cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Budaya Organisasi Kantor Cabang Multinasional (Studi Etnografi Kantor Hiseas European Destination Management Jakarta) Veronica Burnadi
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1381

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana budaya organisasi yang ada di dalam kantor cabang multinasional HiSEAS Jakarta. Di dalam kantor, masing-masing individu memiliki jabatan masing-masing dan menjadi identitas jati diri dari kantor. Adanya komunikasi organisasi yang terjadi antara karyawan kepada pemimpin dan pemimpin kepada karyawan yang membentuk sebuah budaya dalam kantor. Peneliti meneliti dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Budaya organiasasi yaitu kepemimpinan yang diterapkan pemimpin, karakteristik budaya kantor HiSEAS Jakarta,  perfoma komunikatif (perfoma ritual, perfoma hasrat, perfoma sosial, perfoma politis),  simbol-simbol budaya (simbol verbal, simbol fisik dan simbol perilaku) yang ada di dalam kantor HiSEAS jakarta memiliki sifat kekeluargaan dan pemimpinnya menerapkan sistem kerjasama dan solid antar karyawan. 
Gaya Hidup Remaja Perempuan dalam Membentuk Body Image dan Citra Diri Sesuai Tren Masa Kini Ayu Liza Karunia Syachrizally; Widayatmoko Widayatmoko
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2426

Abstract

Gaya hidup yang telah berkembang dan menjadi tren di kalangan remaja perempuan saat ini antara lain adalah fashion dan healthy lifestyle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup yang saat ini menjadi tren di kalangan remaja perempuan. Untuk mengetahui tren fashion dan healthy lifestyle yang dapat membentuk body image dan citra diri pada remaja perempuan. Teori yang digunakan oleh penulis adalah teori gaya hidup dengan dimensinya antara lain adalah fashion dan healthy lifestyle. Gaya hidup adalah bagaimana cara individu menghabiskan waktu mereka dengan sekitarnya. Selanjutnya, penulis juga menggunakan teori body image dan citra diri. Body image merupakan persepsi, pikiran, dan perasaan seseorang tentang tubuhnya. Selanjutnya, citra diri adalah salah satu segi dari gambaran diri yang berpengaruh pada harga diri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemajuan dalam bidang fashion itu sendiri dapat dilihat dari munculnya jenis-jenis style yang baru, bahkan dapat dikatakan style tersebut adalah style fashion yang kebarat-baratan. Selain itu juga dalam bidang healthy lifestyle itu sendiri dapat dirasakan dengan kemajuan cara manusia menjaga pola sehat dengan menggunakan teknik yang baru.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kuliner Para Followers Akun @Jktfoodbang Devita Lusiana; Widayatmoko Widayatmoko; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1991

Abstract

Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang telah menumbuhkan pengaruh bagi masyarakat dalam berkomunikasi. Dari perkembangan teknologi ini, masyarakat dapat berkomunikasi menggunakan media sosial Instagram. Di Indonesia, penggunaan Instagram menempati peringkat ketiga media sosial yang paling banyak diakses. Kegunaan Instagram saat ini tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi Instagram telah menjadi sarana media promosi dan bahkan menjadi sarana informasi khususnya untuk para pencinta kuliner. Hal ini ditandai dengan munculnya akun kuliner @jktfoodbang yang banyak diikuti oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan media sosial instagram (X) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner (Y) para followers akun @jktfoodbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori penggunaan media sosial Instagram, dengan dimensi context, communication, collaboration, dan connection. Ditambah dengan teori pemenuhan kebutuhan informasi dengan dimensi cognitive needs, affective needs, personal integrative needs, social integrative needs dan escapist needs. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @jktfoodbang dan sampel yang diambil sebanyak 100 responden, menggunakan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling insidental. Dari penelitian diperoleh hasil persamaan regresi linear Y = 8,426 + 0,747 X dan nilai signifikasi 0,000 yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial Instagram terhadap pemenuhan kebutuhan informasi kuliner para followers akun @jktfoodbang.
Studi Komunikasi Ritual Teh Pai Pada Pernikahan Tionghoa Cina Benteng di Tangerang Putri Dewiyanto; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3932

Abstract

Cina Benteng merupakan komunitas terkenal karena dianggap masih melestarikan tradisi kebudayaan Tionghoa. Salah satu kebudayaanya adalah Teh Pai. Teh Pai diwariskan melalui proses komunikasi antar generasi. Dalam ritual Teh Pai terdapat proses komunikasi yang melibatkan perasaan terdalam antara pengantin dan orang yang lebih tua. Perasaan terdalam tersebut merupakan bagian dari komunikasi ritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi ritual Teh Pai pada pernikahan Tionghoa Cina Benteng di Tangerang. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, komunikasi ritual dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan lima narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi ritual yang terdapat dalam Teh Pai pada pernikahan Tionghoa Cina Benteng di Tangerang disebut sebagai rites of passage atau ritus peralihan saat kedua mempelai menyuguhkan teh kepada orang yang lebih tua dan peralihan mempelai perempuan dari keluarga asal kemudian ia akan berpindah ke keluarga mempelai laki-laki serta bagian prosesi dari orang yang belum menikah kemudian akan menikah. Komunikasi ritual juga menunjukkan perilaku simbolik yaitu bakti anak kepada orang tua dan menyatakan perasaan terdalam orang tua yang memiliki pesan terakhir khusus kepada kedua mempelai.
Analisis Fenomena Citizen Journalism dalam Membantu Jurnalisme Konvensional Membangun Berita Bermutu Bagi Masyarakat Ulfa Rizkayana; Eko Harry Susanto; Ahmad Junaedi
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2450

Abstract

Citizen journalism dapat didefinisikan sebagai praktik jurnalistik yang dilakukan oleh orang biasa bukan wartawan profesional yang bekerja di sebuah media. Fenomena citizen journalism yang terjadi pada saat ini berkaitan dengan participatory media culture theory yang dikemukakan oleh Henry Jenkins. Teori ini menguraikan cara-cara di mana budaya media baru menawarkan khalayak untuk secara bersama-sama mengambil peran sebagai konsumen media dan produsen media sekaligus. Dalam participatory media culture masyarakat dapat lebih mudah merespon dan memberikan konstribusi dan pesan kepada media. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dalam program berita citizen journalism di Metro TV. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa citizen journalism turut memiliki andil dan peranan besar dalam penyajian berita oleh media konvensional kepada masyarakat.
Nilai-Nilai Budaya dalam Anime Haikyuu!! Michael Indriyanto
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam anime Haikyuu!! yang di rilis pada tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif bersifat kualitatif dengan pendekatan analisa semiotika komunikasi. Acuan dalam penelitian ini adalah semiotika Charles Sanders Pierce menggunakan teori segitiga makna (sign, object dan interpretant). Dalam film anime Haikyuu!! ini memperlihatkan nilai-nilai budaya Jepang dari kata “Seishin” yang memiliki arti semangat dengan menggunakan sebuah tanda. Tema cerita dalam film anime ini menggunakan olah raga voli dan bergenre comedy, drama, school, shounen, dan sport. Namun anime ini lebih menekankan pada kerja keras, dan perjuangan yang mereka lakukan ketika bertanding. Di dalam film ini juga terdapat beberapa scene tentang semangat yang tersamarkan dalam narasi film. Contoh yang di ambil penulis dalam penelitian ini berupa jimat, spanduk, dan perkataan tidak menyenangkan dari seorang pak tua.
Representasi Feminisme dalam Film Bermuatan Reformasi Sosial (Analisis Naratif Tokoh Perempuan dalam Film Di Balik 98) Wanli Wanli; Riris Loisa; Septia Winduwati
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2048

Abstract

Perempuan Indonesia masa kini kerap ditampilkan dalam film nasional. Namun masih jarang yang menjadikan perempuan sebagai tokoh utama dari sebuah film. Film yang merepresentasikan perempuan sebagai tokoh utama dalam pandangan teori Cultural Studies digunakan untuk melawan budaya dominan yang ada. Perempuan yang selalu menurut dan diam direpresentasikan berbeda dalam film ini. Berlatarbelakang tahun 1998, Film Di Balik 98 karya Lukman Sardi mengantarkan kepada khalayak bahwa representasi tokoh-tokoh perempuan sebagai perempuan kuat dengan identitas jamak dan keberanian serta ideologi yang tinggi untuk menegakkan keadilan lewat reformasi sosial dalam segi feminisme. Tokoh-tokoh perempuan dalam film ini juga dapat menyuarakan pendapat dan pikirannya, tetapi masih mengingat perannya sebagai seorang istri, ibu dan wanita karir dalam satu kesatuan yang utuh. Hasil penelitian berupa pesan-pesan feminisme secara humanis, pesan preventif feminisme melalui film, komunikator secara historis, representasi feminisme berbasis ideologi, representasi feminisme berbasis primordial, kolaborasi feminisme posmodern tahun 1998,  bahkan hingga ketegasan legitimasi hak perempuan Indonesia yang secara khusus ditujukan kepada pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme posmoderen dan Cultural Studies, dengan pendekatan kualitatif dan teknik analisis naratif dalam struktur narasi yang dikemukakan oleh Gillespie.
Foto Prewedding Sebagai Bagian dari Gaya Hidup Nelly Nelly; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2440

Abstract

Fenomena foto prewedding merupakan bagian dari gaya hidup yang lazim ditemui sejak tahun 2000-an. Foto prewedding merupakan seni visual yaitu bagian dari budaya popular. Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang, semakin banyak pasangan yang memiliki gaya hidup sendiri yang cenderung penuh dengan kemewahan. Dalam melakukan foto prewedding, pasangan yang berasal dari kalangan menengah ke atas umumnya melakukan foto prewedding di luar negeri guna menunjukkan gaya hidup pasangan pengantin yang berbeda dari pasangan lain. Faktor finansial adalah salah satu faktor yang menentukan gaya hidup seseorang. Penelitian ini mengangkat foto prewedding yang merupakan bagian dari gaya hidup. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori budaya popular dan teori gaya hidup. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara dengan tiga narasumber dan dari hasil observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah budaya popular secara tidak langsung mempengaruhi gaya hidup seseorang termasuk melakukan foto prewedding. Foto prewedding berkembang pesat di Indonesia terutama di kota-kota besar karena dipengaruhi antara lain tingkat ekonomi yang terus meningkat dan teknologi kamera yang semakin baik.
Representasi Feminitas Ayah (Analisis Semiotika Film Miracle In Cell No. 7) Dennis Dennis
Koneksi Vol 1, No 1 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i1.1351

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana feminitas direpresentasikan melalui film Miracle In Cell No. 7. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma yang bersifat kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi adegan-adegan dalam film yang mengandung unsur feminitas. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan analisis Semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminitas tidak hanya identik dengan karakter perempuan, laki-laki juga dapat menjadi seseorang yang memiliki sifat feminin. Selain itu, secara tidak langsung film ini menentang keberadaan budaya patriarki yang terdapat di Korea, dimana laki-laki yang pada umumnya berkuasa di negara Korea, dalam film ini berubah menjadi laki-laki yang dikuasai. Representasi feminitas dalam film ini diperlihatkan melalui penggambaran karakter ayah yang menunjukkan emosinya, seperti perasaan takut dan menangis. Selain itu, feminitas juga ditunjukkan melalui penggambaran karakter ayah yang tertindas, tidak berdaya, dan dikuasai.
Pergeseran Makna Bakcang Di Era Masyarakat Modern Rheza Alfredo Bunyamin; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2039

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pegerseran makna bakcang di era masyarakat modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana komodifikasi di dalam makna bakcang tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori makna, perubahan makna, denotasi dan konotasi serta komodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan tujuh narasumber. Festival bakcang juga dikenal sebagai festival Duan Wu atau Peh Cun dan merupakan festival kebudayaan yang masih dilaksanakan hingga saat ini, festival bakcang sendiri jatuh pada tanggal lima bulan kelima dalam kalender penanggalan Tiongkok. Dari hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa bakcang tidak memiliki makna khusus, makna bakcang di masyarakat mulai beragam dan terjadi pergeseran dikarenakan adanya keperluan masyarakat atau organisasi, masyarakat generasi muda sudah tidak mengetahui makna bakcang sendiri, bakcang juga menjadi komoditi ekonomi bagi pedagang, dan menjadi kegiatan pariwisata.