cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Komparasi Literasi Informasi Generasi Baby Boomers dan Generasi X (Studi pada Pengguna Grup Whatsapp) Kezia Hakim; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15537

Abstract

Information literacy is needed, especially in the midst of the era of rapid digital development. Hoaxes can spread easily in the midst of technological developments like now. Information literacy is an ability that can be a filter for all generations to protect themselves from hoax news. In this study, a test was conducted to determine whether there is a comparison or difference in information literacy in the baby boomers generation with generation X, especially WhatsApp group users. The population in this study are parents who are included in the baby boomers generation and generation X who use WhatsApp groups. The data that has been collected is processed using SPSS version 26. The results in this study show that there is no difference in information literacy between the baby boomers generation and generation X, with a significance level of 0.255. Literasi informasi sangat dibutuhkan khususnya di tengah era perkembangan digital yang begitu pesat. Hoaks dapat menyebar dengan mudahnya di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang. Literasi informasi adalah kemampuan yang bisa menjadi filter bagi segala lintas generasi untuk melindungi diri dari berita hoaks. Pada penelitian kali ini dilakukan uji untuk mengetahui apakah ada komparasi atau perbedaan literasi informasi pada generasi baby boomers dengan generasi X khususnya para pengguna grup whatsapp. Populasi pada penelitian kali ini adalah para orang tua yang termasuk dalam generasi baby boomers dan generasi X yang menggunakan grup whatsapp. Data yang telah terkumpul diolah menggunakan bantuan SPSS versi 26. Hasil pada penelitian kali ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan literasi informasi generasi baby boomers dengan generasi X, dengan tingkat signifikansi 0.255.
Aktivitas Komunikasi Sanggar Seroja dalam Mengedukasi Transpuan di Jakarta Frank Marco; Septia Winduwati
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15673

Abstract

Humans are social beings who need the help of other humans and every human being has the right to determine his own way of life. However, this is what thedoes not feel, lesbian gay bisexual transgender (LGBT) community especially the transwoman community, such as in the right to health, work and many more so that they have to live a different life because their choices are different from most people. Many of them drop out of school, do not work and fall into the world of crime, this can be an example of the lack of attention of the trans women community and is one of the main reasons for the establishment of Sanggar Seroja to educate and empower trans women in Jakarta. Sanggar Seroja tries to educate transgender women through art activities and activities of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). With the establishment of Sanggar Seroja, they hope that trans women will get the same attention and rights as other people, and they want to instill an attitude of independent trans women who are proud of themselves.Manusia adalah makluk sosial yang memerlukan bantuan manusia lain dan setiap manusia memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Namun inilah yang tidak dirasakan oleh komunitas lesbian gay bisexsual transgender (LGBT) terutama komunitas transpuan seperti dalam hak kesehatan, pekerjaan dan masih banyak lagi sehingga mereka harus menjalani hidup yang berbeda karena pilihannya yang berbeda dari kebanyakan orang. Banyak dari mereka yang putus sekolah, tidak bekerja dan terjerumus ke dalam dunia kriminalitas, hal ini dapat menjadi salah satu contoh kurangnya perhatian komunitas transpuan serta merupakan salah satu alasan utama didirikannya Sanggar Seroja untuk mengedukasi serta memberdayakan transpuan di Jakarta. Sanggar Seroja berusaha mengedukasi transpuan melalui kegiatan-kegiatan kesenian dan kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan didirikannya Sanggar Seroja, mereka berharap agar transpuan mendapatkan perhatian dan hak yang sama dengan orang lain, serta ingin menanamkan sikap transpuan yang independen dan bangga dengan dirinya sendiri. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitiatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil pada penelitian ini adalah aktivitas komunikasi yang dibentuk oleh Sanggar Seroja komunikasi yang edukatif, saling terhubung dan juga Sanggar Seroja mengadakan kegiatan-kegiatan yang berguna untuk mengembangkan potensi dalam diri transpuan.
Front Matters Koneksi Vol 6 No 1 Lydia Irena
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Koneksi Vol 6 No 1
Peran Youtuber dengan Penonton dalam Menjalankan Gaya Hidup Sehat New Normal (Studi Kasus Youtuber Shiely Venessa) Jesvanny Jesvanny; Riris Loisa; Sisca Aulia
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10538

Abstract

The development in the 4.0 industrial revolution resulted in the internet developing rapidly, so that the application of technology has spread throughout all sectors. This was coupled with the Covid-19 pandemic, and made changes in the pattern of people's lives in Indonesia which led to an increase in internet users in Indonesia to 175.4 million million or it can be said that 50 % of the total population of Indonesia. And the social media that is in the spotlight is Youtube so it is used in this study. The purpose of this study is to determine whether there is a role for Youtuber and the audience in carrying out a new normal healthy lifestyle. The research method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of observation and interviews with YouTubers and Subscribers, and with the aim of knowing whether there is a Youtuber role with the audience in carrying out a new normal healthy lifestyle. The results of the study show that YouTubers are very interested in creating content about this new normal healthy lifestyle and Subscribers and Viewers provide good comments and responses with new normal healthy lifestyle content.Perkembangan dalam revolusi industri 4.0 mengakibatkan internet berkembang dengan pesat, hingga penerapan teknologi pun telah menyebar di seluruh sektor. Hal ini ditambah dengan pandemi Covid-19 yang membuat perubahan dalam pola hidup masyarakat Indonesia. Pengguna internet di Indonesia melonjak hingga 175,4 juta jiwa atau dapat dikatakan 50% dari total penduduk Indonesia. Penggunaan media sosial juga melonjak salah satunya Youtube. Penelitian ini ingin mengetahui ada tidaknya peran youtuber dengan penonton dalam menjalankan gaya hidup sehat new normal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan youtuber dan pelanggan (subscriber), dan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya peran youtuber dengan penonton dalam menjalankan gaya hidup sehat new normal. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa para youtuber sangat tertarik untuk membuat konten tentang gaya hidup sehat new normal, subscriber dan penonton (viewer) memberikan komentar dan tanggapan yang baik dengan konten gaya hidup sehat new normal.
Analisis Body Shaming terhadap Perempuan dalam Film Imperfect Jocelyn Dominica; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10678

Abstract

The author conducted this research with the aim of providing an overview of the representation of Body shaming contained in the film “Imperfect” directed by Ernest Prakasa. The approach used by researchers is interpretative qualitative. The author uses Roland Barthes' Semiotic Analysis with the meaning of denotation, connotation and myth as a research method. The data collection method is done by observation. The film “Imperfect” tells the story of a woman named Rara (played by Jessica Mila) who is born different from her younger sister, Rara has a thick body, brown skin and curly hair, very different from her younger sister who has a slim body, white skin and straight hair. Getting condescending gaze and also satirical treatment in the office environment has become daily food for Rara. Rara's concern for the body changed when she was demanded to change her appearance by the boss of the company where she worked so that she could be promoted. The results of this study indicate that the actions of body shaming are carried out either intentionally or unintentionally.Penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan memberikan gambaran mengenai representasi body shaming yang terdapat dalam film ‘Imperfect’ disutradarai oleh Ernest Prakasa. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah kualitatif interpretatif. Penulis menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes dengan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos sebagai metode penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Film ‘Imperfect’ menceritakan tentang seorang perempuan bernama Rarayang terlahir berbeda dengan adik perempuannya. Rara memiliki tubuh berisi, kulit sawo matang dan rambut keriting sangat berbeda dengan adiknya yang memiliki tubuh langsing, kulit putih dan rambut lurus. Mendapatkan tatapan yang merendahkan dan juga perlakuan yang menyindir di lingkungan kantor sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Rara. Kepedulian Rara terhadap tubuh berubah ketika dirinya dituntut untuk mengubah penampilan oleh bos perusahaan tempat ia bekerja agar dapat naik jabatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tentang perbuatan body shaming yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja.
Digital Self Representation Food Blogger (Studi Kasus pada Akun Instagram @Eatandtreats) Queennie Millendian; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15469

Abstract

In this digital era, social media has become part of people's daily lives. One of the social media applications that are widely used by Indonesia society is Instagram. Users can upload photos or videos creatively, using the features already available from Instagram. In addition, users can also add explanations that has gone through the selection process. There are many food bloggers in Indonesia, so this study was conducted with the aim of discussing the importance of implementing digital self representation. One of the benefits is that a person can show their characteristics that are different from others. The approach used in this research is a qualitative, with a case study method. Subject of this research is a food blogger named Hans Danial. Meanwhile, the object of this research is digital self representation activity carried out by Hans Danial on his Instagram account @eatandtreats. Data collection techniques were interviews, documentation studies, and observations on @eatandtreats Instagram account. The results showed that Hans Danial did not know for sure some digital self representation strategies, but he mostly used self-promotion. All uploads on @eatandtreats account have aesthetic characteristics with warmed tone theme. He always appears as he is and reflect the real life he lives.Pada era digital ini, media sosial telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Instagram. Pengguna dapat mengunggah foto atau video secara kreatif, dengan menggunakan fitur yang telah tersedia dari Instagram. Selain itu, dapat juga menambahkan penjelasan yang telah melalui proses seleksi. Banyak sekali food blogger yang bermunculan di Indonesia, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas tentang pentingnya penerapan digital self representation. Salah satu manfaatnya adalah seseorang dapat menunjukkan ciri khas diri yang berbeda dari orang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah seorang food blogger bernama Hans Danial. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kegiatan digital self representation yang dilakukan Hans Danial pada akun Instagramnya @eatandtreats. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, dan observasi pada akun Instagram @eatandtreats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hans Danial tidak mengetahui secara pasti beberapa strategi digital self representation, namun dirinya paling banyak menggunakan strategi self promotion. Seluruh unggahan pada akun @eatandtreats memiliki ciri khas aesthetic dengan tema warmed tone (hangat). Dirinya selalu tampil apa adanya dan seluruh unggahan mencerminkan kehidupan nyata sehari-hari yang dijalani.
Representasi Keselamatan dalam Iklan Gojek “It’s Okay to be Lebay” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce) Carissa Honouris; Gregorius Genep Sukendro
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15502

Abstract

The study aims to find out how the representation of safety contained in Gojek's "It's Okay To Be Lebay" advertisement is. The research method used by the researcher is a qualitative approach with observation as a data collection method. The researcher conducted an analysis of signs related to safety values using the semiotic theory of Charles Sanders Pierce's model which focuses on three main elements, namely signs, objects and interpretations. Based on the results of the study, the researcher stated that the representation of safety contained in the Gojek advertisement "It's Okay To Be Lebay" through scenes, behavior, properties, clothes, sung lyrics and text in the video clip reflects the meaning of efforts to protect self from the risk of spreading the Covid 19 virus. and the risk of road accidents that can endanger lives. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi keselamatan yang terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay”. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan observasi sebagai metode pengumpulan data. Peneliti melakukan analisis tanda yang berhubungan dengan nilai keselamatan menggunakan teori semiotika model Charles Sanders Pierce yang berfokus pada tiga elemen utama yaitu tanda, objek dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengemukakan bahwa representasi keselamatan terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay” melalui adegan, perilaku, properti, pakaian, lirik yang dinyanyikan dan teks yang ada pada video klip mencerminkan makna upaya menjaga diri dari resiko penyebaran virus Covid 19 dan resiko kecelakaan di jalan yang dapat membahayakan nyawa.
Representasi Maskulinitas pada Sosok Ayah dalam Film (Studi Semiotika Roland Barthes pada Film Fatherhood) Winardi Aldrian; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15540

Abstract

Film is the dominant form of visual mass communication in this world. In general, films are built upon signs, which include images and sounds. On June 18, 2021, Netflix released the comedy drama film Fatherhood. This film tells the story of a father who has to live as a single father who has to perform a domestic role by taking care of a child, as well as being an architect as his public role. This study aims to find out the representation of masculinity in father figure on Fatherhood. The theory used by author in this study is mass communication theory, film as mass media, Netflix, Roland Barthes’s semiotic, representation, gender and masculinity. This research uses a descriptive qualitative approach with Roland Barthes’s semiotic model analysis technique. The research data were obtained from scenes or texts in film, observations, and literature studies. The conclusion of this study is that the masculinity in father figure on “Fatherhood” is represented through three aspects, namely the domestic role that’s associated with the concept of male masculinity as a “new man as nurturer” and the concept of fatherhood, the public role which is the role of the men with masculinity and societal views that’s related to patriarchal ideology. Film merupakan bentuk dominan dari komunikasi massa visual dalam dunia. Pada umumnya film dibangun dengan tanda-tanda meliputi gambar dan suara. Pada tanggal 18 Juni 2021, Netflix merilis film drama komedi yang berjudul Fatherhood. Film ini menceritakan tentang seorang ayah yang harus menjalani hidup sebagai ayah tunggal yang melakukan peran domestik dengan mengasuh anak sekaligus peran publik yaitu bekerja sebagai arsitek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi maskulinitas pada sosok ayah dalam film Fatherhood. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori media massa, film sebagai media massa, Netflix, semiotika Roland Barthes, representasi, gender dan maskulinitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika model Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari adegan-adegan atau teks pada film, observasi pada film, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah maskulinitas pada sosok ayah dalam film Fatherhood direpresentasikan melalui tiga hal, yaitu peran domestik yang berhubungan konsep maskulinitas laki-laki sebagai “new man as nurturer” dan konsep fatherhood, peran publik yang merupakan peran laki-laki dengan maskulinitasnya dan pandangan masyarakat yang berkaitan dengan ideologi patriarki.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Efektivitas Akun Instagram @bogoreatery terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Konsumen Wisata Kuliner di Bogor Fadia Syah Putranto; Rezi Erdiansyah
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15745

Abstract

Instagram account @bogoeatery is an account based on information content about culinary tourism in Bogor. The account makes it easier for Instagram social media users to find culinary tourism information through various content provided to other users. This study aims to determine the effect of using social media and the effectiveness of the @bogoreeatery Instagram account on meeting the information needs of culinary tourism consumers in Bogor. The author uses the theory of the use of social media, the theory of effectiveness and the fulfillment of information needs as research concepts. The research method used is an explanatory survey of 100 respondents as a sample with a questionnaire as the author's instrument. The data obtained were analyzed using validity test, reliability test, normality test, multiple linear regression analysis, coefficient of determination, f test and t test. From this research, the results of the multiple linear regression equation are Y= (-0.089) + 0.293 + 0.795 value (sig) 0.000. This means that every 1 unit increase in the use of social media will increase the fulfillment of information needs by 0.293. Likewise, every increase in the effectiveness of an Instagram account by 1 unit will increase the fulfillment of information needs by 0.795, which means that the use of social media and the effectiveness of the Instagram account @bogoeatery has a significant influence on meeting the information needs of culinary tourism consumers in Bogor.Akun Instagram @bogoreatery merupakan salah satu akun yang berbasis konten informasi seputar wisata kuliner di Bogor. Akun tersebut memudahkan pengguna media sosial Instagram dalam mencari informasi wisata kuliner melalui berbagai konten yang diberikan kepada pengguna lainnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial dan efektivitas akun Instagram @bogoreatery terhadap pemenuhan kebutuhan informasi konsumen wisata kuliner di Bogor. Penulis menggunakan teori serta konsep penelitian yaitu penggunaan media sosial, teori efektivitas komunikasi dan pemenuhan kebutuhan informasi. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksplanatif berdasarkan survei terhadap 100 responden sebagai sampel dengan kuisioner sebagai instrumen penulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji reabilitas, uji validitas, uji normalitas, analisis regresi linear berganda, koefesien determinasi, uji f dan uji t. Dari penelitian ini diperoleh hasil persamaan regresi linier berganda yaitu Y= (-0,089) + 0,293 + 0,795 nilai (sig) 0.000. Hal ini diartikan setiap peningkatan sebesar 1 satuan pada penggunaan media sosial akan meningkatkan pemenuhan kebutuhan informasi sebesar 0,293. Begitu pula dengan setiap peningkatan efektivitas akun Instagram sebesar 1 satuan akan meningkatkan pemenuhan kebutuhan informasi sebesar 0,795, yang berarti penggunaan media sosial dan efektivitas akun Instagram @bogoreatery memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi konsumen wisata kuliner di Bogor.
Pola Komunikasi Kelompok Virtual dalam Game PUBG Mobile (Studi Kasus Tim Redlineze E-Sport) Frinico Alfian; Wulan Purnama Sari
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.10665

Abstract

Player Unknown’s Battlegrounds Mobile online game is one of online games that provide communication feature for the players which enable them to communicate each other. The communication that occurs among the players is virtual communication in which they are able to coordinate one another in order to win the game. As the aim of the team is to achieve the victory, therefore the members of the team need to have the same vision and mission. This study aims to explore the pattern of communication that occurs in a game team when the players are planning the strategy to win the game and explain how each member of the team communicate with the other members. This research is a qualitative research with case study research strategy. The researcher conducts extended interviews and observation in order to collect the data. The result of this research shows that the pattern of communication of the face to face group communication occurs as impact of the communication activity performed by each member of the team. This interaction also raises the effectivity of the communication occurs on the team.Game online Player Unknown’s Battlegrounds Mobile merupakan game online yang menyediakan fitur komunikasi didalamnya, sehingga antar pemain game PUBG Mobile dapat berkomunikasi untuk mengatur strategi permainan. Komunikasi yang terjadi didalamnya dapat diartikan sebagai komunikasi virtual, dimana para pemain dapat dengan mudah berkomunikasi dan menjalankan strategi kerjasama yang baik, guna mencapai tujuan bersama. Tujuan dari terbentuknya suatu kelompok atau tim ialah mendapatkan sesuatu atau mendapatkan kemenangan. Oleh karena itu, suatu tim atau kelompok harus mempuyai visi misi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi kelompok yang terjadi dalam tim dalam menyusun strategi dan bagaimana cara para anggota tim membentuk komunikasi yang dapat dipahami anggota satu dengan anggota yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian yang didapat menunjukan adanya pola komunikasi kelompok bertatap muka secara langsung yang dibentuk oleh aktivitas komunikasi dari setiap anggota dalam tim membawa pengaruh besar terhadap tim. Bentuk proses interaksi juga turut berpengaruh dalam efektivitas komunikasi dalam tim tersebut.