cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Penerapan Aplikasi Berbasis SMS, Game dan Android dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja: Literatur Review Fitria Alda Safira; Rohayati Rohayati; Aisyah Latifa Amalia; Fatmawati Fatmawati; Farida Aeini; Ameliana Safitri; Dianatika Azmi; Adila Anbar Syafitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.395

Abstract

Abstract Aim: This article is to see the effectiveness of implementing SMS, Games, and Android in improving health behavior in adolescentsMethod: This article was written using a literature study approach. Article searches came from Google Scholar, Proquest, and Pubmed. Inclusion criteria include: articles on the use of technology for adolescents to increase health knowledge, articles in the last 5 years (2015-2020). Meanwhile, the exclusion criteria used were non-English & Indonesian articles, articles that were not devoted to the use of technology to improve adolescent reproductive health knowledge.Result: The names of the application uses from the journals obtained include: SMS, Lawan Roma, Papo Reto, ARMADILLO, Respect Yourself, which can increase knowledge about health information.Conclusion: Several journals that have been collected by researchers, that the application of media technology, among others; (1) Short Message Service (SMS), (2) Android, (3) Games, have an effect on increasing knowledge about sexual reproduction health. On average, respondents said they were happy to get information through technology because it was more motivating and easier to obtain information. Abstrak Tujuan: penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan aplikasi SMS, Game, dan Android dalam meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja.Metode: Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan literatur review. Penelusuran artikel berasal dari Google Scholar, Proquest, dan Pubmed. dengan kriteria inklusi meliputi : artikel tentang penggunaan teknologi bagi remaja dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, artikel dalam 5 tahun terakhir (2015 – 2020). Sementara kriteria eksklusi yang dipergunakan adalah, artikel bukan berbahasa inggris & Indonesia, artikel yang tidak spesifik penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reprooduksi remaja.Hasil: Nama penggunaan aplikasi dari jurnal yang didapat meliputi : SMS, Lawan Roma, Papo Reto, ARMADILLO, Respect Yourself, yang mampu meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.Simpulan: dari beberapa jurnal yang telah peneliti kumpulkan, bahwa penerapan media teknologi seperti; (1) Short Message Service (SMS), (2) Android, (3) Game, memberi pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Rata-rata responden menyatakan lebih menikmati mendapatkan informasi melalui teknologi karena lebih memotivasi dan lebih memudahkan mendapat informasi.
Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kota Denpasar Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.364

Abstract

Penyelenggaraan pelayanan, pengisian rekam medis yang lengkap serta tepat waktu merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai mutu dari sebuah rumah sakit. Pengisian rekam medis yang tidak lengkap dapat menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga dapat menyebabkan kesalahan yang fatal bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional, dengan rancangan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini merupakan rekam medis rawat inap kasus DBD dari bulan Januari 2021- Maret 2021 sebesar 60 rekam medis. Didapatkan hasil kelengkapan pengisian rekam medis total dari keempat variabel (identitas pasien, laporan penting, autentifikasi, dan pendokumentasian) masih tergolong tidak lengkap yaitu sebesar 90%. Berdasarkan penelitian diatas disarankan agar petugas kesehatan khususnya dokter dan perawat agar dapat bekerja sesuai dengan SPO yang berlaku, dan untuk tenaga rekam medis dapat mengecek dengan maksimal pengisian rekam medisnya, sehingga semua terisi dengan lengkap
Perancangan Sistem Informasi Kader Keluarga Sehat (KADER-KS) Terintegrasi Asih Prasetyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.386

Abstract

Pengumpulan data tingkat RT dan kader kesehatan dilakukan secara manual dengan beberapa buku catatan. Cara manual ini dirasakan membebani petugas pencatat data karena banyak data yang harus dicatat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Rancangan Pendataan Kader Keluarga Sehat untuk kemudahan pengumpulan dan pelaporan kegiatan PKK dan Keluarga Sehat.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat cross sectional dengan obyek pendataan keluarga sehat. Subyek penelitian adalah pencatat data keluarga dari tiap RT di RW 12 Kelurahan Sukorejo Semarang sejumlah 14 orang.  Cara pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi kepada subyek penelitian dan buku register pencatatan keluarga. Data dianalisis secara diskriptif untuk mendapatkan kebutuhan data dan informasi yang digunakan untuk merancang sistem informasi pendataan keluarga sehat. Sistem informasi pendataan keluarga dengan nama Sistem Informasi Kader Keluarga Sehat (Kader-KS) dirancang berbasis web dengan mengintegrasikan data keluarga, PHBS, dan keluarga sehat. Laporan yang dihasilkan adalah rekapitulasi kegiatan keluarga, PHBS, keluarga sehat, dan laporan kelahiran dan kematian ibu dan bayi. Kedepannya diperlukan dukungan sumber daya server dan pelatihan kader untuk keberlangsungan penggunaan sistem informasi pendataan keluarga.  
Penerimaan Petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur Aqshal Hidayatullah; Nanda Aula Rumana; Puteri Fannya; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.396

Abstract

AbstrakDalam meningkatkan manajemen penyelenggaraan puskesmas perlu dukungan sistem informasi puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah sistem yang digunakan untuk menilai penerimaan pengguna terhadap teknologi diantaranya adalah TAM (Technology Acceptance Model). Tujuan penelitian ini mengetahui penerimaan petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan jumlah sampel 62 responden yang mengisi angket penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pada persepsi kegunaan 44% menyatakan kurang baik, pada persepsi kemudahan 45% menyatakan kurang baik, pada sikap menggunakan 45% menyatakan kurang baik, pada niat perilaku menggunakan 47% menyatakan  kurang baik, pada penggunaan sesungguhnya 48% menyatakan kurang baik. Hasil dari kelima variabel didapatkan penerimaan petugas terhadap ePuskesmas  di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan 35 responden (56%) menyatakan menerima ePuskesmas dan 27 responden (44%) menyatakan tidak menerima ePuskesmas.  
Pelaksanaan Penyusutan Berkas Rekam Medis Inaktif di Puskesmas Gombong 1 Wahyu Hari Pramono; Alfina Sekar Rosdiyani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.365

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas Gombong 1, Berkas Rekam Medis yang berada di rak filling sudah menumpuk. Maka penulis melakukan penelitian di Puskesmas Gombong 1 dengan melakukan penyusutan dengan petugas rekam medis dengan metode penelitian descriptive. Populasi dalam penelitian ini adalah 1000 berkas rekam medis inaktif, Sampel berkas rekam medis yang diambil adalah sebanyak 500 berkas rekam medis. Sebanyak 500 berkas rekam medis inaktif didapatakan 36 berkas rekam medis inaktif belum bisa disusutkan sebanyak (7,2%)  dan 464 berkas rekam medis inaktif sudah bisa disusutkan sebanyak (92,8%) karena sudah melewati jangka waktu >15 tahun. Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan, telah mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi di Puskesmas Gombong 1. Perlu dilakukan pembuatan JRA agar penyusutan dapat dilakukan secara berkala, pembuatan SOP agar penyusutan dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku seperti pembentukan tim, pembuatan berita acara dll.
Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.389

Abstract

Latar Belakang: Statistik rumah sakit digunakan sebagai tolak ukur kualitas pelayanan dan dasar untuk pengambilan keputusan. Grafik Barber Johnson dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan. Untuk mengetahui tingkat efisiensi pengolalaan Tempat Tidur rumah sakit diperlukan indikator rumah sakit yaitu BOR, LOS, TOI, dan BTO.Tujuan: Mengetahui analsisi efisiensi pelayanan rawat inap sebelum dan selama pandemi covid-19berdasarkan grafik Barber Johnson di RS PKU Muhammadiyah Nanggulan tahun 2021.Metode:Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan cara pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.Hasil: Adapun batasan efisien Barber Johnson adalah BOR = 75%-85%, LOS = 3-12 hari, TOI = 1-3 hari, dan BTO = 30 kali. Berdasarkan grafik Barber Johson sebelum masa pandemi dan selama masa pandemi tingkat penggunaan tempat tidur belum efisien. Pencapaian nilai BOR sebelum pandemi : 12,67% sedangkan selama pandemi 8,28 %. Untuk LOS sebelum pandemi= 2,69 hari, selama pandemi= 2,19 hari. Untuk TOI sebelum pandemi = 18,59 hari, selama pandemi= 24,35 hari. Sedangkan untuk BTO sebelum pandemi = 17,18 kali dan selama pandemi = 13,74 kali.Kesimpulan: Dari empat indikator Barber Johnson tersebut pelayanan rawat inap sebelum dan selama Pandemi covid-19 belum masuk daerah efisien. Nilai BOR mengalami penurunan. Agar nilai BOR masuk daerah efisien upaya yang dapat dilakukan adalah promosi rumah sakit kepada masyarakat dan meningkatkan pelayanan masyarakat secara optimal.Kata kunci: Efisiensi, Pelayanan Rawat Inap, Grafik Barber Johnson
Rekam Data Self Manajemen Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Abdoer Rahem Berbasis Android Nadiyatus Sholihah; Fathorazi Nur Fajri; Matbulul Khairi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.309

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi dalam melakukan eksresinya. Sehingga penderitanya  perlu melakukan pembatasan asupan cairan. Pembatasan asupan cairan termasuk komponen self manajemen pada pasien gagal ginjal kronis. Sehingga self manajemen yang baik dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan pembatasan asupan cairan. Dari permasalahan yang ada peneliti mengambil sebuah tema tentang “Rekam Data Self Manajemen Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa”. Metode pengembangan sistem yang digunakan oleh peneliti ialah metode prototype yang meliputi, analisis kebutuhan, merancang prototype, evaluasi prototype, membangun sistem, menguji sistem dan pemeliharaan sistem. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk membangun aplikasi sistem informasi monitoring self manajemen cairan pada pasien gagal ginjal kronis agar dapat membantu pasien dalam mengontrol cairan untuk meningkatkan hasil kesehatannya. Dengan adanya tujuan tersebut menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah pasien dalam mengontrol pengonsumsian cairan sesuai dengan anjuran, selain itu pasien juga dapat melakukan pengontrolan secara mandiri (self manajemen) dengan mengaplikasikan aplikasi tersebut di mobile masing masing pasien. Hasil dari pengujian aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi rekam data self  manajemen cairan pada pasien gagal ginjal kronis berbasis android menunjukkan presentase 82% dengan kategori sangat layak digunakan oleh pasien yang menjalani terapi hemodialisa.  
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit: Literature Review Elda Amalia Agustina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.403

Abstract

 Beberapa rumah sakit di indonesia ditemukan masih belum mengisi dokumen rekam medis  secara lengkap. Adanya ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan catatan yang termuat menjadi tidak sinkron dan akan sulit diidentifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review dengan keywords yaitu “ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit”. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pencarian pada database online yaitu Google Scholar, Perpusnas, dan Portal Garuda. Hasil analisis dari 25 artikel diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit yaitu belum adanya standar operasional prosedur tentang kelengkapan dokumen rekam medis atau pelaksanaan standar operasional prosedur belum maksimal sebesar 44%, kurangnya kedisiplinan petugas medis dan belum dilaksanakannya monitoring dan evaluasi masing-masing sebesar 24%, kurangnya kesadaran petugas medis dalam mengisi lengkap dokumen rekam medis sebesar 20%, kurangnya ketelitian petugas medis, kurangnya sosisalisasi, keterbatasan waktu, dan kesibukan dokter masing-masing sebesar 16%. 
Hubungan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Terhadap Keakuratan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap Di RSU Premagana Ni Putu Linda Yunawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.370

Abstract

Kegiatan pengkodean adalah pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf dan angka atau kombinasi antara huruf dan angka yang mewakili komponen data. Tenaga rekam medis bertanggungjawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang sudah ditetapkan oleh tenaga medis. Ketidakakuratan kode diagnosis akan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit baik secara finansial maupun pengambilan kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan penulisan diagnosis terhadap ketepatan kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap di RSU Premagana. Rancangan penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan study korelasi rancangan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 89 berkas rekam medis kasus obstetri pasien rawat inap selama periode tribulan III (Juli-September) tahun 2020. Hasil penelitian diperoleh 45.6% berkas rekam medis tidak lengkap penulisan diagnosisnya, dan 78.9% berkas kode ICD-10 kasus obstetri triwulan III pasien rawat inap di RSU Premagana tidak akurat adalah nilai p<0.05 Ada hubungan antara kelengkapan penulisan diagnosis kasus obstetri triwulan III pasien rawat inap di RSU Premagana dengan keakuratan kode diagnosis, serta diperoleh nilai OR 1.6 rekam medis yang pendokumentasiannya lengkap menunjang ketepatan pengkodean 1.6 kali lebih besar dari pada rekam medis yang pendokumentasiannya tidak lengkap.
Gambaran Karakteristik Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi Tahun 2020-2021 Rizky Khaerunnisa; Nanda Aula Rumana; Noor Yulia; Puteri Fannya
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.390

Abstract

Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya sebagai jenis baru coronavirus atau biasa disebut COVID-19 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi dengan sampel 220 pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukan SPO tatalaksana pasien COVID-19 di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi menggunakan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 oleh Kemenkes. Untuk karakteristik pasien pasien berjenis kelamin perempuan (50,9%). Kategori usia paling banyak adalah 46-59 Tahun (37,3%). Pekerjaan paling banyak non-medis (85,5%). Berdomisili di Kota Bekasi (69,1%). Gejala yang paling banyak dirasakan adalah batuk (84,1%). Tidak memiliki kondisi penyerta (59,5% ) tetapi kondisi penyerta paling banyak Hipertensi (22,3%). Hasil swab antigen positif (100%). Hasil PCR Positif (69,5%). Limfosit menurun (55,9%). Hasil X-Ray tidak normal (75,5%). Tidak memiliki riwayat kontak dan paparan virus (66,4%). Memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 (15,9%). Kriteria pasien terkonfirmasi COVID-19 (72,3%). Saat pulang pasien masih harus melakukan Isolasi Mandiri (39,5%). Kodefikasi kasus dengan ICD-10. Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian kasus COVID-19 di Indonesia.