cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2024)" : 13 Documents clear
Hubungan Kelengkapan Informasi Klinis dengan Ketepatan Kode Diagnosis Berdasarkan ICD-10 pada Kasus Fracture Halid, Musparlin
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.542

Abstract

Kodefikasi kasus fracture wajib menerapkan karakter ke-5 dan kelengkapan external cause apabila tidak dilakukan penerapan karakter ke-5 dan external cause maka kode yang diberikan salah sehingga menyebabkan kerugian bagi pasien maupun rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan informasi dengan ketepatan kode diagnosis kasus fracture pasien. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan crsoss sectional. Populasi penelitian adalah dokumen rekam medis pasien rawat inap dengan kasus fracture periode Januari-Oktober 2021. Sampel berjumlah 92 dokumen rekam medis. Uji statistik menggunakan uji Lambda dengan menggunakan SPSS 20.0. Hasil penelitian menununjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelengkapan informasi dengan ketepatan kode diagnosis (p = 0.29). Mayoritas ketidaklengkapan informasi medis (62.0%) dan ketidaktepatan kode diagnosis (76.1%) lebih banyak daripada jumlah kelengkapan informasi (38.0%) dan ketepatan kode diagnosis (23.9%)  kasus fracture. Kesimpulan untuk menekan pentingnya kelengkapan informasi terhadap ketepatan kode diagnosis harus ditetapkan oleh petugas kodefikasi.
Tata Kelola Sistem Informasi Distribusi Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Linggar Rancaekek Rosidah, Nida; sufyana, Candra mecca; suryani, Ade irma
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.585

Abstract

The activity of distributing medical record at the Linggar Health Center, Rancaekek is still being carried out manually by officers and recorded in the expedition book. So that problems arise, namely the lack of time efficiency because officers need more time and experience delays in processing data on distributing medical record files. Based on these findings, the authors designed an information system for the distribution of medical record files that could maximize the performance of officers so that officers were expected to be able to provide improved quality of service to patients. The method used in this research is a qualitative method, where the measurement of this research is not based on scores/numbers, but on the category of value or quality. Data collection techniques were carried out using direct observation, interviews with a total sample of 3 medical record officers, and a literature review. The stages of collecting data are carried out by direct observation of the research site. In the development method, using the waterfall method. Analysis of the needs of this design system is made through the stages of context diagrams, Data Flow Diagrams (DFD), and Entity Relationship Diagrams (ERD).
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Instalasi Rawat Jalan Berdasarkan Metode Human, Organization, Dan Technology Di Rsud Dr. M.M. Dunda Limboto Lilis Handayani; Bilondatu, Maimun
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.617

Abstract

Based on the human aspect, namely outpatient registration officers only understand the Hospital Management Information System through information technology officers, the organizational aspect is that there has been no evaluation of the use of the Hospital Management Information System and the implementation of the Hospital Management Information System as a whole, and officers who use the Hospital Management Information System only conduct training once after socialization, and seen from the technology aspect there are obstacles in the form of slow internet connections with internet access speeds of 500 Mbps to 1 GB coupled with the number of internet access users resulting in services in the outpatient unit sometimes experiencing delays in registration. The purpose of this study was to determine the description of the Hospital Management Information System in the outpatient installation based on the Human, Organization and Technology Methods. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. This research was conducted at Dr. M. M. Dunda Limboto Hospital in June with a sample size of 30 people. The description of the Hospital Management Information System in the outpatient installation based on the Human, Organizational, and Technology methods at Dr.M.M Dunda Limboto Hospital obtained the results of 30 people (100%) officers who used the Hospital Management Information System in the good category and 0 people (0%) officers who used the Hospital Management Information System in the less category. Research suggestions include conducting surveys for Hospital Management Information System applications periodically to improve aspects of human, organization and technology methods.
Ketidaksesuaian Kode Diagnosis ICD-10 Pada Pending Klaim Bpjs Rawat Jalan Di Rsud Krt. Setjonegoro Wonosobo Nurul Afifah; Nadi, Danu Tirta; Sari, Arum Astika
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.626

Abstract

Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan yang dilakukan setiap bulannya. Setelah itu BPJS Kesehatan akan melakukan persetujuan klaim dan melakukan pembayaran untuk berkas yang layak, namun untuk berkas yang mengalami pending klaim harus dikembalikan ke rumah sakit untuk diperiksa kembali. Pending klaim pada rawat jalan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena adanya perbedaan kode diagnosis ICD-10 antara rumah sakit dengan verifikator BPJS berkas pending klaim memerlukan koreksi kembali terutama pada kode diagnosis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan permasalahan pending klaim karena ketidaksesuaian kode diagnosis pada ICD-10.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di RSUD KRT. Sejonegoro Wonosobo pada bulan Juni. Hasilnya adalah adanya perbedaan konsep penentuan diagnosis antara petugas koder dengan verifikator BPJS, kode diagnosis yang dibuat koder belum sesuai dengan keputusan diagnosis verifikator BPJS. Adanya perbedaan persepsi antara koder dan verifikator BPJS terkait penegakan diagnosis koder harus selalu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG).
Analisis Mutu Rekam Medis Kasus Bedah Dengan Metode Kualitatif Di Rsud Dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sholikhah, Nur Amalia; Sri Sugiarsi; Astri Sri Wariyanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.631

Abstract

The quality of medical records can be seen from 3 criteria for completeness of content, accuracy, timeliness and fulfillment of legal aspects. Medical record quality analysis is carried out in two ways, namely quantitative analysis and qualitative analysis. The purpose of this study was to analyze the quality of medical records of surgical patients with qualitative methods at RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. This type of research is a mix method. The object population was 204 surgical case medical records and the subject population was 2 general surgeons and 4 nurses, object sampling using the Slovin formula with e = 0.1 resulted in 67 files while subject sampling used purposive sampling. How to collect data by observation using Checklist and Unstructured Interviewdata processing techniques include 2 methods, namely Quantitative and Qualitative. The results of this study found that for consistency of diagnostic recording 57 (84%) files were consistent while 11 (14%) files were inconsistent. The consistency of recording medical record documents as much as 54 (80%) is consistent and 14 (20%) is inconsistent. The consistency of recording things done during treatment and treatment was 45 (66%) consistent and 23 (34%) inconsistent. The consistency of recording informed consent as much as 65 (95%) is consistent and 3(5%) is inconsistent. The analysis that could potentially lead to damages was 67 (99%) consistent and 1 (1%) inconsistent. Factors causing the inconsistency of medical record recording include man, material, machine, method factors.
Hubungan Mutu Pelayanan BPJS Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS di Instalasi Rawat Inap Kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023 Siregar, Miftahurrizky; Ritonga, Zulham Andi; Valentina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.643

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan kesempurnaan pelayanan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan kesehatan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien yang datang berobat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan BPJS kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Instalasi Rawat Inap kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien peserta BPJS Kesehatan rawat inap kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan sebanyak 4.325 orang. Berdasarkan hasil perhitungan sampel menggunakan rumus slovin, sampel yang akan diteliti sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori Tjiptono (2017). Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh kehandalan (p-value= 0,01), jaminan (p-value = 0,00), bukti fisik (p-value = 0,00), empati (p-value = 0,04), daya tanggap (p-value =0,02). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mutu pelayanan BPJS Kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Instalasi Rawat Inap Kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023. Mutu pelayanan kesehatan merupakan kesempurnaan pelayanan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan kesehatan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien yang datang berobat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan BPJS kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Instalasi Rawat Inap kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien peserta BPJS Kesehatan rawat inap kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan sebanyak 4.325 orang. Berdasarkan hasil perhitungan sampel menggunakan rumus slovin, sampel yang akan diteliti sebanyak 98 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori Tjiptono (2017). Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh kehandalan (p-value= 0,01), jaminan (p-value = 0,00), bukti fisik (p-value = 0,00), empati (p-value = 0,04), daya tanggap (p-value =0,02). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mutu pelayanan BPJS Kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di Instalasi Rawat Inap Kelas III di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2023.
Tinjauan Literatur: Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik Terhadap Pelayanan Kesehatan Cahyani, Mustika Bagus; Syafanny, Lutfiah Dwi Amanda; Kamil, Syifa' Salma Aulia; Mukharama, Kusnul Aula; Sutha, Diah Wijayanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.648

Abstract

Rekam Medis Berbasis Elektronik telah dipergunakan di banyak sekali negara salah satunya Indonesia dalam peningkatan aktivitas pelayanan kesehatan, RME tersebut menjadi peran yang berperan penting dalam tercapainya proses pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran RME yang sudah diterapkan di berbagai negara dan di Indonesia. Metode yang digunakan tinjauan literatur dengan jenis narrative review. Pencarian tinjauan literatur ini menggunakan Google Scholar dan Pubmed, serta menggunakan terbitan pada tahun 2013–2022. Kata kunci yang digunakan adalah Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik. Hasil penelusuran didapatkan 10 artikel diantaranya 5 artikel nasional dan 5 artikel internasional. Hasil dari tinjauan literatur bahwa Peran Rekam Medis Berbasis Elektronik dapat digunakan dalam peningkatan mutu, pendukung alat bukti hukum, meminimalkan ketidaklengkapan dalam pengisian rekam medis pasien, dan RME sebagai bentuk pendukung kepuasan pengguna dalam membantu layanan kesehatan. Kesimpulannya, masih ada beberapa kendala dalam penggunan RME di fasilitas pelayanan kesehatan dan diharapkan RME dapat meningkatkan pada mutu pelayanan kesehatan dimasa mendatang.
Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap DPJP tentang Standar dan Desain Formulir Resume Medis di RSIA Malebu Husada Makassar Tita Ardianti; Nurmalasari, Mieke; Hosizah; Zuama, Witri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.652

Abstract

Desain formulir sangat berperan penting untuk pengisian dan kelengkapan informasi data, oleh karena itu formulir harus dirancang dan dibuat sebaik-baiknya supaya menghasilkan data yang tepat. Pengetahuan sangat memungkinkan terjadinya perubahan sikap. Berdasarkan temuan yang didapatkan penulis saat observasi awal, formulir resume medis sudah terdapat variabel diagnosa tetapi tidak dibedakan variabel diagnosa utama dan diagnosa sekunder. Dokter tidak membedakan penulisan diagnosa utama dan diagnosa sekunder, hal ini dapat menyebabkan kesalahan penentuan kondisi utama dan berdampak pada pengklaiman dan pelaporan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang standar resume medis dengan sikap DPJP pada desain formulir resume medis di RSIA Malebu Husada Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan uji analisis korelasi pearson product moment. Penelitian dilakukan di RSIA Malebu Husada Makassar. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 12 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang tentang standar resume medis terkait sikap DPJP pada desain formulir rekam medis di RSIA Malebu Husada Makassar dengan p-value = 0,3333 > 0,05.
Manfaat Dan Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Pada Rumah Sakit Swasta Dan Rumah Sakit Pemerintah Nurwito, Bagus Satrio
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.664

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem komputer yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan melalui jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi dengan tujuan mendapatkan informasi dengan cepat, tepat, dan akurat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SIMRS berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan, utamanya di Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review berdasarkan kata kunci “sistem informasi manajemen rumah sakit”, “efektivitas penerapan sistem informasi”, dan “efisiensi layanan kesehatan”. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem informasi dapat meningkatkan efektivitas kinerja rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi berbasis manajemen bisnis proses, otomatisasi alur pelayanan, peningkatan sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas teknologi untuk mencapai efisiensi pelayanan kesehatan.
Gambaran Waktu Tunggu Pada Pelayanan Rawat Jalan dan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta BPJS di RSU Prasetya Bunda Tasikmalaya Andi Suhenda; Anjani, Santi Puspa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v12i2.666

Abstract

Background: Service waiting time is the time a person takes to receive health services from registration to entering the doctor's examination room. The availability of services, identified by the short patient waiting time, is one of the characteristics of the quality of health services, the quality of health services refers to the dimensions of the quality of health services, which in turn results in patient satisfaction. Research Methods: This type of research is quantitative research with a descriptive approach to the sampling technique used, namely Incidental Sampling. The total population is 30,075 and the number of samples in this study is 100 respondents calculated using the slovin formula. Research Results: The results of the research on waiting time in outpatient services as many as 86 respondents (86%) were in accordance with the standards and as many as 14 respondents (14%) did not comply with the standards. The results showed that patient satisfaction out of 100 respondents to outpatient services in general, all service dimensions were included in the satisfaction category, with the percentage of patients who were satisfied as many as 84 respondents (84%) and patients who were dissatisfied as many as 16 respondents (16 %). Conclusion: The waiting time for outpatient services is more in accordance with the standards, and for the patient satisfaction of BPJS participants in outpatient services, in general, the patients are satisfied. Keywords: Patient Satisfaction, Outpatient, Waiting Time.

Page 1 of 2 | Total Record : 13