokoh laki-laki, sedangkan perempuan menjadi pendukung. Di film ini, sosok perempuan menjadi fokus utama. Hasil dari penelitian ini adalah nilai feminisme tokoh Diana dalam film Wonder Woman di mana Diana sebagai seorang perempuan mempunyai kekuatan fisik, lebih kuat dari laki-laki pada umumnya, dapat menentukan keputusannya sendiri dan juga memiliki kemampuan dalam memimpin. Film ini masuk ke dalam katagori feminisme radikal karena Diana sebagai seorang perempuan diceritakan lebih unggul dibandingkan dengan tokoh laki-laki dalam film. Cerita dalam film ini digambarkan hanya sebatas fiksi dan kurang realistis. Meskipun, hanya sebagai film fiksi film ini membawa pengaruh feminisme yang arahnya berubah dari fiksi menjadi non fiksi. 
Persepsi Masyarakat Tionghoa Terhadap Kesenjangan Sosial di Indonesia (Semiotika Analisis Film Ngenest) Emiliana Theresia Maria Santoso
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1357

Abstract

Mayoritas penduduk Indonesia merupakan orang asli Indonesia, sedangkan etnik Tionghoa menjadi penduduk minoritas. Sebagai kelompok minoritas, penelitian ini ingin melihat apakah dalam film Ngenest ada kesenjangan sosial pada masyarakat Tionghoa di Indonesia, bagaimana posisi mereka di lingkungan masyarakat dan bagaimana cara mereka berbaur agar tidak dianggap berbeda oleh kelompok mayoritas dengan menggunakan teori yang terdiri dari komunikasi, komunikasi antara budaya, kesenjangan sosial, persepsi, komunikasi massa, film, serta semiotika. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Teori Semiotika Charles Sanders Peirce. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer merupakan hasil observasi melalui aktifitas, tanda, simbol, serta visual yang terdapat dalam film Ngenest dan data sekunder diperoleh dari buku, dokumen, serta internet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia kerap mendapatkan perilaku bullying baik verbal atau pun nonverbal dan pengalaman buruk yang diterima seseorang akan menimbulkan persepsi terhadap budaya milik orang lain.