cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Minimnya Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Berpikir Kritis (Salah Satu Aspek dalam Komunikasi Periklanan) yang ditelti dari Komentar Unggahan Instagram Mastan, Ryan; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21259

Abstract

The demographic bonus is one of the supporting factors for Golden Indonesia 2045. For this reason, the quality of human resources must be considered so that the demographic bonus does not shift to become a demographic burden. This research focuses on critical thinking as a factor in the quality of human resources, where critical thinking also plays an important role in advertising communications to create creative ideas. With the aim of knowing the causes of the lack of critical thinking based on several theories. Among them are Hermeneutic Theory and Content Analysis as the main theories, then Conformity Theory and Social Reality Construction Theory as supporting theories. The method used in this study is content analysis, where comments from news uploads on Instagram Folkative and Indozone accounts are examined using supporting theory. The results of this study show that some people make statements that tend to be provocative which are at risk of triggering conflict without being based on facts. It can be concluded that critical thinking has not been applied by some of these people.   Bonus demografi sebagai salah satu faktor pendukung Indonesia Emas 2045. Kualitas sumber daya manusia harus diperhatikan agar bonus demografi tidak bergeser menjadi beban demografi. Penelitian ini berfokus pada berpikir kritis sebagai salah satu faktor dalam kualitas sumber daya manusia, dimana berpikir kritis juga berperan penting dalam komunikasi periklanan untuk menciptakan ide kreatif. Dengan tujuan mengetahui sebab minimnya berpikir kritis yang dilandasi dengan beberapa teori. Diantaranya Teori Hermeneutika dan Analisis isi sebagai teori utama, lalu Teori Konformitas dan Teori Konstruksi Realitas Sosial sebagai teori pendukung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Analisis Isi, dimana komentar dari unggahan berita akun Instagram Folkative dan Indozone diteliti menggunakan teori pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebagian masyarakat menyatakan pernyataan yang cenderung provokatif yang beresiko memicu konflik tanpa didasari fakta. Dapat disimpulkan, berpikir kritis belum diterapkan oleh sebagian masyarakat tersebut.
Bahasa Isyarat dalam Platform Berita (Studi Opini Publik pada KamiBijak.Com) Lie, Michelle; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21273

Abstract

KamiBijak.com is formed on the belief that information is a right for everyone. This is the motivation KamiBijak.com produce disability-friendly content, especially for Deaf people, and give people with disabilities the opportunity to work and work by creating news information in sign language, text, audio, and visual formats. People with disabilities in Indonesia communicate by referring to two communication styles, namely the Indonesian Sign System (SIBI) and Indonesian Sign Language or BISINDO. The purpose of this study is to find out whether the picture or description of public opinion is owned by the public regarding the use of sign language in KamiBijak.com platforms and how the opinion process is formed regarding the use of sign language as a medium for conveying information on KamiBijak.com platforms for Deaf Friends. This study used quantitative methods and a survey approach of 100 respondents with an author's instrumental questionnaire determined by a Non Probability Sampling Technique in the form of Purposive Sampling. The processing of respondent data has been verified to be effective and reliable. The results of the research analysis show that the variables of public opinion have a beneficial influence, because public opinion that was originally formed by the media began to receive attention from audiences who initially seemed indifferent to the presence of people with disabilities. KamiBijak.com dibentuk atas keyakinan bahwa informasi merupakan hak bagi semua orang. Inilah yang menjadi motivasi KamiBijak.com memproduksi konten yang ramah disabilitas terutama disabilitas Tuli, dan memberi kesempatan pada disabilitas untuk bekerja dan berkarya dengan membuat informasi berita dalam format bahasa isyarat, teks, audio, dan visual. Para penyandang disabilitas di Indonesia berkomunikasi dengan mengacu pada dua gaya komunikasi, yaitu Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah gambaran atau deskripsi dari opini publik dimiliki masyarakat terkait penggunaan bahasa isyarat dalam platform KamiBijak.com dan bagaimana proses opini terbentuk terkait penggunaan pada bahasa isyarat sebagai media penyampaian informasi pada platformKamiBijak.com untuk Teman Tuli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan survei 100 responden dengan kuesioner instrumental penulis yang ditentukan dengan Teknik Non Probability Sampling berupa Purposive Sampling. Pengolahan data responden telah diverifikasi efektif dan terpercaya. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel opini publik memiliki pengaruh yang menguntungkan, karena opini publik yang awalnya dibentuk oleh media mulai mendapat perhatian dari khalayak yang awalnya terkesan tidak peduli dengan kehadiran penyandang disabilitas.
Makna Festival Dongzhi bagi Generasi Z Tionghoa di SMA Ananda Bekasi Putri, Mahesika Yolindri; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21274

Abstract

There are numerous festivals celebrated annually in Chinese culture. One of the most well-known festivities is Dongzhi Festival, which is held at the end of each year. However, in the age of globalization, Chinese people believe that their culture is no longer relevant to the situation. Likewise with Chinese Z generation (born 1995–2010), which prefers foreign cultures since they are viewed as modern culture. This research attempts to discover and explain the meaning of the Dongzhi festival for the Chinese Z generation at Bekasi. The research used descriptive qualitative method, with Chinese Z generation in Bekasi served as the research subject, and the Dongzhi festival served as the research's object. According to the findings of the research, the Dongzhi festival for Chinese Z generation does not have special meaning because this festival simply an ancient tradition that has been passed down from generation to generation with support from people around them. Even this Chinese Z Generation will leave the Dongzhi Festival when they must live apart from their parents and family. Kebudayaan Tionghoa memiliki beragam perayaan yang dirayakan setiap tahunnya. Salah satu perayaan yang terkenal adalah Festival Dongzhi, yang dirayakan setiap akhir tahun. Namun di era globalisasi ini, masyrakat Tionghoa beranggapan bahwa budaya yang dimiliki tidak lagi sesuai dengan keadaan saat ini. Begitu juga dengan generasi Z (kelahiran tahun 1995-2010) yang lebih menyukai kebudayaan asing karena dianggap lebih kekinian. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa di Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada generasi Z Tionghoa di Bekasi sebagai subjek penelitian dan festival Dongzhi sebagai objek penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa makna festival Dongzhi bagi generasi Z Tionghoa tidak memiliki makna khusus karena perayaan ini hanya sebuah budaya lama yang dilakukan secara turun-temurun karena adanya dorongan dari orang-orang sekitar. Bahkan para generasi Z ini akan meninggalkan festival Dongzhiketika harus tinggal terpisah dengan orang tua dan keluarga.
Analisis Semiotika Gejala Post Traumatic Stress Disorder dalam Serial Stranger Things Season 4 Angelyn, Felycia; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21275

Abstract

The state of mass communication currently functions as a transmission of values and social representation in society, one of which is the Stranger Things Season 4 Series. This series is a work of fiction that raises the issue of mental health. The focus of this research is to show how the symptoms of Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) are manifested in the characters of Max Mayfield and Chrissy Cunningham through the scenes observed and chosen by the researcher. The theoretical concepts used in this study are mass communication, communication psychology, and semiotics. This study uses a qualitative method research approach with Charles Sanders Pierce's semiotic analysis technique. The researcher collects and completes the data analysis by interviewing expert sources, studying documentation, and studying the literature. The result of this study is the Stranger Things Season 4 series as a mass communication work, wants to show a representation of social reality related to PTSD symptoms. PTSD symptoms are represented mostly through non-verbal signs such as (a) eyes that are not focused but when they feel cornered their gaze changes to a sharp one (b) tone of voice that seems hesitant in answering but rises when they are offended (c) facial expressions that significantly change according to the context of the conversation (d) repetitive hand and foot movements (e) actions shown such as when taking medicine, vomiting, and protecting oneself by sitting while covering one's ears in the corner of the toilet cubicle when under hallucination. Furthermore, The Stranger Things Season 4 series also conveys a message to the audience that a child can experience trauma as a result of parental verbal abuse. Kemajuan komunikasi massa saat ini berfungsi sebagai transmisi nilai dan representasi sosial di masyarakat salah satunya Serial Stranger Things Season 4. Serial ini merupakan karya fiksi yang mengangkat isu kesehatan mental. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana gejala-gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) diangkat pada karakter Max Mayfield dan Chrissy Cunningham melalui adegan-adegan yang telah dipilih peneliti. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi massa, psikologi komunikasi, dan semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Peneliti mengumpulkan dan melengkapi data analisis dengan cara wawancara narasumber ahli, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah serial Stranger Things Season 4 sebagai karya komunikasi massa ingin menunjukkan representasi realita sosial terkait dengan gejala PTSD. Gejala PTSD direpresentasikan paling banyak melalui tanda non verbal seperti (a) tatapan mata yang tidak fokus namun saat merasa tersudutkan tatapannya berubah menjadi tajam (b) nada bicara yang terkesan ragu dalam menjawab namun meninggi ketika sedang tersinggung (c) raut wajah yang secara signifikan berubah sesuai konteks percakapan (d) gerakan tangan dan kaki yang dilakukan secara berulang (e) tindakan yang diperlihatkan seperti saat meminum obat, memuntahkan sesuatu, dan melindungi diri dengan duduk sambil menutup telinga di sudut bilik toilet saat berhalusinasi. Serial Stranger Things Season 4 juga menyampaikan pesan kepada audiens bahwa seorang anak dapat mengalami trauma akibat kekerasan verbal yang dilontarkan oleh orang tua.
Menilik Cara Kreatif Penyampaian Pesan Iklan Persuasif pada Unggahan Instagram Transportasi Online Angela, Rachel; Loisa, Riris
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21285

Abstract

The development of media makes advertising methods more varied because of every minute people are exposed to ads. Many ads are eventually neglected so that ads lose their main function, the persuasive function. Even so, there are still ads that interest the audience. The purpose of this study was to find out what persuasive communication approaches and techniques as well as advertising message execution style used by one of the largest online motorcycle taxi companies in promoting its main product. This study uses the theories and concepts of persuasive communication and advertising messages, descriptive quantitative approaches, and content analysis methods. The data collection method used are non-participatory observation, documentation, and literature study. The sample used was 17 advertising videos uploaded on Instagram account @gojekindonesia with a time range from January 2022 to September 2022. The results showed that the approach and technique used are an approach based on evidence, fear, humor, and diction, association techniques, integration, rewards, order, rationalization, and conformity. Then, the advertising message execution style applied are spokes person, demonstration, close up, story line, humor, slice of life, vignettes and situation, stop motion, rotoscope, brand name exposure, positive uniqueness, message source, message structure, transfer, slogan, glittering generalities, puns, product visual, product functions, headline and typography, testimonials, card stacking, and humor. Perkembangan media membuat cara beriklan harus semakin variatif karena setiap menitnya masyarakat diterpa oleh iklan. Banyak iklan yang akhirnya terabaikan sehingga iklan kehilangan fungsi utamanya, yaitu fungsi persuasif. Meskipun begitu, masih ada iklan yang menarik minat simak audiens. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apa saja pendekatan dan teknik komunikasi persuasif serta gaya eksekusi pesan iklan yang digunakan oleh salah satu perusahaan terbesar ojek online dalam mempromosikan produk utamanya. Penelitian ini menggunakan teori dan konsep komunikasi persuasif dan pesan iklan, pendekatan kuantitatif deskriptif, serta metode analisis isi. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi non partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Sampel yang digunakan berjumlah 17 buah video iklan yang diunggah di akun Instagram @gojekindonesia dengan rentang waktu bulan Januari 2022 sampai bulan September 2022. Hasil penelitian ini, yaitu pendekatan dan teknik yang digunakan adalah pendekatan berdasarkan bukti, ketakutan, humor, dan diksi, teknik asosiasi, integrasi, ganjaran, tataan, rasionalisasi, serta konformitas. Lalu, gaya eksekusi pesan iklan yang diaplikasikan adalah spokes person, demonstrasi, close up, story line, humor, slice of life, vignettes and situation, stop motion, rotoscope, brand name exposure, positive uniqueness, message source, message structure, transfer, slogan, glittering generalities, plesetan, visual produk, fungsi produk, headline atau tipografi, testimonials, card stacking, dan humor.  
Pendobrakan Stereotip Perempuan di Iklan Nike dalam Perspektif Dekonstruksi Derrida Putri, Nur'Aini Rahmawati; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21288

Abstract

The presence of women in advertisements is often portrayed as objects through women's stereotypes. Stereotypes of women arerelated to beauty standards that experience construction in people's lives. The use of advertising as a form of mass media conveysmessages with ease in accessing the realities of social life. The development of advertisements with creative ideas shows stereotypes of women by being bolder in changing stereotypes circulating in society through the concept of femvertising. This study uses a qualitative approach by digging deeper into how the Nike Dream Crazier advertisement deconstructs stereotypes ofwomen in society. The researcher uses Jacques Derrida's deconstruction method to find hidden meanings. The subject of this research is the Dream Crazier version of the Nike advertisement video while the research object is the stereotype of women inadvertisements. The results of this study show that the Nike Dream Crazier advertisement provides a picture of deconstructing stereotypes of women through transitions breaking stereotypes of women as strong and daring to break stereotype boundaries. Thedeconstruction of women's stereotypes results from the construction of society in a sustainable manner. Kehadiran perempuan dalam iklan kerap kali digambarkan sebagai objek melalui stereotip perempuan. Stereotip perempuan berkaitan dengan standar kecantikan yang mengalami konstruksi di kehidupan masyarakat. Penggunaan iklan sebagai bentukmedia massa menyampaikan pesan dengan kemudahan dalam mengakses realitas kehidupan sosial. Berkembangnya iklan dengan ide kreatif menunjukkan stereotip perempuan dengan cara lebih berani untuk mengubah stereotip yang beredar di masyarakatmelalui konsep femvertising. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggali lebih dalam bagaimana iklan Nike Dream Crazier melakukan dekonstruksi dalam stereotip perempuan di masyarakat. Peneliti menggunakan metodedekonstruksi Jacques Derrida untuk menemukan makna-makna tersembunyi. Subjek penelitian ini adalah video iklan Nike versiDream Crazier sedangkan objek penelitian yaitu stereotip perempuan dalam iklan. Hasil penelitian ini memperlihatkan iklan NikeDream Crazier memberikan gambaran dekonstruksi stereotip perempuan melalui transisi mematahkan stereotip perempuansebagai sosok yang kuat dan berani untuk menembus batas-batas stereotip. Dekonstruksi stereotip perempuan diakibatkan olehkonstruksi dari masyarakat secara berkelanjutan.
Komunikasi Persuasif Pesulap Merah dalam Membongkar Trik Sulap dan Dukun (Studi Kasus Siniar Denny Sumargo) Fernando, Luis; Azeharie, Suzy S.
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21289

Abstract

Indonesian people have a high interest in mystical culture. The many shamanistic false practices that occur and are spread through the media are very detrimental to the Indonesian people. Marcel Radhival or the Red Magician is famous for his action of exposing shaman and magic tricks in Denny Sumargo's YouTube podcast content. In his action of dismantling the tricks of shamans and magic, he received a lot of criticism from people who claimed to be shamans and had knowledge. The purpose of this study was to find out the persuasive communication of the Red Magician on Denny Sumargo's YouTube podcast content in exposing shaman and magic tricks. The author uses persuasive communication theory which includes persuasive techniques and aspects of persuasive communicator credibility. This research approach is qualitative with a descriptive method to explain the red magician's persuasive communication. The results of this research show that persuasive communication by the Red Magician contains persuasive communication techniques in its delivery, namely, association techniques, integration techniques, reward techniques, fear-inducing techniques, and red-herring techniques. The Red Magician also has a credibility aspect, namely expertise and can be trusted. Masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan cukup tinggi pada hal-hal mistis. Banyaknya praktik palsu perdukunan yang terjadi dan disebarkan melalui media sangat merugikan masyarakat Indonesia. Marcel Radhival atau Pesulap Merah terkenal karena aksinya membongkar trik dukun dan sulap di dalam konten podcast YouTube Denny Sumargo. Tindakannya membongkar trikdukun dan sulap mendapat kritik dari orang-orang yang mengaku dirinya dukun dan memiliki ilmu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi persuasif Pesulap Merah pada konten podcast YouTube Denny Sumargo dalam membongkar trik dukun dan sulap. Penulis menggunakan teori komunikasi persuasif yang meliputi teknik persuasif dan aspek kredibilitas komunikator persuasif. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif untuk menjelaskan komunikasi persuasif Pesulap Merah. Hasil dan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat komunikasi persuasif yang dilakukan Pesulap Merah di dalam penyampaiannya, yaitu, teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, teknik pembangkit rasa takut dan teknik red herring. Pesulap Merah juga memiliki aspek kredibilitas yaitu keahlian dan dapat dipercaya.
Perilaku Parasosial Penggemar Karakter Anime Jepang Pertiwan, Indah; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21296

Abstract

Japan is a country that has traditional cultural values and is still very strong today. Even though it adheres to old cultural values, Japan also accepts new cultural values that have entered due to globalization. Indonesian people are starting to get to know Japanese popular culture with the existence of mass communication, especially in the current digitalization era. Watching Japanese anime is no stranger to Indonesian people. This can have an impact on the behavior of people who like anime to the characters in the anime. This study aims to determine behavior among adolescents to adults when they like their favorite anime characters which ultimately creates parasocial behavior in their lives. The theory used in this study is the theory of mass communication and parasocial interaction. Measuring data collection used in this study is in the form of in-depth interviews with sources and by observation. The research subjects involved were 5 fans of anime characters in the Jabodetabek area. The results of this study indicate that of the five people have parasocial behavior in their own way. It is hoped that this research can open a different view of fans of Japanese anime characters Jepang merupakan negara yang memiliki nilai-nilai budaya tradisional dan masih sangat kental hingga saat ini. Walau menganut nilai-nilai budaya lama, Jepang pun menerima nilai-nilai budaya baru yang masuk akibat adanya globalisasi. Masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya populer Jepang dengan keberadaan komunikasi massa terutama di era digitalisasi saat ini. Tontonan anime Jepang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dapat berdampak pada perilaku orang yang menyukai anime hingga ke karakter yang ada dalam anime tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pada kalangan remaja hingga dewasa ketika menyukai karakter anime favoritnya  yang akhirnya menciptakan perilaku parasosial dalam kehidupannya. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori komunikasi massa dan interaksi parasosial. Alat ukur pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa wawancara mendalam terhadap para narasumber dan dengan observasi. Subjek penelitian yang terlibat yaitu para penggemar karakter anime sebanyak 5 orang di daerah Jabodetabek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ke lima orang tersebut memiliki perilaku parasosial dengan caranya masing-masing. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat membuka pandangan yang berbeda terhadap para penggemar karakter animeJepang.
K-Pop dan Perilaku Konsumtif Menonton Konser Valencialaw, Natasya; Utami, Lusia Savitri Setyo
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21301

Abstract

South Korean popular culture or K-Pop has managed to become the center of attention throughout the world, including Indonesia. Indonesia is a target for the South Korean entertainment industry market due to the large number of existing K-Pop fans. It is the intervention of the existence of communication and the mass media as a bridge connecting all information about popular culture. Popular culture also brings K-Pop along with other activities, namely music concerts. The existence of this background can lead to a consumptive behavior. The purpose of this study is to describe the process of developing Korean popular culture and the formation of consumptive behavior towards fans in watching music concerts. The discussion uses mass communication, new media, social media, popular culture, consumptive behavior and fans. To explore existing research phenomena, a qualitative research approach is used with phenomenological methods. The results can describe the development of popular culture through mass communication and mass media, this can be seen from the presence of K-Pop popular culture that enters and expands through the involvement of social media such as Youtube and Twitter. The author also describes the existence of consumptive behavior carried out by fans with aspects of being wasteful and seeking pleasure in watching concerts. Budaya populer Korea Selatan atau K-Pop berhasil menjadi pusat perhatian seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan sasaran dari pasar industri hiburan Korea Selatan karena banyaknya penggemar K-Pop yang ada. Hal itu merupakan campur tangan dari adanya komunikasi dan media massa sebagai jembatan penghubung masuknya semua informasi mengenai budaya populer. Budaya populer turut membawa K-Pop masuk bersama dengan kegiatan lainnya yakni konser musik. Adanya latar belakang tersebut dapat menyebabkan suatu perilaku yang konsumtif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses budaya populer Korea yang berkembang dan adanya pembentukan perilaku konsumtif terhadap penggemar dalam menonton konser musik. Dalam pembahasannya menggunakan komunikasi massa, media baru, media sosial,  budaya populer, perilaku konsumtif dan penggemar. Untuk mendalami fenomena penelitian yang ada, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil yang di dapat mendeskripsikan adanya perkembangan budaya popular melalui komunikasi massa dan media massa, hal tersebut dapat dilihat dari adanya budaya popular K-Pop yang masuk dan meluas melalui keterlibatan media social seperti Youtube dan Twitter. Penulis turut mendeskripsikan adanya perilaku konsumtif yang dilakukan oleh penggemar dengan aspek pemborosan dan mencari kesenangan dalam kegiatan menonton konser.
Analisis Penayangan Berita Ferdy Sambo di Akun Instagram Kompas TV Berdasarkan Penerapan Kode Etik Jurnalistik Pertiwi, Junita Eka; Junaidi, Ahmad
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.21305

Abstract

The journalistic code of ethics is a guideline that must be followed by the KompasTV industry in broadcasting news on Instagram. The existence of a journalistic code of ethics serves to avoid the public from the adverse effects and unprofessional attitudes of journalists. Kompas TV often airs news on Instagram about Irjen Ferdy Sambo where of course the news must pay attention to the journalistic code of ethics. There are eleven articles of the journalistic code of ethics established by the Dewan Pers, four of which are articles two, three, four, and eight. This research uses a descriptive qualitative approach and a method of text discourse analysis. The formulation of the problem in this study is the application of the journalistic code of ethics carried out by KompasTV on news about Irjen Ferdy Sambo on Instagram social media. The purpose of this study is to analyze whether KompasTV applies a journalistic code of ethics in Ferdy Sambo news on Instagram social media. The results of the research obtained show that the application of the journalistic code of ethics has been enforced by KompasTV in broadcasting news. KompasTV prioritizes accuracy, respects the right to privacy, does not practice bribery, produces factual news, and news that is broadcast based on information from the authorities. KompasTV also tests information, broadcasts news in a balanced manner, does not use personal opinions, does not lie, and avoids differentiating behavior to a party. However, because the spread of news on social media puts forward the speed of some news that has no source and is not blurred. Kode etik jurnalistik merupakan pedoman yang harus diikuti oleh industri KompasTV dalam menayangkan berita di Instagram. Adanya kode etik jurnalistik berfungsi untuk menghindari masyarakat dari dampak buruk dan sikap tidak professional wartawan. KompasTV kerap menayangkan berita di Instagram mengenai Irjen Ferdy Sambo dimana tentunya berita tersebut harus memperhatikan kode etik jurnalistik. Terdapat sebelas pasal kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh Dewan Pers, empat diantaranya pasal dua, tiga, empat, dan delapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis wacana teks. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah KompasTV menerapkan kode etik jurnalistik dalam berita Ferdy Sambo di media sosial Instagram. Hasil Penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa penerapan kode etik jurnalistik telah diberlakukan oleh KompasTV dalam menayangkan berita. KompasTV Mengedepankan akurasi, menghormati hak privasi, tidak melakukan praktik suap, Menghasilkan berita yang faktual, dan berita yang ditayangkan berdasarkan keterangan dari pihak otoritas. KompasTV juga menguji informasi, menayangkan berita dengan berimbang, tidak menggunakan opini pribadi, tidak berbohong, dan menghindari pembedaan prilaku kepada suatu pihak. Namun, karena penyebaran berita di media sosial mengedepankan kecepatan terdapat beberapa berita yang tidak memiliki sumber dan tidak diburamkan.