cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Konsep Diri Individu Pengguna Media Sosial Wimona, Stephanie; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15689

Abstract

Social media has evolved into the most frequently used platform for obtaining up-to-date information and has evolved into the trend-setting platform for everyday people. The researchers in this study focused on Instagram, one of the most popular social media platforms among teenagers, particularly students. Researchers examined Instagram's impact as a daily social media platform used by students. According to the findings, Instagram influences an individual's mindset, which in turn influences the individual's perception of his or her own concept. Individuals engage in intrapersonal communication following the acquisition of information, according to self-disclosure theory. Individuals in this position use intrapersonal communication to form judgments and perceptions about themselves, both positive and negative. Intrapersonal communication benefits individuals and can become self-motivating when individuals are experiencing difficulties. Media sosial sudah menjadi platform yang paling sering digunakan untuk mengambil informasi terbaru dan menjadi trend-setter masyarakat sehari-hari. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan riset terhadap Instagram sebagai salah satu media sosial yang paling sering digunakan oleh remaja khususnya kalangan mahasiswa. Peneliti menganalisis efek pengaruh dari Instagram sebagai media sosial yang dikonsumsi oleh mahasiswa setiap harinya. Dari hasil temuan, dapat disimpulkan bahwa Instagram mempengaruhi pola pikir individu yang nantinya akan mempengaruhi persepsi individu terhadap konsep dirinya sendiri. Dengan menggunakan teori pengungkapan diri (self-disclosure), individu cenderung melakukan komunikasi intrapersonal setelah menyerap informasi. Komunikasi intrapersonal di posisi ini menjadi sarana individu dalam menarik kesimpulan dan persepsi yang baik maupun buruk terhadap dirinya sendiri. Dalam halnya pemanfaatan, komunikasi intrapersonal membantu individu dan mampu menjadi motivasi diri saat individu sedang terpuruk dalam suatu masalah.
Representasi Realitas Sosial Mantan Narapidana Perempuan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Ambon Huwae, Marchantia Putri Nesya; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15692

Abstract

Crime in society's view is usually seen as closely related to the actions of men, so that crime is considered unusual if committed by women. This has an impact on the lives of female ex-convicts, often their gender as a woman is related to the traces of crime they have. The purpose of this study was to determine the social reality that forms of image representations of female ex-convicts in Ambon and to determine the impact of the image of female ex-convicts in Ambon in daily life. The theory used in this research is the construction of social reality theory, mass media, image, gender, and feminism. This study uses a descriptive qualitative research approach and case study research methods. The methods used to collect data are in-depth interviews, observation and literature study. The conclusion of this research is that the construction of social reality is something that is made by the community and disseminated externally so that it shapes people’s thoughts and behavior. This has an impact on thinking about women with a track record of criminality, thereby damaging the woman's self-image. Therefore, female ex-convicts are often faced with negative stigma and labeling and disrupting their daily lives. Tindak kriminalitas kerap dilekatkan dengan perbuatan laki-laki, sehingga kriminalitas dianggap tidak lazim jika dilakukan oleh perempuan. Hal tersebut berdampak pada kehidupan mantan narapidana perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas sosial yang membentuk representasi citra mantan narapidana perempuan di Ambon serta untuk mengetahui dampak citra mantan narapidana perempuan di Ambon dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menggunakan teori konstruksi realitas sosial, media massa, citra, gender, dan feminisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan metode penelitian studi kasus. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara mendalam, observasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi realitas sosial merupakan sesuatu yang dibuat oleh masyarakat dan disebarkan secara luas sehingga membentuk pikiran dan perilaku seseorang. Hal tersebut membuat pemikiran buruk tentang perempuan dengan rekam jejak kriminalitas sehingga merusak citra diri perempuan tersebut. Oleh karena itu mantan narapidana perempuan sering dihadapkan dengan stigma dan labeling negatif yang mengganggu kehidupannya sehari-hari. 
Persepsi Anak Muda Kristen terhadap Ibadah Minggu Melalui Media Sosial YouTube Live Streaming di Masa Pandemi Covid-19 Herman, Wynne Margaretha; Oktavianti, Roswita
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15693

Abstract

Online service has been implemented since the issuance of a goverment to reduce various activities from outside the home. Online service forms a different perception for each congregation, especially Christian’s youth. Perception can be interpreted as a process of giving meaning or cognitive processes from a person that used to interpret and understand the world around him. This study raises the issue of the perception of young Christians congregations towards online worship carried out through YouTube live streaming social media during the Covid-19 pandemic. This research uses a qualitative approach with a case study method. This research case study was conducted at the Indonesian Bethel Church (GBI), Tanjung Duren, West Jakarta. The subject of this research is the young congregation of GBI Tanjung Duren, West Jakarta, and the object of the research is the perception of young people about online service through YouTube live streaming during the Covid-19 pandemic. This research used interview technique to collect data. The results show that the perception of young Christians congregations during the pandemic has been going well, online service also have advantages in terms of flexibility, this service has been running as expected by the young Christians. However, the young Christians, hopes that online service can be improvised, especially in terms of interaction. Ibadah secara daring mulai diberlakukan semenjak dikeluarkannya kebijakan untuk mengurangi berbagai aktivitas dari luar rumah. Ibadah daring kemudian membentuk persepsi yang berbeda bagi setiap jemaat, khususnya anak muda Kristen. Persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian arti atau proses kognitif dari seseorang yang dipergunakan untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai persepsi jemaat muda Kristen terhadap ibadah daring yang dilakukan melalui media sosial YouTube live streaming selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Adapun subyek dari penelitian ini adalah jemaat muda GBI Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan objek dari penelitian ini adalah persepsi anak muda mengenai ibadah daring melalui YouTube live streaming selama pandemi Covid-19. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi jemaat muda Kristen selama menjalani ibadah daring saat pandemi Covid-19 adalah bahwa ibadah daring sudah berjalan dengan baik, terlebih ibadah daring memiliki kelebihan dari segi fleksibilitas sehingga dapat dikatakan sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh jemaat. Kendati demikian, jemaat khususnya anak muda berharap agar ibadah yang dilakukan secara daring mengalami improvisasi terutama dari segi interaksi.
Pengaruh Terpaan Hoaks Covid-19 di Media Sosial Facebook terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Universitas Tarumanagara Fajarsela, Elza Tri; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15694

Abstract

The exposure of hoax during Covid-19 pandemic often triggers anxiety for the general public in reading information. The global emergence of the Covid-19 pandemic in the world, including in Indonesia, requires people to carry out all activities at home. In getting the information, technology and communication are needed to assist human needs in obtaining information easily, one of which is social media Facebook. There are two variables in this study which is variable X exposure to Covid-19 hoaxes on social media Facebook and variable Y level of anxiety. This study’s theoretical foundantions are the hypodermic needle theory, S-O-R theory (Stimulus-Organism-Response Theory), media exposure, anxiety, the concept of hoaxes, and Facebook. The survey method is used in this study, which takes a quantitative approach. The population for this study is Tarumanagara University students and the slovin formula was used to determine 100 respondents, and questionnaires were distributed to them. The data that obtained were analyzed using a simple linear regression test technique, R test, T test, validity test, reliability test, and normality test. As a results, based on the results of the T test, which stated that the influence of the X variable on the Y variable was 0,000 0,050 and the arithmetic value was 15.330>t table 1.98447, it was concluded that Ho was rejected and H1 was accepted. This means that the Covid-19 hoax’s exposure on Facebook has an effect on anxiety levels. Terpaan hoaks di masa pandemi Covid-19 seringkali memicu rasa cemas bagi khalayak dalam membaca sebuah informasi. Pandemi Covid-19 telah mengharuskan masyarakat untuk melakukan segala aktivitas di dalam rumah. Dalam mendapatkan sebuah informasi, dibutuhkan teknologi dan komunikasi yang membantu kebutuhan manusia dalam memperoleh informasi menjadi sangat mudah salah satunya adalah media sosial Facebook. Terdapat dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya ialah variabel X terpaan hoaks Covid-19 di media sosial Facebook dan variabel Y tingkat kecemasan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori jarum suntik (Hypodermic needle theory), teori S-O-R (Stimulus-Organism-Respons Theory), terpaan media, kecemasan, konsep hoaks, dan Facebook. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan populasi mahasiswa Universitas Tarumanagara dan dilakukan penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang telah ditentukan menggunakan rumus slovin. Data yang didapat menggunakan analisis teknik uji regresi linear sederhana, uji R, uji T, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji nomalitas. Hasil uji analisis yang ditemukan pada penelitian ini yaitu berdasarkan hasil uji T menyatakan pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 0,000<0,050 dan nilai t hitung sebesar 15,330>t tabel 1.98447, disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh Terpaan Hoaks Covid-19 di Facebook terhadap Tingkat Kecemasan.
Kualitas Jurnalistik dan Minat pada Konten Jurnalisme Warga Rusdi, Farid; Christania, Veronica Romanna Gita
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15700

Abstract

Technology has accelerated and facilitated the dissemination of news and information. Not only professional journalists, but anyone today can also produce journalistic content through social media. One of them in Indonesia is the @lambeturah Instagram account. The practice of citizen journalism is not carried out by professionals so that the quality of journalism is still in doubt. Nevertheless, citizen journalism products are still in demand, even for some people prefer to get news through citizen journalism rather than official media. The author wants to know whether there is an influence of news values ​​and information needs on public interest in citizen journalism content on the @lambeturah Instagram account. This study will use a quantitative approach through a questionnaire to obtain data. The population of this study is @lambeturah's followers with a sample of 100 people obtained through calculations with the Slovin formula. The results of this study indicate that there is an influence of news value and information needs simultaneously or together on the consumption behavior of citizen journalism practices. Teknologi telah mempercepat dan mempermudah penyebarluasan berita dan informasi. Tidak hanya jurnalis profesional, siapa pun saat ini bisa menghasilkan konten jurnalistik melalui media sosial. Salah satunya di Indonesia adalah akun Instagram @lambeturah. Praktik jurnalistik warga tidak dilakukan oleh mereka yang profesional sehingga kualitas jurnalistik sebenarnya masih diragukan. Meskipun demikian, produk jurnalisme warga tetap diminati, bahkan bagi sebagian orang lebih memilih untuk mendapatkan berita melalui jurnalisme warga dari pada media resmi. Penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh nilai-nilai berita dan kebutuhan informasi terhadap minat masyarakat pada konten jurnalisme warga di akun Instagram @lambeturah. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner sebagai sarana untuk mendapatkan data. Populasi penelitian ini adalah followers @lambeturah dengan sampel berjumlah 100 orang yang didapat melalui perhitungan dengan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari nilai berita dan kebutuhan informasi secara simultan atau bersama-sama terhadap minat pada konten praktik jurnalisme warga.
Studi Komunikasi Pengungkapan Diri Odha (Studi Orang dengan HIV/AIDS Melalui Instagram) Sandinatha, Alvina Oeyta; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15710

Abstract

In everyday life, people build relationships with each other. An important aspect of social skills is self-disclosure. The HIV/AIDS virus is one of the social problems in society. People living with HIV/AIDS (PLWHA) tend to be stigmatized and discriminated against by society. People living with HIV/AIDS face the risk of discrimination and stigma when they reveal themselves. This makes PLWHA hesitate to reveal themselves. Instagram is one of the most famous social media in the world. Instagram is a platform that can help PLWHA express themselves. This study aims to find out how PLWHA express themselves through Instagram. This research uses a qualitative approach, with a case study method. A case study was conducted on three PLWHA. Data collection was carried out using in-depth interviews with three PLWHA who had disclosed their status to Instagram. In addition, interviews were also conducted with health promoters in the field of HIV/AIDS as a research triangulator. This study found that before PLWHA revealed their HIV/AIDS status to Instagram, they felt cognitive dissonance in the form of fear of rejection and stigma. This dissonance prevents people living with HIV/AIDS from expressing themselves. Support from the closest people greatly influences PLWHA to be able to express themselves. After revealing themselves on Instagram, people living with HIV/AIDS feel joy and love themselves even more. Self-disclosure on Instagram being done by uploading content in the form of photos, videos, and Instagram story features. Instagram provides discussion space for PLWHA. Dalam  kehidupan sehari-hari, orang membangun hubungan satu sama lainnya. Aspek penting dari kemampuan sosial adalah pengungkapan diri. Virus HIV/AIDS merupakan salah satu masalah sosial di  masyarakat. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) cenderung mengalami stigmatisasi dan diskriminasi oleh masyarakat. Orang yang hidup dengan HIV/AIDS menghadapi risiko diskriminasi dan stigma ketika mereka mengungkapkan diri. Hal ini membuat ODHA ragu untuk mengungkapkan dirinya. Instagram adalah salah satu media sosial paling terkenal di dunia. Instagram merupakan salah satu  platform yang  dapat membantu ODHA mengekspresikan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah ODHA mengungkapkan diri melalui Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan terhadap tiga ODHA. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dengan tiga ODHA yang sudah mengungkapkan statusnya ke Instagram. Selain itu wawancara juga dilakukan kepada promotor kesehatan bidang HIV/AIDS sebagai triangulator penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa sebelum ODHA mengungkapkan status HIV/AIDS ke Instagram, mereka merasakan disonansi kognitif berupa ketakutan terhadap penolakan dan stigma. Disonansi ini menghambat ODHA dalam mengungkapkan diri. Dukungan dari orang terdekat sangat mempengaruhi ODHA agar bisa mengungkapkan dirinya. Setelah mengungkapkan diri di Instagram, ODHA merasakan sukacita dan semakin mencintai dirinya sendiri. Pengungkapan diri di Instagram dilakukan dalam bentuk unggahan konten berupa foto, video, dan fitur Instagram story. Instagram memberi ruang diskusi untuk ODHA.
Harga Diri dan Kepercayaan Diri Laki-laki Dewasa Pengguna Tinder Tasya, Thimy Kania; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15718

Abstract

This research comes from the background of technology advancements in multiple aspects that is currently growing at a rapid pace, including an aspect of communication that initially required a direct, face-to-face communication became much simpler due to the presence of social media. Social media in itself has many functions, with the focus in this research being a tool of romance, with the example being Tinder, the dating application with the majority of it’s demographics being men. This research aims to quantify the self esteem and confidence of men using Tinder. This research uses the method of phenomenology with a qualitative approach of the self esteem and confidence of men using Tinder. The theory used is intrapersonal communication, the reason behind the usage is that the theory itself has become the benchmark in determining the core explanation of the concept of self esteem and confidence. To support this research, another theory was used which was the theory of social media and the definition,computer mediated communication and the motives behind Tinder. The results show that adult men that uses Tinder have a certain level of security regarding their self esteem, with many seems to think that it stems from already determining their own identity acquired by reaching maturity. By having a sufficient or higher self esteem, the participants correlated having the self confidence to being secure. Penelitian ini dilatar belakangi kemajuan teknologi yang saat ini semakin pesat di segala aspek termasuk aspek komunikasi yang dulunya mengharuskan komunikasi tatap muka menjadi lebih mudah karena adanya media sosial. Fungsi media sosial begitu banyak termasuk mencari relasi atau pasangan melalui applikasi kencan yang salah satunya adalah Tinder, applikasi kencan yang menggunakan fitur swipe yang saat ini paling mendominasi di Indonesia ataupun di dunia. Pengguna Tinder didominasi oleh laki - laki dewasa. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah  untuk mengetahui harga diri dan kepercayaan diri laki - laki dewasa pengguna Tinder. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualititatif dengan metode fenomenologi pada harga diri dan kepercayaan diri laki - laki dewasa pengguna Tinder. Teori yang gunakan didalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal dikarenakan menggunakan Tinder ada komunikasi dua arah satu sama lain dan juga komunikasi intrapersonal dimana yang menjadi patokan di penelitian ini karena hal yang diteliti letaknya ada dikomunikasi intrapersonal dengan penjelasan lengkap konsep dan mendalam di harga diri dan kepercayaan diri. Untuk memperkuat hasil penelitian ini Adapun teori lain yang digunakan yaitu media sosial beserta fungsinya dan penjelasan tentang Tinder itu sendiri dimulai dari definisi, dan motif menggunakan Tinder dan juga Computer Mediated Communication. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa laki - laki dewasa yang menggunakan Tinder memiliki harga diri yang baik dikarenakan sudah matang secara mental dan partisipan merasa telah memiliki semua aspek yang mendukung harga diri yang baik yang diperoleh seiring pendewasaan usia mereka. Harga diri partisipan yang baik selaras dengan kepercayaan dirinya.
Pola Komunikasi Kelompok Penggemar NCT pada Media Sosial Twitter Poethrycendrawan, Karina; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15720

Abstract

The development of technology has changed the way individual communicates. This development is marked by the discovery of an internet network that can access social media networks. One of the countries that has the communication technology and popular culture is South Korean. K-pop is one part of pop culture and a type of music from South Korean pop and each group has a different musical characteristic. NCT is one of the most popular K-pop boybands among the others. K-pop boyband will never get its popularity without the support of its fans. A group of fans who share the same interest and preferences is also known as a fandom. NCT has a fandom called NCTZEN. Every fan will interact with other fans to find and exchange information about their favorite idol. One of the social media that is often used by K-pop fans to interact is social media Twitter. This interaction between fans will form group communication and pass-through communication process and form communication patters. This research purpose is to find the pattern communication inside NCT fans group in social media Twitter. Theory that been used is group communication theory and pattern communication. The researcher used descriptive qualitative research with case study research. The research data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature study of four sources. The results obtained show that the communication pattern formed between the auto base admin and followers is the star pattern and the wheel communication pattern, while the communication pattern formed between the auto base account followers is the star communication pattern. Then, the interaction between the auto base admin and followers can occur through the communication process. Perkembangan teknologi telah mengubah cara berkomunikasi suatu individu. Perkembangan ditandai dengan penemuan jaringan internet yang dapat mengakses jejaring media sosial. Salah satu negara yang memiliki teknologi komunikasi dan budaya populer yaitu Korea Selatan. K-Pop merupakan salah satu bagian dari budaya pop dan juga jenis musik dari Korea Selatan. K-Pop memiliki ciri khas musik yang berbeda – beda. NCT merupakan salah satu boyband K-Pop yang terkenal dikalangan masyrakat. Boyband K-Pop tidak akan pernah mendapatkan popularitasnya tanpa dukungan penggemarnya. Sekumpulan penggemar yang memiliki kepentingan serta kesukaan yang sama disebut juga sebagai fandom. Setiap penggemar pasti akan berinteraksi dengan penggemar lain untuk mencari dan bertukar informasi seputar idola yang mereka gemari. Salah satu media sosial yang sering digunakan untuk berinteraksi yaitu media sosial Twitter. Interaksi antar penggemar ini akan membentuk komunikasi kelompok dan melewati proses komunikasi serta membentuk pola komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pola komunikasi yang terbentuk dalam kelompok pengegemar NCT pada media sosial Twitter.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi kelompok dan pola komunikasi. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan penelitian studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh melalui hasil wawancara mendalam, observasi partisipasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap lima narasumber. Hasil yang didapatkan menunjukkan pola komunikasi yang terbentuk antara admin auto base dan followers yaitu pola komunikasi bintang dan roda, sementara pola komunikasi yang terbentuk di antara followers akun auto base yaitu pola komunikasi bintang. Kemudian, interaksi antara admin auto base dan followers dapat terjadi melalui proses komunikasi.
Representasi Interaksi Sosial Siswa SMA dalam Film “7 Hari sebelum 17 Tahun” Putra, Rio Sanjaya; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15722

Abstract

Social interaction is a dynamic social relationship and involves relationship between individuals, between groups, as well as between individuals and  groups. In the process, there are main requirements for the creation of interaction, namely social contact and communication. Social interaction can be positive or negative, the negative one is bullying. Bullying often occurs in the lives of teenagers, this is the grand focuses of the research. This research describes how representation of social interactions, which happened in high school students contained in “7 Hari Sebelum 17 Tahun” movie by Rangga Nettra. The type of this reasearch used descriptive qualitative and semiotic method of Charles Sanders Pierce by paying attention to icons, indexes, and symbols. Data collection technique used in this research is through observation or surveillance on the object of research, namely social interactions of high school students in “7 Hari Sebelum 17 Tahun” movie, to get the sign elements which describes the social interaction that occur. From the results of the research that has been analyzed by the author, it shows that social interaction occurs in various aspects and points of view in the film which is associated with the theories used in the study, which describe the occurrence of associative and dissociative processes of social interaction Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara orang - orang perorangan, antara kelompok - kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Dalam prosesnya, terdapat syarat utama terciptanya interaksi yaitu kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial dapat bersifat positif maupun negatif, salah satu yang bersifat negatif adalah bullying. Bullying karap terjadi di kehidupan remaja, hal ini yang menjadi salah satu fokus dalam penelitian. Pada penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi dari interaksi sosial yang terjadi pada siswa SMA yang terdapat pada film 7 Hari Sebelum 17 Tahun karya Rangga Nettra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode semiotika Charles Sanders Pierce dengan memperhatikan ikon, indeks, dan simbol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi atau pengamatan menyeluruh pada objek penelitian yaitu interaksi sosial siswa SMA dalam film 7 Hari Sebelum 17 Tahun untuk mendapatkan unsur tanda yang menggambarkan interaksi sosial yang terjadi. Dari hasil penelitian yang telah penulis analisa, menunjukan bahwa interaksi sosial terjadi dalam berbagai aspek dan sudut pandang dalam film yang dikaitkan dengan teori – teori yang digunakan dalam penelitian, yang menggambarkan terjadi interaksi sosial proses asosiatif dan disosiatif.
Kampanye Akun Instagram @Nonawoman dalam Mematahkan Stigma Seputar Menstruasi di Kalangan Masyarakat Young, Cindy; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i2.15728

Abstract

Gender inequality has existed since a long time ago. Women are often seen as muted group and known as a weak figure. Various stigmas about women also appear in everyday life. For example stigma about menstruation. There are many views in society that consider menstruation as something taboo and must be covered up. That viewpoint of menstruation also happening in Indonesia. This is due to the limitations of education and communication. Various feminism campaign movements were also present as an effort so that women have the same equality as men did. In this research, author uses a qualitative approach with case study method to find out the campaign movement by @Nonawoman in their Instagram account to break the stigma about menstruation in society. Subject that chosen as key informan was the co-founders of Nonawoman. The purpose of this research to know about background, implementation and feedback of the campaign that carried out by Nonawoman. Based on research, author find out that this campaign received positively in society, especially by women. Ketidaksetaraan gender sudah terjadi sejak zaman dahulu. Perempuan tidak jarang dianggap sebagai kelompok bungkam dan dipandang sebagai sosok yang lemah. Berbagai stigma tentang perempuan pun bermunculan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya yakni stigma menstruasi. Banyak pandangan dalam masyarakat yang menganggap menstruasi sebagai sesuatu yang tabu dan harus ditutupi. Pandangan terkait menstruasi tersebut pun terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena keterbatasan edukasi dan komunikasi. Berbagai gerakan kampanye feminisme pun hadir sebagai upaya agar perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengetahui gerakan kampanye yang dilakukan oleh akun Instagram @Nonawoman dalam mematahkan stigma seputar menstruasi di kalangan masyarakat. Subjek yang dipilih sebagai key informan dalam penelitian ini adalah co-founder of Nonawoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan dan umpan balik dari kampanye yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, kampanye ini mendapat umpan balik yang positif dari masyarakat khususnya perempuan.