cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Ritual Sajen pada Penganut Sunda Wiwitan (Studi Komunikasi Budaya pada Penganut Sunda Wiwitan) Melina Melina; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6431

Abstract

Sunda Wiwitan is a belief held by traditional Sundanese society or native Sundanese religion. Sundanese Wiwitan community is spread in West Java, one of which is Cigugur Village, Kuningan. In carrying out their religious activities, this group usually presents offerings. The rituals of offerings in Sunda Wiwitan have existed since the stone age. This ritual is a legacy from the ancestors handed down to the younger generation of Sunda Wiwitan through the communication process. This ritual is still carried out by the Sunda Wiwitan community until this day. The purpose of this research is to find out how the process of offering rituals on Sunda Wiwitan adherents and what are the preparations needed at the time of the ritual. Theories used in this research are communication theory, culture and ritual communication. The research method used was a descriptive qualitative research method with a phenomenological method. The data to be analyzed was obtained from the results of in-depth interviews with three speakers. The conclusion from this study is that ritual offerings are not a negative thing. But the offerings ritual is a ritual that presents the work of human beings to Sang Hyang Kersa or the Creator, creatures that appear or do not appear as expressions of gratitude and. This ritual is also a symbol that describes the relationship between humans and nature and humans with the Creator. Sunda Wiwitan merupakan sebuah aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tradisional Sunda atau agama Sunda asli. Masyarakat penganut Sunda Wiwitan tersebar di daerah Jawa Barat salah satunya adalah Desa Cigugur, Kuningan. Dalam menjalankan kegiatan agamanya kelompok ini biasa menyajikan sajen. Ritual sajen dalam Sunda Wiwitan sudah ada sejak zaman batu. Ritual ini merupakan warisan dari para leluhur yang diturunkan kepada generasi muda Sunda Wiwitan melalui proses komunikasi. Ritual ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Sunda Wiwitan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses ritual sajen pada penganut Sunda Wiwitan dan apa saja persiapan yang dibutuhkan pada saat ritual sajen dilakukan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, budaya dan komunikasi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tiga orang narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ritual sajen bukanlah sebagai suatu hal yang negatif. Tetapi ritual sajen merupakan ritual yang mempersembahkan hasil karya olah manusia kepada Sang Hyang Kersa atau Sang Pencipta, makhluk yang tampak maupun tidak tampak sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih. Ritual sajen juga merupakan simbol yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta.
Komunikasi antara Jasa Kurir Sepeda dengan Pelanggan (Studi Kasus Kurir Kamiantar Jakarta) Cayandi Susanto; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6457

Abstract

Bicycle courier for now is developing faster than bicycle courier services using motorcycles or cars, because for the use of bicycle transportation is fairly unique and fast in its delivery. The way to order and call a bicycle courier is also faster and it's very easy to just wait from the company to convey if there is an order and immediately accepted by the bicycle courier. The communication process between the bicycle courier service and its customers runs smoothly even though there are 2 customers namely the sender and recipient of the goods or packages. Interpersonal communication is considered very effective to change the behavior of others, if there are similarities about the meaning discussed. The special mark on interpersonal communication lies in the direct reverse flow. The backflow has an easy catch for communicators both verbally in the form of words and non-verbal in the form of body language such as nodding, smiling, frowning and so forth. During the interpersonal communication process it is very important the interaction of sharing information and feelings between individuals and individuals or between individuals so that feedback occurs and does not cause misunderstanding in communication Interpersonal communication plays an important role in communication activities between bicycle courier services with its customers. The aim of the writer to conduct this research is to find out the beginning or the initial stage of communication between the bicycle courier service and 2 customers, namely the sender and recipient of goods and to find out what obstacles / disturbances are when our Jakarta delivery couriers communicate with customers. Kurir sepeda untuk saat ini berkembang begitu cepat daripada jasa kurir sepeda yang menggunakan motor atau mobil, dikarenakan untuk penggunaan transportasi sepeda ini terbilang sangatlah unik dan cepat dalam pengirimannya. Cara memesan dan memanggil kurir sepeda pun lebih cepat juga dan mudah sekali tinggal menunggu dari perusahaan itu menyampaikan kalau ada pesanan dan langsung diterima oleh kurir sepeda tersebut. Proses komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan pelanggannya berjalan dengan lancar walaupun pelanggan ada 2 yaitu pengirim dan penerima barang atau paket tersebut. Komunikasi antar pribadi dinilai sangat efektif untuk merubah perilaku orang lain, bila terdapat persamaan mengenai makna yang dibincangkan. Tanda khusus yang ada di komunikasi antar pribadi ini terletak pada arus balik langsung. Arus balik tersebut memiliki daya tangkap yang mudah untuk komunikator baik secara verbal dalam bentuk kata maupun non-verbal dalam bentuk bahasa tubuh seperti anggukan, senyuman, mengernyitkan dahi dan lain sebagainya. Selama proses komunikasi antar pribadi berlangsung sangat penting terjadinya interaksi berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau individu dengan antar individu supaya terjadi umpan balik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi Komunikasi antar pribadi berperan penting dalam kegiatan komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan pelanggannya. Tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu dikarenakan untuk Untuk mengetahui permulaan atau tahap awal berjalannya komunikasi antara jasa kurir sepeda dengan 2 pelanggan yaitu pengirim dan penerima barang dan untuk mengetahui hambatan/gangguan apa saja saat kurir Kamiantar Jakarta berkomunikasi dengan pelanggan.
Proses Komunikasi Organisasi di dalam Biro Iklan di Ada Indonesia dan Ada Singapura Claudia Harlim; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6491

Abstract

This research is studying the process of organization communication in an advertising agency at ADA Indonesia and ADA Singapore. This research is done using a qualitative descriptive approach with ethnography method. The data that has been used was prim and secondary data. Prim’s data was one that contains interviews with the resource of information. Hence secondary data was one that contains data that resource from books and other resources. The Theories that have been used were Organizational theory, Organizational Culture theory, Climate of Organization, and Organization Communication. To gather the data, interviews, observation, bibliography study and online searching technique was used. The outcome from this research shows that the communication process that was used now is right and comfortable to apply on company’s daily organizational life. It also shows that even though the company is organizational, it didn’t imply any seniority concept or cultures that could corrupt the communication flow that has been functioning up until now on the company. Penelitian ini membahas mengenai proses komunikasi organisasi di dalam biro iklan di ADA Indonesia dan ADA Singapura. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian etnografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil wawancara penulis dengan para narasumber, sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari buku dan sumber lain. Teori yang digunakan terdiri dari organisasi, budaya organisasi, iklim organisasi, dan komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi yang berjalan sekarang dinilai tepat dan nyaman untuk dijalankan. Bahwa walaupun perusahaan bersifat organisasional tetapi tidak memiliki kesenioritasan maupun budaya yang dapat mengacaukan komunikasi di dalam organisasi perusahaan tersebut.
Strategi Komunikasi Guru Terhadap Siswa Berprestasi Bobby Walanda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6411

Abstract

Basically, humans want to get recognition from others. One way is to score achievements so that they can be recognized by others. For high school students, the teacher's role in helping them score achievements is very important, because the teacher will be the first to introduce, teach and guide their students to understand, understand and score achievements. The method used in this study is the interpersonal communication approach that is centered on interpersonal attraction, strung carrot strategy and sword depending on the teacher's strategy to support student achievement. This research uses a qualitative approach. While the technique of collecting data using interviews, observation and documentation. The results showed that interpersonal attraction between teacher and students and the provision of rewards as an implementation of the strung carrot strategy can provide more motivation for students in teaching and learning activities to score achievements, while punishment can motivate learning to avoid punishment and not to score achievements. Pada dasarnya manusia ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mencetak prestasi agar dapat diakui oleh orang lain. Bagi siswa SMA, peran guru dalam membantu mereka mencetak prestasi sangatlah penting, karena guru akan menjadi orang pertama yang memperkenalkan, mengajar dan membimbing siswanya untuk mengerti, memahami dan mencetak prestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan komunikasi interpersonal yang berpusat pada atraksi interpersonal, strategi wortel teruntai dan pedang tergantung dalam strategi guru untuk menunjang prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya atraksi interpersonal antara guru dan murid serta pemberian reward sebagai implementasi dari strategi wortel teruntai dapat memberikan motivasi yang lebih bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencetak prestasi, sedangkan punishment dapat memberi motivasi belajar untuk menghindari hukuman dan bukan untuk mencetak prestasi.
Interaksi Simbolik dan Ekologi Media Dalam Proses Keterlibatan Sebagai Roleplayer Meydhita Stevanny; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6505

Abstract

Roleplayer is a game that played by acting as a certain character. Also in roleplaying there is a use of language, symbols and words to interact with each other and human dependence on the use of media when playing is one of the interests for researchers. This study aims to determine the role of symbolic interaction and media ecology in roleplaying games by focusing on out of character on twitter, the theory used in this study is symbolic interaction theory, media ecology theory. The research approach used is qualitative description with ethnographic methods. Researchers collected data by conducting participant observation, in-depth interviews with several roleplayer players out of character and library studies. The conclusion of this study is that individuals are involved in several stages in the process of involvement of someone roleplayer, namely: introduction, finding information, determining character, and starting to play. In roleplayer there is the use of language, certain words and symbols, expectations (Pygmalion effect), and rules in play. Roleplayer adalah permainan yang dimainkan dengan berperan sebagai karakter tertentu. Permainan roleplayer menggunakan bahasa, simbol serta kata-kata untuk saling berinteraksi serta ketergantungan manusia dalam penggunaan media ketika bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran interaksi simbolik dan ekologi media dalam permainan roleplayer dengan berfokus pada out of character di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan ekologi media. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan metode etnografi. Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan beberapa pemain roleplayer out of character dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah individu terlibat dalam beberapa tahapan dalam proses keterlibatan seseorang permainan roleplayer yaitu: perkenalan, mencari informasi, menentukan karakter, dan mulai bermain. Di dalam roleplayer terdapat penggunaan bahasa, kata-kata serta simbol-simbol tertentu, harapan-harapan (pygmalion effect), dan peraturan-peraturan dalam bermain.
Proses Interaksi Simbolik Dalam Budaya Organisasi Pembentukan Grup (Studi Etnografi JKT48) Natalia Natalia; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6620

Abstract

In 2011 JKT48 was present in the entertainment world in Indonesia and debuted as a singing group with JPop (Japan Pop) music, and successfully loved the existence of boyband and girlband that did not last long. Having not a few group members with many differences from each other, JKT48 has been able to be a strong group to date. This research aims to deepen and understand how the symbolic interaction process in organizational culture forms a JKT48 group, so that the JKT48 group is strong and survives to the present. In this study using qualitative methodology. The results of the study said that JKT48 has three stages of forming JKT48 members, including audition and quarantine, trainees or academics, and team members. At this stage of course the things in it found the process of symbolic interaction in organizational culture. Pada tahun 2011 JKT48 hadir di dunia hiburan di Indonesia dan memulai debutnya sebagai grup penyanyi beraliran musik JPop (Japan Pop), dan sukses menyaingi eksistensi boyband dan girlband yang tidak bertahan lama. Kelompok ini memiliki anggota grup dalam jumlah besar yang memiliki perbedaan satu sama lain, JKT48 mampu menjadi grup yang kuat hingga saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperdalam dan memahami terkait bagaimana proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi terbentuknya sebuah grup JKT48 sehingga tetap  bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil dari penelitian mengatakan bahwa JKT48 memiliki tiga tahapan pembentukan anggota yaitu audisi dan karantina, trainee atau academy, serta anggota tim. Pada tahapan tersebut ditemukan proses interaksi simbolik dalam budaya organisasi.
Penggunaan Media Sosial Tinder dan Fenomena Pergaulan Bebas di Indonesia Cervia Ferdiana; Eko Harry Susanto; Sisca Aulia
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6622

Abstract

Tinder is an online dating social media that is used by the majority of young people. The presence of Tinder at the moment, has an unconscious influence on daily life. The existence of Tinder can help someone to find a friend or life partner. However, now there is a phenomenon of the function of social media online dating that is misused by the public. The purpose of this study is to find out the shift in function of social media Tinder, the choice of social media Tinder as medium to find promiscuity friends, and an increase in promiscuity among young Indonesians using social media Tinder. This study is a qualitative study with phenomenological methods. Data collection techniques in this study were in-depth interviews, participant observation, literature and the online data article. The results of this study are that there is an increase in promiscuity among young people in Indonesia using social media dating online Tinder because the majority of Tinder users has an open mindset then has high curiosity of something that has never been felt, and last because the environmental factors that support the individual to enter promiscuity. Tinder merupakan media sosial kencan daring yang digunakan mayoritas kalangan anak muda. Media sosial kencan daring Tinder dapat membantu seseorang untuk menemukan teman ataupun pasangan hidup. Namun, kini muncul fenomena fungsi media sosial kencan daring Tinder yang disalahgunakan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui adanya pergeseran fungsi dari media sosial Tinder, pemilihan media sosial Tinder sebagai sarana untuk mencari teman pergaulan bebas, dan adanya peningkatan pergaulan bebas yang terdapat di kalangan anak muda Indonesia menggunakan media sosial Tinder. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka dan juga penelusuran data secara daring. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat adanya peningkatan pergaulan bebas di kalangan anak muda Indonesia dengan menggunakan media sosial kencan daring Tinder. Hal ini karena mayoritas pengguna Tinder mempunyai pemahaman atau pola pikir yang terbuka, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi untuk mencoba sesuatu yang baru, dan faktor lingkungan yang mendukung individu untuk memasuki pergaulan bebas.
Representasi Pendidikan Seks dalam Film Dua Garis Biru (Analisis Semiotika Roland Barthes) Eartha Beatricia Gunawan; Ahmad Junaidi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6880

Abstract

This study aims to describe the representation of sex education in the film Dua Garis Biru by director Gina S. Noer. This study uses a descriptive qualitative approach. The research method uses Roland Barthes's semiotic analysis with two-way significance and the meaning of denotation, connotation, and myth. The subjects of this study are Dara and Bima, the object of this study is a sign of sex education represented in scenes, dialogues, and characters in films. Methods of data collection by observation, literature study, interviews, and documentation. The film Dua Garis Biru tells the story of how Dara and Bima, two teenagers, must be responsible for the consequences that they did not think of before due to free sex. This film also illustrates the important role of parents in communicating information about sex to children. The results of this study indicate that there is a picture of sex education in the film Two Blue Lines. It was concluded that the side or form of sex education is displayed in scenes, dialogues, or characters that insert the importance of knowing sex education and knowing the consequences of every action related to sex. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi pendidikan seks  dalam Film Dua Garis Biru karya sutradara Gina S. Noer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes dengan signifikan dua arah dan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos. Subjek penelitian ini adalah Dara dan Bima, objek penelitian ini adalah tanda pendidikan seks yang direpresentasikan dalam adegan, dialog, dan karakter dalam film. Metode pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Film Dua Garis Biru bercerita tentang bagaimana Dara dan Bima, dua remaja harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang tidak mereka pikirkan sebelumnya karena melakukan seks pranikah. Film ini juga menggambarkan pentingnya peran orang tua dalam mengkomunikasikan informasi tentang seks kepada anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran tentang pendidikan seks dalam film. Sisi atau bentuk pendidikan seks ditampilkan dalam cuplikan adegan, dialog, atau karakter tokoh yang menyisipkan pentingnya mengenal pendidikan seks dan mengetahui konsekuensi dari setiap perbuatan yang berhubungan dengan seks.
Front Matters Vol 4 No 1 Asisten Jurnal Koneksi
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Vol 4 No 1
Cover Koneksi Vol 3 No 1 Asisten Jurnal Koneksi
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Koneksi Vol 3 No 1