cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Strategi Public Relations dalam Membangun Solidaritas (Studi Pada Komunitas Motor Icon) Michael Michael; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6639

Abstract

Communication has an important role in a community to support high solidarity between members. But not all communities know what things can build solidarity between members. Therefore, administrators in the community think about how to build solidarity within the group, how to keep the group members afloat, and also how to maintain group members so that they still have a family attitude and also care for one another. Of course in this community, some members are chosen to be community administrators, and changed every year. Some of these members have roles as chairperson, public relations officer, and treasurer. The role of a chairperson includes many things, managing members, organizing events, looking for useful information for the community and also building cohesiveness within the community. The communication process that takes place in ICON uses the Laswell communication model which is one-way, i.e. the community leader gives direction to community members directly or through WhatsApp group media. The approach used in this research is descriptive-qualitative and with the case study method. The research subject in this study was ICON. While the object of research in this study is the communication process in forming solidarity that is used by ICON in increasing solidarity within groups and also building a good image in the eyes of the community. Data collected by interview, documentation, and literature study. The conclusion of this study is that ICON uses communication strategies in the form of publications, events, community participation, CSR. In addition, to build the solidarity of its members, ICON often holds touring, Sunday morning rides, and kopdar. Komunikasi mempunyai peran penting dalam sebuah komunitas untuk menunjang solidaritas yang tinggi antar anggota. Namun tidak semua komunitas mengetahui hal-hal apa saja yang dapat membangun solidaritas antar anggota. Oleh karena itu, pengurus di dalam komunitas tersebut memikirkan bagaimana cara membangun solidaritas dalam kelompok, bagaimana cara menjaga anggota kelompok tetap bertahan, dan juga bagaimana memelihara anggota kelompok agar tetap memiliki sikap kekeluargaan dan juga saling peduli satu sama lain. Dalam komunitas ini, beberapa anggota dipilih untuk menjadi pengurus komunitas, dan berganti setiap tahunnya. Beberapa anggota tersebut memiliki peran sebagai ketua, humas, dan bendahara. Peran seorang ketua mencakup banyak hal diantaranya mengurus anggota, mengadakan acara, mencari info-info yang bermanfaat untuk komunitas dan juga membangun kekompakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan dengan metode studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah komunitas motor ICON. Sedangkan objek penelitian pada penelitian ini adalah proses komunikasi dalam membentuk solidaritas yang digunakan oleh komunitas motor ICON dalam meningkatkan solidaritas dan membangun citra yang baik di pandangan masyarakat. Data dikumpulkan dengan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunitas motor menggunakan strategi komunikasi berupa publications, event, community involvement, CSR. Selain itu, untuk membangun solidaritas anggotanya, komunitas motor mengadakan touring, sunday morning ride, dan kopi darat.
Pesan Propaganda Rasisme Film “8 Mile” Nathan Tjhai; Sinta Paramita
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6350

Abstract

Racism is used to define people based on perceptions of physical differences that imply genetic differences. Racism has become a social and cultural fact and this can be used to justify policies and discrimination and affect the lives of both the majority and minority races. This study uses Charles's theory, where this theory is famous for its triangles of meaning, namely signs, objects and interpretan to study the film "8 Mile". This research uses qualitative research methods and uses Charles Sanders Peirce's semiotic analysis. Propaganda has the meaning of a doctrine or act of a person or group of people spread through words, sounds, advertisements, commercials, music, pictures, and other symbols. Propaganda and Racism can be explained in the film "8 Mile". There are 24 scenes that can explain the author felt the existence of a strong racism and films that made Western propaganda for the world. Rasisme digunakan untuk mendefinisikan orang berdasarkan persepsi perbedaan fisik yang menyiratkan perbedaan genetik. Rasisme telah menjadi fakta sosial dan budaya dan hal ini dapat digunakan untuk membenarkan kebijakan dan diskriminasi dan mempengaruhi kehidupan, baik ras mayoritas maupun ras minoritas. Penelitian ini menggunakan teori Charles, di mana teori ini terkenal dengan segitiga maknanya yaitu atas tanda (sign), objek(object), dan intrepretan (interpretant) untuk mengkaji film “8 Mile”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Propaganda memiliki arti suatu doktrin atau tindakan seseorang atau sekelompok orang yang disebarkan melalui kata-kata, suara, iklan, komersial, music, gambar, dan simbol-simbol lainnya. Dalam Propaganda dan Rasisme dapat dijelaskan dalam film “8 Mile”. Terdapat 24 adegan yang dapat menjelaskan penulis merasakan adanya Rasisme yang kuat dan film yang dijadikan propaganda orang barat untuk dunia.
Hambatan Komunikasi Antarbudaya Pekerja Asing yang Bekerja di Jakarta Reza Kristiani; Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6370

Abstract

The developments in Indonesia, especially in the capital city of Jakarta, have now become one of the livelihood fields that interest foreign citizens. However, due to differences in citizenship, language and culture, foreign workers who work in Jakarta experience obstacles in communication in Indonesia. In addition, the flow of globalization in metropolitan cities such as Jakarta is developing rapidly, resulting in the diminishing culture of the people residing in this city. However, it cannot be denied that there are still a number of phenomena caused by cultural differences between foreign workers and the people of Jakarta. These barriers make a noneffective communication of foreign workers. This study uses a descriptive qualitative research with the phenomenological method. The theoretical foundation used in this research is communication theory, intercultural communication and intercultural communication barriers. The results showed, of the six barriers to intercultural communication put forward by Devito, only four barriers were experienced by foreign workers who worked in Jakarta, there are stereotypes, misinterpretations of the meaning of verbal and nonverbal messages, violations of customs and culture and culture shock. Whereas prejudice and ethnocentrism do not become obstacles for foreign workers because foreign workers have a more open mind in a new environment they occupy.Perkembangan yang terjadi di Indonesia, khususnya ibukota Jakarta saat ini menjadi salah satu lahan penghidupan yang diminati oleh para warga negara asing. Namun karena adanya perbedaan kewarganegaraan, bahasa, dan budaya, para pekerja asing yang bekerja di Jakarta mengalami hambatan dalam berkomunikasi di Indonesia. Di samping itu arus globalisasi di kota metropolitan seperti Jakarta berkembang dengan cepat, sehingga mengakibatkan kekentalan budaya masyarakat yang berada di kota ini menjadi semakin berkurang. Namun tak dapat dipungkiri bahwa masih terjadi beberapa fenomena yang diakibatkan oleh perbedaan budaya antara pekerja asing dan masyarakat Jakarta. Hambatan inilah yang membuat komunikasi para pekerja asing menjadi tidak efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Adapun landasan teoritik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komunikasi, komunikasi antarbudaya dan hambatan komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukan, dari enam hambatan komunikasi antarbudaya yang dikemukakan oleh Devito, hanya empat hambatan yang dialami oleh para pekerja asing yang bekerja di Jakarta, yakni stereotip, kesalahan pemaknaan arti pesan verbal dan nonverbal, terjadinya pelanggaran terhadap adat kebiasaan dan budaya serta gegar budaya. Sedangkan prasangka dan etnosentrisme tidak menjadi hambatan bagi para pekerja asing karena para pekerja asing memiliki pemikiran yang lebih terbuka dalam suatu lingkungan baru yang mereka tempati.
Analisis Model Komunikasi Dalam Foto Jurnalistik Derli Omega Sombu; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6400

Abstract

Today's technological developments make access to information quicker and faster, with no space and time constraints. Mass Media is one of the channels for most people to know the latest information. Each media has a different model of communication and a separate way of delivering information to attract audiences. The presence of photojournalism in the news becomes one of the fascinations for media audiences when reading news. The selection of phototypes and elements of supporting value in journalistic photographs can affect the reaction (feedback) and emotions of the reader. Tempo.co is one of the media that uses the work of photojournalism in the news to captivate its rise.  The garbage Problema Bantargebang becomes a difficult thing to overcome. Functioning as a means of educating and providing information on the media community has its way of addressing this problem, one of which is Tempo.co. Communication is considered effective if there is feedback from the intent of the communicator. The purpose of this research is to analyze the communication model in photojournalism used by Tempo.co related to Bantargebang garbage edition Friday, April 5, 2019, and Friday 6 September 2019 against audience feedback. This research is a qualitative study that uses the foundation of phenomenology theory. Researchers want to understand the communication model used from the news of Bantargebang Garbage by Tempo.co for the audience, feedback arising from the preaching, and whether there is awareness from the audience to reduce the use of plastic as a form of Response to the news. After conducting various research and interviews, researchers get data and statements that are the answer to the problem. The results of this study were the differences in reactions arising from the different communication models used in photojournalism. Awareness in society to reduce the use of plastic waste. Perkembangan teknologi masa kini membuat akses terhadap informasi menjadi semakin cepat dan pesat, tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Media massa menjadi salah satu saluran bagi orang kebanyakan untuk mengetahui informasi terkini. Setiap media memiliki model komunikasi yang berbeda-beda dan cara tersendiri dalam menyampaikan informasi agar dapat menarik perhatian khalayak. Kehadiran foto jurnalistik dalam berita menjadi salah daya pikat bagi khalayak media ketika membaca berita. Pemilihan jenis foto dan unsur pendukung nilai dalam foto jurnalistik dapat berpengaruh terhadap reaksi (umpan balik) dan emosional dari pembaca. Tempo.co merupakan salah satu media yang menggunakan karya foto jurnalistik dalam beritanya untuk memikat khalayaknya.  Problema sampah Bantargebang menjadi hal sukar untuk diatasi. Berfungsi sebagai sarana dalam mengedukasi dan memberi informasi pada masyarakat media memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan permasalahan ini, salah satunya Tempo.co. Suatu komunikasi dianggap efektif bila ada umpan balik yang sesuai dengan maksud komunikatornya. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa model komunikasi dalam foto jurnalistik yang digunakan oleh Tempo.co terkait pemberitaan sampah Bantargebang edisi Jumat 5 April 2019 dan Jumat 6 September 2019 terhadap feedback khalayak.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memakai landasan teori fenomenologi. Peneliti ingin memahami model komunikasi yang digunakan dari pemberitaan sampah Bantargebang oleh Tempo.co bagi khalayak, feedback yang timbul dari pemberitaan itu, dan apakah ada kesadaran dari khalayak untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai bentuk dari respon terhadap berita tersebut. Setelah melakukan berbagai penelitian dan wawancara, peneliti mendapatkan sebuah data dan pernyataan yang menjadi jawaban atas permasalahan yang ada. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan reaksi yang timbul dari akibat perbedaan model komunikasi yang digunakan dalam foto jurnalistik. Adanya kesadaran dalam masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
Komunikasi Antarpribadi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang Sudah Melakukan Self - Disclosure Leo Sukarno; Roswita Oktaviani
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6410

Abstract

HIV / AIDS has become a phenomenon in the social environment of society for the last few years. Fear of stigma and discrimination from local people makes PLWHAs reluctant to reveal themselves. People with HIV who have revealed themselves must face the risk of discrimination and stigma that must be experienced in everyday life. This study aims to explain interpersonal communication among PLWHA who have done self-disclosure. The method that’s being used is a qualitative approach with case study method. The case study was conducted at ODHA Berhak Sehat Community. The data collection is done by conducting in-depth interviews with informants. Subjects in this study were people living with HIV/AIDS (PLWHA) who had opened their status for some time. In addition interviews were also conducted with specialists in sexually transmitted diseases as a research triangulator. It was found that PLWHA who have revealed status with the closest people cause a sense of trust. PLWHA do not receive discrimination, but rather supportiveness. And, an open - minded attitude from the closest person. Furthermore, the results of the study are discussed in this article. HIV/AIDS telah menjadi fenomena di lingkungan sosial masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) cenderung mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat setempat. Hal ini membuat ODHA enggan mengungkapkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarpribadi ODHA yang sudah melakukan pengungkapan diri (self-disclosure). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada Komunitas ODHA Berhak Sehat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan tiga ODHA yang sudah mengungkapkan status kesehatannya. Selain itu wawancara juga dilakukan kepada dokter spesialis penyakit menular seksual sebagai triangulator penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi antarpribadi ODHA yang sudah mengungkapkan status dengan orang terdekat menimbulkan rasa kepercayaan. ODHA tidak mendapat diskriminasi, melainkan sikap suportif. ODHA juga mendapati sikap terbuka dari orang terdekat.
Fenomenologi Pengguna Vape pada Perempuan di Komunitas @Dragoncloudz.id Winna Tedjasukmono; Eko Harry Susanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6451

Abstract

The phenomenon of the use of vape is one of the things widely discussed by the public. This research wants to see a vape user community consisting of women who are members of the Instagram group @ dragoncloudz.id because the community is one of the communities that shows Vape Trick to its members. The purpose of this study was to determine the meaning of vape on female vape users on Instagram social media. This type of research is descriptive qualitative. Research data were collected using observations, interviews, literature studies, and documentation. The data collected was then tested for its validity using triangulation of data sources by Vaper Influencer sources and Vaper women. The results showed that the meaning of vaping activities for women vape users was as an art, hobby and could be used as a profession. Saat ini muncul suatu tren di kalangan para perokok yaitu rokok elektrik atau vape. Penggunaan vape merupakan salah satu hal yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Penelitian ini melihat satu komunitas pengguna vape yang terdiri dari perempuan. Dalam media sosial Instagram @dragoncloudz.id komunitas tersebut merupakan salah satu komunitas yang memperlihatkan vape trick kepada para anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna vape pada perempuan pengguna vape di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber data dengan narasumber influencer vape dan para perempuan pengguna vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dari kegiatan vaping bagi perempuan pengguna vape tersebut adalah sebagai seni, hobi dan dapat dijadikan sebagai profesi.
Cover Vol 4 No 1 Lydia Irena
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 4 No 1
Perlawanan Stigma Warna Kulit terhadap Standar Kecantikan Perempuan Melalui Iklan Joanne Mareris Sukisman; Lusia Savitri Setyo Utami
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10150

Abstract

The development of a beauty standard stigma that says being beautiful is having white skin is a problem for some women in Indonesia, this is due to the construction of mass media and the entry of foreign cultures. That way those with dark or brown skin will feel insecure. Seeing this stigma, Pond's as one of the pioneers of skin care created an advertisement for their new product variant, Pond's White Beauty Skin Perfecting Cream, which shows models with various skin colors typical of Indonesian women. Based on this background, the formulation of the problem of this study is how to fight against the stigma of the beauty standard for women's skin color that is depicted in the TV ad for Pond's White Beauty Skin Perfecting Cream. Then the purpose of this study is to explain and describe the resistance to the stigma of the beauty standard for women's skin color that is depicted in the TV ad for Pond's White Beauty Skin Perfecting Cream. The theoretical review used in this research is advertising, television advertising, the concept of beauty standards, and stigma and resistance. To answer the problem formulation, this study uses qualitative research methods with Charles Sanders Pierce's semiotic analysis, which sees a phenomenon with three main components, namely Signs, Objects, and Interpretations. The results showed that in several scenes the advertisement gave a message that the standard of women's beauty was not measured by skin color, but beauty was based on the inner beauty or potential and talents possessed as well as a sense of gratitude and confidence. The conclusion is that this ad does not follow the construction of advertisements in general, but shows beauty with various skin tones that are characteristic of Indonesia, and wants to show women that basically all women with any skin color are beautiful.Berkembangnya suatu stigma standar kecantikan yang mengatakan cantik adalah memiliki kulit putih menjadi suatu problem bagi sebagian perempuan di Indonesia, hal ini disebabkan oleh kontruksi media massa dan masuknya budaya asing. Dengan begitu mereka yang memiliki kulit gelap atau sawo matang akan merasa tidak percaya diri. Melihat stigma tersebut Pond’s sebagai salah satu pelopor skin care membuat iklan untuk varian produk baru mereka Pond’s White Beauty Skin Perfecting Cream yang memperlihatkan model dengan beragam warna kulit khas perempuan Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana perlawanan terhadap stigma standar kecantikan warna kulit perempuan yang digambarkan pada iklan TV Pond’s White Beauty Skin Perfecting Cream. Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perlawanan terhadap stigma standar kecantikan warna kulit perempuan yang digambarkan pada iklan TV Pond’s White Beauty Skin Perfecting Cream. Tinjauan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu periklanan, iklan televisi, konsep standar kecantikan, dan stigma serta perlawanannya. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Pierce yang melihat suatu fenomena dengan tiga komponen utama yaitu Tanda, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukan di beberapa scene iklan tersebut memberikan makna pesan di dalamnya bahwa standar kecantikan perempuan bukan diukur dari warna kulit, melainkan kecantikan di dasari dengan mengedepankan inner beauty atau potensi dan bakat yang dimiliki serta rasa bersyukur dan percaya diri. Kesimpulannya adalah iklan ini tidak mengikuti konstruksi iklan pada umumnya, tetapi menunjukan kecantikan dengan beragam warna kulit ciri khas Indonesia, dan ingin menunjukan pada para perempuan bahwa pada dasarnya semua perempuan dengan warna kulit apapun itu cantik.
Analisis Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan dalam Komunitas Wadah Pemimpin Phoebe Kristianti; Riris Loisa
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10187

Abstract

In the continuity of a company, there is a pattern of behavior that is carried out continuously by its members. Then formed a culture that is characteristic of the company. Each leader also has his own leadership style in operating the company. With a good organizational culture and leadership style, it can form a comfortable work environment and can support the success of the company. The formulation of the problem that will be examined is how is the organizational culture and leadership style in the Leader Forum Community? The method used in this research is a qualitative ethnographic approach, studied with organizational communication theory, organizational culture, and leadership style. The purpose of this research is to describe and find out the organizational culture and leadership style in the Community of Leaders Forum. The object to be studied is the organizational culture and leadership styles used in the Leader Community Forum. Based on the results of research related to organizational culture and leadership styles in the Community of Wadah Leaders, it can be concluded that the value of Family Impact Teamwork continues to be emphasized to members as a reference for acting in the community. And leaders apply a combination of charismatic, transactional, transformational, and visionary leadership styles in Komunitas Wadah Pemimpin.Dalam keberlangsungan suatu perusahaan terdapat pola perilaku yang dilakukan secara terus menerus oleh anggotanya. Kemudian terbentuk sebuah budaya yang menjadi ciri khas dalam perusahaan tersebut. Setiap pemimpin juga memiliki gaya kepemimpinan tersendiri dalam mengoperasikan perusahaan. Dengan adanya budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang baik dapat membentuk lingkungan kerja yang nyaman serta dapat medukung keberhasilan perusahaan. Rumusan masalah yang ditelaah dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dalam Komunitas Wadah Pemimpin? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dikaji dengan teori komunikasi organisasi, budaya organisasi, serta gaya kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan dan mengetahui budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dalam Komunitas Wadah Pemimpin. Objek yang diteliti adalah budaya organisasi serta gaya kepemimpinan yang digunakan dalam Komunitas Wadah Pemimpin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai Family Impact Teamwork terus ditekankan kepada anggota sebagai acuan untuk bertindak dalam komunitas. Pemimpin menerapkan kombinasi dari gaya kepemimpinan kharismatik, transaksional, transformasional, dan visioner dalam Komunitas Wadah Pemimpin.
Komunikasi Organisasi Komnas Perempuan dalam Menyikapi Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual Gracela Neoh; Roswita Oktavianti
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10201

Abstract

Sexual harassment of women often occurs in Indonesia and is disturbing to society. Based on Komnas Perempuan's 2016 Annual Records, there were 16,217 documented cases of sexual harassment. Along with the times, sexual harassment has penetrated into the digital realm, namely one case of sexual harassment in cyberspace that occurred in 2020 by X baristas. The employee uses Closed Circuit Television to peek at the breasts of female customers and spreads through social media. Based on this case, Komnas Perempuan conducted organizational communication by stating that the actions of former X employees included sexual harassment by means of violence by verbally displaying women's bodies without consent. The formulation of the research problem is how Komnas Perempuan's organizational communication is in addressing the resolution of cases of sexual harassment by X baristas. Based on the theoretical study, this research has used organizational communication theory, public relations, and Komnas Perempuan. This research uses descriptive qualitative research methods through case studies by collecting data in the form of interviews, documentation, and literature study. The results of this study, Komnas Perempuan conducted internal communication by suggesting X to restore a safe space and external communication by responding to journalists through groups on instant messaging applications by maintaining a code of ethics to protect victims.Pelecehan seksual kepada kaum perempuan kerap terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2016 terdapat 16.217 kasus pelecehan seksual yang berhasil didokumentasikan. Seiring perkembangan zaman, pelecehan seksual merambah ke ranah digital. Salah satu kasus pelecehan seksual di dunia maya terjadi pada tahun 2020 dilakukan oleh barista kafe X. Pegawai tersebut menggunakan kamera pengawas untuk mengintip payudara pelanggan perempuan dan menyebarkan melalui media sosial. Berdasarkan kasus tersebut, Komnas Perempuan melakukan komunikasi organisasi dengan menyatakan tindakan mantan pegawai kafe X tersebut termasuk pelecehan seksual dengan bentuk kekerasan, dengan cara mempertontonkan secara verbal tubuh perempuan tanpa persetujuan. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana komunikasi organisasi Komnas Perempuan dalam menyikapi penyelesaian kasus pelecehan seksual barista X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsif kualitatif melalui studi kasus dengan mengumpulkan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komnas Perempuan melakukan komunikasi internal dengan menyarankan perusahaan atau kafe X mengembalikan ruang aman pada pelanggan. Komunikasi eksternal dilakukan dengan memberikan tanggapan kepada wartawan melalui grup pada aplikasi pesan instan. Tanggapan tersebut diberikan dengan tetap menjaga kode etik untuk melindungi korban.