cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Personal Branding Influencer pada Media Sosial Tiktok (Studi Kasus pada Akun @veliaveve) Octavianus, Abraham; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15779

Abstract

Tiktok is a social media platform where people can enjoy watching videos or content. People who work on making videos or this content are referred to as content creators or influencers. An influencer is not only always required to provide creative ideas in each content but also needs to build a good self-image in the eyes of the public, commonly called personal branding. It is the basis of this research, namely how an influencer creates personal branding. According to Peter Montoya, eight concepts make up personal branding: specialization, leadership, personality, difference, visibility, unity, constancy, and good name. Seeing the correlation between personal branding and influencers, the researcher chose Velia as the research subject. Velia herself manages the @veliaveve account, which is her account and now has 1.4 million followers on the Tiktok channel. The formulation of the problem in this study is how personal branding influencers on Tiktok social media are. Researchers tried to examine Velia's account using a qualitative case study method approach. The results of this study also state that it is essential to understand personal branding in terms of being an influencer. The exciting thing about these eight concepts is the concept of a good name. Influencers maintain a good name by building relationships with their followers by replying to comments or going live so they can communicate directly. Tiktok merupakan platform media sosial dimana pengguna menikmati tontonan berupa video. Orang yang bekerja membuat video atau konten ini disebut sebagai content creator atau influencer. Influencer dituntut memberikan ide-ide kreatif dalam tiap kontennya. Seorang influncer juga perlu membangun citra diri yang baik di mata masyarakat atau disebut personal branding. Hal ini yang menjadi dasar penelitian ini yaitu bagaimana cara seorang influencer menciptakan personal branding di media social Tiktok. Menurut Peter Montoya terdapat delapan konsep pembentuk personal branding yaitu, spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik. Peneliti memilih Velia sebagai subjek penelitian. Velia sendiri mengelola akun @veliaveve di mana akun tersebut adalah akun pribadi miliknya yang sekarang memiliki 1,4 juta pengikut di kanal Tiktok. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi influencer perlu mengerti konsep personal branding. Hal yang menarik dari delapan konsep ini terdapat pada konsep nama baik. Cara influencer dalam menjaga nama baik yakni dengan membangun relasi dengan para pengikutnya seperti membalas komentar, dan melakukan live untuk berkomunikasi secara langsung dengan pengikut.
Pengaruh Minat Pembaca Media Online Tempo.Co terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi pada Generasi Z Estrella, Nathasya; Rusdi, Farid
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15793

Abstract

Technological developments create new alternatives for audiences to get unlimited news. News readers or audiences have diverse consumption interests in accessing mass media. Generation Z spends more time looking for references for their information needs via the internet. Therefore, the mass media has a significant role and impact to be on influencing its readers. Tempo is one of the media that has also transformed into digital by presenting a high standard of journalism in writing a news story in a sharp, intelligent, and balanced manner. Tempo. co presents news according to people's needs such as business, automotive, sports, economy, beauty, health, etc. This study aimed to determine the effect of reading interest on the fulfillment of information needs in generation Z after reading the online media Tempo.co. The theory used in this research is uses and gratification. This research method uses a quantitative approach with data collection techniques distributing questionnaires to 100 Generation Z and Tempo respondents.co Instagram followers using non-probability sampling. The data obtained were processed using validity, reliability, normality, simple regression analysis, and t-test. The results of the study indicate that the consumption interest of Tempo.co's online media readers significantly affects the satisfaction of meeting information needs. Perkembangan teknologi menciptakan alternatif baru bagi khalayak dalam memperoleh berita yang tidak terbatas. Pembaca berita ataupun khalayak memiliki minat konsumsi yang beragam dalam mengakses media massa. Generasi Z lebih banyak menggunakan waktu luang untuk mencari referensi dalam kebutuhan informasi melalui internet. Oleh karena itu, media massa memiliki peran serta dampak yang besar untuk menjadi pengaruh bagi pembacanya. Tempo merupakan salah satu media yang juga bertransformasi menjadi digital dengan menghadirkan standar jurnalisme yang tinggi dalam menulis sebuah berita secara tajam, cerdas dan berimbang. Tempo.co menyajikan berita sesuai kebutuhan masyarakat seperti bisnis, otomotif, olah raga, ekonomi, kecantikan, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh minat membaca terhadap pemenuhan kebutuhan informasi di Generasi Z setelah membaca media daring Tempo.co. Teori yang digunakan adalah uses and gratification. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menyebarkan kuisioner kepada 100 responden yang merupakan Generasi Z dan followers Instagram Tempo.co dengan menggunakan nonprobability sampling. Data yang didapatkan diolah menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji analasis regresi sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat konsumsi pembaca media daring Tempo.co berpengaruh signifikan terhadap kepuasaan pemenuhan kebutuhan informasi.
Strategi Komunikasi Penggunaan Instagram dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Krisis Iklim Junaidi, Ahmad; Syaifurahman, Budi
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15795

Abstract

Indonesia is experiencing environmental problems such as air pollution, illegal logging, waste, that cause natural damage. There have been many social media campaigns for the declaration of "Indonesia's Climate Crisis Emergency." The Instagram account @extinctionrebellion.id is an initiative of an activist movement that focuses on the issue of the climate crisis. Instagram is the object of research because there are more social media users than on other social media. The features found on Instagram provide a good understanding and are accessible for the public to digest to help @extinctionrebellion.id achieve its goals. This study aims to know how communication strategy of the XR Indonesia is using Instagram as a social media in campaigning for the climate crisis issue to increase public awareness. By using qualitative research methods, researchers use the concept of persuasive communication and the Elaboration Likelihood (ELM). Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and literature study. The results showed that the features available on Instagram facilitate the delivery of messages on central and peripheral lines. The central line is carried out by reporting the latest information and discussion activities on social media. Meanwhile, peripherals are carried out by presenting content with visual power and organizing exciting events. Thus, this research supports the ELM theory. Indonesia saat ini sedang mengalami permasalahan lingkungan seperti polusi udara, penebangan liar, limbah sampah, dan hal lain yang menyebabkan kerusakan alam. Banyak organisasi nirlaba mengkampanyekan deklarasi “Indonesia Darurat Krisis Iklim”, termasuk XR Indonesia melalui akun instagram @extinctionrebellion.id. Fitur-fitur yang terdapat pada Instagram dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman yang baik dan mudah untuk dicerna oleh masyarakat agar dapat membantu @extinctionrebellion.id dalam mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi XR Indonesia dalam penggunaan Instagram sebagai media sosial dalam mengkampanyekan isu krisis iklim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menggunakan konsep komunikasi persuasif dan Elaboration Likelihood Model (ELM). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang tersedia di Instagram memudahkan penyampaian pesan pada jalur sentral dan periferal. Jalur sentral dilakukan dengan pemberitaan informasi terkini dan kegiatan diskusi pada media social. Sementara itu, periferal dilakukan dengan cara menyajikan konten dengan kekuatan visual dan menyelenggarakan event-event yang menarik. Dengan demikian penelitian ini mendukung adanya teori ELM.
Strategi Pengelolaan Instagram @Sukabumitoday sebagai Media Informasi Kota Sukabumi selama Masa Pandemi Covid-19 Papanda, Helen Tri; Rusdi, Farid
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15796

Abstract

Sukabumi City is the smallest city in West Java Province, with the potential for nature tourism and natural resources that are well known to the public. However, the Sukabumi City government's attention to the area is still lacking and makes this potential invisible. The government is less focused on developing information media for the City of Sukabumi. A digital-based media company, INFOSMI, is an independent community on social media that aims to provide information in the form of news and tourist attractions in Sukabumi City. This community has an Instagram account, @sukabumitoday. It is known that the communication strategy carried out by the @sukabumitoday Instagram account goes through 7 stages. The primary strategy on Instagram @sukabumitoday is to upload photos and videos sent from Instagram followers @sukabumitoday and provide exciting photo captions so that the content and messages to be conveyed become informative and persuasive. The Instagram account @sukabumitoday also takes advantage of the features that exist on Instagram to maximize its function as a medium of information for the City of Sukabumi. The @sukabumitoday account uses messages with encouragement and jokes so that all information can be adequately conveyed. Kota Sukabumi merupakan kota terkecil di Provinsi Jawa Barat dengan potensi wisata alam dan kekayaan alam yang sudah banyak dikenal masyarakat. Namun, perhatian pemerintah Kota Sukabumi terhadap daerahnya masih kurang dan membuat potensi tersebut tidak terlihat. Pemerintah kurang fokus untuk mengembangkan media informasi Kota Sukabumi. Sebuah perusahaan media berbasis digital, INFOSMI, merupakan komunitas mandiri di media sosial yang bertujuan memberi informasi berupa berita dan tempat wisata yang ada di Kota Sukabumi. Komunitas ini memiliki akun Instagram @sukabumitoday. Diketahui jika strategi komunikasi yang dilakukan oleh akun instagram @sukabumitoday melewati 7 tahapan. Strategi utama pada Instagram @sukabumitoday adalah mengunggah foto-foto dan video kiriman dari pengikut Instagram @sukabumitoday, memberikan keterangan foto yang menarik agar isi serta pesan yang ingin disampaikan menjadi informatif dan persuasif. Akun Instagram @sukabumitoday juga memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada Instagram sehingga memaksimalkan fungsinya sebagai media informasi untuk Kota Sukabumi. Akun @sukabumitoday menggunakan pesan dengan dorongan dan candaan, agar semua informasi dapat tersampaikan dengan baik.
Strategi Penyiaran Radio Mustang 88 FM dalam Mempertahankan Pendengar (Studi Kasus Program Mustang Morning Squad) Manuella, Febryna Glory; Rusdi, Farid
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15797

Abstract

The mass media in Indonesia have difficulty maintaining their existence during the pandemic. The media face challenges, go bankrupt or survive. Radio, as one of the mass media, is a medium that is less accessible to the audience because the information is presented in audio form, not audiovisual like television. However, radio still survives in the digital era and even more so during the COVID-19 pandemic. Through this article, the author presents research on one of the radio stations in Indonesia, namely Radio Mustang 88 FM, through the Mustang Morning Squad program. Radio Mustang 88 FM implements a broadcasting strategy to maintain its existence. The Mustang Morning Squad program has a unique characteristic compared to other programs. The author uses the concept of mass communication, DeFleur's communication model, and customer engagement to reveal the broadcasting strategy implemented to retain listeners amid a crisis. This study uses a qualitative method. Data were collected by observing the Mustang Morning Squad broadcasting process and interviews. The results show that updating information related to daily life will increase customer engagement. Communication between teams also plays an important role. Media massa di Indonesia memiliki kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya selama masa pandemi. Media menghadapi tantangan, bangkrut atau bertahan. Dari berbagai media massa, radio adalah media yang kurang dijangkau oleh khalayak karena informasi disajikan dalam bentuk audio, bukan audiovisual sepertihalnya televisi. Namun demikian, radio masih tetap bertahan di era digital dan terlebih lagi pada masa pandemi covid-19. Melalui artikel ini, penulis menyajikan penelitian pada salah satu radio di Indonesia yaitu Radio Mustang 88 FM melalui program Mustang Morning Squad. Radio Mustang 88 FM menerapkan strategi penyiaran untuk mempertahankan esksitensinya. Program Mustang Morning Squad memiliki ciri khas yang unik dibanding program lain. Penulis menggunakan konsep komunikasi massa, model komunikasi DeFleur, dan keterlibatan pelanggan untuk mengungkap strategi penyiaran yang diterapkan dalam mempertahankan pendengar di tengah kondisi krisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi pada proses penyiaran Mustang Morning Squad, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memperbarui informasi terkait dengan kehidupan sehari-hari akan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Komunikasi antar tim juga memegang peran penting.
Dramaturgi pada Serial Korea True Beauty Nissi, Keizah; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15825

Abstract

One of the Korean popular culture industries, the Korean Wave, is a Korean drama series. Korean drama series is a series of shows or shows that are broadcast in the Korean language. This drama usually tells stories about culture, activities, or daily activities that tell about life in South Korea. One of the stories that are often made into a story in Korean drama series is about the construction of a woman's beauty, one of which is raised in the Korean series True Beauty. The Korean series True Beauty is a series that tells about the life of a woman who does not have an attractive appearance, so she covers her appearance with facial expressions to live her daily life. This study wants to know the dramaturgy of the Korean series True Beauty. The researcher uses Goffman's dramaturgy theory, which consists of several concepts: self-presentation, the front stage area, the middle stage area, and the backstage area. This study uses a descriptive qualitative research approach with case study research methods. The research data were obtained by observation and documentation of the 16 episodes of the Kore True Beauty series, as well as a literature study. The results showed dramaturgy in the Korean series True Beauty, namely when in the front stage area, Jukyung's character will play his role by using makeup. While in the center stage area, Jukyung's character will prepare himself by applying makeup. Meanwhile, when he was backstage, Jukyung's character was himself without wearing any makeup. Salah satu industri budaya populer Korea atau yang dikenal dengan istilah Korean Wave adalah drama seri Korea. Drama seri Korea adalah tayangan atau pertunjukan seri yang disiarkan dalam bahasa Korea. Drama ini biasanya mengangkat cerita mengenai budaya, aktivitas, atau kegiatan sehari-hari yang menceritakan kehidupan di Korea Selatan. Salah satu cerita yang sering kali diangkat menjadi cerita dalam drama seri Korea adalah mengenai kontruksi kecantikan seorang perempuan yang salah satunya diangkat dalam cerita serial Korea True Beauty. Serial Korea True Beauty merupakan serial yang menceritakan mengenai kehidupan seorang perempuan yang tidak memiliki penampilan yang menarik sehingga ia menutupi penampilannya itu dengan riawan wajah untuk menjalani kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini ingin mengetahui dramaturgi pada serial Korea True Beauty. Peneliti menggunakan teori dramaturgi Goffman yang terdiri dari beberapa konsep yaitu presentasi diri, wilayah panggung depan (front stage), wilayah panggung tengah (middle stage), dan wilayah panggung belakang (back stage). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deksriptif dengan metode penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh dengan observasi dan dokumentasi dari 16 episode serial Kore True Beauty serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dramaturgi dalam serial Korea True Beauty, yaitu saat di wilayah panggung depan, tokoh Jukyung akan memainkan perannya dengan menggunakan riasan. Saat berada di wilayah panggung tengah, tokoh Jukyung akan mempersiapkan dirinya dengan merias wajahnya. Sementara saat berada di panggung belakang, tokoh Jukyung menjadi dirinya sendiri tanpa mengenakan riasan.
Pengaruh Konten Media Sosial terhadap Sikap Mencegah Penyebaran Penyakit Menular (Studi pada Instagram @pandemictalks) Fanesa, Febriana Angel; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15895

Abstract

This study aimed to determine the effect of social media content on attitudes toward preventing the spread of infectious diseases, primarily through persuasive communication on the content on the Instagram account @pandemictalks about COVID-19. This quantitative research was studied using the Elaboration Likelihood Model theory. The survey was distributed to 100 followers of the @pandemictalks account and was processed using SPSS 25 and Microsoft Excel applications. The data processing results show a correlation coefficient (r) of 0.827, meaning that there is a powerful influence between social media content and attitudes to prevent the spread of infectious diseases. The results of the study concluded that 1) there was an influence between the variables of social media content of 68.5% on the attitude variable to prevent the spread of infectious diseases; 2) social media content uploaded consistently makes followers aware of infectious diseases cognitively; 3) on the dependent variable, the majority of respondents know about the dangers of infectious diseases through social media content, but not many take action in the form of reminding others of the disease. Penelitian ini dibuat dengan tujuan mencari tahu pengaruh konten media sosial terhadap sikap mencegah penyebaran penyakit menular khususnya melalui komunikasi persuasif pada konten di akun Instagram @pandemictalks tentang COVID-19. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori Elaboration Likelihood Model. Penelitian ini menggunakan metode  kuantitatif dan melakukan survei untuk pengumpulan data. Survei dibagikan kepada 100 pengikut akun @pandemictalks. Data diolah dengan aplikasi SPSS 25 dan Microsoft Excel. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,827, artinya terdapat pengaruh yang sangat kuat antara konten media sosial dengan sikap mencegah penyebaran penyakit menular. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) terdapat pengaruh antara variabel konten media sosial sebesar 68.5% terhadap variabel sikap mencegah penyebaran penyakit menular; 2) konten media sosial yang diunggah dengan konsisten membuat pengikutnya awas dengan penyakit menular secara kognisi; 3) pada variabel dependen, mayoritas responden mengetahui tentang bahaya penyakit menular melalui konten media sosial, namun tidak banyak yang memberikan aksi berupa mengingatkan sesama penyakit tersebut.
Proses Corporate Rebranding Framework oleh PT. Telekomunikasi Seluler Indonsesia Kurniawan, Agnikafitriya; Hafiar, Hanny; Sani, Anwar
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.19515

Abstract

In the digital era, Telkomsel is trying to commit and continue to adapt by carrying out corporate rebranding, which aims to change the company's brand image, which is quite old in the public eye. Through the descriptive research method, the researcher wants to analyze the "Corporate Rebranding Framework process by PT. Telekomunikasi Seluler Indonesia" to find out the stages of the corporate rebranding process carried out by Telkomsel. This study aims to determine the three stages of the Telkomsel rebranding process. The results of this study reveal that in the analysis phase, Telkomsel conducted a survey to introspect the brand that was used as the basis for identifying opportunities; Telkomsel decided to retain the company name and corporate colour brand elements, while the logo, font, and certain product elements were removed; at the planning stage, Telkomsel decided to carry out a renaming strategy by not changing the company's brand name; Telkomsel determines the marketing plan by combining three products into one.. Telkomsel also communicates with internal parties by disseminating information about corporate rebranding via office e-mail and internal WhatsApp Groups; At the evaluation stage, Telkomsel collaborates with international agencies to conduct surveys and monitor the Brand Equity Index of new products and corporate identities. Di era digital, Telkomsel berusaha berkomitmen dan terus beradaptasi dengan melakukan corporate rebranding yang bertujuan untuk mengubah brand image perusahaan yang sudah cukup tua di mata publik. Melalui metode penelitian deskripti, peneliti hendak menganalisis “proses Corporate Rebranding Framework Oleh PT. Telekomunikasi Seluler Indonesia”, untuk mengetahui tahapan proses corporate rebranding yang dilakukan oleh Telkomsel. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tiga proses tahapan dalam rebranding Telkomsel. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pada tahap analisis, Telkomsel mengadakan survei untuk mengintrospeksi merek yang dijadikan landasan untuk mengidentifikasi peluang; Telkomsel memutuskan untuk mempertahankan nama perusahaan dan elemen merek corporate color, sedangkan elemen logo, fontype, dan beberapa produk tertentu dihilangkan;  pada tahap perencanaan, Telkomsel memutuskan untuk melakukan renaming strategy dengan tidak mengubah nama merek perusahaan dan mengubah target audiens perusahaan; Telkomsel menentukan marketing plan dengan menggabungkan tiga produk menjadi satu dan melakukan riset mengenai kebutuhan pelanggan. Telkomsel juga melakukan proses komunikasi pada pihak internal dengan menyebarkan informasi mengenai corporate rebranding melalui e-mail kantor dan Grup WhatsApp internal; pada tahap evalusi, Telkomsel melakukan kerjasama dengan agensi internasional untuk melakukan survey dan memantau Brand Equity Index terhadap produk dan identitas perusahaan yang baru.
Self-Disclosure: Hidden Talent Remaja di TikTok Moekahar, Fatmawati; Hastuti, Retno Astari
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.20261

Abstract

This study aims to explore the experiences self-disclosure of youth in TikTok social media. This social media has a variety of interesting features and is also a medium to channel one's creativity, express oneself and develop new talents that were previously unknown or not owned, thus enabling the disclosure of hidden talents. In this digital era, many talents are increasingly visible coming from youth. Teenagers who tend to close themselves use social media to reveal themselves through their hidden talents. This study uses a qualitative method, a phenomenological approach with data collection techniques in-depth interviews, observation, and documentation. Informants are three people as users active TikTok from Pekanbaru City. Informants are teenagers who have hidden talents, using TikTok as a means of self-disclosure. The results showed that self-disclosure of hidden talent informants in TikTok media consisted of three meanings: (1) self-existence, (2) satisfaction & happiness, and (3) spent time. Three meanings are interrelated and become an inseparable part. Informants interpret TikTok as a medium to channel hidden talent so that it can continue to exist. The third hidden talent of the informants is as a Beauty of Content Creator. The informant's self-existence gives a sense of satisfaction and happiness because it has received many likes and positive comments, as well as additional income through content affiliated with Shopee Affiliate and live TikTok. The meaning of spent time for informants as an activity with social media which is considered to have positive value because it can channel the hidden talents. The three meanings are self-disclosure hidden talent informants are about feelings, ideas, hopes, and information that is deliberately shared to public using by TikTok media. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor pengalaman remaja dalam melakukan pengungkapan diri (self disclosure) melalui media sosial TikTok. Media sosial ini memiliki berbagai macam fitur menarik dan juga menjadi media untuk menyalurkan kreativitas diri, mengekspresikan diri dan mengembangkan talenta baru yang sebelumnya tidak diketahui atau tidak dimiliki sehingga memungkinkan terjadinya pengungkapan hidden talent. Di era digital ini banyak talent yang semakin terlihat yang berasal dari para remaja. Beberapa remaja yang memiliki kecenderungan menutup diri menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mengungkapkan diri melalui talent tersembunyi yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.  Informan penelitian adalah 3 orang pengguna TikTok aktif yang berasal dari Kota Pekanbaru. Informan adalah remaja yang memiliki talent tersembunyi, menggunakan TikTok sebagai sarana self disclosure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self disclosure terhadap hidden talent informan di media Tiktok terdiri atas 3 makna, yakni makna eksistensi diri, makna kepuasan&kebahagiaan, dan makna menghabiskan waktu luang. Ketiga makna tersebut saling terkait dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Informan memaknai TikTok sebagai media untuk menyalurkan hidden talent sehingga dapat terus eksis. Hiddent Talent ketiga informan adalah sebagai Content Creator of Beauty. Eksistensi diri informan memberikan rasa kepuasan dan kebahagian karena telah mendapatkan jumlah like banyak dan koment positif, serta tambahan penghasilan melalui konten yang terafiliasi dengan Shopee Affiliate dan live TikTok. Makna menghabiskan waktu bagi informan sebagai aktivitas bermedia sosial yang dianggap memiliki nilai positif karena mampu menyalurkan bakat terpendam informan. Ketiga makna tersebut adalah self disclosure hiddent talent informan adalah tentang perasaan, ide, harapan, dan informasi yang sengaja dibagi kepada public melalui media TikTok. 
Cover Koneksi Vol 6 No 2 Irena, Lydia
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.20575

Abstract

Cover Koneksi Vol 6 No 2