cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Instagram dan Self Disclosure dalam Perspektif Komunikasi Antarpribadi terhadap Siswa - Siswi SMA Santo Kristoforus II Jovita Clarissa; H.H. Daniel Tamburian
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6366

Abstract

Humans are social beings who need other individuals to group. In interacting with others, individuals will convey information and usually begin with an introduction relates to self disclosure, which is the type of individual communication disclosing information about himself is commonly concealed. Social media is a medium on the Internet that allows users to represent themselves, share, communicate with others and create virtual social ties. This research was intended to examine Instagram and Self Disclosure in an interpersonal communication perspective on the Santo Kristoforus II high school students to find out the activities of students on Instagram social media. Research based on Self-Disclosure theory, communication theory in the Digital Era, social media, and Instagram. Research uses a qualitative approach with case study methods. The results is that the self disclosure conducted by the informant is about daily activities, and the self disclosure is on Instagram involving several Self-Disclosure processes. In the process of Self-Disclosure, informants usually provide personal information such as feelings, thoughts and experiences, and they are also careful enough in uploading information to social mediaManusia disebut makhluk yang memerlukan seseorang untuk saling berhubungan timbal balik. Dalam berinteraksi dengan orang lain, individu akan menyampaikan berbagai informasi dan biasanya diawali dengan perkenalan mengenai dirinya, hal tersebut berkaitan dengan self disclosure, yakni jenis komunikasi individu mengungkapkan informasi tentang dirinya sendiri yang biasa disembunyikan. Media sosial saat ini digunakan penggunanya untuk berkomunikasi, membentuk relasi dengan orang lain secara virtual. Sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti Instagram dan Self Disclosure dalam Perspektif Komunikasi Antarpribadi terhadap Siswa-Siswi SMA Santo Kristoforus II untuk mengetahui aktivitas siswa-siswi di media sosial Instagram. Penelitian berlandaskan teori Self-Disclosure, Teori Komunikasi di Era Digital, Media Sosial, dan Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri yang dilakukan oleh informan berisi tentang aktivitas sehari-hari yang dilakukan, dan pengungkapan diri tersebut dilakukan dalam media sosial Instagram yang melibatkan beberapa proses pengungkapan diri. Dalam proses pengungkapan diri, informan biasanya memberikan informasi pribadi seperti perasaan, pikiran dan pengalaman. Dengan banyaknya informasi yang diberikan, tidak menutup kemungkinan mereka juga cukup berhati-hati dalam mengunggah informasi ke media sosial
Analisis Framing Detik.com dan Kompas.com Terhadap Pemberitaan Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Nishya Gavrila; Farid Rusdi
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6396

Abstract

On July 29, 2019, Jakarta's air quality was ranked first on the AirVisual.com website with the worst air quality statement in the world. According to AirVisual.com, Jakarta's Air Quality Index (AQI) stands at 188, which means the air quality in Jakarta is not healthy. On the same date, Detik.com and Kompas.com reported on the poor quality of Jakarta's air. The reason the author chose the latter is because based on the Alexa.com site, both news portals have the highest number of visitor readers in Indonesia. This study aims to determine and analyze Detik.com and Kompas.com in framing unhealthy air quality in Jakarta. The approach in this study uses a constructivist paradigm. by using Robert N. Entman's framing model that defines problems, diagnoses causes, makes moral judgment and recommendation treatment. From the results of this study, Detik.com further explained the response of Anies Baswedan regarding poor air quality in Jakarta, while on Kompas.com that poor air quality in Jakarta was a challenge for the government and the government could be convicted if it continued. Pada tanggal 29 Juli 2019, kualitas udara Jakarta menempati peringkat pertama di situs AirVisual.com dengan pernyataan kualitas udara terburuk di dunia. Menurut AirVisual.com, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada pada angka angka 188, yang artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Pada tanggal yang sama Detik.com dan Kompas.com memberitakan tentang buruknya kualitas udara Jakarta. Alasan penulis memilih kedua tersebut karena berdasarkan situs Alexa.com, kedua portal berita tersebut memiliki jumlah pengunjung pembaca terbanyak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Detik.com dan Kompas.com dalam membingkai kualitas udara di Jakarta yang tidak sehat.Pendekatan dalam penelitian ini memakai paradigma konstruktivis, dengan menggunakan framing model Robert N. Entman yakni define problems, diagnose cause, make moral judgement dan treatment recommendation. Dari hasil penelitian ini, Detik.com lebih menjelaskan tanggapan dari Anies Baswedan terkait buruknya kualitas udara Jakarta, sementara pada Kompas.com bahwa buruknya kualitas udara di Jakarta merupakan tantangan pemerintah dan pemerintah bisa dipidana jika terus dibiarkan.
Self Disclosure Pengguna Bottled di Wilayah Jakarta Evelyn Natasha; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6408

Abstract

Bottled users' self-disclosure is the occurrence by writing the contents of the heart and feelings about various things as well as statements that are sometimes unable to be discussed like things that are intimately or  private when announced on general media, not anonymous. The purpose of determining how self-disclosure of anonymous social media users named Bottled. This research uses self-disclosure theory (Johari Window) and social penetration theory. This research uses a qualitative approach with the method used is a case study. Database collection technically with interviews, observation, and documentation. The key information this study were Psychologists as expert speakers and three supporting informants who were found through purposive sampling techniques.This study results reveal that self-disclosure that occurs in Bottled users makes individuals more comfortable to be open about evaluative and descriptive expressions. Bottled users' self-disclosure is also a form of self-clarification. Self disclosure pengguna Bottled ini merupakan terjadinya suatu tindakan  pengungkapan diri menggunakan menuliskan isi hati dan perasaan tentang berbagai  macam hal serta pernyataan-pernyataan yang terkadang  mampu dibicarakan misalnya hal yang bersifat intim atau terlalu privasi bila dibagikan pada media yang terlalu generik, yang bukan anonim. Penelitian ini bertujuan buat mengetahui bagaimana self-disclosure pengguna media umum anonim bernama Bottled. Penelitian ini menggunakan teori a (Johari Window) & teori penetrasi sosial. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan metode yang digunakan merupakan studi perkara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Narasumber  dalam penelitian ini adalah Psikolog menjadi narasumber pakar dan tiga informan pendukung yang ditemukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa self disclosure yang terjadi pada pengguna Bottled berakibat individua lebih nyamana untuk terbukaa tentang ungkapan yang evaluatif & naratif. Self disclosure pengguna Bottled pula sebagai bentuk penjernihan diri. 
Fenomena Curhat Online pada @Cerminlelaki di Instagram Ben Thiodanu; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6445

Abstract

@cerminlelaki is an Instagram account that contains male ventures uploaded to feeds so that people can get advice. Patriarchal culture requires men to behave masculine and women to behave feminine. In this highly developed digital age, it greatly influences the behavior of human communication, the anonymity that occurs in the digital world that provides space for men to confide in the digital world, especially Instagram. This research was conducted by interviewing the owner of the @cerminlelaki account and the survey method of followers of @cerminlelaki who had confide in @cerminlelaki. The purpose of this study was to determine the phenomenon of male ventilation conducted on Instagram. The interview results show that by confiding in @cerminlelaki people can confide in a very sensitive topic that cannot even be told because confide here can be based on anonymous so that the identity of the person doing the confession will be kept confidential by the @cerminlelaki account holder. The mirror of the man opened a room for men to confide in. With the presence of mirror men prove that not only women who do confide, men also confide. bisa mendapatkan saran dari orang. Budaya patriarki menuntut laki-laki untuk berperilaku maskulin dan perempuan untuk berperilaku feminim. Di era digital yang sangat berkembang ini sangat mempengaruhi perilaku komunikasi manusia, anonimitas yang terjadi di dunia digital yang memberikan ruang untuk laki-laki untuk melakukan curhat di dunia digital khususnya instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena curhat laki-laki yang dilakukan di instagram.  Penelitian ini dilakukan dengan metode mix methods dengan teknik pengumpulan data  berupa wawancara dengan pemilik akun @cerminlelaki dan metode survei terhadap followers @cerminlelaki yang telah melakukan curhat di @cerminlelaki. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dengan melakukan curhat di @cerminlelaki orang bisa melakukan curhat dengan topik yang sangat sensitif yang bahkan tidak akan bisa diceritakan karena melakukan curhat disini bisa berbasis anonim sehingga identitas orang yang melakukan curhat akan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik akun @cerminlelaki. @cerminlelaki membuka ruang untuk laki-laki melakukan curhat. Dengan hadirnya @cerminlelaki membuktikan bahwa tidak hanya perempuan yang melakukan curhat, laki-laki juga melakukan curhat. 
Komunikasi Antarpribadi antara Orang Tua dan Anak Usia Remaja dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Anak Prima Frieda; H.H Daniel Tamburian
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6465

Abstract

Communication between parents and children is one of the most important factors for a child's confidence. However, according to several surveys conducted, it shows that there are still many parents who do not really care about how to raise their children. Many parents only focus on the physical growth and education of the child, without paying attention to the mental development of the child's self-confidence. This study aims to learn how interpersonal communication between parents and teenagers in the formation of child's self-confidence. Interpersonal communication and self-confidence theory are the basis of this research. This research was conducted using qualitative descriptive methods. Data collection methods used are interviews, observation, and through secondary data. The results of the study indicate that interpersonal communication activities undertaken by parents and teenagers are crucial to the formation of child's self confidence. Parents who use the right communication style when communicating with children will influence their child to be more open and this openness that builds confidence in a child's personality. Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan salah satu faktor terpenting dalam membentuk kepercayaan diri anak. Namun, menurut beberapa survey yang dilakukan, menunjukkan bahwa masih banyak orang tua yang tidak benar-benar peduli terhadap pola didik yang mereka berikan terhadap anak-anaknya. Banyak orang tua yang hanya fokus pada pertumbuhan fisik dan pendidikan anak saja, tanpa memperhatikan perkembangan mental khususnya kepercayaan diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan komunikasi antarpribadi orang tua dengan anak usia remaja dalam pembentukan kepercayaan diri anak. Teori komunikasi antarpribadi dan kepercayaan diri menjadi dasar dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, dan melalui data-data sekunder. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa aktivitas komunikasi antarpribadi yang dilakukan orang tua dan anak usia remaja sangat menentukan pembentukan kepercayaan diri anak. Orang tua yang menggunakan gaya komunikasi yang tepat saat berkomunikasi dengan anak membuat anak lebih terbuka dan kemudian keterbukaan ini yang membangun kepercayaan diri dalam pribadi anak.
Pemberitaan Kasus PT PLN (Persero) di Media Siber dan Penerapan Kode Etik Jurnalistik (Analisis Framing Pemberitaan Blackout Listrik 4 Agustus 2019 di Okezone.Com) Lavenia Lavenia; Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6493

Abstract

The power blackout on 4th August 2019 in Banten, Jakarta, West Java, few areas of Central Java caused lots of impacts to citizens. This case is directly related to the public interest, so that the majority of mass media including cyber media reported related information. The purpose of this study is to describe how Okezone.com constructs controversial facts or issues to frame a story into news and to discuss how to apply the Journalistic Code of Ethics (KEJ) in framing the news. The theory used is news as media content as well as online media and journalism. This research is approaching qualitative descriptive with Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki framing model analysis method, the author then examines the application of KEJ clause 1 to 4 in the framing data of the related news. The results showed that Okezone.com framed the coverage of the August 4th, 2019 power blackout using the principle of covering both sides. Okezone.com packed controversial issues related to the point of view that cornered and lended negative public opinion to PLN. Then, Okezone.com was still quite good in applying KEJ clause 1 to 4, because only the rules of clause 2 are indicated to be ignored in the reporting of electricity blackout on August 4th, 2019. Peristiwa blackout listrik pada 4 Agustus 2019 di daerah Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Jawa Tengah, menimbulkan banyak dampak yang dirasakan oleh warga. Kasus ini berkaitan langsung dengan kepentingan publik, sehingga sebagian besar media massa termasuk media siber memberitakan informasi terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Okezone.com mengkonstruksikan fakta atau isu yang kontroversial untuk membingkai suatu peristiwa menjadi berita serta untuk menggambarkan bagaimana aplikasi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam pembingkaian beritanya. Teori yang digunakan adalah berita sebagai konten media serta media dan jurnalistik online. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, lalu penulis mengkaji penerapan KEJ pasal 1 sampai dengan pasal 4 dalam data kerangka framing pemberitaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Okezone.com membingkai pemberitaan mengenai blackout listrik 4 Agustus 2019 dengan menerapkan prinsip cover both side. Okezone.com mengemas isu-isu kontroversial terkait dengan menonjolkan sudut pandang yang cenderung menyudutkan dan berpotensi menggiring opini publik negatif terhadap pihak PLN. Kemudian, Okezone.com masih cukup baik dalam menerapkan KEJ pasal 1 hingga pasal 4, karena hanya kaidah pasal 2 yang beberapa terindikasi diabaikan dalam pemberitaan blackout listrik 4 Agustus 2019.
Representasi Kearifan Lokal Budaya Timur Tengah dalam Film “Aladdin (2019)” Produksi Walt Disney Pictures Nada Salsabila; Diah Ayu Candraningrum
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6494

Abstract

This research examines the representation of Middle Eastern culture local wisdom contained in the film "Aladdin 2019" produced by Walt Disney Pictures. This study aims to examine the cultural symbols of the Middle East. The research method used in this study is a qualitative method with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis which divides the sign into three elements namely sign, object and interpretant. Semiotics is the science that discusses or examines the meaning of a sign. The results showed that Middle Eastern cultural symbols in the film "Aladdin 2019" were displayed through 10 scenes selected in the film. Cultural symbols of the Middle East are shown through the habits of the people kissing the right and left cheeks every time they meet relatives, riding camels to travel, livelihoods of people who trade, princess clothes Jasmine and Sultan, building architecture made of bricks and domes as decoration and art that displays traditional Middle Eastern musical instrument namely Gambus. Some interesting facts in the film one of which is the making of the city "Agrabah" as a shooting setting which is a fictitious city in England and property made of authentic jewelry.  Penelitian ini mengkaji mengenai representasi kearifan lokal budaya Timur Tengah yang terdapat dalam Film “Aladdin 2019” Produksi Walt Disney Pictures. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbol-simbol budaya Timur Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga elemen yaitu tanda, objek dan interpretan. Semiotika adalah ilmu yang membahas atau mengkaji mengenai pemaknaan dari sebuah tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol budaya Timur Tengah dalam Film “Aladdin 2019” ditampilkan melalui 10 scene yang dipilih dalam film tersebut. Simbol-simbol Budaya Timur Tengah ditunjukkan melalui kebiasaan masyarakat cium pipi kanan dan kiri setiap bertemu kerabat, menunggangi unta untuk bepergian, mata pencaharian masyarakat yang berdagang, pakaian putri Jasmine dan Sultan, arsitektur bangunan berasal dari batu bata dan kubah sebagai hiasan serta kesenian yang menampilkan alat musik tradisional Timur Tengah yaitu Gambus. Beberapa fakta menarik dalam film tersebut salah satunya adalah pembuatan kota “Agrabah” sebagai latar syuting yang merupakan kota fiktif di Inggris dan properti yang terbuat dari perhiasan asli.
Strategi Komunikasi Politik Partai Baru (Studi Kasus Perolehan Suara Partai Solidaritas Indonesia di DPRD DKI Jakarta Pada Pemilu 2019) Bella Adha Hendriana Moneter; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6508

Abstract

The 2019 legislative elections participated by many political parties in Indonesia, one of which was the Indonesian Solidarity Party (PSI). The more parties that participate in the General Election, the competition between each one of them become more strict in order to get a seat in parliament. Due to that reason, PSI did not pass on the DPR RI election level but somehow managed to get a 6.68% vote and get eight seats on the Jakarta DPRD election level. In this case, the purpose of this research is to study the political communication strategy of PSI Jakarta regarding the vote they got on Jakarta DPRD election level in 2019 General Election. This research is using the conceptualization of political policy, the conceptualization of political communication strategy, conceptualization of political policy, and conceptualization of political policy. political policy, and conceptualization of general elections as the theoretical basis. The research method in this research is a case study and the research approach in this research is descriptive-qualitative. The conclusion of this research shows that the political communication strategy used by PSI Jakarta to gain votes is by paying attention to the figures, stabilizing the institution, and creating togetherness. They also combined their politics communication strategy with the politics communication itself, in order to gain a lot more votes. Pemilu Legislatif Tahun 2019 diikuti banyak partai politik di Indonesia salah satunya partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Semakin banyak partai politik mengikuti Pemilu, semakin ketat kompetisi antar partai untuk mendapatkan kursi di parlemen. PSI tidak lolos memperebutkan kursi DPR RI, tetapi berhasil mendapatkan suara 6,68% atau delapan kursi di DPRD DKI Jakarta. Penelitian ini ingin mengetahui strategi komunikasi politik PSI Jakarta atas perolehan suara di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019. Landasan teoritik yang digunakan adalah konseptualisasi komunikasi politik, konseptualisasi strategi komunikasi politik, konseptualisasi partai politik, dan konseptualisasi pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi politik PSI Jakarta untuk memperoleh suara yakni dengan merawat ketokohan, memantapkan kelembagaan, dan menciptakan kebersamaan. PSI Jakarta juga mengkombinasikan strategi komunikasi politik dengan unsur komunikasi politik.
Detox Instagram Pada Self-Esteem Pengguna Lisa Harsono; Septia Winduwati
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6617

Abstract

Instagram is a platform that presents the self-image of someone. When users find out that using Instagram was toxic to their self-esteem, they decided to detox instagram by stopping using Instagram. This research’s purpose is to know the self-esteem’s user when doing detox Instagram. This research is based on self-concept theory, self-esteem theory, social media theory, Instagram theory, and the detox instagram phenomenon theory. This research is using a qualitative approach with a study case method for college students that stop using Instagram. Collecting data is done by deep interviews. The result in this research shows that when informants doing detox instagram, they appreciate themself, focus on upgrading their potential, and stop comparing their life to each other. Instagram merupakan platform yang menyajikan citra diri individu. Ketika penggunanya merasakan penggunaan Instagram menjadi toxic bagi self-esteem, maka pengguna memutuskan untuk melakukan deleting toxic (detox) Instagram dengan cara berhenti bermain Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self-esteem pengguna ketika melakukan detox Instagram. Penelitian ini berlandaskan pada konsep diri, self-esteem, media sosial, Instagram dan fenomena detox Instagram. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada mahasiswa yang berhenti bermain Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketika informan melakukan detox Instagram, para informan merasa lebih menghargai diri sendiri, fokus kepada potensi yang dimilikinya, dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan sesamanya.
Ritual Chiamsi dan Sinkaw Budaya Etnis Tionghoa Konghucu Juandi Rusdianto; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6634

Abstract

 The study entitled Chiamsi Ritual and Sinkaw Chinese Konghucu Ethnic Culture was conducted to find out how the ritual process occurred when the Confucian Chinese community performed Chiamsi and Sinkaw. This research uses descriptive qualitative research method because it is considered the most appropriate to answer the research problem formulation titled Chiamsi Ritual and Sinkaw Chinese Konghucu Ethnic Culture. The study will use interviews with four informants who were divided into two key informants, experts in Sinology and two informants who carried out the rituals of Chiamsi and Sinkaw. The research data obtained were sourced from interviews, observations and literature studies. The theory used in this research is the theory of ritual communication from Deddy Mulyana and Yermia Djefri Manafe and the transcendental theory from Deddy Mulyana and Engkus Kuswarno. This study found the forecast using Chiamsi and Sinkaw is a ritual process carried out by ritual implementers to find out the picture or handle life as a solution to the problems of his life. At each step of the ritual Chiamsi and Sinkaw transcendental communication occurs between the gods and humans. Penelitian berjudul Ritual Chiamsi dan Sinkaw Budaya Etnis Tionghoa Konghucu dilakukan untuk mengetahui mengetahui bagaimana proses ritual yang terjadi saat masyarakat Tionghoa Konghucu melakukan Chiamsi dan Sinkaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif karena dianggap paling sesuai untuk menjawab rumusan masalah penelitian berjudul Ritual Chiamsi dan Sinkaw Budaya Etnis Tionghoa Konghucu. Penelitian akan menggunakan wawancara terhadap empat narasumber yang dibagi menjadi dua key informan ahli Sinologi dan dua informan pelaksana ritual Chiamsi dan Sinkaw. Data penelitian yang diperoleh bersumber dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori komunikasi ritual dari Deddy Mulyana dan Yermia Djefri Manafe serta teori transendental dari Deddy Mulyana dan Engkus Kuswarno. Penelitian ini menemukan ramalan menggunakan Chiamsi dan Sinkaw merupakan proses ritual yang dilakukan pelaksana ritual untuk mengetahui gambaran atau pegangan hidup sebagai solusi atas masalah hidupnya. Pada setiap langkah ritual Chiamsi dan Sinkaw terjadi komunikasi transendental antara dewa dan manusia.