cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Self Disclosure Individu Queer Melalui Media Sosial Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun @kaimatamusic) Dhiya Fauziani Hediana; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6489

Abstract

In current digital era, the development of technology in the world are getting more advanced and rapid. The existence of new media provides an open space for individuals to convey or receive information. One of them, a Queer who see new media as a space for expression, such as self disclosure. The limited space in the public that encourages individuals queer self disclosure through digital communication in new media, namely social media Instagram. This purpose of this study is to find out how the self disclosure of one of a Queer on social media Instagram. The analysis is based on the theory of interpersonal communication with reference which according to the concept of self disclosure and social media theory. The study conducted using a qualitative descriptive approach with case study method on the Instagram account @kaimatamusic. The findings result of this study are informant able to open up herself by sharing her work, sexual identity, ideas, activities and open attitudes to the others on an Instagram account. Even so, there are some personal information that she did not share such as romantic partners and families Di era digital saat ini, perkembangan teknologi di dunia semakin maju dan pesat. Kehadiran media baru memberikan ruang keterbukaan individu untuk menyampaikan ataupun menerima informasi. Salah satunya, individu queer yang melihat media baru sebagai ruang untuk berekspresi, seperti melakukan pembukaan diri (self disclosure). Adanya keterbatasan ruang di publik yang mendorong individu queer melakukan penyingkapan diri (self disclosure) melalui komunikasi digital di media baru yaitu media sosial Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembukaan diri salah satu individu Queer di media sosial Instagram. Analisa dilandaskan pada teori komunikasi antarpribadi dengan referensi yang mengacu pada konsep pembukaan diri (self disclosure) dan teori media sosial. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dengan metode studi kasus pada akun Instagram @kaimatamusic. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah informan dapat membuka diri dengan membagikan  hasil karya, identitas seksual, ide dan gagasan, aktivitas serta sikap yang terbuka dengan orang lain di akun Instagram. Meskipun demikian, ada beberapa informasi pribadi yang ia tidak bagikan seperti pasangan romantis dan juga keluarga.
Cover Koneksi Vol 3 No 2 Asisten Jurnal Koneksi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Koneksi Vol 3 No 2
Pengaruh Konsep Diri dan Self Disclosure Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Karin Juliana; Rezi Erdiansyah
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6500

Abstract

This study aims to determine the effect of self concept and self disclosure on students’ interpersonal communication skills. The subjects on this research is 149 students spread across 24 campuses. Data analysis using SEM with the application of LISREL 8.70. Based on the results of the study  found  that there is a significant effect between self concept and self disclosure on students’ interpersonal communication skills. From the two independent variables it turns out that the concept of self concept has more influence than self disclosure on students’ interpersonal communication skills. Thus it can be concluded that interpersonal communication is influenced by self concept and self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan self disclosure terhadap kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 149 responden yang tersebar di 24 kampus. Analisis data menggunakan SEM dengan aplikasi LISREL 8.70. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri dan self disclosure terhadap kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa. Dari kedua variabel independen ternyata variabel konsep diri memiliki pengaruh yang lebih dibandingkan self disclosure terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh konsep diri dan self disclosure.
Interaksi Sosial antara Kelompok Masyarakat Dayak dan Kelompok Masyarakat Tionghoa di Singkawang Wensi Wensi; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6613

Abstract

This research entitled Social Interaction between Dayak Community Groups and Chinese Community Groups in Singkawang was conducted to determine the social interaction of Dayak community groups and Chinese community groups in Singkawang. This research uses a qualitative approach through the method of phenomenology. The study will use semi-structured interviews with one key informant and four informants. The research data obtained were sourced from interviews, observations, documentation studies and literature studies. The theory used in this research is social interaction and forms of social interaction from Soerjono Soekanto and the conditions for social interaction from J. Dwi Narwoko and Bagong Suyanto. This research conclude that social interaction between Dayak community groups and Chinese community groups has been relatively well established because of the feeling of mutual openness and respect. There are obstacles in the process of interacting such as stereotypes, ethnocentrism and language differences. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi sosial kelompok masyarakat Dayak dan kelompok masyarakat Tionghoa di Singkawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode fenomenologi. Penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Data penelitian yang diperoleh bersumber dari wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah interaksi sosial dan bentuk-bentuk interaksi sosial dari Soerjono Soekanto serta syarat-syarat terjadinya interaksi sosial dari J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto. Penelitian ini menemukan bahwa interaksi sosial antara kelompok masyarakat Dayak dan kelompok masyarakat Tionghoa telah terjalin dengan relatif baik karena adanya rasa saling terbuka dan menghormati. Terdapat hambatan dalam proses berinteraksi seperti stereotipe, etnosentrisme dan perbedaan bahasa.
Pengungkapan Diri Anak Tunarungu dalam Kelompok Teater Tujuh di Jakarta Yola Nahria Mufida; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6623

Abstract

Human beings are social beings that coexist. Ideas or a message to others are conveyed through communication. In performing communication, a hearing sense is needed to hear the message delivered.Good hearing makes it easier for the creation of a meaning by a person. Things are different when one's condition cannot hear or be deaf.   Disturbances on hearing experienced by deaf children will impact verbal abilities so that they use sign language and body language to communicate. Deaf children experience problems of their own especially on communication, it impacts their confidence and tends to shut down. Self-disclosure required deaf children who applied when they were in a social setting. The author conducts research relating to the self-disclosure of deaf children in the group Theatre Seven in Jakarta. The theory the author uses is group communication theory and self-disclosure theory. The author uses a qualitative research approach and case study research method. In this study the author selected five informants for information and data with regard to research topics. The criteria chosen from the author were deaf children in the 8-12-year-old group of Theatre Seven. The results show that there was a self-disclosure of deaf children in the group Theatre Seven. That is confidence, believing in others, sharing information about him or her to others such as experience, feelings, and ideas as well as there is the effectiveness of communication with Indonesia Sign Language (Bisindo) and making communication more efficient. Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berdampingan. Gagasan atau suatu pesan kepada orang lain disampaikan melalui komunikasi. Dalam melakukan komunikasi, indera pendengaran dibutuhkan untuk mendengar pesan yang disampaikan. Pendengaran yang baik memudahkan terciptanya suatu makna oleh seseorang. Hal berbeda terjadi bila kondisi seseorang tidak dapat mendengar atau tunarungu. Gangguan pada pendengaran yang dialami anak tunarungu akan berdampak pada kemampuan verbal sehingga mereka menggunakan bahasa isyarat dan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Anak tunarungu mengalami masalah tersendiri terutama pada komunikasi. Hal tersebut berdampak pada kepercayaan diri mereka dan kecenderungan menutup diri. Pengungkapan diri diperlukan anak-anak tunarungu ketika mereka berada di lingkungan sosial. Penulis melakukan penelitian yang berkaitan dengan pengungkapan diri anak tunarungu dalam kelompok Teater Tujuh di Jakarta. Teori yang digunakan penulis adalah teori komunikasi kelompok dan teori pengungkapan diri. Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini, penulis memilih lima informan untuk mendapatkan informasi dan data yang berkaitan dengan topik penelitian. Kriteria yang dipilih dari penulis adalah anak tunarungu dalam Kelompok Teater Tujuh yang berusia 8-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengungkapan diri anak tunarungu dalam kelompok Teater Tujuh yaitu dengan percaya diri, percaya dengan orang lain, berbagi informasi mengenai dirinya kepada orang lain seperti pengalaman, perasaan dan ide. Selain itu, terdapat efektifitas komunikasi dengan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan membuat komunikasi menjadi efisien.
Komunikasi Interpersonal Anak dan Orangtua Yang Berbeda Agama Daniel Kurniawan Harijanto; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6687

Abstract

Family is one of the important inner-structure institutions along with community and religion. Family is classified as a formal-primary social group. Each social group has perspectives which are determined by culture. Religion is one of culture’s elements. Different religions have differences in the inherited messages and thing(s) to believe. Interpersonal communication in a family with different religions between individuals becomes important. This research aims to know the interpersonal communication between a son/daughter and his/her parents whose parents have different religions. The theories used are attraction theory, family’s form, social penetration, characteristics of relationship and communication patterns in a family. Researchers use intrinsic case study methods for this research. This research’s content shows that religious differences between father and mother is not always a barrier for communication between family members. Similarities in passion, sex and religion can cause attraction in communication between family members. Openness cannot warrant that penetration reaches deep and personal conversations, but openness can determine the discussion result’s form between discussing individuals.Keluarga menjadi salah satu institusi inner-structure yang penting bagi manusia bersama dengan komunitas dan agama. Keluarga termasuk ke dalam kelompok sosial formal-primer. Setiap kelompok sosial memiliki cara pandang yang ditentukan oleh budaya. Agama menjadi salah satu elemen budaya. Agama yang berbeda memiliki perbedaan dalam pesan yang bertahan dan apa yang harus dipercayai. Komunikasi interpersonal dalam keluarga dengan perbedaan agama antar individu menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi interpersonal antara anak dengan orangtuanya dimana terdapat perbedaan agama antara ayah dengan ibunya. Teori  yang digunakan antara lain teori tentang atraksi, bentuk keluarga, penetrasi sosial, karakteristik-karakteristik hubungan dan pola komunikasi dalam keluarga. Peneliti menggunakan metode studi kasus intrinsik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan agama antara ayah dan ibu tidak selalu menjadi penghambat dalam komunikasi antarpribadi antar  anggota keluarga. Kesamaan minat, jenis kelamin dan agama dapat menimbulkan ketertarikan dalam komunikasi antar anggota keluarga. Keterbukaan tidak menjamin penetrasi mencapai percakapan yang dalam dan pribadi. Namun demikian, keterbukaan dapat menentukan bentuk hasil diskusi antar individu yang berdiskusi.
Back Matters Vol 4 No 1 Asisten Jurnal Koneksi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matters Vol 4 No 1
Representasi Ketidaksetaraan Gender pada Serial Drama 13 Reasons Why (Analisis Wacana Kritis Van Dijk) Reginald Gusli; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6363

Abstract

This study is a careful study to find out that there is a message of gender inequality in social reality on the Netflix Original Series entitled 13 Reasons Why. The research method that I use here is to use qualitative methods. Research techniques are using Van Djik's critical discourse analysis techniques. Data collection techniques using observation techniques. Observations were made with observations by the author of 13 Reasons Why and watched the series in detail to capture any events related to the topic of analysis. From the observations made by the author, the narration of events and scene footage clearly shows the elements of gender inequality and is also supported by gender theory which is associated with the characteristics of Van Djik's discourse analysis, so that the research conducted has results that strengthen the hypothesis of the author. Penelitian ini penulis teliti bertujuan untuk mengetahui bahwa adanya pesan ketidaksetaraan gender dalam realitas sosial pada Netflix Original Series berjudul 13 Reasons Why. Metode penelitian yang penulis pakai disini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penelitian memakai teknik analisis wacana kritis Van Dijk. Teknik pengumpulan data menggunakan yaitu teknik observasi. Observasi dilakukan dengan kegiatan pengamatan yang penulis lakukan terhadap 1 Reasons Why dan menyaksikan serial tersebut secara detail untuk menangkap peristiwa yang terkait dengan topik analisis. Dari hasil pengamatan yang penulis lakukan, narasi peristiwa dan cuplikan adegan memperlihatkan jelas mengenai unsur ketidaksetaraan gender tersebut dan juga didukung oleh teori gender yang dikaitkan dengan karakteristik dari analisis wacana Van Dijk, sehingga penelitian yang dilakukan memiliki hasil yang memperkuat hipotesis dari penulis.
Politik Identitas dalam Pemilihan Presiden 2019 (Analisis Framing Pemberitaan Kampanye Pilpres 2019 pada Medcom.id) Laylia Farida; Muhammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6395

Abstract

2019 is one of the years which is considered quite a sense for the people of Indonesia, this year the presidential and vice presidential elections reunite Joko Widodo and Prabowo Subianto as presidential candidates. During the 2019 presidential election campaign, the issue of identity politics strengthened in the community. Political actors often use an identity to attract the attention and support of potential voters. The media which are supposed to be independent are actually trapped in the issue of identity politics. Reporting on online media is often influenced by the ideology and interests of media that are reflected in the framing of the news carried out by that media. This Study aims to describe the framing carried out by medcom.id in reporting the 2019 presidential election campaign. This study uses a qualitative approach with framing analysis from Robert N. Entman. The results of this study indicate that medcom.id is proven to be framing using identity politics in reporting the 2019 presidential election campaign. Identity politics framing conducted by medcom.id is news containing SARA (Ethnicity, Religion, Ancestry, and Group of People)Tahun 2019 merupakan salah satu tahun politik yang dinilai cukup panas bagi masyarakat Indonesia, pada tahun ini pemilihan presiden dan wakil presiden kembali mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Pada kampanye Pilpres 2019 kemarin, isu politik identitas menguat di masyarakat. Para aktor politik sering kali menggunakan sebuah identitas untuk menarik perhatian serta dukungan calon pemilihnya di masyarakat. Media yang seharusnya independen justru terjebak dalam isu politik identitas tersebut. Pemberitaan pada media online seringkali dipengaruhi oleh ideologi dan kepentingan pemilik media yang tergambar pada pembingkaian berita yang dilakukan oleh media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pembingkaian yang dilakukan oleh portal berita media online medcom.id dalam memberitakan kampanye pemilihan presiden 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medcom.id terbukti melakukan pembingkaian dengan menggunakan politik identitas dalam pemberitaan kampanye Pilpres 2019. Pembingkaian politik identitas yang dilakukan oleh medcom.id adalah pemberitaan yang mengandung SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).
Konstruksi Berita Penggerebekan Asrama Mahasiswa Papua Surabaya Di TvOne Dwi Devita; Muhammad Gafar Yoedtadi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6407

Abstract

This study discusses the news frame on TvOne regarding the case of a Papua student hostel raid in Surabaya. This research uses news framing analysis method by William A. Gamson and Andre Modigliani media. Where ideally data in the form of statements can prove the selection and highlighting of certain aspects of a reality actually occur in the media. The raid news was taken according to the day of the case, which was 17 August 2019. The framing element of this news was presented in many forms, from the news script, the selection of titles and news supporting information to the statement of the source informants to strengthen the alleged framing of TvOne news. The results of this research, it can be concluded that there is a meaning of media participation in the TvOne news package. Penelitian ini membahas tentang bingkai berita di TvOne mengenai kasus penggerebekan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analisi framing berita oleh media  William A. Gamson dan Andre Modigliani. Dimana idealnya data dalam bentuk pernyataan-pernyataan dapat membuktikan penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus dari suatu realita benar terjadi di media. Berita penggerebekan ini diambil menurut hari terjadinya kasus tersebut yaitu tanggal 17 Agustus 2019. Unsur framing pada berita ini ditampilkan dalam banyak bentuk baik dari naskah berita yang dibacakan, pemilihan judul dan informasi pendukung berita hingga pernyataan narasumber menjadi aspek penguat dugaan framing pada berita TvOne. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan terdapat makna keberpihakan media pada paket berita TvOne.